Top PDF Peran Orangtua dalam Pendidikan Anak Usia Dini Ditinjau dari Latar Belakang Pendidikan

Peran Orangtua dalam Pendidikan Anak Usia Dini Ditinjau dari Latar Belakang Pendidikan

Peran Orangtua dalam Pendidikan Anak Usia Dini Ditinjau dari Latar Belakang Pendidikan

Secara rinci dapat dilihat bahwa untuk aspek orangtua sebagai guru pertama dan utama bagi anak baik orangtua tamatan SD, SMP, SMA, dan Perguruan Tinggi kebanyakan berada pada kategori penilaian yang sering. Namun, pada beberapa orangtua tamatan SMA dan Perguruan Tinggi menunjukkan selalu pada aspek orangtua sebagai guru pertama dan utama bagi anak. Hal ini ditandai dengan kesadaran orangtua tentang memberikan contoh yang baik bagi anak dengan menjaga dan memerhatikan peerkatan, sikap dan perbuatan mereka didepan anak-anak. Orangtua menyadari bahwa anak-anak belajar dari apa yang mereka lihat dan mereka dengar dari lingkungan keluarga dan lingkungan sekitarnya. Hal ini senada dengan pendapat Fadlillah (2012:35) yang mengatakan bahwa lingkungan keluarga merupakan lingkungan awal bagi seorang anak, segala tingkah laku maupun perkembangan yang muncul pada diri anak akan mencontoh pada kedua orangtuanya. Jika orangtua dapat memberikan contoh dan teladan yang baik bagi anak, maka sikap anak tidak jauh beda dari orangtuanya. Demikian sebaliknya, apabila orangtua tidak dapat memberikan contoh yang baik, maka orangtua tidak bisa berharap bahwa anaknya akan lebih baik dan sesuai dengan keinginan orangtua.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

PERBEDAAN EFIKASI DIRI GURU PENDIDIKAN ANAK USIA DINI DALAM PENDIDIKAN INKLUSI DITINJAU DARI LAMA MENGAJAR DAN LATAR BELAKANG PENDIDIKAN DI KECAMATAN GRABAG

PERBEDAAN EFIKASI DIRI GURU PENDIDIKAN ANAK USIA DINI DALAM PENDIDIKAN INKLUSI DITINJAU DARI LAMA MENGAJAR DAN LATAR BELAKANG PENDIDIKAN DI KECAMATAN GRABAG

dalam satu sistem pendidikan yang sama. Oleh karena itu misi pendidikan sangat penting adalah meminimalkan hambatan belajar dan memenuhi kebutuhan belajar anak. Setiap anak dihargai eksisitensinya, ditumbuhkan harga dirinya, dikembangkan motivasinya dan diterima sebagaimana adanya, sehingga setiap anak berkembang opitomal sejalan denga potensi masing-masing. Pendidikan inklusi terkadang terlihat seperti sebuah strategi politik yang didasarkan pada hak asasi manusia dan prinsip demokrasi, bahwa menghadapi semua kondisi dari diskriminasi, seperti bagian dari sebuah perhatian dari berkembangnnya masyarakat inklusif dan untuk memastikan bahwa beberapa siswa menerima tambahan sumber dan tidak di abaikan dan disisa-siakan (Abraham, 2004:25).
Baca lebih lanjut

159 Baca lebih lajut

Memaksimalkan Peran Humas di Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini

Memaksimalkan Peran Humas di Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini

Kegiatan humas pendidikan atau lebih konkret hubungan sekolah dengan masyarakat memiliki latar belakang pemikiran yang tidak berbeda dengan kegiatan humas pada umumnya. Oleh karena itu, proses kegiatan dan asas penting dalam kehumasan perlu memperoleh perhatian semestinya apabila sekolah melakukan hubungan dengan masyarakat. Hubungan masyarakat yang dilakukan oleh lembaga PAUD dengan stakeholders berlangsung dalam suasana yang saling membutuhkan sehingga efektifitas keberhasilannya besar. Hal itu juga dilandasi pentingnya sinergi berkelanjutan antara lembaga pendidikan anak usia dini dengan masyarakat. Bentuk-bentuk sinergi yang dapat dilakukakan antara lain :
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Kemitraan Orangtua dan Masyarakat Dalam Program Pendidikan Anak Usia dini

Kemitraan Orangtua dan Masyarakat Dalam Program Pendidikan Anak Usia dini

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, maka penelitian ini meyimpulkan bahwa Keterlibatan keluarga sebagai pihak yang memiliki peran penting dalam penyelenggaraan pendidikan anak usia dini saat ini masih rendah, hal tersebut disebabkan oleh faktor orang tua kondisi sosial ekonomi dan latar belakang pendidikan orang tua. faktor sekolah kemampuan komunikasi guru/sekolah pengaruh rendahnya keterlibatan orang tua terhadap pengelolaan program PAUD adalah ketidaksesuaian program PAUD yang dapat memenuhi kebutuhan anak dan orang tua, kekurangan pembiayaan, kekurangan SDM (selain guru), ketidakberhasilan keberlanjutan program anak dirumah. Pengaruh keterlibatan orang tua yang rendah terhadap perkembangan anak adalah perkembangan anak yang diharapkan tidak akan berkembang secara maksimal. Maka diperlukan adanya program seperti: (a) menciptakan komunikasi yang inten dengan keluarga , (b) mengadakan rapat/pertemuan rutin antara guru dan orang tua, (c) home visiting (d) keterlibatan orang tua dalam proses penilaian, serta (e) merancang kegiatan –kegiatan sekolah bersama-sama
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

KESIAPAN BERSEKOLAH DITINJAU DARI JENIS PENDIDIKAN PRA SEKOLAH ANAK DAN TINGKAT PENDIDIKAN ORANGTUA

KESIAPAN BERSEKOLAH DITINJAU DARI JENIS PENDIDIKAN PRA SEKOLAH ANAK DAN TINGKAT PENDIDIKAN ORANGTUA

Hasil penelitian menunjukkan bahwa dugaan penulis mengenai adanya perbedaan kesiapan bersekolah antara anak yang berasal dariTK full-day dan TK biasa ternyata tidak terbukti. Hal ini mungkin disebabkan oleh karena penelitian yang dilakukan tidak mengontrol masalah kualitas pengasuhan anak, sehingga pengaruh jenis TK full-day tidak dapat terlihat dengan jelas. Sementara menurut Papalia dan Olds (1986), hasil-hasil penelitian yang menyatakan adanya keuntungan pengasuhan anak di tempat penitipan anak semuanya dilakukan di tempat penitipan anak yang berkualitas tinggi, sedang yang kualitasnya sedang atau kurang belum pernah diteliti. Selain itu faktor latar belakang keluarga anak yang dibandingkan juga mungkin berpengaruh terhadap hasil penelitian. Anak yang di TK biasa sebagian besar orang tuanya (75.86%) berpendidikan tinggi, sementara pada anak yang di TK full-day hanya sekitar separuhnya (55.17%) yang berpendidikan tinggi. Tingginya tingkat pendidikan orang
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

PERAN GURU PAUD DALAM UPAYA PENINGKATAN PENDIDIKAN ANAK-ANAK USIA DINI (Studi Deskriptif Kualitatif tentang Peran Guru PAUD dalam Meningkatkan Pendidikan Pada Anak-anak Usia Dini di Kecamatan Matesih).

PERAN GURU PAUD DALAM UPAYA PENINGKATAN PENDIDIKAN ANAK-ANAK USIA DINI (Studi Deskriptif Kualitatif tentang Peran Guru PAUD dalam Meningkatkan Pendidikan Pada Anak-anak Usia Dini di Kecamatan Matesih).

Berangkat dari latar belakang bahwa anak-anak adalah generasi penerus bangsa. Maka, pendidikan anak-anak sangatlah perlu diperhatikan. Terlebih dunia pendidikan Indonesia yang sedang mengalami kesuraman. Taman Kanak-kanak adalah salah satu bentuk pendidikan untuk anak-anak usia dini dan merupakan fondasi bagi perkembangan pendidikan anak selanjutnya. Karenannya, pendidikan anak usia dini mempunyai andil besar dalam pendidikan generasi penerus bangsa. Untuk meningkatkan pendidikan anak-anak usia dini maka didirikannya PAUD di setiap Kecamatan. Dalam upayanya untuk meningkatkan pendidikan anak-anak PAUD, tidak lepas dari peranan para tenaga pendidiknya yakni para guru PAUD itu sendiri.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan guru PAUD di Kecamatan Matesih dalam meningkatkan pendidikan anak-anak usia dini.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Pengembangan Program Pelibatan Orangtua dalam Penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini

Pengembangan Program Pelibatan Orangtua dalam Penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini

Keluarga merupakan lingkungan pertama anak tumbuh dan berkembang. Keluarga secara khusus adalah orang tua yang memiliki peran penting dalam penyelenggaraan pendidikan, baik sebagai sumber maupun pelaksana yang menopang proses pendidikan anak. Rendahnya keterlibatan orangtua dalam PAUD telah menjadi kontroversi hangat. Berbagai survei dan penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa sebagian besar orangtua menghabiskan waktunya bekerja daripada berinteraksi dengan anak mereka. Ironisnya, sekolah juga belum memiliki program efektif yang dapat meningkatkan keteribatan orangtua dalam program PAUD. Penelitian ini bertujuan untuk: (a) mengetahui faktor penyebab rendahnya keterlibatan orangtua dalam program PAUD, (b) pengaruh permasalahan pelibatan orangtua terhadap pengelolaan program dan perkembangan anak usia dini, serta (c) rancangan program peningkatan keterlibatan orangtua dalam program PAUD. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor rendahnya keterlibatan orangtua dalam program PAUD berupa kondisi sosial ekonomi orangtua, latar belakang pendidikan orangtua, bahasa, dan kemampuan komunikasi guru/sekolah. Pengaruh rendahnya keterlibatan orangtua adalah ketidaksesuaian program PAUD dengan kebutuhan anak dan orangtua, kekurangan pembiayaan, kekurangan SDM, ketidakberhasilan keberlanjutan program anak di rumah, serta perkembangan anak tidak akan maksimal. Adapun bentuk-bentuk program yang dirancang antara lain: (a) menciptakan pusat keluarga, (b) membuat papan buletin keluarga, (c) mengadakan rapat/pertemuan rutin antara guru dan orangtua, (d) melibatkan media cetak, (e) membuat website, (f) home visiting, (g) pelibatan orangtua dalam proses penilaian, serta (h) merancang kegiatan- kegiatan lain, seperti field trip, perayaan hari besar bersama, dan guru tamu.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Orientasi Nilai Orangtua Dalam Pendidikan Anak di Usia Dini (Studi Kasus di Yayasan Pendidikan Nasional Putra Sejahtera)

Orientasi Nilai Orangtua Dalam Pendidikan Anak di Usia Dini (Studi Kasus di Yayasan Pendidikan Nasional Putra Sejahtera)

mempertahankan integritas dan koherensinya di masa modern, ketika hal-hal seperti latar belakang keagamaan dan etnik bersama tidak ada lagi. Teori fungsionalisme yang menekankan kepada keteraturan bahwa masyarakat merupakan suatu sistem sosial yang terdiri atas bagian-bagian atau elemen-elemen yang saling berkaitan dan saling menyatu dalam keseimbangan. Perubahan yang terjadi pada suatu bagian akan membawa perubahan pula terhadap bagian yang lain, dengan kata lain masyarakat senantiasa berada dalam keadaan berubah secara berangsur-angsur dengan tetap memelihara keseimbangan. Setiap peristiwa dan setiap struktur yang ada, fungsional bagi sistem sosial itu. Demikian pula semua institusi yang ada diperlukan oleh sistem sosial itu seperti kemiskinan. Masyarakat dilihat dari kondisi dinamika dalam keseimbangan. Asumsi dasarnya adalah bahwa setiap struktur dalam sistem sosial, fungsional terhadap yang lain. Sebaliknya jika tidak fungsional maka struktur itu tidak akan ada atau akan hilang dengan sendirinya.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Tingkat Pengetahuan Guru Pendidikan Anak Usia Dini tentang Kompetensi Profesional Mengajar ditinjau dari Latar Belakang Kualifikasi Akademiknya.

Tingkat Pengetahuan Guru Pendidikan Anak Usia Dini tentang Kompetensi Profesional Mengajar ditinjau dari Latar Belakang Kualifikasi Akademiknya.

Secara umum hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan guru PAUD tentang kompetensi profesional mengajar ditinjau dari latar belakang kualifikasi akademik di Kec. Nyalindung Kab. Sukabumi yaitu tingkat pengetahuan yang dimiliki guru PAUD lulusan SD, SLTP, SLTA, D2 Non PGTK dan SI Non PGPAUD berada pada kategori sedang dan tingkat pengetahuan yang dimiliki guru PAUD lulusan D2 PGTK dan SI PGPAUD berada pada kategori tinggi. Hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan guru PAUD tentang kompetensi profesional mengajar di Kec. Nyalindung Kab. Sukabumi rata-rata berada pada kategori sedang. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat diasumsikan guru PAUD di Kec. Nyalindung Kab. Sukabumi masih memiliki pengetahuan yang kurang maksimal tentang cara mengajar di PAUD yang baik dan masih perlu adanya upaya peningkatan kemampuan bagi guru PAUD Kec. Nyalindung Kab. Sukabumi.
Baca lebih lanjut

48 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN Latar Belakang - PERAN PENDIDIKAN KARAKTER DALAM KELUARGA SEBAGAI UPAYA PEMBENTUKAN KECERDASAN SPIRITUAL ANAK

PENDAHULUAN Latar Belakang - PERAN PENDIDIKAN KARAKTER DALAM KELUARGA SEBAGAI UPAYA PEMBENTUKAN KECERDASAN SPIRITUAL ANAK

Semua orang dewasa dapat menjadi model bagi anak: guru, anggota keluarga, teman, orang tua, atau kakek nenek. Tetapi model yang paling penting adalah orang tuanya. Hal yang paling penting adalah bahwa ayah dan ibu adalah satu-satunya teladan yang pertama bagi anak- anaknya dalam pembentukan kepribadian, begitu juga anak secara tidak sadar mereka akan terpengaruh, maka kedua orang tua di sini berperan sebagai teladan bagi mereka baik teladan pada tataran teoritis maupun praktis. Ayah dan Ibu sebelum mereka mengajarkan nilai-nilai agama dan akhlak serta emosional kepada anak-anaknya, pertama mereka sendiri harus mengamalkannya. Munandar (2009:93). Pendidikan agama jika diajarkan sejak usia dini akan membawa berkah bagi keluarga tersebut, seperti pada agama Islam diatur segala aspek kehidupan manusia, baik hubungan manusia dengan Tuhannya, manusia dengan diri sendiri, manusia dengan manusia lainnya maupun manusia dengan alam sekitarnya. Syafaruddin (2006:61). Berkaitan dengan potensi yang dimiliki anak sejak lahir, hadis yang diriwayatkan Bukhârî dari Abû Hanifah: “Setiap anak yang dilahirkan memiliki fitrah, maka kedua orang tuanya yang menjadikan anak tersebut beragama Yahudi, Nasrani, ataupun Majusi”.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

PERAN EDUKATIF ORANGTUA DALAM KEBERHASILAN PENDIDIKAN ANAK.

PERAN EDUKATIF ORANGTUA DALAM KEBERHASILAN PENDIDIKAN ANAK.

Yogyakarta)”. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis secara kritis tentang penerapan pola asuh orangtua karir di keluarga Sumaryadi dalam mendidik anak, faktor pendukung dan penghambat serta hasil yang telah dicapai. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, dengan mengambil latar di keluarga Sumaryadi tepatnya di Komplek TNI AU Blok K No 12 Lanud Adisutjipto Yogyakarta. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Pola asuh yang diterapkan oleh orangtua karir di keluarga Sumaryadi adalah pola asuh demokratis. Pola asuh ini ditinjau dari cara memberi peraturan, penghargaan, hukuman, otoritas dan perhatian kepada anak; 2) Faktor pendukung pola asuh orangtua karir dalam mendidik anak adalah keadaan ekonomi orangtua, pengalaman, pendidikan, keadaan anak, bantuan dari pihak lain dan lingkungan yang representatif. Adapun faktor penghambatnya adalah pekerjaan yang menyebabkan keterbatasan waktu dan kelelahan, serta keterbatasan pemahaman agama; 3) Hasil yang dicapai adalah anak pertamanya mendapatkan prestasi akademik, memiliki kemandirian, pengalaman agama dan perilaku sosial yang baik. Sedangkan anak keduanya dapat menjadi balita yang terbiasa dengan ketidakhadiran orangtua di sisinya namun tetap mengenalinya, dapat tumbuh secara normal dan selalu terawat.
Baca lebih lanjut

194 Baca lebih lajut

GAMBARAN LATAR BELAKANG PENDIDIKAN ORANGTUA DENGAN PENGEMBANGAN BAKAT ANAK DI TAMAN KANAK-KANAK AISYIYAH PAYAKUMBUH.

GAMBARAN LATAR BELAKANG PENDIDIKAN ORANGTUA DENGAN PENGEMBANGAN BAKAT ANAK DI TAMAN KANAK-KANAK AISYIYAH PAYAKUMBUH.

Kemajuan suatu bangsa sangat dipengaruhi oleh kualitas sumber daya manusia. Untuk mendapatkan sumber daya manusia yang berkualitas, mutu pendidikan perlu ditingkatkan. Oleh karena itu pendidikan orangtua sangat berperan penting dalam hal ini khususnya mengenai bakat yang ada pada anak usia dini. Orangtua yang mempunyai perhatian sungguh-sungguh terhadap perkembangan anaknya, akan berusaha untuk mengetahui dan menumbuh kembangkan bakat anak yang terpendam dengan berbagai cara. Idealnya orang tua perlu berusaha untuk mengetahui bakat anak sedini mungkin, guna untuk menumbuhkan bakat anak dimasa yang akan datang. Usaha orangtua bisa melakukan dalam bentuk bimbingan, latihan-latihan dan memberikan dorongan serta menyediakan sarana dan prasarana yang dibutuhkan.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Pendidikan sangat penting diberikan kepada anak-anak sejak usia dini.

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Pendidikan sangat penting diberikan kepada anak-anak sejak usia dini.

waktu sekolah yang lebih lama daripada TK regular. Penelitian dari Branon (2005) mengatakan bahwa orangtua yang memilih sekolah program full-day atau reguler bukan karena pertimbangan orang tua, apakah orang tua sering tinggal di rumah atau tidak, orang tua juga akan mempertimbangkan pada sejauh apa pengalaman pra-sekolah mempengaruhi anak. Persepsi orangtua akan keefektifan dalam menemani anak belajar selama di rumah, juga persepsi orang tua pada kedewasaan (maturity) anak,juga akan menjadi pertimbangan orang tua dalam memilih sekolah. Orang tua yang memilih program sekolah full-day berpendapat bahwa orang tua tidak tahu apa yang anak lakukan pada saat di sekolah, sehingga orang tua tidak yakin apabila pada saat anak pulang akan melanjutkan belajar sehingga orang tua memilih sekolah full-day. Berbeda dengan yang memilih sekolah regular orang tua berpikir lebih banyak memiliki quality time dengan anak, setelah pulang dari sekolah regular. Orang tua bisa mengajak anak belajar sendiri di rumah atau mengunjungi kebun binatang, museum yang ramai pada hari-hari libur. Beberapa orang tua juga berpendapat bahwa anak tidak cukup siap dalam mengikuti sekolah full-day sehingga lebih memilih untuk mengikuti sekolah regular.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

PENGARUH LATAR BELAKANG PENDIDIKAN, PENGALAMAN, DAN KOMPETENSI TUTOR TERHADAP MUTU PEMBELAJARAN ANAK USIA DINI PADA LATAR KELOMPOK BERMAIN DI KOTA BANDUNG.

PENGARUH LATAR BELAKANG PENDIDIKAN, PENGALAMAN, DAN KOMPETENSI TUTOR TERHADAP MUTU PEMBELAJARAN ANAK USIA DINI PADA LATAR KELOMPOK BERMAIN DI KOTA BANDUNG.

pembelajaran yang bermutu pada lembaga Kober yang tampak pada kualitas layanan pendidikan dan perkembangan kognitif anak. Sebagaimana diuraikan di awal bahwa 50% variabilitas perkembangan kognitif individu terjadi pada usia 0-3 tahun (Bloom dalam Siskandar, 2003), dan empat tahun pertama kehidupan anak adalah kurun waktu dimana seorang anak sangat peka terhadap kaya miskinnya lingkungan akan stimulasi (Saidah, 2003). Memahami bahwa keadaan lingkungan yang paling besar pengaruhnya pada perkembangan anak ada pada usia dimana anak masih sepenuhnya dalam pengasuhan orang tua, terutama ibu (Saidah, 2003). Dengan demikian para orang tua khususnya Ibu dan pengasuh anak usia dini seyogianya memberikan stimulasi kepada anak sedini mungkin sehingga anak dapat menikmati kegiatan stimulasi sebagai suatu aktivitas yang menyenangkan sehingga memberikan manfaat besar bagi perkembangan kognitifnya (Pujiastuti & Soemarno, 2003). Dalam latar Kober, selama pembelajaran peran ibu itu digantikan sepenuhnya oleh tutor.
Baca lebih lanjut

48 Baca lebih lajut

Peran Orangtua Dalam Mendampingi Penggunaan Gawai Pada Anak Usia Prasekolah

Peran Orangtua Dalam Mendampingi Penggunaan Gawai Pada Anak Usia Prasekolah

Faktor lain yang juga menjadi kendala bagi orangtua terutama ibu dalam mendampingi penggunaan gawai pada anak prasekolah yaitu kurangnya pengetahuan mengenai karakteristik anak prasekolah dan dampak penggunaan gawai pada anak prasekolah. Dalam hal ini peneliti menemukan 2 dari 6 ibu memiliki tingkat pendidikan yang tergolong rendah, dimana 1 ibu berpendidikan terakhir Sekolah Dasar (SD) dan 1 ibu lainnya tidak lulus Sekolah Dasar (SD). Sehingga membuat ibu tidak pernah turut terlibat saat anak bermain gawai dikarenakan ibu tidak bisa menggunakan gawai dan menganggap bahwa anak prasekolah belum bisa terkena dampak negatif gawai bahkan juga mnganggap bahwa mendampingi anak justru dapat merugikan dan mengganggu pekerjaan orangtua. Hal tersebut senada dengan pendapat Indira (2017) bahwa ketidaktahuan atau wawasan yang terbatas mengenai pengasuhan anak terkait juga dengan latar belakang pendidikan orangtua yang rendah. Kondisi orangtua yang kurang terdidik melemahkan kapabilitas mereka untuk berfungsi sebagai orangtua. Dampak-dampak pendampingan
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

Orientasi Nilai Orangtua Dalam Pendidikan Anak di Usia Dini (Studi Kasus di Yayasan Pendidikan Nasional Putra Sejahtera)

Orientasi Nilai Orangtua Dalam Pendidikan Anak di Usia Dini (Studi Kasus di Yayasan Pendidikan Nasional Putra Sejahtera)

Adapun beberapa program kegiatan yayasan ini antara lain khusus pengenalan bahasa inggris, belajar menabung sejak dini, senam irama seminggu, harmoni wisata alam, berenang sekali sebulan, pentas seni setiap akhir tahun ajar, aktif mengikuti perlombaaan, konseling bagi orangtua tentang anak, belajar kreativitas dan perlombaan, melatih fisik anak menjadi anak yang mandiri dan berani serta khusus hari sabtu diadakan ibadah/pemutaran film-film yang membangun karakter anak. Dan melengkapi segala program kegiatan tersebut, di YPN Putra Sejahtera memiliki arena bermain serta arena mandi bola. Pada hari ataupun jadwal tertentu para siswa dibawa study tour ke kebun binatang yang ada di dekat yayasan tersebut untuk mengenal
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Orientasi Nilai Orangtua Dalam Pendidikan Anak di Usia Dini (Studi Kasus di Yayasan Pendidikan Nasional Putra Sejahtera)

Orientasi Nilai Orangtua Dalam Pendidikan Anak di Usia Dini (Studi Kasus di Yayasan Pendidikan Nasional Putra Sejahtera)

Hasil penelitian menunjukkan bahwa orangtua anak usia dini mempunyai orientasi nilai agar anaknya dapat berkembang secara baik dan tidak tertinggal pada teman sebayanya. Orangtua anak usia dini yang berada di daerah pinggiran perkotaan tidak membuat mereka melupakan pentingnya pendidikan sejak usia dini. Lingkungan masyarakat dapat berfungsi memberikan gambaran terhadap setiap tindakan orangtua terutama pemberian pendidikan anak usia dini kepada anak. YPN Putra Sejahtera memberikan pemahaman lebih pendidikan karakter terhadap anak usia dini dengan tujuan mempunyai karakter yang baik.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

Orientasi Nilai Orangtua Dalam Pendidikan Anak di Usia Dini (Studi Kasus di Yayasan Pendidikan Nasional Putra Sejahtera)

Orientasi Nilai Orangtua Dalam Pendidikan Anak di Usia Dini (Studi Kasus di Yayasan Pendidikan Nasional Putra Sejahtera)

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui orientasi nilai orangtua dalam memberikan pendidikan anaknya di usia dini kemudian juga mengetahui bagaimana lembaga pendidikan YPN Putra Sejahtera mendidik anak usia dini. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah metode penelitian kualitatif yang bersifat studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara mendalam, dan studi kepustakaan.

8 Baca lebih lajut

Orientasi Nilai Orangtua Dalam Pendidikan Anak di Usia Dini (Studi Kasus di Yayasan Pendidikan Nasional Putra Sejahtera)

Orientasi Nilai Orangtua Dalam Pendidikan Anak di Usia Dini (Studi Kasus di Yayasan Pendidikan Nasional Putra Sejahtera)

cukup akrab dengan peneliti. Dia sangat senang setiap peneliti mengambil poto untuk keperluan dokumentasi dan mengajak teman-temannya supaya ikut di foto. Seperti yang dikatakan ibunya memang dia agak sedikit nakal, tetapi dia sangat kompak bermain dengan teman-temannya. Maria kezia merupakan anak gemuk yang menurut peneliti sangat lucu. Dia selalu malu-malu saat peneliti mengajaknya berbicara ataupun bermain dan sering menertawakan peneliti bersama teman-temannya. Kakaknya dulu bersekolah di yayasan ini juga dan setelah melihat hasil perkembangannya maka maria juga dimasukkan kesini. Teman-temannya lebih suka memanggilnya dengan sebutan kesia. Saat itu Maria kesia terlihat murung saat orangtuanya menjemputnya sebelum sekolah pulang. Hal tersebut diakibatkan ada pesta yang harus dihadiri sehingga Kesia harus ikut karena tidak ada orang di rumah yang mengawasinya. Sementar itu Yoshua merupakan anak dengan bada yang mungkin paling kecil diantara teman-temannya. Dia juga berada di kelas A yang tergolong anak yang berada di usia 4-5 tahun. Yoshua terlihat lebih tenang tetapi juga mau mengobro dengan peneliti. Sedih membayangkan bahwa anak seumur ini sudah tidak mempunyai ayah dan ibu. Menurutnya bulang dan bibinya sangat baik padanya dan pulang sekolah nanti dia akan dijemput oleh bibinya. Badannya memang agak kurus tetapi itu tidak menghalanginya untuk ikut berlarian dengan teman-temannya.
Baca lebih lanjut

122 Baca lebih lajut

STIMULASI KETERAMPILAN SOSIAL ANAK DITINJAU DARI SATUAN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI

STIMULASI KETERAMPILAN SOSIAL ANAK DITINJAU DARI SATUAN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI

Setelah mendapatkan perijinan, pukul 06.30 saya datang ke lembaga RA Perwanida 03 Mojo Andong untuk mengamati langsung mengenai stimulasi keterampilan sosial anak. Guru menyambut anak ketika datang dan menggandeng menuju halaman kelas, lalu anak disuruh melepas sepatu dan di letakan di rak yang sudah tersedia, dan meminta buku tabungan jika anak ingin menabung, itu dilakukan oleh guru ke semua anak. Setelah itu anak-anak bermain di halaman sekolah didampingi guru dan ada juga yang masih didampingi oleh orang tua. Sekitar pukul 08.30 kegiatan pembelajaran dimulai, pada saat itu kegiatan yang diberikan adalah Menulis huruf D-E-F. Pukul 09.00 anak-anak cuci tangan lalu istirahat. Sekitar pukul 10:00 anak-anak pulang. Lalu pada pukul 10.30 saya melakukan wawancara Siti Rohana sekolah mengenai stimulasi keterampilan sosial anak pada lembaga tersebut. Sekitar pukul 11.30 saya berpamitan untuk pulang.
Baca lebih lanjut

76 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects