• Tidak ada hasil yang ditemukan

TOKSIKOLOGI OBAT Nayla Fatimah Azzahro

N/A
N/A
Nayla Fatimah Azzahro

Academic year: 2024

Membagikan "TOKSIKOLOGI OBAT Nayla Fatimah Azzahro "

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

PAGE 01

Nayla Fatimah Azzahro

TOKSIKOLOGI

OBAT

(2)

Toksikologi dapat didefinisikan sebagai kajian

tentang hakikat dan mekanisme efek berbahaya (efek toksik) berbagai bahan kajian terhadap

makhluk hidup dan sistem biologis lainnya.

Keracunan / Intoksisasi menurut WHO adalah kondisi yang mengikuti masuknya suatu zat psikoaktif yang menyebabkan gangguan

kesadaran, kognisi, persepsi, adek, prilaku, fungsi dan respon psikofisiologis.

WHAT IS

TOKSIKOLOGI?

PAGE 02

(3)

WHAT IS

TOKSIKOKINETIK?

Untuk menghasilkan suatu efek

farmakologik, suatu obat harus berada dalam kadar yang cukup ditempat

aksinya. Tinggi atau rendahnya kadar obat di tempat aksi ini secara langsung akan

tergantung pada kadarnya didalam darah.

Darah juga merupakan media dalam

penyebaran obat dalam tubuh, serta juga proses-proses yang terjadi ada absorbsi, distribusi,, metabolisme, ekresi.

PAGE 03

(4)

PAGE 04

FARMAKOKINETIK

Absorbsi adalah proses penyerapan obat dari tempat pemberian nya, masuk ke srikulasi sistemik. Banyak hal yang dapat mempengaruhi

kemampuan absorbsi suatu obat, misalnya bentuk sediaan, formulasi sediaan, ukuran partikel obat, bentuk partikel.

Distribusi adalah proses penyebaran obat ke seluruh tubuh. Luasnya penyebaran ini tergantung pada sifat fisikokimia obat, misalnya

kelarutan dalam lipid dan ikatan dengan protein plasma/jaringan.

Metabolisme adalah keseluruhan reaksi kimia biotransformasi baik pada zat endogen maupun eksogen yang terjadi secara enzimatik.

Metabolisme mempunyai tujuan mengubah zat aktif menjadi tidak aktif; dapat dengan mudah di eksresi melalui urin.

Ekskresi adalah eliminasi terakhir obat atau hasil metabolit dari

sirkulasi sistemik melalui ginjal bersama urine, melalui empedu dan air liur kedalam usus bersama tinja, melalui keringat, melalui kulit dan air susu ibu. obat yang kurang larut akan sulit di ekskresi

(5)

PAGE 05

WUJUD EFEK TOKSIK FUNGSIONAL

Respon perubahan fungsional berkaitan dengan antaraksi racun dengan reseptor atau tempat aktif enzim yang

terbalikkan sehingga mempengaruhi fungsi homeostasis

tertentu (Donatus, 2005). Respon perubahan fungsional ini

antara lain berupa anoreksia, gangguan pernapasan, gangguan sistem saraf pusat, hiper atau hipotensi, hiper atau

hipoglikemia, perubahan keseimbangan cairan dan elektrolit, hiper atau hipotermi, dan perubahan kontraksi atau relaksasi otot (Priyanto, 2009).

(6)

BIOKIMIA DAN

STRUKTURAL

PAGE 06

Perubahan biokimia merupakan perubahan biokimia terhadap luka sel akibat antaraksi antara racun dan tempat aksi yang terbalikkan.

Contoh dari perubahan biokimia ini antara lain penghambatan respirasi seluler, perubahan keseimbangan cairan dan elektrolit, serta gangguan pasokan energi (Priyanto, 2009). Biokimia

memainkan peran penting dalam memahami efek zat beracun pada tingkat molekuler. Ini melibatkan studi tentang reaksi kimia yang

terjadi antara zat beracun dan komponen sel, seperti protein,

enzim, dan asam nukleat. Biokimia dan struktural dalam toksikologi saling terkait dan membantu kita memahami bagaimana zat

beracun berinteraksi dengan tubuh manusia.

(7)

SIFAT EFEK

TOKSIK TERBALIKKAN DAN TAK TERBALIKKAN

Efek toksik yang terbalikkan adalah keadaan reseptor yang dapat kembali dalam keadaan semula apabila kadar racun yang ada dalam tempat aksi atau reseptor telah habis. Takaran serta kecepatan absorbsi, distribusi dan eliminasi racun adalah hal yang dapat

memepengaruhi toksisitas dari racun (Priyanto, 2009).

Efek toksik yang tak terbalikkan adalah timbulnya kejadian penumpukan efek toksik yang dapat menyebabkan kerusakan dengan sifat menetap. Hal ini menunjukkan bahwa

pemejanan dengan takaran atau dosis kecil jangka panjang maupun pemejanan atau dosis besar bersifat sama. Zat atau racun yang dapat menimbulkan efek toksik tak terbalikkan adalah zat racun yang terakumulasi atau sangat sulit dieliminasi (Priyanto, 2009).

PAGE 07

(8)

PAGE 08

HUBUNGAN DOSIS RESPON

Hubungan dosis-respon dalam farmakologi melibatkan prinsip-prinsip

farmakokinetik dan farmakodinamik. Konsep ini membantu menentukan dosis yang dibutuhkan, frekuensi pemberian, serta indeks terapeutik suatu obat dalam suatu populasi.

Farmakokinetik berkaitan dengan pergerakan obat dalam tubuh, termasuk

penyerapan, distribusi, metabolisme, dan eliminasi. Dalam hubungan dosis-respon, farmakokinetik mempengaruhi konsentrasi obat di dalam tubuh.

Farmakodinamik mengacu pada interaksi obat dengan reseptor dan efeknya pada tubuh. Ini mencakup respons biologis terhadap obat.

Indeks terapeutik (rasio konsentrasi toksik terendah dengan median konsentrasi terapeutik) membantu menentukan kemanjuran dan keamanan obat. Dengan

memahami hubungan dosis-respon, kita dapat mengoptimalkan penggunaan obat dan mengurangi risiko efek samping.

(9)

PAGE 11

THANK YOU

FOR ATTENTION!!

Referensi

Dokumen terkait

Sebagai tambahan, obat ini juga memberikan efek langsung terhadap reseptor H 2 dimana sebanyak 10-15% reseptor histamin pada vaskulatur efek ini kemungkinan

Telah lama diamati bahwa sejumlah racun menimbulkan efek biologis yang khas. Konsep zat “reseptor” sebagai tempat kerja zat kimia, pertama kali dikemukakan oleh John N. Dia

Efek toksik atau efek yang tidak diinginkan dalam sistem biologis tidak akan dihasilkan oleh bahan kimia kecuali bahan kimia tersebut atau produk

maka efek biologik atau toksik akan muncul jika xenobiotika tsb telah terabsorpsi menuju sistem sistemik (kecuali senyawa radioaktif)..  Umumnya hanya xenobiotika yg

 Efek toksik tergantung dari sifat bahan toksik, Efek toksik tergantung dari sifat bahan toksik,.. organ sasaran & mekanisme kerja dari

 Ilmu yang mempelajari tentang mekanisme kerja dan efek yang tidak diinginkan dari bahan kimia yang bersifat racun serta dosis yang berbahaya terhadap

Pada dasarnya, uji ketoksikan subkronis atau sering kali juga dikenal sebagai uji ketoksikan subakut, meliputi efek toksik (wujud dan sifat) suatu obat yang mungkin timbul

Racun adalah suatu zat yang ketika tertelan, terhisap, diabsorpsi, menempel pada kulit, atau dihasilkan di dalam tubuh dalam jumlah yang relatif kecil dapat mengakibatkan cedera dari