• Tidak ada hasil yang ditemukan

7 Bab XV Bendera, Bahasa, Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan

Dalam dokumen KONSEP DASAR PKN (Halaman 120-131)

Pada tanggal 18 Agustus tahun 2000 MPR menetapkan perubahan kedua UUD Negara RI 1945 dengan mengubah/menambah: Pasal 18, Pasal 18A, Pasal 18B, Pasal 19, Pasal 20 ayat 5, Pasal 20A, Pasal 22A, Pasal 22B, Bab IXA, Pasal 25E, Bab X, Pasal 26 ayat 2 dan 3, Pasal 27 ayat 3, Bab XA, Pasal 28A-28J, Bab XII, Pasal 30, Bab XV, Pasal 36A - 36C. Hal-hal yang dubah tersebut menyangkut, antara lan: pengaturan tentang pemerntahan daerah dalam rangka melaksana kan otonom daerah yang luas, nyata, dan bertanggung jawab (mengubah Pasal 18, dan menambahkan Pasal 18A dan 18B); penegasan tentang pengsan keanggotaan DPR, yatu melalu pemlhan umum (amendemen Pasal 19);penegasan tentang fungs DPR dan hak-hak DPR (Pasal 20A ayat 1-4); pengaturan secara tegas tentang hak asas manusa (amendemen Pasal 28A - 28J); penegasan tentang lambang negara (Pasal 36A) dan lagu kebang saan (Pasal 36B).

Perubahan Ketiga (dtetapkan 9 November 2001): melput 23 pasal yang tersebar 7 Bab dan 68 butr ketentuan/ayat yatu:

.No Bab Yang Diubah Materi Perubahan

1 Bab I Bentuk dan Kedaulatan

2 Bab II MPR

3 Bab III Kekuasaan Pemerintahan Negara

4 Bab V Kementerian Negara

5 Bab VIIA DPR

6 Bab VIIB Pemilihan Umum

7 Bab VIIIA BPK

Perubahan keempat (dtetapkan 10 Agustus 2002): melput 19 pasal yang terdr atas 31 butr ketentuan dtambah 1 butr yang dhapuskan. Dalam naskah perubahan keempat n dtetapkan bahwa:

a. UUD 1945 sebagamana telah dubah dengan perubahan pertama, kedua, ketga, dan keempat adalah UUD 1945 yang dtetapkan pada tanggal 18 Agustus 1945 dan dberlakukan dengan Dekrt Presden 5 Jul 1959 serta dkukuhkan secara aklamas pada tanggal 22 Jul 1959 oleh DPR.

b. Penambahan bagan akhr pada perubahan kedua UUD 1945 dengan kalmat “Perubahan tersebut dputuskan dalam rapat Parpurna MPR RI ke-9 tanggal 18-08- 2000 Sdang Tahunan MPR RI dan mula berlaku pada tanggal dtetapkan”. c. Pengubahan penomoran pasal 3 ayat 2 dan ayat 4. Perubahan ketga UUD 1945

menjadi pasal 3 ayat 2 dan 3. Pasal 25E Perubahan kedua UUD 1945 menjadi pasal 25A.

d. Penghapusan judul Bab IV tentang “Dewan Pertimbangan Agung” dan pengubahan substans pasal 16 serta penempatannya kedalam Bab III tentang “Kekuasaan Pemerntahan Negara”.

e. Pengubahan dan atau penambahan pasal 2 ayat 1, pasal 6A ayat 4, pasal 8 ayat 3, pasal 11 ayat 1, pasal 16, pasal 23B, pasal 23D, pasal 24 ayat 3: Bab XIII, pasal 31 ayat1-5, pasal 32 ayat 1-2 : Bab XIV, pasal 33 ayat 4-5, pasal 34 ayat1-4, pasal 37 ayat 1-5, Aturan Peralhan Pasal I,II dan III. Aturan Tambahan Pasal I dan II UUD 1945

UUD Negara RI 1945 yang telah mengalam perubahan melalu 4 tahap memlk sstmatka yang berbeda dengan naskah aslnya. Dalam pasal II Aturan Tambahan Perubahan keempat UUD Negara RI 1945 dtegaskan “Dengan dtetapkannya Perubahan UUD n, UUD Negara RI 1945 terdr dar Pembukaan dan Pasal-pasal”. Dengan demkan, jelaslah bahwa sejak 10-08- 2002, status Penjelasan UUD Negara RI 1945 yang selama ini dijadikan lampiran tak terpisahkan dari naskah UUD Negara RI 1945, tidak lagi dijadikan sebaga bagan dar naskah UUD Negara Republk Indonesa tahun 1945.

Dilihat dari jumlah bab, pasal, dan ayat, hasil perubahan UUD Negara RI 1945 adalah sebaga berkut.

Sebelum Perubahan Hasil Perubahan

1. Jumlah bab 16 1. Jumlah bab 21 2. Jumlah pasal 37 2. Jumlah pasal 73 3. Terdr dar 49 ayat 3. Terdr dar 170 ayat. 4. 4 pasal aturan peralhan 4. 3 pasal aturan peralhan 5. 2 ayat Aturan Tambahan 5. 2 Pasal Aturan Tambahan. 6. Dilengkapi dengan penjelasan. 6. Tanpa penjelasan

Adapun rangkaan dan hal-hal pokok perubahan UUD Negara RI tahun 1945 dapat dgambarkan sepert d bawah n.

Adapun rangkaian dan hal-hal pokok perubahan UUD Negara RI tahun 1945 dapat digambarkan seperti di bawah ini.

(Sumber: Setjen MPR 2005: ) Perubahan UUD Negara RI 1945 bukan hanya menyankut perubahan jumlah bab, pasal, dan ayat tetapi juga adanya perubahan sistem ketatanegaraan RI, diantaranya sebagai berikut.

Tuntutan Reformasi 1. amandemen UUD 1945 2. Penghapusan doktrin dwi fungsi ABRI. 1. Penegakan hukum, HAM, dan pemberantasan KKN. 1. Otonomi daerah. 2. Kekebasan pers. 3. mewujudkan kehidupan demokrasi. Sebelum Perubahan Jumlah : ‰16 bab. ‰37 pasal ‰49 ayat ‰4 pasal Aturan Peralihan. ‰2 ayat Aturan Tambahan ‰Penjelasan. Dasar Pemikiran Perubahan ‰ Kekuasaan tertinggi ditangan MPR. ‰ Kekuasaan yang sangat besar pada presiden ‰ Pasal-pasal multitafsir. ‰ Pengaturan lembaga negara oleh presiden melalui pengajuan UU ‰ Praktik ketatanegaraa n tidak sesuai dengan jiwa Tujuan Perubahan Menyempurnakan aturan dasar : ‰ Tatanan negara. ‰ Kedaulatan rakyat ‰ HAM ‰ Pembagian Kekuasaan ‰ Kesejahtera an Sosial ‰ Eksistensi negara demokrasi dan negara hukum. ‰ Sesuai dengan aspirasi dan kebutuhan Hasil Perubahan Jumlah : ƒ 21 bab ƒ 73 pasal ƒ 170 ayat ƒ 3 pasal Aturan Peralihan ƒ 2 Pasal Aturan Tambahan ƒ Tanpa Penjelasan. Sidang MPR x Sidang Umum MPR 1999 tgl 14-21 Okt 1999. x Sidang Umum MPR 2000 tgl 7-18 Ags 2000 x Sidang Umum MPR 2001 tgl 1-9 Nov 2001 x Sidang Umum MPR 2002 tgl 1-11 Ags 2002 Kesepakatan Dasar x Tidak mengubah Pembu-kaan UUD 1945. x Tetap mempertahankan NKRI. x Mempertegas sistem pre-sidensiil x Penjelasan UUD 1945 yang memuat hal-hal normatif akan dimasukan ke dalam pasal-pasal x Perubahan dilakukan dengan cara adendum Dasar Yuridis x Pasal 3 UUD 1945 xPasal 37 UUD 1945 xTAP MPR NO.IX/MPR/ 1999 xTAP MPR NO.IX/MPR/ 2000 xTAP MPR NO. XI/MPR/ 2001 (Sumber: Setjen MPR 2005: )

Perubahan UUD Negara RI 1945 bukan hanya menyankut perubahan jumlah bab, pasal, dan ayat tetapi juga adanya perubahan sistem ketatanegaraan RI, diantaranya sebaga berkut.

a. MPR yang semula sebaga lembaga tertngg Negara dan berada d atas lembaga Negara lain, berubah menjadi lembaga Negara yang sejajar dengan lembaga Negara lainnya sepert DPR, Presden, BPK, MA, MK, DPD, dan Koms Yudsal;

b. pemegang kekuasaan membentuk undang-undang yang semula dpegang oleh Presden (Pasal 5 ayat 1), beralh ke tangan DPR (perubahan Pasal 20 ayat 1);

oleh rakyat secara langsung dalam satu pasangan (perubahan Pasal 6A ayat 1); d. periode masa jabatan Presiden dan wakil Presiden yang semula tidak dibatasi, berubah

menjadi maksimal dua kali masa jabatan (Perubahan Pasal 7),

e. adanya lembaga Negara yang berwenang menguji undang-undang terhadap UUD Negara RI 1945 yatu Mahkamah Konsttus.

f. Presden dalam hal mengangkat dan menerma duta dar Negara lan harus memperhatkan pertmbangan DPR (perubahan Pasal 13 ayat 2 dan 3),

g. Presden harus memperhatkan pertmbangan DPR dalam hal member amnest dan rehabltas (Perubahan Pasal 14 ayat 2).

Hasl-hasl perubahan UUD Negara RI 1945 secara hukum mengkat semua komponen bangsa untuk melaksanakannya secara jujur dan bertanggung jawab. Pelaksanaan UUD Negara RI 1945 hasl perubahan yang telah drasakan masyarakat dantaranya adalah pemlhan Presden dan pemlhan Kepala Daerah secara langsung oleh rakyat.

Itulah uraan sngkat tentang perubahan (amendemen) terha dap UUD Negara RI 1945. Untuk lebh memantapkan pemahaman Anda dperslakan untuk membuka kembal Ketetapan MPR tahun 1999 dan 2000 atau buku-buku lan yang secara khusus mengulas tentang perubahan UUD Negara RI 1945.

Latihan:

1) Mengapa setap negara memerlukan UUD atau Konsttus? 2) Jelaskan perbedaan konstitusi yang rigid dan fleksibel?

3) Mengapa pembukaan UUD Negara RI 1945 dkatakan sebaga staats fundamental

norm negara RI?

4) Jelaskan apa cr-cr sstem pemerntahan Presdental dan sstem Parlementer? 5) Setap UUD (konsttus) yang tertuls selalu mencantumkan pasal tentang perubahan

konsttus tersebut. Mengapa perlu adanya pasal tentang perubahan?

6) Mengapa hasl perubahan UUD Negara RI 1945 danggap dapat lebh memberdayakan DPR?

Petunjuk Jawaban Latihan

1) Setap negara d duna n memerlukan UUD/konsttus sebaga landasan dan aturan dalam menjalankan roda pemerintahan negara, supaya setiap penyelenggara negara dan warga negara tahu batas-batas hak dan kewajibannya. Jika suatu negara tidak memiliki konstitusi dapat dipastikan akan terjadi penindasan terhadap hak-hak asasi manusia. Artinya, UUD dapat dijadikan untuk membatasi kekuasaan penguasa agar tdak sewenang-wenang.

2) Kriteria untuk membedakan konstitusi yang rigid dan fleksibel dapat digunakan dua sudut pandang, yatu dar cara perubahan UUD tu sendr dan dar kemampuan mengkut perkembangan zaman. Suatu konsttus dkatakan rigid jika sulit cara mengubahnya dan atau tdak dapat mengkut perkembangan zaman. Sedangkan konstitusi dikatakan fleksibel jika prosedur cara mengubahnya tidak sulit dan mudah pula mengkut perkembangan zaman.

3) Menurut Notonagoro, untuk dapat dkatakan stats fundamen tal norm harus memenuh beberapa unsur mutlak, yatu:

a. Dalam hal terjadinya (1) ditentukan oleh pembentuk negara dan (2) terjelma dalam suatu bentuk pernyataan lahir sebagai penje lmaan kehendak pembentuk negara untuk menjadikan hal-hal ter tentu sebagai dasar-dasar negara yang dbentuk;

b. Dalam hal snya (1) memuat asas kerohanan negara (dasar negara yang dbentuk); memuat asas poltk negara (dasar cta-cta negara apa); memuat untuk cta-cta apa (tujuan negara), (2) memuat ketentuan diadakannya UUD negara.

Dengan demkan, yang danggap memenu h unsur mutlak tersebut adalah pembukaan UUD Negara RI 1945 karena pembu kaan dbentuk oleh PPKI (pembentuk negara RI) sebagai penjelmaan kehendak rakyat; memuat asas kerohanian negara, yaitu dasar negara Pancasla; memuat asas poltk negara, yatu kedaulatan rakyat; memuat tujuan negara; dan menetapkan adanya UUD negara Indonesia.

4) C.F. Strong dalam Sri Soemantri M. (1987) menjelaskan bahwa ciri-ciri pokok sistem pemerntahan presdensal, yatu (a) pres den mempunya kekuasaan sebaga kepala negara dan kepala pemern tahan; (b) presden tdak dplh oleh pemegang kekuasaan legsla tf, akan tetap dplh langsung oleh rakyat atau oleh dewan pemlh sepert d Amerka Serkat; (c) presden tdak termasuk pemegang kekuasaan legslatf; (d) presden tdak dapat membu barkan pemegang kekuasaan legslatf. Sedang sstem pemerntahan parlementer mempunya cr-cr pokok, yatu (a) Kabnet yang dplh oleh perdana menter dbentuk berdasarkan kekuatan-kekuatan yang menguasa parlemen; (b) para anggota kabnet mungkn seluruhnya atau mungkn sebagan adalah anggota parlemen; (c) Perdana menteri bersama Kabinet bertanggung jawab kepada parle men; (d) Kepala negara dengan saran atau nashat Perdana menter dapat membubarkan parlemen dan memerntahkan dadakannya peml han umum.

5) Suatu UUD (konstitusi) walaupun dirancang untuk jangka waktu yang lama, selalu akan tertnggal dar perkembangan masyarakat sehngga suatu saat UUD tu perlu dubah. Dengan kata lan, yatu untuk mengantspas segala kemungknan yang terjadi dengan pertimbangan pertama, poltk/masyarakat akan terus berkembang;

dan kedua, UUD/konsttus tu bersfat stats sehngga akan ketnggalan zaman. 6) Dar dua kal perubahan UUD Negara RI 1945, tampak bahwa domnas kekuasaan

Presden semakn berkurang dan dlan phak menambah kekuasaan DPR sebaga lembaga legslatve. Hal tersebut dapat dlhata antara lan dalam hal-hal berkut. a. Pemegang kekuasaan membentuk Undang-undang yang semula dpegang oleh

Presden (Pasal 5 ayat 1), beralh ke tangan DPR (amendemen Pasal 20 ayat 1). b. Periode masa jabatan presiden dan wakil presiden dalam jabatan yang sama yang

semula tidak dibatasi, berubah (dibatasi) menjadi maksimal dua kali masa jabatan (amendemen Pasal 7).

c. Dalam hal Presden mengangkat dan menerma duta, yang semula tdak ada ketentuan untuk melbatkan DPR, berubah bahwa dalam mengangkat duta, presden harus memperhatkan pertmbangan DPR (amendemen Pasal 13 ayat 2 dan 3).

d. Dalam hal presden member amnest dan abols, presden harus memperhatkan pertmbangan DPR (Pasal 14 ayat 2).

Rangkuman

UUD atau konsttus sangat pentng dmlk oleh setap negara sebaga upaya untuk membatas kekuasaan penguasa dan sekalgus sebaga aturan untuk menyelenggarakan pemerntahan negara. Dengan memlk konsttus atau UUD, setap penguasa dan warga negara akan mengetahui hak dan kewajibannya masing-masing pihak.

Fleksbltas suatu UUD dapat d lhat dar dua seg, yatu dar cara perubahannya dan dar kemampuan untuk mengkut perkembangan zaman. Oleh karena tu, adanya Pasal tentang perubahan UUD merupakan sesuatu hal yang pentng sebaga upaya untuk mengantspas tuntutan perubahan zaman yang sult dhndar oleh bangsa mana pun. Dengan kata lain, yaitu untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi dengan pertmbangan pertama, poltk/masyarakat akan terus berkembang; dan kedua, UUD/ konsttus tu bersfat stats sehngga akan ketnggalan zaman.

UUD Negara RI 1945 melput pembukaan dan pasal-pasal yang merupakan satu rangkaan yang tak terpsahkan. Pembukaan UUD Negara RI 1945 memenuh syarat sebaga pokok kadah negara yang fundamental ( staats fundamen tal norm) bak dlhat dari hal terjadinya (pembentukannya) maupun dari aspek isinya yang memuat azas kerohanian negara, memuat asas politik negara (dasar cita-cita negara apa), tujuan negara, dan juga memuat ketentuan diadakannya UUD negara.

Di negara Indonesia, semenjak jatuhnya Orde Baru, telah dilakukan empat tahap perubahan (amendemen) terhadap UUD Negara RI 1945. Dar perubahan tersebut, tampak bahwa domnas kekuasaan Presden semakn berkurang dan d lan phak menambah kekuasaan DPR sebaga lembaga legslatf. Hal tersebut dapat dlhat, antara

periode masa jabatan presiden dan wakil presiden dalam jabatan yang sama (perubahan Pasal 7), keharusan bag Presden untuk memperhatkan pertmbangan DPR dalam hal Presden mengangkat dan menerma duta, serta member amnest dan abols.

T

es

F

ormaTiF

2:

1) UUD atau Konsttus dperlukan oleh setap negara terutama untuk ….

A. membatas kekuasaan eksekutf dan legslatf yang mendomnas kekuasaan negara

B. sebagai rujukan dalam membuat undang-undang dan peraturan lainnya C. mengatur jalannya pemerintahan negara

D. mengantspas penympangan kekuasaan yang dlakukan oleh eksekutf 2) Berkut yang tidak termasuk cara untuk memperoleh konsttus atau UUD, yatu

A. oktro B. revolus

C. dibuat dengan sengaja D. perjanjian dan konvensi

3) D negara kta konvens memlk fungs yang pentng, yatu untuk ….

A. menggeser pasal tertentu dalam UUD Negara RI 1945 yang dnla sudah tdak relevan dengan tuntutan zaman

B. melengkap hukum yang berlaku d negara Indonesa

C. memudahkan pemerntah dalam menyelenggarakan pemerntahan negara

D. mengs kekosongan hukum selama tdak bertentangan dengan UUD Negara RI 1945

4) UUD Negara RI 1945 merupakan sumber hukum yang menempat kedudukan tertngg d negara Indonesa, yang berart ….

A. semua peraturan di bawah UUD Negara RI 1945 merupakan penjabaran dari UUD Negara RI 1945

B. semua peraturan d bawah UUD Negara RI 1945 harus berlandaskan dan bersumber pada UUD Negara RI 1945

C. UUD Negara RI 1945 merupakan norma dasar yang menjiwai Pancasila D. UUD Negara RI 1945 merupakan sumber dalam art materal dan formal 5) D lhat dar sfat-sfat konsttus, UUD Negara RI 1945 memlk sfat .…

A. tertulis dan fleksibel

B. tertuls tap sult mengkut perkembangan zaman

C. tertuls dan mudah mengkut perkembangan zaman, tap sult dubah D. tdak tertuls, tetap mudah mengkut perkembangan zaman

A. dbentuk oleh badan pembentuk negara (PPKI) B. mengandung asas kerohanan negara

C. memuat amanat perlunya jaminan Hak Asasi Manusia D. memuat asas poltk negara

7) Aturan yang termaktub dalam Pasal 33 dan 34 UUD Negara RI 1945 merupakan penjabaran dari pokok pikiran …..

A. pertama B. kedua C. ketga D. keempat

8) Dalam UUD Negara RI 1945 terkandung makna bahwa Presden tdak bertanggung jawab kepada DPR. Hal ini menunjukkan bahwa ….

A. negara Indonesa tdak menganut sstem pemerntahan parlementer B. kekuasaan tertngg d negara Indonesa ada d tangan Presden C. kedudukan DPR tergantung pada Presden

D. Presden memlk kekuasaan yang tdak dapat dkontrol oleh DPR

9) Pembukaan UUD Negara RI 1945 tdak dapat dubah oleh sapa pun termasuk MPR hasl pemlhan umum karena ….

A. Pembukaan UUD Negara RI 1945 dsahkan oleh badan pembentuk negara yang memlk semangat dan pengorbanan yang tngg.

B. Pembukaan UUD Negara RI 1945 memuat pokok-pokok pikiran yang dijelmakan dalam pasal-pasal UUD Negara RI 1945

C. mengubah Pembukaan UUD Negara RI 1945 berart tdak mengharga hasl perjuangan para pendiri negara RI

D. mengubah Pembukaan UUD Negara RI 1945 mempunya art membubarkan negara proklamas kemerdekaan 17 Agustus 1945.

10) Perubahan terhadap ketentuan Pasal 20 ayat 1 (hasl amendemen pertama terhadap UUD Negara RI 1945) memuat perubahan pentng bahwa .…

A. adanya Pembatasan masa jabatan Presiden dan wakil Presiden selama 2 periode B. pemegang kekuasaan membentuk undang-undang beralh dar DPR ke Presden C. pemegang kekuasaan membentuk undang-undang bergeser dar Presden ke

tangan DPR

D. Presden harus memperhatkan pertmbangan DPR dalam memberkan amnest dan abols

Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 2 yang terdapat di bagian akhir modul ini. Hitunglah jawaban yang benar. Kemudian, gunakan rumus berikut untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi Kegiatan Belajar 2.

Rumus:

Jumlah jawaban Anda yang benar

Tngkat penguasaan = --- x 100%

5

Makna dar tngkat penguasaan Anda adalah: 90% - 100% = Bak Sekal

80% - 89% = Bak

70% - 79% = Cukup

< 70% = Kurang

Apabla mencapa tngkat penguasaan 80% atau lebh, Anda dapat meneruskan dengan Kegiatan Belajar 3. Bagus! Jka mash d bawah 80%, Anda harus mengulang materi Kegiatan Belajar 2, terutama bagian yang belum dikuasai.

Kunci Jawaban Tes Formatif

Tes Formatif 1

1) B. Merumuskan dasar negara.

2) A. Pengucapan tata urutan sla-sla Pancasla. 3) C. Menunjukkan suatu urutan yang bertingkat. 4) C. Dapat mengaburkan hakkat Pancasla.

5) D. Sebaga dasar dalam menyelenggarakan pemerntahan negara. 6) A. Dasar negara.

7) D. Sebaga sumber hukum dasar nasonal.

8) D. Nla-nla Pancasla dtuangkan secara yurds dalam pasal-pasal UUD Negara RI 1945.

9) C. Sesua dengan kenyataan bangsa Indonesa dan bersfat unversal. 10) B. Nla kerohanan yang mengaku pentngnya nla-nla lannya. Tes Formatif 2

1) C. Mengatur jalannya pemerintahan negara. 2) D. Perjanjian dan konvensi.

3) D. Mengs kekosongan hukum selama tdak bertentangan dengan UUD Negara RI 1945.

4) B. Semua peraturan d bawah UUD Negara RI 1945 harus berlandaskan dan bersumber pada UUD Negara RI 1945.

5) A. Tertulis dan fleksibel.

6) C. Memuat amanat perlunya jaminan HAM. 7) B. Kedua.

8) A. Negara Indonesa tdak menganut sstem pemerntahan Parlementer.

9) D. Mengubah Pembukaan UUD Negara RI 1945 berart membubarkan negara proklamas.

DEMOKRASI DAN

Dalam dokumen KONSEP DASAR PKN (Halaman 120-131)