• Tidak ada hasil yang ditemukan

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA "

Copied!
116
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Pembatasan dan Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah, penulis membatasi pembahasan penelitian ini pada dampak empati dan regulasi emosi terhadap kesopanan pada remaja pengguna media sosial di Jabodetabek. Empati dalam penelitian ini adalah kesadaran individu untuk mampu berpikir, merasakan, dan memahami keadaan orang lain dari sudut pandang orang tersebut, sehingga individu tersebut mengetahui dan benar-benar dapat merasakan apa yang dirasakan dan dipikirkan oleh orang tersebut. Regulasi emosi dalam penelitian ini merupakan strategi yang dilakukan secara sadar atau tidak sadar untuk mempertahankan, memperkuat, atau mengurangi satu atau lebih aspek respons emosional, yaitu pengalaman dan perilaku emosional.

Anonimitas dalam penelitian ini adalah kecenderungan seseorang untuk memalsukan identitas aslinya ketika menggunakan Internet (Barrlet et all, 2014). Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan sebelumnya, maka permasalahan yang ingin diteliti dirumuskan sebagai berikut.

Tujuan dan Manfaat Penelitian

Kami berharap hasil penelitian ini dapat menjadi saran bagi sekolah dan pendidik di MA Pembangunan Syarif Hidayatullah Jakarta. Sekolah dan guru dapat memantau dan membimbing siswa dalam menggunakan media sosial secara bijaksana untuk menghindari perilaku kasar yang akan mempengaruhi kehidupan sosial dan akademik siswa, sehingga kami berharap siswa dapat menggunakan kesopanan ketika berkomunikasi di media sosial.

Sistematika Penulisan

Kesopanan didefinisikan sebagai perilaku yang melibatkan sikap sopan dan hormat kepada orang lain di media sosial (Anderson & Pearson, 1999). Di antara berbagai definisi yang diberikan oleh beberapa ahli di atas, peneliti memilih definisi Anderson dan Pearson (1999), yaitu perilaku yang mencakup kesopanan dan rasa hormat terhadap orang lain di jejaring sosial. Individu yang menghargai media sosial akan berkomunikasi dengan hormat dan memperlakukan orang lain dengan bermartabat, memperhatikan nilai-nilai dan ciri-ciri identitas orang lain.

Kemudian Feldman (1985) menjelaskan bahwa perasaan empati diartikan sebagai mengalami dan merasakan emosi yang dirasakan orang lain. Hoffman (2000) menyatakan bahwa empati diartikan sebagai respons afektif (perasaan) terhadap situasi orang lain, bukan terhadap situasi diri sendiri. Individu mampu mengambil sudut pandang orang lain dan memahami pikiran serta perasaan orang lain.

Alat ukur ini terdiri dari 33 item yang mencerminkan reaksi seseorang terhadap perilaku emosional orang lain dan situasi emosi yang berbeda. Anonimitas dalam alat ukur ini dipahami sebagai keadaan yang berkesinambungan, dimana ekstrim yang satu tidak diketahui sama sekali dan ekstrim lainnya dimana identitas seseorang dapat diketahui oleh orang lain. Salah satu bentuk perilaku sipil di media sosial adalah komunikasi yang menerapkan sopan santun dan menghargai orang lain dalam berinteraksi.

Ketika individu dapat merasakan apa yang dirasakan orang lain, maka respon individu tersebut akan disesuaikan. Personal distress merupakan reaksi pribadi terhadap penderitaan orang lain, yang diekspresikan melalui perasaan terkejut, takut, cemas, khawatir berlebihan, dan rasa tidak berdaya. Sumber tersebut mengatakan, ketika memposting sesuatu di media sosial, seseorang harus bisa memahami pikiran dan perasaan orang lain yang membaca postingan tersebut.

2 Saya selalu menahan diri untuk tidak sering memposting hal-hal pribadi di media sosial agar tidak mengganggu orang lain. 6 Saya menghindari lelucon yang menghina SARA (kebangsaan, agama, dan ras) orang lain di media sosial. 8 Menurut saya, menghina orang lain di media sosial adalah tindakan yang tidak senonoh, jadi saya tidak melakukannya.

8 Jika terjadi perbedaan pendapat, saya berusaha memahami sudut pandang orang lain sebelum mengambil keputusan.

Gambar 2.1 Ilustrasi Kerangka Berfikir
Gambar 2.1 Ilustrasi Kerangka Berfikir

LANDASAN TEORI

Civility

  • Definisi Civility
  • Dimensi Civility
  • Faktor yang mempengaruhi Civility
  • Pengukuran Civility

Empati

  • Definisi Empati
  • Aspek Empati
  • Pengukuran Empati

Bayrne (2004) mendefinisikan empati sebagai kecenderungan untuk merespons keadaan emosi orang lain dengan merasakan apa yang dirasakan orang lain. Empati merupakan kesadaran untuk mampu berpikir, merasakan dan memahami keadaan orang lain dari sudut pandang orang tersebut, sehingga individu tersebut mengetahui dan benar-benar dapat merasakan apa yang dirasakan dan dipikirkan oleh orang tersebut. Variabel ini mempunyai empat dimensi yaitu: pengambilan perspektif, imajinasi, perhatian empatik dan tekanan pribadi. Kepedulian empatik merupakan perasaan yang berorientasi pada orang lain dan perhatian terhadap kemalangan yang dialami orang lain.

Alat ukur ini terdiri dari 10 item yang mengukur kesantunan dalam aktivitas individu di media sosial. Variabel pengambilan perspektif mempunyai pengaruh yang signifikan dan menghasilkan koefisien positif terhadap kesopanan di media sosial.

Regulasi Emosi

  • Definisi Regulasi Emosi
  • Dimens Regulasi Emosi
  • Pengukuran Regulasi Emosi

Anonimitas

  • Definisi Anonimitas
  • Pengukuran Anonimitas

Instrumen pengukuran ini terdiri dari 10 item yang mengukur kecenderungan individu dalam menggunakan media sosial secara anonim. Artinya semakin tinggi pengambilan sudut pandang siswa, maka semakin tinggi pula perilaku kesantunan yang ditunjukkan siswa dalam media sosial. Hal ini mengurangi emosi negatif narasumber, sehingga narasumber berperilaku sopan di media sosial.

Keunggulan dari penelitian ini adalah digunakannya ketiga faktor yang diteliti secara bersama-sama sehingga kita dapat mengetahui faktor signifikan dari variabel-variabel yang sering diteliti secara beradab di media sosial. Diharapkan pada penelitian selanjutnya dapat mengetahui lebih jauh pengaruh variabel empati, regulasi emosi, dan anonimitas terhadap kesopanan media sosial dengan jurnal yang terkini dan komprehensif. Terkait penindasan ekspresif, di media sosial pelajar akan lebih kesulitan dalam menggunakan strategi penindasan ekspresif.

3 Ketika saya sedang marah kepada orang lain, saya tidak pernah melampiaskannya dengan mempostingnya di media sosial. 2 Saya merasa nyaman mengirim pesan kepada siapa pun di media sosial, meskipun saya tidak mengenalnya. 7 Saya bisa lebih leluasa berkomentar jika tidak mencantumkan identitas asli saya di media sosial.

9 Saya merasa tidak bertanggung jawab atas komentar saya jika tidak mencantumkan identitas saya yang sebenarnya di media sosial.

Kerangka Berpikir

Hipotesis Penelitian

  • Alat ukur Civility
  • Alat ukur Empati
  • Alat ukur Regulasi Emosi
  • Alat ukur Anonimitas

Berdasarkan tabel 4.2 media sosial yang paling aktif adalah Instagram masing-masing 64 responden (31%), line masing-masing 58 responden (28%), WhatsApp masing-masing 47 responden (23%), YouTube masing-masing 36 responden (18%) . Nilai koefisien regresi fantasi sebesar 0,132 dengan signifikansi 0,061 (sig > 0,05) yang berarti hipotesis nol yang menyatakan tidak terdapat pengaruh signifikan fantasi terhadap peradaban ‘diterima’. Nilai koefisien regresi kognitif reappraisal sebesar 0,133 dengan signifikansi sebesar 0,041 (sig < 0,05) yang berarti hipotesis nol yang menyatakan tidak terdapat pengaruh signifikan kognitif reappraisal terhadap peradaban ‘ditolak’.

Nilai koefisien regresi penekanan ekspresif sebesar -0,307 dengan signifikansi sebesar 0,000 (sig < 0,05) yang berarti hipotesis nol yang menyatakan tidak terdapat pengaruh signifikan penekanan ekspresif terhadap kesantunan adalah ‘ditolak’. Nilai koefisien regresi anonimitas sebesar -0,037 dengan signifikansi sebesar 0,449 (sig > 0,05) yang berarti hipotesis nol yang menyatakan tidak terdapat pengaruh signifikan anonimitas terhadap kesantunan ‘diterima’.

Uji Validitas Konstruk

  • Uji Validitas Konstruk Skala Civility
  • Uji Validitas Konstruk Skala Perspective Taking
  • Uji Validitas Konstruk Skala Fantasy
  • Uji Validitas Konstruk Skala Emphatic Concern
  • Uji Validitas Konstruk Skala Personal Distress
  • Uji Validitas Konstruk Skala Cognitive Reappraisal
  • Uji Validitas Konstruk Skala Expressive Suppression
  • Uji Validitas Konstruk Skala Anonimitas

Metode Analisis Data

Berdasarkan Tabel 4.3, 70 responden menghabiskan 1-3 jam/hari untuk online di media sosial, 63 responden menghabiskan 4-6 jam/hari untuk online di media sosial, 43 responden menghabiskan 4-6 jam/hari untuk online. Sumber tersebut mengatakan, ketika seseorang berusaha untuk tidak mengungkapkan perasaannya di media sosial, maka akan sulit untuk terus menahan perasaannya karena interaksi di media sosial tidak dilakukan secara tatap muka dan media sosial menyediakan fasilitas untuk update status, sehingga akan mudah bagi seseorang untuk mengungkapkan perasaannya melalui update status atau melampiaskan perasaannya kepada seseorang yang menjadi sumber perangsang perasaannya. Namun, ada hal lain yang menunjukkan bahwa alasan pengguna media sosial menggunakan akun anonim tidak selalu terkait dengan komunikasi jahat atau rendahnya tingkat kesopanan, yang dipandang sebagai hak privasi seseorang.

Prosedur Penelitian

HASIL PENELITIAN

Gambaran Umum Subjek Penelitian

Responden yang ikut dalam penelitian ini berjumlah 205 siswa yang terdiri dari 108 siswa laki-laki dan 97 siswa perempuan di Madrasah Aliyah Pembangunan UIN Syarif Hidayatullah, Tangerang Selatan. Responden dari kelas X berjumlah 72 orang yang terdiri dari 45 laki-laki dan 27 perempuan, responden dari kelas

Analisis Deskriptif

Kategorisasi Variabel

Berdasarkan Tabel 4.4 terlihat bahwa dari 205 responden terlihat bahwa variabel kesantunan mempunyai penilaian rendah sebesar 41%, sedangkan 59% mempunyai penilaian tinggi.

Hasil Uji Hipotesis Penelitian

  • Pengujian Hipotesis
  • Analisis Proporsi Varians Masing-masing Variabel

KESIMPULAN, DISKUSI, DAN SARAN

Kesimpulan

Diskusi

Penulis akan membahas seluruh variabel independen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu: empati (pengambilan perspektif, fantasi, perhatian empati, tekanan pribadi), regulasi emosi (penilaian ulang kognitif, penekanan ekspresif) dan anonimitas untuk variabel dependen yaitu kesopanan siswa pada saat belajar. Madrasah Aliyah Pembangunan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Hasil penelitian ini diperoleh salah satu dimensi variabel empati yang mempunyai pengaruh signifikan dan positif terhadap kesopanan, yaitu dimensi pengambilan perspektif. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Stephen, Heaphy dan Dutton (2011) yang menyatakan bahwa pengambilan perspektif merupakan prediktor yang berpengaruh signifikan dan positif terhadap civility.

Ketika individu dapat merasakan apa yang dirasakan orang lain, maka respon individu tersebut akan menyesuaikan dengan perasaan orang lain, yaitu berperilaku sopan agar tidak terjadi konflik antara satu sama lain (Earvin, 2016). Hal yang perlu diperhatikan adalah apakah orang lain akan merasa terganggu dengan bahasa yang digunakan atau menyinggung perasaan orang lain. Personal distress dikaitkan dengan kepekaan negatif atau reaksi pribadi terhadap penderitaan orang lain yang diungkapkan melalui perasaan terkejut, takut, cemas berlebihan, dan rasa tidak berdaya (Davis, 1980).

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kedua dimensi variabel regulasi emosi mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap peradaban. Variabel kognitif reappraisal berpengaruh positif dan signifikan yang artinya semakin tinggi kognitif reappraisal maka semakin tinggi pula peradabannya. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Roberton, Daffern, dan Bucks (2012) yang menemukan bahwa strategi penekanan ekspresif yang berlebihan justru dapat membuat seseorang lebih rentan terhadap agresi atau tindakan ketidakstabilan karena penggunaan strategi tersebut secara berlebihan dapat meningkatkan tingkat agresi. emosi negatif yang dialami individu.

Strategi penekanan ekspresif diharapkan dapat menurunkan ekspresi emosi, namun kenyataannya akan gagal dalam menurunkan pengalaman emosional bahkan meningkatkan respon fisiologis pada individu akibat usaha keras yang dilakukan seseorang untuk menekan ekspresi emosi (Gross, 2002). Hasil penelitian ini berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh Santana (2013) dimana anonimitas berpengaruh negatif terhadap kesopanan, sehingga semakin rendah anonimitas maka semakin tinggi kesopanan. Kelemahan dalam penelitian ini adalah pada saat proses pengumpulan data, peneliti tidak dapat mengontrol proses dan durasi yang diperlukan dalam pengumpulan data.

Saran

  • Saran Teoritis
  • Saran Praktis

3 Ketika saya khawatir tentang sesuatu, saya melakukan sesuatu untuk membantu saya tetap tenang. 6 Ketika saya sedih, saya mengubah cara berpikir saya terhadap situasi yang saya alami. 18 Ketika saya melihat seseorang diperlakukan tidak adil, terkadang saya tidak merasa menyesal.

23 Ketika saya menonton film yang bagus, saya dapat dengan mudah menempatkan diri saya pada posisi karakter yang baik. 26 Ketika saya membaca sebuah cerita atau novel yang menarik, saya membayangkan dan merasakan bagaimana jadinya jika peristiwa dalam cerita tersebut terjadi. 27 Ketika saya melihat seseorang yang membutuhkan.

Gambar

Gambar 2.1 Ilustrasi Kerangka Berfikir
Tabel 4.7  Tabel R-square

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan pembahasan yang telah dikemukakan pada bab sebelumnya mengenai hubungan status sosial ekonomi orangtua terhadap prestasi belajar mahasiswa/i FISIP

Permasalahan yang terjadi yaitu pengawasan terhadap profesi hakim terbentur dengan regulasi “kekuasaan hakim yang merdeka dan bebas dari campur tangan penguasa dan

Penelitian yang di lakukan oleh Utami dan Nahartyo (2013) mengungkapkan adanya hubungan positif antara role conflict dan role overload terhadap job burnout, namun tidak

Program tahunan, program semester, satuan pembelajaran (SP) dan rencana pembelajaran (RP). Setelah adanya perencanaan pengajaran, maka guru juga dituntut

• Bagian yang kedua adalah plato (dataran tinggi) yang terdiri atas Plato Arab di bagian timur Asia Barat serta Plato Dekkan di India. • Bagian yang ketiga merupakan dataran rendah

Sementara untuk lingkungan biologi diperoleh data bahwa seluruh rumah yang diteliti di desa ini dikelilingi oleh beragam vegetasi sebagai tempat peristirahatan vektor malaria dan

Hubungan antara Regulasi Diri dengan Hasil Belajar Siswa Kelas VIII pada Mata Pelajaran Fiqh di Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Kota Lubuklinggau, Skripsi, Institut Agama Islam Negeri

ABSTRAK Titania Nurrahim Pendokumentasian Jurnal di Perpustakaan Utama Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebijakan