Top PDF PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE KARTU ARISAN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI IS SMA NEGERI 7 BANDA ACEH

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE KARTU ARISAN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI IS SMA NEGERI 7 BANDA ACEH

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE KARTU ARISAN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI IS SMA NEGERI 7 BANDA ACEH

ELECTRONIC THESIS AND DISSERTATION UNSYIAH TITLE PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE KARTU ARISAN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI IS SMA NEGERI 7 BANDA ACEH A[r]

1 Baca lebih lajut

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERFIKIR KRITIS DAN HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA KELAS XI IPA SMA NEGERI 2 KARANGAN TRENGGALEK

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERFIKIR KRITIS DAN HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA KELAS XI IPA SMA NEGERI 2 KARANGAN TRENGGALEK

Model pembelajaran kooperatif merupakan salah satu model pembelajaran yang seringkali diterapkan dalam meningkatkan kemampuan pemahaman dan kecerdasan siswa serta membengun kemampuan berfikir kritis. Ada berbagai macam model pembelajaran kooperatif. Salah satu model pembelajaran yang diharapakan mampu meningkatkan kemampuan berfikir kritis dalam pembelajaran biologi adalah model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation (GI). Salvin (2005) (dalam Pritasari, 2011) mengemukakan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation terdiri dari enam tahap meliputi: grouping, planning, investigation, organizing, presenting, dan evaluating. Pada tahap investigation siswa dapat meningkatkan kemampuan mengatur strategi dan taktik meliputi menentukan solusi dari permasalahn dan menuliskan jawaban dari solusi permasalahan dalam soal. Selain itu, pada tahap investigation siswa dapat meningkatkan keterampilan memberikan penjelasan lanjut meliputi kegiatan analisis dan sintesis. Pada tahap presenting dan evaluating, siswa dapat meningkatkan kemampuan menarik kesimpulan dari penyelesaian suatu masalah dan menentukan alternatif-alternatif cara lain dalam menyelesaikan masalah.
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Two Stay Two Stray (TSTS) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Sosiologi Pada Siswa Kelas XI IPS 1 SMA Negeri 1 Mojolaban.

Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Two Stay Two Stray (TSTS) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Sosiologi Pada Siswa Kelas XI IPS 1 SMA Negeri 1 Mojolaban.

This research is a classroom action research (PTK) is conducted in two cycles, each cycle consisting of four stages: action planning, action, observation, and reflection. The subjects of this study were all students of class XI IPS 1 SMA Negeri 1 Mojolaban which consists of 36 students. Sources of data in this study were teachers and students. The main data collection techniques in this study is the observation and tests, in addition to supporting data collection techniques are interviews and documentation. Analysis of data using qualitative descriptive analysis techniques.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas XI MIA 2 SMA Negeri 1 Prambanan Sleman pada materi sistem imun.

Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas XI MIA 2 SMA Negeri 1 Prambanan Sleman pada materi sistem imun.

Keberhasilan pendidikan di Indonesia sangat tergantung pada beberapa faktor di antaranya guru sebagai fasilitator dan motivator bagi siswa, sarana dan prasarana (termasuk metode dan media pembelajaran) dan keaktifan siswa dalam proses belajar mengajar. Guru merupakan kunci dalam peningkatan mutu pendidikan dan mereka berada pada titik sentral dari setiap usaha reformasi pendidikan yang diarahkan pada perubahan kualitatif. Guru bertanggung jawab untuk mengatur, mengarahkan dan menciptakan suasana yang mendorong siswa untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan di kelas. Untuk menunjang tugas tersebut diperlukan pemilihan metode yang tepat dan sesuai dengan materi atau konsep yang akan diajarkan (variasi gaya mengajar guru). Metode mengajar yang dipakai guru akan berpengaruh pula terhadap cara belajar siswa, yang mana setiap siswa mempunyai cara belajar yang berbeda-beda dengan siswa lainnya. Dengan menggunakan metode yang tepat diharapkan dapat meningkatkan motivasi siswa dalam proses pembelajaran.
Baca lebih lanjut

280 Baca lebih lajut

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR KIMIA SISWA KELAS XI IPA.3 SMA NEGERI 2 TEMBILAHAN Asniadarni SMA Negeri 2 Tembilahan Riau

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR KIMIA SISWA KELAS XI IPA.3 SMA NEGERI 2 TEMBILAHAN Asniadarni SMA Negeri 2 Tembilahan Riau

Agar kegiatan pembelajaran berjalan sesuai dengan rencana maka disetiapkali pertemuan berpedoman pada RPP dan LKS. Proses pembelajaran diawali dengan mempersiapkan siswa untuk belajar dan guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Selanjutnya guru memotivasi dan membimbing siswa melakukan apersepsi dengan tanya jawab bersama siswa. Kegiatan inti, guru terlebih dahulu menyajikan materi pelajaran. Setelah guru menjelasakan materi pelajaran, kegiatan pembelajaran dilanjutkan dengan pembagian kelompok yang beranggota 4 orang tiap kelompoknya. Pembelajaran dilanjutkan dengan diskusi kelompok dan pengisian LKS. Guru menjelaskan materi yang banyak tidak dipahami siswa di depan kelas, agar semua siswa dapat mendengarkan penjelasan guru dan tidak menanyakan hal yang sama. Guru melanjutkan proses pembelajaran dengan mengevaluasi hasil kerja siswa dari masing-masing kelompok untuk mengetahui pemahaman siswa. Diakhir pembelajaran guru memberikan penghargaan kepada siswa dan kelompok yang berprestasi.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TWO STAY TWO STRAY UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SOSIOLOGI SISWA KELAS XI IPS 1 SMA NEGERI 7 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2014/2015.

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TWO STAY TWO STRAY UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SOSIOLOGI SISWA KELAS XI IPS 1 SMA NEGERI 7 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2014/2015.

Hasil penelitian dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik pada materi integrasi dan reintegrasi sosial, ditinjau dari aspek sikap, pengetahuan, dan ketrampilan. Berdasarkan hasil tes pengetahuan pada siklus I, diperoleh ketuntasan peserta didik sebanyak 72% dengan rata-rata kelas 3,20, dan pada siklus II mengalami peningkatan sebesar 19% sehingga menjadi 91% dengan rata- rata kelas 3,27. Untuk penilaian aspek sikap pesentase ketercapaian pada siklus I adalah 90,62% dengan rata-rata kelas sebanyak 3,0, kemudian mengalami peningkatan pada siklus II menjadi 96,87, dengan rata-rata kelas sebanyak 3,26. Sedangkan pada aspek ketrampilan persentase ketercapaian siklus I dan siklus II tidak mengalaimi perubahan yaitu 93,75%, namun rata-rata kelas mengalami peningkatan pada siklus I diperoleh hasil 3,06, kemudian meningkat menjadi 3,34 pada siklus II.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE SNOWBALL DRILLING UNTUK MENINGKATKAN MINAT DAN HASIL BELAJAR SEJARAH SISWA KELAS XI IPS 3 SMA NEGERI KEBAKKRAMAT TAHUN AJARAN 2015/2016.

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE SNOWBALL DRILLING UNTUK MENINGKATKAN MINAT DAN HASIL BELAJAR SEJARAH SISWA KELAS XI IPS 3 SMA NEGERI KEBAKKRAMAT TAHUN AJARAN 2015/2016.

Berdasarkan hasil penelitian dan analisis yang telah dilaksanakan menunjukkan: 1) Pada prasiklus pembelajaran memperoleh rata-rata pencapaian nilai sebesar 67,33% yang diperoleh dari penilaian RPP, aktivitas mengajar guru dan aktivitas belajar siswa. Pada siklus I guru dapat menerapkan pembelajaran sehingga proses pembelajaran berjalan dengan baik. Pada siklus I rata-rata pencapaian indikator kemampuan guru mengalami peningkatan menjadi 80,25 dan pada siklus II meningkat menjadi 88% 2) Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe snowball drilling dapat meningkatkan minat belajar siswa. Pada prasiklus rata-rata pencapaian indikator minat belajar siswa yaitu 60,06. Pada siklus I mengalami peningkatan menjadi 77% dan pada siklus II meningkat menjadi 84%. 3) Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe snowball drilling dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Pada prasiklus siswa yang tuntas KKM (75) sebesar 41,67% atau 15 siswa dari total 36 siswa. Pada siklus I siswa yang tuntas KKM meningkat menjadi 72,22% atau 26 siswa dan pada siklus II mengalami kenaikan lagi menjadi 83,33% atau sebanyak 36 siswa. Ketuntasan hasil belajar siswa ini telah melampaui target penelitian yaitu sebesar ≥ 80%.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM QUIZ UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR AKUNTANSI SISWA KELAS XI SMA NEGERI 1 TERAS BOYOLALI TAHUN AJARAN 2010 2011

PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM QUIZ UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR AKUNTANSI SISWA KELAS XI SMA NEGERI 1 TERAS BOYOLALI TAHUN AJARAN 2010 2011

Materi pada siklus pelaksanaan tindakan I adalah kertas kerja. Pada awal pelaksanaan tindakan diberi pengarahan tentang pembelajaran Team Quiz kepada siswa. Hal tersebut bertujuan agar pelaksanaan model pembelajaran dapat berjalan dengan lancar. Pengarahan tersebut berupa langkah-langkah pembelajaran kooperatif Team Quiz yang meliputi mendengarkan penyajian materi dari guru, membuat rangkuman tentang materi yang disampaikan oleh guru, belajar bersama dengan satu tim, melaksanakan kuis berkelompok. Dengan adanya pengarahan tersebut maka siswa akan mendapatkan gambaran yang jelas mengenai model pembelajaran kooperatif tipe Team Quiz. Guru juga memberikan penjelasan tentang aspek- aspek yang dinilai selama model pembelajaran kooperatif tipe Team Quiz dilaksanakan yaitu: keaktifan siswa, kecepatan memberikan pertanyaan, kecepatan menjawab pertanyaan, kerjasama dalam diskusi kelompok, kecepatan dan kerapian saat mengerjakan evaluasi. Guru juga menjelaskan bahwa akan adanya penghargaan bagi tim yang memenuhi kriteria tertentu, hal ini akan menambah antusias siswa untuk bekerjasama dalam tim dan berkompetisi antar tim
Baca lebih lanjut

93 Baca lebih lajut

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TWO STAY TWO STRAY DENGAN MEDIA PETA KONSEP UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI STRUKTUR ATOM KELAS XI SMA.

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TWO STAY TWO STRAY DENGAN MEDIA PETA KONSEP UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI STRUKTUR ATOM KELAS XI SMA.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada perbedaan peningkatan hasil belajar dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray dengan media peta konsep dan model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray tanpa media peta konsep pada materi struktur atom kelas XI SMA. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1 Air Putih yang terdiri dari 4 kelas. Sampel yang digunakan 2 kelas yaitu kelas eksperimen 1 dan kelas eksperimen 2 masing-masing berjumlah 32 orang dengan cara acak (random). Instrumen adalah tes objektif dalam bentuk pilihan ganda berjumlah 25 soal yang valid dari 40 soal dengan tingkat reliabel 0,896 > dari r tabel = 0,312. Kelas eksperimen 1 diberikan perlakuan dengan model
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) untuk meningkatkan prestasi belajar siswa dalam pembelajaran akuntansi di kelas XI SMA Negeri 11 Yogyakarta - USD Repository

Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) untuk meningkatkan prestasi belajar siswa dalam pembelajaran akuntansi di kelas XI SMA Negeri 11 Yogyakarta - USD Repository

Berdasarkan penelitian yang dilakukan di SMA Negeri 11 Yogyakarta didapatkan kesimpulan bahwa penerapan metode kooperatif tipe TGT dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Hal itu ditunjukkan dengan adanya hasil pretest dan postest yang telah dikerjakan oleh siswa. Hasil tersebut mengalami kenaikan, adapun hasil untuk nilai yang diperoleh siswa pada saat mengerjakan pretest adalah 5.9 sedangkan hasil untuk nilai siswa pada saat mengerjakan soal postest adalah 8,1. Dari hasil di atas dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan metode kooperatif tipe TGT, meningkatkan prestasi belajar siswa didalam pembelajaran. Adapun rata-rata peningkatan prestasi belajar siswa pada saat mengikuti proses pembelajaran tersebut adalah 2,22 atau 27 % dari 32 siswa yang mengikuti tes pretest dan postest. Sedangkan hasil pengujian statistik diperoleh nilai sig. (2 – tailed ) = 000 < α = 0,05 yang menunjukkan adanya perbedaan diantara kegiatan sebelum dan sesudah diterapkannya metode pembelajaran kooperatif tipe TGT
Baca lebih lanjut

225 Baca lebih lajut

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KIMIA SISWA KELAS X SMA NEGERI 10 PALEMBANG

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KIMIA SISWA KELAS X SMA NEGERI 10 PALEMBANG

Abstract : This research aims to improve the learning process in order to improve student learning outcomes in chemistry subject by applying learning model Teams Games Tournament (TGT) in class X MIA 2 SMA Negeri 10 Palembang. The methods that used in this observation is classroom action research that is carried out in three cycles, each cycle consisting of two meetings. Techniques of data collecting use the observation sheet and final testing cycle. Observation sheet was used to determine the activity of students and the test to determine student learning outcomes. Based on research, gained mastery learning outcomes of students increased from 45% before treatment (T0) to 55% in the first cycle (T1), 72.5% in the second cycle (T2) and 87.5% in the third cycle. Average student activity within the group at the first cycle of 53.43%, 57.18% for the second cycle and the third cycle of 64.47%. Average student learning outcomes at the first cycle of 70,55 , 72,125 for the second cycle and the third cycle of 74,6. Results of research by applying the learning model Teams Games Tournament (TGT) can improve student learning outcomes in chemistry subject shown on the T 3 >T 2 >T 1 >T 0 . Based on these results, the researchers suggest to teachers who
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TWO STAY TWO STRAY PADA MATERI SISTEM EKSKRESI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA SMA KELAS XI.

PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TWO STAY TWO STRAY PADA MATERI SISTEM EKSKRESI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA SMA KELAS XI.

This research’s goal is to know application of cooperative learning two stay two stray type on excretory system topic to increase student XI grade learning outcomes. This research used weak experimental method with purposive sampling technique and has been selected one experiment it is XI science grade 2. Collecting data technique for cognitive or concept mastery of student used test method which was include pretest and posttest, whereas for affective aspect measured by observation sheet. To know how student opinion toward the method learning that has been undergone, student filled the questionnaire. Analysis data technique for hypothesis underwent using t test. Based on the research result showed that average of pretest is 43,75 and posttest is 75, so gain of the student is 30,9 with the gain index is 0,55 which is include in medium category. From concept mastery result showed that there are increasing of cognitive result of student before and after interference. Average value percentage for affective is 92,7 % which is include in good category. Thus, can be concluded that cooperative learning with two stay two stray type on excretory system topic can increase senior high school student in XI grade learning outcomes.
Baca lebih lanjut

46 Baca lebih lajut

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE KARTU ARISAN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA  Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Kartu Arisan Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Ipa Siswa Kelas V Sd Negeri 03 Munggur Tahun 2011/2012.

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE KARTU ARISAN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Kartu Arisan Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Ipa Siswa Kelas V Sd Negeri 03 Munggur Tahun 2011/2012.

Syukur Alhamdulillah, penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat, taufik dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “ Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Kartu Arisan Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Ipa Siswa Kelas V Sd Negeri 03 Munggur Tahun 2011/2012” dengan baik. Skripsi ini merupakan tanggapan atas fenomena rendahnya hasil belajar siswa pada pelajaran IPA. Tanggapan tersebut terwujud dalam bentuk upaya meningkatkan hasil belajar siswa dengan menggunakan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe kartu arisan yang bertujuan untuk merangsang siswa berfikir mengaitkan mainan dengan materi pelajaran sehingga mampu meningkatkan hasil belajar mereka, yang terangkum dalam penelitian tindakan kelas di SD Negeri 03 Munggur.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CIRCUIT LEARNING BERBANTU MEDIA GAMBAR DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI PADA SISWA KELAS X SMA NEGERI 12 BANDA ACEH

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CIRCUIT LEARNING BERBANTU MEDIA GAMBAR DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI PADA SISWA KELAS X SMA NEGERI 12 BANDA ACEH

dipakai pada pelaksanaan proses pembelajaran melalui pendekatan kelompok dengan menuntut siswa mengembangkan kata-kata dengan bahasa mereka sendiri berkaitan dengan materi yang telah dipelajari secara berkelompok.Media gambar yang dipakai dalam pembelajaran bukan hanya dapat menyampaikan saja tetapi dapat digunakan untuk melatih keterampilan berpikir serta dapat mengembangkan kemampuan imajinasi siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Peningkatan hasil belajar siswa; (2) Aktivitas guru dan siswa; (3) Keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran; dan (4) Respon siswa terhadap model pembelajaran circuit learning berbantu media gambar.Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X IS-2 SMA Negeri 12 Banda Aceh yang berjumlah 24 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan (1)L embar soal; (2)L embar pengamatan aktivitas guru dan siswa; (3) L embar pengamatan keterampilan guru; dan (4) lembar respon siswa. Analisis data menggunakan statistik deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1)Persentase ketuntasan secara individual meningkat dari 15 siswa menjadi 23 siswa yang tuntas belajar, persentase ketuntasan klasikal pun meningkat dari 50% menjadi 90%; (2) Aktivitas guru dan siswa dari siklus satu sampai dengan siklus tiga telah mencerminkan penerapan model pembelaja ran circuit learning berbantu media gambar.Ditandai dengan adanya peningkatan dari siklus satu hanya 4 aktivitas yang belum sesuai, meningkat pada siklus ketiga, 13 aktivitas guru dan siswa dikatagorikan sesuai dengan standar waktu yang ditetapkan; (3)Keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran dengan menggunakan model circuit learning berbantu media gambar meningkat dari perolehan skor rata-rata 2,56 berkatagori sedang menjadi 3,52 berkatagori sangat baik; dan (4) Respon
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Kartu Arisan Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Ipa Siswa Kelas V Sd Negeri 03 Munggur Tahun 2011/2012.

PENDAHULUAN Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Kartu Arisan Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Ipa Siswa Kelas V Sd Negeri 03 Munggur Tahun 2011/2012.

Pendidikan pada dasarnya merupakan proses untuk membantu manusia dalam mengembangkan dirinya, sehingga mampu menghadapi setiap perubahan yang terjadi dalam kehidupan. Pendidikan merupakan sarana dan wadah pembinaan sumber daya manusia, oleh karena itu perlu mendapatkan perhatian dan penanganan baik oleh pemerintah, masyarakat dan keluarga.Tantangan utama dunia pendidikan Indonesia dewasa ini dan di masa depan adalah kemampuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Tanpa mengurangi arti dan pentingnya jalur dan jenis pendidikan lain, pendidikan dasar, khususnya pada tingkat sekolah dasar memiliki posisi sangat strategis karena menjadi landasan bagi pendidikan selanjutnya. Pendidikan dasar yang bermutu akan memberikan landasan yang kuat bagi pendidikan menengah dan pendidikan tinggi yang bermutu.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE 7E BERBANTUAN MEDIA AUDIOVISUAL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI SISWA KELAS X IS-1 SMA NEGERI 8 BANDA ACEH

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE 7E BERBANTUAN MEDIA AUDIOVISUAL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI SISWA KELAS X IS-1 SMA NEGERI 8 BANDA ACEH

audiovisual. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X IS-1 SMA Negeri 8 Banda Aceh yang berjumlah 25 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan (1) Lembar pre-test dan post-test; (2) Lembar pengamatan aktivitas guru dan siswa; (3) Lembar pengamatan keterampilan guru; dan (4) lembar respon siswa. Analisis data menggunakan statistik deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Persentase ketuntasan secara individual meningkat dari 18 siswa yang tuntas pada siklus I dan 24 siswa tuntas pada siklus II, persentase ketuntasan klasikal pun meningkat dari 60% pada siklus I dan 90% pada siklus II; (2) Aktivitas guru dan siswa meningkat menjadi sesuai dengan persentase waktu ideal; (3) Keterampilan guru meningkat dari perolehan skor 2 pada siklus I dengan kategori sedang dan skor 2,9 pada siklus II dengan kategori baik; (4) Respon siswa, terhadap model pembelajaran learning cycle 7e
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE KARTU ARISAN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA  Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Kartu Arisan Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Ipa Siswa Kelas V Sd Negeri 03 Munggur Tahun 2011/2012.

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE KARTU ARISAN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Kartu Arisan Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Ipa Siswa Kelas V Sd Negeri 03 Munggur Tahun 2011/2012.

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPA dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe kartu arisan pada siswa kelas V SD Negeri 03 Munggur. Subyek penelitian guru dan siswa kelas V SD Negeri 03 Munggur yang berjumlah 25 siswa, terdiri dari 7 siswa laki-laki dan 18 siswa perempuan, teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, tes dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan secara analisa interaktif dengan langkah - langkah : reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini adalah peningkatan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPA. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan persentase hasil belajar siswa dari pra siklus sampai siklus tiga. Sebelum dilaksanakan tindakan terdapat 48 % siswa atau 12 siswa yang mencapai KKM. Mengalami peningkatan pada siklus I pertemuan I siswa yang mencapai KKM 14 siswa atau 56 %,pada pertemuan II jumlah siswa yang mencapai KKM 17 siswa atau 68 %, pada siklus II jumlah siswa yang mencapai KKM sebanyak 18 siswa atau 72 %, Pada siklus III jumlah siswa yang mencapai KKM sebanyak 21 atau 84 %. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe kartu arisan dapat meningkatkan hasil belajar pada mata pelajaran IPA di kelas V SD Negeri 03 Munggur tahun 2011/2012.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TAKE AND GIVE DENGAN MODEL PEMBELAJARAN THINK PAIR SHARE PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI KELAS XI-IIS DI SMA NEGERI 7 BANDA ACEH

PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TAKE AND GIVE DENGAN MODEL PEMBELAJARAN THINK PAIR SHARE PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI KELAS XI-IIS DI SMA NEGERI 7 BANDA ACEH

Nurasma, Cut. 2016. Perbandingan Hasil Belajar Siswa Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Take And Give dengan Model Pembelajaran Think Pair Share pada Mata Pelajaran Geografi Kelas XI-IIS di SMA Negeri 7 Banda Aceh. Skripsi, Jurusan Pendidikan Geografi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Syiah Kuala. Pembimbing:

1 Baca lebih lajut

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN STUDENT FACILITATOR AND EXPLAINING BERBANTUAN MEDIA GAMBAR UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI SISWA KELAS XI SMA NEGERI 3 BANDA ACEH

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN STUDENT FACILITATOR AND EXPLAINING BERBANTUAN MEDIA GAMBAR UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI SISWA KELAS XI SMA NEGERI 3 BANDA ACEH

ELECTRONIC THESIS AND DISSERTATION UNSYIAH TITLE PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN STUDENT FACILITATOR AND EXPLAINING BERBANTUAN MEDIA GAMBAR UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI SISWA[r]

1 Baca lebih lajut

Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) untuk meningkatkan prestasi belajar siswa dalam pembelajaran akuntansi di kelas XI SMA Negeri 11 Yogyakarta.

Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) untuk meningkatkan prestasi belajar siswa dalam pembelajaran akuntansi di kelas XI SMA Negeri 11 Yogyakarta.

Kegiatan guru tampak dalam catatan anekdotal antara lain hasil observasi guru yang tersaji pada lampiran (lampiran 1a hal 136). Pada kegiatan awal pembelajaran guru memasuki ruangan kelas, guru memberikan salam pembuka, guru memeriksa kesiapan siswa untuk mengikuti proses pembelajaran, guru memperkenalkan kepada siswa kelas XI IPS 1 maksud kedatangan peneliti, guru mengecek semua siswa apakah semuanya hadir atau ada siswa yang tidak hadir dengan cara mengabsen siswa satu persatu, setelah presensi dilakukan selanjutnya guru mengulas materi yang diberikan pada pertemuan sebelumnya dengan cara guru memberikan pertanyaan dan siswa menjawabnya, sehingga ada unsur timbal balik diantara guru dan siswa. Tetapi hal itu tidak produktif karena tidak semua siswa terlibat ikut berpartisipasi dalam menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru. Bahkan dari siswa yang hadir ada beberapa siswa yang bermain handphone, bercakap-cakap dengan temannya dan bahkan ada beberapa siswa yang mendengarkan lagu dari mp3 pada saat guru sedang menjelaskan materi.
Baca lebih lanjut

227 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects