Top PDF Pengaruh Pemberian Bahan Organik terhadap Limpasan dan Erosi Tanah

Pengaruh Pemberian Beberapa Sumber Bahan Organik dan Masa Inkubasi Terhadap Beberapa Aspek Kimia Kesuburan Tanah Ultisol

Pengaruh Pemberian Beberapa Sumber Bahan Organik dan Masa Inkubasi Terhadap Beberapa Aspek Kimia Kesuburan Tanah Ultisol

dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan pemberian bahan organik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian beberapa sumber bahan organik dan masa inkubasi terhadap pH, P-tersedia, KTK dan Al-dd pada tanah Ultisol. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial yang terdiri dari 2 faktor dengan 3 ulangan. Faktor pertama ialah bahan organik (B) yang terdiri dari tanpa bahan organik (B 0 ), kompos paitan (B 1 ),

12 Baca lebih lajut

PENGARUH SISTEM OLAH TANAH DAN HERBISIDA TERHADAP KEHILANGAN UNSUR HARA DAN BAHAN ORGANIK AKIBAT EROSI DI LABORATORIUM LAPANG TERPADU FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS LAMPUNG

PENGARUH SISTEM OLAH TANAH DAN HERBISIDA TERHADAP KEHILANGAN UNSUR HARA DAN BAHAN ORGANIK AKIBAT EROSI DI LABORATORIUM LAPANG TERPADU FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS LAMPUNG

memperhatikan sisi konservasi tanah dan air. Perbedaan antara OTK dengan OTI terletak pada frekuensi pengolahan tanah yang lebih sedikit. Salah satu teknik olah tanah yang termasuk ke dalam OTK adalah olah tanah minimum (OTM). Pada OTM tanah diolah seperlunya saja dan pengendalian gulma dilakukan secara manual jika gulma yang tumbuh tidak terlalu banyak. Tetapi jika kurang berhasil, pengendalian gulma dapat dilakukan dengan menggunakan herbisida ramah lingkugan. Pada OTM juga biasanya digunakan sisa tanaman musim tanam sebelumnya sebagai mulsa karena mulsa dapat mengurangi erosi yang terjadi. Hasil peneitian Monde (2010) menunjukkan bahwa pemberian mulsa sebanyak 6 ton/ha pada lahan kakao umur tiga tahun dapat menurunkan erosi sebesar 87 %.
Baca lebih lanjut

52 Baca lebih lajut

10056264 Karakteristik Potensi Dan Teknologi Pengelolaan Tanah Ultisol Untuk an Pertanian Lahan Kering Di Indonesia

10056264 Karakteristik Potensi Dan Teknologi Pengelolaan Tanah Ultisol Untuk an Pertanian Lahan Kering Di Indonesia

Penyediaan bahan organik dapat pula diusahakan melalui pertanaman lorong (alley cropping). Selain pangkasan tanaman dapat menjadi sumber bahan organik tanah, cara ini juga dapat mengendalikan erosi. Hasil penelitian me- nunjukkan bahwa penanaman Flemingia sp. dapat meningkatkan pH tanah dan kapasitas tukar kation serta menurunkan kejenuhan Al (Hafif et al. 1993; Irianto et al. 1993; Suhardjo et al. 1997). Penerapan pola tanam tumpang gilir di produksi dengan pemberian mulsa setiap panen pada tanah Ultisol dapat menekan erosi pada lereng 15% hingga di bawah nilai erosi yang dapat diabaikan (Barus et al. 1986). Pada lereng sekitar 4%, penggunaan mulsa untuk mencegah erosi cukup baik asalkan diikuti pengelolaan tanah yang baik pula (Suwardjo et al. 1987).
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Pemberian bahan organik thd kimia Ult da

Pemberian bahan organik thd kimia Ult da

Pemberian beberapa macam bahan organic seperti pada tabel 4, member pengaruh berbeda tidak nyata sesamanya, namun cendrung memberikan peningkatan sebesar 6,17% sampai 14,10% di bandingkan tampa pemberian bahan organic. Terjadinya peningkatan berat kering tanaman ini di sebabkan adanya peningkatan ketersediaan unsur hara yang di sumbangkan oleh bahan organik, sehingga akan merangsang perkembangan akar, baiknya perkembangan perakaran akan dapat meningkatkan kemampuan akar menyerap unsure hara dan air tanah untuk pertumbuhannya, sebaliknya jika akar tanaman tidak berkembang atau terhambat, maka hara yang tersedia dalam tanah menjadi kurang berarti bagi pertumbuhan tanaman.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Pengaruh pemberian fosfat alam dan bahan organik terhadap sifat kimia tanah,pertumbuhan dan produksi padi(Oryza sativa L.) pada tanah sulfat masam potensial.

Pengaruh pemberian fosfat alam dan bahan organik terhadap sifat kimia tanah,pertumbuhan dan produksi padi(Oryza sativa L.) pada tanah sulfat masam potensial.

Perlakuan bahan organik dan fosfat alam serta kombinasi antara keduanya tidak berpengaruh nyata dalam peningkatan C-organik tanah hal ini diduga karena bahan organik belum berdekomposisi sempurna setelah inkubasi 2 minggu, hal ini sejalan dengan Kaderi (2004) yang menyebutkan proses dekomposisi bahan organik berjalan lambat. Namun, nilai C-organik tanah cenderung meningkat akibat perlakuan yang diberikan. Berdasarkan kriteria Balai Penelitian Tanah (2005) C-organik tanah setelah diberikan bahan organik dan fosfat alam termasuk kedalam kriteria sedang sampai tinggi. Dimana C-organik tanah tertinggi adalah pada perlakuan B4P1 yaitu 4,84% dan terendah pada perlakuan B5P2 yaitu 2,19%. Peningkatan C-organik tanah ini diakibatkan karena adanya pemberian bahan organik berupa kompos jerami dan pupuk kandang sapi. Dimana bahan organik yang diberikan ke dalam tanah setelah mengalami dekomposisi dapat meningkatkan kandungan karbon tanah. Karbon merupakan komponen paling besar dalam bahan organik sehingga pemberian bahan organik dapat meningkatkan kandungan karbon dalam tanah. Hasil penelitian Anwar, dkk (2006) menyebutkan bahwa dengan pemberian bahan organik pada lahan sulfat masam mampu memperbaiki kualitas tanah berupa peningkatan pH dan bahan organik tanah, pemberian kompos jerami dengan takaran ≥2,7 t on/ ha meningkatkan bahan organik tanah sebesar 1,65-2,37% pada minggu ke-2.
Baca lebih lanjut

75 Baca lebih lajut

Pengaruh pemberian bahan organik pada tanah liat dan Lempung berliat terhadap kemampuan mengikat air

Pengaruh pemberian bahan organik pada tanah liat dan Lempung berliat terhadap kemampuan mengikat air

Jumlah air yang terdapat dalam tanah tergantung dari kemampuan tanah untuk dapat menyerap dan meneruskan air yang diterima dari permukaan tanah. Kemanpuan mengikat air pada tanah dipengaruhi oleh tekstur dan bahan organik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari kemampuan mengikat air pada dua tekstur tanah yaitu: tanah liat dan tanah lempung dengan aplikasi penambahan bahan organik pupuk kandang dan kompos. Perlakuan tekstur tanah merupakan control sedangkan perlakuan dikombinasikan antara pupuk kandang dengan tekstur tanah yang berbeda dan kombinasi pupuk kompos dengan tekstur tanah yang berbeda. Aplikasi pupuk kandang dan pupuk kompos menggunakanmasing-masing dosis 30 g per 5 kg tanah (tekstur liat atau lempung) dan 50 g per 5 kg tanah tanah (tekstur liat atau lempung). Penelitian ini dianalisis menurut metode deskriptif. Hasil menunjukkan bahwa ketersediaan kapasitas air tanah tertinggi pada 17.325 % merupakan kombinasi perlakuan 50 g kompos dengan 5 kg tanah liat. Evaporasi terendah terjadi pada tanah bertekstur liat
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

Pengaruh Pemberian Bahan Organik Terhadap Sifat Kimia Tanah Entisol dan Produksi Bawang Merah di Desa Celawan Kec. Pantai Cermin Kab. Serdang Bedagai

Pengaruh Pemberian Bahan Organik Terhadap Sifat Kimia Tanah Entisol dan Produksi Bawang Merah di Desa Celawan Kec. Pantai Cermin Kab. Serdang Bedagai

C-Organik Tanah Entisol dengan Pemberian Berbagai Bahan Organik Perlakuan Ulangan Total Rataan I II III Lampiran 13.. Daftar Sidik Ragam C-Organik Tanah Entisol..[r]

14 Baca lebih lajut

PENGARUH SISTEM PENGOLAHAN TANAH DAN PEMBERIAN MACAM BAHAN ORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KACANG TANAH (Arachis hypogaea L )

PENGARUH SISTEM PENGOLAHAN TANAH DAN PEMBERIAN MACAM BAHAN ORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KACANG TANAH (Arachis hypogaea L )

Pupuk kandang sapi merupakan pupuk dingin yaitu pupuk yang terbentuk karena proses penguraiannya oleh mikroorganisme berlangsung perlahan sehingga tidak membentuk panas. Pupuk kandang sapi ini dapat menyediakan unsur hara makro dan mikro sehingga dapat mendukung pertumbuhan tanaman karena struktur tanah sebagai media tumbuh tanaman dapat diperbaiki. Mengenali pupuk kandang dari bahan dasarnya sangat sulit. Ini disebabkan oleh bentuk dan warna pupuk kandang tetap sama setelah mengalami proses fermentasi atau pematangan selama sekitar 1,5 – 2 bulan. Ciri pupuk kandang yang dapat diaplikasikan ke tanaman atau istilah umumnya sudah matang yaitu terasa dingin saat diraba, remah atau rapuh bila diremas, wujud asli bahan dasar sudah tidak tampak, dan tidak berbau seperti aslinya. Pengaplikasiannya dilapangan dapat dilakukan dengan cara disebar ke permukaan atau dibenamkan ± 10 cm dalam tanah disesuaikan dengan kedalaman cangkul (Musnamar, 2004)
Baca lebih lanjut

44 Baca lebih lajut

KONSERVASI LAHAN | Karya Tulis Ilmiah KONSERVASI LAHAN

KONSERVASI LAHAN | Karya Tulis Ilmiah KONSERVASI LAHAN

mengurangi deficit air pada musim kemarau. Dalam penelitian yang dilakukan oleh Gomez dan Gomez (1983) dalam Purwono et al, (2003) menunjukkan bahwa pada lahan dengan kemiringan 5% dengan pola tanam campuran ketela pohon dan jagung akan dapat menurunkan run off dari 43% menjadi 33% dari curah hujan dibandingkan dengan jagung monokultur. Hal ini terjadi karena adanya perbedaan besar kebutuhan air tiap jenis vegetasi. Besarnya kebutuhan air beberapa jenis tanaman dapat menjadi acuan dalam membuat pola tanam yang optimal.2. Pendekatan Sipil Teknis· Pembuatan teras pada lahan dengan lereng yang curam.Pembuatan teras dilakukan, jika budidaya tanaman dilakukan pada lahan dengan kemiringan > 8%. Namun demikian, budidaya tanaman semusim sebaiknya menghindari daerah berlereng curam. Jenis-jenis teras untuk konservasi air juga merupakan teras untuk konservasi tanah, antara lain: teras gulud, teras buntu (rorak), teras kredit, teras individu, teras datar, teras batu, teras bangku, SPA, dan hillside ditches.Teras gulud umumnya dibuat pada lahan yang berkemiringan 10 - 15 yang biasanya dilengkapi dengan saluran pembuangan air yang tujuannya untuk mengurangi kecepatan air yang mengalir pada waktu hujan sehingga erosi dapat dicegah dan penyerapan air dapat diperbesar. Teras Bangku adalah teras yang dibuat dengan cara memotong lereng dan meratakan dengan di bidang olah sehingga terjadi deretan menyerupai tangga. Bermanfaat sebagai pengendali aliran permukaan dan erosi. Diterapkan pada lahan dengan lereng 10-40%, tanah dengan solum dalam (> 60 cm), tanah yang relatif tidak mudah longsor, dan tanah yang tidak mengandung unsur beracun bagi tanaman seperti aluminium dan besi. Guludan adalah suatu sistem di mana tanaman pangan ditanam pada lorong di antara barisan tanaman pagar. Sangat bermanfaat dalam mengurangi laju limpasan permukaan dan erosi, dan merupakan sumber bahan organik dan hara terutama N untuk tanaman lorong
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

Pengendalian Erosi Menggunakan Beberapa Tindakan Konservasi Tanah dan Bahan Organik di DAS Cimandiri Hulu

Pengendalian Erosi Menggunakan Beberapa Tindakan Konservasi Tanah dan Bahan Organik di DAS Cimandiri Hulu

Erosi yang terjadi dapat ditekan dengan tindakan untuk menn erasi berupa enambaban bahan organik ke , perubahan tatagnna laban dikombinasikan dengan penanaman menurul kontur n embuatab teras bangku sempa. Ketiga tindakan untuk menuunkan erasi i dapat matkan kesuburan tanah, merangsang embentukan sruktur tanab, menambab kemampuan tanah unluk menahan air n menghambal aliran pemukaan.

132 Baca lebih lajut

METODE KONSERVASI TANAH DAN AIR

METODE KONSERVASI TANAH DAN AIR

(pembajakan, pencangkulan, pemerataan) mengikuti garis kontur sehingga terbentuk alur-alur dan jalur tumpukan tanah yang searah kontur dan memotong lereng. Alur-alur tanah ini akan menghambat aliran air di permukaan dan mencegah erosi sehingga dapat menunjang konservasi di daerah kering. Keuntungan utama pengolahan tanah menurut kontur adalah terbentuknya penghambat aliran permukaan yang memungkinkan penyerapan air dan menghindari pengangkutan tanah. Oleh sebab itu, pada daerah beriklim kering pengolahan tanah menurut kontur juga sangat efektif untuk konservasi ini.Pembuatan terras adalah untuk mengubah permukaan tanah miring menjadi bertingkat-tingkat untuk mengurangi kecepatan aliran permukaan dan menahan serta
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

PEMBERIAN MULSA DAN PENGUAT TERAS PADA TIGA JENIS TANAMAN TERHADAP LIMPASAN PERMUKAAN, EROSI, PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PADA TANAH ANDISOL.

PEMBERIAN MULSA DAN PENGUAT TERAS PADA TIGA JENIS TANAMAN TERHADAP LIMPASAN PERMUKAAN, EROSI, PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PADA TANAH ANDISOL.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian mulsa batang jagung 12 ton/ha dengan rumput kolonjono+srikaya sebagai tanaman penguat teras mampu menurunkan 4,46% limpasan permukaan, 15,52% erosi, 13,43 % berat kering gulma. Pemberian mulsa batang jagung 12 ton/ha dengan rumput kolonjono+srikaya sebagai penguat teras juga mampu menghasilkan pertumbuhan dan penutupan kanopi terbaik dan meningkatkan hasil tanaman 40,17% kara merah, 51,17% kubis dan 15,58% kara putih.

13 Baca lebih lajut

Perbedaan Sifat Fisik Tanah pada Daerah Hutan dan Daerah Perkotaan

Perbedaan Sifat Fisik Tanah pada Daerah Hutan dan Daerah Perkotaan

Struktur tanah merupakan sifat fisik tanah yang menggambarkan susunan keruangan partikel-partikel tanah yang bergabung satu dengan yang lain membentuk agregat. Dalam tinjauan morfologi, struktur tanah diartikan sebagai susunan partikel-partikel primer menjadi satu kelompok partikel (cluster) yang disebut agregat, yang dapat dipisah-pisahkan kembali serta mempunyai sifat yang bebeda dari sekumpulan partikel primer yang tidak teragregasi. Dalam tinjauan edafologi, sejumlah faktor yang berkaitan dengan struktur tanah jauh lebih penting dari sekedar bentuk dan ukuran agregat. Dalam hubungan tanah-tanaman, agihan ukuran pori, stabilitas agregat, kemampuan teragregasi kembali saat kering, dan kekerasan (hardness) agregat jauh lebih penting dari ukuran dan bentuk agregat itu sendiri (Handayani dan Sudarminto, 2002).
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

EROSI TANAH DAN DAMPAKNYA TERHADAP KEHIDUPAN

EROSI TANAH DAN DAMPAKNYA TERHADAP KEHIDUPAN

rendah.Permeabilitas tanah adalah cepat lambatnya air meresap ke dalam tanah melalui pori-pori tanah baik kearah horizontal maupun ke arah vertical. Cepat / lambatnya perembesan air ini sangat ditentukan oleh tekstur tanah. Semakin kasar tekstur tanah semakin cepat perembesan air.Ketebalan atau solum tanah menunjukkan berapa tebal tanah diukur dari permukaan sampai ke batuan induk. Erosi menyangkut banyaknya partikel-partikel tanah yang terpindahkan. Drainase adalah pengeringan air yang berlebihan pada tanah yang mencakup proses pengatusan dan pengaliran air yan berada dalam tanah atau permukaan tanah yang menggenang .III.Menjaga Kesuburan Tanah dan Usaha Mengurangi Erosi TanahKesuburan tanah dapat dijaga dengan usaha-usaha sebagai berikut.? Pemupukan, diusahakan dengan pupuk hijau, pupuk kandang, pupuk buatan, dan pupuk kompos.? Sistem irigasi yang baik, misalnya membuat bendungan-bendungan.? Pada lereng-lereng gunung dibuat hutan-hutan cadangan.? Menanami lereng-lereng yang telah gundul.? Menyelanggarakan pertanian di daerah miring secara benar.Kemiringan lereng adalah kemiringan suatu lahan terhadap hiding horizontal. Semakin besar sudut kemiringan lahan tertentu akan semakin besar kemungkinan erosi dan
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

Ketersediaan Nitrogen Akibat Pemberian Kombinasi Berbagai Bahan Organik Terhadap Tiga Jenis Tanah Dan Efeknya Pada Pertumbuhan Tanaman Jagung (Zea Mays L.)

Ketersediaan Nitrogen Akibat Pemberian Kombinasi Berbagai Bahan Organik Terhadap Tiga Jenis Tanah Dan Efeknya Pada Pertumbuhan Tanaman Jagung (Zea Mays L.)

kadar C-organik yang mempengaruhi ketersediaan N-total tanah. Hal ini sesuai dengan pernyataan Damanik dkk (2010) yang menyatakan bahwa tekstur tanah merupakan sifat fisik tanah yang menentukan ketersediaan hara, dimana pada tanah dengan tekstur kasar memiliki tingkat pencucian hara tinggi sehingga kadar N-total tanah rendah begitu juga pada tanah dengan tekstur halus dan kandungan liat tinggi kadar N-total tanah rendah karena adanya daya jerap tanah yang tinggi. Jenis tanah berpengaruh nyata terhadap serapan N-tanaman dikarenakan adanya perbedaan serapan N pada tanaman yang berbeda tingkat kesuburan tanahnya. Hal ini sesuai dengan pernyataan Damanik dkk (2010) yang mengemukakan bahwa serapan nitrogen selama pertumbuhan tanaman tidak selalu sama pada tingkat kesuburan yang sama dimana banyaknya nitrogen yang diserap tanaman setiap hari per satuan berat tanaman adalah maksimum pada saat tanaman masih muda dan berangsur menurun dengan bertambahnya umur tanaman. Jenis tanah berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan bobot kering tajuk tanaman dikarenakan jenis tanah memiliki tingkat serapan N yang berbeda sehingga mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman seperti tinggi tanaman dan bobot kering tajuk tanaman.
Baca lebih lanjut

48 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...