KADAR PROTEIN TOTAL

Top PDF KADAR PROTEIN TOTAL:

Kadar Protein Total Plasma Dan Fraksinya.

Kadar Protein Total Plasma Dan Fraksinya.

Peranan protein plasma dalam manifestasi klinis dan komplikasi sindrom nefrotik (SN) sangat besar. Penyebab utama menurunnya protein plasma pada SN adalah proteinuria. Proteinuria yang berulang- ulang terjadi pada SN kambuh sering (SNKS) dan kambuh jarang (SNKJ) akan merubah gambaran protein plasma dan fraksi-fraksinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan kadar protein total, albumin, alfa 1, alfa 2, beta, dan gama globulin plasma penderita SNKS dengan SNKJ. Penelitian ini dirancang berupa studi cross-sectional. Subjek penelitian adalah anak berusia 1–14 tahun yang terdiri dari 18 orang penderita SNKS dan 22 orang penderita SNKJ diambil dari data sekunder rekam medik penderita SN kambuh di RS dr. Hasan Sadikin antara tahun 2001 sampai 2005. Analisis statistik menggunakan uji t dan Mann-Whitney dan kemaknaan ditentukan berdasarkan nilai p<0,05. Usia, jenis kelamin, derajat proteinuria antara kelompok SNKS dan SNKJ tidak menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna (masing-masing p=0,180; p=0,093; p=0,108). Rerata kadar albumin, protein total, dan gama globulin pada kelompok SNKS dan SNKJ lebih rendah dibandingkan dengan nilai normal. Rerata kadar protein total pada kelompok SNKS dan SNKJ masing-masing adalah 4,011 dan 4,336 g/dL, kadar albumin adalah 1,204 dan 1,451 g/dL kadar gama globulin 0,394 dan 0,589 g/dL. Sedangkan rerata kadar alfa 1-globulin, alfa 2- globulin, dan beta globulin pada kelompok SNKS dan SNKJ masih dalam batas normal. Rerata kadar alfa 1-globulin pada kelompok SNKS dan SNKJ masing-masing adalah 0,143 dan 0,158 g/dL, kadar alfa 2-globulin 1,600 dan 1,607 g/dL, kadar beta globulin 0,605 dan 0,610 g/dL. Perbandingan rerata kadar protein total, albumin, alfa 1-globulin, alfa 2- globulin, beta globulin antara kelompok SNKS dan SNKJ secara statistik perbedaannya tidak bermakna (masing-masing p=0,251, p=0,256, p=0,491, 0,757, p=0,931), sedangkan rerata kadar gama globulin menunjukkan perbedaan yang bermakna (p=0,029). Kesimpulannya adalah kadar gama globulin pada kelompok SNKS lebih rendah daripada kelompok SNKJ, sedangkan kadar albumin, protein total, alfa 1-globulin, alfa 2-globulin, dan beta globulin menunjukkan hasil yang tidak berbada antara dua kelompok tersebut.
Baca lebih lanjut

3 Baca lebih lajut

Analisis Kadar Protein Total dan Non Protein Nitrogen Pada Pakkat (Calamus caesius Blume.) dengan Metode Kjeldahl

Analisis Kadar Protein Total dan Non Protein Nitrogen Pada Pakkat (Calamus caesius Blume.) dengan Metode Kjeldahl

Pakkat adalah makanan tradisional di daerah Mandailing Natal yang diambil dari bagian dalam rotan muda dan yang paling sering dikonsumsi adalah pakkat bakar. Pakkat dapat digunakan sebagai sayuran dan dipercaya dapat menyembuhkan berbagai penyakit sehingga harus diteliti kandungan nutrisi di dalamnya dan diharapkan dapat menjadi salah satu makanan fungsional. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar protein total dan non protein nitrogen (NPN) pada pakkat dan perubahan kadar pada pakkat segar, bakar dan rebus.

2 Baca lebih lajut

PERBEDAAN KADAR PROTEIN TOTAL ANTARA PENGGIAT BODYBUILDING DENGAN PENGGIAT SENAM AEROBIK

PERBEDAAN KADAR PROTEIN TOTAL ANTARA PENGGIAT BODYBUILDING DENGAN PENGGIAT SENAM AEROBIK

Kadar protein total yang tinggi juga dipengaruhi oleh penyakit infeksi diantaranya hepatitis, HIV, dan multiple myeloma. Dalam penelitian ini responden mengakui tidak memiliki atau pernah mengalami penyakit tersebut, masih terdapat kemungkinan responden lupa atau tidak jujur dengan kondisi dirinya. Sekitar 40% dari protein total protein adalah globulin kelompok yang heterogen. Termasuk enzim, antibodi, hormon, protein pembawa, dan berbagai jenis lain dari protein. Jika didapatkan protein total abnormal, dan responden belum mengeluhkan gejala pengujian lebih lanjut harus dilakukan untuk mengidentifikasi protein spesifik abnormal rendah atau tinggi sehingga diagnosis spesifik dapat dibuat. Beberapa contoh tindak lanjut tes meliputi elektroforesis protein dan immunoglobulin kuantitatif (Carey, 2016).
Baca lebih lanjut

105 Baca lebih lajut

Analisis Kadar Protein Total dan Non Protein Nitrogen Pada Pakkat (Calamus caesius Blume.) dengan Metode Kjeldahl

Analisis Kadar Protein Total dan Non Protein Nitrogen Pada Pakkat (Calamus caesius Blume.) dengan Metode Kjeldahl

Dalam hal ini, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang kandungan protein yang terdapat pada pakkat karena belum ada penelitian sebelumnya yang menjelaskan tentang kadar protein yang terdapat dalam pakkat. Berdasarkan hal di atas, peneliti melakukan penelitian ini untuk mengetahui kandungan protein yang terdapat pada pakkat dan untuk mengetahui perubahan kadar protein total dan Non Protein Nitrogen (NPN) dalam pakkat segar, bakar dan rebus.

4 Baca lebih lajut

Analisis Kadar Protein Total dan Non Protein Nitrogen Pada Pakkat (Calamus caesius Blume.) dengan Metode Kjeldahl

Analisis Kadar Protein Total dan Non Protein Nitrogen Pada Pakkat (Calamus caesius Blume.) dengan Metode Kjeldahl

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT atas segala limpahan berkat, rahmat dan karuniaNya sehingga penulis dapat menyelesaikan penelitian dan penyusunan skripsi ini. Skripsi ini disusun untuk melengkapi salah satu syarat mencapai gelar Sarjana Farmasi pada Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara yang berjudul “Analisis Kadar Protein Total dan Non Protein Nitrogen Pada Pakkat (Calamus caesius Blume.) dengan Metode Kjeldahl”.

18 Baca lebih lajut

Analisis Kadar Protein Total Dan Non Protein Nitrogen Pada Air Dan Daging Buah Kelapa   (Cocos Nucifera L.) Dengan Metode Kjeldahl

Analisis Kadar Protein Total Dan Non Protein Nitrogen Pada Air Dan Daging Buah Kelapa (Cocos Nucifera L.) Dengan Metode Kjeldahl

Apabila diperhatikan kadar protein total, protein murni, dan kadar NPN pada air kelapa lebih kecil dibandingkan pada daging kelapa baik muda dan tua. Hal tersebut kemungkinan besar disebabkan berpindahnya zat-zat gizi seperti asam nukleat bebas dan sel-sel lain yang mengandung unsur nitrogen ke bagian endokarp untuk membentuk daging kelapa (endosperm) sehingga kadar nitrogen pada air kelapa menjadi berkurang. Menurut Janick dan Paull (2008), endosperm merupakan bagian yang berkembang paling terakhir dan bermula dari cairan yang mengandung asam nukleat bebas dan beberapa sel. Sel-sel ini berkoalesensi menuju perifer dari bungkus embrio pada endokarp sekitar tujuh bulan setelah pembuahan. Penambahan sel yang terbentuk dan menempel pada endokarp menghasilkan endospermium perifer seluler yang awalnya transparan dan seperti jelly, mengeras menjadi daging berwarna putih setelah 11 bulan.
Baca lebih lanjut

192 Baca lebih lajut

Analisis Kadar Protein Total dan Non Protein Nitrogen Pada Pakkat (Calamus caesius Blume.) dengan Metode Kjeldahl

Analisis Kadar Protein Total dan Non Protein Nitrogen Pada Pakkat (Calamus caesius Blume.) dengan Metode Kjeldahl

Gambar 4.3 Diagram Batang Rerata Kadar NPN terhadap N-Total Sampel Berdasarkan diagram di atas kadar protein total, protein murni, dan kadar NPN pada pakkat rebus lebih kecil dibandingkan pada pakkat segar dan pakkat bakar. Hal tersebut kemungkinan besar disebabkan karena adanya pengaruh perlakuan berupa pembakaran dan perebusan. Perlakuan panas pada makanan akan meningkatkan kelarutan protein terutama ketika dipanggang atau direbus. Banyak agensia yang dapat menyebabkan perubahan sifat alamiah protein misalnya panas, asam, basa, logam berat (Womeni, dkk., 2012; Sudarmadji, dkk., 1989).
Baca lebih lanjut

137 Baca lebih lajut

PERBEDAAN KADAR PROTEIN TOTAL ANTARA PENGGIAT BODYBUILDING DENGAN PENGGIAT SENAM AEROBIK

PERBEDAAN KADAR PROTEIN TOTAL ANTARA PENGGIAT BODYBUILDING DENGAN PENGGIAT SENAM AEROBIK

normal 6.0-8.0 gr/dl. Pencernaan Protein dimulai di dalam lambung, di lambung pepsin menguraikan beberapa ikatan peptida, kemudian pencernaan akhir asam amino terjadi di tiga tempat: lumen usus halus, brush border, dan sitoplasma sel-sel mukosa 11 . Metabolisme protein berlanjut di organ hati, hadi berperan dalam mengolah, menyintesis, dan memetabolisme berbagai zat, salah satu zat yang dimetabolisme adalah protein. Fungsi hati sebagai metabolisme protein diantaranya adalah deaminasi asam amino, pembentukan ureum untuk mengeluarkan ammonia dari cairan tubuh, pembentukan protein plasma, dan sistesis senyawa lain dari asam amino. Organ hati menghasilkan kira- kira 90% dari semua protein plasma, kecuali gamma globulin. Gamma globulin adalah antibody yang
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Analisis Kadar Protein Total dan Non Protein Nitrogen Pada Pakkat (Calamus caesius Blume.) dengan Metode Kjeldahl

Analisis Kadar Protein Total dan Non Protein Nitrogen Pada Pakkat (Calamus caesius Blume.) dengan Metode Kjeldahl

Keuntungan analisis dengan pereaksi Bradford adalah cepat (reaksi hanya berlangsung selama 2 menit), reprodusibel, sensitif, tidak mengalami gangguan oleh ammonium sulfat, polifenol, karbohidrat atau kation-kation seperti K + , Na + , dan Mg 2+ . Kerugiannya adalah analisis ini terganggu oleh adanya deterjen nonionik dan ionik, kompleks warna-protein dapat bereaksi dengan kuvet kuarsa (harus menggunakan kuvet kaca atau plastik), warna berbeda tergantung pada jenis protein sehingga protein standar harus dipilih dengan hati-hati (Chang, 2003).

18 Baca lebih lajut

422 Nurmalia G2C007052

422 Nurmalia G2C007052

Uji normalitas data terhadap semua variabel dilakukan untuk mengetahui kenormalan data menggunakan Saphiro Wilk karena umlah sampel kurang dari 50. Pengaruh berbagai persentase jamur tiram (Pleurotus ostreatus) sebagai bahan baku serta nugget kontrol terhadap kadar lemak total, kadar protein total, dan daya terima nugget diuji menggunakan uji statistik Kruskal-Wallis dengan derajat kepercayaan 95% karena data tidak berdistribusi normal, dilanjutkan uji lanjut non parametrik dengan uji Mann-Whitney untuk mengetahui beda nyata antar perlakuan. Kadar serat total nugget diuji menggunakan uji statistik One Way ANOVA (Analysis Of Variance) dengan derajat kepercayaan 95% dilanjutkan dengan uji lanjut dengan uji Tukey untuk mengetahui beda nyata antar perlakuan.
Baca lebih lanjut

35 Baca lebih lajut

Faktor Asupan Zat Gizi yang Berhubungan Kadar Asam Urat Darah Wanita Postmenopause - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Faktor Asupan Zat Gizi yang Berhubungan Kadar Asam Urat Darah Wanita Postmenopause - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Bahan makanan sumber protein hewani memiliki kandungan purin tinggi yang dapat meningkatkan kadar asam urat dalam urin sebesar 0,5-7,5 g/ml. 23 Hal ini sesuai dengan analisis bivariat yang menunjukkan adanya hubungan antara asupan protein hewani dan kadar asam urat darah wanita postmenopause ( p value = 0,007 ; r = 0,322). Protein hewani merupakan salah satu sumber protein yang mengandung semua jenis asam amino esensial dalam proporsi sesuai kebutuhan sehingga memiliki bioavailabilitas atau daya cerna yang tinggi yaitu 90-99%. 24 Bioavailabilitas yang tinggi pada protein hewani menjadikannya banyak dipilih sebagai sumber protein dalam diet sehari-hari berupa ikan, daging, susu dan telur. Namun sebuah studi kohort selama 12 tahun pada pria menunjukkan adanya asupan daging dalam diet setiap hari dapat meningkatan risiko gout sebanyak 21%, sedangkan asupan seafood dapat meningkatkan risiko sebanyak 7%, dimana daging dan seafood memiliki kandungan purin antara 100-400 mg/100 gram bahan makanan. 22 Hal serupa ditunjukkan pada penelitian yang dilakukan di kota Batu, Malang pada tahun 2011 yang menunjukkan adanya pengaruh asupan protein hewani yang tinggi dengan risiko gout. 25 Hasil penelitian menunjukkan semakin tinggi asupan protein khususnya protein hewani maka akan semakin tinggi pula kadar asam urat darah.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Studi Pembuatan Yoghurt Bengkuang Instan Dengan Berbagai Konsentrasi Susu Bubuk Dan Starter

Studi Pembuatan Yoghurt Bengkuang Instan Dengan Berbagai Konsentrasi Susu Bubuk Dan Starter

total padatan terlarut meningkat yang dapat berkontribusi terhadap daya larut yoghurt bengkuang instan ini. Hal ini sesuai dengan pernyataan Hidayat, dkk. (2006) yang menyatakan bahwa aktivitas enzim proteolitik dari Lb. bulgaricus menyebabkan terurainya protein susu, menghasilkan asam-asam amino dan peptida-peptida yang akan menstimulasi pertumbuhan Streptococcus. Lactobacillus juga akan menguraikan lemak, menghasilkan asam-asam lemak yang memberikan flavor khas pada produk akhir yoghurt. Trigliserida akan berubah menjadi digliserida maupun monogliserida yang berat molekulnya lebih rendah dari sebelumnya, yang diduga inilah yang menyebabkan cenderung meningkatnya daya larut yoghurt bengkuang instan.
Baca lebih lanjut

101 Baca lebih lajut

Karakteristik Sifat Fisik, Kimia, Dan Sensori Flakes Breakfast Cereal Dari Tepung Komposit (Tepung Mocaf, Tepung Jagung Dan Tepung Kacang Merah)

Karakteristik Sifat Fisik, Kimia, Dan Sensori Flakes Breakfast Cereal Dari Tepung Komposit (Tepung Mocaf, Tepung Jagung Dan Tepung Kacang Merah)

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung mocaf, tepung jagung dan tepung kacang merah terhadap mutu flakes yang dihasilkan. Penelitian ini terdiri dari 2 tahap. Tahap I merupakan pembuatan flakes dari tepung komposit(tepung mocaf, tepung jagung, dan tepung kacang merah) dan dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) 1 faktor, dengan perbandingan tepung mocaf dan tepung jagung serta penambahan tepung kacang merah (P): 70%:25%:5%, 65%:30%:5%, 60%:35%:5%, 55%:40%:5%, 50%:45%:5%, 45%:50%:5%, 40%:55%:5%, 35%:60%:5%, 30%:65%:5%, 25%:70%:5%. Adapun parameter yang dianalisis pada tahap I ialah kadar air (%), kadar abu (%), kadar lemak (%), kadar protein (%), kadar serat (%), total karbohidrat (%), uji warna (L), uji warna (°Hue), uji ketahanan kerenyahan dalam susu (detik), uji tingkat rehidrasi (%), uji tekstur (kg/cm 2 ), dan nilai uji organoleptik (warna, aroma, rasa, tekstur, dan skor tekstur). Tahap II meliputi pengujian mutu flakes dengan perlakuan terbaik dibandingkan dengan kontrol. Perlakuan terbaik diperoleh pada flakes dengan komposisi 25%:70%:5%. Parameter yang diuji adalah kadar air (%), kadar abu (%), kadar lemak (%), kadar protein (%), kadar serat (%), total karbohidrat (%), uji warna (L) (%), uji warna (°Hue) (%), uji ketahanan kerenyahan dalam susu (detik), uji tingkat rehidrasi (%), uji tekstur (kg/cm 2 ), dan nilai uji organoleptik (warna, aroma, rasa, tekstur, dan skor tekstur).
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Karakteristik Dadih dengan Bahan Baku Susu dan Starter yang Berbeda

Karakteristik Dadih dengan Bahan Baku Susu dan Starter yang Berbeda

Dadih merupakan salah satu susu fermentasi yang berasal dari Sumatra Barat yang dibuat dengan cara menuangkan susu kerbau segar ke dalam batang bambu dan diinkubasi pada suhu ruang selama dua hari. Pengembangan dadih di Indonesia menghadapi beberapa kendala, terutama dalam hal ketersediaan susu kerbau. Hasil ternak perah lain seperti susu sapi dan kambing berpotensi untuk menggantikan susu kerbau. Tujuan penelitian ini adalah mempelajari karakteristik dadih yang dibuat dari dua jenis susu (susu sapi dan kambing) dan tiga jenis starter yang berbeda (Starter dadih, Lactobacillus plantarum, Lactobacillus plantarum+Lactobacillus rhamnosus). Hasil analisis ragam menunjukan bahwa susu dan starter yang berbeda tidak mempengaruhi (P>0.05) kadar protein, kadar air, kadar abu, dan total plate count dadih, namun starter yang berbeda berpengaruh nyata (P<0.05) terhadap kadar lemak dan total bakteri asam laktat (BAL) serta berpengaruh sangat nyata (P<0.01) terhadap aktivitas daya hambat terhadap Escherichia coli, viskositas, pH, dan total asam tertitrasi. Jenis susu yang berbeda tidak berpengaruh nyata (P>0.05) terhadap aktivitas daya hambat terhadap E. coli, viskositas, dan kadar lemak dadih namun berpengaruh sangat nyata (P<0.01) terhadap total BAL, pH, dan total asam tertitrasi. Dadih susu sapi dan kambing yang dihasilkan memiliki kualitas nutrisi yang tidak berbeda nyata dan dadih yang dihasilkan dengan starter campuran (L. plantarum+ L. rhamnosus) memiliki jumlah BAL, viskositas, dan aktivitas daya hambat terhadap E. coli yang nyata lebih tinggi dibandingkan dadih dengan starter tunggal.
Baca lebih lanjut

30 Baca lebih lajut

bab 02 pengujian bahan pangan

bab 02 pengujian bahan pangan

Prinsip analisis kadar protein adalah penetapan nilai protein kasar dilakukan secara tidak langsung, karena analisis ini didasarkan pada penentuan kadar nitrogen yang terdapat dalam bahan. Kandungan nitrogen yang diperoleh dikalikan dengan angka 6,25 sebagai angka konversi menjadi nilai protein. Nilai 6,25 diperoleh dari asumsi bahwa protein mengandung 16% nitrogen(perbandingan protein : nitrogen =100 :16 = 6,25:1). Penentuan nitrogen dalam analisis ini melalui tiga tahapan analis kimia:

Baca lebih lajut

Karakteristik Sifat Fisik, Kimia, Dan Sensori Flakes Breakfast Cereal Dari Tepung Komposit (Tepung Mocaf, Tepung Jagung Dan Tepung Kacang Merah)

Karakteristik Sifat Fisik, Kimia, Dan Sensori Flakes Breakfast Cereal Dari Tepung Komposit (Tepung Mocaf, Tepung Jagung Dan Tepung Kacang Merah)

Hasil penelitian pada tahap I menunjukkan bahwa perbandingan tepung mocaf dan tepung jagung serta penambahan tepung kacang merah memberikan pengaruh berbeda tidak nyata pada kadar air, namun berbeda nyata pada kadar lemak dan berbeda sangat nyata pada parameter lainnya. Hasil akhir dari tahap II ialah ditemukan adanya perbedaan antara flakes perlakuan terbaik dengan flakes kontrol, dan pada karakteristik kimia dan sensori, flakes dengan perlakuan terbaik yang lebih unggul.

Baca lebih lajut

PEMBUATAN SAUS KUPANG MERAH (Musculita senhausia) DENGAN PERLAKUAN KONSENTRASI ASAM SITRAT DAN LAMA PERENDAMAN.

PEMBUATAN SAUS KUPANG MERAH (Musculita senhausia) DENGAN PERLAKUAN KONSENTRASI ASAM SITRAT DAN LAMA PERENDAMAN.

Hasil analisa bahan awal menunjukkan bahwa kupang merah mengandung kadar Cd yang lebih tinggi dibandingkan yang ada di literatur. Ini disebabkan karena kupang mempunyai sifat hidup yang menetap, lambat untuk menghindari diri dari pencemaran dan mempunyai toleransi yang tinggi terhadap konsentrasi logam tertentu sehingga dapat mengakumulasi logam lebih besar dari hewan air lainnya (Darmono, 2001). Untuk itu perlu dilakukan upaya untuk penurunan logam berat Cd pada tubuh kupang yaitu dengan cara perlakuan konsentrasi asam sitrat dan lama perendaman, karena asam sitrat berfungsi sebagai chelating agent (mengikat logam).
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

V. SIMPULAN DAN SARAN  KUALITAS MINUMAN PROBIOTIK EKSTRAK MAHKOTA DAN KELOPAK BUNGA ROSELLA (Hibiscus sabdariffa L.).

V. SIMPULAN DAN SARAN KUALITAS MINUMAN PROBIOTIK EKSTRAK MAHKOTA DAN KELOPAK BUNGA ROSELLA (Hibiscus sabdariffa L.).

1. Variasi konsentrasi ekstrak mahkota dan kelopak bunga rosella (25, 50, dan 75%) memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap kadar abu, kadar protein, total antosianin, total asam, pH, dan viabilitas BAL, tetapi tidak memberikan pengaruh beda nyata terhadap kadar lemak, warna, dan keberadaan Salmonella di dalam produk.

29 Baca lebih lajut

Profil Protein Terlarut Pada Berbagai Pelarut Dari 7 Macam Kacang-Kacangan

Profil Protein Terlarut Pada Berbagai Pelarut Dari 7 Macam Kacang-Kacangan

Segala puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, Rabb semesta alam yang telah memberikan begitu banyak nikmat dan kemudahan sehingga kegiatan penelitian ini dapat diselesaikan. Shalawat serta salam semoga selalu tercurah limpah kepada Rasulullah SAW, keluarga dan sahabat beliau, serta pengikutnya hingga akhir jaman. Kegiatan penelitian ini dilaksanakan dari bulan Februari sampai Juni 2012 bertempat di Laboratorium Penelitian Balai Besar Pascapanen Pertanian Cimanggu, Laboratorium Terpadu IPB Baranang Siang, dan Laboratorium Departemen Biokimia IPB Dramaga dengan judul Penentuan Protein Terlarut dari Berbagai Macam Pelarut Pada 7 Macam Kacang-Kacangan.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Pengaruh Konsentrasi Subletal Deltametrin terhadap Nutrisi dan Pertumbuhan Tanaman Padi | Ratna | Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia 9811 17906 1 PB

Pengaruh Konsentrasi Subletal Deltametrin terhadap Nutrisi dan Pertumbuhan Tanaman Padi | Ratna | Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia 9811 17906 1 PB

(Fukumorita & Chino, 1982). Oleh karena floem padi memiliki nutrisi yang rendah dan wereng batang (planthoppers) memiliki laju konversi rendah (5−7%) dibandingkan laju konversi herbivora lainnya (40−90%), maka wereng batang perlu mengisap cairan floem dalam jumlah besar (Slansky & Scriber, 1985 cit. Lu & Heong, 2009). Pada aplikasi satu kali (50 hst) dan dua kali (26 dan 50 hst), tidak terdapat perbedaan yang nyata total klorofil, total nitrogen, total protein, total gula, dan sukrosa tanaman setelah aplikasi deltametrin, buprofezin, atau tanpa aplikasi insektisida. Total gula reduksi tidak berbeda nyata antara aplikasi deltametrin satu kali, dua kali, dan tanpa aplikasi in- sektisida, tetapi ketiganya lebih rendah dan berbeda nyata dengan aplikasi buprofezin satu dan dua kali (Tabel 1). Buprofezin merupakan insektisida selek- tif yang tergolong dalam Insect Growth Regulators (IGR) dan memiliki residu yang rendah. Peningkat-
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...