batuk kronis

Top PDF batuk kronis:

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang - Analisa Aspergillus fumigatus dengan Menggunakan Polymerase Chain Reaction (PCR) dan Kultur Pada Sputum Penderita Batuk Kronis

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang - Analisa Aspergillus fumigatus dengan Menggunakan Polymerase Chain Reaction (PCR) dan Kultur Pada Sputum Penderita Batuk Kronis

Sukamto (2004) melakukan penelitian terhadap bilasan bronkus pada penderita tuberculosis paru yang telah sembuh di RS. Haji Adam Malik Medan, dan didapatkan 11 kasus (21,5%) jamur paru dari 40 penderita yang terdiri dari Candida sp. 7 penderita (63,6%), Aspergillus fumigatus 3 penderita (27,3%), dan Aspergillus niger 1 penderita (9,1%). Dari penelitian ini, gejala klinis yang paling sering terjadi pada kasus infeksi jamur positif adalah batuk kronis yang berdahak dan batuk darah.

8 Baca lebih lajut

Analisa Aspergillus fumigatus dengan Menggunakan Polymerase Chain Reaction (PCR) dan Kultur Pada Sputum Penderita Batuk Kronis

Analisa Aspergillus fumigatus dengan Menggunakan Polymerase Chain Reaction (PCR) dan Kultur Pada Sputum Penderita Batuk Kronis

Tujuan penelitian ini adalah Untuk mendeteksi adanya Aspergillus fumigatus dengan menggunakan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) dari sputum penderita batuk kronis. Manfaat yang diharapkan untuk penelitian yang akan dilakukan adalah Memberikan informasi ilmiah kepada para klinisi umum dan klinisi ilmu penyakit paru mengenai kemungkinan penderita batuk kronis mengalami infeksi jamur paru, Dapat di aplikasikan dan menjadi pilihan metode dalam menegakkan diagnosa infeksi jamur dengan cepat dan tepat bila fasilitas mendukung., Sebagai sumber informasi dan dapat digunakan untuk menentukan tindak lanjut pengobatan yang sesuai dengan diagnosa yang didapatdari penderita yang menjadi sample penelitian., dan Memberikan motivasi untuk peneliti yang lain untuk meneliti mengenai infeksi jamur di Indonesia dengan jenis yang lain maupun penyakit yang lain mengingat kawasan Indonesia merupakan daerah tropis.
Baca lebih lanjut

88 Baca lebih lajut

Analisa Aspergillus fumigatus dengan Menggunakan Polymerase Chain Reaction (PCR) dan Kultur Pada Sputum Penderita Batuk Kronis

Analisa Aspergillus fumigatus dengan Menggunakan Polymerase Chain Reaction (PCR) dan Kultur Pada Sputum Penderita Batuk Kronis

Kesimpulan dari hasil penelitian ini lebih banyak ditemukan DNA Aspergillus fumigatus pada penderita batuk kronis dengan menggunakan PCR daripada kultur, maka penyakit jamur tidak bisa dianggap remeh. Pemeriksaan PCR dapat dipergunakan sebagai salah satu pemeriksaan jamur yang cepat, karena tidak perlu menunggu hasil kultur yang lebih lama.

15 Baca lebih lajut

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Mikosis Paru - Analisa Aspergillus fumigatus dengan Menggunakan Polymerase Chain Reaction (PCR) dan Kultur Pada Sputum Penderita Batuk Kronis

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Mikosis Paru - Analisa Aspergillus fumigatus dengan Menggunakan Polymerase Chain Reaction (PCR) dan Kultur Pada Sputum Penderita Batuk Kronis

limfositik dan limfoma, penerima transplantasi sumsum tulang, dan terutama mereka yang minum kortikosteroid. Gejala antara lain demam, batuk, dispnea, dan hemoptisis. Hifa menginvasi lumen dan dinding pembuluh darah, menyebabkan thrombosis, infark, dan nekrosis. Dari paru penyakit ini dapat menyebar ke saluran cerna, ginjal, hati, otak dan organ lain, menimbulkan abses dan lesi nekrotik. Tanpa pengobatan yang cepat, prognosis untuk pasien yang menderita aspergilosis invasive sangat buruk. Individu dengan penyakit dasar yang tidak terlalu mengganggu dapat mengalami aspergilosis pulmonal nekrotikans kronik, yang merupkan penyakit yang lebih ringan. (Mitchell, 2007)
Baca lebih lanjut

26 Baca lebih lajut

Pembuatan Ekstrak Etanol Euphorbia hirta L... yang Disisipkan Pada Masker sebagai Upaya Mengurangi Konstriksi Bronkus Pada Pasien Bronkitis Kronis.

Pembuatan Ekstrak Etanol Euphorbia hirta L... yang Disisipkan Pada Masker sebagai Upaya Mengurangi Konstriksi Bronkus Pada Pasien Bronkitis Kronis.

Bronkitis kronis termasuk ke dalam penyakit paru obstruktif kronis yang menjadi salah satu masalah kesehatan utama, ditandai dengan batuk dan produksi sputum yang berlebihan (ekspektorasi) dengan disertai rasa kelelahan/lemah dan tidak nyaman akibat batuk kronis berdahak tersebut. Penderita dengan bronkitis kronis mengalami eksaserbasi yang cukup sering sepanjang tahunnya, terutama pada saat musim penghujan. (Sutoyo, 2009). Pengobatan yang diberikan pada penderita bronkitis kronis terutama edukasi untuk mencegah eksaserbasi. Namun jika sudah terjadi eksaserbasi, obat- obatan yang diberikan pada eksaserbasi bronkitis kronis meliputi bronkodilator, kortikosteroid, diuretik dan cairan (PDPI, 2003).
Baca lebih lanjut

26 Baca lebih lajut

Tingkat Pengetahuan dan Sikap Pencegahan Terhadap Polusi Debu di Komunitas Kerja Terminal Amplas Medan

Tingkat Pengetahuan dan Sikap Pencegahan Terhadap Polusi Debu di Komunitas Kerja Terminal Amplas Medan

Diantara gangguan kesehatan akibat lingkungan kerja, debu merupakan salah satu sumber gangguan yang tak dapat diabaikan. Dalam kondisi tertentu, debu merupakan bahaya yang dapat menyebabkan pengurangan kenyamanan kerja, salah satunya adalah batuk kronis gangguan (Depkes RI 2003).

4 Baca lebih lajut

Efektivitas madu untuk gejala batuk pada anak dengan rinitis Chapter III VI

Efektivitas madu untuk gejala batuk pada anak dengan rinitis Chapter III VI

Data diolah dengan SPSS, analisis data untuk mengetahui perbandingan antara dua variabel numerik dan kategorik yang tidak berpasangan digunakan uji t tidak berpasangan bila distribusi data normal, bila distribusi data tidak normal maka digunakan uji Mann-Whitnety, untuk mengetahui perbandingan antara dua variabel kategorik tidak berpasangan digunakan uji chi-square bila memenuhi syarat, bila tidak memenuhi syarat digunakan uji fischer exact untuk kelompok 2 x 2 dan Kolmogorov-Smirnov untuk 2 x k, untuk mengetahui manfaat madu ataupun obat batuk putih sebelum dan sesudah terapi digunakan uji Friedman, untuk mengetahui perbedaan pemberian madu dan obat batuk putih terhadap gejala batuk digunakan number needed to treat (NNT). Tingkat kemaknaan bila p<0,05 dan tingkat
Baca lebih lanjut

25 Baca lebih lajut

MATERI BATUK DARAH | Karya Tulis Ilmiah MATERI BATUK DARAH

MATERI BATUK DARAH | Karya Tulis Ilmiah MATERI BATUK DARAH

Pendahuluan Batuk darah adalah suatu gejala yang paling penting pada penyakit paru karena : - adanya bahaya potensial terhadap perdarahan yang gawat - hampir selalu hemoptysis disebabk[r]

4 Baca lebih lajut

EFEKTIFITAS BATUK EFEKTIF DALAM PENGELUA

EFEKTIFITAS BATUK EFEKTIF DALAM PENGELUA

Pasien sebelum mendapatkan pelatihan batuk efektif seluruhnya tidak bisa mengeluarkan sputum yang maksimal, sebagian besar yang dikeluarkan adalah ludah sehingga tidak dapat diperiksa secara seksama oleh petugas laborat. Pemeriksaan yang tidak seksama tersebut menyebabkan tidak tuntasnya pengobatan terhadap pasien. Hal ini juga memberikan resiko penularan yang lebih besar karena pasien dengan BTA positif memiliki resiko menularkannya pada orang lain. Pasien yang menjadi subyek penelitian tidak dapat mengeluarkan sputum karena mereka sebelumnya tidak pernah mendapat pelatihan bagaimana mengeluarkan sputum dengan benar dari petugas kesehatan.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Bagian I  PENGARUH TINGKAT PENGETAHUAN TERHADAP TINDAKAN SWAMEDIKASI BATUK PADA MASYARAKAT DI KELURAHAN GROBOGAN KECAMATAN GROBOGAN KABUPATEN GROBOGAN.

Bagian I PENGARUH TINGKAT PENGETAHUAN TERHADAP TINDAKAN SWAMEDIKASI BATUK PADA MASYARAKAT DI KELURAHAN GROBOGAN KECAMATAN GROBOGAN KABUPATEN GROBOGAN.

Saya adalah mahasiswa Farmasi Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta yang sedang melakukan penelitian tentang Pengaruh Tingkat Pengetahuan Terhadap Tindakan Swamedikasi Batuk Pada Masyarakat Di Kelurahan Grobogan Kecamatan Grobogan Kabupaten Grobogan. Penelitian ini dilakukan dalam rangka penyelesaian tugas akhir/skripsi di Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta.

17 Baca lebih lajut

Batuk dan Sesak pada Anak

Batuk dan Sesak pada Anak

jika anak batuk secara tiba-tiba, mungkin anak tersedak makanan atau minuman masuk "jalur yang salah" yaitu ke saluran napas atau ada sesuatu (misalnya potongan makanan, muntahan, atau mungkin mainan atau uang logam) yang tersangkut di tenggorokannya atau jalan napasnya. Batuk membantu membersihkan dan membebaskan jalan napas dari sumbatan tersebut. Batuk dapat berlangsung hingga semenit atau hanya sebentar saja diakibatkan tenggorokan atau jalan napasnya teriritasi. Akan tetapi, jika batuk tidak kinjung reda atau justru menjadi sulit bernapas, hubungi dokter. Jangan coba-coba membersihkan tenggorokannya dengan jari anda karena tindakan ini justru dapat mendorong sumbatan yang ada semakin jauh ke bawah ke pipa udara.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Gambaran Pasien Yang Membutuhkan  Pemeriksaan Spirometri   Di Instalasi Diagnostik Terpadu   Rumah Sakit Pusat Haji Adam malik  Pada Bulan Juli Tahun 2013

Gambaran Pasien Yang Membutuhkan Pemeriksaan Spirometri Di Instalasi Diagnostik Terpadu Rumah Sakit Pusat Haji Adam malik Pada Bulan Juli Tahun 2013

Dan rujukan terbanyak diperoleh dari departemen paru yaitu sebanyak 62 orang dengan keluhan batuk berdahak sebanyak 2 orang, batuk berdahak serta bersin sebanyak 1 orang, batuk berdahak [r]

71 Baca lebih lajut

Sensitifitas dan Spesifisitas Pertanyaan Gejala Saluran Pernapasan dan Faktor risiko untuk Kejadian Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK)

Sensitifitas dan Spesifisitas Pertanyaan Gejala Saluran Pernapasan dan Faktor risiko untuk Kejadian Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK)

Hal serupa ditunjang pula oleh hasil review penelitian di berbagai pelayanan kesehatan yang melaporkan beberapa faktor menunjukkan hubungan konsisten dan bermakna terhadap PPOK. Faktor tersebut adalah umur, indeks masa tubuh, berdahak, merokok, batuk dan sesak napas/napas pendek. Selain itu, faktor lain seperti infeksi waktu kecil dan pendidikan/pekerjaan disarankan perlu masuk dalam kuesioner skrining karena dapat meningkatkan kemampuan untuk mengidentifikasi kasus PPOK yang tidak terdiagnosis secara klinis. 16 Hasil penelitian ini menunjukkan proporsi PPOK adalah tertinggi dengan gejala cepat merasa lelah/sesak napas bila beraktivitas, diikuti gejala napas berbunyi/mengi, gejala mengeluarkan dahak/reak hampir setiap hari, gejala batuk tiap hari, gejala lama keluhan berdahak 1 bulan ke atas, keluhan sesak napas > 3 bulan sehingga membatasi aktivitas sehari-hari, dan sesak napas bersifat episodik.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Batuk Kronik Dan Berulang (BKB) Pada Anak

Batuk Kronik Dan Berulang (BKB) Pada Anak

Pembesaran kelenjer limpe pada tuberculosis menyebabkan kompresi dan infiltrasi dinding bronkus yang menimbulkan batuk kronik. Pada anak usia sekolah sering disebabkan imfeksi virus, sedang pada anak remaja perlu dipikirkan kemungkinan akibat merokok. Batuk yang menetap biasanya disebabkan proses patologi yang berlanjut terus dan umumnya kelainan supuratif pada paru. Bisa juga terdapat pada penderita asma yang berat muncul umum pada malam hari atau sehabis kerja fisik.

6 Baca lebih lajut

Pengaruh Latihan Pernapasantripod Positiondan Pursed Lips Breathingterhadap Kualitas Hidupklien Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK)

Pengaruh Latihan Pernapasantripod Positiondan Pursed Lips Breathingterhadap Kualitas Hidupklien Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK)

3 Contoh pengisian kuesioner Saya sangat gembira Saya sangat sedih Lampiran 6 Saya tidak pernah batuk Saya selalu batuk Tidak ada dahak riak sama Dada saya penuh dengan sekali daha[r]

31 Baca lebih lajut

PENGARUH LOGOTERAPI TERHADAP PENINGKATKAN KEBERMAKNAAN HIDUP PASIEN GAGAL GINJAL KRONIS YANG MENJALANI HEMODIALYSIS - Unika Repository

PENGARUH LOGOTERAPI TERHADAP PENINGKATKAN KEBERMAKNAAN HIDUP PASIEN GAGAL GINJAL KRONIS YANG MENJALANI HEMODIALYSIS - Unika Repository

Gagal ginjal kronis adalah salah satu penyakit kronis yang bersifat progresif, irreversible dan sifatnya tidak bisa disembuhkan. Pasien gagal ginjal kronis memerlukan terapi medis untuk mengeluarkan racun sisa metabolisme dalam tubuh disebut dengan hemodialisis. Pasien gagal ginjal yang menjalani hemodialisis mengalami beberapa penderitaan seperti merasa tidak berguna, kehilangan kebebasan, tergantung pada orang dan alat dialisis. Beratnya penderitaan yang dialami menjadikan pasien merasa hidupnya tidak bermakna. Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan kebermaknaan hidup pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis dengan memberikan logoterapi. Sampel dalam penelitian ini adalah 2 pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis lebih dari 1 tahun dan skor hasil pengukuran dengan skala PIL (Purpose in Life) dibawah 50. Subjek penelitian didapat dengan menggunakan metode insidental sampling, dan instrumen yang digunakan adalah skala PIL. Desain penelitian ini adalah Quasi Experimental Single Case Design, model yang digunakan adalah A-B-Follow up. Berdasarkan hasil pengukuran dengan skala PIL, kedua subjek penelitian mengalami perbedaan skor sebelum intervensi (baseline) dan sesudah intervensi dengan logoterapi (follow up), dimana skor follow up lebih tinggi dibandingkan rata-rata baseline. Pada subjek 1, rata-rata skor PIL pada baseline adalah 27,5 dan skor follow up adalah 43. Pada subjek kedua, rata-rata skor baseline adalah 39 dan skor saat follow up adalah 90. Penelitian ini juga disertai uji statistika dengan menggunakan Wilcoxon signed rank test. Hasil uji statistika pada subjek 1 diperoleh hasil Z= -1,604 dengan taraf signifikansi p=0,054 (p=0,05), hasil ini menunjukan bahwa logoterapi memiliki pengaruh yang sangat kecil terhadap peningkatan kebemaknaan hidup subjek 1. Pada subjek kedua hasil uji Wilcoxon signed rank test adalah Z=-2,023 dengan taraf signifikansi p=0,021 (p<0,05), hasil ini juga menunjukan bahwa logoterapi memiliki pengaruh terhadap peningkatan kebermaknaan hidup subjek 2. Berdasarkan analisis grafik, analisis statistika dan analisis deskriptif dapat disimpulkan bahwa logoterapi memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan kebermaknaan hidup pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis. Subjek penelitian ini mampu mnelakukan aktivitasnya dengan baik, dan mampu menerima kondisi sakitnya tanpa perasaan marah, kecewa dan perasaan bersalah.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Aspergillus Fumigatus pada Sputum Penderita Batuk Kronik Menggunakan Metode PCR dan Kultur | Thristy | Majalah Kedokteran Bandung 760 2909 1 PB

Aspergillus Fumigatus pada Sputum Penderita Batuk Kronik Menggunakan Metode PCR dan Kultur | Thristy | Majalah Kedokteran Bandung 760 2909 1 PB

Pengumpulan sampel dilaksanakan di Poli Paru Rumah Sakit Haji Adam Malik Medan. Jumlah semua sampel sebanyak 51 orang penderita batuk kronik. Dari seluruh sampel didapatkan pasien laki–laki sebanyak 29 orang (57%) dan perempuan 22 orang (43%). Pada penelitian ini pasien yang paling muda berusia 17 tahun, sedangkan yang paling tua berusia 70 tahun. Dengan menggunakan teknik PCR didapatkan hasil positif sebanyak 35 orang (69%) dan negatif 16 orang (31%) (Tabel 2).

6 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Penatalaksanaan Fisioterapi Pada Kasus Bronchopneumonia Di RS. Paru Dr. Ario Wirawan Salatiga.

PENDAHULUAN Penatalaksanaan Fisioterapi Pada Kasus Bronchopneumonia Di RS. Paru Dr. Ario Wirawan Salatiga.

Apakah IR, breathing exercise, batuk efektif dan mobilisasi sangkar thoraks dapat mengurangi sesak nafas pada penderita bronchopneumonia?... Apakah IR, breathing exercise, batuk efektif[r]

4 Baca lebih lajut

Upaya penanganan gangguan bersihan jalan nafas pada pasien tuberculosis di rsud dr. Soehadi prijonegoro.

Upaya penanganan gangguan bersihan jalan nafas pada pasien tuberculosis di rsud dr. Soehadi prijonegoro.

Menurut teori fisioterapi dada yang bertujuan membuang sekresi bronkial agar dapat memperbaiki ventilasi dan meningkatkan efisiensi otot pernapasan (Muttaqin, 2008). Tindakan fisioterapi dada dengan cara perkusi dada pengetukan dada dengan menggunakan tangan agar dapat melepaskan sekret, vibrasi dada agar dapat meningkatkan kecepatan dan menghilangkan sekret (Muttaqin, 2008). Tujuan dari fisioterapi dada juga dapat mengurangi sesak nafas, nyeri dada karena terlalu sering batuk, penurunan ekspansi thoraks, dan jalan nafas yang terganggu diakibatkan oleh sekresi yang berlebihan, sehingga mampu meningkatkan kemampuan fungsional dan pasien akan merasa lebih rileks (Meidania, 2015).
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

Prevalensi asma dan hubungan dengan faktor yang mempengaruhi asma pada siswa SMP di Kecamatan Medan Selayang

Prevalensi asma dan hubungan dengan faktor yang mempengaruhi asma pada siswa SMP di Kecamatan Medan Selayang

Dalam dua belas bulan terakhir, apakah anda pernah mengalami batuk kering di malam hari sebagai bagian dari batuk yang dihubungkan dengan cuaca dingin atau infeksi di dada?. Ya Tidak[r]

47 Baca lebih lajut

Show all 1625 documents...