i
KEMAMPUAN BERPIKIR LANCAR PESERTA DIDIK KELAS XI SMA BARRANG LOMPO DALAM MEMECAHKAN MASALAH SEHARI-
HARI YANG BERKAITAN DENGAN FISIKA
SKRIPSI
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan pada Prodi Pendidikan Fisika
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar
Oleh Asri Wulandari
10539 1074 12
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA JANUARI 2017
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
iv
SURAT PERNYATAAN
Saya yang bertanda tangan dibawah ini:
Nama : Asri Wulandari
NIM : 10539 1074 12
Program Studi : Pendidikan Fisika
Judul Skripsi : Kemampuan berpikir lancar peserta didik kelas XI SMA Barrang Lompo dalam memecahkan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan fisika
Dengan ini menyatakan bahwa skripsi yang saya ajukan di depan tim penguji adalah ASLI hasil karya saya sendiri dan bukan hasil ciptaan orang lain atau dibuatkan oleh siapapun.
Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenar-benarnya dan saya bersedia menerima sanksi apabila pernyataan ini tidak benar.
Makassar, Januari 2017 Yang Membuat Pernyataan
Asri Wulandari
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
v
SURAT PERJANJIAN
Saya yang bertanda tangan dibawah ini:
Nama : Asri Wulandari
NIM : 10539 1074 12
Program Studi : Pendidikan Fisika
Judul Skripsi : Kemampuan berpikir lancar peserta didik kelas XI SMA Barrang Lompo dalam memecahkan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan fisika.
Dengan ini menyatakan perjanjian sebagai berikut:
1. Mulai penyusunan proposal sampai selesainya skripsi ini, saya menyusunnya sendiri tanpa dibuatkan oleh siapapun.
2. Dalam penyusunan skripsi ini saya akan selalu melakukan konsultasi dengan pembimbing, yang telah ditetapkan oleh pimpinan fakultas.
3. Saya tidak akan melakukan penjiplakan (plagiat) dalam menyusun skripsi ini.
4. Apabila saya melanggar perjanjian seperti pada butir 1, 2, dan 3, saya bersedia menerima sanksi sesuai dengan aturan yang berlaku.
Demikian perjanjian ini saya buat dengan penuh kesadaran.
Makassar, Januari 2017 Yang Membuat Perjanjian
Asri Wulandari
UNIVERSITAS MUI{AMNIADIYAH MAKASSAR FAKULTAS KEGTIRUAN
DANILMU PEhIDIDIIC{I{
LEhffiAR PENGESAII-tu.*
Skripsi atas nama ASIU 1Y[I[,ANDARI, NttrI 10539 1$74 12 diterima dan
:'sahkan oleh Panitia
ujian
Skripsi berdasarkan Surat Keputusan Rektor--nirersitas Muhammadiyatr hllakassar Nomor. 00,1 T'ahun l43g
H
2a16 N4, pada. anggal 04 Rabiul Akhir 143S H
i
03 Januari 2A17 M, sebagai salah satu s-varaiillna
tllelrlperoleh geiar Sarjana Pendidikan pada Prograni Studi PenclitlikanFisik*. Fakultas Keguruan dan Iimu Pendidikan Universitas Muhamnradivah
-\ lakassar pada hari Juffr'at, tanggal 13 .tanuari ZAfi .
-;;-ia"=:-1r-
PANTTIA I}JIAN
,{f'=i,.i:!- t \)f i "ita
Abd. Rahman Rahim, Sf..
MM
!:"".-:'.r.f*.:-"*Pengawas Umum: Dr. H
Ketua
Sekretaris Penguji
: Dr. H. Andi Sukri Syarnsuri. M.llum
: Khaeruddin, S.Pd., M.Pd
: 1. Dr. M. Agus Martarvrjaya, M"Pd
2. Ma'm{ S.Pd., M.Pd
3. Drs. H. Abd. Samad. M.Si
4.Dra. Hj. Aisyah Azis, M.Pd
ii
T UI{IVERSITASMUHAMMADIYAH
T
TTTULTAS KEGURUAN DAN ILMU
MAKASSAR PE]\DTDIKAIY
PERSETLTJTJ
Aill
PEMBI&I BING'. ;:: !:.,, a Valtg befSangkUtan:
':::
:ASRIWULANDARI .r.i :
10539 107412:-. J,.r- Studi : Pendidikan Fisika
' :.
-,.:r :
Keguruan dan Ilrnu Pendidikal-:
.:-- Judul:
KemampuanBerpikir
Lanear PesertaDidik
KelasXI
SMA Baruang Lompo llalam Ulemecahkan &Iasalah Sehari-Hari Yang Berkaitan Dengan Fisika., elair cip*riksa dan diteliti ulang. nraka skripsi ini telah rnernenuhi persyaratafi
- ..r,1.l1kait.
Makassar, l3 Januari 2017 Disetujui oleh.
..-,rllg
J Pembimbing
Ii
Drs. H. Abd. Samad" M.Si NIDN.0005054802
Diketahui:
i'l qrlina. ti. $L&'t. fi'it
{D\, 0031126{061
\ [t']\ rtQr NI Dl\i. {1923{}?fizf} r
f .' , riilP
vi
MOTTO DAN PERSEMBAHAN
“Kesuksesan Tidak Akan Bertahan Jika Dilalui Dengan Jalan Pintas”
“ Kegagalan Terjadi Karena Terlalu Banyak Berencana Tapi Sedikit Berpikir
”Sesungguhnya sesudah ada kesulitan itu ada kemudahan. Maka apabila kamu telah selesai dari suatu urusan, kerjakanlah dengan sungguh-sungguh urusan yang lain. Dan Hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap (QS. Alam Nasyrah : 6-8)
Kupersembahkan skripsi ini untuk:
Ayahanda M. Rijal dan Ibunda Asiya
Tercinta dan teristimewa dalam hidupku
Saudara-saudaraku yang senantiasa memberi dukungan
Seluruh makhluk hidup yang telah tercuri ilmunya
Seseorang yang telah dituliskan Allah di Lauhul Mahfudz
Almamaterku tercinta Masa Depanku
vii ABSTRAK
Asri Wulandari. 2016. Kemampuan Berpikir Lancar Peserta Didik Kelas XI SMA Barrang Lompo Dalam Memecahkan Masalah Sehari-Hari Yang Berkaitan Dengan Fisika. Skripsi. Prodi Pendidikan Fisika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar.
(Dibimbing oleh : M. Agus Martawijaya dan H. Abd. Samad).
Penelitian ini adalah penelitian Ex post facto yang bersifat deskriptif- survei bertujuan mendiskripsikan bagaimana kemampuan berpikir lancar peserta didik kelas XI SMA Barrang Lompo dalam memecahkan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan fisika, semester ganjil tahun ajaran 2016/2017.
Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas XI SMA Barrang Lompo yang terdaftar pada tahun 2015/2016 dengan jumlah peserta didik 19 orang dan keseluruhan peserta didik sebagai sampel penelitian.
Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah data mengenai kemampuan berpikir lancar peserta didik dalam memecahkan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan fisika. Pemberian skor yang diberikan menggunakan lembar tes uraian. Data yang terkumpul diolah dengan menggunakan statistik deskriptif untuk memperoleh gambaran secara kuantitatif.
Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan yang diperoleh skor kemampuan berpikir lancar peserta didik dalam memecahkan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan fisika, skor peserta didik rata-rata 1,48 dari skor ideal yaitu 4,00. Dari 19 orang peserta didik, umumnya memiliki kemampuan berpikir lancar dalam memecahkan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan fisika dikategorikan sedang (cukup lancar).
Kata kunci: Penelitian Ex Post Facto bersifat deskriptif-survei, kemampuan berpikir lancar peserta didik dalam memecahkan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan fisika
viii
KATA PENGANTAR
Segala puji atas kehadirat Allah Subhaanahu Wata’ala yang telah berkenan
menyelesaikan skripsi yang berjudul “Kemampuan Berpikir Lancar Peserta Didik Kelas XI SMA Barrang Lompo Dalam Memecahkan Masalah Sehari-Hari Yang Berkaitan Dengan Fisika” sebagai persyaratan untuk memperoleh gelar sarjana pendidikan pada Prodi Pendidikan Fisika Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar. Shalawat dan salam dipanjatkan kepada junjungan rasulullah Muhammad SAW yang telah mengubah wajah peradaban jahiliyah menuju peradaban ilmiah.
Sepenuhnya penulis menyadari bahwa skripsi ini takkan terwujud tanpa adanya uluran tangan dari orang-orang yang telah digerakkan hatinya oleh Sang Haliq untuk memberikan dukungan, bantuan dan bimbingan baik secara langsung maupun tidak langsung bagi penulis. Oleh karena itu disamping rasa syukur kehadirat Allah Subhaanahu Wata’ala, penulis juga sampaikan ucapan terimakasih
yang tulus kepada semua pihak yang selama ini telah memberikan bantuan hingga terselesainya skripsi ini.
Pada kesempatan ini, dari lubuk hati yang paling dalam, terima kasih kepada kedua orang tua tercinta, Ayahanda (Almarhum) M. Rijal dan Ibunda Asiya, Orang tua terbaik di dunia ini yang telah menuntun dalam menjalani kerasnya kehidupan dan mengajarkan arti kehidupan dengan cinta dan kasih sayang yang
ix
murni serta kesabaran dan ketulusan do’anya yang selalu mengiringi langkahku.
Serta kepada saudara-saudari penulis Asriani Amd, Keb, Abd. Rasyid Ridwan, SH, Nurul Qalbi, Retno Puspitasari, serta Keponakanku tersayang Naura Makayla Ridwan dan Faezha Al-faridzi Ridwan atas segala pengorbanan, dukungan dan do’anya selama penulis menempuh pendidikan di
Makassar.
Secara khusus, penulis menghaturkan penghargaan dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Dr. M. Agus Martawijaya, M.Pd, selaku pembimbing I dan Bapak Drs. H. Abd. Samad, M.Si selaku pembimbing II, yang telah meluangkan waktu, tenaga dan pikiran dalam memberikan bimbingan dan kesempatan yang sangat berharga bagi penulis. Semoga Allah Subhaanahu Wata’ala senantiasa memberikan perlindungan, kesehatan dan pahala yang
berlipat ganda atas segala kebaikan dan kesabaran yang telah dicurahkan kepada penulis selama ini.
Pada kesempatan ini, penghargaan dan terima kasih secara khusus penulis sampaikan kepada :
Bapak Dr. H. Abd. Rahman Rahim, SE., MM. Rektor Universitas Muhammadiyah Makassar, Bapak Dr. Andi Sukri Syamsuri, M.Hum, selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar, Ibu Nurlina S.Si., M.Pd, selaku Ketua Prodi Pendidikan Fisika FKIP Universitas Muhammadiyah Makassar, Bapak Ma’ruf S.Pd., M.Pd., selaku sekretaris Prodi Pendidikan Fisika FKIP Universitas Muhammadiyah Makassar, Bapak dan Ibu Dosen Prodi Pendidikan Fisika FKIP Universitas Muhammadiyah
x
Makassar yang telah membekali penulis dengan berbagai pengetahuan yang tak ternilai harganya, Bapak Abdul Rasid, S.Pd, selaku Kepala SMA Barrang Lompo Makassar atas kesediaannya menerima penulis untuk melakukan penelitian, Bapak Efendi S. Ago, S.Pd selaku Guru Fisika SMA Barrang Lompo Makassar atas bimbingannya selama penulis melakukan penelitian
Serta tak lupa pula penulis ucapkan banyak terimah kasih kepada Peserta didik di SMA Barrang Lompo Makassar terkhusus untuk kelas XI IPA atas bantuannya pada saat peneliti melakukan penelitian, seseorang istimewa Jukriadi, S.Pd yang selama ini tak pernah lelah membantu dan mendengar keluh kesahku serta selalu memberi semangat dan motivasi, sahabat terbaikku yang tercinta dan terkasih, Tri Wahyuni L, Mulqiani, Nurmiati, Riskyanti, Nuriyati dan Syamsuddin, yang membantu dan setia mendengarkan keluh kesahku. Semoga persahabatan kita tetap terbingkai dengan utuh dalam suatu kenangan manis, dan tak lupa pula rekan-rekan seperjuanganku selama penyusunan skripsi, AFC (Ety Susanti, Khaerunnisa, Andi Selvianita, Fakhria Adam ,dan Kumala Dewi. H) atas kebersamaannya selama menyusun karya ini, rekan-rekan Mahasiswa Prodi Pendidikan Fisika angkatan 2012 khususnya Kelas B (Impuls B) yang telah berbagi pengalaman dan keceriaan selama melewati masa perkuliahan, semoga semua yang dicita-citakan dapat tercapai, seluruh pihak yang tidak sempat penulis sebutkan namanya satu persatu. Hal ini tidak mengurangi rasa terima kasihku atas segala bantuannya.
Penulis menyadari sepenuhnya bahwa penulisan skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu penulis mengharapkan sumbangan saran serta
xi
kritik yang bersifat membangun demi kesempurnaan skripsi ini. Semoga skripsi ini bermamfaat bagi kita semua dan tetap dalam lindungan Allah Subhaanahu Wata’ala.
Makassar, Januari 2017
Penulis
xiv
DAFTAR TABEL
Nomor Tabel Judul Tabel Halaman
Tabel 3.1 Rubrik penilaian kemampuanberpikir lancar ... 19 Tabel 4.1 Gambaran umum kemampuan berpikir lancar peserta didik kelas
XI IPA SMA Barrang Lompo dalam memecahkan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan fisika... 21 Tabel 4.2 Distrbusi frekuensi, pengkategorian dan presentase kemampuan
berpikir lancar peserta didik kelas XI SMA Barrang Lompo dalam memecahkan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan fisika ... 22
xii DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN JUDUL... i
LEMBAR PENGESAHAN ... ii
PERSETUJUAN PEMBIMBING... iii
SURAT PERNYATAAN... iv
SURAT PERJANJIAN ... v
MOTTO DAN PERSEMBAHAN ... vi
ABSTRAK ... vii
KATA PENGANTAR ... viii
DAFTAR ISI... xii
DAFTAR TABEL... xiv
DAFTAR GAMBAR ... xv
DAFTAR LAMPIRAN ... xvi
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang ... 1
B. Rumusan Masalah ... 4
C. Tujuan Penelitian... 4
D. Manfaat Penelitian... 4
BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Kajian Pustaka... 6
1. Pembelajaran Fisika di SMA... 6
2. Berfikir kreatif... 8
3. Kemampuan berfikir lancar... 12
a. Kemampuan... 12
b. Berfikir lancar ... 12
B. Kerangka pikir... 14
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian dan Lokasi Penelitian ... 15
B. Subjek penelitian... 15
C. Variabel penelitian ... 15
xiii
D. Definisi operasional variabel ... 16
E. Prosedur penelitian... 16
F. Instrumen Penelitian... 17
G. Teknik Pengumpulan Data... 18
H. Teknik Analisis Data... 18
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian ... 21
B. Pembahasan ... 23
BAB V PENUTUP A. Kesimpulan ... 26
B. Saran... 26
DAFTAR PUSTAKA ... 27 LAMPIRAN
xv
DAFTAR GAMBAR
Nomor Judul Gambar Halaman
Gambar 2.1 Bagan kerangka pikir ... 14 Gambar 4.1 Histogram pengkategorian kemampuan berpikir lancar peserta
didik kelas XI IPA SMA Barrang Lompo dalam memecahkan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan fisika ... 23
xvi
DAFTAR LAMPIRAN
No Lampiran Halaman
1. Nama-nama peserta didik kelas XI IPA SMA Barrang Lompo Makassar yang menjadi subjek penelitian ... 28 2. Kriteria penilaian instrumen kemampuan berpikir lancar peserta
didik dalam memecahkan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan fisika... 29 3. Rubrik penilaian kemampuan berpikir lancar peserta didik kelas XI
SMA Barrang Lompo dalam memecahkan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan fisika ... 30 4. Instrumen kemampuan berpikir lancar dalam memecahkan masalah
sehari-hari yang berkaitan dengan fisika ... 33 5. Kunci jawaban tes kemampuan berpikir lancar dalam memecahkan
masalah sehari-hari yang berkaitan dengan fisika ... 35 6. Data skor kemampuan berpikir lancar peserta didik kelas XI SMA
Barrang Lompo dalam memecahkan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan fisika ... 36 7. Rumus-rumus analisis data ... 38 8. Dokumentasi penelitian ... 40 9. Persuratan
1 BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Undang-Undang Republik Indonesia No 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang menjelaskan bahwa “Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara.”
Di Indonesia sendiri, pendidikan mempunyai peran yang sangat strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan upaya mewujudkan cita- cita bangsa Indonesia dalam mewujudkan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Pemerintah merumuskan dalam Undang-Undang Republik Indonesia No 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang menjelaskan bahwa pendidikan dilakukan agar mendapatkan tujuan yang diharapkan bersama yaitu: “Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan
kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab”. Selain itu,
2
dalam UUD tersebut juga menyebutkan bahwa pendidikan formal adalah jalur pendidikan yang terstruktur dan berjenjang yang terdiri atas pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi, dimana tujuan pendidikan menengah adalah meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.
Mengingat dalam Undang-Undang Republik Indonesia No 20 tahun 2003 tersebut diatas bahwa salah satu orientasi yang perlu dikembangkan adalah cara berfikir kreatif peserta didik dan tujuan pada pendidikan menengah salah satunya adalah untuk mengembangkan keterampilan hidup mandiri maka diperlukan strategi tertentu untuk mencapai hal tersebut. Sejalan dengan ini, Ausebel pernah menyatakan yang dikutip Bell (1978) (dalam Math, 2015) berikut:
“…,if the learner’s intention is to memorise it verbatim, is as a series ofarbitrarily related word, both the learning process and the learning outcome must necessarily berote and meaningless.”
Artinya, jika seseorang contohnya , mempuyai keinginan untuk mempelajari sesuatu tanpa mengaitkan hal yang satu dengan hal yang lain yang sudah diketahuinya maka baik proses maupun hasil pembelajarannya dapat dinyatakan sebagai hafalan dan tidak akan bermakna sama sekali baginya. Hal ini erat kaitannya dengan kemampuan berpikir kreatif peserta didik, sebab melalui berfikir kreatif dapat memberikan pengalaman yang menekankan belajar sambil berbuat melalui pembelajaran yang bermakna.
Munandar (1999) (dalam Pratiwi, 2012) mengatakan aspek-aspek kemampuan kreativitas yang berhubungan dengan kognisi ada empat salah
3
satunya adalah kemampuan berpikir lancar. Dimana kemampuan berpikir lancar memiliki indikator diantaranya adalah mencetuskan banyak gagasan dalam menyelesaikan masalah. Berpikir lancar menjadi penting dalam fisika karena dengan berpikir lancar peserta didik diharapkan mampu memecahkan berbagai permasalahan sehari-hari yang berkaitan dengan fisika pada saat dibutuhkan.
Berdasarkan observasi, diperoleh informasi dari pendidik mata pelajaran fisika yang mengungkapkan bahwa pembelajaran yang diterapkan bersifat konvensional yakni menggunakan metode ceramah. Metode ini memberikan peluang kepada peserta didik untuk melatih pendengaran, menyimpulkan pembicaraan, mencatat hal-hal pokok, namun masih memiliki sedikit kekurangan yakni kurang memberikan kesempatan ”belajar sambil berbuat” kepada peserta didik sehingga kemampuan berpikir kreatif khususnya berpikir lancar peserta didik kurang berkembang.
Hal ini juga berkaitan dengan informasi dari peserta didik yang juga mengungkapkan bahwa sudah banyak peserta didik yang apabila diberikan kesempatan mengerjakan soal sudah mampu mengerjakan dengan tepat dan cepat apabila telah diberikan contoh soal misalnya dalam pembelajaran matematika. Hal ini juga perlu dibuktikan dalam pembelajaran lainnya khususnya fisika sebab fisika merupakan bagian dari pengetahuan alam merupakan ladang bagi peserta didik untuk menggali potensi dirinya dalam berpikir lancar. Ada banyak masalah- masalah yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan fisika yang bisa didapatkan dan ditemui dalam kehidupan sehari-hari, misalnya pasokan listrik masih kurang, serta akses atau alat transportasi menuju wilayah lainnya hanya dapat menggunakan
4
perahu, masalah tersebut perlu dipecahkan sendiri oleh peserta didik lewat kemampuan berpikir lancar yang ia miliki. Dasar pengetahuan fisika yang peserta didik miliki di sekolah diharapkan mampu mereka terapkan dalam kehidupan sehari-hari mereka. Berdasarkan pemaparan tersebut, maka peneliti memutuskan untuk melakukan penelitian yang berjudul “Kemampuan Berpikir Lancar Peserta Didik Kelas XI SMA Barrang Lompo Dalam Memecahkan Masalah Sehari-Hari Yang Berkaitan Dengan Fisika”.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan, maka permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah “Bagaimana kemampuan berpikir lancar peserta didik kelas XI SMA Barrang Lompo dalam memecahkan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan fisika?”
C. Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah yang dikemukakan diatas, maka tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan berpikir lancar peserta didik kelas XI SMA Barrang Lompo dalam memecahkan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan fisika.
D. Manfaat Penelitian
Adapun manfaat yang diharapkan pada penelitian ini adalah :
1. Secara umum manfaat yang diharapkan dapat memberikan masukan terhadap usaha peningkatan mutu dan hasil belajar fisika pada Sekolah Menengah Atas (SMA).
5
2. Secara khusus manfaat yang diharapkan dari hasil penelitian ini adalah:
dapat memberikan informasi tentang kemampuan berpikir lancar peserta didik dalam memecahkan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan fisika di SMA Barrang Lompo.
6 BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A. Kajian Pustaka
1. Pembelajaran Fisika Di SMA
Menurut UU RI No 2 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Sedangkan menurut AECT (1998) (dalam Haling, 2007: 14) pembelajaran adalah suatu proses di mana lingkungan seseorang secara sengaja dikelola untuk memungkinkan terjadinya belajar pada diri pembelajar. Dari beberapa pengertian pembelajaran diatas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran adalah suatu proses dimana lingkungan seseorang sengaja dikelola untuk terjadinya interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar.
Sementara itu, fisika merupakan ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang sifat dan gejala pada benda-benda di alam. Berdasarkan pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa pembelajaran fisika adalah interaksi antara pendidik dan peserta didik dengan pelbagai sumber belajar fisika untuk menyelidiki materi melalui transformasi zat dan energy.
Sehingga pada tingkatan SMA/MA, fisika dipandang perlu untuk diajarkan sebagai mata pelajaran tersendiri dalam cakupan IPA karena selain sebagai sumber ilmu pengetahuan, fisika merupakan salah satu wahana untuk menumbuhkan kemampuan berpikir yang berguna untuk memecahkan masalah
7
dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu mata pelajaran fisika perlu diajarkan untuk tujuan yang lebih khusus yaitu membekali peserta didik pengetahuan, pemahaman dan sejumlah kemampuan yang dipersyaratkan untuk memasuki jenjang pendidikan yang lebih tinggi serta mengembangkan ilmu dan teknologi.
Pembelajaran fisika dilaksanakan secara inkuiri ilmiah untuk menumbuhkan kemampuan berpikir, bekerja dan bersikap ilmiah serta berkomunikasi sebagai salah satu aspek penting kecakapan hidup. IPA sebagai salah satu ilmu pengetahuan dalam hal ini adalah fisika meliputi dua hal yaitu produk dan proses.
Produk IPA terdiri atas fakta, konsep, prinsip, dan fakta sedangkan proses IPA meliputi keterampilan dan sikap yang dimiliki oleh para ilmuan untuk mengembangkan pengetahuan fisika.
Adapun tujuan dari pembelajaran fisika di SMA pada standar isi pendidikan (dalam Pojok Fisika Uniflor, 2011) adalah agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut; 1). Menyadari keindahan dan keteraturan alam untuk meningkatkan keyakinan terhadap Tuhan Yang Maha Esa; 2). Memupuk sikap ilmiah yang mencakup : Jujur dan obyektif terhadap data, terbuka dalam menerima pendapat berdasarkan bukti-bukti tertentu, ulet dan tidak cepat putus asa, kritis terhadap pernyataan ilmiah yaitu tidak mudah percaya tanpa ada dukungan hasil observasi empiris, dapat bekerjasama dengan orang lain; 3).
Memberi pengalaman untuk dapat mengajukan dan menguji hipotesis melalui percobaan, mengumpulkan, mengolah, dan menafsirkan data, menyusun laporan, serta mengkomunikasikan hasil percobaan secara lisan dan tertulis;
4). Mengembangkan kemampuan bernalar dalam berpikir analisis induktif dan
8
deduktif dengan menggunakan konsep dan prinsip fisika untuk menjelaskan berbagai peristiwa alam dan menyelesaikan masalah baik secara kualitatif maupun kuantitatif; 5). Menguasai pengetahuan, konsep dan prinsip fisika serta mempunyai keterampilan mengembangkan pengetahuan, keterampilan dan sikap percaya diri sehingga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan sebagai bekal untuk melanjutkan pendidikan pada jenjang yang lebih tinggi;
6). Membentuk sikap positif terhadap fisika dengan menikmati dan menyadari keindahan keteraturan perilaku alam serta dapat menjelaskan berbagai peristiwa alam dan keluasan penerapan fisika dalam teknologi.
Dari tujuan pembelajaran fisika di SMA tersebut, salah satu poin yang menarik untuk dibahas adalah tujuan pembelajaran fisika pada poin keempat yaitu mengembangkan kemampuan bernalar. Dimana menurut Krulik dan Rudnick (dalam Itasari, 2012) bahwa kemampuan bernalar mencakup berpikir dasar, berpikir kritis, dan berpikir kreatif. Agar peserta didik dapat memiliki kemampuan bernalar maka perlu beberapa perhatian dari cakupan tersebut terutama pada cakupan berpikir kreatif yang merupakan tingkatan berpikir tingkat tinggi yang harus dikembangkan dalam pembelajaran fisika. Untuk mengetahui lebih jauh mengenai kemampuan berpikir kreatif khususnya berpikir lancar maka akan dibahas berikut ini.
2. Berpikir Kreatif Apa itu berpikir?
Dalam kamus Oxford Advance Learner’s Dictionary (dalam Surya, 2015), istilah thinking salah satunya diartikan , “ideas or opinions about something”.
9
Pemikiran itu adalah ide atau opini tentang sesuatu. Terdapat banyak makna berpikir, menurut Dewey (dalam Surya, 2015) berpikir adalah:
Pertama, berpikir adalah “stream of consciousness”. Arus kesadaran ini muncul dan hadir setiap hari, mengalir tanpa terkontrol, termasuk di dalamnya yaitu mimpi atau impian dan lamunan. Kedua, berpikir adalah imajinasi atau kesadaran.
Ketiga, berpikir reflektif adalah rangkaian pemikiran yang dianggap terbaik.
Menurut Arnyana (dalam Puspitasari, 2012) berpikir kreatif adalah penggunaan dasar proses berpikir untuk mengembangkan atau menemukan gagasan atau idea atau hasil yang asli, estetis, konstruktif yang berhubungan dengan pandangan, konsep yang penekanannya ada pada aspek berpikir intuitif dan rasional khususnya dalam menggunakan informasi dan bahan untuk menjelaskan sesuai dengan pandangan asli pemikir. Sedangkan menurut Uno dan Nurdin Mohamad (2011: 164) menyebutkan bahwa berpikir kreatif merupakan usaha untuk menyelesaikan suatu permasalahan dengan melibatkan segala tampakan dan fakta pengolahan data di otak.
Selain itu Fahmy dan Sitompul (2007) (dalam Puspitasari, 2012) juga mengemukakan pengertian berpikir kreatif yaitu gagasan-gagasan baru, alternatif baru, solusi baru dan penemuan baru. Dan selanjutnya Edward de Bono (2007) (dalam Tawil dan Liliasari, 2012) mengemukakan bahwa berfikir kreatif adalah keterampilan: 1). merancang, 2). melakukan perubahan dan perbaikan, dan 3). memperoleh gagasan baru. Berdasarkan pendapat beberapa tokoh diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa berpikir kreatif merupakan usaha untuk menyelesaikan suatu permasalahan dengan penggunaan dasar proses berpikir yang asli, estetis,
10
konstruktif serta mampu memberikan gagasan-gagasan baru dan mampu melakukan perubahan dan perbaikan.
Sementara itu, dari pengertian berpikir kreatif di atas Munandar (2009) (dalam Pratiwi, 2012) mengemukakankemampuan berpikir kreatif terdiri atas empat beberapa aspek yaitu keterampilan berpikir fluency (lancar), keterampilan berpikir flexibility (luwes), keterampilan berpikir originality (asli), dan keterampilan elaboration (mengelaborasi). Peserta didik dapat memenuhi aspek fluency apabila mampu mengungkapkan banyak gagasan secara lancar dalam proses pemecahan masalah.
Aspek flexibility apabila peserta didik luwes dalam mengungkapkan gagasan yang berbeda sehingga mampu mengatasi masalah dan menggolongkan dalam kategori tertentu. Aspek originality meliputi keaslian dalam menemukan solusi permasalahan dengan pemikiran sendiri. Aspek elaboration peserta didik mampu mengembangkan dan menambah gagasan sehingga mampu dalam memerinci pemecahan masalah.
Dari aspek berpikir kreatif di atas Uno dan Nurdin Mohamad (2011: 252) mengemukakan indikator atau ciri-ciri kreatifitas yaitu: 1). Memiliki rasa ingin tahu yang besar, 2). Sering mengajukan pertanyaan yang berbobot, 3). Memberikan banyak gagasan dan usulan terhadap suatu masalah, 4). Mampu menyatakan pendapat secara spontan dan tidak malu-malu, 5). Mempunyai atau menghargai rasa keindahan, 6). Mempunyai pendapat sendiri dan dapat mengungkapkannya, tidak mudah terpengaruh orang lain, 7). Memiliki rasa humor tinggi. 8). Memiliki daya imajinasi yang kuat, 9). Mampu mangajukan pemikiran, gagasan pemecahan masalah yang berbeda dari orang lain (orisinil),
11
10). Dapat bekerja sendiri, 11). Senang mencoba hal-hal baru, dan 12). Mampu mengembangkan atau merinci suatu gagasan (kemampuan elaborasi).
Sedangkan tahap-tahap berpikir kreatif Menurut Rusman (2012: 325) pada umumnya berpikir kreatif memiliki empat tahapan seperti yang di kutip dari Mulyasa yaitu: 1). Persiapan, yaitu proses pengumpulan informasi untuk diuji;
2). Inkubasi, yaitu suatu rentang waktu untuk merenungkan hipotesis informasi tersebut sampai diperoleh keyakinan bahwa hipotesis tersebut rasional;
3). Iluminasi, yaitu suatu kondisi untuk menemukan keyakinan bahwa hipotesis tersebut benar, tepat dan rasional; 4). Verivikasi, yaitu pengujian kembali hipotesis untuk dijadikan sebuah rekomendasi, konsep atau teori. Sementara itu menurut De Porter dan Mike Hernacki (dalam Uno dan Nurdin Mohamad, 2011:
164) ada lima proses kreatif, yaitu: 1). Persiapan, mendefinisikan masalah, tujuan atau tantangan; 2). Inkubasi, mencerna fakta-fakta dan mengolahnya dalam pikiran; 3). Iluminasi, mendesak ke permukaan, gagasan-gagasan bermunculan;
4). Verivikasi, memastikan apakah solusi itu benar-benar memecahkan masalah;
5). Aplikasi, mengambil langkah-langkah untuk menindak lanjuti solusi tersebut.
Proses kreatif tersebut tentunya tidak akan dapat dilaksanakan tanpa adanya pengetahuan yang didapat melalui membaca, berbahasa, dan aspek-aspek lain.
Peserta didik dikatakan kreatif apabila mampu melakukan sesuatu yang menghasilkan sebuah kegiatan baru yang diperoleh dari hasil berpikir kreatif dan mewujudkannya dalam bentuk sebuah hasil karya baru. Seperti yang telah dipaparkan diatas, berpikir kreatif memiliki empat aspek salah satu diantaranya adalah kemampuan berpikir lancar yang akan dibahas berikut ini.
12
3. Kemampuan Bepikir Lancar a. Kemampuan
Kemampuan adalah kapasitas seorang individu untuk melakukan beragam tugas dalam suatu pekerjaan. Kemampuan adalah apa yang dapat dilakukan seseorang individu (Tirtarahardja, 2005).
Setiap anak dilahirkan dengan sejumlah potensi yang berbeda-beda.
Individual differences (perbedaan individu) inilah yang menyebabkan adanya perbedaan kemampuan pada setiap anak walaupun usia mereka sama. Menyadari hal tersebut maka sudah selayaknya pendidik perlu memberikan kesempatan dan waktu yang berbeda untuk masing-masing anak. Diyakini bahwa seorang anak akan dapat menyelesaikan tugas yang diberikan kepadanya secara tuntas apabila ia mendapat kesempatan dan waktu yang memadai sesuai dengan kemampuannya (Yuliani: 2007).
Dari arti kemampuan yang dikemukakan diatas, maka seorang individu diharapkan mampu mengembangkan kemampuan yang dimilikinya seiring semakin bertambahnya usia, dan semakin tingginya tingkatan kelas yang dimiliki anak, maka pembelajaran yang diberikanpun diharuskan mampu mengembangkan kompotensi anak, kompotensi yang dimaksud diantaranya merumuskan hipotesis dalam pelajaran.
b. Berpikir lancar
Munandar (2009) (dalam Puspitasari 2012 : 9), mengatakan ciri-ciri kemampuan kreativitas yang berhubungan dengan kognisi dapat dilihat dari
13
keterampilan berfikir lancar, keterampilan berfikir luwes, keterampilan berfikir orisinil, dan keterampilan menilai.
Kelancaran adalah kemampuan untuk memberikan berbagai respon.
Kelancaran pada umumnya berkaitan dengan kemampuan melahirkan alternatif- alternatif pada saat diperlukan. Menurut Munandar (2012) (dalam Surya, 2015 : 8) dalam aspek KBK, keterampilan berpikir lancar memiliki ciri-ciri:
(1). mencetuskan banyak gagasan, jawaban dalam menyelesaikan masalah atau pertanyaan; (2). memberikan banyak cara atau saran untuk melakukan berbagai hal; (3). bekerja lebih cepat dan melakukan lebih banyak daripada yang lain, waktu yang dibutuhkan dalam melakukan sesuatu relatif singkat.
Sejalan dengan itu, Hawadi, dkk. (2001) (dalam Puspitasari, 2012 : 9) juga mengemukakan indikator dari berpikir lancar yaitu sebagai berikut: Mampu menjawab dengan sejumlah jawaban jika ada pertanyaan, mempunyai banyak gagasan mengenai suatu masalah dan peserta didik berperilaku lancar mengungkapkan gagasan-gagasannya.
Berdasarkan beberapa indikator yang dipaparkan di atas dapat disimpulkan bahwa indikator dari berpikir lancar yaitu : a). Memberikan banyak gagasan, dan jawaban dalam menyelesaikan masalah atau pertanyaan. b). Waktu yang dibutuhkan dalam mengemukakan gagasan dan jawaban relatif singkat. Apabila indikator tersebut telah dimiliki seseorang maka orang tersebut dapat dikatakan berpikir lancar.
14
B. Kerangka Pikir
Kemampuan berpikir lancar peserta didik dalam memecahkan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan fisika merupakan unsur yang perlu diperhatikan pada diri peserta didik dan kemampuan berpikir lancar tersebut juga merupakan unsur yang perlu diperhatikan dalam kegiatan belajar mengajar. Kerangka di bawah ini merupakan alur proses penelitian yang akan dilaksanakan.
Gambar. 2.1 Bagan kerangka pikir Masalah-masalah dalam kehidupan sehari-hari yang bisa
dipecahkan dengan fisika
Kemampuan berpikir lancar peserta didik
Solusi dari masalah
Mengemukakan gagasan Waktu yang diperlukan singkat
15 BAB III
METODE PENELITIAN
A. Jenis dan Lokasi Penelitian 1. Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian Ex- Post facto yang bersifat deskriptif-survei.
2. Lokasi Penelitian
Lokasi penelitian ini adalah bertempat di SMA Barrang Lompo Makassar Kecamatan Ujung Tanah, Kelurahan Barrang Lompo. Penetapan lokasi ini didasarkan karena adanya isu-isu bahwa terdapat hal-hal menarik yang bisa dipecahkan dengan fisika.
B. Subjek Penelitian
Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas XI IPA tahun ajaran 2016/2017 SMA Barrang Lompo yang berjumlah 19 orang dengan penentuan subjek secara purposive yaitu berdasarkan pertimbangan diantaranya prestasi dan kecakapan peserta didik yang ditunjang dari informasi pendidik dan teman sebaya.
C. Variabel Penelitian
Objek yang dikaji sekaligus variabel dalam penelitian ini adalah kemampuan berfikir lancar peserta didik.
16
D. Definisi Operasional Variabel
Kemampuan berpikir lancar peserta didik adalah usaha mengemukakan gagasan berupa solusi untuk menyelesaikan suatu permasalahan sehari-hari yang berkaitan dengan fisika dalam waktu yang sesingkat-singkatnya yang dinyatakan dengan skor akhir yang dicapai peserta didik setelah memenuhi indikator dalam berpikir lancar yakni: (1). Mengemukakan gagasan berupa solusi logis yang berkaitan dengan fisika dari permasalahan sehari-hari yang diberikan.
(2). Dimensi waktu untuk memberikan solusi diperhitungkan (relatif singkat).
E. Prosedur Penelitian
Pada penelitian ini prosedurnya adalah sebagai berikut:
1. Tahap persiapan
a. Melakukan wawancara dengan guru untuk memperoleh informasi mengenai hasil belajar peserta didik dan pelaksanaan proses pembelajaran
b. Menyusun instrumen tes kemampuan bepikir lancar peserta didik dalam memecahkan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan fisika.
c. Melaksanakan uji validitas instrumen penelitian oleh dua orang validator.
d. Melakukan uji coba instrumen sebagai landasan kriteria penilaian waktu berpikir lancar
2. Tahap pelaksanaan
e. Membagikan instrumen tes kemampuan bepikir lancar peserta didik dalam memecahkan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan fisika kepada seluruh peserta didik dikelas XI IPA tahun ajaran 2016/2017 SMA Barrang Lompo.
3. Tahap pengumpulan data
17
Setelah seluruh kegiatan dilaksanakan maka dilakukan analisis hasil tes peserta didik yang menjadi subjek penelitian untuk menggambarkan kemampuan bepikir lancar peserta didik dalam memecahkan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan fisika.
F. Instrumen Penelitian
Instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data pada penelitian ini adalah lembar tes kemampuan bepikir lancar peserta didik dalam memecahkan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan fisika. Lembar kriteria penilaian kemampuan berpikir lancar peserta didik dalam memecahkan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan fisika sebagai instrumen penjaring data dengan karakteristik sebagai berikut:
1. Peserta didik diberi tes berupa permasalahan sehari-hari yang berkaitan dengan fisika lalu mereka diminta untuk memberikan solusi untuk memecahkan permasalahan tersebut.
2. Penilaian tes didasarkan pada kemampuan peserta didik dalam memecahkan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan fisika melalui indikator berikut yaitu (1). mengemukakan gagasan berupa solusi logis yang berkaitan dengan fisika dan (2). dimensi waktu untuk menjawab tes diperhitungkan.
Standar penilaian untuk instrumen yang teruraikan pada tes tertulis adalah skala tiga yaitu Tinggi (Sangat Lancar/SL), Sedang (Cukup Lancar/CL), Rendah (Kurang Lancar/KL).
18
G. Teknik Pengumpulan Data
Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik observasi atau pengamatan terhadap kemampuan berpikir lancar peserta didik dalam memecahkan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan fisika. Peneliti memberikan tes kemampuan berpikir lancar peserta didik dalam memecahkan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan fisika kemudian memeriksa hasil tes tersebut dan memberikan skor pada setiap item tes sesuai dengan kriteria penilaian yang telah ditentukan pada setiap indikator yang diukur. Secara lengkap melalui prosedur sebagai berikut:
a. Pemberian tes kemampuan berpikir lancar peserta didik kelas XI IPA dalam memecahkan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan fisika, sesuai dengan subyek penelitian
b. Penilaian kemampuan berpikir lancar peserta didik dalam memecahkan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan fisika, dengan memberi skor pada setiap item tes sesuai dengan indikator yang diukur.
H. Teknik Analisis Data
Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah membandingkan hasil pengukuran peserta didik dengan jawaban yang telah divalidasi, kemudian peneliti melakukan analisis terhadap jawaban peserta didik dengan menggunakan analisis statistik deskriptif. Hasil analisis tersebut ditampilkan dalam bentuk ukuran sampel, skor tertinggi, skor terendah, skor rata- rata,skor ideal, standar deviasi, variansi kategori, frekuensi dan presentase.
19
1. Menghitung rata-rata
=∑ 2. Menghitung standar deviasi
= ∑( − )
− 1 3. Pengkategorisasian
(Tinggi) M +1SD
(Sedang) M -1SD
(Rendah) 4. Menghitung kategori persenan
P = × 100%
Keterangan :
f = frekuensi yang dicari persentasenya N =jumlah frekuensi
P = angka persentase M = mean/rata-rata SD = standar deviasi
(Anas Sudijono, 2012) Kategori penilaian yang digunakan dapat dilihat pada tabel berikut
Tabel 3.1 Rubrik penilaian kemampuan berpikir lancar
Peserta didik
Indikator kemampuan berpikir
lancar Skor
kemampuan Jumlah Skor
akhir Kategori Gagasan /
Solusi Waktu
1 2 3 1 2 3 1 2 3
1 2 N
20
Pedoman skor penilaian :
P =
atau Kemampuan =Skor akhir =
Kriteria skor penilaian gagasan atau solusi untuk setiap soal/masalah:
4 : apabila solusi yang diberikan logis, terkait dengan fisika dan jelas
3 : apabila solusi yang diberikan logis, terkait dengan fisika, tapi kurang jelas 2 : apabila solusi yang diberikan logis, tapi tidak terkait dengan fisika
1 : apabila solusi yang diberikan tidak logis
Kriteria skor penilaian waktu untuk setiap soal/masalah:
4 : apabila waktu yang dibutuhkan lebih dari 11 menit 3 : apabila waktu yang dibutuhkan 8-11 menit
2 : apabila waktu yang dibutuhkan 4-7 menit 1 : apabila waktu yang dibutuhkan 0-3 menit
( Penentuan kriteria waktu berdasarkan hasil uji coba yang telah dilakukan pada lokasi yang berbeda)
21
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
Secara umum, analisis deskriptif skor kemampuan berpikir lancar peserta didik kelas XI IPA SMA Barrang Lompo dalam memecahkan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan fisika dapat kita lihat pada Tabel 4.1 berikut.
Tabel 4.1 Gambaran Umum Kemampuan Berpikir Lancar Peserta Didik Kelas XI IPA SMA Barrang Lompo Dalam Memecahkan Masalah Sehari-Hari Yang Berkaitan Dengan Fisika
Statistik Skor
Ukuran sampel Skor Tertinggi Skor Terendah Skor Rata-rata Standar Deviasi
Skor Ideal
19,00 3,00 0,83 1,48 0,50 4,00
Berdasarkan Tabel 4.1 menunjukkan gambaran secara umum kemampuan berpikir lancar peserta didik kelas XI IPA SMA Barrang Lompo dalam memecahkan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan fisika dari hasil analisis deskriptif dengan skor tertinggi 3,00, skor terendah 0,83 dan skor ideal 4,00. Dari keseluruhan skor yang diperoleh peserta didik, jika dikelompokkan dalam tiga kategori yaitu ketegori tinggi (sangat lancar), sedang (cukup lancar), dan rendah (kurang lancar), maka distribusi frekuensi, dan pengkategorian kemampuan berpikir lancar peserta didik kelas XI IPA tahun ajaran 2016/2017 SMA Barrang
22
Lompo dalam memecahkan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan fisika dapat dilihat pada Tabel 4.2 di berikut:
Tabel 4.2 Distribusi Frekuensi, Pengkategorian Dan Presentase Kemampuan Berpikir Lancar Peserta Didik Kelas XI IPA SMA Barrang Lompo Dalam Memecahkan Masalah Sehari-Hari Yang Berkaitan Dengan Fisika
Rentang Kategori Frekuensi Presentase(%) 1,98 ke
atas
Tinggi 2 10,53
0,98 - 1,97
Sedang 16 84,21
0,97 ke bawah
Rendah 1 5,26
Jumlah 19 100,00
Pada Tabel 4.2 tampak bahwa frekuensi terbesar kemampuan berpikir lancar peserta didik kelas XI IPA tahun ajaran 2016/2017 SMA Barrang Lompo dalam memecahkan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan fisika berada pada kategori cukup lancar. Peserta didik yang berada pada kategori tinggi (sangat lancar) hanya ada 2 orang (10,53%), sedangkan kategori sedang (cukup lancar) sebanyak 16 orang (84,21%), pada kategori rendah (kurang lancar) hanya 1 orang (5,26%), dari 19 orang responden.
Berdasarkan Tabel 4.2 di atas, pengkategorian kemampuan berpikir lancar peserta didik kelas XI IPA SMA Barrang Lompo dalam memecahkan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan fisika ditunjukkan dalam bentuk histogram balok pada Gambar 4.1 berikut:
23
Gambar 4.1 Histogram Pengkategorian kemampuan berpikir lancar peserta didik kelas XI IPA SMA Barrang Lompo dalam memecahkan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan fisika
B. Pembahasan
Berdasarkan hasil analisis data yang telah diuraikan di atas, maka hasil penelitian ini berhasil mengungkapkan tingkat kemampuan berpikir lancar peserta didik kelas XI IPA SMA Barrang Lompo dalam memecahkan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan fisika secara umum dikategorikan berada dalam ketegori sedang (cukup lancar). Hasil penelitian ini didukung oleh tingginya persentase peserta didik kelas XI SMA Barrang lompo yang memiliki tingkat kemampuan berpikir lancar dalam kategori sedang (cukup lancar).
Hal ini dapat di lihat dari tiga kategori pada setiap masalah yang diberikan, dimana masalah pertama yang diberikan kepada peserta yakni masalah sehari–hari yang berkaitan dengan materi titik berat pada fisika, dan hasil yang diperoleh dalam kategori sedang (cukup lancar), sedangkan pada masalah kedua yang diberikan peserta didik yakni masalah sehari-hari yang berkaitan dengan
0 2 4 6 8 10 12 14 16 18
rendah sedang tinggi
Frekuensi
Kategori
24
pembiasan cahaya, dan peserta didik memperoleh hasil dalam kategori tinggi (sangat lancar), kemudian pada masalah ketiga yang diberikan peserta didik yakni masalah sehari-hari yang berkaitan dengan pesawat sederhana, dan peserta didik memperoleh hasil pada kategori sedang (cukup lancar), hal ini disebabkan karena masalah yang diberikan pada soal kedua cukup mudah dan sering diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga peserta didik dapat menjawab dengan baik.
Sedangkan soal yang diberikan pada masalah satu dan tiga masih sulit dipecahkan dengan sangat baik meskipun sering mereka temukan dalam kehidupan sehari-hari mereka.
Selanjutnya, secara deskriptif hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa peserta didik masih belum sangat lancar dalam memecahkan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan fisika. Ini disebabkan karena peserta didik kurang terbiasa melakukan pengamatan dalam pembelajaran fisika, dan kurangnya pemanfaatan lingkungan sebagai contoh yang dapat dijadikan bahan pembelajaran dalam memecahkan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan fisika yang ada di lingkungan sekitar. Dalam hal ini juga mengidentifikasikan bahwa peserta didik dalam kehidupan sehari-hari kurang terbiasa menerapkan pengetahuan yang mereka peroleh dari belajar fisika dan kurangnya kesadaran peserta didik akan keterkaitan fisika dalam memecahkan masalah sehari-hari mereka. Peserta didik hanya mengetahui teori-teori dalam fisika dan masih belum sangat lancar mengaitkan dan menerapkannya dalam memecahkan masalah kehidupan sehari- hari.
25
Ketika peserta didik lebih sering dilatih dalam menerapkan peristiwa fisika dalam kehidupan sehari-hari maka dapat dikatakan bahwa peserta didik dapat berpikir lancar dalam memecahkan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan fisika di daerah sekitar dan mengetahui teorinya.
Hasil penelitian ini memberikan gambaran bahwa kemampuan berpikir lancar peserta didik kelas XI IPA tahun ajaran 2016/2017 SMA Barrang Lompo dalam memecahkan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan fisika masih perlu ditingkatkan.
26
BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisis data, dan pembahasan, maka dapat disimpulkan bahwa kemampuan berpikir lancar peserta didik kelas XI IPA tahun ajaran 2016/2017 SMA Barrang Lompo dalam memecahkan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan fisika masih dalam kategori sedang (cukup lancar).
B. Saran
Berdasarkan kesimpulan di atas, maka dikemukakan saran:
1. Kepada pendidik fisika SMA agar dalam penyajian pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran sebaiknya dibarengi dengan pemberian materi dan pelaksanaan praktikum yang berkaitan dengan fenomena- fenomena Fisika yang ada di daerah tersebut.
2. Kepada peneliti yang lain untuk dapat melanjutkan dan mengembangkan penelitian yang sejenis dengan variabel yang lebih banyak dan populasi yang lebih luas, agar hasilnya lebih meyakinkan kepada peningkatan kemampuan berpikir lancar peserta didik dalam memecahkan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan fisika.
.
28 LAMPIRAN 1
NAMA-NAMA PESERTA DIDIK KELAS XI IPA SMA BARRANG LOMPO MAKASSAR YANG MENJADI SUBJEK PENELITIAN
1. St. Nurbiah 2. Sampe 3. Alifurahman 4. Fatmawati 5. Ayuashari 6. Sultan
7. Adhani Muhtar 8. Rifal
9. Ramayana 10. Rini
11. St. Aminah 12. Wildana 13. Nurmiyanti 14. Amirah 15. Ahmad Taufik 16. Masita
17. Rasnah 18. Sarah. S 19. Mini
29 LAMPIRAN 2
Kriteria Penilaian Instrumen Kemampuan Berpikir Lancar Peserta Didik Dalam Memecahkan Masalah Sehari-hari Yang Berkaitan Dengan Fisika
Aspek Yang Dinilai :
1. Gagasan/ Solusi dari masalah 2. Waktu yang dibutuhkan
Kriteria skor penilaian gagasan atau solusi untuk setiap soal/masalah:
4 = apabila solusi yang diberikan logis, terkait dengan fisika dan jelas
3 = apabila solusi yang diberikan logis, terkait dengan fisika, tapi kurang jelas 2 = apabila solusi yang diberikan logis, tapi tidak terkait dengan fisika
1 = apabila solusi yang diberikan tidak logis
Kriteria skor penilaian waktu untuk setiap soal/masalah:
4 = apabila waktu yang dibutuhkan lebih dari 11 menit 3 = apabila waktu yang dibutuhkan 8-11 menit
2 = apabila waktu yang dibutuhkan 4-7 menit 1 = apabila waktu yang dibutuhkan 0-3 menit
Pedoman Skor penilaian :
P =
atau Kemampuan =Skor akhir =
30
LAMPIRAN 3
RUBRIK PENILAIAN KEMAMPUAN BERPIKIR LANCAR PESERTA DIDIK KELAS XI SMA BARRANG LOMPO DALAM MEMECAHKAN MASALAH SEHARI-HARI YANG BERKAITAN DENGAN FISIKA
No Nama Peserta Didik
Indikator Kemampuan Berpikir Lancar Dalam Memecahkan Masalah Sehari-Hari Yang
Berkaitan Dengan Fisika Skor Kemampuan Jumlah Skor
Skor
Akhir Kategori Gagasan/Solusi Waktu
1 2 3 1 2 3 1 2 3
1 St. Nurbiah
2 Sampe
3 Alifurahman 4 Fatmawati 5 Ayuashari 6 Sultan
7 Adhani Muhtar 8 Rifal
9 Ramayana 10 Rini
31
11 St. Aminah 12 Wildana 13 Nurmiyanti 14 Amirah 15 Ahmad Taufik 16 Masita
17 Rasnah 18 Sarah. S 19 Mini
Rata-rata
KETERANGAN :
Kriteria penilaian gagasan atau solusi untuk setiap soal/masalah:
4 : apabila solusi yang diberikan logis, terkait dengan fisika dan jelas
3 : apabila solusi yang diberikan logis, terkait dengan fisika, tapi kurang jelas 2 : apabila solusi yang diberikan logis, tapi tidak terkait dengan fisika
1 : apabila solusi yang diberikan tidak logis
32
Kriteria penilaian waktu untuk setiap soal/masalah:
4 : apabila waktu yang dibutuhkan lebih dari 11 menit 3 : apabila waktu yang dibutuhkan 8-11 menit
2 : apabila waktu yang dibutuhkan 4-7 menit 1 : apabila waktu yang dibutuhkan 0-3 menit Pedoman Skor penilaian :
P =
atau Kemampuan = dan Skor akhir =Kategori :
Tinggi : sangat lancar Sedang : cukup lancar Rendah : kurang lancar
33 LAMPIRAN 4
Instrumen Kemampuan Berpikir Lancar Dalam Memecahkan Masalah Sehari-Hari Yang Berkaitan Dengan Fisika
Petunjuk:
a. Bacalah soal atau pertanyaan berupa masalah sehari-hari di bawah ini secara saksama!
b. Tuliskanlah jawaban atau solusi Anda sebanyak-banyaknya menurut pemikiran dan pengalaman anda dalam waktu yang singkat, bukan dari hasil contekan teman!
c. Apabila terdapat pertanyaan yang tidak Anda mengerti, tanyakanlah pada guru.
Masalah 1 :
Perahu “Novita Sari” yang akan menuju kota Makassar hanya dapat menampung 20 orang. Apabila perahu menampung penumpang yang melebihi kapasistas tentunya perahu tersebut bisa tenggelam. Jika terdapat 25 orang yang akan menuju ke Makassar, Jelaskan bagaimana cara agar perahu tersebut tidak tenggelam dan semua orang bisa sampai dengan selamat ke tempat tujuan?
Solusi:
………
………
………
………
………
………..
Masalah 2 :
Apabila sumber listrik di rumah kalian mengalami kerusakan, sehingga tidak ada aliran listrik yang mengalir. Jika penerangan yang tersedia hanya sebatang lilin, jelaskan bagaimana cara mendesain lilin tersebut agar mampu menerangi ruangan dengan pencahayaan maksimal?
34 Solusi:
………
………
………
………
………
………..
Masalah 3 :
Di pulau Barrang lompo terdapat banyak rumah yang bertingkat. Namun sumber listrik di siang hari tidak dapat dimanfaatkan untuk mengalirkan air ke lantai dua karena di siang hari listrik padam. Sebagai alternatif, warga biasanya menggunakan bak penampungan air. Jika warga ingin menaikkan air ke lantai dua pada siang hari, jelaskan bagaimana cara agar air tetap bisa dinaikkan tanpa harus diangkat naik?
Solusi:
………
………
………
………
………
35 LAMPIRAN 5
Kunci Jawaban Tes Kemampuan Berpikir Lancar Dalam Memecahkan Masalah Sehari-Hari Yang Berkaitan Dengan Fisika
Solusi masalah 1 :
Cara agar perahu tidak tenggelam dan dapat memuat 25 orang yaitu dengan memberikan ruang atau rongga pada perahu agar massa jenis udara lebih besar dari massa jenis benda atau perahu yang memiliki kapasitas lebih, adapun caranya yaitu dengan mendesain posisi penumpang di atas perahu untuk menyeimbangkan perahu dengan menyesuaikan posisi penumpang dengan titik berat perahu atau dengan kata lain mengatur posisi penumpang ada yang di depan, di tengah, dan di belakang(di setiap sisi perahu)
Solusi masalah 2 :
Cara memanfaatkan sebuah lilin sebagai alat penerangan yaitu memanfaatkan pemantulan cahaya dari cermin dengan cara meletakkan cermin didekat lilin agar cahaya dari lilin dapat memantul pada cermin dan menerangi ruangan, adapun cara lain untuk membuat penerangan dengan sebuah lilin yaitu dengan cara mendesain suatu benda berupa plastik bening yang di pasang pada sekeliling lilin untuk mengumpulkan cahaya agar pancaran lilin dapat menyebar dalam sebuah ruangan.
Solusi masalah 3 :
Cara menaikkan air ke lantai dua yaitu dapat dilakukan dengan menimba air dari sumur dengan menggunakan ember yang diikat dengan tali, adapun cara untuk mempermudah menarik ember ke atas yaitu dengan memanfaatkan sebuah katrol sebagai salah satu bagian dari pesawat sederhana, serta membuat saluran air yang terhubung lansung dengan bak penampungan air.
36 LAMPIRAN 6
Data SkorKemampuan Berpikir Lancar Peserta Didik Kelas XI SMA Barrang Lompo Dalam Memecahkan Masalah Sehari- Hari Yang Berkaitan Dengan Fisika
No. Skor Fi Persentasi (%) Kategori
1 1,98 ke atas 2 10,53 Tinggi
2 1,97- 0,99 16 84,21 Sedang
3 0,98 ke bawah 1 5,26 Rendah
Jumlah 100,00
No Nama Peserta Didik
Indikator Kemampuan Berpikir Lancar Dalam Memecahkan Masalah Sehari-Hari Yang Berkaitan
Dengan Fisika
Skor Kemampuan dan
Kategori (T, S, R) Jumlah Skor
Skor
Akhir Kategori Gagasan/Solusi Waktu
1 2 3 1 2 3 1 2 3
1 St. Nurbiah 3 2 3 2 1 2 1,5 (S) 2,0 (T) 1,5 (S) 5,0 1,67 Sedang
2 Sampe 2 3 4 2 1 2 1,0 (S) 3,0 (T) 2,0 (T) 6,0 2,0 Tinggi
37
3 Alifurahman 2 2 2 2 1 2 1,0 (S) 2,0 (T) 1,0 (S) 4,0 1,33 Sedang
4 Fatmawati 3 4 2 1 1 1 3,0 (T) 4,0 (T) 2,0 (T) 9,0 3,0 Tinggi
5 Ayuashari 3 3 2 2 1 2 1,5 (S) 3,0 (T) 1,0 (S) 5,5 1,85 Sedang
6 Sultan 2 2 2 2 1 2 1,0 (S) 2,0 (T) 1,0 (S) 4,0 1,33 Sedang
7 Adhani Muhtar 2 3 2 3 3 2 0,5 (R) 1,0 (S) 1,0 (S) 2.5 0,83 Rendah
8 Rifal 3 2 3 2 2 3 1,5 (S) 1,0 (S) 1,0 (S) 3,5 1,17 Sedang
9 Ramayana 2 2 2 2 1 1 1,0 (S) 2,0 (T) 2,0 (T) 5,0 1,67 Sedang
10 Rini 3 2 2 2 1 1 1,5 (S) 1,0 (S) 2,0 (T) 4,5 1,83 Sedang
11 St. Aminah 2 2 2 3 2 1 0,5 (R) 1,0 (S) 2,0 (T) 3,5 1,17 Sedang
12 Wildana 3 2 2 2 1 1 1,5 (S) 2,0 (T) 2,0 (T) 5,5 1,83 Sedang
13 Nurmiyanti 3 2 2 2 2 2 1,5 (S) 1,0 (S) 1,0 (S) 3,5 1,17 Sedang
14 Amirah 1 2 2 1 1 1 1,0 (S) 2,0 (T) 2,0 (T) 5,0 1,67 Sedang
15 Ahmad Taufik 2 2 2 2 2 2 1,0 (S) 1,0 (S) 1,0 (S) 3,0 1,00 Sedang
16 Masita 1 2 2 1 2 2 1,0 (S) 1,0 (S) 1,0 (S) 3,0 1,00 Sedang
17 Rasnah 2 1 1 2 1 1 1,0 (S) 1,0 (S) 1,0 (S) 3,0 1,00 Sedang
18 Sarah. S 2 2 2 2 2 1 1,0 (S) 1,0 (S) 2,0 (T) 4,0 1,33 Sedang
19 Mini 2 2 1 1 2 1 1,0 (S) 2,0 (T) 1,0 (S) 4,0 1,33 Sedang
Rata-rata 1,48
Keterangan : T : Tinggi S : Sedang R : Rendah
38 LAMPIRAN 7
RUMUS–RUMUS ANALISIS DATA
Nama Peserta Didik X X2
St. Nurbiah 1,67 2,79
Sampe 2,0 4,00
Alifurahman 1,33 1,77
Fatmawati 3,0 9,00
Ayuashari 1,85 3,42
Sultan 1,33 1,77
Adhani Muhtar 0,83 0,69
Rifal 1,17 1,39
Ramayana 1,67 2,97
Rini 1,83 3,35
St. Aminah 1,17 1,39
Wildana 1,83 3,35
Nurmiyanti 1,17 1,39
Amirah 1,67 2,97
Ahmad Taufik 1,00 1,00
Masita 1,00 1,00
Rasnah 1,00 1,00
Sarah. S 1,33 1,77
Mini 1,33 1,77
N = 19 ∑X = 28,16 ∑X2= 42,05
1. Untuk menentukan skor rata-rata
= ∑
=28,16
19 = 1,48
2. Untuk menentukan standar deviasi (S) adalah sebagai berikut:
= ∑( − )
− 1
39
= 4,55 19 − 1
= 4,55 18
= 0,25 S = 0,5
Keterangan:
= skor rata-rata S = standar deviasi X = skor perolehan N = jumlah sampel
3. Untuk menentukan pengkategorian dan persentasi adalah sebagai berikut:
Kelas interval (k) = 3
M+ 1SD = 1,48+ (1×0,5) = 1,98 (Tinggi)
(Sedang)
M-1SD = 0,98 (Rendah)
Untuk Menentukan Persentasi : P = × 100%
1. P = ×100% = 10,53%
2. P = ×100% = 84,21%
3. P = ×100% = 5,26%
No. Skor Fi Persentasi (%) Kategori
1 1,98 ke atas 2 10,53 Tinggi
2 1,97- 0,99 16 84,21 Sedang
3
0,98 ke
bawah 1 5,26 Rendah
Jumlah 100,00
40 LAMPIRAN 8
DOKUMENTASI PENELITIAN
Gambar peneliti melakukan uji coba instrument pada peserta didik di SMAN 3 Sungguminasa
41
42
Gambar peneliti melakukan tes pada peserta didik di SMA Barrang Lompo
27
DAFTAR PUSTAKA
Haling, Abdul. 2007. Belajar dan Pembelajaran. Makassar : Badan Penerbit UNM.
Hamzah dan Nurdin Muhammad. 2011. Belajar Dengan Pendekatan PAILKEM.
Jakarta : Bumi Aksara.
http://math-succes. blogspot. co.id/ 2015 / 01 / teori –belajar– bermakna–dari - david-p.html. Diakses pada tanggal 19 juni 2016
http://wwwpojokfisikauniflor. blogspot. co. id / 2011 / 03/ tujuan - mata-pelajaran –fisika - sma.html. Diakses pada tanggal 19 juni 2016
Itasari, Yuliana. 2012. Higher Orde Thinking Skill (HOTS).
http://yuiannaitasari.blogspot.co.id/2012/12/higher-orde-thinking-skill- hots.html. Diakses pada tanggal 19 juni 2016
M. Tawil dan Liliasari. 2012. Berfikir Kompleks dan Implementasinya Dalam Pembelajaran IPA. Makassar : Badan Penerbit UNM.
Pratiwi, Yenni Putri. 2012. Pengaruh Model Problem Based Learning Terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa Pada Pembelajaran Biologi. Skripsi.
Universitas Sebelas Maret. Surakarta.
Puspitasari, Lasmini. 2012. Pengembangan Berpikir Kreatif Siswa Melalui Praktikum Sederhana. Skripsi. Universitas Sebelas Maret. Surakarta.
Rusman. 2012. Model-Model Pembelajaran Mengembangkan Profesionalisme Guru. Jakarta : PT. Rajagrafindo Persada.
Sudijono, Anas. 2012. Pengantar Statistik Pendidikan. Jakarta: Raja grafindo persada
Surya Muh. Hidayatullah . 2015. Keterampilan berpikir kreatif fisik SMA Barrang Lompo. Skripsi. Universitas Muhammadiyah. Makassar.
Tirtahardja, U. 2005. Pengantar pendidikan. Jakarta: Penerbit Rineka Cipta.
Yuliani, Nurani Sujiono. 2007. Metode Pengembangan Kognitif. Bandung.
Universitas Terbuka.
RIWAYAT HIDUP PENULIS
Asri Wulandari, Lahir di Bulukumba tepatnya di Balangriri, pada tanggal 20 Januari 1994. Anak kedua dari empat bersaudara pasangan (Almarhum) M. Rijal dan Asiya. Memulai jenjang pendidikan pada tahun 1999 di TK Pertiwi dan tamat tahun 2000. Lalu melanjutkan pendidikan ketingkat SD Negeri 65 Balangriri dan tamat pada tahun 2006, Kemudian melanjutkan pendidikan ketingkat SMP 5 Bulukumpa dan tamat pada tahun 2009.
Penulis tercatat sebagai siswi SMA Negeri 1 Bulukumpa pada tahun 2009 dan tamat pada tahun 2012. Selanjutnya, penulis memilih program study pendidikan Fisika bukan sekedar karena ketertarikan semata, namun lebih dari itu penulis berharap dengan menjadi tenaga pendidik, penulis dapat memberikan kontribusi bagi kemajuan pendidikan di Indonesia serta ilmu yang disampaikan dapat memberikan manfaat bagi generasi-generasi penerus bangsa.