Top PDF PEMBUATAN MINYAK KELAPA MENGGUNAKAN KULIT NANAS

PEMBUATAN MINYAK KELAPA MENGGUNAKAN KULIT NANAS

PEMBUATAN MINYAK KELAPA MENGGUNAKAN KULIT NANAS

Daging buah kelapa di cuci, di parut kemudian diperas menggunakan air matang yang telah di dinginkan dengan perbandingan air dan kelapa parut 1 : 1 (b/v). Campuran ini di saring meng- gunakan saringan santan yang bersih. Filtrat dipisahkan dan ampas kelapa diperlakukan dengan cara yang sama sebanyak 2 kali. Filtrat yang pertama, kedua, dan ketiga di campurkan, dan didiamkan selama 2 jam agar terjadi pemisahan skim dan krim. Perbandingan krim dan jus kulit nanas yang digunakan 1:1. Krim dan jus kulit nanas dimasukkan ke dalam botol inkubasi. Botol inkubasi ditutup, diaduk, dan diinkubasi selama 24 jam pada suhu 65 0 C. Setelah proses fermentasi selesai, air dan minyak dipisahkan dari kotoran (blondo) dengan menggunakan sentrifuge. Minyak yang dihasilkan diukur volumenya.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Pemanfaatan Kulit Nanas Sebagai Bahan Pembuatan Bioetanol

Pemanfaatan Kulit Nanas Sebagai Bahan Pembuatan Bioetanol

Pada proses pemanfaatan kulit nanas sebagai bahan pembuatan bioetanol ini digunakan ragi Sacharomyces cereviseae yaitu mikroorganisme untuk fermentasi. Pada awal fermentasi masih diperlukan oksigen untuk pertumbuhan dan perkembangan Sacharomyces cereviseae, tetapi kemudian tidak dibutuhkan lagi karena kondisi proses yang diperlukan adalah anaerob. Sesuai dengan literatur Elevri dan Putra, 2006 menyatakan bahwa Saccharomyces cerevisiae merupakan organisme fakultatif anaerob yang dapat menggunakan baik sistem aerob maupun anaerob untuk memperoleh energi dari pemecahan glukosa. Saccharomyces cerevisiae dapat menghasilkan alkohol dalam jumlah yang besar. Selain itu, juga memiliki toleransi yang tinggi terhadap alkohol.
Baca lebih lanjut

72 Baca lebih lajut

PEMBUATAN BIOETANOL DARI KULIT NANAS MELALUI HIDROLISIS DENGAN ASAM

PEMBUATAN BIOETANOL DARI KULIT NANAS MELALUI HIDROLISIS DENGAN ASAM

Untuk mengantisipasi terjadinya krisis bahan bakar minyak bumi (BBM) pada masa yang akan datang, saat ini telah dikembangkan sumber energi yang baru dan terbarukan sekaligus ramah lingkungan. Energi terbarukan adalah energi yang dapat diperbaharui dan apabila dikelola dengan baik, sumber daya itu tidak akan habis. Jenis energi terbarukan meliputi biomassa, panas bumi, energi surya, energi air, energi angin, dan energi samudera.

6 Baca lebih lajut

Pembuatan Sabun dengan Menggunakan Kulit Buah Kapuk (Ceiba petandra) Sebagai Sumber Alkali

Pembuatan Sabun dengan Menggunakan Kulit Buah Kapuk (Ceiba petandra) Sebagai Sumber Alkali

Sabun yang beredar dipasaran kebanyakan adalah sabun kimia. Sabun kimia adalah sabun yang mengandung SLS (Sodium Laurat Sulphat) sebagai bahan baku utama. Alasan produsen untuk membuat sabun dari SLS dikarenakan jika sabun dibuat dari lemak atau minyak menghasilkan produk samping gliserol yang harganya relatif lebih mahal.

4 Baca lebih lajut

Pembuatan Sabun Cair Menggunakan Alkali Dari Kulit Coklat (Theobroma cacao L.) dengan Minyak Kelapa Chapter III V

Pembuatan Sabun Cair Menggunakan Alkali Dari Kulit Coklat (Theobroma cacao L.) dengan Minyak Kelapa Chapter III V

peran penting dalam pendayagunaan energi ramah lingkungan [40]. Biomassa terdiri atas beberapa komponen yaitu kandungan air (moisture content), zat mudah menguap (volatile matter), karbon terikat (fixed carbon), dan abu (ash). Pembakaran akan menyisakan material berupa abu [41]. Sebelum proses pembakaran bahan yaitu kulit coklat dikeringkan terlebih dahulu yang bertujuan untuk mengurangi kandungan air dalam bahan dengan menguapkan air dalam dan dari permukaan bahan. Adanya sisa kandungan air dalam bahan dapat menghalangi proses difusi komponen komponen kimia yang terkandung dalam bahan pada saat dipanaskan, sehingga berpengaruh pada kemurnian bahan [42].
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

Pembuatan Sabun Madu Transparan Dengan Minyak Kelapa Murni (VCO), Minyak Kelapa Sawit, dan Minyak Kedelai Serta Uji Aktivitas Antibakteri

Pembuatan Sabun Madu Transparan Dengan Minyak Kelapa Murni (VCO), Minyak Kelapa Sawit, dan Minyak Kedelai Serta Uji Aktivitas Antibakteri

Pengukuran tegangan permukaan dilakukan dengan menggunakan alat Tensiometer Du Nuoy yaitu sebanyak 30 ml larutan sabun masing-masing konsentrasi dimasukkan kedalam cawan. Kemudian cawan tersebut diletakkan pada meja pengukuran yang dihubungkan dengan sebuah termostat. Meja pengukuran dinaikkan dengan hati-hati sampai cincin terletak ditengah-tengah cairan dan kemudian dikunci. Cairan dibiarkan sebentar untuk membiarkan permukaan terbentuk. Skrup penurun meja pengukuran diputar dan dipertahankan agar jarum penunjuk tetap terletak diantara bagian hitam dari cakram tanda, sementara skrup pada petunjuk skala diputar berlawanan dengan putaran jarum jam sampai cincin terlepas dari permukaan larutan. Skala yang ditunjukkan pada alat dicatat (Mariane, 2003).
Baca lebih lanjut

77 Baca lebih lajut

PEMBUATAN BIOETANOL DARI LIMBAH KULIT NANAS DALAM BENTUK SLURRY MENGGUNAKAN Saccharomyces Cereviae DENGAN METODE (SOLID STATE FERMENTATION)SSF

PEMBUATAN BIOETANOL DARI LIMBAH KULIT NANAS DALAM BENTUK SLURRY MENGGUNAKAN Saccharomyces Cereviae DENGAN METODE (SOLID STATE FERMENTATION)SSF

Meningkatnya konsumsi energi dunia dan berkurangnya ketersediaan bahan bakar fosil menyebabkan perkembangan energi bergeser menjadi bahan bakar renewable dan ramah lingkungan. Limbah perkebunan berupa kulit nanas dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan bioetanol melalui proses fermentasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pembuatan bioetanol dengan proses fermentasi kultur padat dari limbah kulit nanas dan menentukan kadar bioetanol yang dihasilkan menggunakan bantuan Saccharomyces Cereviae pada variasi volume inokulum 10, 15 dan 20 ml dan waktu fermentasi 18, 24 dan 30 jam. Jenis fermentasi yang dilakukan adalah fermentasi substrat padat dengan aktivitas air yang rendah. Proses fermentasi dilakukan dengan bantuan bakteri Saccharomyces Cereviae karena memiliki kelebihan yaitu tahan pada konsentrasi etanol tinggi lebih toleran terhadap suhu dan pH rendah. Hasil penelitian menunjukan bahwa semakin besar volume inokulum yang diinokulasikan terhadap substrat fermentasi maka kadar bioetanol yang dihasilkan akan semakin tinggi. Konsentrasi bioetanol tertinggi yang diperoleh sebesar 30,3819%v, pada volume inokulum 20 ml. Waktu fermentasi optimum yang didapat adalah 18 jam untuk semua variasi volume inokulum.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Rancang Bangun Alat Pengupas Kulit Nanas Sistem Press Manual

Rancang Bangun Alat Pengupas Kulit Nanas Sistem Press Manual

Penanganan pasca panen nanas dalam hal pengupasan kulit di tingkat petani umumnya masih dilakukan secara manual yakni menggunakan pisau. Sehingga untuk mengatasi kelemahan dan kekurangan dari pengupasan kulit nanas secara manual, maka dibuatlah alat pengupas kulit nanas semi mekanis yang mampu mengupas kulit nanas dengan waktu pengupasan yang relatif lebih cepat sehingga meningkatkan kapasitas kerja, hasil kupasan yang lebih rapi, mengurangi tenaga kerja serta dapat digunakan oleh siapa pun. Metode yang digunakan adalah studi literatur (kepustakaan) dan melakukan pengamatan tentang alat pengupas kulit nanas sistem press manual. Kemudian dilakukan perancangan bentuk dan pembuatan/ perangkaian komponen-komponen alat pengupas kulit nanas. Kapasitas alat pada alat pengupas kulit nanas mata pisau sebelum diasah dengan diameter 11 cm, 10 cm dan 7,5 cm berturut-turut adalah 139,76 buah/jam, 143,26 buah/jam dan 149,25 buah/jam.Kapasitas alat pada alat pengupas kulit nanas mata pisau setelah diasah dengan diameter 11 cm, 10 cm dan 7,5 cm berturut-turut adalah 143,47 buah/jam, 144,57 buah/jam dan 150,76 buah/jam.
Baca lebih lanjut

80 Baca lebih lajut

Formulasi Sabun Padat dengan Kombinasi Tepung Beras dan Eksrak Daun Kemuning (Murraya paniculata L. Jack) sebagai Anti Hiperpigmentasi pada Kulit

Formulasi Sabun Padat dengan Kombinasi Tepung Beras dan Eksrak Daun Kemuning (Murraya paniculata L. Jack) sebagai Anti Hiperpigmentasi pada Kulit

Minyak kelapa sawit umumnya digunakan sebagai pengganti tallow. Minyak kelapa sawit dapat diperoleh dari pemasakan buah kelapa sawit. Minyak kelapa sawit berwarna jingga kemerahan karena adanya kandungan zat warna karotenoid sehingga jika akan digunakan sebagai bahan baku pembuatan sabun harus dipucatkan terlebih dahulu. Sabun yang terbuat dari 100% minyak kelapa sawit akan bersifat keras dan sulit berbusa. Maka dari itu, jika akan digunakan sebagai bahan baku pembuatan sabun, minyak kelapa sawit harus dicampur dengan bahan lainnya.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

KREASI TANAMAN MERAMBAT

KREASI TANAMAN MERAMBAT

Kehijauan dan kesegaran suasana tidak hanya menimbulkan kesan asri, tetapi lebih jauh lagi dapat meredam ketegangan terutama bagi masyarakat perkotaan Kegiatan ini mencoba memadukan trend tanaman hias daun tahun 80-an (Bromeliads sp) dengan bentukan espalier dari tanaman merambat Ficus repens yang merupakan primadona tanaman 90-an. Tanaman dolar-dolaran yang merupakan tanaman merambat dapat dijadikan kreasi ”FiBro Art”. Penampilan espalier ini lebih ditekankan pada tampilan estetik, sederhana, dan mudah perawatan Kegiatan ini dapat mengembangkan jiwa wirausaha bagi mahasiswa. Selain itu juga memberikan nilai tambah bagi kenyamanan ruang dan memberikan alternatif bagi disain tanaman dalam ruang terbatas. Pada tahap persiapan dilakukan koordinasi dengan Studio Pro Lanskap untuk mengetahui lebih lanjut disain tanaman, tempat produksi dan kemungkinan penyediaan alat. Kegiatan produksi yang dilakukan meliputi dua tahap, yaitu pembuatan disain FiBro Art dan implementasi disain. Pembuatan disain mengalami tiga kali perubahan sesuai keadaan di lapangan yaitu espalier nanas, cocopot (menggunakan batok kelapa), dan yang terakhir adalah tipe FiBro Art yang merupakan produk sederhana, menarik, dan mudah perawatan..Untuk keperluan promosi produk bentukan FiBro Art ini diadakan kerjasama dengan pihak Studio Pro Arsitektur Lanskap, melakukan Bazar, penjualan di tempat produksi, Green Co (Kopma IPB), Agroteko, menitipkan ke Ibu-ibu Arisan dan melalui internet. Kegiatan ini sudah menunjukkan signal positif dilihat dari omset penjualan dan antusiasme dalam pelatihan serta demo yang pernah dilakukan. Kegiatan ini berhasil mengembangkan jiwa wirausaha mahasiswa yang terlibat didalam proses PKMK maupun yang membantu selama kegiatan ini berlangsung serta berhasil memberdayakan dan meningkatkan kesejahteraan petani kecil tanaman hias secara tidak langsung.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

LAPORAN TUGAS AKHIR PEMBUATAN BIOETANOL DARI SARI KULIT NANAS

LAPORAN TUGAS AKHIR PEMBUATAN BIOETANOL DARI SARI KULIT NANAS

Proses pembuatan bioetanol ini melalui beberapa tahap. Proses ekstraksi dilakukan dengan menghancurkan kulit nanas yang telah ditambah aquadest dengan perbandingan berat kulit nanas: aquadest = 1:2 kemudian dilakukan proses penyaringan. Sari kulit nanas yang dihasilkan kemudian dianalisa kadar glukosanya. Proses fermentasi berlangsung secara anaerob pada pH 4-5 dengan menggunakan yeast ( Saccharomyces cerevisiae) sebagai mikroorganisme yang akan menguraikan glukosa menjadi etanol. Agar pertumbuhan dan perkembangbiakan yeast optimal, maka ditambahkan urea seberat 4 gram sebagai nutrient kedalam media. Untuk memisahkan etanol yang terbentuk, dilakukan proses distilasi pada suhu 90-95 0 C selama kurang lebih 3 jam hingga destilat tidak menetes lagi. Dalam penelitian ini dilakukan variasi perbandingan berat yeast yang digunakan dan lamanya waktu fermentasi. Dari hasil penelitian, seberat 400 gram kulit nanas menghasilkan etanol dengan kadar 15,45 %(b/b), yield 9,39 %, konversi glukosa sebesar 52,56% dengan waktu fermentasi selama 3 hari.
Baca lebih lanjut

55 Baca lebih lajut

LAPORAN TUGAS AKHIR PEMBUATAN MINYAK KELAPA MURNI ( VIRGIN COCONUT OIL ) MENGGUNAKAN FERMENTASI RAGI TEMPE.

LAPORAN TUGAS AKHIR PEMBUATAN MINYAK KELAPA MURNI ( VIRGIN COCONUT OIL ) MENGGUNAKAN FERMENTASI RAGI TEMPE.

Pohon kelapa sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia karena hampir semua bagian kelapa dapat dimanfaatkan. Buah kelapa yang terdiri atas sabut, tempurung, daging buah dan air kelapa tidak ada yang terbuang dan dapat dibuat untuk menghasilkan produk industri, antara lain sabut kelapa dapat dibuat keset, sapu, dan matras. Tempurung dapat dimanfaatkan untuk membuat karbon aktif dan kerajinan tangan. Dari batang kelapa dapat dihasilkan bahan-bahan bangunan baik untuk kerangka maupun untuk dinding serta atap. Daun kelapa dapat diambil lidinya yang dapat dipakai sebagai sapu, serta barang-barang anyaman. Daging buah dapat dipakai sebagai bahan baku untuk menghasilkan kopra, minyak kelapa, coconut cream, santan dan parutan kering, sedangkan air kelapa dapat dipakai untuk membuat cuka dan nata de coco. Santan adalah cairan yang diperoleh dengan melakukan pemerasan terhadap daging buah kelapa parutan. Santan merupakan bahan makanan yang dipergunakan untuk mengolah berbagai masakan yang mengandung daging, ikan, ayam, dan untuk pembuatan berbagai kue-kue, es krim, gula-gula. Selain itu, kelapa juga menghasilkan produk olahan yang populer belakangan ini yaitu Virgin Coconut Oil (VCO) yang bermanfaat bagi kehidupan manusia (Suhardiyono, 1993).
Baca lebih lanjut

57 Baca lebih lajut

Pembuatan Sabun Cair Menggunakan Alkali Dari Kulit Coklat (Theobroma cacao L.) dengan Minyak Kelapa

Pembuatan Sabun Cair Menggunakan Alkali Dari Kulit Coklat (Theobroma cacao L.) dengan Minyak Kelapa

Mula-mula reaksi penyabunan berjalan lambat karena minyak dan larutan alkali merupakan larutan yang tidak saling melarut (immiscible). Setelah terbentuk sabun maka kecepatan reaksi akan meningkat, karena reaksi penyabunan bersifat sebagai reaksi autokatalitik, maka pada akhirnya kecepatan reaksi akan menurun lagi karena jumlah minyak yang sudah berkurang. Apabila senyawa alkali yang ditambahkan adalah kalium soda (KOH), maka sabun yang dihasilkan adalah sabun yang bersifat lunak (soft soap) dan gliserol yang terikut dalam sabun tersebut dapat dipisahkan dari sabunnya dengan penambahan NaCl sedangkan bila senyawa alkali yang ditambahkan natrium soda (NaOH) maka akan didapat sabun keras (hard soap) tapi gliserolnya tidak dapat dipisahkan dengan NaCl sehingga berupa zat warna kuning yang masih berisi alkohol dan air [25].
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Pembuatan Sabun Cair Menggunakan Alkali Dari Kulit Coklat (Theobroma cacao L.) dengan Minyak Kelapa

Pembuatan Sabun Cair Menggunakan Alkali Dari Kulit Coklat (Theobroma cacao L.) dengan Minyak Kelapa

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi kulit coklat sebagai alkali pada proses pembuatan sabun natural dan mengetahui sifat-sifat sabun natural yang dihasilkan dari minyak kelapa sebagai sumber asam lemak. Bahan – bahan yang digunakan, antara lain minyak kelapa, alkali dari kulit coklat dan aquadest. Variabel – variabel yang diamati, antara lain temperatur reaksi pembuatan sabun, waktu pengadukan dan waktu reaski penyabunan. Penelitian diawali dengan pembuatan alkali dari kulit coklat, dimana kulit coklat dikeringkan menggunakan oven pada temperatur 105 o C selama 24 jam dan dihaluskan menggunakan ball mill sampai ukuran 50 mesh. Bubuk kulit coklat tersebut dibakar menggunakan tanur pada temperatur 600 o C selama 6 jam dan diekstaksi 10 gram abu
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Pembuatan Sabun Cair Menggunakan Alkali Dari Kulit Coklat (Theobroma cacao L.) dengan Minyak Kelapa

Pembuatan Sabun Cair Menggunakan Alkali Dari Kulit Coklat (Theobroma cacao L.) dengan Minyak Kelapa

Bilangan penyabunan adalah banyaknya alkali yang dibutuhkan untuk menyabunkan sejumlah minyak. Semakin tinggi bilangan penyabunan menunjukkan semakin tinggi pula kadar asam lemak bebas dalam minyak sehingga alkali yang dibutuhkan untuk menyabunkan minyak tersebut juga akan semakin banyak [55].

8 Baca lebih lajut

Pembuatan Sabun Cair Menggunakan Alkali Dari Kulit Coklat (Theobroma cacao L.) dengan Minyak Kelapa

Pembuatan Sabun Cair Menggunakan Alkali Dari Kulit Coklat (Theobroma cacao L.) dengan Minyak Kelapa

Dari gambar 4.5 tersebut juga dapat dilihat adanya pengaruh waktu analisa sabun terhadap kadar alkali bebas sabun yang dihasilkan. Dengan semakin lama waktu analisa maka kadar alkali bebas sabun yang didapat akan semakin kecil. Hal tersebut akibat pengaruh semakin lama waktu analisa maka waktu reaski sabun juga akan semaki lama, reaksi sabun akan mencapai kestimbangan dan kadar alkali bebas dalam sabun akan berkurang. Semakin lama waktu reaksi menyebabkan semakin banyak pula minyak yang dapat tersabunkan, berarti hasil yang didapat juga semakin tinggi, tetapi jika reaksi telah mencapai kondisi setimbangnya, penambahan waktu tidak akan meningkatkan jumlah minyak yang tersabunkan [52].
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Pembuatan Sabun Cair Menggunakan Alkali Dari Kulit Coklat (Theobroma cacao L.) dengan Minyak Kelapa

Pembuatan Sabun Cair Menggunakan Alkali Dari Kulit Coklat (Theobroma cacao L.) dengan Minyak Kelapa

DENGAN MINYAK KELAPA SKRIPSI Oleh AULIA BISMAR PADUANA 120405037 DEPARTEMEN TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SUMATERA UTARA APRIL 2017.[r]

1 Baca lebih lajut

Pembuatan Sabun Cair Menggunakan Alkali Dari Kulit Coklat (Theobroma cacao L.) dengan Minyak Kelapa

Pembuatan Sabun Cair Menggunakan Alkali Dari Kulit Coklat (Theobroma cacao L.) dengan Minyak Kelapa

Puji dan syukur kehadirat Allah SWT atas limpahan rahmat dan karunia-Nya sehingga skripsi ini dapat diselesaikan. Tulisan ini merupakan skripsi dengan judul “Pembuatan Sabun Cair Menggunakan Alkali Dari Kulit Coklat ( Theobroma cacao L. ) dengan Minyak Kelapa” berdasarkan hasil penelitian yang penulis lakukan di Departemen Teknik, Kimia Universtas Sumatera Utara. Skripsi ini merupakan salah satu syarat untuk mendapatkan gelar sarjana teknik.

7 Baca lebih lajut

“BIMA-SAKA” (BIODIESEL MINYAK KELAPA DENGAN KATALIS SABUT KELAPA) SEBAGAI INOVASI ENERGI ALTERNATIF TERBARUKAN.

“BIMA-SAKA” (BIODIESEL MINYAK KELAPA DENGAN KATALIS SABUT KELAPA) SEBAGAI INOVASI ENERGI ALTERNATIF TERBARUKAN.

katalis dalam pembuatan biodiesel. Berdasarkan studi literatur dari penelitian yang telah dilakukan oleh Husin et al. (2011) diperoleh inovasi pembuatan biodiesel dari minyak kelapa menggunakan katalis abu sabut kelapa dengan harapan dari inovasi tersebut didapat yield yang lebih besar serta kualitas yang lebih baik.

1 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...