Penelit ian lapangan dilaku kan pada akhir bulan Nove mber 2010. Seca ra ad min istratif, lokasi de mplot Jabiren termasuk Keca matan Jabiren Raya, Kabupaten Pulang Pisau, Provinsi Ka limantan Tengah. Terletak pada koordinat 2o30’30” Lintang Selatan dan 114o
09’30” Bujur Timu r (Gambar 1). Lokasi penelitian dapat ditempuh dari Palangkaraya me la lui jalan utama (Palangka raya-Pulang Pisau) sampai di Desa Jabiren selama sekitar 1 ja m, ke mud ian dilanjutkan dengan menggunakan kendaraan air (ke lotok) me lalu i Sungai Jabiren sela ma 15 men it.
Ga mbar 1. Peta lokasi penelitian de mp lot Jabiren Ka limantan Tengah
Bahan-bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah : (a ) data digital citra landsat-7, path/row 118/ 62 a kuisisi bulan Agustus 2002, (b) peta rupabumi Indonesia
le mbar Pa langkaraya skala 1:250.000, (c) peta situasi hasil tracking GPS, (d) peta geologi Indonesia skala 1:000.000 (Supriatna dan Sutandi, 1994), (e) Peta agroklimat Ka limantan 1:3.000.000 (Olde man et al. 1980), dan (f) Peta kapling lahan kepe milikan petani.
Peralatan survei dan pemetaan tanah di lapangan adalah: (a) Bo r ga mbut tipe
Eijk elk amp, (b) Buku Munsell Soil Color Chart, (c) Buku Keys to Soil Taxonomy edisi
tahun 2010, (d) Ko mpas dan tambang plastik, (e) GPS (Geographic Positioning System), (f) pH-Truogh atau pH lakmus, (g) Meteran, kantong plastik contoh tanah d an label, dan (h) Ko mputer laptop dengan program Arc View/ GIS untuk analisis spasial/peta.
BAHAN DAN METODE
Lokasi de mplot Jabiren seluas 5,01 ha dilaku kan pengukuran batas -batasnya atau track ing di lapangan dengan alat GPS. Hasil pengukuran tersebut dient ry kedalam ko mputer untuk diolah menggunakan program Arc View/ GIS.
Pengamatan tanah dilakukan dengan sistem grid me la lui transek dengan menggunakan GPS untuk menentukan koordinat setiap titik pengamatan. Transek dibuat tegak lurus sungai dengan asumsi dapat diju mpai variasi ketebalan gambut dan sifat-sifat lainnya. Penga matan tanah dilakukan dengan cara pemboran tanah gambut sampai kedala man tanah minera l (substratum) dengan bor tipe Eijk elk amp. Jarak antara titik pengamatan dalam jalur transek adalah 25 m, sedangkan antar jalur transek 50 m, sehingga intensitas pengamatannya adalah satu titik untuk setiap 0,125 ha.
Para meter yang diamati adalah ciri-c iri morfo logi tanah gambut antara lain ketebalan, ke matangan, warna, sisipan tanah minera l, konsistensi, pH, muka a ir tanah, substratum, dan gejala la innya. Untuk substratum tanah minera l d ia mati warna, te kstur, konsistensi, pH, dan gejala ke mungkinan adanya bahan sulfidik. Se mua para meter tersebut dicatat dalam formu lir pengamatan untuk dientri ke dala m ko mputer. Cara pengamatan sifat-sifat morfologi tanah mengikuti pedo man yang tercantum dala m
Guideline for Soil Profile Description (FAO, 1990) dan Pedo man Pengamatan Tanah
(Ba la i Pene lit ian Tanah, 2004). Klasifikasi tanah ditetapkan menurut Keys to Soil
Taxonomy (Soil Survey Staff, 2010) sa mpai tingkat subgrup dan fase tanah. Penetapan
fase tanah mengikuti ca ra yang diuraikan oleh Hard jowigeno et al., (1996).
Setelah pengamatan tanah selesai seluruhnya dan sudah diketahui sebaran satuan -satuan tanah dan sifat-sifatnya, ma ka dilaku kan pemilihan titik-tit ik pengamatan sebagai pewakil untuk dia mb il contoh tanahnya me lalu i bor ga mbut. Contoh tanah diamb il untuk setiap horizon dari setiap titik pengamatan pewakil satuan tanah untuk analisis kimia. Sela in itu dila kukan pula pengambilan contoh untuk analisis sifat fisika (berat isi/BD dan kadar air) lapisan atas (0-20 cm) dan lapisan bawah (20-60 c m) berdasarkan tingkat ke matangan gambut dengan 2 kali u langan.
Sifat tanah Satuan
Nilai Sangat
rendah
Rendah Sedang Tinggi Sangat
tinggi C-organik % < 1,00 1,00-2,00 2,01-3,00 3,01-5,00 >5,0 N organik % < 0,10 0,10-0,20 0,21-0,50 0,51-0,75 >0,75 C/N - < 5 5-10 11-15 16-25 >25 P2O5 HCl 25% mg 100g-1 <15 15-20 21-40 41-60 >60 P2O5 Bray ppm <5 5-7 8-10 11-15 >15 P2O5 Olsen ppm <5 5-10 11-15 16-20 >20 K2O HCl 25% mg 100g-1 <10 10-20 21-40 41-60 >60 KT K tanah cmol(+)kg-1 <5 5-16 17-24 25-40 >40 Susunan kation: Ca2+ cmol(+)kg-1 <2 2-5 6-10 11-20 >20 Mg2+ cmol(+)kg-1 <0,4 0,4-1,0 1,1-2,0 2,1-8,0 >8,0 K+ cmol(+)kg-1 <0,1 0,1-0,3 0,4-0,5 0,6-1,0 >1,0 Na+ cmol(+)kg-1 <0,1 0,1-0,3 0,4-0,7 0,8-0,1 >1,0 Kejenuhan basa % <20 20-35 36-50 51-75 >75 Kejenuhan Aluminium % <5 5-20 21-30 31-60 >60 Cadangan mineral % <5 5-10 11-20 21-40 >40 Salinitas/DHL dS m-1 <1 1-2 2-3 3-4 >4
Persentase Na-dpt tukar/ESP % <2 2-5 5-10 10-15 >15
Kadar serat (tanah gambut) % - <17 17-75 >75 -
Kadar abu (tanah gambut) % - <5 5-10 >10 -
pH-H2O Sangat masam Masam Agk masam Netral Agak
alkalis
Alkalis
Nilai <4,5 4,5-5,5 5,6-6,5 6,6-7,5 7,6-8,5 >8,5
Analisis sifat fisika tanah meliputi penetapan BD (pada kondisi basah dan kering oven), kadar air, dan kadar serat. Analisis sifat kimia tanah meliputi penetapan kandungan bahan organik (C, N, dan C/N), pH tanah, kadar P2O5 dan K2O ekstraksi HCl 25%, kadar P2O5 tersedia ekstrak Bray 1, basa-basa dapat tukar (Ca, Mg, K, dan Na), kapasitas tukar kation (NH4oAc pH 7), kadar Al e ktra ksi 1 N KCl, kadar abu, kadar unsur hara mikro (Fe, Mn, Zn, Cu), kadar pirit/bahan sulfid ik, daya hantar listrik, dan salinitas. Prosedur analisis mengacu pada Petunjuk Tekn is Analisis Kimia Tanah, Air, Tana man dan Pupuk (Sulae man, Suparto dan Eviati, 2005). Data hasil pengamatan lapangan da n data hasil analisis contoh tanah diinterpretasi untuk penetapan sifat -sifat fisik-kimia dan klasifikasi tanah, serta penyusunan satuan peta tanah. Pengelompokkan sifat -sifat tanah mengikuti
Terms of Reference Survei Kapabilitas Tanah (Pusat Penelitian Tanah, 1982) dan Driessen
HASIL DAN PEMBAHASAN
Ke adan fisik lingkungan
Daerah penelit ian termasuk beriklim basah dengan curah hujan rata -rata tahunan 2.496 mm, dan rata-rata bulanan antara 85 mm (Agustus) sampai 318 mm (Desember). Menurut Schmidt dan Ferguson (1951) daerah ini termasuk tipe hujan A dan tipe iklim Koppen Afa. Menurut peta agroklimat Oldeman et al. (1980) daerah penelitian termasuk zona B1, yang dicirikan oleh jumlah bulan basah (>200 mm) berturut -turut 7-9 bulan, dan bulan kering (<100 mm) <2 bulan. Suhu udara rata-rata bulanan berkisar antara 26,3-27,3
oC dan kele mbaban udara re latif rata-rata bulanan berkisar antara 75-86%.
Daerah penelitian dila lui oleh Sungai Jabiren yang mengalir dari arah barat (daerah dome ga mbut) ke arah timu r dan bermuara ke Sungai Kahayan. Air sungai Jabiren berwarna coklat karena pengaruh rawa gambut, dan tinggi permu kaan air sungai sekitar 50 c m dan berfluktuasi tergantung permukaan a ir Sungai Kahayan yang dipengaruhi oleh pasang surut. Lokasi demplot sudah ditanami karet berumur 3 tahun dan telah dibuat parit-parit arah selatan-utara (tegak lurus sungai Jabiren) selebar 50 c m dan dala m 50 -75 cm yang berfungsi untuk mengatur ketinggian permukaan a ir tanah.
Secara ma kro, landform daerah penelitian me rupakan bagian dari ra wa bela kang (back swamp) dari Sungai Kahayan, dan berbatasan deng an landform dome gambut di sebelah barat. Dari lokasi de mplot ke arah sungai Kahayan ketebalan gambut menipis secara gradual dan beralih ke tanah mineral, sedangkan ke arah pedalaman (barat) ketebalan gambut meningkat. Sekuen landform dari Sungai Kahayan ke arah barat adalah: tanggul sungai-ra wa bela kang-transisi/pinggir dome -dome ga mbut.
Ga mbar 2. Lokasi de mplot berupa kebun karet (kiri) dan contoh tanah gambut diamb il dengan bor Eijke lka mp (kanan).
Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan dan didukung oleh data hasil analisis laboratoriu m, tanah-tanah gambut di lo kasi penelitian dapat diklasifikasikan menurut Keys
to Soil Taxonomy (Soil Su rvey Staff, 2010) dengan sifat-sifat berikut.
(a) Typic Haplohemists
Subgrup tanah ini me mpunyai tingkat ke matangan hemik dengan ketebalan antara 5 - 7 m. Lapisan di bawah ga mbut (substratum) berupa tanah minera l berte kstur liat berwarna kelabu. Warna tanah coklat gelap ke merahan sa mpai merah sangat kotor. Permukaan a ir tanah bervariasi pada kedala man antara 50 sampa i 90 c m. Rea ksi tanah sangat masam dan daya hantar listrik (DHL) rendah. Kandungan C organik sangat tinggi, kandungan P2O5 total dan K2O total u mu mnya rendah, dan P tersedia (Bray 1) sedang sampai tinggi. Kandungan basa-basa dapat ditukar (Ca, Mg, K dan Na) rendah, KTK-tanah sangat tinggi dan kejenuhan basa sangat rendah. Kadar Al ekstraksi KCl 1N tinggi. Kadar abu umu mnya rendah dan cenderung meningkat ke lap isan bawah mendekati tanah minera l, yang mencerminkan ga mbut miskin hara mineral.
(b) He mic Haplosaprists
Tanah me mpunyai tingkat ke matangan saprik. Terdapat lapisan/sisipan gambut hemik setebal > 25 c m pada kedala man antara 100-130 c m (diba wah surface tier). Ketebalan gambut antara 6-7 m dengan substratum tanah mineral berte kstur liat berwarna kelabu. Warna tanah merah sangat kotor sampai coklat gelap ke merahan. Permu kaan air tanah bervariasi antara 30-50 c m. Rea ksi tanah sangat masam dan DHL rendah. Kandungan C organik sangat tinggi, kandungan P2O5 total rendah, K2O total sedang, dan P-tersedia tinggi. Kandungan basa-basa rendah, KTK-tanah sangat tinggi dan kejenuhan basa sangat rendah. Kandungan Al ekstrak KCl 1N t inggi. Kadar abu rendah dan men ingkat ke lap isan bawah peralihan ke substratum.