Permainan tradisional tidak akan bisa dimainkan oleh anak-anak jika tidak memiliki tempat/arena bermain, adapun arena atau tempat bermain anak-anak di Kecamatan Baru antara lain lapangan terbuka, halaman/lapangan sekolah dan lapangan/halaman mesjid.
a. Halaman Sekolah
Lapangan/halaman sekolah ini berada di jalan Rebab, Keluarahan Titi Rantai, Kecamatan Medan Baru, lapangan ini dimiliki oleh tiga sekolah yakni :
-Sekolah Dasar (SD) Negeri 060886 -Sekolah Dasar (SD) Negeri 060894 -Sekolah Dasar (SD) Negeri 060889
Halaman sekolah ini memiliki ukuran yang tidak luas/sempit, anak-anak jarang ditemukan bermain dihalaman sekolah karena disebabkan oleh beberapa hal yang pertama ukuran halaman sekolah yang sempit, halaman sekolah yang sempit membuat anak-anak kurang leluasa dan ruang gerak mereka menjadi tidak bebas. Kedua kadangkala sekolah memiliki penjaga, penjaga melarang anak-anak bermain di halaman sekolah (Penjaga sekolah melarang anak-anak bermain di halaman sekolah,
peralatan sekolah dan mengotorinya). Ketiga gerbang halaman sekolah sering sekali tertutup (tertutupnya gerbang sekolah membuat anak tidak bisa masuk ke halaman sekolah dan membuat mereka tidak bisa bermain). Peralatan bermain di lapangan/halaman sekolah hanya ditemukan dua buah keranjang basket, jumlah anak-anak yang bermain di lapangan ini lebih sedikit.
Gambar 6 : Lapangan/halaman sekolah
Sumber : Dokumentasi Penulis
b. Halaman Masjid AL Muttaqien
Mesjid AL Muttaqien berada di Jalan Terompet, Kelurahan Titi Rantai, Kecamatan Medan Baru, ukuran halaman Mesjid Al Muttaqien lebih besar dibanding ukuran lapangan/halaman sekolah. Jumlah anak yang ditemukan di tempat bermain ini lebih banyak dibandingkan di lapangan/halaman sekolah.
Adapun kendala-kendala yang dihadapi anak-anak ketika bermain di lapangan/halaman mesjida AL Muttaqien, antara lain :
• Di dalam lapangan/halaman mesjid terdapat sejumlah arena permainan seperti ayunan, seluncuran, terowongan dan sebagainya yang membuat lapangan bebas untuk bermain anak-anak semakin berkurang/semakin sedikit sehingga anak-anak kurang leluasa untuk bermain. Seperti dalam hal permainan kejar-kejaran, dalam bermain kejar-kejaran anak harus hati-hati, jika anak-anak tidak hati-hati dalam berlari maka besar kemungkinan anak-anak akan tersandung sejumlah arena permainan yang terdapat dalam mesjid AL Muttaqien.
• Penjaga kadangkala melarang anak-anak bermain di lapangan/halaman mesjid apabila anak-anak bermain pada shalat ashar pukul 15.30 WIB dan shalat magrib pukul 18.30 WIB. Jika anak-anak bermain di lapangan masjid pada jam tersebut, biasanya penjaga akan mengusir anak-anak agar bermain diluar masjid, karena jika anak-anak bermain di halaman masjid akan mengganggu umat yang akan menunaikan Ibadah Shalat Maghrib dan Ibadah Shalat Ashar. Masjid mengadakan sekolah pengajian untuk anak-anak, jika pada waktunya anak-anak mengaji maka penjaga akan melarang anak-anak untuk bermain di lapangan/halaman masjid AL Muttaqien.
Walaupun lapangan/halaman mesjid tidak bisa digunakan oleh anak-anak, arena permainan yang disediakan masjid bisa digunakan oleh anak-anak, selain itu jika anak-anak mengalami kehausan selama bermain, anak-anak tertentu (anak-anak yang mengenal dan memiliki hubungan khusus dengan penjaga masjid) dapat meminta
minum keruangan penjaga mesjid serta jika dalam bermain anak-anak menginjak kotoran, becet atau apapun itu maka anak-anak bisa menggunakan kran air yang disediakan oleh masjid untuk mengambil air wudhu.
Gambar 7 : Lapangan/halaman Masjid AL Muttaqien
Anak-anak pengajian bermain di wahana Anak dari luar mencuci kaki Permainan yang disediakan oleh masjid karena terkena kotoran
Sumber : Dokumentasi Penulis c.Lapangan bola
Lapangan bola ini tidak memiliki nama yang pasti, setiap orang memiliki nama yang berbeda-beda untuk menunjukkan lapangan ini alhasil banyak nama untuk menunjukkan lapangan ini yaitu pertama lapangan kelapa disebut lapangan kelapa karena lapangan ini dikelilingi oleh sejumlah pohon kelapa. Kedua lapangan bebas pasar dua disebut demikian karena ukuran lapangan ini luas dan berada di pasar dua. Ketiga lapangan padang rumput dikatakan demikian karena di lapangan ini terdapat sejumlah rumput, rumput-rumput yang tumbuh subur dilapangan ini dipotong oleh para peternak untuk pakan ternak mereka, lapangan ini tidak memiliki penjaga yang bertugas untuk merawat dan menjaga kebersihan lapangan sehingga pemotongan rumput dilapangan ini adalah para peternak, jika para peternak tidak memotong
rumput yang tumbuh dilapangan ini maka rumput-rumput akan bertumbuh dengan panjang. Keempat lapangan sepak bola dikatakan demikian karena di dalam lapangan ini sering sekali ditemui sejumlah orang bermain sepak bola.
Sehingga penulis memutuskan untuk menggunakan istilah lapangan bola, karena informan yang diwawancarai lebih banyak menggunakan istilah lapangan bola, penulis sering mendengar kata lapangan bola selama wawancara dengan informan, keseringan mendengar kata tersebut sehingga penulis secara tidak sadar menggunakan kata lapangan bola. Lapangan ini berfungsi sebagai tempat bermain anak-anak, sebagai tempat orangtua untuk berdua-duan sambil bersantai, digunakan untuk belajar mengendarai sepeda motor, tempat bagi sepasang remaja/dewasa untuk berpacaran, orangtua untuk mengajari anaknya mengerjakan tugas.
Di dalam lapangan, tersedia gawang sepak bola yang terbuat dari besi sebanyak dua buah, gawang sepak bola berfungsi untuk mendukung dan memfasilitasi anak-anak dalam bermain sepak bola atau digunakan kalangan remaja untuk bergantung-gantung melatih otot mereka dan menambah tinggi badan. Selain gawang, tempat duduk juga tersedia yang terbuat dari semen sebanyak tujuh buah. Jika diperhatikan, tempat duduk yang tersedia di lapangan sepak bola memliki fungsi sebagai tempat duduk oleh kalangan :
-Anak-anak untuk istirahat (setelah selesai bermain permainan tradisional) -Penonton dalam menyaksikan pertandingan sepak bola yang berlangsung -Tukang becak sembari menunggu penumpang
-Orangtua yang mengontrol dan mengawasi anak-anaknya dalam bermain. - Orangtua mengajari anaknya dalam mengerjakan tugas.
Diantara lapangan yang telah disebutkan diatas, lapangan yang paling luas dan paling banyak dikunjungi oleh anak-anak adalah lapangan bola ini, hal ini dikarenakan beberapa faktor seperti :
- Ukuran lapangan begitu luas yang membuat para pengguna/pemain leluasa dalam bermain/memiliki ruang gerak yang bebas.
- Tidak ada penjaga, sehingga kapanpun dalam keadaan bagaimanapun lapangan bisa digunakan oleh siapapun. Dalam artian lapangan sepak bola bebas digunakan.
Lapangan bola ini terlihat bersih jika dilihat secara sekilas, namun jika kita masuk ke dalam lapangan ini maka lapangan ini kurang terawat, begitu banyak sampah yang yang bertebaran dan selokan yang mengelilingi lapangan tidak dibentuk dengan bagus yang membuat hati miris selokan lapangan dipenuhi oleh sampah sehingga jika hujan turun maka selokan ini akan banjir dan beberapa bagian akan terkena banjir, kondisi ini menyebabkan anak-anak sedikit bermain dilapangan.
Pada gambar (8) terlihat lapangan bola tidak terawat
Sumber : Dokumentasi Penulis d. Halaman Rumah Masyarakat
Arena permainan yang digunakan oleh anak-anak adalah halaman rumah (tidak hanya di halaman rumah tetapi di dalam rumah dan di teras rumah). Anak-anak memilih bermain di halaman rumah yang memiliki ukuran yang luas karena ukuran halaman yang luas membuat anak lebih leluasa dalam bermain bersama teman-teman. Anak-anak yang bermain bukan di halaman rumahnya, biasanya mereka terlebih dahulu meminta izin kepada pemiliknya namun terkadang mereka tidak permisi dengan pemiliknya sehingga tanpa diduga mereka diusir oleh pemilik halaman rumah. Mereka akan memilih rumah yang pemiliknya memiliki hati yang murah dalam artian tidak cerewet namun biasanya mengenai kesepakatan bermain di halaman rumah siapa mereka terlebih dahulu berembuk akan hal tersebut.
Anak-anak yang bermain di halaman/di rumah biasanya permainan boneka, permainan kelereng, permainan ABC Lima Dasar dan permainan lainnya. Anak-anak yang bermain di halaman rumah biasanya ruang gerak yang dimiliki tidak seluas dengan anak-anak yang bermain di lapangan terbuka, dengan anak yang bermain di halaman/di depan rumah maka orangtua bisa mengontrol waktu anak-anak mereka dalam bermain serta bersama siapa mereka akan bermain. Oleh karena itu bermain di halaman orang adalah arena yang tepat bagi anak yang mempunyai orangtua dengan sifat yang melindungi.