Top PDF Analisis Usaha Penangkapan Ikan (Studi Kasus : Kecamatan Teluk Nibug, Kota Tanjung Balai)

Analisis Usaha Penangkapan Ikan (Studi Kasus : Kecamatan Teluk Nibug, Kota Tanjung Balai)

Analisis Usaha Penangkapan Ikan (Studi Kasus : Kecamatan Teluk Nibug, Kota Tanjung Balai)

lLanjutan.Biaya, Penerimaan dan Pendapatan Usaha Penangkapan Ikan di Kota Tanjung Balai Tahun 2012 Group Statistics kapasi tas N Mean Std.. Error Independent Samples Test Levene'[r]

23 Baca lebih lajut

Analisis Usaha Penangkapan Ikan (Studi Kasus : Kecamatan Teluk Nibug, Kota Tanjung Balai)

Analisis Usaha Penangkapan Ikan (Studi Kasus : Kecamatan Teluk Nibug, Kota Tanjung Balai)

Puji syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas rahmat dan berkat-Nya penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan baik dan benar. Adapun judul skripsi ini adalah “Analisis Usaha Penangkapan Ikan”. Skripsi ini disusun untuk memenuhi syarat guna menyelesaikan strata satu di Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, Medan. Saya mengucapkan terima kasih kepada dosen pembimbing yang

73 Baca lebih lajut

Analisis Pendapatan Usaha Penangkapan Ikan Bilih Di Danau Toba Dan Kontribusinya Terhadap Pendapatan Keluarga   Studi Kasus : Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir

Analisis Pendapatan Usaha Penangkapan Ikan Bilih Di Danau Toba Dan Kontribusinya Terhadap Pendapatan Keluarga Studi Kasus : Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir

Telur-telur tersebut akan menetas di danau sekitar 19 jam setelah dibuahi pada suhu air antara 27,0-28,0°C dan larvanya berkembang di danau menjadi dewasa. Populasi ikan bilih memijah setiap hari sepanjang tahun, mulai dari sore hari sampai dengan pagi hari. Puncak pemijahan ikan bilih terjadi pada pagi hari mulai jam 5.00 sampai 9.00, seperti diperlihatkan dengan banyaknya telur yang dilepaskan. Pemijahan ikan bersifat parsial, yakni telur yang telah matang kelamin tidak dikeluarkan sekaligus tetapi hanya sebagian saja dalam satu periode pemijahannya. Jumlah telur yang dikeluarkan (fekunditas) ikan bilih berkisar antara 3.654-14.561 butir telur dengan rata-rata 7.580 butir per induk. (Kartamihardja, E.S., 2009)
Baca lebih lanjut

61 Baca lebih lajut

PELAKSANAAN IZIN USAHA PENANGKAPAN IKAN DI LAUT TIKU KECAMATAN TANJUNG MUTIARA KABUPATEN AGAM - Repositori Universitas Andalas

PELAKSANAAN IZIN USAHA PENANGKAPAN IKAN DI LAUT TIKU KECAMATAN TANJUNG MUTIARA KABUPATEN AGAM - Repositori Universitas Andalas

ii PELAKSANAAN IZIN USAHA PENANGKAPAN IKAN DI LAUT TIKU KECAMATAN TANJUNG MUTIARA KABUPATEN AGAM BENI GUSMAN, 1010113074, Fakultas Hukum Universitas Andalas, 69 Halaman, 2014 ABSTRAK.[r]

1 Baca lebih lajut

PELAKSANAAN IZIN USAHA PENANGKAPAN IKAN DI LAUT TIKU KECAMATAN TANJUNG MUTIARA KABUPATEN AGAM - Repositori Universitas Andalas

PELAKSANAAN IZIN USAHA PENANGKAPAN IKAN DI LAUT TIKU KECAMATAN TANJUNG MUTIARA KABUPATEN AGAM - Repositori Universitas Andalas

SKRIPSI PELAKSANAAN IZIN USAHA PENANGKAPAN IKAN DI LAUT TIKU KECAMATAN TANJUNG MUTIARA KABUPATEN AGAM NAMA : BENI GUSMAN NO BP : 1010113074 PROGRAM KEKHUSUSAN : HUKUM ADMINISTRASI NE[r]

1 Baca lebih lajut

Analisis Perbedaan Usaha Penangkapan Ikan Menggunakan Perahu Motor Dan Perahu Tanpa Motor di Kabupaten Serdang Bedagai (Studi Kasus: Desa Pesisir, Kec. Tanjung Beringin)

Analisis Perbedaan Usaha Penangkapan Ikan Menggunakan Perahu Motor Dan Perahu Tanpa Motor di Kabupaten Serdang Bedagai (Studi Kasus: Desa Pesisir, Kec. Tanjung Beringin)

Wilayah propinsi Sumatera Utara memiliki perairan Umum yang cukup luas dan sangat potensial dalam pengembangan perikanan. Wilayah perairannya dibagi menjadi dua yaitu pantai barat Sumatera Utara yang terdiri dari Kabupaten Nias, Tapanuli Tengah, Sibolga, Tapanuli Selatan, Mandailing Natal, dan pantai timur Sumatera Utara yang terdiri dari Langkat, Deli Serdang, Serdang Bedagai, Medan, Asahan, Tanjung Balai dan Labuhan Batu. 6,65% dari seluruh desa (kelurahan) di daerah Sumetera Utara merupakan desa/kelurahan pantai. Mata pencaharian masyarakat setempat selalu berhubungan erat dengan kondisi lingkungan. Umumnya masyarakat yang mempunyai mata pencaharian dari perikanan laut (Anonimus,2007)
Baca lebih lanjut

58 Baca lebih lajut

PELAKSANAAN IZIN USAHA PENANGKAPAN IKAN DI LAUT TIKU KECAMATAN TANJUNG MUTIARA KABUPATEN AGAM.

PELAKSANAAN IZIN USAHA PENANGKAPAN IKAN DI LAUT TIKU KECAMATAN TANJUNG MUTIARA KABUPATEN AGAM.

Pengolahan data adalah kegiatan merapikan hasil pengumpulan data di lapangan sehingga siap untuk dianalisis 6 . Analisis data mengarah menuju kepopulasi. Bersifat inferensial berdasarkan data dari sample digeneralisasi menuju ke data populasi. Data catatan-catatan berkas- barkas, informasi dikumpulkan oleh para pencari data yang diharapkan akan dapat meningkatkan mutu kehandalan (reliabilitas) data yang hendak dianalisis 7 .

16 Baca lebih lajut

Pendugaan Daerah Penangkapan Ikan Potensial Menggunakan Model Hidrodinamika-Ekosistem (Studi Kasus Teluk Palabuhanratu dan Sekitarnya).

Pendugaan Daerah Penangkapan Ikan Potensial Menggunakan Model Hidrodinamika-Ekosistem (Studi Kasus Teluk Palabuhanratu dan Sekitarnya).

Secara keseluruhan hasil analisis spasial pendugaan daerah potensial penangkapan ikan yang di overlay dengan data rumpon disajikan dalam Gambar 10 hingga Gambar 21. Daerah potensial penangkapan dalam penelitian ini terbagi menjadi empat kelas, yakni kelas tidak potensial, kelas potensial rendah, kelas potensial sedang dan kelas potensial tinggi. Secara umum daerah potensial penangkapan ikan hasil analisis spasial sangat kuat mendapat pengaruh dari nilai konsentrasi klorofil-a. Hal ini terlihat secara spasial, bahwa sepanjang musim daerah sekitar pantai nampak menjadi zona potensial tinggi, dimana secara konsisten konsentrasi klorfil-a sepanjang pantai juga tinggi sepanjang musimnya. Posisi rumpon yang diplotkan dengan peta pendugaan daerah penangkapan ikan potensial nampak berubah tiap musimnya, pada saat Musim Barat (Desember- Februari) dan Musim Peralihan 1 hampir semua posisi rumpon berada di area tidak potensial dan potensial rendah, sedangkan pada saat Musim Timur (Juni- Agustus) dan Musim Peralihan 2 (September-Oktober) sebagian besar posisi rumpon di area penangkapan potensial sedang hingga potensial tinggi. Posisi rumpon pada keempat musim tersebut sangat berpengaruh pada hasil tangkapan ikan yang diperoleh. Hasil tangkapan tahun 2010 saat Musim Barat diperoleh 1422 kg, saat Musim Peralihan 1 hasil tangkapan sebesar 2245 kg, Musim Timur diperoleh hasil tangkapan paling tinggi yakni 7807 kg, sedangkan pada saat Musim Peralihan 2 hasil tangkapan diperoleh 3223 kg (Fitria, 2012). Berdasarkan posisi rumpon dan hasil tangkapan yang diperoleh maka dapat dikatakan bahwa hasil analisis spasial pendugaan daerah penangkapan ikan potensial cukup mempunyai kesesuaian dengan hasil tangkapan, dimana pada Musim Barat dan peralihan 1 saat posisi rumpon sebagian besar berada di area tidak potensial dan potensial rendah hasil tangkapan tergolong kecil. Pada Musim Timur dan Musim Peralihan 2 saat posisi rumpon sebagian besar berada di area potensial sedang hingga potensial tinggi, hasil tangkapan yang diperoleh juga lebih tinggi dibanding dengan saat Musim Barat dan Peralihan 1
Baca lebih lanjut

76 Baca lebih lajut

Difusi Inovasi Penangkapan Ikan dan Peningkatan Pendapatan Nelayan (Studi Korelasional Pada Nelayan Kecamatan Tanjung Tiram Kabupaten Batu Bara)

Difusi Inovasi Penangkapan Ikan dan Peningkatan Pendapatan Nelayan (Studi Korelasional Pada Nelayan Kecamatan Tanjung Tiram Kabupaten Batu Bara)

Skripsi ini berisi penelitian mengenai korelasi Difusi Inovasi Penangkapan Ikan dan Peningkatan Pendapatan Nelayan pada Nelayan Kecamatan Tanjung Tiram Kabupaten Batu Bara.penelitian ini memfokuskan pada penelitian korelasional yang melihat hubungan antara dua variabel, yang mana merupakan penelitian kuantitatif. Penelitian ini bertujuan untuk,(1) mengetahui difusi inovasi penangkapan ikan kecamatan Tanjung Tiram kabupaten Batu Bara, (2) memperoleh gambaran tentang kehidupan nelayan kecamatan Tanjung Tiram kabupaten Batu Bara (3) untuk mengetahui besarnya pengaruh difusi inovasi penangkapan ikan dengan peningkatan pendapatan nelayan kecamatan Tanjung Tiram kabupaten Batu Bara. Penelitian ini menggunakan teori Difusi Inovasi sebagai pendekatan dalam penyelesaiannya. Sedangkan pisau analisis atau instrumen analisis data, peneliti menggunakan teknik analisis tabel tunggal menurut Singarimbun. Dalam penelitian ini, peneliti berusaha meneliti adanya hubungan antara penyerapan inovasi-inovasi alat penangkapan ikan dengan peningkatan pendapatan nelayan di kecamatan Tanjung Tiram kabupaten Batu Bara. Dalam penelitian ini, peneliti meneliti subjek-subjek yang terkait dengan tujuan dari penelitian ini yaitu nelayan. Kategori nelayan di sini, diartikan sebagai seseorang yang memiliki pekerjaan menangkap ikan di laut dengan menggunakan sarana seperti kapal, jaring dan sebagainya. Sesuai dengan pembatasan masalah penelitian. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2014 sampai dengan selesai dan dibatasi kepada nelayan yang berada pada dua desa yaitu nelayan desa Bogak dan nelayan desa Bagan Dalam. Berdasarkan perumusan masalah yang diteliti yaitu “ Bagaimanakah pengaruh difusi inovasi penangkapan ikan terhadap peningkatan pendapatan nelayan kecamatan Tanjung Tiram kabupaten Batu Bara”, dimana diperoleh hasil dari pengolahan data menggunakan program SPSS bahwa adanya hubungan antara variabel difusi inovasi penangkapan ikan dengan variabel peningkatan pendapatan nelayan memiliki hubungan linier yang sangat kuat dan positif namun tidak signifikan. Hasil analisa data secara detail adalah t hitung diperoleh sebesar 2,8175 dimana total responden adalah 112 orang dan
Baca lebih lanjut

102 Baca lebih lajut

Difusi Inovasi Penangkapan Ikan dan Peningkatan Pendapatan Nelayan (Studi Korelasional Pada Nelayan Kecamatan Tanjung Tiram Kabupaten Batu Bara)

Difusi Inovasi Penangkapan Ikan dan Peningkatan Pendapatan Nelayan (Studi Korelasional Pada Nelayan Kecamatan Tanjung Tiram Kabupaten Batu Bara)

Skripsi ini berisi penelitian mengenai korelasi Difusi Inovasi Penangkapan Ikan dan Peningkatan Pendapatan Nelayan pada Nelayan Kecamatan Tanjung Tiram Kabupaten Batu Bara.penelitian ini memfokuskan pada penelitian korelasional yang melihat hubungan antara dua variabel, yang mana merupakan penelitian kuantitatif. Penelitian ini bertujuan untuk,(1) mengetahui difusi inovasi penangkapan ikan kecamatan Tanjung Tiram kabupaten Batu Bara, (2) memperoleh gambaran tentang kehidupan nelayan kecamatan Tanjung Tiram kabupaten Batu Bara (3) untuk mengetahui besarnya pengaruh difusi inovasi penangkapan ikan dengan peningkatan pendapatan nelayan kecamatan Tanjung Tiram kabupaten Batu Bara. Penelitian ini menggunakan teori Difusi Inovasi sebagai pendekatan dalam penyelesaiannya. Sedangkan pisau analisis atau instrumen analisis data, peneliti menggunakan teknik analisis tabel tunggal menurut Singarimbun. Dalam penelitian ini, peneliti berusaha meneliti adanya hubungan antara penyerapan inovasi-inovasi alat penangkapan ikan dengan peningkatan pendapatan nelayan di kecamatan Tanjung Tiram kabupaten Batu Bara. Dalam penelitian ini, peneliti meneliti subjek-subjek yang terkait dengan tujuan dari penelitian ini yaitu nelayan. Kategori nelayan di sini, diartikan sebagai seseorang yang memiliki pekerjaan menangkap ikan di laut dengan menggunakan sarana seperti kapal, jaring dan sebagainya. Sesuai dengan pembatasan masalah penelitian. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2014 sampai dengan selesai dan dibatasi kepada nelayan yang berada pada dua desa yaitu nelayan desa Bogak dan nelayan desa Bagan Dalam. Berdasarkan perumusan masalah yang diteliti yaitu “ Bagaimanakah pengaruh difusi inovasi penangkapan ikan terhadap peningkatan pendapatan nelayan kecamatan Tanjung Tiram kabupaten Batu Bara”, dimana diperoleh hasil dari pengolahan data menggunakan program SPSS bahwa adanya hubungan antara variabel difusi inovasi penangkapan ikan dengan variabel peningkatan pendapatan nelayan memiliki hubungan linier yang sangat kuat dan positif namun tidak signifikan. Hasil analisa data secara detail adalah t hitung diperoleh sebesar 2,8175 dimana total responden adalah 112 orang dan
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

PELAKSANAAN IZIN USAHA PENANGKAPAN IKAN DI LAUT TIKU KECAMATAN TANJUNG MUTIARA KABUPATEN AGAM - Repositori Universitas Andalas

PELAKSANAAN IZIN USAHA PENANGKAPAN IKAN DI LAUT TIKU KECAMATAN TANJUNG MUTIARA KABUPATEN AGAM - Repositori Universitas Andalas

Untuk itu Pemerintahan Daerah Kabupaten Agam mengeluarkan suatu kebijakan terhadap pemanfaatan sumber daya alam yang harus terlebih dahulu mendapatkan izin dalam melakukan usaha tersebut, tujuan dari kebijakan itu adalah untuk menertibkan usaha penangkapan ikan yang dilakukan oleh masyarakat dalam bentuk mekanisme perizinan, dengan izin ini kebijakan tersebut dituangkan dalam Peraturan Daerah Kabupaten Agam Nomor 3 Tahun 2009 tentang Izin Usaha Perikanan. Dengan kata lain, fungsi pengaturan ini dapat diartikan dengan fungsi yang harus dimiliki oleh Pemerintah (Pemerintah Daerah). 1 Maka dengan adanya peraturan ini, masyarakat harus terlebih dahulu menjalankan prosedur atau ketentuan sesuai dengan peraturan yang telah ada, dan di harapkan juga adanya ketertiban dari kegiatan usaha penangkapan ikan yang ada karena Peraturan Daerah tersebut telah mengatur kegiatan usaha penangkapan ikan ini.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Analisis Usaha Valued Added Pengalengan Ikan Cunang Renang (Muarenesox Talabon) Di Kota Tanjung Balai

Analisis Usaha Valued Added Pengalengan Ikan Cunang Renang (Muarenesox Talabon) Di Kota Tanjung Balai

Penentuan daerah dilakukan secara studi kasus dengan pertimbangan bahwa daerah penelitian merupakan satu-satunya daerah pengalengan ikan Cunang renang dan dekat laut sehingga mudah mendapatkan ikan segar yang diolah mejadi pengalengan ikan Cunang renang. Studi kasus adalah penelitian mengenai status subjek penelitian yang berkenaan dengan suatu fase spesifik atau khas dari keseluruhan personalitas. Suatu genenelisasi dari pola-pola kasus yang tipikal dari induvidu, kelompok, lembaga dan sebagainya. Tergantung dari tujuannya, ruang lingkup dari studi yang mencakup segmen atau bagian tertentu atau mencakup keseluruhan siklus kehidupan induvidu, kelompok, lembaga dan sebagainya, baik dengan penekanan pada faktor-faktor kasus tertentu maupun fenomena-fenomena Penelitian ini lebih menekankan pengkajian variabel yang cukup banyak pada jumlah unit yang kecil (Hasan 2002).
Baca lebih lanjut

116 Baca lebih lajut

MODEL ANALISIS BIOEKONOMI DAN PENGELOLAAAN SUMBERDAYA IKAN DEMERSAL (STUDI EMPIRIS DI KOTA TEGAL), JAWA TENGAH - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

MODEL ANALISIS BIOEKONOMI DAN PENGELOLAAAN SUMBERDAYA IKAN DEMERSAL (STUDI EMPIRIS DI KOTA TEGAL), JAWA TENGAH - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Sesuai gambar dan hasil analisis di atas menunjukan bahwa sumberdaya ikan demersal di Kota Tegal telah mengalami overfishing sesuai dengan hasil analisis baik dengan model Schaefer dan Fox, tetapi hingga saat ini nelayan tetap melakukan usaha penangkapan sehingga ikan demersal akan mengalami kepunahan apabila tidak adanya upaya pengelolaan baik oleh Pemerintah, nelayan, LSM dan Stakeholder lain. Masih tinggi aktifitas nelayan untuk menangkap ikan disebakan kerena tidak adanya ketrampilan lain selain sebagai nelayan atau sekitar 84 % pekerjaan nelayan merupakan satu-satunya mata pencaharian (lihat tabel 16). Tangkapan lebih (overfishing) juga disebabkan dengan semakin kecilnya ukuran mata jaring yang digunakan dan perkembangan alat tangkap yang semakin lebih canggih yaitu pemasangan gardan untuk menarik alat tangkap, sehingga upaya produksi (trip) akan lebih banyak dibandingkan dengan manual.
Baca lebih lanjut

150 Baca lebih lajut

ANALISIS OPTIMALISASI PENGGUNAAN INPUT PADA USAHA BUDIDAYA PERIKANAN

ANALISIS OPTIMALISASI PENGGUNAAN INPUT PADA USAHA BUDIDAYA PERIKANAN

Ikan merupakan salah satu bahan makanan yang penting. Kota Tanjung Balai merupakan salah satu daerah sentra penghasil ikan, akan tetapi berdasarkan data Badan Pusat Statistik Kota Medan, produksi ikan di kota Tajung Balai masih terlihat belum optimal, maka perlu dilakukan penelitian tentang optimalisasi budidaya perikanan untuk menganalisis apakah penggunaan input produksi pada daerah tersebut sudah optimal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis apakah faktor input produksi usaha budidaya perikanan berpengaruh nyata terhadap produksi dan untuk menganalisis optimalisasi penggunaan input produksi pada usaha budidaya perikanan di Kota Tanjung Balai.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Analisis biaya transaksi usaha penangkapan ikan di kota pekalongan

Analisis biaya transaksi usaha penangkapan ikan di kota pekalongan

Ringkasan Hasil Penelitian Dosen Muda Tahun 2006 ANALISIS BIAYA TRANSAKSI USAHA PENANGKAPAN IKAN DI KOTA PEKALONGAN Eva Anggraini1 Usaha penangkapan ikan merupakan aktifitas ekonom[r]

1 Baca lebih lajut

Analisis Optimalisasi Penggunaan Input  Pada Usaha Budidaya Perikanan (Studi Kasus : Kota Tanjung Balai)

Analisis Optimalisasi Penggunaan Input Pada Usaha Budidaya Perikanan (Studi Kasus : Kota Tanjung Balai)

Arus air sangat membantu pertukaran air dalam keramba, membersihkan timbunan sisa-sisa metabolisme ikan, dan membawa oksigen terlarut yang sangat dibutuhkan ikan. Usaha pembesaran ikan dapat dilakukan pada dataran rendah sampai agak tinggi sampai dengan 500 m dari permukaan laut (dpl). Sumber air tersedia sepanjang tahun dengan kualitas air tidak terlalu keruh dan tidak tercemar bahan-bahan kimia beracun, dan minyak/limbah pabrik. Kedalaman air minimal 5 meter dari dasar jaring pada saat surut terendah, kekuatan arus 20–40 cm/detik. Persyaratan kualitas air untuk pembesaran ikan adalah pH air antara 6,5–8,6, suhu air berkisar antara 25–30ºC. Oksigen terlarut lebih dari 5 mg/l, kadar garam air 0– 28 ppt, dan amoniak (NH3) kurang dari 0,02 ppm (Soekartawi, 1989).
Baca lebih lanjut

87 Baca lebih lajut

Sistem Penanggulangan Kebakaran Pada Permukiman Padat Perkotaan Studi Kasus Kecamatan Tanjung Balai Utara, Kota Tanjung Balai Provinsi Sumatera Utara

Sistem Penanggulangan Kebakaran Pada Permukiman Padat Perkotaan Studi Kasus Kecamatan Tanjung Balai Utara, Kota Tanjung Balai Provinsi Sumatera Utara

Pendekatan dilakukan dengan melakukan penelitian pada wilayah studi yang penetapannya dilakukan melalui purposive sampling. Kemudian dilakukan identifikasi terhadap wilayah studi yang mengacu pada rumusan Model Crunch yang mengungkapkan bahwa tingkat resiko bencana kebakaran (R) merupakan penjumlahan atas sumber bahaya (H) dan kerentanan (V) dikombinasikan dengan teori tipologi perumahan masyarakat berpenghasilan rendah di perkotaan yang meliputi keberadaan permukiman (KP); kelompok rumah atas prioritas dan kebutuhannya (KRAPK); daur hari bertinggal (DHB); aktivitas ekonomi (AE), yang akan dikurangi dengan nilai ketahanan (C) yang dikombinasikan dengan budaya sosial kemasyarakatan (BSK). Tatanan identifikasi dalam mengungkap keberadaan lingkungan permukiman merujuk kepada pemikiran-pemikiran para ahli dan instansi, standarisasi serta peraturan pemerintah untuk mengetahui keberadaan suatu lingkungan permukiman terhadap tingkat resiko kebakaran yang ada.
Baca lebih lanjut

189 Baca lebih lajut

REVITALISASI LAGU TIMANG LAH CENGGOK TINGGI PADA MASYARAKAT MELAYU DI KECAMATAN TELUK NIBUNG DI KOTA TANJUNG BALAI.

REVITALISASI LAGU TIMANG LAH CENGGOK TINGGI PADA MASYARAKAT MELAYU DI KECAMATAN TELUK NIBUNG DI KOTA TANJUNG BALAI.

Perubahan kebudayaan dari masa ke masa memiliki pengaruh yang kuat terhadap perkembangan seni dalam kehidupan masyarakat. Perkembangan pengetahuan, teknologi dan seni kebudayaan dapat menimbulkan fenomena baru di dalam kehidupan budaya masyarakat. Fenomena di mana lagu timang lah cenggok tingggi biasanya di nyanyikan saat hendak menidurkan anak sekarang dinyanyikan dalam acara-acara festival musik kota Tanjungbalai. Tradisi menidurkan anak dengan menyanyikan lagu timang la cenggok tinggi merupakan bagian dari kebudayaan yang tumbuh dan berkembang dalam kehidupan masyarakat melayu kota Tanjungbalai juga mengalami perubahan sesuai dengan perkembangan teknologi yang akan mengalami perubahan.
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

ANALISIS INTRUSI AIR LAUT PADA SUMUR GALI DI KECAMATAN TELUK NIBUNG TANJUNG BALAI DENGAN METODE KONDUKTIVITAS LISTRIK.

ANALISIS INTRUSI AIR LAUT PADA SUMUR GALI DI KECAMATAN TELUK NIBUNG TANJUNG BALAI DENGAN METODE KONDUKTIVITAS LISTRIK.

Telah dilakukan penelitian analisis air sumur gali di kecamatan Teluk Nibung kota Tanjung Balai berdasarkan daya hantar listrik dan pH air sumur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besar nilai daya hantar listrik (DHL), dan pH air sumur gali. Selanjutnya untuk mengetahui apakah telah terjadi intrusi air laut pada sumur gali jika ditinjau dari parameter yang diukur.

13 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...