Top PDF PENGARUH RISIKO USAHA TERHADAP KECUKUPAN MODAL INTI PADA BANK PEMBANGUNAN DAERAH - Perbanas Institutional Repository

PENGARUH RISIKO USAHA TERHADAP KECUKUPAN MODAL INTI PADA BANK PEMBANGUNAN DAERAH - Perbanas Institutional Repository

PENGARUH RISIKO USAHA TERHADAP KECUKUPAN MODAL INTI PADA BANK PEMBANGUNAN DAERAH - Perbanas Institutional Repository

Risiko bank didefinisikan sebagai potensi terjadinya suatu kejadian yang dapat menimbulkan kerugian bagi bank (Imam Ghozali :2007). Semakin tidak pasti hasil yang diperoleh suatu bank, semakin besar kemungkinan risiko yang dihadapi investor dan semakin tinggi pula premi risiko atau biaya yang ditanggung oleh investor. Risiko yang berkaitan dengan usaha bank pada dasarnya dapat berasal dari sisi aktiva dan passiva. Risiko usaha yang dapat dihadapi oleh suatu bank antara lain risiko likuiditas (LDR dan IPR ), risiko kredit (NPL), risiko operasional (FBIR dan BOPO), risiko pasar (IRR dan PDN), risiko hukum, risiko strategik, risiko kepatuhan, risiko reputasi.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

PENGARUH RISIKO USAHA TERHADAP KECUKUPAN MODAL INTI PADA BANK PEMBANGUNAN DAERAH - Perbanas Institutional Repository

PENGARUH RISIKO USAHA TERHADAP KECUKUPAN MODAL INTI PADA BANK PEMBANGUNAN DAERAH - Perbanas Institutional Repository

Dengan mengucapkan syukur Alhamdulillah atas kehadirat Allah SWT atas segala limpahan rahmat dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan dengan baik skripsi ini yang berjudul “Pengaruh Risiko Usaha Terhadap Kecukupan Modal Inti Pada Bank Pembangunan Daerah”.

13 Baca lebih lajut

PENGARUH RISIKO USAHA TERHADAP KECUKUPAN MODAL INTI PADA BANK PEMBANGUNAN DAERAH - Perbanas Institutional Repository

PENGARUH RISIKO USAHA TERHADAP KECUKUPAN MODAL INTI PADA BANK PEMBANGUNAN DAERAH - Perbanas Institutional Repository

positif. Pada sisi lain pengaruh IRR terhadap kecukupan modal inti bisa positif atau negatif. Hal ini dapat terjadi karena apabila IRR meningkat, berarti terjadi peningkatan interest rate sensitivity asset (IRSA) dengan persentase yang lebih besar dibanding persentase peningkatan interest rate sensitivity liabilities (IRSL). Jika pada saat itu, tingkat suku bunga cenderung meningkat, maka akan terjadi kenaikan pedapatan bunga lebih besar dari kenaikan biaya bunga, sehingga laba bank meningkat, modal bank meningkat dan kecukupan modal inti juga meningkat. Jadi pengaruh IRR terhadap kecukupan modal inti adalah positif. Sebaliknya, apabila tingkat suku bunga mengalami penurunan, maka akan terjadi penurunan pendapatan bunga lebih besar daripada penurunan biaya bunga sehingga laba bank menurun, modal bank menurun dan kecukupan modal inti juga menurun. Jadi pengaruh IRR terhadap kecukupan modal inti adalah negatif. Dengan demikian pengaruh risiko pasar terhadap kecukupan modal inti dapat positif atau negatif.
Baca lebih lanjut

28 Baca lebih lajut

1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang - PENGARUH RISIKO USAHA TERHADAP KECUKUPAN MODAL INTI PADA BANK PEMBANGUNAN DAERAH - Perbanas Institutional Repository

1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang - PENGARUH RISIKO USAHA TERHADAP KECUKUPAN MODAL INTI PADA BANK PEMBANGUNAN DAERAH - Perbanas Institutional Repository

Pengaruh NPL terhadap risiko kredit yaitu searah (positif). Hal ini terjadi jika NPL mengalami kenaikan, berarti terjadi peningkatan kredit bermasalah dengan persentase yang lebih besar dibanding persentase peningkatan total kredit yang dimiliki oleh bank. Ini menunjukkan ketidakmampuan nasabah mengembalikan jumlah pinjaman yang diterima beserta bunganya sesuai dengan jangka waktu meningkat sehingga risiko kredit meningkat. Pada sisi lain pengaruh NPL terhadap kecukupan modal inti yaitu berlawanan arah (negatif). Hal ini terjadi jika NPL mengalami kenaikan, berarti terjadi peningkatan kredit bermasalah dengan persentase yang lebih besar dibanding persentase peningkatan total kredit yang dimiliki oleh bank. Akibatnya pendapatan bank menurun, laba bank menurun, modal bank juga akan menurun, pada akhirnya kecukupan modal inti pada bank juga akan mengalami penurunan. Pengaruh risiko kredit terhadap kecukupan modal inti yaitu berlawanan arah (negatif) karena jika NPL meningkat maka risiko kredit meningkat dan kecukupan modal inti mengalami penurunan.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Pengaruh risiko usaha terhadap rasio Kecukupan modal inti (tier 1) pada Bank umum swasta nasional Devisa - Perbanas Institutional Repository

Pengaruh risiko usaha terhadap rasio Kecukupan modal inti (tier 1) pada Bank umum swasta nasional Devisa - Perbanas Institutional Repository

18/POJK0.3/2016, risiko operasional adalah risiko akibat ketidakcukupan dan/atau tidak berfungsinya proses internal, kesalahan manusia, kegagalan sistem dan/atau adanya kejadian- kejadian eksternal yang mempengaruhi operasional bank. Risiko operasional dapat diukur menggunakan Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) dan Fee Based Income Ratio (FBIR). BOPO memiliki pengaruh yang positif terhadap risiko operasional. Apabila BOPO meningkat, maka terjadi peningkatan beban operasional lebih besar daripada pendapatan operasional. Hal ini menunjukkan bahwa bank mengalami kegagalan dalam kegiatan operasionalnya. Setiap peningkatan beban operasional seharusnya diikuti dengan peningkatan operasional yang lebih besar. Kegagalan operasional tersebut mengakibatkan meningkatnya risiko operasional, dengan demikian BOPO berpengaruh positif terhadap risiko operasional.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

PENGARUH RISIKO USAHA TERHADAP RASIO KECUKUPAN MODAL INTI (TIER 1) PADA BANK-BANK KELOMPOK BUKU 3 DAN BUKU 4 - Perbanas Institutional Repository

PENGARUH RISIKO USAHA TERHADAP RASIO KECUKUPAN MODAL INTI (TIER 1) PADA BANK-BANK KELOMPOK BUKU 3 DAN BUKU 4 - Perbanas Institutional Repository

IRR dapat berpengaruh positif atau negatif dengan Rasio Kecukupan Modal Inti (TIER 1). Hal ini dapat terjadi apabila IRR meningkat, berarti terjadi peningkatan Interest Rate Sensitivity Asset (IRSA) dengan persentase lebih besar daripada persentase peningkatan Interest Rate Sensitivity Liabilities (IRSL). Apabila kondisi ini diikuti deng- an kenaikan suku bunga maka akan me- nyebabkan kenaikan pendapatan bunga lebih besar dibandingkan dengan kenai- kan biaya bunga sehingga akan menye- babkan bertambahnya laba dan mening- katnya modal sehingga berakibat pada kenaikan Rasio Kecukupan Modal Inti (TIER 1). Namun apabila diikuti oleh penurunan suku bunga maka akan me- nyebabkan penurunan pendapatan bunga lebih besar dibandingkan dengan biaya bunga sehingga akan menyebabkan ber- kurangnya laba dan mengurangi modal sehingga berakibat pada penurunan Ra- sio Kecukupan Modal Inti.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

PENGARUH RISIKO USAHA TERHADAP RASIO KECUKUPAN MODAL INTI (TIER 1) PADA BANK-BANK KELOMPOK BUKU 3 DAN BUKU 4 - Perbanas Institutional Repository

PENGARUH RISIKO USAHA TERHADAP RASIO KECUKUPAN MODAL INTI (TIER 1) PADA BANK-BANK KELOMPOK BUKU 3 DAN BUKU 4 - Perbanas Institutional Repository

The purpose of this research was to determine the effect of variable LDR, IPR, APB, NPL, IRR, PDN, BOPO, and FBIR that represented liquidity risk, credit risk, market risk, and operational risk have significant effect simultaneously or partially.on Core Capital Adequacy Ratio (TIER 1) on Bank group of book 3 and book 4.

13 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN 1.1 - PENGARUH RISIKO USAHA TERHADAP PEMENUHAN MODAL INTI PADA BANK PEMBANGUNAN DAERAH - Perbanas Institutional Repository

BAB I PENDAHULUAN 1.1 - PENGARUH RISIKO USAHA TERHADAP PEMENUHAN MODAL INTI PADA BANK PEMBANGUNAN DAERAH - Perbanas Institutional Repository

IPR akan dapat berpengaruh negatif terhadap risiko likuiditas (Kasmir, 2013:287). Hal ini dapat terjadi karena apabila IPR meningkat, berarti terjadi peningkatan surat-surat berharga yang di miliki dengan persentase lebih besar dibanding persentase peningkatan total dana pihak ketiga. Akibatnya kemampuan bank untuk memenuhi kewajiban terhadap pihak ketiga dengan mengandalkan surat berharga meningkat, sehingga risiko likuiditas menurun. Pada sisi lain IPR berpengaruh negatif terhadap tingkat persentase Pemenuhan Modal Inti, hal ini dapat terjadi karena apabila IPR meningkat, berarti terjadi peningkatan surat-surat berharga yang diberikan lebih besar dari peningkatan total peningkatan total persentase dana pihak ketiga. Akibatnya ATMR meningkat sehingga menyebabkan tingkat Pemenuhan Modal Inti.Dengan demikian risiko likuiditas berpengaruh negatif terhadap tingkat Pemenuhan Modal Inti.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

PENGARUH RISIKO USAHA TERHADAP KECUKUPAN MODAL INTI PADA BANK UMUM SWASTA NASIONAL GO PUBLIC - Perbanas Institutional Repository

PENGARUH RISIKO USAHA TERHADAP KECUKUPAN MODAL INTI PADA BANK UMUM SWASTA NASIONAL GO PUBLIC - Perbanas Institutional Repository

disimpulkan PDN berpengaruh negatif terhadap risiko pasar. Sebaliknya jika nilai tukar cenderung turun, maka terjadi peningkatan aktiva valas lebih kecil dibandingkan peningkatan passiva valas, sehingga laba menurun dan risiko pasar meningkat. Dengan demikian dapat disimpulkan PDN berpengaruh positif terhadap risiko pasar. Pengaruh PDN terhadap Kecukupan Modal Inti adalah positif atau negatif. Hal ini terjadi karena apabila PDN meningkat berarti telah terjadi peningkatan aktiva valas dengan persentase lebih besar dibandingkan persentase peningkatan passiva valas. Jika pada saat itu nilai tukar cenderung naik, maka terjadi peningkatan pendapatan valas lebih besar dibandingkan peningkatan biaya valas, sehingga laba meningkat dan Kecukupan Modal Inti meningkat. Dengan demikian dapat disimpulkan PDN berpengaruh positif terhadap Kecukupan Modal Inti. Sebaliknya jika nilai tukar cenderung turun, maka terjadi peningkatan pendapatan valas lebih kecil dibandingkan peningkatan biaya valas, sehingga laba menurun dan Kecukupan Modal Inti menurun. Dengan demikian dapat disimpulkan PDN berpengaruh negatif terhadap Kecukupan Modal Inti. Berdasarkan penjelasan diatas maka dapat disimpulkan bahwa pengaruh risiko pasar terhadap kecukupan modal inti bisa positif dan bisa negatif.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

PENGARUH RISIKO USAHA TERHADAP RASIO KECUKUPAN MODAL INTI (TIER 1) PADA BANK-BANK KELOMPOK BUKU 3 DAN BUKU 4 - Perbanas Institutional Repository

PENGARUH RISIKO USAHA TERHADAP RASIO KECUKUPAN MODAL INTI (TIER 1) PADA BANK-BANK KELOMPOK BUKU 3 DAN BUKU 4 - Perbanas Institutional Repository

1. Variabel LDR, IPR, NPL, APB, IRR, PDN, BOPO, dan FBIR secara bersama- sama mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap Rasio Kecukupan Modal Inti (TIER 1) pada Bank-Bank Kelompok Buku 3 dan Buku 4 yang menjadi sampel penelitian bank-bank sampel penelitian dari periode triwulan satu tahun 2010 sampai dengan triwulan dua tahun 2015. Artinya risiko likuiditas, risiko kredit, risiko pasar, dan risiko operasional mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap Rasio Kecukupan Modal Inti (TIER 1). Besarnya pengaruh LDR, IPR, NPL, APB, IRR, PDN, BOPO, dan FBIR terhadap Rasio Kecukupan Modal Inti (TIER 1) pada bank-bank sampel penelitian sebesar 68,3 persen. Sedangkan sisanya 31,7 persen dipengaruhi oleh variabel selain variabel penelitian. Dengan demikian hipotesis pertama yang menyatakan bahwa LDR, IPR, NPL, APB, IRR, PDN, BOPO, dan FBIR terhadap Rasio Kecukupan Modal Inti (TIER 1) pada Bank-Bank Kelompok Buku 3 dan Buku 4 diterima.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PENGARUH RISIKO USAHA TERHADAP RASIO KECUKUPAN MODAL INTI (TIER 1) PADA BANK-BANK KELOMPOK BUKU 3 DAN BUKU 4 - Perbanas Institutional Repository

PENGARUH RISIKO USAHA TERHADAP RASIO KECUKUPAN MODAL INTI (TIER 1) PADA BANK-BANK KELOMPOK BUKU 3 DAN BUKU 4 - Perbanas Institutional Repository

Menurut Ikatan Bankir Indonesia (2015:23) Risiko kepatuhan adalah risiko yang terjadi akibat bank tidak mematuhi dan/atau tidak melaksanakan ketetuan internal dan peraturan perundang-undangan yang berlaku, seperti ketentuan Kewajiban Penyediaan Modal Minimun (KPMM), penilaian Kualitas Aktiva Produktif, pembentukan Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN), Batas Maksimun Pemberian Kredit (BMPK), Ketentuan Posisi Devisa Netto (PDN), risiko strategik terkait dengan ketentuan Rencana Kerja Anggaran Tahunan (RKAT) bank, dan risiko lain yang terkait dengan ketentuan tertentu.
Baca lebih lanjut

29 Baca lebih lajut

PENGARUH RISIKO USAHA BANK TERHADAP PROFITABILITAS PADA BANK PEMBANGUNAN DAERAH - Perbanas Institutional Repository

PENGARUH RISIKO USAHA BANK TERHADAP PROFITABILITAS PADA BANK PEMBANGUNAN DAERAH - Perbanas Institutional Repository

Perkembangan industri perbankan saat ini semakin pesat. Ini merupakan suatu gambaran dari peningkatan kualitas ilmu masyarakat yang semakin maju dan berkembang. Hal tersebut memacu timbulnya persaingan yang semakin ketat di antara berbagai perusahaan.Untuk itu adanya penataan sebagai langkah pengelolaan agar perbankan dapat menjadi suatu industri yang kuat, efisien dan mampu menopang pertumbuhan ekonomi nasional serta mendukung kestabilan system keuangan. Dengan meningkatnya permintaan akan dana yang dibutuhkan oleh perusahaan, tentunya memerlukan sumber dana atau modal sebagai jaminan dan pengembangan usahanya. Sebagai lembaga keuangan bank harus dapat menjalankaan fungsinya sebagai suatu usaha lembaga keuangan yang memusatkan perhatiannya pada sektor penghimpun dan penyalur dana.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

PENGARUH RISIKO USAHA BANK TERHADAP PROFITABILITAS PADA BANK PEMBANGUNAN DAERAH - Perbanas Institutional Repository

PENGARUH RISIKO USAHA BANK TERHADAP PROFITABILITAS PADA BANK PEMBANGUNAN DAERAH - Perbanas Institutional Repository

signifikan terhadap ROA pada pada Bank Pembnagunan Daerah periode triwulan satu tahun 2010 sampai dengan triwulan dua tahun 2015. Dengan demikian risiko likuiditas berpengaruh berpengaruh negatif yang tidak signifikan terhadap ROA bank sampel penelitian. Besarnya kontribusi pengaruh variabel IPR adalah sebesar 11,0224 persen. Rata-rata trend secara keseluruhan meningkat sebesar 0,01 persen sehingga risiko likuiditas yang dihadapi oleh bank akan menurun. Dengan demikian hipotesis ketiga yang menyatakan bahwa IPR secara parsial mempunyai pengaruh positif yang signifikan terhadap ROA pada pada Bank Pembangunan Daerah adalah ditolak.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

PENGARUH RISIKO USAHA BANK TERHADAP PROFITABILITAS PADA BANK PEMBANGUNAN DAERAH - Perbanas Institutional Repository

PENGARUH RISIKO USAHA BANK TERHADAP PROFITABILITAS PADA BANK PEMBANGUNAN DAERAH - Perbanas Institutional Repository

Rasio PDN menunjukkan sensitivitas bank terhadap perubahan nilai tukar dapatdidefinisikan sebagai angka yang merupakan penjumlahan dari nilai absolut untuk jumlah dari selisih bersih aktiva dan pasiva dalam neraca untuk setiap valuta asing ditambah selisih bersih tagihan dan kewajiban baik yang merupakan komitmen maupun kontijensi dalam rekening administratif untuk setiap valuta asing, yang semuanya dinyatakan dalam rupiah. Ukuran PDN berlaku untuk bankbank yang melakukan transaksi valas atau bank devisa. Dalam PDN dirumuskan sebagai berikut:
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

PENGARUH RISIKO USAHA BANK TERHADAP PROFITABILITAS PADA BANK PEMBANGUNAN DAERAH - Perbanas Institutional Repository

PENGARUH RISIKO USAHA BANK TERHADAP PROFITABILITAS PADA BANK PEMBANGUNAN DAERAH - Perbanas Institutional Repository

The result showed that the LDR, IPR, APB, NPL, IRR, PDN, BOPO, and FBIR have a significant effect on ROA simultaneously to the Regional Development Bank. IPR and FBIR partially have negative effect unsignificant on ROA in Regional Development Bank. NPL and BOPO have positive effect unsignificant on ROA in Regional Development Bank. On the other hand, partially APB have negative effect significant on ROA in Regional Development Bank. LDR and IRR partially have positive effect significant on ROA in Regional Development Bank. The result showed that the most dominant effect to ROA is BOPO.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

PENGARUH RISIKO USAHA BANK TERHADAP PROFITABILITAS PADA BANK PEMBANGUNAN DAERAH - Perbanas Institutional Repository

PENGARUH RISIKO USAHA BANK TERHADAP PROFITABILITAS PADA BANK PEMBANGUNAN DAERAH - Perbanas Institutional Repository

Populasi adalah suatu kelompok dari elemen penelitian dimana elemen adalah unit terkecil yang merupakan sumber dari data yang diperlukan Sampel adalah bagian dari populasi yang diharapkan dapat mewakili populasi penelitian. Populasi dalam penelitian ini adalah Bank Pembangunan Daerah. Penentuan sampelnya menggunakan teknik purposive sampling, yaitu menentukan sampel yang dipilih dengan kriteria tertentu dimana kriteria yang digunakan adalah bank yang memiliki total asset per Juni 2015 antara 46 triliun rupiah sampai dengan 90 triliun rupiah. Berdasarkan kriteria yang sudah dijelaskan maka terpilih tiga bank. Diantaranya BPD Jawa Tengah, BPD jawa Timur, dan BPD Jawa Barat dan Banten.
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

PENGARUH RISIKO USAHA TERHADAP KECUKUPAN MODAL INTI PADA BANK UMUM SWASTA NASIONAL GO PUBLIC - Perbanas Institutional Repository

PENGARUH RISIKO USAHA TERHADAP KECUKUPAN MODAL INTI PADA BANK UMUM SWASTA NASIONAL GO PUBLIC - Perbanas Institutional Repository

5. Variabel IPR secara parsial mempunyai pengaruh positif yang signifikan terhadap Kecukupan Modal Inti pada Bank Umum Swasta Nasional Go Public periode triwulan I 2010 sampai dengan triwulan II 2014. Dapat disimpulkan bahwa risiko likuiditas secara parsial mempunyai pengaruh negatif yang signifikan terhadap Kecukupan Modal Inti. Besarnya pengaruh IPR secara parsial terhadap Kecukupan Modal Inti pada Bank Umum Swasta Nasional Go Public sebesar 8,06 persen. Dengan demikian hipotesis kelima yang menyatakan bahwa IPR secara parsial mempunyai pengaruh positif yang signifikan terhadap Kecukupan Modal Inti pada Bank Umum Swasta Nasional Go Public adalah diterima.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PENGARUH RISIKO USAHA TERHADAP KECUKUPAN MODAL INTI PADA BANK UMUM SWASTA NASIONAL GO PUBLIC - Perbanas Institutional Repository

PENGARUH RISIKO USAHA TERHADAP KECUKUPAN MODAL INTI PADA BANK UMUM SWASTA NASIONAL GO PUBLIC - Perbanas Institutional Repository

FBIR adalah rasio yang menunjukkan pendapatan yang diperoleh dari jasa diluar bunga dan provisi pinjaman (Kasmir, 2010 : 115). Pengaruh FBIR terhadap risiko operasional adalah negatif. Hal ini terjadi apabila FBIR meningkat berarti terjadi peningkatan pendapatan operasional diluar bunga dengan persentase yang lebih besar dibanding persentase peningkatan pendapatan operasional. Akibatnya pendapatan operasional di luar bunga yang dimiliki akan semakin besar, sehingga bank dapat beroperasi secara efisien dan risiko operasional turun. Disisi lain pengaruh FBIR terhadap Kecukupan Modal Inti adalah positif. Hal ini terjadi apabila FBIR meningkat berarti terjadi peningkatan peningkatan terhadap pendapatan operasional diluar bunga dengan persentase yang lebih besar dibanding persentase peningkatan pendapatan operasional yang dijalankan oleh bank. Akibatnya laba bank meningkat, modal bank meningkat dan Kecukupan Modal Inti juga mengalami peningkatan. Dengan demikian pengaruh risiko operasional terhadap Kecukupan Modal Inti adalah negatif, karena dengan meningkatnya FBIR menyebabkan terjadinya penurunan risiko operasional dan menyebabkan kecukupan modal inti meningkat.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

PENGARUH RISIKO USAHA DAN PROFITABILITAS TERHADAP KECUKUPAN MODAL INTI (TIER 1) PADA BANK PEMBANGUNAN DAERAH DI INDONESIA - Perbanas Institutional Repository

PENGARUH RISIKO USAHA DAN PROFITABILITAS TERHADAP KECUKUPAN MODAL INTI (TIER 1) PADA BANK PEMBANGUNAN DAERAH DI INDONESIA - Perbanas Institutional Repository

Ketidaksesuaian teori dengan hasil penelitian ini disebabkan karena secara teoritis apabila IRR mengalami peningkatan yang artinya peningkatan IRSA dengan persentase lebih besar dibanding persentase peningkatan IRSL. Akibatnya terjadi peningkatan pendapatan lebih besar dibanding peningkatan biaya, sehingga laba meningkat dan Kecukupan Modal Inti (Tier 1) juga meningkat. Hal ini seharusnya menyebabkan Kecukupan Modal Inti (Tier 1) peningkatan. Namun selama periode penelitian mulai triwulan I tahun 2010 sampai dengan triwulan II tahun 2014 mengalami penurunan yang dibuktikan dengan rata-rata trend negatif sebesar 0,12 persen. Penurunan Kecukupan Modal Inti (Tier 1) ini disebabkan karena terjadi peningkatan Modal Inti (Tier 1) dengan rata-rata trend sebesar 5,18 persen lebih besar dibanding peningkatan ATMR dengan rata-rata trend sebesar 5,05persen. Hasil penelitian ini dibandingkan dengan hasil penelitian sebelumya, maka penelitian ini mendukung hasil penelitian yang dilakukan oleh Fahmi Nur Hidayat (2012). Sedangkan dibandingkan dengan peneliti terdahulu Asdiani (2009) dan Akmilia Candra Kartika (2013) yang menyatakan pengaruh positif yang tidak signifikan terhadap CAR penelitian ini tidak mendukung.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

PENGARUH RISIKO USAHA DAN PROFITABILITAS TERHADAP KECUKUPAN MODAL INTI (TIER 1) PADA BANK PEMBANGUNAN DAERAH DI INDONESIA - Perbanas Institutional Repository

PENGARUH RISIKO USAHA DAN PROFITABILITAS TERHADAP KECUKUPAN MODAL INTI (TIER 1) PADA BANK PEMBANGUNAN DAERAH DI INDONESIA - Perbanas Institutional Repository

8. Variabel FBIR secara parsial mempunyai pengaruh negatif yang tidak signifikan terhadap Kecukupan Modal Inti (Tier 1). Dapat disimpulkan bahwa risiko operasional secara parsial mempunyai pengaruh positif yang tidak signifikan terhadap Keckupan Modal Inti (Tier 1). Besarnya pengaruh FBIR secara parsial terhadap Kecukupan Modal Inti (Tier 1) sebesar 24,20 persen. Dengan demikian hipotesis kedelapan yang menyatakan FBIR secara parsial memliki pengaruh positif yang signifikan terhadap Kecukupan Modal Inti (Tier 1) pada Bank Pembangunan Daerah di Indonesia adalah ditolak. 9. Variabel ROA secara parsial mempunyai pengaruh positif yang signifikan
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...