Top PDF PENGARUH MODEL KOOPERATIF TIPE KARTU ARISAN PADA MATERI SEL TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI SMA ARTIKEL PENELITIAN

PENGARUH MODEL KOOPERATIF TIPE KARTU ARISAN PADA MATERI SEL TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI SMA ARTIKEL PENELITIAN

PENGARUH MODEL KOOPERATIF TIPE KARTU ARISAN PADA MATERI SEL TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI SMA ARTIKEL PENELITIAN

Menurut Suprayogo (dalam Hariyanti, 2016: 1) Pembelajaran tipe kartu arisan adalah pembelajaran yang menggunakan prinsip arisan yaitu mendapatkan giliran menjawab atas suatu pertanyaan sesuai undian. Selanjutnya Nurhayani (dalam Hariyanti: 2016: 1) menyatakan pembelajaran dengan tipe kartu arisan merupakan salah satu pembelajaran kooperatif atau berkelompok, dimana siswa bekerjasama dalam kelompok untuk mendiskusikan kesesuaian jawaban dari setiap pertanyaan yang keluar dari dalam gelas yang telah diundi oleh guru. Megantorowati (dalam Hariyanti, 2016: 1) menyatakan “Kartu arisan dapat diartikan sebagai suatu cara yang digunakan guru dalam pembelajaran kooperatif dengan media serta prinsip arisan dan media yang digunakan antara lain gelas, kartu soal dan kartu jawaban”. Uno menyatakan bahwa, Langkah-langkah pada model pembelajaran kooperatif teknik kartu arisan yaitu: 1). membentuk kelompok 4 orang secara heterogen 2). membagikan kertas jawaban pada siswa, masing-masing satu lembar, kartu soal digulung dan dimasukkan dalam gelas 3). gelas yang sudah berisi soal dikocok, Kelas Nilai Rata-Rata Siswa Pada Materi
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PENGARUH MODEL KOOPERATIF INDEX CARD MATCH TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA MATERI VIRUS KELAS X SMA ARTIKEL PENELITIAN

PENGARUH MODEL KOOPERATIF INDEX CARD MATCH TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA MATERI VIRUS KELAS X SMA ARTIKEL PENELITIAN

dalam proses belajar mengajar, guru harus bisa membuat siswa merasa tertarik dan senang terhadap materi yang disampaikan sehingga nantinya tujuan pembelajaran dapat dicapai. Terdapat kelebihan dan kekurangan model pembelajaran Index Card Macth. Kelebihan model pembelajaran Index Card Macth adalah sebagai berikut: 1) Siswa bergerak aktif karena dalam model pembelajaran ini siswa mencari pasangan jawaban ataupun pertanyaan yang sudah diperoleh. 2) Siswa dilatih untuk saling kerja sama antara siswa yang satu dengan yang lain. 3) Proses pembelajaran lebih menyenangkan dan tidak membosankan. Sedangkan kekurangan model pembelajaran Index Card Macth antara lain : 1) Guru harus dapat mengendalikan siswa, karena siswa menjadi lebih ramai, siswa harus bergerak untuk mencari pasangan dari soal atau jawaban yang didapatnya. 2) Guru dapat memperkirakan waktu yang digunakan untuk mencari pasangan dalam proses pembelajaran, sehingga waktunya tidak kurang sampai proses pembelajaran selesai (Putri (2014: 7). Menurut penelitian Busrianti (2013: 4) persentase ketuntasan hasil belajar kelas eksperimen dengan model pembelajaran kooperatif tipe Index Card Match lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol. Persentase ketuntasan hasil belajar kelas eksperimen sebesar 76%, sedangkan persentase ketuntasan belajar siswa kelas kontrol sebesar 70%.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD (STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION) TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS ARTIKEL ILMIAH SISWA KELAS XI SMA NEGERI 1 TARUTUNG TAHUN PEMBELAJARAN 2013 / 2014.

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD (STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION) TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS ARTIKEL ILMIAH SISWA KELAS XI SMA NEGERI 1 TARUTUNG TAHUN PEMBELAJARAN 2013 / 2014.

Penelian ini bersifat eksperimen dengan model one group pre-test and post-test design. Dari pengolahan data diperoleh hasil kemampuan menulis artikel sebelum menggunakan model kooperatif tipe STAD dengan rata-rata 63, standar deviasi 8,42, dengan berkategori sangat baik 0%, berkategori baik 33,33%, berkategori cukup 50%, berkategori kurang 16,66%, dan berkategori sangat kurang 0%. Sedangkan hasil kemampuan setelah menggunakan model kooperatif tipe STAD diperoleh rata-rata 81, standar deviasi 7,23, dengan berkategori sangat baik 43,33%, berkategori baik 50%, berkategori cukup 6,66%, berkategori kurang 0%, dan berkategori sangat kurang 0%. Dari uji homogenitas didapat bahwa sampel penelitian ini berasal dari populasi yang homogen. Setelah uji normalitas dan homogenitas, didapatlah � � sebesar 8,78 ; setelah � � diketahui, kemudian dikonsultasikan dengan � � �� pada taraf signifikan 5% dengan df = N -1 =30-1 = 29, dari df 30 diperoleh taraf signifikan 5% = 2,04, karena � � yang diperoleh lebih besar dari � � �� , yaitu 8,78 > 2,04, hipotesis alternatif ( � ) diterima.
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

PENGARUH PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE COURSE REVIEW HORAY DAN METODE CERAMAH TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN GEOGRAFI KELAS XI DI SMA LEMBAGA PENDIDIKAN BELITANG (LPB) TAHUN AJARAN 2015/2016

PENGARUH PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE COURSE REVIEW HORAY DAN METODE CERAMAH TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN GEOGRAFI KELAS XI DI SMA LEMBAGA PENDIDIKAN BELITANG (LPB) TAHUN AJARAN 2015/2016

Penelitian ini bertujuan untuk megetahui dan menganalisis (1) Perbedaan hasil belajar geografi siswa setelah menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Course Review Horay di SMA LPB Belitang, (2) Pengaruh penggunaan model pembelajaran Course Riview Horay (CRH) terhadap hasil belajar siswa di SMA LPB Belitang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen semu (Quasi Eksperimen). Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS 1 sebagai kelas eksperimen yang diberi perlakuan dengan penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Course Review Horay, dan XI IPS 2 sebagai kelas kontrol menggunakan teknik ceramah. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji t dan analisis regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Ada perbedaan hasil belajar geografi siswa yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Course Review Horay di SMA LPB Belitang. (2) Ada pengaruh penggunaan model pembelajaran Course Riview Horay (CRH) terhadap hasil belajar siswa di SMA LPB Belitang.
Baca lebih lanjut

67 Baca lebih lajut

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE KARTU ARISAN TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATA PELAJARAN SEJARAH SISWA KELAS XI SMAN 1 SEULIMEUM, Zurriati

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE KARTU ARISAN TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATA PELAJARAN SEJARAH SISWA KELAS XI SMAN 1 SEULIMEUM, Zurriati

Berdasarkan karena permasalah di atas, maka perlu adanya dilakukan penelitian khususnya untuk memodivikasi dalam sistem belajar di SMAN 1 Seulimeum tersebut untuk meningkatkan mutu pendidikan yang dituntut oleh tujuan pendidikan Nasional. Salah satu caranya ialah merobah pola pembelajaran dengan menerapkan berbagai model yang mampu mengembangkan kemampuan para peserta didik SMAN 1 Seulimeum. Model kooperatif tipe Kartu Arisan salah satu model yang penulis anggap mampu dan cocok untuk meningkatkan motivasi belajar bagi siswa. Dalam model ini siswa belajar dalam bentuk kelompok- kelompok kecil yang disusun secara heterogen dan memiliki tanggung jawab individu dan kelompok untuk memecahkan permasalah yang dihadapai. Dengan adanya sistem seperti ini guru tidak lagi berperan penuh, melainkan sebagai modeling, mediator, fasilitator dan motivator. Berdasarkan latar belakang di atas, maka penulis tertarik ingin mengadakan penelitian dengan mengambil tema “Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Kartu Arisan Terhadap Prestasi Belajar Mata Pelajaran Sejarah Siswa Kelas XI SMA N 1 Seulimeum”.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

LEARNING MANAGEMENT SYSTEM (LMS) SEBAGAI BAHAN PEMBELAJARAN MANDIRI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KOGNITIF SISWA.

LEARNING MANAGEMENT SYSTEM (LMS) SEBAGAI BAHAN PEMBELAJARAN MANDIRI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KOGNITIF SISWA.

Pembelajaran yang menyenangkan dan memberdayakan siswa membuat siswa lebih aktif dalam proses pembelajaran. Salah satu cara yang bisa dilakukan guru yaitu dengan menerapkan model pembelajaran yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe TGT berbantuan media kartu terhadap hasil belajar. Populasi dalam penelitian ini, siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1 Tengaran tahun ajaran 2009/2010. Pengambilan sampel dengan teknik cluster random sampling. Analisis tahap awal menunjukkan, populasi memiliki tingkat homogenitas sama dan data terdistribusi normal. Rata-rata hasil belajar setelah perlakuan, kelompok eksperimen lebih baik daripada kontrol yaitu masing-masing sebesar 78,19 dan 69,88. Uji perbedaan dua rata-rata hasil belajar diperoleh t hitung (4,76) > t tabel (1,99), sehingga disimpulkan
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE MENCARI PASANGAN (MAKE A MATCH) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA POKOK BAHASAN SISTEM REPRODUKSI DI KELAS XI SMA NEGERI 1 STABAT TAHUN PELAJARAN 2011/2012.

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE MENCARI PASANGAN (MAKE A MATCH) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA POKOK BAHASAN SISTEM REPRODUKSI DI KELAS XI SMA NEGERI 1 STABAT TAHUN PELAJARAN 2011/2012.

1. Berdasarkan hasil uji hipotesis Ho ditolak dan Ha diterima sehingga ada pengaruh model pembelajaraan kooperatif tipe mencari pasangan (make a match) terhadap hasil belajar biologi siswa pada materi pokok sistem reproduksi di SMA Negeri 1 Stabat Tahun Pelajaran 2011/2012.

13 Baca lebih lajut

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION (GI) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI POKOK SUHU DAN KALOR DI KELAS X SEMESTER II SMA NEGERI 1 PERBAUNGAN T.P 2015/2016.

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION (GI) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI POKOK SUHU DAN KALOR DI KELAS X SEMESTER II SMA NEGERI 1 PERBAUNGAN T.P 2015/2016.

motivasi dan doa serta kasih sayang yang tak pernah henti diberikan kepada penulis. Kepada keluarga kakak pertama ( kakak dan Abang Ipar serta keponakan Risky Simanjuntak, Rivan Simanjuntak, Aditya Simanjuntak), Kakak dua ( Kakak dan Abang Ipar serta keponakan Yoseph Sitorus), Kakak Ketiga ( Kakak dan Abang Ipar serta keponakan Margaret br Lubis, Evelin br Lubis, Judika Lubis dan Yordan Lubis) Kakak Keempat ( Kakak dan Abang Ipar serta keponakan Jyreh br, Marmata), Kakak Kelima ( Kakak dan Abang Ipar serta keponakan Hagai Butar- Butar), Abang terkasih Andi F Lumbantoruan, Kakak terkasih Uli Jelita Lumbantoruan dan Adik Terkasih Arpin Lumbantoruan yang telah banyak berperan dalam memberikan dukungan dan doa yang tulus kepada penulis dalam menyelesaikan studi di Perkuliahan hingga selesainya skripsi ini. Kepada Sahabatku Fransiska Sinaga yang selalu mendampingiku sejak awal perkuliahan hingga akhir penyusunan Skripsi ini, dan semua teman satu kelas Fisika Dik A 2012 (kak Monika Simanjuntak, kak Masrida Gultom, Hotdy Samosir, Putri Rumahorbo. Kepada teman seperjuangan satu dosen pembimbing (David Patar Manurung,Euodia Silaen, Evani Nababan, Nove sirait. Dan teman satu Kost jln Tuamang (Siska Sinaga, Hestina Berutu, Osda Turnip Rony Pakpahan. Ucapan terimakasih untuk teman satu PPL (Onyet-Onyet Posko terkhusus Herliana Ema yang telah banyak berkorban kepada penulis selama melakukan penelitian, Ratna,Risky, Meliana, Krintina,Nanda) Serta sahabat-sahabat lainnya yang tak bisa disebutkan satu persatu.
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas XI MIA 2 SMA Negeri 1 Prambanan Sleman pada materi sistem imun.

Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas XI MIA 2 SMA Negeri 1 Prambanan Sleman pada materi sistem imun.

Fokus dalam penelitian ini yakni yang pertama pada unsur saling ketergantungan positif dimana semua siswa mempelajari bahan yang ditugaskan kepada kelompok dan menjamin kelompok secara individu mempelajari bahan yang ditugaskan tersebut. Kedua tanggung jawab perseorangan dimana setiap anggota kelompok bertanggung jawab pada tugasnya masing-masing. Ketiga interaksi promotif yang mengedepankan mengenai kerjasama yakni saling membantu dalam mengembangkan argumentasi. Keempat yakni komunikasi antar anggota, komunikasi di sini siswa mampu berkomunikasi secara akurat. Kondisi yang cocok dalam penelitian ini yakni komunikasi antar anggota, karena berkomunikasi dengan teman lebih memudahkan siswa untuk bisa mengasah kemampuan siswa untuk aktif dalam berpendapat. Dan yang kelima yaitu pemrosesan kelompok, pemrosesan ini untuk mengetahui apakah setiap anggota kelompok turut berperan aktif atau tidak.
Baca lebih lanjut

280 Baca lebih lajut

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION (GI) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI SUHU DAN KALOR DI KELAS X SMA MUHAMMADIYAH 2 MEDAN T.P 2014/2015.

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION (GI) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI SUHU DAN KALOR DI KELAS X SMA MUHAMMADIYAH 2 MEDAN T.P 2014/2015.

Berdasarkan masalah di atas, penulis berkeinginan melakukan suatu penelitian untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa menggunakan model Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation (GI) dengan Model Pembelajaran Konvensional. Dengan judul penelitianPengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation (GI) Terhadap Hasil Belajar Fisika Pada Materi Pokok Suhu dan Kalor Kelas X Semester II Di SMA Swasta Muhammadiyah 2 Tanjung Sari Medan T.P 2014/2015.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

PENERAPAN MODEL ARTIKULASI BERBANTUAN KARTU BERGAMBAR TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA MATERI VIRUS KELAS X SMA ARTIKEL PENELITIAN

PENERAPAN MODEL ARTIKULASI BERBANTUAN KARTU BERGAMBAR TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA MATERI VIRUS KELAS X SMA ARTIKEL PENELITIAN

Pembelajaran kooperatif dapat didefinisikan sebagai struktur, sistematika, dan strategi pembelajaran dimana kelompok- kelompok kecil bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama. Pembelajaran kooperatif membuat siswa terlibat dalam proses sosial yang melibatkan orang bekerja dalam kelompok (setidaknya dua orang, atau lebih yang terlibat) (Agarwal dan Nagar, 2011: 20- 21). Model kooperatif memiliki banyak tipe, slah satunya adalah model pembelajaran artikulasi. Pembelajaran artikulasi adalah suatu model pembelajaran yang melibatkan seluruh siswa dengan pengelompokkan secara berpasangan, di mana guru menyampaikan pesan (materi) kepada siswa, kemudian siswa menyampaikan materi/pesan tersebut kepada temannya. Dalam proses pembelajaran, siswa dituntut aktif yaitu berperan sebagai penerima dan penyampai materi (Lestari dan Yudhanegara, 2015: 78). Menurut Susilana dan Riyana (2009:35-36), kartu bergambar atau biasanya disebut flashcard adalah media pembelajaran kartu bergambar yang berukuran 25 x 30 cm, atau dapat disesuaikan dengan besar kecilnya kelas yang dihadapi.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

PERBEDAAN PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD (STUDENT TEAMS ACHIEVENT DIVISION) DAN TIPE TGT (TEAM GAMES TOURNAMENT) TERHADAP HASIL BELAJAR PASSING BAWAH BOLA VOLI PADA SISWA KELAS XI SMA KRAKATAU MEDAN TAHUN AJARAN 2013/2014.

PERBEDAAN PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD (STUDENT TEAMS ACHIEVENT DIVISION) DAN TIPE TGT (TEAM GAMES TOURNAMENT) TERHADAP HASIL BELAJAR PASSING BAWAH BOLA VOLI PADA SISWA KELAS XI SMA KRAKATAU MEDAN TAHUN AJARAN 2013/2014.

Penggunaan model pembelajaran yang tepat bagi siswa yang sedang belajar passing bawah akan memudahkan pelaksanaan proses belajar mengajar guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Adapun salah satu model pembelajaran yang dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan passing bawah bola voli yaitu model pembelajaran Kooperatif tipe Stad dan TGT. Dari kedua model pembelajaran tersebut masing-masing memiliki karakteristik yang berbeda dan belum diketahui pendekatan mana yang lebih baik dan efektif untuk meningkatkan hasil belajar passing bawah dalam permainan bola voli pada siswa kelas XI SMA yang sedang dalam taraf belajar teknik dasar bola voli. Untuk mengetahui hal tersebut perlu dibuktikan melalui penelitian.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF LEARNING TIPE NUMBERED HEAD TOGETHER (NHT) UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISTEM PERSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL (SPLDV) DI KELAS VIII SMP NEGERI 1 SEI RAMPAH TAHUN AJARAN 2013/2014.

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF LEARNING TIPE NUMBERED HEAD TOGETHER (NHT) UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISTEM PERSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL (SPLDV) DI KELAS VIII SMP NEGERI 1 SEI RAMPAH TAHUN AJARAN 2013/2014.

Berdasarkan karakteristik di atas, materi pokok struktur dan fungsi sel dirasa sesuai apabila pembelajaran dilaksanakan dengan strategi meringkas dengan menggunakan kartu sehingga dapat meningkatkan hasil belajar. Berdasarkan uraian di atas, maka penulis ingin melakukan penelitian tentang : “ Penerapan Strategi Meringkas Materi Ajar Dengan Sistem Kartu Pada Materi Pokok Struktur Dan Fungsi Sel Di Kelas XI IPA SMA NEGERI 11 Medan Tahun Pembelajaran 2013/2014”.

19 Baca lebih lajut

PENERAPAN STRATEGI MERINGKAS MATERI AJAR DENGAN SISTEM KARTU PADA MATERI POKOK STRUKTUR DAN FUNGSI SEL DI KELAS XI IPA SMA NEGERI 11 MEDAN TAHUN PEMBELAJARAN 2013/2014.

PENERAPAN STRATEGI MERINGKAS MATERI AJAR DENGAN SISTEM KARTU PADA MATERI POKOK STRUKTUR DAN FUNGSI SEL DI KELAS XI IPA SMA NEGERI 11 MEDAN TAHUN PEMBELAJARAN 2013/2014.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh penerapan strategi meringkas materi ajar dengan sistem kartu terhadap hasil belajar siswa dan respon siswa pada materi pokok struktur dan fungsi sel di kelas XI IPA SMA N 11 Medan Tahun Pembelajaran 2013/2014. Jenis penelitian ini adalah eksperiment. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XI IPA SMA Negeri 11 Medan Tahun Pembelajaran 2013/2014 yang terdiri dari 5 kelas yang berjumlah 197 0rang. Sampel penelitian diambil dengan cara acak diundi (Random Sampling) yang terdiri atas dua kelas yaitu kelas yang diajar dengan sistem kartu dan kelas yang diajar dengan tanpa sistem kartu, dengan jumlah sampel masing-masing kelas berjumlah 39 orang. Data penelitian diambil melalui hasil pre-tes sebagai data awal dan pos-tes sebagai data hasil penelitian, dan angket sebagai data respon siswa. Hasil penelitian berdasarkan hasil belajar siswa di kelas Eksperiment untuk ketuntasan siswa sebesar 61,54% (24 siswa katagori tuntas dan 15 siswa tidak tuntas). Nilai rata-rata sebesar 76,21. Sedangkan kelas kontrol memiliki rata-rata 71,59 dan setelah dilakukan uji ”t” pada taraf kepercayaan = 0,05 diperoleh nilai t hitung = 2,40 sedangkan harga untuk t tabel = 1,98, karena t hitung > t tabel yaitu (2,40>1,98) maka dalam penelitian ini H a1 diterima
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE MAKE A MATCH DAN MIND MAPPING PADA SUB MATERI SISTEM INDERAMANUSIA DI KELAS XI IPA SMA MUHAMMADIYAH 8 KISARAN.

PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE MAKE A MATCH DAN MIND MAPPING PADA SUB MATERI SISTEM INDERAMANUSIA DI KELAS XI IPA SMA MUHAMMADIYAH 8 KISARAN.

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, Eliya (2010) mengungkapkan keunggulan dari model pembelajaran Make a Match diantaranya: 1) meningkatkan kerja sama diantara siswa, 2) membuat siswa sangat antusias dan semangat dalam menerima pelajaran, 3) membantu siswa yang tidak aktif berdiskusi menjadi aktif, dan 4) memotivasi siswa untuk meningkatkan kualitas belajar. Dalam karya ilmiah yang ditulis Eliyah (2010) tidak disertakan kekurangan dari model pembelajaran Make a Match. Akan tetapi pada penelitian lain yang dilakukan oleh Manurung (2011) dengan judul penelitian “Perbandingan Hasil Belajar Siswa dengan Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Make a Match dan Think Pair Share pada Submateri Pokok Sistem Ekskresi di
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION (GI) PADA MATERI BIOSFER DI KELAS XI IPS SMA SWASTA METHODIST BERASTAGI TAHUN AJARAN 2016/2017.

UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION (GI) PADA MATERI BIOSFER DI KELAS XI IPS SMA SWASTA METHODIST BERASTAGI TAHUN AJARAN 2016/2017.

Rendahnya aktivitas belajar dan hasil belajar sering ditemukan di sekolah-sekolah sebagai lembaga pendidikan. Keadaan sperti ini juga terdapat di SMA Swasta Methodist Berastagi dan hal ini dikuatkan oleh guru bidang studi Geografi Ibu Erdyna Bangun, S.Pd, dengan menjelaskan bahwa siswa yang diajari oleh beliau cenderung kurang aktif dalam proses pembelajaran, kurang kritis dalam pembelajaran, dan hasil belajar tidak sesuai dengan harapan. Salah satu kelas yang disebutkan beliau yaitu kelas XI IPS untuk tahun ajaran 2015/2016 kurang aktif dalam proses pembelajaran materi Biosfer dan hasil ketuntasan belajarnya hanya mencapai 53%, sementara standar Kriteria Ketuntasan Minimal adalah 70. Dijelaskan bahwa metode yang dipakai pada saat proses pembelajaran adalah metode ceramah dan tanya jawab, dan sejauh ini belum dilakukan penelitian untuk memperbaiki kondisi siswa yang masih kurang aktif di kelas. Terkait dengan kondisi tersebut, hasil belajar siswa belum sesuai dengan harapan dan keadaan aktivitas siswa masih kurang dalam pembelajaran.
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION (GI) PADA MATERI BIOSFER DI KELAS XI IPS SMA SWASTA METHODIST BERASTAGI TAHUN AJARAN 2016/2017.

UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION (GI) PADA MATERI BIOSFER DI KELAS XI IPS SMA SWASTA METHODIST BERASTAGI TAHUN AJARAN 2016/2017.

Rendahnya aktivitas belajar dan hasil belajar sering ditemukan di sekolah-sekolah sebagai lembaga pendidikan. Keadaan sperti ini juga terdapat di SMA Swasta Methodist Berastagi dan hal ini dikuatkan oleh guru bidang studi Geografi Ibu Erdyna Bangun, S.Pd, dengan menjelaskan bahwa siswa yang diajari oleh beliau cenderung kurang aktif dalam proses pembelajaran, kurang kritis dalam pembelajaran, dan hasil belajar tidak sesuai dengan harapan. Salah satu kelas yang disebutkan beliau yaitu kelas XI IPS untuk tahun ajaran 2015/2016 kurang aktif dalam proses pembelajaran materi Biosfer dan hasil ketuntasan belajarnya hanya mencapai 53%, sementara standar Kriteria Ketuntasan Minimal adalah 70. Dijelaskan bahwa metode yang dipakai pada saat proses pembelajaran adalah metode ceramah dan tanya jawab, dan sejauh ini belum dilakukan penelitian untuk memperbaiki kondisi siswa yang masih kurang aktif di kelas. Terkait dengan kondisi tersebut, hasil belajar siswa belum sesuai dengan harapan dan keadaan aktivitas siswa masih kurang dalam pembelajaran.
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE MENGGUNAKAN MEDIA ANIMASI TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI ELASTISITAS DI KELAS XI SMA NEGERI 2 MODEL BINJAI T.P. 2013/2014.

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE MENGGUNAKAN MEDIA ANIMASI TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI ELASTISITAS DI KELAS XI SMA NEGERI 2 MODEL BINJAI T.P. 2013/2014.

Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen. Populasi dalam penelitian adalah seluruh siswa kelas XI SMA Negeri 2 Model Binjai yang terdiri dari 8 kelas. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara cluster random sampling dengan mengambil 2 kelas dari 8 kelas secara acak yaitu kelas XI-6 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI-8 sebagai kelas kontrol. Kelas eksperimen berjumlah 35 orang dan kelas kontrol berjumlah 35 orang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini ada 2, yaitu pertama tes hasil belajar dalam bentuk pilihan berganda dengan jumlah 20 soal dengan 5 option. Instrumen yang kedua lembar observasi aktivitas belajar siswa. Kelas eksperimen diberikan perlakuan model kooperatif tipe think pair share menggunakan media animasi dan kelas kontrol dengan pembelajaran konvensional.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Teams-Games-Tournaments (TGT) sebagai upaya untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI IPS 1 SMA Pangudi Luhur St.Louis IX Sedayu pada mata pelajaran akuntansi materi jurnal umum dan buku besar - USD Repos

Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Teams-Games-Tournaments (TGT) sebagai upaya untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI IPS 1 SMA Pangudi Luhur St.Louis IX Sedayu pada mata pelajaran akuntansi materi jurnal umum dan buku besar - USD Repos

Turnamen biasanya dilakukan pada akhir materi pembelajaran yang sedang dibahas dan setelah siswa melakukan belajar dalam kelompok. Turnamen ini berfungsi untuk mengetahui kelompok mana yang bisa mendapatkan nilai yang terbaik. Turnamen merupakan suatu pertandingan antar anggota-anggota yang berbeda. Pada awal turnamen, guru menugaskan siswa untuk pindah pada suatu meja turnamen yang sudah ditentukan sebelumnya, penentuan meja turnamen dalam penelitian ini didasarkan pada pengamatan oleh guru kelas dan hasil dari tes sebelumnya. Kegiatan ini berlangsung sebagai berikut: para siswa yang berada di meja turnamen secara bergantian mengambil nomor kartu (pengambilan nomor kartu berdasarkan urutan yang telah disepakati bersama) dan menjawab pertanyaan sesuai dengan nomor kartu yaitu pertanyaan-pertanyaan yang sesuai dengan materi yang telah dipelajari. Apabila ada siswa yang mengambil nomor kartu tidak bisa menjawab pertanyaan, maka pertanyaan bisa dilempar ke teman yang lain dalam satu meja turnamen sesuai dengan urutan yang telah disepakati, dan yang menjawab dengan benar berhak menyimpan kartu tersebut. Kartu yang telah didapat nantinya yang akan dijadikan skor untuk penghargaan kelompok.
Baca lebih lanjut

355 Baca lebih lajut

Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Tutor Sebaya terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa pada Materi Statistik Kelas XI SMKN 1 Boyolangu Tahun Ajaran 2016 2017 - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Tutor Sebaya terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa pada Materi Statistik Kelas XI SMKN 1 Boyolangu Tahun Ajaran 2016 2017 - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

yang akan digunakan untuk penelitian. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini diantaranya uji prasyarat dan uji hipotesis. Uji prasyarat yaitu uji homogenitas dan uji normalitas. Uji hipotesis yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji t atau biasa disebut T-test.

12 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...