BAB III. PENUTUP 3.1 Kesimpulan
BERHIAS (BERSIH, HIJAU, ASRI DAN SEHAT) Muhammad Rizal
BAB I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
Berdasarkan data BPS (Badan Pusat Statistik) tahun 2012, penduduk
Kotamadya Medan berjumlah
2.117.224 jiwa. Kota ini merupakan kota dengan jumlah penduduk terpadat di Provinsi Sumatera Utara. Angka kepadatan penduduk ini memiliki hubungan yang berbanding lurus dengan konsumsi pengguna kendaraan. Dimana jumlah pengguna kendaraan yang semakin meningkat setiap tahunnya menyebabkan jumlah asap buangan kendaraan yang mencemari udara kota semakin meningkat pula. Ditambah lagi dengan suhu udara Kota Medan maksimum mencapai 32,40C dan minimum 240C. (www.bps.org.uk/)
Keadaan ini menyebabkan kondisi kenyamanan lingkungan Kota Medan semakin memburuk dan diperparah lagi dengan suara klakson kendaraan yang menambah kebisingan di sepanjang jalan raya Kota Medan. Akibatnya, secara psikologis seseorang
akan merasa terganggu
kenyamanannya dalam beraktivitas. Hingga saat ini upaya penurunan asap buangan kendaraan, suhu udara yang ekstrim, serta tingkat kebisingan oleh pemerintah Kota Medan belum dapat dirasakan manfaatnya. Oleh
karena itu, aplikasi penggunaan SVG
(Smart Vertical Garden) di Kota
Medan perlu diimplementasikan. Mengingat manfaat dari SVG yang efektif dan efisien dalam mengatasi masalah tersebut.
1.2 Rumusan Masalah
Adapun yang menjadi rumusan masalah dalam tulisan ini yaitu:
1. Bagaimana pemilihan lokasi yang tepat untuk SVG di Kota Medan? 2. Bagaimana teknis dari implementasi
SVG mampu mengatasi masalah polusi udara, suhu udara yang ekstrim dan kebisingan di Kota Medan?
3. Bagaimana efektivitas dan efisiensi penggunaan SVG dalam mengatasi masalah tersebut?
1.3 Maksud dan Tujuan
Maksud dari karya tulis yang berjudul “Aplikasi SVG (Smart
Vertical Garden) Pada Dinding
Bangunan Bertingkat Sebagai Wujud Inovasi Medan Berhias (Bersih, Hijau, Asri dan Sehat)” adalah menerapkan SVG di daerah perkotaan Kota Medan. Tujuan penulisan karya ilmiah ini yaitu memberikan saran dan masukan kepada Pemerintah Kota Medan untuk mengimplementasikan SVG pada
dinding bangunan gedung Pemerintah Kota Medan, sebagai wujud inovasi Medan berhias .
1.4 Metode Penulisan
Karya Tulis Ilmiah ini ditulis menggunakan metode studi literatur dengan mengambil informasi dari sebahagian bahan bacaan di situs internet. Bahan tersebut diolah guna memperoleh informasi yang dapat menganalisis masalah dan memperoleh penyelesaiannya serta mendapatkan metode pengembangan di Kota Medan. 1.5 Kerangka Teoritis
Vertical garden atau tanaman
tegak atau green wall atau living wall atau bisa disebut juga taman dinding adalah tanaman dan elemen taman yang disusun sedemikian rupa dalam bidang yang tegak lurus atau mendekati tegak lurus sebagai taman dalam waktu yang relatif lama. (Selamet Budiarto, 2013).
Vertical garden menumbuhkan
tanaman tanpa menggunakan tanah sebagai media pertumbuhan, dengan keberhasilan menemukan sistem pertumbuhan tersebut menyebabkan berkurangnya beban yang harus ditopang pada sebuah dinding sehingga memudahkan dalam penataan desaign taman vertikal dalam skala dinding yang luas serta jalan keluar bagi pembuatan taman pada lokasi yang terbatas ketersedian lahannya.
Umumnya, vertical garden
banyak digunakan pada dinding- dinding rumah. Elemen-elemen keras
seperti dinding dan pagar dimanfaatkan sebagai tempat menyandarkan tanaman. Tanaman kemudian tidak saja menjadi elemen ruang terbuka hijau di lahan yang sempit, tetapi juga menjadi pengganti elemen pembentuk dinding, pagar, dan semacamnya. Beragam
finishing tembok pun dapat diganti
dengan tanaman hidup yang disusun sedemikian rupa hingga mnejadi bagian yang menyusun sebuah gedung. (Selamet Budiarto, 2013)
Dengan konsep vertical garden, ruang tanam/space bisa jauh lebih besar dibanding dengan taman konvensional, bahkan jumlah tanaman yang dapat ditanam bisa beberapa kali lipat jumlahnya, sehingga dapat menambah ruang hijau secara sangat signifikan.
SVG dapat diaplikasikan di berbagai bangunan (out door maupun
indoor), pagar, carport, serta dinding-
dinding pembatas lainnya, sehingga terlihat lebih indah dan tidak monoton berupa dinding yang keras, tapi lebih terkesan alami, bahkan dapat menyerupai lukisan yang sangat artistik. Beberapa tanaman yang sering digunakan yaitu adiantum (suplir), lili paris,paku tanduk, phytonia, bromelia, kadaka, tanduk menjangan, sirih gading, pakis boston dan lain-lain.
Gambar 1. Paku Tanduk (Sumber: Adi Permana,2014)
Adapun manfaat dari penggunaan
Smart Vertical Garden yaitu:
1. Meningkatkan suplai oksigen
Tanaman Smart Vertical Garden
mampu menghasilkan gas kaya akan oksigen sebagai upaya pemenuhan kebutuhan oksigen makhluk di sekitarnya.
2. Sebagai penyejuk
Smart vertical garden memiliki
kemampuan mengurangi radiasi sinar matahari dan mampu melembabkan suhu udara di sekitar tanaman sehingga dapat mengurangi suhu yang ekstrim dan udara akan terasa lebih sejuk.
3. Filter udara
Tanaman vertical garden mampu menyaring dan menyerap udara yang tercemar akibat asap kendaraan maupun debu-debu jalan
raya seperti
Aglaonema,dracena,ficus, sansevieria,
clorophytum,chamaedorea,spathiph yllum,philodendron,aloevera,
scindapsus, bephrolepis, musa dan anthurium.
4. Peredam kebisingan
Tanaman vertical garden juga mampu meredam kebisingan 68 dB sehingga dapat membuat suasana kondusif dan tidak terlalu ramai. 5. Menambah kesan artistik kota Keunikan dari berbagai jenis vegetasi
tanaman turut menambah nilai variasi tanaman sehingga akan tampak lebih indah dipandang mata dan memberikan kesan rileks bagi setiap orang yang melihatnya.
6. Tidak memerlukan lahan luas
Aplikasi ini dapat dilakukan dengan dinding seadanya tanpa harus menggunakan tanah dan tempat yang cukup luas.
1.6 Metode dan Media
Ada 2 macam jenis Smart
Vertical Garden yaitu green facades
dan living wall. Green facades
merupakan dinding yang ditumbuhi langsung oleh tanaman yang merambat pada dinding. Sedangkan living wall
yaitu dinding yang masih
membutuhkan media/tempat hidup tanaman seperti bata, pipa paralon, rak, panel, kantong, pot-pot kecil, kawat- kawat,dll yang disusun secara vertikal. Sementara media tumbuh sebagai pengganti tanah yang biasa digunakan yaitu cocopeat, sekam, pumice, perlite, rumput laut dan lain-lain.
Gambar 2. Panel system
Gambar 3. Contoh model Smart Vertical Garden
1.7 Cara Perawatan
Layaknya pada tumbuhan umumnya, dimana tanaman pada SVG juga membutuhkan cahaya matahari, air, pupuk, dan mineral lainnya untuk tetap tumbuh dan berkembang biak. Cahaya matahari yang dapat diserap langsung oleh tumbuhan sekitar 10.000 lux sehingga tanaman dapat tumbuh lebih baik. Jika SVG tidak terlalu tinggi atau sekitar 2,5 meter, maka penyiraman 2-5 liter/m2 dapat dilakukan secara manual dan sebaliknya, jika SVG terlalu tinggi maka sistem pengairan dapat dilakukan menggunakan sirkulasi irigasi otomatis. Pemberian pupuk juga dapat menggunakan penyemprot (sprayer) dengan menggunakan timer secara otomatis.
Perawatan dilakukan secara berkala dan intensif seperti penyemprotan pestisida dan herbisida terhadap hama dan gulma yang kemungkinan menyerang tanaman serta pembersihan pada daun-daun yang telah tua dan rusak.
BAB II. ISI DAN PEMBAHASAN