• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN

4.2.2.5 Berkembangnya Struktur Ekonomi

Struktur ekonomi disini dimaksudkan dengan timbulnya aktivitas perekonomian lain akibat adanya pembangunan tersebut, sehingga merupakan sumber-sumber pekerjaan baru yang dapat menyerap tenaga kerja yang lebih besar dari yang terserap adanya pembangunan, adapun lembaga ekonomi di Desa Darmasari meningkat seperti tabel 4.16 berikut ini:

Tabel 4.15

Lembaga Ekonomi di Desa Darmasari

NO Lembaga Ekonomi Jumlah/unit Jumlah

tenaga kerja

1. Industri makanan 1 10

2. Industri material bangunan 3 7

3. Rumah makan dan restoran 15 30

4. Took dan kios pakaian 2 4

6. Warung serba ada/ sembako 2 10

7. Perkebunan karet 21 42

8. Isi ulang air mineral 1 3

9. Group musik 1 8

10. Pengecer gas dan bahan bakar 36 36

11. Tukang kayu 3 10 10. bordir 10 15 11. Tukang cukur 1 3 12. Service elektronik 1 2 13. Gali sumur 3 - 14. Tukang pijat 3 - 15. Kontrakan Rumah 20 20 16. Mess 1 2 17. Home Stay 5 10 18. villa 3 6 JUMLAH 172 263

Sumber: Desa Darmasari, 2016

Berdasarkan tabel diatas dapat disimpulan bahwa struktur ekonomi masyarakat desa Darmasari sesudah adanya Pelabuhan PT Cemindo Gemilang itu meningkat seperti halnya rumah makan /restoran berjumlah 15 unit menyerap tenaga kerja 30 orang, toko kelontong berjumlah 40 unit menyerap tenaga kerja 45 orang, pengecer bahan bakar berjumlah 36 unit/36 orang, rumah kontrakan 20 unit/20 orang dan home stay 5 unit/ 10 orang. Seperti yang diungkapkan oleh I1-4 selaku Ketua Tani Desa Darmasari: “Semenjak adanya perusahaan banyak munculnya UMKM, kos kosan, warung makan

sekarang menjamur di mana-mana sampe subuh juga tetap buka”. ( wawancara dengan I1-4 pada tanggal 26 Maret 2018 di Kantor Desa Darmasari, Pukul 11.05 WIB). Berdasarkan wawancara dengan I1-4 bahwa, perkembangan struktur ekonomi secara keseluruhan meningkat di bandingkan dengan dulu, sekarang banyak di temui di pinggiran jalan para pelaku usaha kecil. Pernyataan senada juga di samapaikan oleh I1-5 selaku sekertaris Kolaqi Bayah: “Banyak yang jualan di pinggir jalan banyak kos kosan juga sekarang mau makan jam berapapun ada dulu tidak ada yang buka sampai larut malam jam 24.00”. ( wawancara dengan I1-5 pada tanggal 26 Maret 2018 di Kantor Kolaqi Bayah, Pukul 13.40 WIB). Berdasarkan wawancara dengan I1-5 bahwa, dengan adanya Pelabuhan PT Cemindo Gemilang menimbulkan pelaku-pelaku usaha kecil secara tidak langsung terkena dampak positifnya dan meningkatkan pendapatan warga. Pernyataan berberda di ungkapkan oleh I1-7 selaku ketua Ketua Perkumpulan Bayah: “Kebanyakan yang jualan itu orang luar kalau masyarakat lokal sendiri jarang yang jualan”. ( wawancara dengan I1-7 pada tanggal 11 April 2018 di kediaman bapak Dadan, Pukul 09.15 WIB). Berdasarkan wawancara dengan I1-7 bahwa, mayoritas yang berjualan di sekitar pelabuhan merupakan para pendatang bukan masyarakat lokal, mereka berdatangan dari Jawa, dari Labuan, dari daerah tetangga juga ada. Hal senada di sampaikan oleh I1-8 selaku ketua RT 008 Kp. Sawah : “Paling yang berjualan di pinggir jalan yaitu orang taringul, orang daerah luar, dan masyarakat lokal sih jarang yang jualan di pinggir jalan”. ( wawancara dengan

I1-8 pada tanggal 26 Maret 2018 di kediaman bapak Saptari, Pukul 09.15 WIB). Berdasarkan wawancara dengan I1-8 bahwa, masyarakat sekitar untuk saat ini tak berkembang masih seperti dahulu yang di untungkan para pendatang yang mengadu nasib di Desa Darmasari sebagai pekerja perusahaan atau pedagang kelontong dan untuk para petani tidak ada perubahan masih sama saja tidak berubah, adapun para nelayan diuntungkan selain melaut mereka bekerja sebagai tenaga kerja bongkar muat di pelabuhan PT Cemindo Gemilang Bayah. Selanjutnya oleh I1-6 selaku sekertaris Koperasi Nelayan Pantai Selatan: “Kalau nelayan begini aja tidak tau kalau bukan nelayan saya tidak tau menau”. ( wawancara dengan I1-6 pada tanggal 12 April 2018 di Kantor Koperasi Nelayan Pantai Selatan, Pukul 09.20 WIB). Berdasarkan wawancara dengan I1-6 bahwa, masyarakat nelayan tetap melaut sebagai poko mata pecaharian akan tetapi untuk saat ini setelah ada Pelabuhan sudah jarang ikan, ekonomi nelayanpun menurun, udah hampir dua minggu ini tidak melaut karena jarang ikan dan iklim tidak bagus. Hal senada disampaikan oleh I1-1 selaku nelayan Bayah :Kalau nelayanmah tetep saja begini saja Cuman mengandalakan hasil laut saja kalau yang dagang kebanyakan pendatang”. ( wawancara dengan I1-1 pada tanggal 12 April 2018 di kediaman bapak Maman, Pukul 09.20 WIB). Berdasarkan wawancara dengan I1-1 bahwa, akhir-akhir ini nelayan kesulitan mencari ikan jadi selama dua minggu menganggur saja di rumah tidak ada aktivitas lain, akan tetapi kalau yang mempunyai sawah mereka menggarap sawah. Selanjutnya oleh I1-2 selaku

nelayan Bayah: “Tidak ada yang berubah, untuk nelayan tetap kelaut soalnya turunan dari nenek moyang, jadi tidak bisa di tinggalin ngelaut Cuma sekarang udah dua minggu tidak ada ikan”. ( wawancara dengan I1-2 pada tanggal 12 April 2018 di kediaman bapak Imad, Pukul 13.20 WIB). Pada musim ini menjadi sangat sulit mencari ikan selain tidak ada sumber pendapatan lain mereka hanya menunggu cuaca bagus untuk melaut, walaupun ada pelabuhan tetap saja kalau mau bekerja di pelabuhan harus memakai orang dalam dan tidak semua nelayan bisa bekerja di tenaga kerja bongkar muat. Selanjutnya oleh I1-3 selaku pengusaha ikan: “Tidak ada begini saja soalnya nelayan tidak berubah paling ada nelayan kerja di pelabuhan. ( wawancara dengan I1-3 pada tanggal 26 Maret 2018 di kediaman bapak Mahdi, Pukul 09.20 WIB). Berdasarkan hasil wawancara dengan I1-3 bahwa sebagai pengusaha ikan tidak ada aktivitas perekonomian baru, usaha yang dilakoninya sekarang merupakan turun temurun, walaupun pemasukan ikan dari nelayan lokal berkurang maka mendatangkan dari daerah lain seperti Pelabuhan untuk memenuhi permintaan konsumen, walaupun nelayan ada yang bekerja di Pelabuhan tetap saja banyak yang berenti di karenakan sudah tiga bulan tidak gajian. Selanjutnya I2-3 selaku kasi Ekbang Kecamatan Bayah: “Banyak timbul dari mulai tahun 2014 banyak yang bikin kos kosan, kontrakan terus banyak warung makan juga, banyak penginapan itu yang bikin pendapan asli daerah meningkat akan tetapi mayoritas pedagang adalah para pendatang”. ( wawancara dengan I2-3 pada tanggal 26 Maret 2018 di

Kantor Kecamatan Bayah, Pukul 09.20 WIB). Berdasarkan hasil wawancara dengan I2-3 bahwa, semenjak berdirinya perusahaan banyak sumber mata percaharian warga sekitar mulai dari mendirikan kos-kosan, menjadi pedang kelontongan sehingga meningkatkan pemasukan pendapatan asli daerah, akan tetapi mayoritas yang menjadi pedagang adalah masyarakat pendatang. 4.2.2.6Peningkatan Pendapatan Masyarakat

Pada umumnya di negara berkembang adalah rendahnya pendapatan masyarakat, peningkatan pendapatan baik secara langsung atau tidak langsung dari pembangunan akan memberikan dampak yang berarti terhadap masyarakat sekitar. Banyak masyarakat yang mengalami penurunan pendapatan terutama masyarakat nelayan yang hasil tangkapnya semakin menurun, seperti tabel 4.17 di bawah ini:

Tabel. 4.16

Produksi ikan hasil tangkap di tpi bayah tahun 2017 selama tiga bulan

No Bulan Jumlah

Kapal

Jenis alat Tangkap Jumlah Produksi/Kg

1. Juli 30 Jaring rampus 828

2. Agustus 35 Jaring rampus 1153

3. September 38 Jaring rampus/Pancing 793

JUMLAH 2774

Sumber: TPI Bayah, 2017

Berdasarkan tabel di atas dapat di simpulkan bahwa produksi hasil tangkap ikan di TPI Bayah semakin menurun, dari jumlah perahu yang

terdaftar 138 perahu sekarang yang masih aktif 80 perahu akan tetapi yang sering melaut dan menyetor hasil tangkapan ikan sangat turun mejadi 38 perahu bahkan 30 perahu, banyak masyarakat beralih tangkap ikan ke jenis ikan Benur. Akan tetapi masih banyak masyarakat yang mengalami penurunan pendapatan seperti yang telah di paparkan oleh I1-1 selaku Nelayan Bayah: “Untuk nelayan sangat menurun sekali dan jarang ikan, soalnya sudah ada pelabuhan sekarang sumber mata pencaharian kita di ambil alih pelabuhan”.( wawancara dengan I1-1 pada tanggal 11 April 2018 di kediaman bapak Maman, Pukul 09.20 WIB). Berdasarkan hasil wawancara dengan I1-1 bahwa, pendapatan masyarakat nelayan sangat menurun di karenakan sumber mata pencaharian nelayan di ambil alih oleh Perusahaan PT Cemindo Gemilang Bayah, sehingga mempengaruhi daerah tangkapan ikan nelayan semakin menjauh dari bibir pantai, selanjutnya I1-2 mengatakan bahwa: “Untuk nelayan sangat menurun sekali, pokonya asal cukup buat makan sehari-hari saja”. ( wawancara dengan I1-2 pada tanggal 11 April 2018 di kediaman bapak Imad, Pukul 13.20 WIB). Berdasarkan hasil wawancara dengan I1-2 bahwa, sebelum ada pelabuhan masyarakat nelayan sangat bebas untuk melaut tidak perlu memerlukan jarak jauh, cukup di teluk Bayah saja yang sekarang menjadi pelabuhan, kalau untuk sekarang karena aktivitas kapal mengganggu dan limbah batubara kelaut membuat ikan semakin menjauh, selanjutnya oleh I1-3 selaku pengusaha ikan :

“Biasa aja tidak ada yang berubah, kalau nelayan turun soalnya dampak itu daerah tangkapan ikan sekarang sudah diambil alih oleh pelabuhan ya makin mengganggu aktifitas nelayan, suara mesin berisik jadi ikan pada kabur ngejauh dari bibir pantai”. ( wawancara dengan I1-3 pada tanggal 26 Maret 2018 di kediaman bapak Mahdi, Pukul 11.10 WIB).

Berdasarkan wawancara dengan I1-3 bahwa, sebagai pengusaha ikan lokal pendapatan sangat menurun, biasanya dulu nelayan setor ikan ke pengusaha banyak, akan tetapi sesudah ada pelabuhan semakin ke sini semakin sedikit sehingga pengusaha ikan harus mengeluarkan dana tambahan untuk mendatangkan ikan dari daerah luar seperti Pelabuhan dan Binuangeun, selanjutnya di sampaikan oleh I1-4 selaku Ketua Tani Desa Darmasari: “Sebagian saja dalam arti mereka yang bekerja di perusahaan sama yang menjadi pedagang itu otomatis meningkat”. ( wawancara dengan I1-4 pada tanggal 26 Maret 2018 di Desa Darmasari, Pukul 11.05 WIB). Berdasarkan hasil wawancara dengan I1-4 bahwa hanya beberapa orang saja yang ekonominya meningkat itupun masyarakat yang bekerja di perusahan PT Cemindo Gemilang Bayah dan masyarakat yang menjadi pedagang di sekitar perusahaan PT Cemindo Gemilang Bayah. Selanjutnya oleh I1-6 selaku Sekertaris Koperasi Nelayan Bayah:

“Biasa saja kalau kerja di situ banyak yang bayaranya telat kadang kadang tiga bulan nunggak banyak yang berenti juga, kalau nelayan bukan meningkat tapi malah menurun, waktu dulu enak banyak ikan, pendapatan sehari cukup buat makan anak istri tapi sekarang jarang ikan, ini juga harus ketengah lautan saja sehari paling dapet seratus ribu”. ( wawancara dengan I1-6 pada tanggal 12 April 2018 di Kantor Koperasi Nelayan Pantai Selatan, Pukul 09.20 WIB).

Berdasarkan hasil wawancara dengan I1-6 bahwa, banyak para nelayan yang bekerja di Pelabuhan PT Cemindo Gemilang Bayah akan tetapi ekonomi masyarakat sangat menurun di karenakan waktu gajian yang tertunda selama lima bulan, adapun nelayan sama saja menurun kalau lebih memilih nelayan menginingkan kembali sebelum adanya pelabuhan dikarenakan proses mencari ikan yang mudah dan jarak tempuh tidak jauh tapi kalau sekarang sehari hanya mendapatkan uang bersih Rp. 50.000 sekali melaut, itupun tidak setiap hari kelaut di karenakan melihat kondisi cuaca. Selanjutnya oleh I1-7 selaku Ketua Nelayan Bayah:

“Malahan menurut saya sangat menurun di bandingkan waktu dulu enakan waktu dulu masyarakat bebas melaut, daerah tangkapan ikan dekat dulumah, kalau sekarang sandaran kapal aja tidak ada soalnya sudah di ambil alih pelabuhan”. ( wawancara dengan I1-7 pada tanggal 11 April 2018 di kediaman Bapak Dadan, Pukul 09.15 WIB).

Berdasarkan wawancara dengan I1-7 bahwa, nelayan Desa Darmasari mengalami penurunan hasil tangkapan ikan tetapi tidak sepenuhnya dampak adanya pembangunan, di karenakan faktor cuaca juga yang buruk. Yang menjadi keluhan nelayan adalah tidak adanya sandaran khusus nelayan padahal sudah ada nota kesepakatan antara pelabuhan dan nelayan akan di buatkan sandaran khusus untuk nelayan, selama ini bantuan yang di terima berupa jaring itupun hanya sekali dan pembagianya tidak merata, ada juga bantuan sekali saja yaitu santunan anak yatim dan kesehatan gratis setahun sekali dan selama ini belum ada pemberdayaan untuk para nelayan sekitar.

Selanjutnya oleh I1-8 selaku Ketua RW 008 Kp Sawah: “Biasa aja kalau untuk nelayan dan masyarakat sekitar, itu juga meningkat untuk yang bekerja di pelabuhan tapi sekarang ini kendalanya jarang yang di bayar katanya telat bayaran ada juga yang keluar mengundurkan diri. ( wawancara dengan I1-8 pada tanggal 26 Maret 2018 di kediaman Bapak Saptari, Pukul 09.15 WIB). Berdasarkan wawancara dengan I1-8 Bahwa, untuk masyarakat sekitar dan petani tidak adanya peningkatan masih sama seperti dulu akan tetapi banyak masyarakat yang bekerja itu tidak di bayar tepat waktu, maka tidak sedikit masyarakat yang berenti. Selanjutnya oleh I2-2 selaku sekertaris Desa Darmasari: “Kalau di lihat secara umum ya jelas ada peningkatan tapi kalau secara data angka kita belum bisa tau seberapa peningkatanya”. ( wawancara dengan I2-2 pada tanggal 26 Maret 2018 di Kantor Desa Darmasari, Pukul 09.10 WIB). Berdasarkan wawancara dengan I2-3 adanya aktivitas perusahan menumbuhkan perekonomian warga sekitar seperti menjamurnya warung kelontong dan peningkatan UMKM sehingga menambah pendapatan masyarakat. Selanjutnya oleh I2-3 selaku Kasi Ekbang di Kecamatan Bayah:

“Biasa saja kalau orang Bayah asli dagang paling di pasar lama kalau yang dipinggiran yang rame itu kebanyakan pendatang dari Labuan, Jawa terus yang kerja di kolaki belum di bayar ada yang tiga bulan lima bulan jadi segini aja tidak ada yang berubah” ( wawancara dengan I2-2 pada tanggal 26 Maret 2018 di Kantor Kecamatan Bayah, Pukul 10.30 WIB).

Berdasarkan wawancara dengan I2-3 bahwa, peningkatan pendapatan masyarakat Bayah khususnya Desa Darmasari tidak adanya peningkatan yang

signifikan, akan tetapi yang di untungkungkan para pendatang yang berjualan di pinggiran jalan, sedangakan untuk masyarakat lokal mereka hanya berjualan di pasar lama .