Top PDF EFEK FRAKSI ETIL ASETAT EKSTRAK ETANOL A

EFEK FRAKSI ETIL ASETAT EKSTRAK ETANOL A

EFEK FRAKSI ETIL ASETAT EKSTRAK ETANOL A

Eurycoma longifolia has been used as a remedy for detoxification, aphrodisiaca, anticancer and immunistimulant. The quassinoids of pasak bumi root extract, have antioxidant activity and immunomodulatory activity by increasing IL-12. This study aims to determine the effect of the ethyl acetate fraction of ethanolic extract of pasak bumi root on macrophages phagocytic activity in vitro. Macrophages were isolated from peritoneal fluid of male Balb/Cmice, and thenwere cultured for 24 hours in 24 well plate. The ethyl actetate fraction ethanolic extract of pasak bumi root with concentration of 10, 50, and 100 µg/ml, lipopolysaccharides and dimethyl sulfoxide were added, and incubated for 1.5 hours. The phagocytosis tests was carried out by adding latex with density 5x10 4 /well and incubated for 1.5 hours at incubator (5% CO 2, 37
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

UJI FITOKIMIA, TOKSISITAS SERTA ANTIOKSIDAN EKSTRAK PROPOLIS PEMBUNGKUS MADU LEBAH Trigona Incisa DENGAN METODE 2,2-diphenyl-1- picrylhidrazyl (DPPH) THE PHYTOVHEMICAL TEST, BRINE SHRIMP LETHALITY TEST, AND ACTIVITY

UJI FITOKIMIA, TOKSISITAS SERTA ANTIOKSIDAN EKSTRAK PROPOLIS PEMBUNGKUS MADU LEBAH Trigona Incisa DENGAN METODE 2,2-diphenyl-1- picrylhidrazyl (DPPH) THE PHYTOVHEMICAL TEST, BRINE SHRIMP LETHALITY TEST, AND ACTIVITY

Berdasarkan penjelasan diatas, dapat dikatakan bahwa fraksi etil asetat memiliki aktivitas antioksidan paling kuat jika dibandingkan dengan ekstrak kasar dan fraksi etanol. Hal ini dikarenakan pada fraksi etil asetat kemungkinan terdapat kandungan senyawa aktif yang berbeda dengan ekstrak lainnya dan jumlah yang berbeda pula (Yulianti, 2013). Dimana dalam penelitian ini untuk fraksi etil asetat, senyawa metabolit sekundernya yaitu alkaloid diduga terkonsentrasi, sehingga daya aktivitas antioksidannya paling kuat. Untuk fraksi etanol memiliki aktivitas antioksidan yang hampir mendekati fraksi etil asetat, yaitu memiliki daya antioksidan sedang. Fraksi etanol mengandung senyawa metabolit sekunder alkaloid dan fenolik, dimana kekuatan antioksidan pada fraksi etanol ini dikategorikan sedang. Hal ini kemungkinan terjadi dikarenakan adanya senyawa alkaloid dan fenolik yang belum terkonsentrasi. Sedangkan untuk ekstrak kasar etanol yang juga mengandung senyawa alkaloid dan fenolik memiliki tingkat aktivitas antioksidan yang sama dengan fraksi etanol yaitu dikategorikan sedang. Hal ini dimungkinkan terjadi karena adanya aktivitas antioksidan yang tidak sinergis terhadap fraksi etanol yang dimana senyawa metabolit sekundernya masih bercampur baik senyawa
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Uji antioksidan fraksi etil asetat dan fraksi air ekstrak etanol teh hijau melalui penangkapan radikal hidroksil dengan metode deoksiribosa - USD Repository

Uji antioksidan fraksi etil asetat dan fraksi air ekstrak etanol teh hijau melalui penangkapan radikal hidroksil dengan metode deoksiribosa - USD Repository

Pada penelitian ini penyarian ditujukan untuk mengambil flavonoid dari serbuk teh hijau, karena diketahui bahwa senyawa aktif yang berperan sebagai antioksidan dalam teh hijau adalah flavonoid (Hartoyo, 2003). Digunakan etanol 70 % sebagai pelarut untuk menyari flavonoid dalam serbuk teh hijau, dengan alasan flavonoid teh hijau berada dalam vakuola sel sehingga diperlukan penyari yang bersifat relatif hidrofilik untuk menyarinya. Pelarut alkoholik terutama etanol merupakan pelarut pilihan untuk mengekstraksi flavonoid secara optimal, selain itu etanol tidak beracun, netral, kapang dan kuman sulit tumbuh dalam etanol dengan kadar lebih dari 20 %.
Baca lebih lanjut

90 Baca lebih lajut

Uji efek antipiretik fraksi etilasetat ekstrak etanol daun sidaguri (sida rhombifolia linn.) pada tikus putih - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

Uji efek antipiretik fraksi etilasetat ekstrak etanol daun sidaguri (sida rhombifolia linn.) pada tikus putih - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

Segala puji dan syukur pada Tuhan Yesus Kristus karena berkat, rahmat dan karunia-Nya yang melimpah, sehingga penyusunan skripsi ini dapat terselesaikan. Skripsi yang berjudul “Uji Efek Antipiretik Fraksi Etil Asetat Ekstrak Etanol Daun Sidaguri (SIDA RHOMBIFOLIA LINN.) pada Tikus Putih” ini diajukan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh Gelar Sarjana Farmasi Program Studi Strata 1 di Fakultas Farmasi Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya.

14 Baca lebih lajut

UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK DAN FRAKSI DAUN KEMBANG DAYANG (Cestrum nocturnum L.) Antioxydant activity of extract and fraction of kembang dayang (Cestrum nocturnum L.)

UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK DAN FRAKSI DAUN KEMBANG DAYANG (Cestrum nocturnum L.) Antioxydant activity of extract and fraction of kembang dayang (Cestrum nocturnum L.)

Antioksidan merupakan senyawa yang dapat mengikat radikal bebas dan molekul yang sangat reaktif, sehingga dapat menghambat terjadinya kerusakan sel. Daun kembang dayang mengandung senyawa fenol dan flavonoid yang diduga dapat berperan sebagai senyawa penangkap radikal bebas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak etanol, fraksi n-heksana, fraksi etil asetat dan fraksi air daun kembang dayang. Simplisia daun kembang dayang diekstraksi dengan cara maserasi menggunakan pelarut etanol dilanjutkan dengan fraksinasi dengan cara ekstraksi cair-cair menggunakan pelarut n-heksana, etil asetat dan air. Pengujian aktivitas antioksidan ditentukan dengan menggunakan pereaksi DPPH (1,1-difenil-2- pikrilhidrazil) menggunakan spektrofotometri UV-Visible dan kuersetin sebagai pembanding.Hasil penapisan fitokimia menunjukkan daun kembang dayang ( Cestrum nocturnum L.) mengandung saponin, tanin, polifenol, flavonoid, monoterpen/sesquiterpeniod, steroid/triterpenoid. Hasil pengujian aktivitas antioksidan ekstrak etanol, fraksi n-heksana, fraksi etil asetat dan fraksi air daun kembang dayang dengan EC 50 berturut-turut 53,17 µg/ml; 65,56 µg/ml; 23,74 µg/ml dan 98,25 µg/ml, sedangkan nilai EC 50 isolat kuersetin adalah 4,18 µg/ ml.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAN FRAKSI UMBI BATANG TUMBUHAN SARANG SEMUT (Myrmecodia pendens Merr. & L.M.Perry) TERHADAP Salmonella typhi NCTC786 BCC712.

UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAN FRAKSI UMBI BATANG TUMBUHAN SARANG SEMUT (Myrmecodia pendens Merr. & L.M.Perry) TERHADAP Salmonella typhi NCTC786 BCC712.

Demam tifoid adalah penyakit infeksi akut pada saluran pencernaan yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi . Peneliti di berbagai negara melaporkan adanya galur-galur Salmonella typhi yang resisten terhadap satu atau lebih antibiotik yang biasa digunakan untuk terapi penyakit tersebut. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak dan fraksi umbi batang tumbuhan sarang semut ( Myrmecodia pendens Merr. & L.M.Perry) terhadap Salmonella typhi NCTC786 BCC712. Penelitian dilakukan melalui tahap pengumpulan bahan dan determinasi tumbuhan, ekstraksi simplisia, penapisan fitokimia ekstrak, uji aktivitas antibakteri ekstrak, fraksinasi ekstrak, uji aktivitas antibakteri dan penentuan Konsentrasi Hambat Tumbuh Minimum (KHTM) serta Konsentrasi Bunuh Minimum (KBM) fraksi, penapisan fitokimia fraksi teraktif, dan penentuan profil Kromatografi Lapis Tipis (KLT) ekstrak dan fraksi teraktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol umbi batang tumbuhan sarang semut memiliki aktivitas terhadap Salmonella typhi NCTC786 BCC712. Ekstrak ini berupa serbuk berwarna coklat kemerahan dan berbau khas, dengan rendemen ekstrak 16,42% (b/b) dan kadar air 0,5 % (v/b). Fraksi air, fraksi etil asetat dan fraksi n-heksana dari ekstrak tersebut juga memiliki aktivitas terhadap bakteri uji yang sama, dengan fraksi teraktif berupa fraksi etil asetat (KBM 0,078% (b/v)). Fraksi ini berbentuk serbuk berwarna merah kecoklatan dan berbau khas, dengan rendemen sebesar 6,08% (b/b). Hasil penapisan fitokimia menunjukkan bahwa fraksi etil asetat umbi batang tumbuhan sarang semut mengandung metabolit dari golongan flavonoid, polifenol, tanin, dan kuinon.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

BAB 1 PENDAHULUAN - Pengaruh fraksi etil asetat ekstrak etanol daun mengkudu (Morinda Citrifolia Linn.) terhadap penurunan berat badan tikus putih jantan - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

BAB 1 PENDAHULUAN - Pengaruh fraksi etil asetat ekstrak etanol daun mengkudu (Morinda Citrifolia Linn.) terhadap penurunan berat badan tikus putih jantan - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

Hipotesis penelitian ini adalah fraksi etil asetat ekstrak etanol daun mengkudu dapat memberikan efek penurunan berat badan tikus putih dan ada hubungan yang linear antara peningkatan dosis fraksi etil asetat ekstrak etanol daun mengkudu dengan efek penurunan berat badan tikus putih.

6 Baca lebih lajut

UJI AKTIVITAS FRAKSI n-HEKSANA, ETIL ASETAT, DAN ETANOL BIJI JINTEN HITAM (Nigella sativa Linn.) TERHADAP PERTUMBUHAN Lactobacillus acidophilus SECARA IN VITRO

UJI AKTIVITAS FRAKSI n-HEKSANA, ETIL ASETAT, DAN ETANOL BIJI JINTEN HITAM (Nigella sativa Linn.) TERHADAP PERTUMBUHAN Lactobacillus acidophilus SECARA IN VITRO

Di Indonesia, sudah menjadi budaya bangsa bahwa keanekaragaman hayati dan hewani dimanfaatkan guna memelihara kesehatan dan mengobati penyakit. Namun, bahan baku obat yang berasal dari binatang dan batu-batuan mineral, jarang digunakan. Tumbuhan obat yang dinilai aman untuk digunakan tetap dilestarikan, sedangkan tumbuhan yang menyembuhkan tetapi dapat menimbulkan gangguan pada tubuh (efek samping) pada umumnya tidak digunakan (Dalimartha, 2003)

18 Baca lebih lajut

Kadar Fenol Total Dan Bioaktivitas Flavon Dari Kulit Kacang Tanah Sebagai Antioksidan Dan Antiproliferasi Terhadap Sel Kanker Hela

Kadar Fenol Total Dan Bioaktivitas Flavon Dari Kulit Kacang Tanah Sebagai Antioksidan Dan Antiproliferasi Terhadap Sel Kanker Hela

Ekstrak yang dihasilkan dari metode refluks kemudian difraksionasi secara bertingkat menggunakan corong pisah yang bertujuan memisahkan senyawa berdasarkan kelarutannya dengan tingkat kepolaran yang berbeda. Ekstrak difraksionasi terlebih dahulu menggunakan n-heksana 2700 mL untuk memperoleh senyawa yang bersifat nonpolar seperti lipid/lemak. Sari hasil fraksionasi ini diperoleh rendemen fraksi n-heksana dan etanol masing-masing sebesar 2.40 dan 37.60 g. Fraksi bebas lemak (33.60 g) selanjutnya difraksionasi menggunakan etil asetat yang sebelumnya dihidrolisis dahulu menggunakan HCl 2 N. Hidrolisis ini dimaksudkan untuk memutuskan ikatan glikosida dari senyawa agar mendapatkan aglikon. Pada umumnya senyawa flavonoid pada tanaman tersedia dalam bentuk flavonoid glikosida, sehingga diperlukan hidrolisis asam untuk memperoleh flavonoid aglikon (Irianti et al. 2015). Rendemen fraksi etil asetat lebih tinggi dibandingkan fraksi etanol (Tabel 2). Hal ini mengindikasikan bahwa senyawa flavon aglikon banyak terekstraksi pada pelarut etil asetat.
Baca lebih lanjut

46 Baca lebih lajut

Uji Aktivitas Antiinflamasi pada Daun Kelor (Moringa oleifera L.) dengan Metode Stabilisasi Membran Sel Darah Merah

Uji Aktivitas Antiinflamasi pada Daun Kelor (Moringa oleifera L.) dengan Metode Stabilisasi Membran Sel Darah Merah

Kelor (Moringa oleifera L.) merupakan tanaman yang banyak digunakan dalam pengobatan tradisional. Analisis fitokimia ekstrak tanaman kelor mengungkapkan adanya kandungan senyawa flavonoid dan senyawa polifenol lain yang diketahui memiliki aktivitas antiinflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antiinflamasi dari ekstrak etanol 70%, fraksi n-heksan, fraksi etil asetat dan fraksi etanol 50% dari daun kelor menggunakan metode stabilisasi membran sel darah merah. Penghambatan lisis sel darah merah akibat induksi larutan hipotonis digunakan sebagai ukuran aktivitas antiinflamasi. Aktivitas antiinflamasi dari ekstrak dan fraksi daun kelor tersebut kemudian dibandingkan dengan standar natriun diklofenak. Hasil uji aktivitas antiinflamasi menggunakan metode stabilisasi membran sel darah manusia berdasarkan perhitungan % stabilitas menunjukkan bahwa fraksi yang mempunyai aktivitas tertinggi adalah fraksi etil asetat. Kemudian fraksi etil asetat tersebut dibuat beberapa seri konsentrasi (50 ppm, 100 ppm, 200 ppm, 400 ppm dan 800 ppm dan 1000 ppm) dan dibandingkan dengan kontrol positif berupa Na diklofenak pada konsentrasi yang sama. Diperoleh perlindungan paling efektif dari semua konsentrasi padakonsentrasi 1000 ppm yaitu sebesar 90,575%, sehingga dengan demikian konsentrasi tersebut dikatakan yang paling tinggi/efektif memberikan perlindungan membran sel darah merah yang diinduksi larutan hipotonik. Semakin tinggi konsentrasi stabilisasi yang digunakan maka kemampuan dalam menstabilkan membran sel darah merah yang induksi larutan hipotonik akan semakin meningkat, sehingga dengan demikian aktivitas menstabilkan membran sel darah merah dapat dikaitkan dengan konsentrasi. Hasil ini ditunjang dengan uji statistik ANOVA, yang menyatakan bahwa (P ≤ 0,05) yang artinya terdapat perbedaan yang nyata pada setiap konsentrasi dengan perlakuan.
Baca lebih lanjut

112 Baca lebih lajut

I. PENDAHULUAN  AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN RANDU (Ceiba pentandra (L.) Gaertn) TERHADAP Methicillin Resistant Staphylococcus aureus (MRSA).

I. PENDAHULUAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN RANDU (Ceiba pentandra (L.) Gaertn) TERHADAP Methicillin Resistant Staphylococcus aureus (MRSA).

Hambat Minimum (KHM) dan Konsentrasi Bunuh Minimum (KBM) ekstrak etanol daun randu belum dapat ditentukan karena masih adanya pertumbuhan bakteri pada konsentrasi tertinggi yang diujikan yaitu 5 mg/ml. Hasil uji disk diffusion menunjukkan bahwa fraksi heksan, fraksi etil asetat, dan fraksi residu daun randu 5 mg/ml memberikan zona hambat kepada E. coli dengan rata-rata diameter hambat (mm) berturut-turut 16,73±4,38, 12,50±4,50, 5,83±2,93. Fraksi heksan, fraksi etil asetat, dan fraksi residu daun randu 5 mg/ml juga memberikan zona hambat kepada S. aureus dengan rata-rata diameter hambat berturut-turut 10,13±2,13, 11,42±0,58,
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Skrining Fitokimia dan Uji Aktivitas Antibakteri Dari Ekstrak Metanol dan Fraksi Kloroform Daun Sirsak (Annona muricata L.)

Skrining Fitokimia dan Uji Aktivitas Antibakteri Dari Ekstrak Metanol dan Fraksi Kloroform Daun Sirsak (Annona muricata L.)

Hasil pengukuran diameter daerah hambatan pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureusdan Escherichia coli oleh ekstrak etanol, fraksi etil asetat dan fraksi n-heksana daun sirsak Ekstrak [r]

16 Baca lebih lajut

Efek antidiabetes fraksi etil asetat ekstrak etanol buah pare (Momordica charantia l.) pada tikus putih. - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

Efek antidiabetes fraksi etil asetat ekstrak etanol buah pare (Momordica charantia l.) pada tikus putih. - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

4.11. Kadar Gula Darah Setelah Pemberian Fraksi Etil Asetat Ekstrak Etanol Buah Pare Dosis 1g/KgBB) (Kelompok F1) . 77 4.12. Penurunan Kadar Gula Darah Setelah Pemberian Fraksi Etil Asetat Ekstrak Etanol Buah Pare (Dosis 1g/KgBB) (Kelompok F1) ................................................................... 78

15 Baca lebih lajut

Kajian Aktivitas Antioksidan dan Antimikroba Fraksi dan Ekstrak dari Daun dan Ranting Jarak Pagar (Jatropha curcas L.) serta 126 Pemanfaatannya pada Produk Personal Hygiene | Setyaningsih | Agritech 9502 17587 1 PB

Kajian Aktivitas Antioksidan dan Antimikroba Fraksi dan Ekstrak dari Daun dan Ranting Jarak Pagar (Jatropha curcas L.) serta 126 Pemanfaatannya pada Produk Personal Hygiene | Setyaningsih | Agritech 9502 17587 1 PB

Alat yang digunakan pada penelitian ini adalah seperangkat distilator, seperangkat alat ekstraksi soxhlet, pompa vacuum, whatman 41, vacuum rotary evaporator, freeze dryer, corong pemisah, spektrofotometer, inkubator, autoclave, neraca analitik, cawan petri, ose, bunsen, dan hotplate beserta pengaduk. Adapun bahan yang diperlukan yaitu daun dan ranting jarak pagar sebagai bahan baku utama untuk pembuatan ekstrak, pelarut berupa etanol, etil asetat, dan n-heksana, serta kultur Candida albicans, Pseudomonas Aeruginosa, dan Microsporum gypseum. Sedangkan bahan- bahan kimia yang digunakan adalah bahan-bahan kimia untuk analisis proksimat, analisis total fenol (asam tanat, akuades, natrium karbonat, reagen Follin-Ciocalteu, dan etanol), analisis antioksidan (DPPH/1.1-Difenil-2-Pikrihidrazil dan metanol), serta analisis aktivitas penghambatan mikroba (nutrient broth, nutrient agar, PDB, PDA, dan ketokonazol). µg/mL where this values were not significantly different. In other side, the result of antimicrobial activity indicated the present of antimicrobial inhibitory of maceration crude extract against Microsporum gypseum. It proved by the formation of clear zones of inhibition around the wells with diameter of 12, 14, and 20 mm for concentration 1, 2, and 3%. The ethyl acetate fraction showed the inhibitory against Microsporum gypseum only at concentration of 3% extract with diameter of inhibitory zones 14 mm. Utilization of selected extract fraction applied to one of personal hygiene product, transparent soap, by utilizing its antioxidant activity. Soap with the addition of ethyl acetate fraction of Jatropha curcas at a concentration level of 0.8% produces soap with antioxidant activity of 66.15% and the rate of foam stability about 83.23%.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Uji antioksidan fraksi etil asetat dan fraksi air ekstrak etanol teh hijau melalui penangkapan radikal hidroksil dengan metode deoksiribosa.

Uji antioksidan fraksi etil asetat dan fraksi air ekstrak etanol teh hijau melalui penangkapan radikal hidroksil dengan metode deoksiribosa.

Untuk mencegah terjadinya stress oksidatif tersebut diperlukan antioksidan eksogen yang efektif dan aman untuk membantu kerja antioksidan endogen dalam menangkap radikal bebas. Antioksidan eksogen dapat berupa antioksidan alami maupun antioksidan sintetik. Akhir-akhir ini diketahui bahwa beberapa senyawa antioksidan sintetik seperti butylated hydroxy anisole (BHA) dan butylated hydroxy toluene (BHT) telah diragukan keamanannya karena memiliki efek samping yang besar misalnya menyebabkan kerusakan hati. Hal tersebut mendorong tahap pengembangan antioksidan ke arah bahan-bahan alami yang diyakini mempunyai jaminan keamanan yang lebih tinggi karena memiliki efek samping yang minimal (Kikuzaki and Nakatani, 1993 cit Hertiani et al., 2001).
Baca lebih lanjut

92 Baca lebih lajut

Perbandingan Efek Ekstrak Etanol, Ekstrak Protein Biji Kedelai dan Fraksi Etil Asetat Tempe Kedelai Detam 1 Terhadap Kadar HDL Serum Mencit Galur Balb/C Jantan.

Perbandingan Efek Ekstrak Etanol, Ekstrak Protein Biji Kedelai dan Fraksi Etil Asetat Tempe Kedelai Detam 1 Terhadap Kadar HDL Serum Mencit Galur Balb/C Jantan.

Hasil Penurunan kadar HDL tertinggi didapatkan pada kelompok kontrol negatif akuades (38,83% ± 39,67). Pada pemberian kontrol positif simvastatin, ekstrak protein, ekstrak etanol, dan fraksi etil asetat, juga didapatkan penurunan kadar HDL, tetapi tidak sebesar pada kelompok kontrol negatif, yaitu secara berturut-turut : ekstrak etanol (20,83% ± 32,82), kontrol positif simvastatin (19,82% ± 19,61), ekstrak protein (15,80% ± 30,55), serta ekstrak etil asetat (14,47% ± 32,82).Secara statistik tidak didapatkan adanya perbedaan yang bermakna antar kelompok perlakuan (p=0,795)
Baca lebih lanjut

26 Baca lebih lajut

UJI SITOTOKSIK DAN UJI KOMBINASI FRAKSI ETIL ASETAT EKSTRAK ETANOL AKAR PASAK BUMI (EURYCOMA LONGIFOLIA JACK.,) DAN DOKSORUBISIN PADA SEL LIMFOSIT Laela Hayu Nurani1 , Sitarina Widyarini2

UJI SITOTOKSIK DAN UJI KOMBINASI FRAKSI ETIL ASETAT EKSTRAK ETANOL AKAR PASAK BUMI (EURYCOMA LONGIFOLIA JACK.,) DAN DOKSORUBISIN PADA SEL LIMFOSIT Laela Hayu Nurani1 , Sitarina Widyarini2

Uji kualitatif senyawa dengan metode KLT merupakan cara sederhana untuk mengidentifikasi suatu senyawa. Data yang diperoleh berupa harga Rf dan warna bercak kromatogram yang diperoleh dari pengembangan bercak pada plat kromatografi lapis tipis. Uji ini bertujuan untuk melihat kebenaran bahwa fraksi etil asetat akar pasak bumi mengandung senyawa eurycomanone. Pada uji ini gunakan fase diam silika gel G 245 yang telah ditotolkan sampel uji (fraksi etil asetat ekstrak etanol akar pasak bumi, fraksi tidak larut etil asetat ekstrak etanol akar pasak bumi dan ekstrak etanol akar pasak bumi) kemudian di kembangkan pada fase gerak etil asetat analitik dan n-heksane analitik dengan perbandingan 1 : 1. Hasil KLT yang diperoleh menunjukkan bahwa sampel berfluoresensi biru pada UV 254 nm dan berfluoresensi pada UV 366 nm. Nilai Rf hasil uji kualitatif akar pasak bumi dapat dilihat pada Gambar 1.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Pengaruh Tanaman Seledri (Apium graveolens L.) Terhadap Autoinducer Bakteri Pseudomonas aeruginosa PAO1 Diamati dengan Sensor Bioluminescence - Ubaya Repository

Pengaruh Tanaman Seledri (Apium graveolens L.) Terhadap Autoinducer Bakteri Pseudomonas aeruginosa PAO1 Diamati dengan Sensor Bioluminescence - Ubaya Repository

Bakteri menggunakan mekanisme quorum sensing untuk mengatur susunan fungsi-fungsi biologis termasuk formasi biofilm, ekspresi faktor-faktor virulensi, bioluminescence, serta produksi metabolit sekunder lainnya. Pengembangan senyawa-senyawa anti quorum sensing (quorum quenching) sebagai terapeutik pengontrol infeksi telah banyak dilakukan. Pada penelitian ini ingin diketahui pengaruh tanaman seledri (Apium graveolens L.) terhadap autoinducer Pseudomonas aeruginosa PAO1. Penelitian diamati dengan mengamati perubahan ekspresi luminescence oleh operon gen luxCDABE yang berada dalam Escherichia coli XL1 pSB1075. Ekspresi gen luxCDABE ini juga dipengaruhi oleh autoinducer bakteri Pseudomonas aeruginosa PAO1 yang berada dalam supernatan kultur. Kandungan senyawa dalam seledri diekstraksi dan difraksinasi dengan pelarut etil asetat dan etanol 80% hingga didapat fraksi etil asetat dan fraksi etanol sebagai larutan uji kemudian dibuat pada beberapa konsentrasi dan diamati pengaruhnya terhadap autoinducer Pseudomonas aeruginosa PAO1. Hasil penelitian menunjukkan adanya efek inhibisi fraksi etil asetat atau fraksi etanol tanaman seledri (Apium graveolens L.).
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

Toksisitas Ekstrak Etanol Temu Lawak (Curcuma xanthorriza Roxb) Berdasarkan Uji Letalitas Larva Udang dan Embrio Ikan Zebra

Toksisitas Ekstrak Etanol Temu Lawak (Curcuma xanthorriza Roxb) Berdasarkan Uji Letalitas Larva Udang dan Embrio Ikan Zebra

Gambar 3 Morfologi embrio ikan zebra normal pada kontrol, dan beberapa abnormalitas pada perlakuan dengan ekstrak etanol: Embrio normal K ˗ 24 jpf (A), K ˗ 48 jpf (B), malformasi ekor (72 jpf, 50 ppm) (C), malformasi sumbu tubuh (72 jpf, 100 ppm) (D), edema perikardial (96 jpf, 100 ppm) (E), edema kantung kuning telur (72 jpf, 100 ppm) (F), perlakuan 48 jpf, 200 ppm (G), perlakuan 24 jpf 400 dan 600 ppm (H). K-: kontrol negatif, jpf: jam pasca fertilisasi (bar 300 µm). Tidak berbeda dengan ekstrak etanol, kontrol negatif pada pengujian fraksi etil asetat menunjukkan perkembangan embrio dalam telur pada 24 jpf (Gambar 4A) dan telah berkembang menjadi larva pada 48 jpf (B). Selain kontrol negatif, pada perlakuan dengan fraksi etil asetat diamati pula perkembangan embrio pada kontrol pelarut (air + DMSO) untuk melihat pengaruh penambahan DMSO. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa 48 jpf embrio menetas menjadi larva (C) dan selama 96 jpf tidak ditemukan adanya malformasi pada organ larva ikan zebra (D). Berdasarkan hasil ini, 100 µL DMSO yang ditambahkan masih aman dan tidak memengaruhi perkembangan embrio ikan zebra.
Baca lebih lanjut

40 Baca lebih lajut

uji aktivitas antibakteri ekstrak etanol, fraksi n-heksan, fraksi kloroform dan fraksi etilasetat daun jambu mete (aNACARDIUM oCCIDENTALE l.)

uji aktivitas antibakteri ekstrak etanol, fraksi n-heksan, fraksi kloroform dan fraksi etilasetat daun jambu mete (aNACARDIUM oCCIDENTALE l.)

Hasil skrining fitokimia serbuk simplisia dan ekstrak etanol daun jambu mete menunjukkan adanya glikosida, saponin, flavonoida, tanin dan triterpenoida/steroid. Fraksi n-heksan menunjukkan adanya triterpenoida/steroida, fraksi kloroform mengandung senyawa alkaloid, fraksi etilasetat menunjukkan adanya glikosida, saponin, flavonoida dan tanin. Hasil uji aktivitas antibakteri menunjukkan bahwa ekstrak etanol dan fraksi etil asetat memberikan efek terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis, Streptococcus mutans, Staphylococcus aureus dan Escherichia coli dengan konsentrasi hambat minimum (KHM) sebesar 10 mg/ml dengan diameter berturut-turut sebesar 11,66 mm; 11,10 mm; 11,13 mm; dan 10,98 mm. Fraksi etilasetat pada konsentrasi 5 mg/ml dengan diameter sebesar 13,33 mm; 13,33 mm; 14,11 mm dan 14,10 mm. Fraksi n-heksan dan kloroform tidak memberikan aktivitas antibakteri.
Baca lebih lanjut

89 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...