TENAGA KERJA WANITA

Top PDF TENAGA KERJA WANITA:

Analisis Aksesibilitas Tenaga Kerja Wanita pada Agribisnis Lebah Madu dalam Upaya Peningkatan Pemberdayaan Perempuan di Kabupaten Cianjur.

Analisis Aksesibilitas Tenaga Kerja Wanita pada Agribisnis Lebah Madu dalam Upaya Peningkatan Pemberdayaan Perempuan di Kabupaten Cianjur.

memfokuskan untuk melihat peranan tenaga kerja wanita dalam agribisnis lebah madu. Dalam agribisnis lebah madu peran wanita telah terlihat, baik dari curahan tenaga kerja maupun jenis pekerjaan yang dilakukann ya. Umumn ya para wanita terlibat dalam budidaya lebah, khususnya di daerah pekarangan rumah skala kecil. Akan tetapi seiring perkembangan teknologi dan pengetahuan, agribisnis lebah madu pun mengalami perubahan pola kerja. Berbagai hama dan penyakit yang menyerang, mengakibatkan pola pekerjaan cenderung lebih berat dan memerlukan keterampilan dan keberanian yang tinggi.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Kontribusi Pendapatan Tenaga Kerja Wanita Pada Usaha Pembuatan Tempe Terhadap Pendapatan Keluarga (Studi Kasus: Kelurahan Tanjung Sari, Kecamatan Medan Selayang)

Kontribusi Pendapatan Tenaga Kerja Wanita Pada Usaha Pembuatan Tempe Terhadap Pendapatan Keluarga (Studi Kasus: Kelurahan Tanjung Sari, Kecamatan Medan Selayang)

Kontribusi pendapatan merupakan sumbangan nilai hasil yang diterima sebagai imbalan dari anggota rumah tangga yang bekerja (Sukiyono dan Sriyoto, 1997). Kontribusi tenaga kerja wanita diperhitungkan berdasarkan perbandingan antara pendapatan rumah tangga dari kerja diluar pertanian dengan pendapatan total rumah tangga. Besarnya pendapatan total rumah tangga ditentukan oleh pendapatan dari sektor pertanian, pendapatan diluar sektor pertanian, serta pendapatan bukan termasuk upah (Sukiyono dan Sriyoto, 1997).

10 Baca lebih lajut

PERLINDUNGAN PEMERINTAH TERHADAP TENAGA KERJA WANITA DI KOTA PEKANBARU Sri Maulidiah Prodi Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Islam Riau ABSTRAK - Perlindungan Pemerintah Terhadap Tenaga Kerja Wanita Di Kota Pekanbaru

PERLINDUNGAN PEMERINTAH TERHADAP TENAGA KERJA WANITA DI KOTA PEKANBARU Sri Maulidiah Prodi Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Islam Riau ABSTRAK - Perlindungan Pemerintah Terhadap Tenaga Kerja Wanita Di Kota Pekanbaru

Tulisan ini dilatarbelakangi oleh masih banyaknya masalah-masalah yang terkait dengan ketenagakerjaan di Kota Pekanbaru khususnya tenaga kerja wanita. Fenomena yang terlihat terkait dengan permasalahan ketenagakerjaan wanita ini, antara lain; jumlah tenaga kerja wanita yang terus meningkat setiap tahunnya, masih banyaknya perusahaan-perusahaan dalam menggunakan tenaga kerja wanita ini tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan, masih banyaknya wanita yang dipekerjakan di malam hari, masih banyaknya hak-hak dari tenaga kerja wanita ini yang tidak diberikan seperti hak menyusui bayi, cuti haid, dan lain sebagainya, serta masih banyaknya terdengar terjadinya kasus-kasus pelecehan seksual terhadap tenaga kerja wanita, dan masih banyaknya tenaga kerja wanita dibawah umur yang pekerjakan oleh perusahaan-perusahaan, dan permasalahan-permasalahan lainnya. Sehingga berakibat terjadinya diskriminasi terhadap tenaga kerja wanita dalam mendapatkan pekerjaan dan jabatan. Oleh karena itu tulisan ingin mengetahui bagaimana perlindungan pemerintah terhadap tenaga kerja wanita ini. Pemerintah telah mengeluarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, yang didalamnya secara jelas dan Tegas telah melindungi hak-hak dari tenaga kerja wanita ini. Pemerintah Kota Pekanbaru juga telah berperan terhadap perlindungan tenaga kerja wanita ini melalui pengawasan terhadap perusahaan-perusahaan yang menggunakan tenga kerja ini, dan memberikan sanksi terhadap perusahaan yang tidak melaksanakan Undang-Undang Ketenagakerjaan ini dalam menggunakan tenaga kerja wanita di perusahaannya. Pemerintah Kota Pekanbaru juga telah memberikan penyuluhan-penyuluhan terhadap tenaga kerja wanita dan perusahaan pengguna tentang Undang-Undang Ketenagakerjaan. Namun demikian disarankan kepada Pemerintah Kota untuk lebih intensif dalam melindungi tenaga kerja wanita ini, agar berbagai permasalahan yang terkait dengan tenaga kerja wanita ini dapat diminimalkan, dan tenaga kerja wanita dapat lebih difungsikan melalui perlindungan terhadap tenaga kerja wanita tersebut.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

KAJIAN PRODUKTIVITAS DAN KONTRIBUSI PENDAPATAN TENAGA KERJA WANITA

KAJIAN PRODUKTIVITAS DAN KONTRIBUSI PENDAPATAN TENAGA KERJA WANITA

Berdasarkan Tabel 4, dapat dijelaskan bahwa nilai probabilitas (signifikansi) dengan equal variance assumed (diasumsikan kedua varian sama) adalah 0,072 lebih besar dari 0,05 maka H 1 ditolak maka dapat disimpulkan bahwa kedua varian sama (varian umur muda dan umur tua). Dengan ini penggunaan uji-t menggunakan equal variance assumed (diasumsikan kedua varian sama). Hal ini berarti produktivitas tenaga kerja wanita strata umur muda tidak berbeda nyata dengan tenaga kerja wanita strata umur tua. Tenaga kerja yang berumur muda dan umur tua melakukan pekerjaannya pada bidang sortasi dan pencapaian produksi sesuai dengan ketentuan dari perusahaan. Produktivitas yang berada di gudang tembakau Sukokerto Ajung ini dilakukan pada bulan Oktober – November dengan memiliki beberapa tingkatan dimana tenaga kerja melakukan pekerjaan setiap harinya dan juga mendapat nilai lebih bagi sebagian tenaga kerja yang mendapat pekerjaan lembur. Dapat dilihat pada strata umur tenaga kerja wanita yang melakukan pekerjaan diantaranya umur muda berkisar antara 18-40 tahun yang memperoleh rata-rata produktivitas sebesar Rp. 4.722,08/jam, sedangkan pada strata umur tua antara 41-60 tahun dengan rata-rata produktivitas kerja sebesar Rp. 4.820,30/jam, dimana tenaga kerja tersebut hanya beberapa orang yang mendapat bagian untuk melakukan pekerjaan tambahan atau dinamakan kerja lembur.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Permasalahan Tenaga Kerja Wanita (1)

Permasalahan Tenaga Kerja Wanita (1)

Fenomena banyaknya para Tenaga Kerja Wanita (TKW) menunjukkan bahwa permasalahan kemiskinan ini demikian kronisnya. Terbatasnya lahan pekerjaan bagi perempuan di Indonesia menjadikan mereka lebih memilih untuk bekerja di luar negeri dengan asumsi mereka hanya ingin mendapatkan pekerjaan dan penghasilan lebih daripada yang mereka terima di negeri sendiri. Dan setelah mereka bekerja di luar negeri yang mereka temui justru kekerasan, penyiksaan, pelecehan, pendeportasian dan diskriminasi yang tiada henti. Jika kita ingin mencari siapa pihak yang paling bersalah dalam hal ini, maka saya akan menjawab pemerintah dan para kepala keluarga di rumah tangganya masing-masing.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Analisis Pengaruh Fertilitas Terhadap Tenaga Kerja Wanita di Indonesia

Analisis Pengaruh Fertilitas Terhadap Tenaga Kerja Wanita di Indonesia

Tingkat fertilitas yang masih cukup tinggi di suatu negara cenderung mempengaruhi partisipasi kaum wanita dalam pasar kerja, hal ini dialami oleh beberapa negara, salah satunya di Korea.Penelitian yang dilakukan oleh Lee dan Chung (2008) menemukan bahwa terdapat hubungan negatif antara fertilitas dengan tingkat partisipasi angkatan kerja wanita di Korea.Fertilitas memegang peranan penting sebagai salah satu faktor yang mempengaruhi partisipasi kerja wanita.Partisipasi tenaga kerja wanita dari waktu ke waktu semakin menunjukkan bentuk yang mirip dengan tingkat partisipasi angkatan kerja laki-laki berdasarkan bidang pekerjaan yang ditekuni.Semakin banyak wanita yang juga mengerjakan pekerjaan yang pada umumnya dilakukan oleh laki-laki.Namun meskipun demikian wanita tetap cenderung memprioritaskan tanggung jawabnya dalam rumah tangga dan mengasuh anak.
Baca lebih lanjut

63 Baca lebih lajut

TENAGA KERJA WANITA INDONESIA SEBAGAI KO

TENAGA KERJA WANITA INDONESIA SEBAGAI KO

Siti Hajar seorang tenaga kerja wanita asal Indonesia, mendapat siksaan dari majikannya Michel, yang menyiksanya selama tiga tahun bekerja di Kuala Lumpur, Malaysia. 2 Sejak hari pertama bekerja sudah disiksa, alasan Siti Hajar disiksa oleh majikannya mungkin karena masakan kurang cocok, mencuci kamar mandi dianggap kurang bersih, disuruh urut katanya tidak enak, sampai anaknya menangis saja saya langsung disiksa. Setiap hari Siti Hajar disiksa oleh majikannya hingga tidak terhitung berapa kali disiksa dalam sehari,kekerasan yang di alami Siti Hajar dengan cara ditinju, dipukul dengan kayu atau terkadang dengan rotan, ditendang, jari tangannya ditarik kebelakang mau
Baca lebih lanjut

27 Baca lebih lajut

SKRIPSI PELAKSANAAN JAM KERJA BAGI TENAGA KERJA WANITA TERKAIT  Pelaksanaan Jam Kerja Bagi Tenaga Kerja Wanita Terkait Dengan Upah Dan Kesejahteraan Di Bule-Bule Garment Surakarta.

SKRIPSI PELAKSANAAN JAM KERJA BAGI TENAGA KERJA WANITA TERKAIT Pelaksanaan Jam Kerja Bagi Tenaga Kerja Wanita Terkait Dengan Upah Dan Kesejahteraan Di Bule-Bule Garment Surakarta.

Ghassani Aelsa Rachma, NIM: C100130091, Fakultas Hukum Univeritas Muhammadiyah Surakarta, Tahun 2017, Judul: “PELAKSANAAN JAM KERJA BAGI TENAGA KERJA WANITA TERKAIT DENGAN UPAH DAN KESEJAHTERAAN DI BULE- BULE GARMENT SURAKARTA”

12 Baca lebih lajut

Analisis Pengaruh Fertilitas Terhadap Tenaga Kerja Wanita di Indonesia

Analisis Pengaruh Fertilitas Terhadap Tenaga Kerja Wanita di Indonesia

Mammen and Paxson (2000) menemukan bahwa partisipasi angkatan kerja wanita dipengaruhi oleh tingkat fertilitas dan tingkat upah.Fertilitas adalah kunci dalam strategi pembangunan dalam meningkatkan jumlah tenaga kerja wanita.Penelitian Chung dan Lee (2008) di Korea menemukan bahwa fertilitas dan tingkat partisipasi angkatan kerja wanita memiliki hubungan negatif.Mereka menyebutkan bahwa fertilitas adalah faktor penting yang mempengaruhi keinginan wanita untuk meningkatkan partisipasinya dalam dunia kerja.

6 Baca lebih lajut

TINJAUAN YURIDIS PERLINDUNGAN TENAGA KERJA WANITA DITINJAU DARI UU NO. 13 TAHUN 2003 TENTANG KETENAGAKERJAAN (Studi Kasus: PT. Aksara Solo Pos Surakarta).

TINJAUAN YURIDIS PERLINDUNGAN TENAGA KERJA WANITA DITINJAU DARI UU NO. 13 TAHUN 2003 TENTANG KETENAGAKERJAAN (Studi Kasus: PT. Aksara Solo Pos Surakarta).

Penelitian ini mengungkap tentang penerapan perlindungan hukum tenaga kerja wanita di PT. Aksara Solo Pos ditinjau dari UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan merupakan penelitian yang spesifikasinya yuridis sosiologis. Dikatakan yuridis sosiologis karena mengikuti pola penelitian ilmu-ilmu sosial. 7 Penelitian ini meneliti tentang kesesuaian putusan perundang-undangan yang berlaku tersebut dalam kehidupan sosial di masyarakat secara empirik. Orientasi pengkajiannya menitikberatkan pada aspek perlakuan norma-norma yakni perlindungan hukum tenaga kerja wanita.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Peranan Tenaga Kerja Wanita Sebagai Buruh Pada Industri Kacang Intip Dan Kontribusinya Terhadap Pendapatan Rumah Tangga Di Kecamatan Rambutan Kota Tebing Tinggi

Peranan Tenaga Kerja Wanita Sebagai Buruh Pada Industri Kacang Intip Dan Kontribusinya Terhadap Pendapatan Rumah Tangga Di Kecamatan Rambutan Kota Tebing Tinggi

Meningkatnya tenaga kerja wanita dalam kegiatan nafkah karena tersedianya lapangan kerja yang mudah dimasuki oleh wanita seperti usaha dagang, buka warung, pembantu rumah tangga maupun pekerjaan dalam industri rumah tangga khususnya industri rumah tangga tergolong masih usaha sederhana dan tradisional, ditinjau dari modal yang dikeluarkan tidak terlalu besar untuk memulai suatu usaha.Tetapi usaha industri kecil sebenarnya mempunyai potensi yang cukup besar dalam ikut membangun perekonomian dan membantu mengatasi pengangguran. Industri rumah tangga paling banyak merekrut tenaga kerja wanita dikarenakan wanita mempunyai spesifikasi tersendiri dalam pekerjaan di bidang industri, contohnya industri konveksi, kerajinan tangan, makanan olahan seperti industri kacang intip, dodol dan lain-lain. Hal ini disebabkan lapangan pekerjaan tersebut tidak membutuhkan persyaratan yang tinggi, modal yang besar dan lain-lain.
Baca lebih lanjut

75 Baca lebih lajut

Pembinaan dan Pelatihan Kerja Bagi Tenaga Kerja Indonesia dan Tenaga Kerja Wanita ( Studi Pada Dinas Kendudukan, Tenaga Kerja dan Transimigrasi Kabupaten Lombok Timur )

Pembinaan dan Pelatihan Kerja Bagi Tenaga Kerja Indonesia dan Tenaga Kerja Wanita ( Studi Pada Dinas Kendudukan, Tenaga Kerja dan Transimigrasi Kabupaten Lombok Timur )

Dinas Kependudukan Tenaga Kerja dan Transmigrasi bertanggungjawab dalam penataan Tenaga Kerja Indonesia dan Tenaga Kerja Wanita. Maka dari itu perlu diadakannya pelatihan yang dilakukan oleh Dinas Tenaga kerja kepada para TKI/TKW yang akan bekerja di luar negeri. Hal ini dilakukan karena Dinas Tenaga Kerja bertugas untuk meningkatkan trilogi pembangunan, yaitu dengan cara menciptakan lapangan kerja dan menciptakan angkatan kerja yang disiplin dan produktif, yang nantinya dapat menunjang kemajuan industri atau produktivitas dan memberikan layanan kepada masyarakat.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Peranan Tenaga Kerja Wanita Dalam Industri Sapu Ijuk Dan Kontribusinya Terhadap Pendapatan Keluarga

Peranan Tenaga Kerja Wanita Dalam Industri Sapu Ijuk Dan Kontribusinya Terhadap Pendapatan Keluarga

Berdasarkan hasil dari output SPSS diperoleh dari uji F bahwa semua variabel-variabel bebas berpengaruh nyata secara serempak terhadap pendapatan tenaga kerja wanita. Sedangkan hasil melalui uji t hanya variabel pengalaman bekerja yang mempengaruhi nyata secara parsial variabel pendapatan tenaga kerja wanita. Masalah yang ditemukan dalam proses pembuatan sapu ijuk antara lain adalah masalah keterampilan, masalah waktu, masal dalam pengerjaan, masalah jarak dan lokasi. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi masalah dalam proses pembuatan sapu ijuk antara lain dengan melatih membuat sapu ijuk lebih sering, membagi waktu antara mengerjakan pekerjaan rumah tangga dengan pekerjaan membuat sapu ijuk, memilih satu anggota untuk dijadikan kepercayaan, serta membawa bahan-bahan dan peralatan membuat sapu ijuk ke rumah kemudian mengerjakannya di rumah.
Baca lebih lanjut

73 Baca lebih lajut

REKONSTRUKSI HUKUM BERKEADILAN GENDER SEBAGAI PENDEKATAN DALAM PEMBERDAYAAN BURUH PEREMPUAN TELAAH DISPARITAS HUKUM PADA TENAGA KERJA WANITA DI KABUPATEN MAGELANG | Hidayat | PALASTREN Jurnal Studi Gender 1000 3575 1 PB

REKONSTRUKSI HUKUM BERKEADILAN GENDER SEBAGAI PENDEKATAN DALAM PEMBERDAYAAN BURUH PEREMPUAN TELAAH DISPARITAS HUKUM PADA TENAGA KERJA WANITA DI KABUPATEN MAGELANG | Hidayat | PALASTREN Jurnal Studi Gender 1000 3575 1 PB

Studi ini menemukan bahwa, para tenaga kerja wanita; yakni wanita yang menjadi buruh pekerja pabrik di daerah Magelang, adalah individu-individu (actor) yang telah menghadapi tekanan “kemiskinan dan juga tekanan struktur hubungan hegemoni patriarchi” (condition) di desa asalnya yang ditunjukkan melalui indikator kepimilikan sumber produksi utama yaitu tanah pertanian (yang sempit), dan kesulitan memperoleh pekerjaan untuk mendapatkan pendapatan yang layak di desa asalnya serta kondisi keluarga yang “pas-pasan” dengan penghasilan keluarga yang “rendah” padahal harus memikul beban domestik yang makin berat. Para individu tenaga kerja wanita di daerah penelitian ini berupaya meraih tujuan (goal), yakni meningkatkan income atau kesejahteraan keluarganya, melalui pengambilan keputusan bekerja ekstra di pabrik sampai tengah malam untuk memperoleh pekerjaan dan gaji yang lebih tinggi. Sebagian tenaga kerja wanita ini terkendala oleh persyaratan pendidikan.
Baca lebih lanjut

30 Baca lebih lajut

Negara dan Tenaga Kerja Wanita di Arab S

Negara dan Tenaga Kerja Wanita di Arab S

para tenaga kerja wanita yang tertimpa masalah. Faktor seperti kurang pahamnya para TKW dalam berbahasa Arab, etos kerja mereka yang kurang begitu disenangi oleh pengguna jasa, hingga tindakan seperti penganiayaan yang dilakukan tenaga kerja yang kemudian menjadi kunci sebab dijatuhkannya mereka ke dalam proses hukum di sana. Dari pihak pemerintah pun juga sebenarnya telah berupaya untuk mendampingi hingga menyelesaikan persoalan TKW ini, namun kemudian ada hal yang menjadi perhatian dalam penanganannya yakni prosedur hukum yang beralaku kemudian di arab Saudi memiliki perbedaan. Yang Nampak mencolok adalah mekanisme pendampingan kuasa hukum yang kemudian bisa menjadi pendamping hukum TKW dimana dalam aturan arab Saudi adalah berasal dari warga Negara Arab Saudi sendiri dan ini kemudian sifatnya keharusan untuk diikuti. Kewajiban untuk menggunakan tenaga hukum warga Arab Saudi ini terkadang menjadi anggapan yang kurang menyenangkan dari kita selaku Negara yang menjadi pengirim, meskipun biaya yang dikeluarkan ditanggung Negara namun kuasa hukum yang mesti digunakan adalah kuasa hukum berketurunan arab Saudi. Fungsi KBRI kemudian dimana mereka harus menyiapkan pengacara yang berasal dari arab Saudi yang menjadi kekhawatiran. Hal ini kemudian sama dirasakan oleh pihak di BNP2TKI. Mereka terkadang ragu dengan apa yang dilakukan para kuasa hukum yang mendampingi para TKW Indonesia ketika sedang menghadapi kasus. Bahkan menurut Bapak Henry Prajitno Selaku kepala Unit Crisis Centre BNP2TKI mengatakan :
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

ADMINISTRASI KETENAGAKERJAAN DI KOTA PEKANBARU (Studi Perlindungan Tenaga Kerja Wanita)

ADMINISTRASI KETENAGAKERJAAN DI KOTA PEKANBARU (Studi Perlindungan Tenaga Kerja Wanita)

Disisi yang lain, dilihat dari sisi kuantitas wanita di Kota Pekanbaru, seperti jumlah angkatan kerja wanita cenderung meningkat dari tahun ke tahun, hal ini di sebabkan dengan pesatnya peningkatan jumlah penduduk wanita, dan ditambah lagi dengan adanya fenomena-fenomena lainnya tentang tenaga kerja wanita, dan pada hakekatnya telah memberikan peluang dan membuka ruang gerak bidang kewanitaan seperti; semakin tingginya tingkat pendidikan wanita, semakin luasnya lapangan pekerjaan yang membutuhkan sentuhan dari tangan- tangan wanita, tuntutan ekonomi keluarga yang sangat mendesak, dan juga semakin berkurangnya peluang serta penghasilan di sektor pertanian dan perkebunan yang selam ini menjadi andalan bagi penduduk khususnya penduduk pedesaan.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP TENAGA KERJA WANITA DALAM PERJANJIAN KERJA (STUDI KASUS MANTAN TENAGA KERJA WANITA MALAYSIA DI DESA DONOHUDAN KECAMATAN NGEMPLAK KABUPATEN BOYOLALI).

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP TENAGA KERJA WANITA DALAM PERJANJIAN KERJA (STUDI KASUS MANTAN TENAGA KERJA WANITA MALAYSIA DI DESA DONOHUDAN KECAMATAN NGEMPLAK KABUPATEN BOYOLALI).

Jumlah tenaga kerja wanita yang bekerja di luar negeri saat ini cukup tinggi, peningkatan jumlah Tenaga Kerja Wanita ini menimbulkan adanya peningkatan terhadap kasus-kasus perlakuan yang tidak manusiawi terhadap mereka. Kasus yang terkait dengan nasib Tenaga Kerja Wanita semakin beragam dan berkembang. Oleh karena itu untuk mengurangi dan mengatasi kasus-kasus tersebut maka sudah menjadi kewajiban bagi pemberi kerja untuk memberikan jaminan perlindungan bagi Tenaga Kerja Wanita. Kasus-kasus yang banyak terjadi terhadap Tenaga Kerja Wanita dapat disebabkan karena :
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

Hubungan gizi kerja dengan produktivitas Tenaga kerja wanita industri batik

Hubungan gizi kerja dengan produktivitas Tenaga kerja wanita industri batik

memudahkan para pekerja untuk mendapatkan makan siang ternyata dapat meningkatkan masukan kalori para tenaga kerja wanita tersebut. Pada gilirannya, peningkatan masukan kalori ini dapat memperbaiki kondisi kesehatan mereka sehingga secara langsung diperkirakan ikut memberikan peningkatan kemampuan bekerja mereka. Hal ini ditunjukkan dengan adanya kenaikan jumlah hari masuk kerja dalam 1 bulan , penurunan keluhan seperti lelah dan pusing. Sedangkan penelitian oleh Kantor Menteri Negara Urusan Peranan Wanita tahun 1985 didapatkan 15% pekerja wanita kekurangan energi dan protein yang menyebabkan pekerja lambat bertindak dan cepat lelah.
Baca lebih lanjut

78 Baca lebih lajut

Analisis Pengaruh Fertilitas Terhadap Tenaga Kerja Wanita di Indonesia

Analisis Pengaruh Fertilitas Terhadap Tenaga Kerja Wanita di Indonesia

3. Norehan Abdullah, Nor’ Aznin Abu Bakar, dan Husin Abdullah (2013) dalam penelitiannya “Fertility Model and Female Labour Force Participation in Selected ASEAN Countries” menemukan adanya hubungan searah dari fertilitas ke tingkat pendidikan, angka harapan hidup saat lahir dan tingkat partisipasi tenaga kerja wanita.

11 Baca lebih lajut

Tenaga Kerja Wanita dalam perjanjian

Tenaga Kerja Wanita dalam perjanjian

organisasi yang rendah yang tidak membutuhkan keterampilan yang khusus lebih banyak memberi peluang bagi tenaga kerja wanita. Tuntutan ekonomi yang mendesak dan berkurangnya peluang serta penghasilan di bidang pertanian yang tidak memberikan suatu hasil yang tepat dan rutuin, dan adanya kesempatan untuk bekerja di bidang industri telah memberikan daya tarik yang kuat bagi tenaga kerja wanita. Tidak hanya pada tenaga kerja wanita yang sudah dewasa yang sudah dapat digolongkan pada angkatan kerja. Tetapi sering juga wanita yang belum dewasa yang selayaknya masih harus belajar di bangku sekolah.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...