Top PDF PENGARUH PENERAPAN PEMBELAJARAN METODE ACCELERATED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIS SISWA.

PENGARUH PENERAPAN PEMBELAJARAN METODE ACCELERATED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIS SISWA.

PENGARUH PENERAPAN PEMBELAJARAN METODE ACCELERATED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIS SISWA.

matematika di sekolah. Kemamampuan menjelaskan antar konsep bisa dikatakatan sebagai kemampuan koneksi matematis. Itu berarti kemampuan koneksi ini ada pada urutan pertama pada tujuan pembelajaran matematika yang memegang peranan penting dalam pembelajaran. Oleh karena itu, kemampuan koneksi matematis penting untuk dimiliki siswa. Siswa yang memiliki kemampuan koneksi matematis akan lebih memahami materi secara keseluruhan dan bertahan lama karena siswa akan mampu melihat hubungan antar topik dalam matematika, dengan topik diluar matematika, dan dengan kehidupan sehari – hari.
Baca lebih lanjut

31 Baca lebih lajut

PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BRAIN-BASED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIS SISWA KELAS VIII SMP MUHAMMADIYAH RAMBAH

PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BRAIN-BASED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIS SISWA KELAS VIII SMP MUHAMMADIYAH RAMBAH

Berdasarkan hasil observasi yang telah peneliti lakukan di SMP Muhammadiyah Rambah, pembelajaran matematika yang dilakukan guru di kelas masih menggunakan pembelajaran matematika di kelas masih cenderung menggunakan paradigma lama, yaitu guru sering menggunakan pembelajaran model ceramah yang membuat siswa pasif. karena pembelajaran berpusat pada guru. Masalah-masalah aplikasi dari konsep matematika jarang diberikan dalam pembelajaran dan juga konsep yang diberikan dalam bentuk jadi. Pembelajaran dimulai dengan guru menjelaskan materi terlebih dahulu di depan kelas dilanjutkan memberi beberapa latihan soal, soal latihan itu serupa dengan contoh yang diberikan oleh guru, tampak sebagian besar siswa melihat cara-cara yang ada di papan tulis untuk menyelesaikan soal-soal tersebut tanpa menggunakan konsep materi sebelumnya. Hal ini mengakibatkan kemampuan koneksi matematika siswa tidak berkembang.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Penerapan Accelerated Learning untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Self-Concept Matematis Siswa Kelas VII SMP.

Penerapan Accelerated Learning untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Self-Concept Matematis Siswa Kelas VII SMP.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji apakah peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis dan self-concept matematis siswa yang mendapat pembelajaran accelerated learning lebih baik daripada siswa yang mendapat pembelajaran langsung ditinjau dari keseluruhan siswa dan KAM siswa. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen, dengan desain kelas eksperimen dan kelas kontrol pretes postes. Populasinya adalah seluruh siswa kelas VII SMPN 1 Sindangkasih di Kabupaten Ciamis, sedangkan sampel diambil siswa kelas VII A dan VII C SMPN 1 Sindangkasih, Kabupaten Ciamis. Kelas VII A sebagai kelas eksperimen dan kelas VII C sebagai kelas kontrol. Kelas eksperimen diberi perlakuan pembelajaran accelerated learning, dan kelas kontrol diberi perlakuan pembelajaran langsung. Instrumen yang digunakan adalah tes kemampuan berpikir kritis matematis dan angket skala self-concept matematis. Berdasarkan analisis data diperoleh bahwa peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis siswa yang memperoleh pembelajaran accelerated learning lebih baik daripada siswa yang memperoleh pembelajaran langsung ditinjau dari keseluruhan dan berdasarkan KAM atas dan sedang. Peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis siswa yang mendapat pembelajaran accelerated learning tidak lebih baik daripada siswa yang mendapat pembelajaran langsung ditinjau dari KAM bawah. Self-concept matematis siswa yang mendapat pembelajaran accelerated learning tidak lebih baik daripada siswa yang mendapat pembelajaran langsung ditinjau secara keseluruhan dan KAM siswa.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Penerapan Model Probing-Prompting Learning untuk Meningkatkan Kemampuan Koneksi Matematis Siswa

Penerapan Model Probing-Prompting Learning untuk Meningkatkan Kemampuan Koneksi Matematis Siswa

Matematika adalah salah satu ilmu pengetahuan yang sangat penting yang diberikan di sekolah-sekolah. Matematika merupakan salah satu diantara pelajaran yang diajarkan di sekolah-sekolah dengan frekuensi jam pelajaran yang lebih banyak dibanding dengan mata pelajaran lainnya. Banyak siswa yang merasa kurang mampu dalam mempelajari matematika karena dianggap sulit, sehingga minat untuk mempelajari kembali matematika di luar sekolah kurang. Hal ini menyebabakan kemampuan koneksi matematika masih tergolong rendah. (NCTM, 2000: 275) mengungkapkan bahwa pada pembelajaran matematika siswa didorong agar memiliki kemampuan penalaran, kemampuan koneksi, kemampuan pemecahan masalah, kemampuan komunikasi, dan kemampuan representasi. Tujuan pembelajaran matematika yang ditetapkan dalam Kurikulum 2006 pada hakekatnya meliputi koneksi antar konsep dalam matematika dan penggunaannya dalam memecahkan masalah, penalaran, pemecahan masalah, komunikasi dan representasi, dan faktor afektif.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

PENERAPAN PENDEKATAN BRAIN BASED LEARNING BERBANTUAN MEDIA PEMBELAJARAN DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIS SISWA SMA : Siswa-siswi kelas XI IPS 1 dan XI IPS 2 di SMA Negeri 1 Tanjungpandan-Belitung.

PENERAPAN PENDEKATAN BRAIN BASED LEARNING BERBANTUAN MEDIA PEMBELAJARAN DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIS SISWA SMA : Siswa-siswi kelas XI IPS 1 dan XI IPS 2 di SMA Negeri 1 Tanjungpandan-Belitung.

Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi dengan judul “ Penerapan Pendekatan Brain Based Learning Berbantuan Media Pembelajaran dalam Pembelajaran Matematika untuk Meningkatkan Kemampuan Koneksi Matematis Siswa SMA” ini beserta seluruh isinya adalah benar-benar karya saya sendiri, dan saya tidak melakukan penjiplakan atau pengutipan dengan cara-cara yang tidak sesuai dengan etika keilmuan yang berlaku dalam masyarakat keilmuan. Atas pernyataan ini, saya siap menanggung risiko/sanksi yang dijatuhkan kepada saya apabila kemudian ditemukan adanya pelanggaran terhadap etika keilmuan dalam karya saya ini, atau ada klaim dari pihak lain terhadap keaslian karya saya ini.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

TAPPDF.COM  PDF DOWNLOAD JURNAL PENDIDIKAN DAN KEGURUAN VOL. 1 NO. 1 ...  PASCA SARJANA UT 1 SM

TAPPDF.COM PDF DOWNLOAD JURNAL PENDIDIKAN DAN KEGURUAN VOL. 1 NO. 1 ... PASCA SARJANA UT 1 SM

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan kemampuan penalaran dan koneksi matematis antara siswa yang memperoleh pembelajaran kooperatif dengan menerapkan pendekatan konstruktivisme berbantuan program Cabri 3D, pembelajaran kooperatif dengan pendekatan konstruktivisme tanpa bantuan program Cabri 3D, dan pembelajaran konvensional, dilihat dari pengetahuan awal matematika untuk siswa kelompok atas dan kelompok bawah. Penelitian ini adalah penelitian quasi eksperimen tentang pengaruh penerapan pendekatan konstruktivisme melalui model pembelajaran kooperatif berbantuan program Cabri 3D terhadap kemampuan penalaran dan koneksi matematis siswa SMA di kota Tasikmalaya yang dilakukan di SMA Negeri 7 Tasikmalaya. Desain penelitian menggunakan Posttest-Only Control Design. Subjek populasi adalah seluruh siswa SMA Negeri 7 Tasikmalaya dengan mengambil tiga sampel kelas X SMA Negeri 7 Tasikmalaya secara acak dari 7 kelas yang ada, dengan subjek sebanyak 91 siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes kemampuan penalaran dan kemampuan koneksi matematis siswa pada materi Dimensi Tiga. Analisis hipotesis menggunakan ANOVA satu dan dua jalur, yang dilanjutkan dengan uji post-hoc yaitu uji Scheffedanuji Tukey. Hasil penelitian menyatakan bahwa terdapat perbedaan kemampuan penalaran dan koneksi matematis antara siswa yang memperoleh pembelajaran kooperatif dengan pendekatan konstruktivisme berbantuan program Cabri 3D, pembelajaran kooperatif dengan pendekatan konstruktivisme tanpa program Cabri 3D dan pembelajaran konvensional ditinjau dari pengetahuan awal matematika untuk kelompok atas dan kelompok bawah. Kemampuan penalaran dan koneksi matematis siswa kelompok bawah pada pembelajaran kooperatif dengan pendekatan konstruktivisme berbantuan program Cabri 3D lebih baik dibandingkan kemampuan kemampuan penalaran dan koneksi matematis siswa pada pembelajaran kooperatif dengan pendekatan konstruktivisme tanpa bantuan Cabri 3D dan dengan siswa yang memperoleh pembelajaran konvensional. Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa penerapan pendekatan konstruktivisme dengan model pembelajaran kooperatif berbantuan program Cabri 3D berpengaruh terhadap kemampuan penalaran dan koneksi matematis.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

T MAT 1402189 Chapter5

T MAT 1402189 Chapter5

2. Penelitian ini dilakukan pada level sekolah sedang, sehingga perlu dilakukan penelitian lanjutan pada level sekolah tinggi atau rendah untuk mengetahui bagaimana pengaruh model pembelajaran accelerated learning terhadap kemampuan matematis siswa

2 Baca lebih lajut

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN GENERATIF (GENERATIVE LEARNING) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PENALARAN DAN KONEKSI MATEMATIS SISWA SMP.

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN GENERATIF (GENERATIVE LEARNING) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PENALARAN DAN KONEKSI MATEMATIS SISWA SMP.

VII A sebagai kelas kontrol dan kelas VII E sebagai kelas eksperimen. Desain penelitian menggunakan desain ” kelompok kontrol pretes-postes ” . Penentuan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik Purposive Sampling, yaitu teknik pengambilan sampel berdasarkan pertimbangan tertentu (Sugiyono, 2005: 54). Informasi awal dalam pemilihan sampel dilakukan berdasarkan pertimbangan dari guru bidang studi matematika sebelumnya. Pada penelitian ini kelas eksperimen dikelompkan keldalam tiga kategori siswa, yaitu tinggi, sedang dan rendah. Adapun kategori kemampuan awal diperoleh dari data hasil ulangan harian siswa sebelum diadakan penelitian. Kategori kemampuan awal rendah, sedang, dan tinggi menggunakan kriteria Sudjana (2010) yaitu 27% masing-masing untuk kategori kemampuan awal rendah dan tinggi setelah data ulangan harian siswa diranking.
Baca lebih lanjut

49 Baca lebih lajut

t mtk 1004646 table of content

t mtk 1004646 table of content

Eva Dwi Minarti, 2012 Penerapan Model Pembelajaran Generatif Generative Learning Untuk Meningkatkan Kemampuan Penalaran Dan Koneksi Matematis Siswa SMP Universitas Pendidikan Indones[r]

7 Baca lebih lajut

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) TERHADAP KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIS SISWA MATERI HIMPUNAN KELAS VII MTs SWASTA SE-KABUPATEN TULUNGAGUNG - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) TERHADAP KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIS SISWA MATERI HIMPUNAN KELAS VII MTs SWASTA SE-KABUPATEN TULUNGAGUNG - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

Skripsi dengan judul “Pengaruh Model Pembelajaran Contextual Teaching Learning (CTL) Terhadap Kemampuan Koneksi Matematis Siswa Materi Himpunan Kelas VII MTs Swasta Se- Kabupaten Tulungagung” ini ditulis oleh Isro Faiz Nazalia, NIM. 2814133092, dibimbing oleh Dr. Dewi Asmarani M.Pd.

3 Baca lebih lajut

PENGARUH PEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN PROSES BERPIKIR REFLEKTIF TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN KONEKSI DAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS SISWA : Studi Kuasi Eksperimen pada Siswa salah satu SMP Negeri di Kota Banda Aceh.

PENGARUH PEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN PROSES BERPIKIR REFLEKTIF TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN KONEKSI DAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS SISWA : Studi Kuasi Eksperimen pada Siswa salah satu SMP Negeri di Kota Banda Aceh.

learning to do, (3) learning to be, dan (4) learning to live together. Sumarmo (Eka, 2006:1) juga mengemukakan bahwa pendidikan matematika pada hakikatnya mempunyai dua arah pengembangan yaitu untuk memenuhi kebutuhan masa kini dan kebutuhan masa yang akan datang. Kebutuhan masa kini yang dimaksud yaitu mengarahkan pembelajaran matematika untuk pemahaman konsep dan ide matematika yang kemudian diperlukan untuk menyelesaikan masalah matematika dan ilmu pengetahuan lainnya. Sedangkan yang dimaksud dengan kebutuhan masa yang akan datang adalah pembelajaran matematika memberikan kemampuan menalar yang logis, sistematik, kritis dan cermat, menumbuhkan rasa percaya diri, dan rasa keindahan terhadap keteraturan sifat matematika, serta mengembangkan sikap objektif dan terbuka yang sangat diperlukan dalam menghadapi masa depan yang senantiasa berubah.
Baca lebih lanjut

65 Baca lebih lajut

S MAT 1202539 Abstract

S MAT 1202539 Abstract

Kemampuan berpikir lateral matematis sangat penting dimiliki oleh siswa. Namun berdasarkan fakta dilapangan, Indonesia menempati peringkat terbawah di PISA 2012 dalam kemampuan matematis. Ini berarti kemampuan matematis siswa Indonesia perlu ditingkatkan, salah satunya kemampuan berpikir lateral matematis. Oleh karena itu, perlu dilakukan suatu upaya untuk meningkatkan kemampuan berpikir lateral matematis siswa, salah satunya dengan menerapkan model Accelerated Learning dalam pembelajaran matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pencapaian serta peningkatan kemampuan berpikir lateral matematis siswa yang mendapatkan pembelajaran dengan model Accelerated Learning lebih baik daripada siswa yang mendapatkan pembelajaran konvensional dan mengetahui sikap siswa terhadap penerapan model Accelerated Learning pada pembelajaran matematika. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan desain penelitiannya adalah pretest-posttest control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Cimahi tahun ajaran 2015/2016 dan sampel pada penelitian ini adalah siswa dari dua kelas pada sekolah tersebut. Kelas eksperimen mendapatkan pembelajaran dengan model Accelerated Learning, sedangkan kelas kontrol mendapatkan pembelajaran dengan model konvensional. Data penelitian ini diperoleh melalui tes kemampuan berpikir lateral matematis siswa, angket, dan lembar observasi. Hasil penelitian ini adalah: (1) pencapaian kemampuan berpikir lateral matematis siswa yang mendapatkan pembelajaran dengan model Accelerated Learning lebih baik daripada siswa yang mendapatkan pembelajaran dengan model konvensional; (2) peningkatan kemampuan berpikir lateral matematis siswa yang mendapatkan pembelajaran dengan model Accelerated Learning lebih baik daripada siswa yang mendapatkan pembelajaran dengan model konvensional; (3) siswa pada umumnya memberikan respon positif terhadap pembelajaran matematika dengan menerapkan model Accelerated Learning.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

PENGARUH ACCELERATED LEARNING CYCLE TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH DAN KONEKSI MATEMATIS SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAM : Studi Kuasi-Eksperimen Pada Salah Satu Smp Negeri Di Pekanbaru.

PENGARUH ACCELERATED LEARNING CYCLE TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH DAN KONEKSI MATEMATIS SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAM : Studi Kuasi-Eksperimen Pada Salah Satu Smp Negeri Di Pekanbaru.

Pentingnya pendidikan matematika harus disambut dengan kepedulian dan perhatian yang serius dari berbagai pihak, terutama pihak-pihak yang berkaitan langsung dengan pelaksanaan pendidikan matematika. Hal ini disambut positif oleh pemerintah. Depdiknas (2006) menyatakan bahwa pembelajaran matematika membekali peserta didik untuk mempunyai kemampuan berpikir logis, analitis, sistematis, kritis serta kemampuan bekerja sama. Oleh sebab itu, pelajaran matematika perlu diberikan kepada semua peserta didik untuk setiap jenjang pendidikan.
Baca lebih lanjut

56 Baca lebih lajut

PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PENALARAN DAN KOMUNIKASI MATEMATIS DAN PENGARUHNYA PADA SIKAP SISWA MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI ADI ARIF BUDIMAN* *Magister Pendidikan Matematika Pascasarjana Universitas Pasundan Bandu

PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PENALARAN DAN KOMUNIKASI MATEMATIS DAN PENGARUHNYA PADA SIKAP SISWA MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI ADI ARIF BUDIMAN* *Magister Pendidikan Matematika Pascasarjana Universitas Pasundan Bandu

Menurut Wahyudin (2008:527-534) Komunikasi adalah bagian esensial dari matematika dan pendidikan matematika. Proses komunikasi juga membantu membangun makna dan kelangengan untuk gagasan- gagasan serta menjadikan gagasan itu diketahui publik. Saat siswa ditantang untuk berpikir dan bernalar tentang matematika, serta untuk mengkomunikasikan hasil-hasil pemikiran mereka itu pada orang lain secara lisan atau tertulis, mereka belajar untuk menjadi jelas dan meyakinkan. Para siswa mendapatkan pengertian kedalam pemikiran mereka saat menghadirkan metode-metode mereka untuk memecahkan masalah, saat menjustifikasi penalaran mereka pada teman sekelas, guru, atau saat mereka merumuskan perntanyaan tentang suatu yang membingungkan.
Baca lebih lanjut

47 Baca lebih lajut

PENERAPAN STRATEGI REACT DALAM UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN KONEKSI, PEMECAHAN MASALAH DAN DISPOSISI MATEMATIK SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS Oleh : Reni Citrawati 148060007 ABSTRAK - PENERAPAN STRATEGI REACT DALAM UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN KONEKSI, PEMEC

PENERAPAN STRATEGI REACT DALAM UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN KONEKSI, PEMECAHAN MASALAH DAN DISPOSISI MATEMATIK SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS Oleh : Reni Citrawati 148060007 ABSTRAK - PENERAPAN STRATEGI REACT DALAM UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN KONEKSI, PEMEC

Berdasarkan tabel 11 terlihat bahwa rataan skor setiap indikator untuk kelas yang mendapat pembelajaran strategi REACT dan kelas yang mendapat pembelajaran dengan metode ekspositori tidak jauh berbeda walaupun terdapat sedikit perbedaan. Apabila ditinjau secara keseluruhan rata – rata skor kelas eksperimen 3,51 dan kelas kontrol 3,41 keduanya lebih besar dari skor netral nya (3) sehingga dapat disimpulkan bahwa siswa kelas eksperimen maupun kelas kontrol memiliki disposisi matematis yang positif. Namun apabila kita tinjau berdasarkan indikator, terdapat dua indikator yang memperoleh skor kecil pada kedua kelas yaitu pada indikator fleksibel dan indikator gigih dan ulet.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN MEDIA TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI TERHADAP KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIS SISWA SEKOLAH DASAR - repository UPI T PD 1308111 Title

PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN MEDIA TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI TERHADAP KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIS SISWA SEKOLAH DASAR - repository UPI T PD 1308111 Title

PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN MEDIA TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI TERHADAP KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIS SISWA SEKOLAH DASAR Penelitian[r]

3 Baca lebih lajut

PENERAPAN ACCELERATED LEARNING DALAM PENINGKATAN KEMAMPUAN PENALARAN DAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA.

PENERAPAN ACCELERATED LEARNING DALAM PENINGKATAN KEMAMPUAN PENALARAN DAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA.

Penelitian ini merupakan penelitian dengan desain pretest-posttest experiment group design, yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan accelerated learning terhadap peningkatan kemampuan penalaran dan komunikasi matematis siswa SMP. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa SMP Negeri 1 Kecamatan Harau, dan pengambilan sampel penelitian dilakukan dengan teknik purposive sampling, yaitu dengan memilih siswa kelas VIII sebanyak dua kelas sebagai sampel. Penelitian ini terdiri dari dua kelompok pembelajaran, yaitu pembelajaran accelerated learning dan pembelajaran konvensional. Setiap kelompok terdiri dari 28 siswa yang terbagi berdasarkan kategori Kemampuan Awal Matematis (KAM), yaitu kategori KAM tinggi, sedang dan rendah di kelasnya. Untuk mendapatkan data hasil penelitian digunakan instrumen berupa tes kemampuan penalaran dan komunikasi matematis, angket, observasi dan wawancara. Dalam perhitungan ujicoba instrumen diggunakan program Anates dan perhitungan statistik dengan menggunakan SPSS 17. Perbedaan rataan peningkatan kemampuan penalaran dan komunikasi matematis berdasarkan keseluruhan siswa ditentukan dengan menggunakan uji-t. Perbedaan rataan peningkatan kemampuan penalaran dan komunikasi matematis berdasarkan kategori KAM ditentukan dengan menggunakan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian ini adalah 1) peningkatan kemampuan penalaran matematis siswa yang mendapat pembelajaran accelerated learning lebih baik daripada siswa yang mendapat pembelajaran konvensional ditinjau berdasarkan keseluruhan siswa serta kategori KAM sedang dan rendah, sedangkan pada kategori KAM tinggi tidak terdapat perbedaan yang signifikan ; 2) peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa yang mendapat pembelajaran accelerated learning lebih baik daripada siswa yang mendapat pembelajaran konvensional ditinjau berdasarkan keseluruhan siswa serta kategori KAM sedang, sedangkan pada kategori KAM tinggi dan rendah tidak terdapat perbedaan yang signifikan.
Baca lebih lanjut

52 Baca lebih lajut

Pengaruh Metode Accelerated Learning terhadap Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Siswa

Pengaruh Metode Accelerated Learning terhadap Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Siswa

Pada langkah ini, informasi yang diberikan dapat mengubah fakta menjadi makna. Setiap jenis kecerdasan adalah sumber daya yang bisa siswa terapkan ketika mengeksplorasi dan menginterpretasikan fakta-fakta dari subjek pelajaran. Hal ini sesuai dengan pendapat Ausubel bahwa pembelajaran berdasarkan hafalan tidak banyak membantu siswa di dalam memperoleh pengetahuan, pembelajaran oleh guru harus sedemikian rupa sehingga membangun pemahaman dalam struktur kognitifnya dan pembelajaran harus bermakna bagi siswa untuk menyelesaikan masalah-masalah kehidupan. 25
Baca lebih lanjut

243 Baca lebih lajut

S MTK 1106553 Abstract

S MTK 1106553 Abstract

Johnrival P.S. (2015). Pengaruh Pembelajaran Penemuan Terbimbing Terhadap Kemampuan Koneksi Matematis dan Kecemasan Matematis Siswa Kelas VII Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan koneksi matematis siswa, padahal kemampuan koneksi matematis sangat penting dimiliki oleh siswa dalam belajar matematika karena matematika merupakan ilmu yang terstruktur dan terorganisir yang memiliki keterkaitan antara satu konsep dengan konsep yang lainnya. Selain aspek kognitif, aspek apektif seperti kecemasan matematis juga akan mempengaruhi siswa dalam pencapaian hasil belajar matematika. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk meningkatkan kemampuan koneksi matematis dan menurunkan kecemasan matematis siswa. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah memilih dan menggunakan model- model pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan koneksi matematis dan menurunkan kecemasan matematis siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pembelajaran penemuan terbimbing terhadap kemampuan koneksi matematis dan kecemasan matematis siswa. Populasi pada penelitian ini adalah siswa kelas VII di salah satu SMP yang berada di Lembang. Sampel pada penelitian ini adalah sekelompok siswa dalam satu kelas. Metode Penelitian yang digunakan adalah Pre- Eksperimental Designs dengan rancangan One-Group Pretes-Posttest Designs. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari instrumen tes kemampuan koneksi matematis berupa soal pretes dan postes, angket kecemasan matematis, dan lembar observasi. Kesimpulan dari penelitian ini model penemuan terbimbing berpengaruh terhadap kemampuan koneksi matematis dan kecemasan matematis siswa.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...