Top PDF Referat TERAPI CAIRAN DAN TRANSFUSI

Referat TERAPI CAIRAN DAN TRANSFUSI

Referat TERAPI CAIRAN DAN TRANSFUSI

Disebut juga sebagai cairan pengganti plasma atau biasa disebut plasma substitute´ atau plasma expander´. Di dalam cairan koloid terdapat zat/bahan yang mempunyai berat molekul tinggi dengan aktivitas osmotik yang menyebabkan cairan ini cenderung bertahan agak lama (waktu paruh 3-6 jam) dalam ruang intravaskuler. Oleh karena itu koloid sering digunakan untuk resusitasi cairan secara cepat terutama pada syok hipovolemik/hermorhagik atau pada penderita dengan hipoalbuminemia berat dan kehilangan protein yang banyak (misal luka bakar). Kerugian dari plasma expander yaitu mahal dan dapat menimbulkan reaksi anafilaktik (walau jarang) dan dapat menyebabkan gangguan pada cross match. Berdasarkan pembuatannya, terdapat 2 jenis larutan koloid:
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

Syok dan Terapi Cairan. pdf

Syok dan Terapi Cairan. pdf

Sangat bermanfaat untuk mencatat pemasukan cairan secara teratur (misalnya setiap 4 jam) dan total cairan selama 24 jam, termasuk mencatat perkiraan jumlah urin. Parameter yang dicatat dan frekuensi pencatatan tergantung pada individu kasus. Pencatatan setiap hari yang perlu dilakukan adalah PCV, total protein plasma, dan bobot badan. Nilai PCV 12-15% atau kurang merupakan indikasi untuk melakukan transfusi darah total (whole blood). Penurunan total plasma protein hingga kurang dari 3,0-3,5 g/dl menjadi petunjuk untuk memperlambat atau menurunkan terapi cairan dan mempertimbangkan untuk menggunakan plasma atau transfusi darah total.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

REFERAT HUBUNGAN ANTARA TERAPI HIPERBARIK OKSIGEN DENGAN KEJADIAN BAROTRAUMA PARU

REFERAT HUBUNGAN ANTARA TERAPI HIPERBARIK OKSIGEN DENGAN KEJADIAN BAROTRAUMA PARU

Barotrauma paru waktu descend dapat disebabkan oleh penyelaman tahan nafas maupun dengan alat selam. Hal tersebut terjadi saat pengurangan volume paru-paru melampaui batas akibat dari tekanan di sekitarnya, akibatnya terjadi kompensasi berupa distensi pembuluh darah paru, dimana ketika sudah melebihi ambang batasnya, dapat terjadi ruptur pembuluh darah paru, dan menyebabkan perdarahan paru (CFUA, 2010). Kerusakan jaringan paru pada barotrauma waktu descent ini (squeeze), adalah kerusakan pada pembuluh-pembuluh vena kecil, perembesan cairan lewat membran alveoli dari kapiler-kapiler dan jaringan ke dalam alveoli dari kapiler-kapiler dan jaringan ke dalam alveoli dan saluran-saluran nafas, yang lebih lanjut bisa terjadi perdarahan (Riyadi, 2013). Terapi utama barotrauma waktu descent adalah dengan memberikan oksigen 100% menggunakan intermittent positive pressure (ventilator) tanpa perlu diberikan tekanan yang hiperbarik.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

REFERAT HIPERBARIK OKSIGEN HUBUNGAN TERAPI HBO TERHADAP DIABETES MELITUS

REFERAT HIPERBARIK OKSIGEN HUBUNGAN TERAPI HBO TERHADAP DIABETES MELITUS

Hukum Henry menyatakan bahwa jumlah gas terlarut dalam cairan atau jaringan berbanding lurus dengan tekanan parsial gas yang bersentuhan dengan cairan atau jaringan tersebut . Ini adalah dasar teori untuk meningkatkan tekanan oksigen jaringan dengan pengobatan HBO . Namun, juga memiliki implikasi untuk kebutuhan dekompresi pada operator HBO karena mereka udara biasa untuk bernafas sehingga gas inert ( terutama nitrogen ) juga akan meningkat . Nitrogen ini akan larut dalam darah dan dapat keluar dari solusi dan membentuk emboli gas arterial selama depressurization .

9 Baca lebih lajut

DASAR DASAR TERAPI CAIRAN DAN ELEKTROLIT

DASAR DASAR TERAPI CAIRAN DAN ELEKTROLIT

Biarpun larutan koloid tidak dapat membawa O2, namun sangat bermanfaat karena mudah tersedia dan risiko infeksi relatif rendah. resusitasi hemodinamik lebih cepat dilaksanakan dengan koloid karena larutan koloid mengekspansikan volume vaskular dengan lebih sedikit cairan dari pada larutan kristaloid. Sedangkan larutan kristaloid akan keluar dari pembuluh darah dan hanya ¼ bagian tetap tinggal dalam plasma pada akhir infus. Larutan kristaloid juga mengencerkan protein plasma sehingga TOK menurun, yang memungkinkan filtrasi cairan ke interstisiel. Resusitasi cairan kristaloid dapat pula berakibat pemberian garam dan air yang berlebihan dengan konsekuensi edema interstitial. Pada kasus perdarahan yang cukup banyak, tetapi yang tidak memerlukan transfusi, dapat dipakai koloid dengan waktu paruh yang lama misalnya : Haes steril 6 %.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

Referat Hubungan Terapi Hiperbarik Oksigen dengan Kejadian Barotrauma Paru

Referat Hubungan Terapi Hiperbarik Oksigen dengan Kejadian Barotrauma Paru

Terapi hiperbarik pertama kali dicatat pada tahun 1662, ketika Dr. Henshaw dari Inggris membuat RUBT untuk pertama kalinya. Sejak itu, penggunaan RUBT ini banyak menghasilkan manfaat dalam mengobati penyakit. Pada tahun 1879, penggunaan terapi hiperbarik dalam operasi mulai dilakukan. Pada tahun 1921 Dr. J. Cunningham mulai mengemukakan teori dasar tentang penggunaan oksigen hiperbarik untuk mengobati keadaan hipoksia. Tetapi usahanya mengalami kegagalan. Tahun 1930 penelitian tentang penggunaan oksigen hiperbarik mulai terarah dan mendalam. Sekitar tahun 1960an Dr. Borrema memaparkan hasil penelitiannya tentang penggunaan oksigen hiperbarik yang larut secara fisik di dalam cairan darah sehingga dapat memberi hidup pada keadaan tanpa Hb yang disebut life without blood. Hasil penelitiannya tentang pengobatan gas gangren dengan oksigen hiperbarik membuat Dr. Borrema dikenal sebagai Bapak RUBT. Sejak saat itu, terapi oksigen hiperbarik berkembang pesat dan terus berlanjut sampai sekarang (Riyadi, 2013).
Baca lebih lanjut

27 Baca lebih lajut

REFERAT HUBUNGAN TERAPI OKSIGEN HIPERBARIK TERHADAP PENYAKIT TUBERKULOSIS

REFERAT HUBUNGAN TERAPI OKSIGEN HIPERBARIK TERHADAP PENYAKIT TUBERKULOSIS

Hukum Henry menyatakan bahwa jumlah gas terlarut dalam cairan atau jaringan berbanding lurus dengan tekanan parsial gas yang bersentuhan dengan cairan atau jaringan tersebut. Ini adalah dasar teori untuk meningkatkan tekanan oksigen jaringan dengan pengobatan HBO. Namun, juga memiliki implikasi untuk kebutuhan dekompresi pada operator HBO karena mereka udara biasa untuk bernafas sehingga gas inert (terutama nitrogen) juga akan meningkat. Nitrogen ini akan larut dalam darah dan dapat keluar dari solusi dan membentuk emboli gas arterial selama depressurization.

10 Baca lebih lajut

REFERAT POTENSI TERAPI HIPERBARIK OKSIGEN DALAM PENGHAMBATAN PROGRESIFITAS PENYAKIT GAGAL GINJAL KRONIS

REFERAT POTENSI TERAPI HIPERBARIK OKSIGEN DALAM PENGHAMBATAN PROGRESIFITAS PENYAKIT GAGAL GINJAL KRONIS

merupakan transpor pasif dimana cairan dan solut berpindah melalui celah sempit diantara sel (Tight junction) tergantung dari muatan dan gradien dariada solut dan lumen dari tiap tiap daerah tubulus. Cellular transport merupakan campuran proses transport aktif dan pasif dimana cairan dan solut berpindah melalui protein membrane seperti chanel, pompa dan transporter. Proses transport aktif yang membutuhkan ATP pada tubulus ginjal terjadi secara luas di seluruh daerah ginjal dan merupakan salah satu proses dengan konsumsi oksigen utama pada ginjal.

9 Baca lebih lajut

Referat Terapi Hiperbarik Oksigen Terhadap Ichthyosis Vulgaris

Referat Terapi Hiperbarik Oksigen Terhadap Ichthyosis Vulgaris

b. Pars retikulare, yaitu bagian dibawahnya yang menonjol kearah subkutan, bagian ini terdiri atas serabut-serabut penunjang misalnya serabut kolagen, elastin dan retikulin. Dasar (matriks) lapisan ini terdiri atas cairan kental asam hialuronat dan kondroitin sulfat, dibagian ini terdat pula fibroblas, membentuk ikatan (bundel) yang mengandung hidroksiprolin dan hidroksisilin. Kolagen muda serabut bersifat lentur dengan bertambah umur menjadi kurang larut sehingga makin stabil. Retikulin mirip kolagen muda. serabut elastin biasanya bergelombang, berbentuk amorf dan mudah mengembang serta lebih elastis.
Baca lebih lanjut

31 Baca lebih lajut

PEMILIHAN OBAT DAN OUTCOME TERAPI GASTROENTERITIS AKUT PADA PASIEN PEDIATRI DI INSTALASI RAWAT INAP RSUP Dr. SOERADJI TIRTONEGORO KLATEN TAHUN 2009.

PEMILIHAN OBAT DAN OUTCOME TERAPI GASTROENTERITIS AKUT PADA PASIEN PEDIATRI DI INSTALASI RAWAT INAP RSUP Dr. SOERADJI TIRTONEGORO KLATEN TAHUN 2009.

Outcome terapi tergantung dari sumber penyebab itu sendiri. Pada kasus- kasus yang telah terjadi fungsi saluran cerna dapat berfungsi kembali normal, tapi ada juga yang tidak bisa kembali normal. Dikarenakan adanya komplikasi lain yang berupa dehidrasi dan gangguan elektrolit atau karena pengobatan yang diberikan.

17 Baca lebih lajut

publication upload090324152955001237863562medicinus maret mei 2009

publication upload090324152955001237863562medicinus maret mei 2009

Melihat kasus pada penderita di atas maka penderita cocok deng- an kriteria diagnostik migren tanpa aura, karena nyeri kepala unila- teral (satu sisi kepala), serangan 4 jam, kadang sampai lebih 1 hari, diperberat oleh aktivitas fisik, mengalami mual dan muntah serta tid- ak enak melihat cahaya. Pengobatan yang diberikan adalah analgetik, antimigren dan obat untuk pencegahan migren yaitu flunarizin. Sete- lah diterapi dengan flunarizin selama 2 bulan, serangan migren belum terkontrol, sehingga dilakukan pemeriksaan penunjang (CT scan dan EEG) untuk mengetahui ada atau tidak kelainan organik penyebab nyeri kepala. Hasil CT scan kepala dan EEG normal. Dengan demi- kian kemungkinan penyebab yang berasal organik bisa disingkirkan. Pencegahan migren dengan flunarizin efektif setelah diberikan mini- mal 2 bulan dan hanya mengurangi serangan sebanyak 50%, hal ini mungkin dapat menjelaskan kenapa pada penderita pemberian flu- narizin kurang memuaskan. Pada penderita ini tidak diberikan terapi pencegahan dengan penyekat beta, karena tekanan darah penderita dalam batas normal, sehingga pada penderita kemudian diberikan asam valproat dengan dosis 2x250 mg. Setelah dievaluasi selama 3 bulan serangan migren pada penderita ini bisa terkontrol.
Baca lebih lanjut

48 Baca lebih lajut

Diagnosis dan Terapi Cairan pada Demam B (1)

Diagnosis dan Terapi Cairan pada Demam B (1)

Pada dasarnya terapi DBD adalah bersifat suportif dan simtomatis. Penatalaksanaan ditujukan untuk mengganti kehilangan cairan akibat kebocoran plasma dan memberikan terapi substitusi komponen darah bilamana diperlukan. Dalam pemberian terapi cairan, hal terpenting yang perlu dilakukan adalah pemantauan baik secara kliniss maupun laboratoris. Proses kebocoran plasma dan terjadinya trombositopenia pada umumnya terjadi antara hari ke 4 hingga 6 sejak demam berlangsung. Pada hari ke 7, proses kebocoran plasma akan berkurang dan cairan akan kembali dari ruang interstitial ke intravascular. Terapi cairan pada kondisi tersebut secara bertahap dikurangi. Selain pemantauan untuk menilai apakah pemberian cairan cukup atau kurang, pemantauan terhadap kemungkinan terjadinya kelebihan cairan serta terjadinya efusi pleura ataupun asites masif perlu selalu diwaspadai.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

REFERAT PENGARUH TERAPI OKSIGEN HIPERBARIK TERHADAP CEPHALGIA DAN VERTIGO | Karya Tulis Ilmiah

REFERAT PENGARUH TERAPI OKSIGEN HIPERBARIK TERHADAP CEPHALGIA DAN VERTIGO | Karya Tulis Ilmiah

Tahun 1930 Edgar End (Milwaukee, AS) meneliti problematic penyelaman. Tahun 1954 dokter-dokter di inggris melaporkan hasil-hasil yang baik tentang RUBT dengan radiasi untuk pengobatan carcinoma (Churchil-Davidson). Tahun 1958 Ite Boerema, yang kemudian dikenal sebagai bapak RUBT, kemampuan plasma darah dalam mengangkut oksigen selama di dalam RUBT. Tahun berikutnya ia melaporkan sukses besar dalam terapi gas ganggren dengan RUBT. Sukses ini merangsang kembali minat para dokter di barat untuk mengguakan dan meneliti RUBT. 6

29 Baca lebih lajut

Perbandingan Nilai Interleukin-6 Setelah Pemberian Ringer Asetat Malat dan Ringer Laktat untuk EGDT Pasien Sepsis

Perbandingan Nilai Interleukin-6 Setelah Pemberian Ringer Asetat Malat dan Ringer Laktat untuk EGDT Pasien Sepsis

HES merupakan jenis cairan koloid yang digunakan secara luas untuk resusitasi cairan di ruang perawatan intensif. HES memiliki keuntungan dalam meminimalisir volume resusitasi dan potensial untuk mempertahankan volume intravascular untuk waktu yang panjang. Didapati hasil dari penelitian Chen, dkk bahwa resusitasi cairan dengan HES pada fase awal SAP dapat merubah prognosis menjadi lebih baik. Sebagai tambahan juga, resusitasi dengan HES dapat mengurangi SIRS dengan cara penurunan regulasi dari sitokin pro-inflamatorik. Selain itu juga Feng, dkk melaporkan bahwa HES menghambat aktivasi dari nuclear factor-kB dan migrasi serta adhesi neutrofil. (Chen, dkk 2016)
Baca lebih lanjut

28 Baca lebih lajut

Bagaimana Cara Menangani Keracunan Makan

Bagaimana Cara Menangani Keracunan Makan

Keracunan makanan merupakan gangguan yang disebabkan oleh makanan yang terkontaminasi oleh bakteri, virus, parasit, atau toksin. Organisme atau toksin yang menginfeksi atau mengkontaminasi makanan dapat terjadi pada setiap proses pengolahan makanan. Kontaminasi makanan juga dapat terjadi di rumah ketika makanan salah ditangani atau dimasak. Gejala keracunan makanan dapat terjadi saat sedang mengkonsumsi makanan yang telah terkontaminasi. Umumnya keracunan makanan dimulai dari kategori ringan hingga berat. Pada kategori ringan, keracunan makanan dapat sembuh tanpa pengobatan. Namun, pada beberapa kasus yang berat membutuhkan terapi pengobatan di rumah sakit. klik Apotik Online Herbal
Baca lebih lanjut

3 Baca lebih lajut

UJI BANDING TRANSFUSI TROMBOSIT DAN TERAPI KONSERVATIF TERHADAP UPAYA PENINGKATAN JUMLAH TROMBOSIT PADA PENDERITA DBD DI RUMAH SAKIT LAVALETTE MALANG PERIODE 1 JANUARI – 31 DESEMBER 2005

UJI BANDING TRANSFUSI TROMBOSIT DAN TERAPI KONSERVATIF TERHADAP UPAYA PENINGKATAN JUMLAH TROMBOSIT PADA PENDERITA DBD DI RUMAH SAKIT LAVALETTE MALANG PERIODE 1 JANUARI – 31 DESEMBER 2005

Hasil penelitian : Hasil yang diperoleh dari uji t independen menunjukkan bahwa jumlah trombosit antara pasien yang mendapat transfusi trombosit konsentrat dan yang mendapat terapi kons[r]

2 Baca lebih lajut

PDF ini Acute Kidney Injury sebagai prediktor kematian pada SIndrom Syok Dengue di RSUp dr. Sardjito | Sari | Sari Pediatri 4 PB

PDF ini Acute Kidney Injury sebagai prediktor kematian pada SIndrom Syok Dengue di RSUp dr. Sardjito | Sari | Sari Pediatri 4 PB

Acute kidney injury yang terjadi pada kasus SSD adalah tipe pre renal dan AKI fase risk sendiri mempunyai prognosis yang lebih baik karena kelainan fungsi ginjal bersifat reversibel, yang dapat membaik dengan manajemen syok yang adekuat dan pemberian terapi cairan yang optimal. Mekanisme dan patogenesis AKI pada SSD saat ini tidak hanya berpusat pada teori hipoperfusi saja. Mekanisme imunologi karena invasi langsung virus dengue pada ginjal dapat menyebabkan kerusakan glomerulus dan tubulus ginjal. Jessie dkk 15

8 Baca lebih lajut

Efektivitas Fototerapi Tunggal Dibandingkan  Fototerapi Ganda Pada Neonatus Dengan   Hiperbilirubinemia Indirek

Efektivitas Fototerapi Tunggal Dibandingkan Fototerapi Ganda Pada Neonatus Dengan Hiperbilirubinemia Indirek

Penelitian di Brazil dengan membandingkan efektivitas fototerapi ganda dengan total iradiansi 75.6 µW/cm 2 /nm dan terapi farmakologi, didapati hasil fototerapi ganda lebih unggul dan aman dalam menurunkan kadar bilirubin dengan efek samping yang minimal. 36 Sama halnya dengan penelitian di Saudi Arabia fototerapi ganda dengan sinar biru lebih efektif daripada fototerapi tunggal dan efek samping yang minimal. 37 Pada penelitian ini dengan menggunakan lampu sinar biru (merk Toshiba 20WT52), iradiansi sinar diatas permukaan tubuh neonatus dengan jarak 40 cm diukur dengan radiometer (merk Dale) adalah 6.6 µW/cm 2 /nm sedangkan total iradiansi sinar diatas dan dibawah permukaan tubuh neonatus dengan jarak 40 cm dan 10 cm adalah 29.2 µW/cm 2 /nm. Penurunan kadar bilirubin yang bermakna dijumpai pada awal, setelah 12 jam dan 24 jam fototerapi pada kelompok fototerapi ganda dengan rata-rata penurunan bilirubin 6.5 mg/dL (P = 0.001) dibandingkan pada kelompok fototerapi tunggal 0.1 mg/dL (P = 0.059). Ternyata fototerapi ganda lebih efektif daripada fototerapi tunggal dalam menurunkan kadar bilirubin pada neonatus.
Baca lebih lanjut

69 Baca lebih lajut

REFERAT HIPERBARIK OKSIGEN HUBUNGAN TERAPI HBO TERHADAP EMBOLI PARU

REFERAT HIPERBARIK OKSIGEN HUBUNGAN TERAPI HBO TERHADAP EMBOLI PARU

Pada kejadian kasus emboli paru, HBOT dapat memberikan efek terapi berupa efek mekanik meningkatnya tekanan lingkungan atau ambient yang memberikan manfaat penurunan volume gelembung gas atau udara. Karena material gelembung udara yang beredar dalam peredaran darah sampai sirkulasi pulmonal dan tersangkut pada cabang-cabang arteri pulmonalis memberi akibat timbulnya gejala klinis. Diharapkan HBOT dapat membantu penyakit-penyakit yang tergolong berbahaya dan mengancam jiwa dengan fungsi dari oksigen tingkat tinggi tersebut dan dengan efek samping yang minimal.

11 Baca lebih lajut

REFERAT HIPERBARIK OKSIGEN HUBUNGAN TERAPI HBO TERHADAP EMBOLI PARU

REFERAT HIPERBARIK OKSIGEN HUBUNGAN TERAPI HBO TERHADAP EMBOLI PARU

Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkah dan rahmatNya, kami bisa menyelesaikan referat dengan topik ?Hubungan Antara Terapi Hiperbarik Oksigen dengan Emobili Paru? dengan lancar. Referat ini disusun sebagai salah satu penilaian tugas untuk menyelesaikan kepaniteraan klinik di bagian LAKESLA RSAL dr. RAMELAN Surabaya. Penulis berharap referat ini dapat dijadikan sebagai tambahan ilmu pengetahuan yang bermanfaat bagi penulis maupun pembaca.

11 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...