Top PDF Tanggung Jawab Perusahaan Dalam Pengelolaan Lingkungan

Tanggung Jawab Perusahaan Dalam Pengelolaan Lingkungan

Tanggung Jawab Perusahaan Dalam Pengelolaan Lingkungan

4. Bantuan pengembangan prasarana dan/atau sarana umum; Bantuan dalam hal ini berupa pengaspalan jalan utama menuju Pabrik Gula Kwala Madu, tetapi pada saat ini upaya pengaspalan jalan yang dilakukan oleh pihak PTPN 2 hanya sejauh 4 KM. Jalan aspal ini akan kita lalui jika kita masuk dari persimpangan Kebun Kwala Madu yang terletak di jalan lintas sumatera yang menghubungkan Kota Medan-Banda Aceh, tepatnya di km 36. Penduduk Desa Sidomulyo turut menikmati jalan aspal tersebut yang lokasi desa tersebut dilintasi oleh jalan aspal yang menuju ke area Pabrik Gula Kwala Madu, yang pengaspalannya dilakukan oleh pihak PTPN 2. Bantuan hal ini Menurut Pak Kaharuddin sebagai salah seorang informan saya yang juga merupakan Kepala Dusun 5 Desa Sambirejo mengatakan bahwa “ dengan adanya aspal yang mulus warga pun mudah untuk melintasi jalan di lingkungan ini, apalagi warga kami disini juga banyak yang jadi pedagang, makannya kalo lalu lalang di jalan yang bagus kan tentunya lebih mempermudah kegiatan usahanya “. Berdasarkan pernyataan yang dikemukakan oleh informan yang bernama Pak Kaharuddin tersebut maka saya sebagai peneliti dapat menyimpulkan bahwa secara tidak langsung pemeliharaan fasilitas umum seperti pengaspalan juga dapat mendukung kegiatan perekonomian yang tentunya tidak terlepas dari sarana pendukung seperti jalan raya dan transportasi umum.
Baca lebih lanjut

120 Baca lebih lajut

Tanggung Jawab Perusahaan Dalam Pengelolaan Lingkungan

Tanggung Jawab Perusahaan Dalam Pengelolaan Lingkungan

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana program kemitraan bina lingkungan yang dilaksanakankan di lingkungan Pabrik Gula Kwala Madu, serta untuk memberikan informasi mengenai implikasi dari penerapan Program Kemitraan Bina Lingkungan terhadap masyarakat di sekitar Pabrik Gula Kwala Madu yang dalam hal ini adalah tanggung jawab perusahaan dalam pengelolaan lingkungan.

7 Baca lebih lajut

Tanggung Jawab Perusahaan Dalam Pengelolaan Lingkungan

Tanggung Jawab Perusahaan Dalam Pengelolaan Lingkungan

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana program kemitraan bina lingkungan yang dilaksanakankan di lingkungan Pabrik Gula Kwala Madu, serta untuk memberikan informasi mengenai implikasi dari penerapan Program Kemitraan Bina Lingkungan terhadap masyarakat di sekitar Pabrik Gula Kwala Madu yang dalam hal ini adalah tanggung jawab perusahaan dalam pengelolaan lingkungan.

1 Baca lebih lajut

Tanggung Jawab Perusahaan Publik Dalam Perlindungan Dan Pengelolaan Lingkungan Hidup Dalam Perspektif Hukum Pasar Modal Indonesia

Tanggung Jawab Perusahaan Publik Dalam Perlindungan Dan Pengelolaan Lingkungan Hidup Dalam Perspektif Hukum Pasar Modal Indonesia

Setelah melewati berbagai tantangan dan rintangan, akhirnya oleh karena berkat pertolongan Tuhan Yesus Kristus, penulis telah berhasil menyelesaikan pengerjaan skripsi ini. Maka dari itu, sudah sepatutnya penulis memanjatkan puji dan syukur kepada Tuhan Allah atas nikmat karunia yang telah diberikan-Nya kepada penulis selama pengerjaan tersebut. Pada kesempatan ini, penulis dengan rendah hati mempersembahkan skripsi yang berjudul “Tanggung Jawab Perusahaan Publik Dalam Perlindungan Dan Pengelolaan Lingkungan Hidup Dalam Perspektif Hukum Pasar Modal Indonesia” kepada dunia pendidikan, guna menumbuhkembangkan ilmu pengetahuan, khususnya ilmu pengetahuan hukum.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Tanggung Jawab Perusahaan Dalam Pengelolaan Lingkungan

Tanggung Jawab Perusahaan Dalam Pengelolaan Lingkungan

Orang luar, hanya bisa membantu membuat rencana-rencana pembangunan perdesaan yang didasarkan atas masalah yang muncul dan keberadaan potensi yang ada di wilayah yang bersangkutan.Karena pada umumnya suatu proyek pembangunan yang direncanakan oleh suatu pemerintah bertujuan untuk meningkatkan kemakmuran masyarakat, dan secara tidak langsung mengentaskan kemiskinan.Selain itu, orang luar dapat membantu menemukan dan menciptakan peluang berdasarkan potensi masyarakat dan sumber daya yang ada di lingkungan sekitarnya.Misalnya, pemanfaatan sumberdaya milik bersama (hutan, bantaran sungai, sungai, dan lainnya); memperbaiki alat-alat untuk proses produksi; membuka lapangan kerja musiman; membantu rumah tangga miskin dengan modal yang kecil; membangun prasarana dan sarana pertanian di perdesaan; memanfaatkan budi daya air; mengembangkan varietas tanaman yang lebih produktif, dan lainnya. Selain itu, agar kita dapat memahami kondisi kemiskinan masyarakat perdesaan perlu dikembangkan sikap positif, terutama bagi para profesional dan ilmuwan yang berkecimpung di dalam pembangunan desa. Misalnya, (1) harus menghilangkan sikap anti kemiskinan, artinya kita harus berusaha membantu orang miskin keluar dari jerat kemiskinannya; (2) tinggal bersama lebih lama. Dengan tinggal lebih lama pada kehidupan masyarakat miskin, maka dapat merasakan dan memahami kondisi kemiskinan mereka; (3) Berlakulah seperti orang kecil atau miskin. Jangan menjaga jarak dengan mereka, cara berpakaian, cara makan, berbicara, dan lain sebagainya. ( Chambers, 1988 )
Baca lebih lanjut

120 Baca lebih lajut

Tanggung Jawab Perusahaan Dalam Pengelolaan Lingkungan

Tanggung Jawab Perusahaan Dalam Pengelolaan Lingkungan

Pak Y : “Dulu masyarakat juga pernah komplain terhadap emisi udara yang dihasilkan PGKM, katanya mengganggu kebersihan udara di lingkungan tempat tinggal mereka, untung saja masalah tersebut segera ditindak lanjuti oleh pihak PGKM yakni dengan cara memperbaiki mesin di stasiun boiler, hal ini desebabkan mesin- mesin di ruang boiler yang sangat berpengaruh terhadap kualitas udara sehingga pihak yang berkaitan dengan stasiun boiler wajib rutin mengecek kondisi mesin- mesin tersebut, apakah masih layak dipakai atau tidak.”

13 Baca lebih lajut

Tanggung Jawab Perusahaan Dalam Pengelolaan Lingkungan

Tanggung Jawab Perusahaan Dalam Pengelolaan Lingkungan

PKBL memiliki 2 (dua) program, pertama adalah Program KemitraanBUMN dengan Usaha Kecil dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuanusaha kecil agar menjadi tangguh dan mandiri melalui pemanfaatan dana dari bagian laba BUMN. Kedua adalah Program Bina Lingkungan yaitu program pemberdayaan kondisi sosial masyarakat oleh BUMN melalui pemanfaatan danadari bagian laba BUMN. Jumlah penyisihan laba untuk pendanaan program maksimal sebesar 2% (dua persen) dari laba bersih untuk Program Kemitraan dan maksimal 2% (dua persen) dari laba bersih untuk Program Bina Lingkungan. Sedangkan menurut Asisten Deputi Pembinaan Kemitraan dan Bina Lingkungan,Kementrian BUMN (2010), sebenarnya peran PKBL BUMN mempunyai cakupanyang lebih luas dibanding praktek CSR yang dilakukan oleh perusahaan swastakarena PKBL- BUMN juga diharapkan untuk mampu mewujudkan 3 pilar utamapembangunan (triple tracks), yaitu: (1) pengurangan jumlah pengangguran (2) pengurangan jumlah penduduk miskin; dan (3) peningkatan pertumbuhan ekonomi. Selain itu diharapkan, melalui PKBL dapat terjadi peningkatan partisipasi BUMN untuk memberdayakan potensi dan kondisi ekonomi, sosial, dan lingkungan masyarakat dengan fokus diarahkan pada pengembangan ekonomi kerakyatan untuk menciptakan pemerataan pembangunan, ( Rukminto, 2003 ).
Baca lebih lanjut

26 Baca lebih lajut

Tanggung Jawab Perusahaan Dalam Pengelolaan Lingkungan

Tanggung Jawab Perusahaan Dalam Pengelolaan Lingkungan

Sumatera Utara adalah wilayah yang terdiri dari beraneka ragam suku bangsa dan kebudayaan. Begitu juga dengan daerah lokasi penelitian ini, di wilayah tersebut juga terdapat keragaman suku yang tinggi, namun karena Pabrik Gula Kwala Madu merupakan lokasi perkebunan, maka suku yang menjadi mayoritas adalah suku jawa demikian juga halnya dengan masyarakat umum di sekitar lokasi unit kebun kwala madu seperti masyarakat di Desa Sambirejo, banyak sekali imigran dari pulau jawa yang didatangkan oleh pihak kolonial di masa penjajahan belanda, sehingga keturunan para imigran jawa yang didatangkan oleh belanda tersebut banyak yang menetap di Desa Sambirejo ini hingga beberapa generasi. Hal tersebut menyebabkan sikap feodalisme di lingkungan PTPN 2 secara umum dan unit Pabrik Pabrik Gula Kwala Madu secara khusus terasa kental, misalnya Desa Sambirejo hal itu tampak dalam hirarki yang terdapat dalam struktur kerja di PTPN 2, misalnya ada jabatan krani, jabatan mandor, jabatan pengamat, jabatan asisten, asisten kepala dan ADM ( kepala administrasi ) yang sekarang disebut manajer, bahkan letak komplek perumahan saja memiliki pola khusus sesuai dengan jabatan ataupun golongan pekerja, beberapa karyawan yang penulis wawancarai, hal tersebut merupakan warisan kolonial yang telah membudaya. Berdasarkan data yang diperoleh peneliti dari pihak Desa Sambirejo :
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

Tanggung Jawab Perusahaan Dalam Pengelolaan Lingkungan

Tanggung Jawab Perusahaan Dalam Pengelolaan Lingkungan

Pemberdayaan, Pengembangan Masyarakat dan Intervensi Komunitas : Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia : Jakarta Buku Profil Desa Sambirejo 2015 Chambers, Robert.. [r]

1 Baca lebih lajut

Tanggung Jawab Perusahaan Publik Dalam Perlindungan Dan Pengelolaan Lingkungan Hidup Dalam Perspektif Hukum Pasar Modal Indonesia

Tanggung Jawab Perusahaan Publik Dalam Perlindungan Dan Pengelolaan Lingkungan Hidup Dalam Perspektif Hukum Pasar Modal Indonesia

hujan tersebut adalah empat sampai lima kali dari keadaan normal, yang secara rata-rata berkisar 8 mm sehari.” Secara sengaja memberi kesan bahwa peristiwa longsornya batuan limbah di Danau Wanagon terjadi karena kondisi alam. Ketiga, Pernyataan FIC dalam siaran persnya tanggal 24 Mei 2000, yaitu … “tidak ditemukan adanya ancaman terhadap kesehatan jiwa serta kemungkinan dampak lingkungan jangka panjang yang mungkin terjadi dari kejadian itu” adalah dengan sengaja membohongi publik dalam hal ini bertentangan dengan hasil laporan Bapedal seperti tersebut dalam siaran persnya tanggal 17 Mei 2000, yaitu, “Longsoran tersebut dapat menyebabkan meluapnya material limbah Danau Wanagon” dimana sludge yang dimaksud merupakan bahan beracun dan berbahaya (B3), sebagaimana disebutkan Bapedal dakan siaran persnya tersebut yaitu, “Mengingat sludge yang ada di dalam Danau Wanagon dikategorikan sebagai limbah B3 ….” Keempat, Pernyataan FIC lebih lanjut secara sengaja telah memberi kesan bahwa longsornya tumpukan batuan limbah adalah kondisi alam dan dengan demikian menutupi buruknya pengelolaan lingkungan dan kelalaian FIC sebagaimana tersebut dalam laporan hasil investigasi Bapedal pada peristiwa longsornya tumpukan batuan limbah pada bulan Juni 1988, yang menyatakan bahwa, “Disamping itu kejadian tanggal 22 Juni 1988 disebabkan kesalahan prosedur berupa aktivitas dumping yang berlebihan sehari sebelumnya”, dan juga pernyataan konsultan Call and Nicholas Inc., yang menyatakan bahwa “… The Fact that displacement occurred associated with large dumping rates is sufficient.” Kelima, kesalahan prosedur di atas juga diperkuat oleh konsultan FIC yakni Call and Nicholas Inc., yang menyatakan bahwa, “On the 12, 18, and 19 June the tonnage dumped on the south end of the Wanagon OBS was in the range of 80,000 tons per day.” Di mana batas jumlah pembuangan batuan limbah adalah tidak melebihi 50.000 ton per hari sebagaimana disebutkan oleh konsultan CNI. “Most of the displacement can be correlated to the time periods when the dumping tonnage was greater than 50,000 tpd.” Lihat Bismar Nasution, Keterbukaan Dalam Pasar Modal, Op.Cit., hlm. 184-185.
Baca lebih lanjut

177 Baca lebih lajut

Tanggung Jawab Perusahaan Publik Dalam Perlindungan Dan Pengelolaan Lingkungan Hidup Dalam Perspektif Hukum Pasar Modal Indonesia

Tanggung Jawab Perusahaan Publik Dalam Perlindungan Dan Pengelolaan Lingkungan Hidup Dalam Perspektif Hukum Pasar Modal Indonesia

Anotasi Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup Edisi Pertama.. Jakarta: Indonesian Center for Environmental Law ICEL, 2014.[r]

10 Baca lebih lajut

Pertemuan ketiga Tanggung Jawab Sosial d

Pertemuan ketiga Tanggung Jawab Sosial d

Tanggung Jawab Sosial Perusahaan atau Corporate Social Responsibility adalah bentuk kepedulian perusahaan terhadap lingkungan eksternal perusahaan melalui berbagai kegiatan yang dilakukan dalam rangka penjagaan lingkungan, norma masyarakat, partisipasi pembangunan, serta berbagai bentuk tanggung jawab sosial lainnya.

6 Baca lebih lajut

PENGARUH PENGUNGKAPAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL DAN LINGKUNGAN PERUSAHAAN TERHADAP MANAJEMEN LABA

PENGARUH PENGUNGKAPAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL DAN LINGKUNGAN PERUSAHAAN TERHADAP MANAJEMEN LABA

Roychowdury (2006) meneliti tiga metode ma- nipulasi laba melalui aktivitas riil, yaitu: 1) Manipulasi penjualan, yaitu usaha manajer untuk meningkatkan penjualan dengan menawarkan potongan harga atau persyaratan kredit yang lebih lunak. Peningkatan vol- ume penjualan sebagai akibat dari diskon kemungkinan akan hilang ketika perusahaan mengembalikan harga lama. Arus kas masuk per penjualan, setelah dikurangi potongan harga, dari penjualan tambahan ini menjadi lebih rendah karena penurunan margin. Total laba di periode saat ini menjadi lebih tinggi karena adanya tambahan penjualan, dengan asumsi margin positif. Margin yang lebih rendah karena potongan harga menyebabkan kos produksi relatif terhadap penjualan menjadi tinggi secara abnormal. Secara umum, dapat disimpulkan bahwa aktivitas manajemen penjualan ini dapat menyebabkan aliran kas operasi periode saat ini menjadi lebih rendah dan kos produksi periode saat ini menjadi lebih tinggi dibandingkan tingkat penjualan normal; 2) Pengurangan pengeluaran diskre- sioner. Pengeluaran diskresioner seperti penelitian dan pengembangan, periklanan dan pemeliharaan secara umum dibebankan pada periode yang sama ketika pengeluaran tersebut terjadi. Oleh karena itu, peru- sahaan dapat mengurangi biaya yang dilaporkan, dan meningkatkan laba, dengan mengurangi pengeluaran
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

TANGGUNG JAWAB PERSEROAN DALAM KEGIATAN USAHA PERTAMBANGAN TERKAIT DENGAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN.

TANGGUNG JAWAB PERSEROAN DALAM KEGIATAN USAHA PERTAMBANGAN TERKAIT DENGAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN.

Pembahasan permasalahan dalam skripsi ini metode penelitian yang digunakan oleh penulis adalah yuridis normatif, yaitu dengan melakukan penelitian yang menitikberatkan pada data kepustakaan atau data sekunder. Spesifikasi penelitian yang dilakukan ialah normatif kualitiatif dengan memaparkan aspek yuridis tanggung jawab perseroan dalam pengelolaan lingkungan berdasarkan adanya kesenjangan antara das sein dengan das sollen untuk selanjutnya dianalisis secara kualitatif untuk menghasilkan kesimpulan.

1 Baca lebih lajut

lingkungan dan tanggung jawab bisnis

lingkungan dan tanggung jawab bisnis

Lingkungan ekstern. Yaitu lingkungan yang berada Lingkungan ekstern. Yaitu lingkungan yang berada diluar kegiatan bisnis yang tidak mungkin dapat diluar kegiatan bisnis yang tidak mungkin dapat dikendalikan begitu saja oleh para pelaku bisnis dikendalikan begitu saja oleh para pelaku bisnis esuai dengan keinginan perusahaan. Malah pelaku esuai dengan keinginan perusahaan. Malah pelaku bisnislah yang harus mengikuti ”kemauan”

24 Baca lebih lajut

Tanggung Jawab Sosial dan Etika Bisnis

Tanggung Jawab Sosial dan Etika Bisnis

Suatu perusahaan seharusnya tidak hanya mengeruk keuntungan sebanyak mungkin, tetapi juga mempunyai etika dalam bertindak menggunakan sumberdaya manusia dan lingkungan guna turut mewujudkan pembangunan berkelanjutan. Pengukuran kinerja yang semata dicermati dari komponen keuangan dan keuntungan tidak akan mampu membesarkan dan melestarikan, karena seringkali berhadapan dengan konflik pekerja, konflik dengan masyarakat sekitar dan semakin jauh dari prinsip pengelolaan lingkungan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

ETIKA BISNIS DAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL P (2)

ETIKA BISNIS DAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL P (2)

Dalam definisi tersebut kotler dan Lee memberikan penekanan pada kata discretionary, dalam arti bahwa kegiatan CSR semata-mata merupakan komitmen perusahaan secara sukarela untuk turut meningkatkan kesejahteraan komunitas dan bukan akttivitas bisnis yang diwajibkan oleh hukum dan perundang-undangan seperti kewajiban untuk membayar pajak atau juga memberikan nuansa bahwa perusahaan yang melakukan aktivitas CSR harus menaati hukum dalam pelaksanaan bisnisnya, artinya sangatlah tidak tepat bila kegiatan CSR yang dilakukan perusahaan yang tidak baik dalam memperlakukan karyawan atau melakukan berbagai kecurangan baik dalam membuat laporan keuangan maupun merusak lingkungan hidup.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Pandangan Islam Tentang ilmu CSR

Pandangan Islam Tentang ilmu CSR

Selain dengan masyarakat, perusahaan bertanggung-jawab melindungi konsumen melalui pertimbangan dampak terhadap lingkungan hidup. Hal ini, karena banyak perusahaan yang sering melakukan tindakan kurang seimbang, karena tidak memperdulikan lingkungan dengan memproduksi barang tak bermutu, cukup sekali buang, makanan mengandung beracun, limbah dan lainnya. Kesemuanya itu dapat membunuh (masyarakat) konsumen secara perlahan-lahan. Tanggung jawab sosial dari bisnis ialah pelaksanaan etik bisnis yang mencakup proses produksi, distribusi barang dan jasa sampai penjagaan kelestarian lingkungan hidup dari ancaman polusi dan sebagainya. Pelaku usaha atau perusahaan tidak hanya bertanggung-jawab terhadap pemenuhan kebutuhan sesaat konsumen, tapi perlu mempertimbangkan jangka panjang kelangsungan hidup manusia dan ekologi untuk kemaslahatan umum.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...