Top PDF Profitabilitas USAhatani Cabai Merah (Capsicum Annum L.) Di Kecamatan Panjalu Kabupaten Ciamis

Profitabilitas USAhatani Cabai Merah (Capsicum Annum L.) Di Kecamatan Panjalu Kabupaten Ciamis

Profitabilitas USAhatani Cabai Merah (Capsicum Annum L.) Di Kecamatan Panjalu Kabupaten Ciamis

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui : (1) Besarnya biaya dan penerimaan pada usahatani cabai merah (2) profitabilitas dan R/C pada usahatani cabai merah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survai dengan mengambil lokasi secara purposif di Desa Kecamatan Panjalu Kabupaten Ciamis. Penarikan sampel dalam penelitian ini adalah secara contoh acak kelompok (cluster random sampling). Dari jumlah populasi di sepuluh kelompoktani yang ada di lima desa di Kecamatan Panjalu diambil sebanyak 34 orang responden dari 170 orang yang melakukan usahatani cabai merah atau sebanyak 20 persen dari setiap anggota kelompok tani. Data dari responden ditabulasi dan dianalisis secara deskriptif. Hasil analisis menunjukkan : (1) Besarnya biaya produksi total (TC) pada usahatani cabai merah di Kecamatan Panjalu sebesar Rp 34.718.273,25 per hektar per musim tanam, dengan penerimaan sebesar Rp. 147.699.443,41 per hektar per musim tanam; (2) Besarnya profitabiltas usahatani cabai merah per hektar per musim tanam di Kecamatan Panjalu sebesar Rp. 112.981.170,16 dengan R/C 4,25.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

PROFITABILITAS USAHATANI CABAI MERAH (Capsicum annum L.) DI KECAMATAN PANJALU KABUPATEN CIAMIS | Ramdan | MIMBAR AGRIBISNIS: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis 33 135 1 PB

PROFITABILITAS USAHATANI CABAI MERAH (Capsicum annum L.) DI KECAMATAN PANJALU KABUPATEN CIAMIS | Ramdan | MIMBAR AGRIBISNIS: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis 33 135 1 PB

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui : (1) Besarnya biaya dan penerimaan pada usahatani cabai merah (2) profitabilitas dan R/C pada usahatani cabai merah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survai dengan mengambil lokasi secara purposif di Desa Kecamatan Panjalu Kabupaten Ciamis. Penarikan sampel dalam penelitian ini adalah secara contoh acak kelompok (cluster random sampling). Dari jumlah populasi di sepuluh kelompoktani yang ada di lima desa di Kecamatan Panjalu diambil sebanyak 34 orang responden dari 170 orang yang melakukan usahatani cabai merah atau sebanyak 20 persen dari setiap anggota kelompok tani. Data dari responden ditabulasi dan dianalisis secara deskriptif. Hasil analisis menunjukkan : (1) Besarnya biaya produksi total (TC) pada usahatani cabai merah di Kecamatan Panjalu sebesar Rp 34.718.273,25 per hektar per musim tanam, dengan penerimaan sebesar Rp. 147.699.443,41 per hektar per musim tanam; (2) Besarnya profitabiltas usahatani cabai merah per hektar per musim tanam di Kecamatan Panjalu sebesar Rp. 112.981.170,16 dengan R/C 4,25.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Analisis Perbedaan  Pendapatan Pada Berbagai Jenis Pengelolaan Usahatani Cabai Merah (Capsicum annum L.)  	  Studi Kasus: Desa Kaban, Kecamatan Kabanjahe, Kabupaten Karo

Analisis Perbedaan Pendapatan Pada Berbagai Jenis Pengelolaan Usahatani Cabai Merah (Capsicum annum L.) Studi Kasus: Desa Kaban, Kecamatan Kabanjahe, Kabupaten Karo

Pada tahun 2008 produksi cabai di Kecamatan Kabanjahe tercatat luas areal pertanaman cabai hanya mencapai 199 hektar dengan hasil mencapai 2.758 ton atau rata-rata hasil perhektar mencapai 14,00 ton/ha. Hasil tersebut masih rendah karena menurut Pracaya (2000), jika dibudidayakan dengan intensif tanaman cabai bisa mencapai 15 sampai 20 ton/ha. Penyebab rendahnya produksi cabai bisa diakibatkan oleh serangan hama dan penyakit pada buah cabai, selain itu diduga akibat sistem pengelolaan yang kurang baik.

91 Baca lebih lajut

Pengaruh Sistem Pengelolaan Usahatani Cabai Merah (Capsicum Annum L.) terhadap Jumlah Produksi dan Tingkat Pendapatan (Studi Kasus: Desa Ajijulu, Kecamatan Tigapanah, Kabupaten Karo)

Pengaruh Sistem Pengelolaan Usahatani Cabai Merah (Capsicum Annum L.) terhadap Jumlah Produksi dan Tingkat Pendapatan (Studi Kasus: Desa Ajijulu, Kecamatan Tigapanah, Kabupaten Karo)

David Hismanta Depari (080304021), dengan judul ”Pengaruh Sistem Pengelolaan Usahatani Cabai Merah (Capsicum Annum L.) terhadap Jumlah Produksi dan Tingkat Pendapatan (Studi Kasus: Desa Ajijulu, Kecamatan Tigapanah, Kabupaten Karo). Penelitian ini dibimbing oleh Ibu Dr. Ir. Salmiah, MS dan Bapak Ir. Sinar Indra Kesuma, M.Si.Usahatani cabai merah sangat tergantung terhadap harga jual yang berfluktuasi setiap waktu, sehingga mempengaruhi hasil produksi usahatani serta pendapatan petani. Pengelolaan cabai merah dari penyemaian bibit hingga pascapanen memerlukan pengelolaan khusus mulai dari perencanaan tanam hingga pemasarannya. Oleh karena itu petani harus jeli dalam sistem mengelola usahatani cabai merah, karena sistem pengelolaan sangat mempengaruhi hasil produksi dan pendapatan petani.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis luas lahan, frekuensi panen, jumlah produksi, jumlah biaya produksi, jumlah tenaga kerja, jumlah penerimaan dan tingkat pendapatan usahatani cabai merah dengan sistem pengelolaan biasa dan intensif, pengaruh sistem pengelolaan usahatani cabai merah terhadap jumlah produksi dan tingkat pendapatan, pengaruh sistem pengelolaan dan jumlah tenaga kerja usahatani cabai merah terhadap jumlah produksi dan tingkat pendapatan.Lokasi penelitian ditetapkan secara purposive (sengaja) dengan pertimbangan Desa Ajijulu merupakan salah satu desa sentra terluas menanam cabai merah di Kecamatan Tiga Panah, Kabupaten Karo. Data yang dikumpulkan terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara langsung kepada responden sedangkan data sekunder diperoleh dari literatur dan instansi yang terkait. Pengambilan sampel dengan simple random sampling. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dan regresi linier berganda.
Baca lebih lanjut

91 Baca lebih lajut

STRATEGI PENGUATAN KINERJA AGRIBISNIS PADA USAHATANI CABAI MERAH (CAPSICUM ANNUM L) DI KABUPATEN TEMANGGUNG - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

STRATEGI PENGUATAN KINERJA AGRIBISNIS PADA USAHATANI CABAI MERAH (CAPSICUM ANNUM L) DI KABUPATEN TEMANGGUNG - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Tahap pertama, menentukan kecamatan sampel.Pemilihan kecamatan dilakukan secara purposive, didasarkan pada data luas panen cabai merah di Kabupaten Temanggung tahun 2010.Kecamatan yang dipilih adalah sentra cabai terbesar pertama dan kedua di Kabupaten Temanggung. Kedua kecamatan tersebut dianggap mampu mewakili diskripsi subsistem usahatani cabai merah di Kabupaten Tamanggung mengingat kontribusi luas panen yang diberikan oleh kedua wilayah ini pada tahun 2010yaitu Kecamatan Bulu dan Kecamatan Tlogomulyo (Tabel.3.1).
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Analisis Efisiensi Penggunaan Faktor Produksi Usahatani Cabai Merah (Capsicum Annum l.)   ( Studi Kasus : Desa Sukanalu, Kecamatan Barusjahe, Kabupaten Karo)

Analisis Efisiensi Penggunaan Faktor Produksi Usahatani Cabai Merah (Capsicum Annum l.) ( Studi Kasus : Desa Sukanalu, Kecamatan Barusjahe, Kabupaten Karo)

Berdasarkan pengolahan data dengan frontier version 4.1 diketahui nilai rata-rata efisiensi teknisnya mencapai 0,715, nilai efisiensi teknis tersebut berarti bahwa rata-rata petani sampel dapat mencapai 71,5 % dari potensial 100 % produksi yang diperoleh dan kombinasi faktor produksi yang dikorbankan. Nilai rata-rata efisiensi teknik tersebut lebih kecil daripada 1. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan faktor produksi dalam usahatani cabai merah yang dilakukan oleh petani sampel tersebut belum efisien. Masih ada peluang potensi sebesar 28,5 % untuk meningkatkan produksi cabai merah di daerah penelitian, jika nilai efisiensi teknik sudah semakin mendekati 1 maka berarti semakin tinggi tingkat efisiensi teknik yang dicapai dalam usahatani. Namun, jika dilihat dari penggunaan faktor produksi dalam usahatani dari 60 sampel yang diteliti terdapat 22 sampel yang telah mencapai efisiensi secara teknis (lampiran 10).
Baca lebih lanjut

134 Baca lebih lajut

Analisis Biaya, Penerimaan, Pendapatan dan R/c USAhatani Cabe Merah (Capsicum Annum L.) Varietas Hot Beauty (suatu Kasus di Desa Cibeureum Kecamatan Sukamantri Kabupaten Ciamis)

Analisis Biaya, Penerimaan, Pendapatan dan R/c USAhatani Cabe Merah (Capsicum Annum L.) Varietas Hot Beauty (suatu Kasus di Desa Cibeureum Kecamatan Sukamantri Kabupaten Ciamis)

Dalam melakukan kegiatan usahatani cabe merah memerlukan biaya. Adapun biaya yang digunakan dalam melakukan kegiatan usahatani cabe merah dibagi menjadi dua bagian, yaitu biaya tetap dan biaya variabel. Menurut Soekartawi (2002), biaya tetap didefinisikan sebagai biaya yang relatif tetap jumlahnya, dan terus dikeluarkan walaupun produksi yang diperoleh banyak atau sedikit. Jadi besarnya biaya tetap ini tidak tergantung pada besar kecilnya produksi yang diperoleh. Biaya variabel didefinisikan sebagai biaya yang besar kecilnya dipengaruhi oleh produksi yang diperoleh.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

ANALISIS BIAYA, PENERIMAAN, PENDAPATAN DAN R/C USAHATANI CABE MERAH (Capsicum annum L.) VARIETAS HOT BEAUTY (Suatu Kasus di Desa Cibeureum Kecamatan Sukamantri Kabupaten Ciamis)

ANALISIS BIAYA, PENERIMAAN, PENDAPATAN DAN R/C USAHATANI CABE MERAH (Capsicum annum L.) VARIETAS HOT BEAUTY (Suatu Kasus di Desa Cibeureum Kecamatan Sukamantri Kabupaten Ciamis)

Dalam melakukan kegiatan usahatani cabe merah memerlukan biaya. Adapun biaya yang digunakan dalam melakukan kegiatan usahatani cabe merah dibagi menjadi dua bagian, yaitu biaya tetap dan biaya variabel. Menurut Soekartawi (2002), biaya tetap didefinisikan sebagai biaya yang relatif tetap jumlahnya, dan terus dikeluarkan walaupun produksi yang diperoleh banyak atau sedikit. Jadi besarnya biaya tetap ini tidak tergantung pada besar kecilnya produksi yang diperoleh. Biaya variabel didefinisikan sebagai biaya yang besar kecilnya dipengaruhi oleh produksi yang diperoleh.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Peranan Kelompok Tani “Juli Tani” Terhadap Produktivitas Usahatani Cabai Merah (Capsicum annum L) Studi Kasus : Desa Sidodadi Ramunia, Kecamatan Beringin, Kabupaten Deli Serdang

Peranan Kelompok Tani “Juli Tani” Terhadap Produktivitas Usahatani Cabai Merah (Capsicum annum L) Studi Kasus : Desa Sidodadi Ramunia, Kecamatan Beringin, Kabupaten Deli Serdang

Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukan bahwa tingkat pendidikan formal petani responden di kelompok tani Juli Tani pada umumnya tergolong normal, yaitu pada tingkat SD sebanyak 10 orang atau sekitar 19,6 %. Sedangkan pada tingkat SMP sebanyak 9 orang atau 17,64 %, dan pada tingkatan SMA dan seterusnya ada 32 orang atau sebanyak 62,74 % melebihi setengah dari jumlah seluruh petani responden. Artinya tingkat pengetahuan mereka terhadap masalah-masalah pertanian terbilang baik. Benar bahwa pendidikan yang rendah akan menyulitkan petani melakukan penerimaan pesan dengan baik. Demikian pula kemungkinan mereka untuk mengadopsi inovasi baru dalam hal usahatani. Oleh karena itu tingkat pendidikan non formal perlu untuk di tingkatkan agar kemampuan serta pengetahuan dapat berkembang secara dinamis untuk menyelesaikan sendiri permasalah yang dihadapi dengan baik.
Baca lebih lanjut

96 Baca lebih lajut

Pengaruh Sistem Pengelolaan Usahatani Cabai Merah (Capsicum Annum L.) terhadap Jumlah Produksi dan Tingkat Pendapatan (Studi Kasus: Desa Ajijulu, Kecamatan Tigapanah, Kabupaten Karo)

Pengaruh Sistem Pengelolaan Usahatani Cabai Merah (Capsicum Annum L.) terhadap Jumlah Produksi dan Tingkat Pendapatan (Studi Kasus: Desa Ajijulu, Kecamatan Tigapanah, Kabupaten Karo)

Regression Va riables Entere d/Re movedb Tenaga All reques ted variables ent ered.. Predic tors: Constant, Tenaga k erja, sis tem pengelolaan a.[r]

25 Baca lebih lajut

PERILAKU PETANI DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN USAHATANI CABAI MERAH (Capsicum annum L.) DI DESA KEPAHYANG KECAMATAN LEMPUING KABUPATEN OGAN KOMERING ILIR

PERILAKU PETANI DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN USAHATANI CABAI MERAH (Capsicum annum L.) DI DESA KEPAHYANG KECAMATAN LEMPUING KABUPATEN OGAN KOMERING ILIR

Berdasarkan data pada Tabel 1. menunjukkan produktivitas dan produksi cabai merah masih rendah. Kondisi ini diperparah dengan semakin menurunnya luas panen cabai merah. Tanpa perluasan areal tanam, upaya peningkatan produksi cabai merah sulit dilakukan karena laju peningkatan produktivitas berjalan lambat, terlebih lagi bila harga sarana produksi tinggi. Perkembangan cabai merah mengalami fluktuasi yang disebabkan beberapa faktor. Selain disebabkan oleh faktor eksternal seperti iklim, perubahan cuaca dan serangan hama penyakit, faktor internal seperti kemampuan manajemen petani turut menentukan keberhasilan dalam usahatani cabai merah keriitng.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

ANALISIS PRODUKTIVITAS USAHATANI CABAI MERAH BESAR (Capsicum annum L.) DI DESA ANDONGSARI KECAMATAN AMBULU KABUPATEN JEMBER

ANALISIS PRODUKTIVITAS USAHATANI CABAI MERAH BESAR (Capsicum annum L.) DI DESA ANDONGSARI KECAMATAN AMBULU KABUPATEN JEMBER

Responden penelitian adalah para petani cabai merah besar (pemilik atau penyewa) di Desa Andongsari, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember pada musim tanam 2014-2015. Penentuan sampel terdiri dari 3 tahap. Tahap 1, menentukan secara sengaja 3 dusun yang memiliki lahan cabai merah besar, yaitu Dusun Krajan, Dusun Watukebo, dan Dusun Karangtemplek. Tahap 2, menentukan secara sengaja petani sampel pada masing-masing dusun terpilih berdasarkan srata luas lahan, yaitu lahan luas (> 1Ha), lahan sedang (0,5 – 1 Ha) dan lahan sempit (< 0,5 Ha). Tahap 3, menentukan 60 orang petani sampel berdasar tahap 1 dan 2, disajikan pada Tabel 1.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Efisiensi Penggunaan Faktor Produksi USAhatani Cabai Merah (Capsicum Annum L.) (Studi Kasus : Desa Sukanalu, Kecamatan Barusjahe, Kabupaten Karo)

Efisiensi Penggunaan Faktor Produksi USAhatani Cabai Merah (Capsicum Annum L.) (Studi Kasus : Desa Sukanalu, Kecamatan Barusjahe, Kabupaten Karo)

Ekonomi Penggunaan Faktor-FaktorProduksi pada Usahatani Cabai Keriting di Kabupaten Magelang menunjukkan bahwa dari usahatani cabai keriting rata-rata penerimaan Rp 27.763.208 /ha/MT dengan rata-rata biaya total Rp 19.210.672, 10 /ha/MT menghasilkan rata-rata keuntungan Rp 8.552.535,90 /ha/M. Penggunaan benih sebesar 0,10 kg/ha/MT. Penggunaan tenaga kerja sebesar 1345,86 JKO/ha/MT. Penggunaan pupuk kandang sebesar 18.533,33 kg/ha/MT, sedangkan penggunaan pupuk ZA, pupuk KCl dan pupuk SP 36 masing - masing sebesar 233,17 kg/ha/MT; 216,99 kg/ha/MT dan 170,37 kg/ha/MT. Dari perhitungan diperoleh persamaan fungsi produksi Cobb Douglas Y=- 4,656.X1 0,231 .X2 0,319 .X3 0,298 .X4 0,607 .X5 -0,138 .X6 0,0065 .X7 0,193 .
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

ANALISIS USAHATANI CABAI MERAH (Capsicum Annum L.)VARIETAS HOT BEAUTY (Studi Kasus di Desa Sukamaju Kecamatan Cihaurbeuti Kabupaten Ciamis)

ANALISIS USAHATANI CABAI MERAH (Capsicum Annum L.)VARIETAS HOT BEAUTY (Studi Kasus di Desa Sukamaju Kecamatan Cihaurbeuti Kabupaten Ciamis)

Biaya variabel yang dihitung dalam penelitian ini yaitu Upah Tenaga Kerja, Benih, Pupuk Organik, NPK, Urea, ZA, KCL, SP-36, Insektisida dan Bunga Modal Variabel (4,5 persen per satu kali musim tanam). Hasil perhitungan memperlihatkan bahwa besarnya biaya variabel yang dikeluarkan oleh petani cabai merah yaitu sebesar Rp. 11.304.857,14 per hektar dalam satu kali musim tanam.

8 Baca lebih lajut

ANALISIS PROFITABILITAS USAHATANI CABAI MERAH (Capsicum annuum) DI DESA GOMBONG KECAMATAN BELIK KABUPATEN PEMALANG

ANALISIS PROFITABILITAS USAHATANI CABAI MERAH (Capsicum annuum) DI DESA GOMBONG KECAMATAN BELIK KABUPATEN PEMALANG

The study aimed to determine: production costs, breakeven (Break Even Point) and the profitability of red chili farming (Capsicum annuum) in Gombong village, Belik District, Pemalang. The study applied purposive sampling method on 60 samples of red chili farmers.

19 Baca lebih lajut

Sosialisasi Penggunaan Pupuk bioorganik-fosfat Pada Tanaman Cabai Merah (Capsicum annum L)

Sosialisasi Penggunaan Pupuk bioorganik-fosfat Pada Tanaman Cabai Merah (Capsicum annum L)

Cabai tergolong sayuran yang memiliki banyak manfaat, dapat sebagai bumbu masak atau sebagai bahan baku berbagai industri makanan dan obat-obatan. Tanaman ini mengandung vitamin A, B-kompleks, seperti niacin, pyridoxine (vitamin B-6), riboflavin dan thiamin (vitamin B-1), dan C (asam askorbat) dan beberapa jenis mineral seperti kalium, mangan, zat besi, dan magnesium (Kemala, 2005 ). Zat antioksidan ( vitamin A dan C) pada cabai membantu melindungi tubuh dari efek radikal bebas. Rasa pedas pada cabai disebabkan oleh adanya senyawa Capsaicin, yaitu zat aktif yang digunakan untuk membantu mengobati sakit ringan dan nyeri otot/sendi syaraf (Kehei et al. 2012). Cabai dengan kandungan gizi dan vitamin yang beragam serta senyawa organic lainnya yang bermanfaat bagi kesehatan maka buah cabai diperlukan oleh manusia tidak sekedar untuk membangun selera makan tetapi sebagai komponen rempah obat herbal. Ragam manfaat yang dimiliki oleh cabai membuat cabai merah semakin menarik untuk diusahakan.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

PRODUKSI CABAI MERAH (CAPSICUM ANNUM L.) PADA BERBAGAI JARAK TANAM DAN TAKARAN MULSA

PRODUKSI CABAI MERAH (CAPSICUM ANNUM L.) PADA BERBAGAI JARAK TANAM DAN TAKARAN MULSA

Hasil pengamatan terhadap produksi me- nurut takaran mulsa jerami 5 t ha -1 dapat diper- oleh produksi cabai merah sebesar 5,21 t ha -1 , sedangkan takaran mulsa jerami 10 t ha -1 diperoleh produksi sebesar 5,47 t ha -1 . Sulakhudin et al. (2008) bahwa produksi cabai dipengaruhi oleh faktor lingkungan seperti cahaya, temperatur, dan kandungan air. Apabila faktor lingkungan kondusif untuk pertumbuhan tanaman, maka fotosintat yang dihasilkan juga meningkat sehingga alokasi bio- massa ke bagian yang dipanen juga relatif lebih besar. Pemberian mulsa jerami tersebut dapat memproduksi biomassa yang relatif besar, sehingga mampu meningkatkan hasil dalam populasi tanaman.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Pengaruh Iradiasi dan Suhu Terhadap Perubahan Kesegaran Cabai Merah (Capsicum annum L.) Selama Penyimpanan

Pengaruh Iradiasi dan Suhu Terhadap Perubahan Kesegaran Cabai Merah (Capsicum annum L.) Selama Penyimpanan

Analisis pengukuran tekstur cabai dilakukan menggunakan Brookfield CT3 Tekstur Analyzer. Prinsip pengukuran tekstur dengan texture analyzer ialah tekanan / deformation, yaitu mengukur besarnya gaya yang dibutuhkan untuk menekan sampel hingga patah. Dengan metode kompresi, probe akan bergerak kebawah perlahan-lahan dengan kecepatan 2 mm/s menuju bagian tengah buah cabai yang ditempatkan pada dudukan sampel dengan jarak dudukan 3 cm hingga cabai patah. Probe yang digunakan pada pengukuran tekstur cabai ialah probe TA7, probe ini berbentuk pisau. Tingkat kekerasan cabai di pantau sebagai fungsi dari waktu dan gaya. Out put yang dihasilkan dapat di lihat dalam bentuk grafik, di mana titik puncak tertinggi dalam grafik merupakan kekerasan cabai yang terukur.
Baca lebih lanjut

56 Baca lebih lajut

ANALISIS PENAWARAN CABAI MERAH (CAPSICUM ANNUM L.) DI KABUPATEN KARANGANYAR.

ANALISIS PENAWARAN CABAI MERAH (CAPSICUM ANNUM L.) DI KABUPATEN KARANGANYAR.

Dewi Novitasari Andriani Purwadi. H0812035. Analisis Penawaran Cabai Merah ( Capsicum annum L.) di Kabupaten Karanganyar. 2015. Skripsi dengan bimbingan Dr. Ir. Minar Ferichani, M.P dan Susi Wuri Ani, S.P., M.P Fakultas Pertanian, Universitas Sebelas Maret Surakarta.

13 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects