Perusahaan Pengangkutan Darat

Top PDF Perusahaan Pengangkutan Darat:

Tinjauan Yuridis Terhadap Perjanjian Kerjasama Perusahaan Pengangkutan Darat Dengan Perusahaan Pabrik Kelapa Sawit (Study Pengangkutan CPO di Bagan Batu)

Tinjauan Yuridis Terhadap Perjanjian Kerjasama Perusahaan Pengangkutan Darat Dengan Perusahaan Pabrik Kelapa Sawit (Study Pengangkutan CPO di Bagan Batu)

Namun di suatu daerah yang bernama Bagan Batu, terdapat satu perusahaan pengangkutan darat yang melakukan kerjasama dengan perusahaan pabrik kelapa sawit, sehingga timbul pertanyaan bagaimana bentuk perjanjian antara pengangkutan darat tersebut dengan perusahaan pabrik kelapa sawit serta bagaimana perihal pelaksanaan pengangkutannya. Bagaimana pula mengenai tanggung jawab yang dibebani kepada perusahaan pengangkutan darat dan perusahaan pabrik kelapa sawit serta perihal pemberian ganti rugi atas terjadinya kerugian atau kehilangan barang oleh perusahaan pengangkutan. Hal inilah yang menjadi latar belakang dari penulisan skripsi yang diberi judul “ Tinjauan Yuridis terhadap Perjanjian Kerjasama Perusahaan Pengangkutan Darat dengan Perusahaan Pabrik Kelapa Sawit”.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Tinjauan Yuridis Terhadap Perjanjian Kerjasama Perusahaan Pengangkutan Darat Dengan Perusahaan Pabrik Kelapa Sawit (Study Pengangkutan CPO di Bagan Batu)

Tinjauan Yuridis Terhadap Perjanjian Kerjasama Perusahaan Pengangkutan Darat Dengan Perusahaan Pabrik Kelapa Sawit (Study Pengangkutan CPO di Bagan Batu)

Metode penelitian yang digunakan dalam penulisan skripsi dan penelitian ini dengan cara yuridis normatif, yaitu dengan melihat bagaimana aturan hukum mengenai perjanjian serta asas yang terkandung di dalamnya dan perjanjian kerjasama, dan dibantu dengan yuridis empiris melalui wawancara dengan pengurus PT. X (Perusahaan Pengangkutan Darat di Bagan Batu) untuk mempertanyakan bagaimana bentuk perjanjian kerjasama antara perusahaan pengangkutan darat dengan pabrik kelapa sawit di daerah Bagan Batu. Pasal 1320 KUHPerdata menentukan syarat sahnya perjanjian: sepakat mereka yang mengikatkan dirinya, kecakapan untuk membuat suatu perjanjian, suatu hal tertentu, suatu sebab yang halal. Sebagaimana norma lain yang berlaku, norma pengawasan pelaksanaan perjanjian di bidang pengangkutan terhadap perusahaan terdiri dari norma tertulis dan tidak tertulis. Norma tertulis pada umumnya adalah norma yang bersifat operasional yaitu yang telah dirumuskan dan dituangkan dalam peraturan perundang-undangan yaitu berupa undang-undang, peraturan, pedoman, petunjuk dan bentuk produk lainnya. Sedangkan norma tidak tertulis pada umumnya adalah norma yang bersifat ideal, yaitu tersirat dalam pengertian tentang hakikat, filosofi, etika, profesionalisme dalam bidang pengadaan barang dan jasa.
Baca lebih lanjut

99 Baca lebih lajut

Tinjauan Yuridis Terhadap Perjanjian Kerjasama Perusahaan Pengangkutan Darat Dengan Perusahaan Pabrik Kelapa Sawit (Study Pengangkutan CPO di Bagan Batu)

Tinjauan Yuridis Terhadap Perjanjian Kerjasama Perusahaan Pengangkutan Darat Dengan Perusahaan Pabrik Kelapa Sawit (Study Pengangkutan CPO di Bagan Batu)

Metode penelitian yang digunakan dalam penulisan skripsi dan penelitian ini dengan cara yuridis normatif, yaitu dengan melihat bagaimana aturan hukum mengenai perjanjian serta asas yang terkandung di dalamnya dan perjanjian kerjasama, dan dibantu dengan yuridis empiris melalui wawancara dengan pengurus PT. X (Perusahaan Pengangkutan Darat di Bagan Batu) untuk mempertanyakan bagaimana bentuk perjanjian kerjasama antara perusahaan pengangkutan darat dengan pabrik kelapa sawit di daerah Bagan Batu. Pasal 1320 KUHPerdata menentukan syarat sahnya perjanjian: sepakat mereka yang mengikatkan dirinya, kecakapan untuk membuat suatu perjanjian, suatu hal tertentu, suatu sebab yang halal. Sebagaimana norma lain yang berlaku, norma pengawasan pelaksanaan perjanjian di bidang pengangkutan terhadap perusahaan terdiri dari norma tertulis dan tidak tertulis. Norma tertulis pada umumnya adalah norma yang bersifat operasional yaitu yang telah dirumuskan dan dituangkan dalam peraturan perundang-undangan yaitu berupa undang-undang, peraturan, pedoman, petunjuk dan bentuk produk lainnya. Sedangkan norma tidak tertulis pada umumnya adalah norma yang bersifat ideal, yaitu tersirat dalam pengertian tentang hakikat, filosofi, etika, profesionalisme dalam bidang pengadaan barang dan jasa.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Tinjauan Yuridis Terhadap Perjanjian Kerjasama Perusahaan Pengangkutan Darat Dengan Perusahaan Pabrik Kelapa Sawit (Study Pengangkutan CPO di Bagan Batu)

Tinjauan Yuridis Terhadap Perjanjian Kerjasama Perusahaan Pengangkutan Darat Dengan Perusahaan Pabrik Kelapa Sawit (Study Pengangkutan CPO di Bagan Batu)

Perjanjian pengangkutan merupakan perjanjian consensuil (timbal balik) dimana pihak pengangkut mengikatkan diri untuk menyelenggarakan pengangkutan barang dari suatu tempat ke tempat tujuan tertentu dan pengirim barang membayar biaya atau ongkos angkutan sebagaimana yang disetujui bersama. Akan tetapi di suatu daerah di Provinsi Riau terdapat sebuah perusahaan pengangkutan yang tidak memiliki/mengikuti bagaimana bentuk perjanjian yang sebaiknya dibuat pada saat akan saling mengikatkan diri terhadap suatu perjanjian kerjasama. Oleh sebab itu skripsi ini diberi judul “Tinjauan Yuridis Terhadap Perjanjian Kerjasama Perusahaan Pengangkutan Darat Dengan Perusahaan Pabrik Kelapa Sawit (Study Pengangkutan CPO di Bagan Batu).”
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

Tinjauan Yuridis Terhadap Perjanjian Kerjasama Perusahaan Pengangkutan Darat Dengan Perusahaan Pabrik Kelapa Sawit (Study Pengangkutan CPO di Bagan Batu)

Tinjauan Yuridis Terhadap Perjanjian Kerjasama Perusahaan Pengangkutan Darat Dengan Perusahaan Pabrik Kelapa Sawit (Study Pengangkutan CPO di Bagan Batu)

“Perjanjian kerja bersama dirundingkan oleh serikat pekerja/buruh yang telah tercatat pada instansi yang bertanggung jawab dibidang ketenagakerjaan dengan pengusaha atau beberapa pengusaha. Perundingan perjanjian kerja bersama harus didasari itikad baik dan kemauan kedua belah pihak. Meskipun perusahaan pada dasarnya memiliki posisi lebih dominan dibandingkan dengan serikat buruh, tetapi perusahaan harus memberikan kesempatan dan ruang kepada serikat pekerja dalam menyampaikna aspirasinya sebab aspirasi dari serikat pekerja mencerminkan aspirasi para buruh yang diwakilinya. Perundingan perjanjian kerja bersama dilakukan secara musyawarah untuk mufakat.
Baca lebih lanjut

27 Baca lebih lajut

Tinjauan Yuridis Terhadap Perjanjian Kerjasama Perusahaan Pengangkutan Darat Dengan Perusahaan Pabrik Kelapa Sawit (Study Pengangkutan CPO di Bagan Batu)

Tinjauan Yuridis Terhadap Perjanjian Kerjasama Perusahaan Pengangkutan Darat Dengan Perusahaan Pabrik Kelapa Sawit (Study Pengangkutan CPO di Bagan Batu)

Watni, Syaiful, 2006, Penelitian Tentang Aspek Hukum Tanggung Jawab Pengangkut Dalam Sistem Pengangkutan Multimoda.. Widjaya, I.G.Rai, 2003, Merangcang Suatu Kontrak.[r]

2 Baca lebih lajut

Bahan Analisa Pembuatan Industri

Bahan Analisa Pembuatan Industri

Kesempatan ini tidak mungkin diberikan oleh kota kecil seperti Bangil, Ungaran, dan lain sebagainya. Gejala ini yang disebut unsur-unsur yang berkenaan dengan peningkatan pendapatan yang merupakan agglomeration economies dan berlaku umum bagi perusahaan manapun. 5. Faktor pribadi yang berpengaruh terhadap penurunan biaya dan peningkatan pendapatan Hubungan pribadi memberikan peluang yang tidak kecil terhadap peningkatan pendapatan. 6. Pertimbangan pribadi Kadang pertimbangan pribadi tampak bertentangan dengan tingkah laku mengejar keuntungan. Misalnya lokasi pabrik kretek Gudang Garam di Kediri. Di Kediri tidak terdapat tembakau, jadi lokasi tidak berorientasi pada bahan baku. Tenaga pada waktu berdiri juga tidak lebih banyak dan lebih terampil dibandingkan dengan di Blitar, jadi tidak berorientasi pada tenaga. Begitu juga dengan pasar, tidak lebih dari satu persen yang dikonsumsi di Kediri. Lokasi pabrik itu mempunyai arti tersendiri bagi pemiliknya. Oleh karena itu pemiliknya bersedia membayar harga sebagai inputed cost. Gejala demikian tidak sedikit
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

Sistem Pengendalian Internal Gaji Dan Upah Pada PT Usaha Pengangkutan Kurnia Medan

Sistem Pengendalian Internal Gaji Dan Upah Pada PT Usaha Pengangkutan Kurnia Medan

Puji dan syukur kehadirat Allah SWT atas limpahan rahmat dan karunia- nya hingga penulis dapoat meneylesaikan Tugas Akhir yang berjudul “Sistem Pengendalian Internal Gaji dan Upah Pada PT. Usaha Pengangkutan Kurnia Medan ’’ ini dengan baik, guna salah satu syarat untuk memenuhi syarat untuk menyelesaikan pendidikan pada Program Diploma III Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.

45 Baca lebih lajut

Sistem Pengendalian Internal Gaji Dan Upah Pada PT Usaha Pengangkutan Kurnia Medan

Sistem Pengendalian Internal Gaji Dan Upah Pada PT Usaha Pengangkutan Kurnia Medan

Puji dan syukur kehadirat Allah SWT atas limpahan rahmat dan karunia- nya hingga penulis dapoat meneylesaikan Tugas Akhir yang berjudul “Sistem Pengendalian Internal Gaji dan Upah Pada PT. Usaha Pengangkutan Kurnia Medan ’’ ini dengan baik, guna salah satu syarat untuk memenuhi syarat untuk menyelesaikan pendidikan pada Program Diploma III Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.

45 Baca lebih lajut

TANGGUNGJAWAB PERUSAHAAN JASA PENGANGKUTAN  DALAM PENGIRIMAN BARANG  Tanggungjawab Perusahaan Jasa Pengangkutan Dalam Pengiriman Barang (Studi Di Surakarta).

TANGGUNGJAWAB PERUSAHAAN JASA PENGANGKUTAN DALAM PENGIRIMAN BARANG Tanggungjawab Perusahaan Jasa Pengangkutan Dalam Pengiriman Barang (Studi Di Surakarta).

Dilingkungan masyarakat kita kebutuhan akan barang yang diinginkan dari suatu tempat yang berbeda dengan tempat tinggal atau pengiriman atas barang dari seseorang kepada pihak lain, dapatlah dipenuhi dengan menggunakan jasa pengiriman barang. Pengiriman barang tersebut memerlukan adanya kesepakatan tentang hal-hal yang berhubungan dengan pengiriman barang tertentu, mulai dari jenis barang yang dikirim, tingkat risiko, ongkos pengiriman dan masalah keadministrasian serta sanksi yang mungkin terjadi wanprestasi oleh para pihak. Dalam tulisan ini akan membahas tentang bagaimana perjanjian yang akan dibuat antara para pihak dalam pengiriman barang serta sejauh mana tanggungjawab perusahaan jasa pengangkutan atas barang yang dikirim melalui perusahaan tersebut. PT Pos Indonesia, JNE dan Lion Cargo sebagai perusahaan jasa pengangkutan barang menawarkan jasa diantaranya adalah jasa pengiriman barang/paket, dokumen. Dalam kegiatannya pengiriman barang/paket tersebut meliputi beberapa pihak yang terlibat yaitu: Pihak Pengirim, Pihak PT.Pos Indonesia, JNE dan Lion Cargo, Pihak Pengangkut dan Asuransi. Dalam menjamin hak dan kewajiban para pihak maka para pihak tersebut mengadakan hubungan hukum yang berupa suatu perjanjian. Perjanjian yang dibuat oleh para pihak adalah perjanjian timbal balik , dimana hak salah satu pihak menjadi kewajiban pihak yang lainnya. Sedangkan Perjanjian-perjanjian yang dibuat oleh Perusahaan Jasa Pengangkutan tersebut adalah Perjanjian Timbal Balik yang bersifat baku (isi perjanjian telah tertulis didalam blangko/resi). Perjanjian Timbal Balik ini yang melibatkan para pihak tersebut dengan tujuan untuk memberikan kepastian hukum apabila sewaktu-waktu terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

TANGGUNGJAWAB PERUSAHAAN JASA PENGANGKUTAN  DALAM PENGIRIMAN BARANG  Tanggungjawab Perusahaan Jasa Pengangkutan Dalam Pengiriman Barang (Studi Di Surakarta).

TANGGUNGJAWAB PERUSAHAAN JASA PENGANGKUTAN DALAM PENGIRIMAN BARANG Tanggungjawab Perusahaan Jasa Pengangkutan Dalam Pengiriman Barang (Studi Di Surakarta).

Di lingkungan masyarakat kita kebutuhan akan barang yang diinginkan dari suatu tempat yang berbeda dengan tempat tinggal atau pengiriman atas barang dari seseorang kepada pihak lain, dapatlah dipenuhi dengan menggunakan jasa pengiriman barang. Pengiriman barang tersebut memerlukan adanya kesepakatan tentang hal-hal yang berhubungan dengan pengiriman barang tertentu, mulai dari jenis barang yang dikirim, tingkat risiko, ongkos pengiriman dan masalah keadministrasian serta sanksi yang mungkin terjadi wanprestasi oleh para pihak. Dalam tulisan ini akan membahas tentang bagaimana perjanjian yang akan dibuat antara para pihak dalam pengiriman barang serta sejauh mana tanggungjawab perusahaan jasa pengangkutan atas barang yang dikirim melalui perusahaan tersebut. PT Pos Indonesia, JNE dan Lion Cargo sebagai perusahaan jasa pengangkutan barang menawarkan jasa diantaranya adalah jasa pengiriman barang/paket, dokumen. Dalam kegiatannya pengiriman barang/paket tersebut meliputi beberapa pihak yang terlibat yaitu: Pihak Pengirim, Pihak PT Pos Indonesia, JNE dan Lion Cargo, Pihak Pengangkut dan Asuransi. Dalam menjamin hak dan kewajiban para pihak maka para pihak tersebut mengadakan hubungan hukum yang berupa suatu perjanjian. Perjanjian yang dibuat oleh para pihak adalah perjanjian timbal balik, dimana hak salah satu pihak menjadi kewajiban pihak yang lainnya. Sedangkan Perjanjian-perjanjian yang dibuat oleh Perusahaan Jasa Pengangkutan tersebut adalah Perjanjian Timbal Balik yang bersifat baku (isi perjanjian telah tertulis didalam blangko/resi). Perjanjian Timbal Balik ini yang melibatkan para pihak tersebut dengan tujuan untuk memberikan kepastian hukum apabila sewaktu-waktu terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Sistem Pengendalian Internal Gaji Dan Upah Pada PT Usaha Pengangkutan Kurnia Medan

Sistem Pengendalian Internal Gaji Dan Upah Pada PT Usaha Pengangkutan Kurnia Medan

Setiap perusahaan mempunyai tujuan tertentu untuk memperoleh laba yang maksimum.Untuk itu ,perusahaan dalam melaksanakan kegiatan usahanya sangat membutuhkan tenaga kerja.Perusahaan juga harus dapat bersaing dan mengoptimalkan seluruh sumber daya yang dimilikinya.Berhasil atau tidak suatu perusahaan di pengaruhi beberapa faktor yang digunakan perusahaan,misalnya :modal,tenaga kerja,mesin,dan kewirausahaan.

5 Baca lebih lajut

Pelaksanaan Angkutan Barang Dengan Peti Kemas Ditinjau Dari Aspek Yuridis (Studi pada PT Masaji Tatanan Container dan PT Silkargo Indonesia)

Pelaksanaan Angkutan Barang Dengan Peti Kemas Ditinjau Dari Aspek Yuridis (Studi pada PT Masaji Tatanan Container dan PT Silkargo Indonesia)

Apabila seorang eksportir mengirimkan barang ekspornya secara penuh untuk satu unit peti kemas, maka yang bersangkutan akan menerima satu unit peti kemas yang berisi khusus komoditi ekspor miliknya. Peti kemas yang diisi secara penuh dengan barang muatan oleh seorang shipper/eksportir maka peti kemas tersebut disebut sebagai Full Container Load (FCL). Sebaliknya apabila shipper/eksportir tidak secara penuh mengisi komoditi ekspornya, maka pengisian tersebut dikenal dengan sebutan Less Container Load (LCL). Prosedur untuk penerimaan barang-barang impor pada CFS dapat dilaksanakan apabila barang- barang impor tersebut syarat pengangkutan/pengiriman barangnya yang berada didalam peti kemas adalah atas dasar CFS/CFS atau CFS/CY artinya bahwa barang muatan tersebut dapat diambil oleh Perusahaan Pelayaran dari CFS atau dari Container Yard (CY) di luar negeri dan harus diserahkan sampai di muka
Baca lebih lanjut

106 Baca lebih lajut

Tinjauan Yuridis Pertanggungjawaban Agen Dalam Perjanjian Jual Beli Gas Elpiji (Studi Pada Pt.Pertamina Dan Pt.Rasita Mulia)

Tinjauan Yuridis Pertanggungjawaban Agen Dalam Perjanjian Jual Beli Gas Elpiji (Studi Pada Pt.Pertamina Dan Pt.Rasita Mulia)

Pertamina, 2009, Pedoman Teknis Transportasi Elpiji dengan moda angkutan darat Samuel Ramuka, 2012, Jenis jenis perjanjian dalam hukum pengangkutan yaitu shareilmu.wordpress.com/2012/02[r]

3 Baca lebih lajut

Perlindungan Hukum terhadap Penumpang sebagai Pengguna Jasa Angkutan Umum pada Pengangkutan Darat (Studi pada CV. PAS Transport)

Perlindungan Hukum terhadap Penumpang sebagai Pengguna Jasa Angkutan Umum pada Pengangkutan Darat (Studi pada CV. PAS Transport)

Keberadaan kegiatan pengangkutan tidak dapat dipisahkan dari kegiatan atau aktivitas kehidupan sehari-hari, bahkan salah satu barometer penentu kemajuan kehidupan dan peradaban suatu masyarakat adalah kemajuan dan perkembangan kegiatan maupun teknologi yang dipergunakan masyarakat tersebut dalam kegiatan pengangkutan. Penulis membuat skripsi dengan judul , “Perlindungan Hukum terhadap Penumpang sebagai Pengguna Jasa Angkutan Umum pada Pengangkutan Darat (Studi pada CV. PAS Transport)”. Permasalahan dalam skripsi ini adalah bagaimana peran CV. PAS Transportsebagai pihak penyedia jasa angkutan umum pada pengangkutan darat, tanggung jawab CV. PAS Transportkepada penumpang dalam hal terjadi kehilangan, kerusakan atau cacat pada barang serta kecelakaan terhadap penumpang berdasarkan UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, KUH Perdata dan KUHD serta bentuk penyelesaian sengketa yang dapat ditempuh jika terjadi perselisihan antara CV. PAS Transportdengan penumpang.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Perlindungan Hukum terhadap Penumpang sebagai Pengguna Jasa Angkutan Umum pada Pengangkutan Darat (Studi pada CV. PAS Transport)

Perlindungan Hukum terhadap Penumpang sebagai Pengguna Jasa Angkutan Umum pada Pengangkutan Darat (Studi pada CV. PAS Transport)

Jawab : perusahaan bertanggung jawab atas cacat pada barang namun terbatas pada barang yang terdaftar di loket atau supir. b. Apakah penumpang pernah menuntut kepada perusahaan agar pihak perusahaan melakukan ganti kerugian atas kehilangan, kerusakan atau cacat pada barang?

11 Baca lebih lajut

STUDI TENTANG JASA PENGIRIMAN HEWAN MELALUI PENGANGKUTAN DARAT DI PT HERONA EXPRESS CABANG SURAKARTA DITINJAU DARI UNDANG UNDANG NOMOR 22 TAHUN 2009 TENTANG LALU LINTAS DAN ANGKUTAN JALAN - UNS Institutional Repository

STUDI TENTANG JASA PENGIRIMAN HEWAN MELALUI PENGANGKUTAN DARAT DI PT HERONA EXPRESS CABANG SURAKARTA DITINJAU DARI UNDANG UNDANG NOMOR 22 TAHUN 2009 TENTANG LALU LINTAS DAN ANGKUTAN JALAN - UNS Institutional Repository

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan perjanjian pengangkutan di PT Herona Express Cabang Surakarta sebagai perusahaan pengiriman barang yang menyediakan jasa pengiriman hewan dalam kategori hewan peliharaan ditinjau dari Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan beserta kendala dan solusi penyelesaian apabila terjadi wanprestasi karena kesalahan perusahaan dalam melakukan kegiatan pengangkutan hewan melalui angkutan darat.

14 Baca lebih lajut

Peranan Dinas Perhubungan Dalam Meningkatkan Kualitas Pelayanaan Angkutan Kota (Studi Pada Dinas Perhubungan Kota Medan)

Peranan Dinas Perhubungan Dalam Meningkatkan Kualitas Pelayanaan Angkutan Kota (Studi Pada Dinas Perhubungan Kota Medan)

angkutan darat, dan informan tambahan adalah, ketua III koperasi pengangkutan umum medan KPUM dan beberapa masyarakat kota medan yang menggunakan angkutan kota Dari hasil penelitian i[r]

4 Baca lebih lajut

Pelaksanaan Pengamanan Kargo Dan Pos Yang Diangkut Melalui Pesawat Udara Dikaitkan Dengan Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. KP. 152 Tahun 2012

Pelaksanaan Pengamanan Kargo Dan Pos Yang Diangkut Melalui Pesawat Udara Dikaitkan Dengan Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. KP. 152 Tahun 2012

Pengangkutan Suatu Tinjauan Hukum Multimoda Transport,Angkatan Laut, Angkatan Darat, dan Angkatan Udara, USU Press, Medan.. Segi-segi Hukum Perjanjian, Alumni, Bandung.[r]

2 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...