Top PDF SINTESIS BIOETANOL DARI LIMBAH BIJI DURIAN ( Durio zibethinus) DENGAN VARIASI pH PADA PROSES FERMENTASI.

SINTESIS BIOETANOL DARI LIMBAH BIJI DURIAN ( Durio zibethinus) DENGAN VARIASI pH PADA PROSES FERMENTASI.

SINTESIS BIOETANOL DARI LIMBAH BIJI DURIAN ( Durio zibethinus) DENGAN VARIASI pH PADA PROSES FERMENTASI.

dilakukan pada suhu 100ºC selama 1 jam dan diaduk dengan menggunakan magnetik stirrer. Sebelum difermentasi ekstrak hasil hidrolisis dilakukan pengaturan pH menggunakan NaOH hingga mencapai pH 4,5 dan pH 2 dengan penambahan ragi roti (Saccharomyces cerevisiae) sebanyak 9% dari volume larutan. Fermentasi dilakukan secara anaerob selama 4 hari. Larutan hasil fermentasi didistilasi pada suhu 78-88ºC. Etanol yang diperoleh kemudian dilakukan uji GC-MS untuk mengetahui komponen yang terdapat dalam bioetanol.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

SINTESIS BIOETANOL DARI LIMBAH BIJI DURIAN ( Durio zibethinus) DENGAN VARIASI pH PADA PROSES FERMENTASI

SINTESIS BIOETANOL DARI LIMBAH BIJI DURIAN ( Durio zibethinus) DENGAN VARIASI pH PADA PROSES FERMENTASI

Proses fermentasi merupakan salah satu tahapan dalam sintesis bioetanol. Proses fermentasi dilakukan dengan bantuan ragi roti (Saccharomyces cerivisiae), karena jenis ini dapat berproduksi tinggi dan toleran terhadap alkohol yang cukup tinggi (Winarno, F.G, 2004). Hal yang mempengaruhi dalam proses fermentasi salah satunya adalah pH larutan fermentasi. Larutan fermentasi yang terlalu asam atau terlalu basa akan menghambat proses fermentasi. Kondisi yang optimum dalam proses fermentasi dilakukan pada kisaran pH 4-5 dengan suhu 10-32 0 C (Winarno, F.G, 2004). Dari uraian diatas, maka saya tertarik untuk melakukan percobaan memanfaatkan limbah biji durian menjadi bioetanol dengan variasi pH 2 dan 4,5 pada proses fermentasi sebagai tugas akhir saya.
Baca lebih lanjut

56 Baca lebih lajut

II. TINJAUAN PUSTAKA  PRODUKSI BIOETANOL OLEH Saccharomyces cerevisiae DARI BIJI DURIAN (Durio zibethinus Murr.) DENGAN VARIASI JENIS JAMUR DAN KADAR PATI.

II. TINJAUAN PUSTAKA PRODUKSI BIOETANOL OLEH Saccharomyces cerevisiae DARI BIJI DURIAN (Durio zibethinus Murr.) DENGAN VARIASI JENIS JAMUR DAN KADAR PATI.

Kisaran suhu untuk pertumbuhan khamir pada umumnya hampir sama dengan kapang, yaitu dengan suhu optimum 25-30ºC dan suhu maksimum 35- 37ºC. Beberapa khamir mampu tumbuh pada 0ºC atau kurang. Khamir mampu tumbuh pada kondisi aerobik tetapi yang bersifat fermentatif dapat tumbuh secara anaerobik meskipun lambat (Fardiaz dan Winarno, 1989). Saccharomyces cerevisiae disamping memproduksi enzim heksokinase, L-laktase, dehidrogenase, glukosa-6-fosfat dehodrigenase dan pirofosfat anorganik, juga menghasilkan enzim etanol dehidrogenase yang sengat penting peranannya dalam proses fermentasi etanol (Waites et al., 2001).
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

PENGARUH WAKTU FERMENTASI TERHADAP KADAR BIOETHANOL LIMBAH KULIT DURIAN (Durio zibethinus)

PENGARUH WAKTU FERMENTASI TERHADAP KADAR BIOETHANOL LIMBAH KULIT DURIAN (Durio zibethinus)

Proses fermentasi sangat berpengaruh dalam pembuatan bioetanol. Faktor-faktor yang mempengaruhi fermentasi adalah nutrisi (zat gizi), Keasaman (pH), temperatur, volume starter dan udara. Nutrisi (zat gizi), dalam kegiatannya ragi memerlukan penambahan nutrisi untuk pertumbuhan dan perkembangbiakan, misalnya unsur C yang terdapat pada Karbohidrat. Keasaman (pH), untuk fermentasi alkohol, ragi memerlukan media suasana asam, yaitu antara pH 4-5. Pengaturan pH dilakukan penambahan asam sulfat jika substansinya alkalis atau natrium bikarbonat maka substratnya asam. Temperatur optimum untuk perkembangbiakan adalah 27-30 0 C pada waktu fermentasi, terjadi kenaikan panas karena ekstrim. Untuk mencegah agar suhu fermentasi tidak naik perlu pendinginan supaya suhu dipertahankan tetap 27- 30 0 C. 12
Baca lebih lanjut

118 Baca lebih lajut

S KIM 1100127 Bibliography

S KIM 1100127 Bibliography

Sari, I. M., Noverita dan Yulneriwarni, Pemanfaatan Jerami Padi dan Alang- Alang Dalam Fermentasi Etanol Menggunkan Kapang Trichoderma viride dan Khamir Saccharomyces cerevisiae . Vis Vitalis , 5(2): 55-62, 2008. Satiawihardja. 1992. [ Online ]. Teknologi Pemanfaatan Limbah Untuk Pakan.

3 Baca lebih lajut

Aktivitas Antihiperurisemia dari Ekstrak Etanol Kulit Buah Durian (Durio Zibethinus) dan Biji Buah Kelengkeng (Euphorbia Longan (Lour) Steud)

Aktivitas Antihiperurisemia dari Ekstrak Etanol Kulit Buah Durian (Durio Zibethinus) dan Biji Buah Kelengkeng (Euphorbia Longan (Lour) Steud)

EKSTRAK ETANOL KULIT BUAH DURIAN (Durio Zibethinus) DAN BIJI BUAH KELENGKENG (Euphorbia Longan (Lour) Steud) ” Karya Muhtadi, Novia Maya Sari, Haryoto, Tanti Azizah Sujono, dan Andi Suhendi dari Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta telah dipresentasikan secara oral pada SIMPOSIUM PENELITIAN BAHAN OBAT ALAMI (SPBOA) PERHIPBA XVI 2014, yang diselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret bekerjasama dengan Perhimpunan Penelitian Bahan Obat Alami pada tanggal 23-24 April 2014 di Hotel Paragon Surakarta.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

STUDI KEANEKARAGAMAN MORFOLOGI MIKROBA PADA PRODUK FERMENTASI DURIAN (Durio zibethinus Murr.)

STUDI KEANEKARAGAMAN MORFOLOGI MIKROBA PADA PRODUK FERMENTASI DURIAN (Durio zibethinus Murr.)

Pemberian NaCl pada daging durian, menyebabkan pelepasan cairan dari bahan dasar (daging durian). Cairan tersebut mengandung gula, protein terlarut, mineral, dan zat-zat lain yang dapat digunakan sebagai substrat oleh mikroba. Larutan ini juga berfungsi sebagai media selektif pertumbuhan mikroba. Semakin lama kondisi tempoyak menjadi asam dan memiliki pH rendah. Hal ini disebabkan mikroba yang tumbuh selama fermentasi

37 Baca lebih lajut

Pembuatan Tepung Biji Durian (Durio Zibethinus Murr) dengan Variasi Perendaman dalam Air Kapur dan Uji Mutunya

Pembuatan Tepung Biji Durian (Durio Zibethinus Murr) dengan Variasi Perendaman dalam Air Kapur dan Uji Mutunya

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen untuk mengetahui mutu tepung biji durian yang dihasilkan dari setiap variasi perendaman dalam air kapur dilihat dari kandungan gizi dan organoleptiknya dengan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 (tiga) perlakuan dan 3 (tiga) kali pengulangan, dimana perlakuan yang diberikan adalah: konsentrasi air kapur 5%, konsentrasi air kapur 10%, dan konsentrasi air kapur 15%. Kandungan gizi tepung biji durian dilihat dari kadar air, abu, lemak, protein, dan karbohidrat, sedangkan organoleptik tepung biji durian dilihat dari warna dan aroma. Kemudian data dianalisis menggunakan Analisa Sidik Ragam. Untuk uji organoleptik digunakan uji kesukaan dengan skala hedonik yang dilakukan 50 orang panelis.
Baca lebih lanjut

91 Baca lebih lajut

BAB V PEMBAHASAN - Pemanfaatan limbah selulosa dalam kulit durian (durio zibethinus) sebagai bahan baku pembuatan bioetanol melalui proses fermentasi saccharomyces cerevisiae - Digital Library IAIN Palangka Raya

BAB V PEMBAHASAN - Pemanfaatan limbah selulosa dalam kulit durian (durio zibethinus) sebagai bahan baku pembuatan bioetanol melalui proses fermentasi saccharomyces cerevisiae - Digital Library IAIN Palangka Raya

Gambar 4.18 memperlihatkan hubungan antara keempat jalur tersebut. Jalur EMP terdiri dari beberapa tahap, masing-masing dikatalis oleh enzim tertentu. Jalur tersebut ditandai dengan pembentukan fruktosa difosfat, dilanjutkan dengan pemecahan fruktosa difosfat menjadi dua molekul gliseraldehida fosfat. Reaksi ini dikatalis oleh enzim aldolase. Kemudian terjadi reaksi dehidrogenasi gliseraldehida fosfat (fosfogliseraldehida) yang merupakan reaksi oksidasi yang menghasilkan energi dalam bentuk ATP. Reaksi ini dikatalis oleh enzim gliseraldehida fosfat dehidrogenase. Atom hydrogen yang terlepas akan ditangkap oleh nikotinamida-adenin-dinukleotida (NAD), membentuk NADH 2 . Proses
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Pembuatan Susu Dari Isolat Protein Biji Durian   (Durio zibethinus).

Pembuatan Susu Dari Isolat Protein Biji Durian (Durio zibethinus).

Sejarah tentang tanaman durian, seumur dengan sejarah tentang manusia. Tahun yang tepat sulit disebutkan, tetapi seabad yang lalu sudah banyak yang memperbincangkan waktu ditemukan tempo dulu, tanaman aneh tersebut memang masih tumbuh liar dan terpencar pencar di hutan raya “Malesia” yang sekarang ini meliputi daerah Malaysia, Sumatera, dan Kalimantan. Para ahli menapsirkan dari daerah asal tersebut durian menyebar ke seluruh Indonesia, lantas melalui Muangthai menyebar ke Birma, India dan Pakistan.

64 Baca lebih lajut

Pengaruh Massa Ragi dan Waktu Fermentasi terhadap Bioetanol dari Biji Durian

Pengaruh Massa Ragi dan Waktu Fermentasi terhadap Bioetanol dari Biji Durian

Bioetanol merupakan etanol yang terbuat dari tanaman yang mengandung pati, gula, dan tanaman berselulosa lainnya. Penelitian ini menggunakan biji durian yang mengandung karbohidrat dan gula yang cukup tinggi sebagai bahan baku dan bertujuan untuk membuat bioetanol dari biji durian dengan variasi massa ragi yang ditambahkan dan waktu fermentasi. Variabel yang digunakan adalah perubahan massa ragi 3%; 6%; dan 9%, pH fermentasi 4,5 dan waktu fermentasi 0; 24; 48; 72; dan 96 jam. Dari analisis yang dilakukan diperoleh hasil kadar bioetanol yang tertinggi sebesar 84,205% pada massa ragi 6% dan waktu fermentasi 48 jam.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Pemanfaatan Limbah Biji Durian Durio zib (1)

Pemanfaatan Limbah Biji Durian Durio zib (1)

Penelitian dimulai dengan mengumpulkan bahan yang digunakan yaitu biji buah durian yang diperoleh dari penjual buah durian Di Kota Bengkulu, dijadikan tepung sebagai bahan penstabil, susu bubuk skim merek tropicana slim rasa original, susu segar dari peternak sapi perah di Rejang Lebong, gula halus merek value plus (VP), tepung maizena haan, whipping cream haan, dan kuning telur sebagai bahan emulsi. Peralatan yang digunakan pada penelitian ini antara lain : gelas ukur, timbangan analitik, pH meter Hanna, Rion Viscotester VT-03, mixer , refrigerator / freezer , ayakan sieve analisys 120 mesh, cup, pisau, panci, kitchen ware kapasiatas 1,8 liter, kompor gas, blender , panci, sendok pengaduk, dan termometer. Pembuatan Tepung Biji Durian
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Karakteristik Kimia dan Fungsional Tepung Biji Durian Termodifikasi (Durio zibethinus Murr)

Karakteristik Kimia dan Fungsional Tepung Biji Durian Termodifikasi (Durio zibethinus Murr)

M. Azmi Al Zuhri dilahirkan di Medan pada tanggal 20 Juli 1990, dari Bapak M. Sjahril dan Ibu Arsinah Nainggolan. Penulis merupakan anak keempat dari empat bersaudara. Penulis menempuh pendidikan di SMA Swa Bina Karya Medan, penulis lulus pada tahun 2008 dan pada tahun yang sama berhasil masuk ke Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara melalui Jalur Penelusuran Minat dan Prestasi (PMP) di Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan. Selama mengikuti perkuliahan, penulis aktif sebagai anggota Ikatan Mahasiswa Ilmu dan Teknologi Pangan (IMITP) USU. Penulis telah melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Pabrik Kelapa Sawit Pagar Merbau PT. Perkebunan Nusantara II Kabupaten Deliserdang Provinsi Sumatera Utara dari tanggal 20 Juni sampai 20 Juli 2011. Penulis menyelesaikan tugas akhirnya untuk memperoleh gelar Sarjana Teknologi Pertanian pada Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan, dengan melakukan penelitian yang berjudul “ Karakteristik Tepung Biji Durian Termodifikasi ”. Penelitian ini dilakukan mulai
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Karakteristik Kimia dan Fungsional Tepung Biji Durian Termodifikasi (Durio zibethinus Murr)

Karakteristik Kimia dan Fungsional Tepung Biji Durian Termodifikasi (Durio zibethinus Murr)

Mikroorganisme yang terdapat pada laru tempe yaitu : Rhizopus oligosporus dikenal sebagai jamur tempe, mempunyai sifat yang menguntungkan karena selain bersifat proteolitik dan lipolitik juga mampu menghasilkan zat antibiotika terhadap bakteri-bakteri gram negatif yang bersifat patogen. Rhizopus oryzae bersifat amilolitik juga terdapat pada fermentasi kecap. Rhizopus arrhizus bersifat pektolitik dan selulolitik juga membantu proses fermentasi oncom hitam dan putih (Kuswanto dan Sudarmadji, 1988).

9 Baca lebih lajut

Karakteristik Kimia dan Fungsional Tepung Biji Durian Termodifikasi (Durio zibethinus Murr)

Karakteristik Kimia dan Fungsional Tepung Biji Durian Termodifikasi (Durio zibethinus Murr)

Durian merupakan buah yang sangat digemari masyarakat Indonesia dari semua kalangan. Semakin meningkatnya peminat durian maka akan menimbulkan limbah yang semakin banyak pula. Hasil samping yang dihasilkan dari durian yaitu kulit dan bijinya. Biji durian mempunyai kandungan gizi seperti karbohidrat, lemak dan protein (selengkapnya dapat dilihat pada Tabel 2). Kandungan karbohidrat yang tinggi pada biji durian memungkinkan dimanfaatkan sebagai bahan pengganti sumber karbohidrat dalam bentuk tepung . Biji durian mengandung getah berupa lendir yang dapat mengurangi karakteristik mutu dari tepung biji durian nantinya. Sehingga perlu dilakukan proses fermentasi dengan ragi tape dan laru tempe untuk menghilangkan getah tersebut. Dalam upaya mendukung program ketahanan pangan maka teknologi tepung merupakan solusi yang tepat. Program tersebut bertujuan untuk mengeksplorasi sumber bahan baru yang digunakan sebagai bahan baku produk pangan seperti roti, mie dan aneka produk pangan lainnya. Kebutuhan terigu nasional terus meningkat setiap tahunnya, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS, 2013), impor biji gandum pada tahun 2012 mencapai 17,3 juta ton dengan nilai 5.7 juta US$, sedangkan impor terigu mencapai 7,8 juta ton dengan nilai 2,9 juta US$ ) . Untuk itu, perlu dikembangkan upaya diversifikasi dengan tepung berbahan lokal, salah satunya adalah pengembangan tepung biji durian termodifikasi.
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

Karakteristik Kimia dan Fungsional Tepung Biji Durian Termodifikasi (Durio zibethinus Murr)

Karakteristik Kimia dan Fungsional Tepung Biji Durian Termodifikasi (Durio zibethinus Murr)

Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis ragi memberikan pengaruh berbeda sangat nyata terhadap kadar air, derajat asam, pati, baking expansion dan memberikan pengaruh nyata terhadap kadar abu. Konsentrasi ragi memberikan pengaruh berbeda sangat nyata terhadap kadar air, kadar abu, kadar lemak, kadar serat, kadar protein, derajat asam, daya serap air dan minyak, pati dan baking expansion . Interaksi kedua faktor memberikan pengaruh berbeda sangat nyata terhadap derajat asam dan baking expansion . Ragi tape serta konsentrasi ragi 0,6% memberikan karakteristik mutu yang paling bagus terhadap tepung biji durian termodifikasi.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

Karakteristik Kimia dan Fungsional Tepung Biji Durian Termodifikasi (Durio zibethinus Murr)

Karakteristik Kimia dan Fungsional Tepung Biji Durian Termodifikasi (Durio zibethinus Murr)

Buah durian merupakan buah yang tumbuh musiman. Sebagian kecil masyarakat mengkonsumsi bijinya dengan cara dibakar, dikukus atau direbus. Secara fisik, biji durian berwarna putih kekuning-kuningan berbentuk bulat telur, berkeping dua, berwarna putih kekuning- kuningan atau coklat muda. Setiap 100 g biji durian mengandung 51 g air, 46,2 g karbohidrat, 2.5 g protein dan 0.2 g lemak, kadar karbohidrat biji durian lebih tinggi dibanding singkong 34,7% ataupun ubi jalar 27,9% (selengkapnya dapat dilihat pada Tabel 2). Kandungan karbohidrat yang tinggi pada biji durian memungkinkan dimanfaatkan sebagai bahan pengganti sumber karbohidrat dalam bentuk tepung. Selanjutnya tepung ini dapat diproses lebih lanjut sebagai bahan baku produk olahan pangan.
Baca lebih lanjut

95 Baca lebih lajut

PEMANFAATAN BIJI DURIAN (Durio zibenthinus) SEBAGAI PENGHASIL BIOETANOL YANG MAMPU MENINGKATKAN BILANGAN OKTAN PADA BENSIN SERTA PENGURANGAN GAS EMISI PADA KENDARAAN BERMOTOR.

PEMANFAATAN BIJI DURIAN (Durio zibenthinus) SEBAGAI PENGHASIL BIOETANOL YANG MAMPU MENINGKATKAN BILANGAN OKTAN PADA BENSIN SERTA PENGURANGAN GAS EMISI PADA KENDARAAN BERMOTOR.

Cara pembuatan bioetanol dari biji durian adalah pertama-tama kita mengumpulkan biji durian dari berbagai daerah. Kemudian mencuci bersih sambil dipotong kecil-kecil. Setelah itu, keringkan di bawah terik matahari hingga benar-benar kering. Lalu setelah kering, dihaluskan dengan menggunakan alat tumbuk hingga benar – benar halus. Kemudian dihidrolisis dengan cara hidrolisis asam, dengan menggunakan asam klorida. Melakukan fermentasi setelah selesai hidrolisis dengan berbagai macam variable berdasarkan jumlah hari fermentasi. Ada yang 3 hari, 4 hari, dan 5 hari. Setelah fermentasi selesai, kemudian melakukan destilasi untuk memisahkan antara etanol dengan air. Untuk menghasilkan etanol yang benar-benar murni, maka ditambahkan absorben zeolite sintesis 3A, dimana dapat menyerap air lebih banyak, sehingga etanol yang dihasilkan bisa lebih murni (mendekati 99,8%). Setelah itu, melakukan pencampuran dengan bensin dengan perbandingan bensin dan bioetanol masing-masing 90:10 ; 80 : 20 ; 70 :20. Untuk menghitung nilai oktan yang dihasilkan, campuran tersebut diuji pada alat bernama Kromatografi Gas – Spektrometer Massa (GC-MC). Setelah menemukan bilangan oktan, kemudian menguji emisi (gas buang) yang dihasilkan oleh mesin yang menggunakan bahan bakar campuran hasil penelitian.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Daya Serap Pektin dari Kulit Buah Durian (Durio zibethinus) Terhadap Logam Tembaga Dan Seng

Daya Serap Pektin dari Kulit Buah Durian (Durio zibethinus) Terhadap Logam Tembaga Dan Seng

Pencemaran logam berat dalam lingkungan merupakan suatu proses yang erat hubungannya dengan penggunaan logam tersebut oleh manusia sendiri. Seperti penggunaan logam berat dalam bentuk garam untuk industri yang menjadi salah satu faktor utama dari pencemaran logam berat dalam lingkungan dari limbah industri tersebut, sehingga logam-logam yang relatif mudah menguap dan larut dalam air akan diikuti oleh peningkatan kadar logam berat dalam organisme air seperti ikan, kerang dan biota lainnya, sehingga pemanfaatan organisme ini sebagai bahan makanan dapat membahayakan kesehatan. Adapun logam yang dapat menyebabkan keracunan adalah jenis logam berat saja, logam ini termasuk logam esensial seperti tembaga dan seng, kedua logam ini dibutuhkan oleh tubuh dalam jumlah yang relatif kecil di dalam beberapa proses metabolisme dalam tubuh (Darmono, 1995).
Baca lebih lanjut

40 Baca lebih lajut

Pengaruh Konsentrasi Ragi dan Lama Fermentasi terhadap Perolehan Bioetanol dari Kulit Durian (Durio zibethinus)

Pengaruh Konsentrasi Ragi dan Lama Fermentasi terhadap Perolehan Bioetanol dari Kulit Durian (Durio zibethinus)

Pemilihan limbah organik sebagai bahan baku diharapkan menjadi salah satu solusi cerdas untuk pengolahan limbah. Limbah organik di Indonesia mencapai 60-70 % dari total volume sampah, sehingga apabila diabaikan dapat menyebabkan pencemaran lingkungan, munculnya penyakit, menurunkan nilai estetika kota, dan masalah lainnya [6]. Salah satu limbah organik yang sering ditemukan, khususnya di kota Medan, adalah kulit durian, yang menumpuk, berserakan di sekitar aliran sungai dan berbagai tempat, karena provinsi Sumatera Utara merupakan penghasil buah durian terbesar di Indonesia, yaitu 579.471 ton per tahun [7]. Sehingga kulit durian juga potensial untuk dikembangkan sebagai bahan baku pembuatan bioetanol. Melihat dari penelitian-penelitian yang sudah dilakukan, peneliti fokus pada proses fermentasi selaku proses inti pembuatan bioetanol. Tentu untuk setiap bahan baku yang berbeda, maka kondisi prosesnya pasti berbeda. Diharapkan bioetanol dari kulit durian ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan ataupun bahan untuk industri lainnya.
Baca lebih lanjut

55 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...