• Tidak ada hasil yang ditemukan

Karangantu

Dijadwalkan Oktober 2009 Ditingkatkan 2. Pelabuhan Perikanan Pantai

Labuan Proses Pembentukan UPTD

3. Pangkalan Pendaratan Ikan

a. Cituis Persiapan Menjadi Pelabuhan Perikanan Pantai

b. Kronjo Persiapan Menjadi Pelabuhan Perikanan Pantai

c. Binuangeun Persiapan Menjadi Pelabuhan Perikanan Samudera

d. Bayah Persiapan Menjadi Pelabuhan Perikanan Pantai

Berdasarkan tabel diatas 1.1 yang bersumber dari RTRW Provinsi Banten tahun 2010-2030 dapat diketahui bahwa pengembangan terminal khusus untuk mendukung potensi industri, pariwisata, pertanian dan pertambangan di wilayah Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Serang, dan kawasan reklamasi Pantai Utara Teluk Naga Kabupaten Tangerang yang merupakan terminal khusus sebagai bagian dari pengembangan Terminal Pelabuhan Tanjung Periok (DKI Jakarta), dan Kabupaten Lebak di kecamatan Bayah merupakan terminal khusus PT Cemindo Gemilang Bayah sebagai upaya untuk memperlancar moda trasportasi produk semen Merah Putih pengiriman dalam dan luar negeri. Pelabuhan PT Cemindo Gemilang Bayah terletak di Desa Darmasari, Kecamatan Bayah Kabupaten Lebak, Banten. Pelabuhan ini berjarak 136 km ke ibu kota kabupaten dapat ditempuh via jalan Bayah-Malingping-Rangkasbitung dengan menggunakan mobil pribadi atau Bis Rudi. Pelaksanaan pekerjaan konstruksi pelabuhan melalui dua fase, fase pertama dilaksanakan 2013-2014 dan fase kedua dilaksanakan 2015-2016, adapun deskripsi pembangunan pelabuhan PT Cemindo Gemilang Bayah berdasarkan tabel 1.2 sebagai berikut:

Tabel 1.2

Deskripsi Kegiatan Pembangunan Pelabuhan Di Karang Taraje

NO

Rencana Kegiatan

Uraian Satuan Volume

2. Mobilitas Material Ritase 50

3. Reklamasi Luas (m3) 18000000

4. Pembangunan jalan akses Panjang (m) 2500

5.

Pembangunan Dermaga

Panjang (m) 277,5

Luas (m2) 7777,5

6. Pembangunan sarana pendudung

a. Parking area Luas (m2) 1000

b. Administration building Luas (m2) 300

c. Substation/ security Luas (m2) 25

Sumber: Amdal PT Cemindo Gemilang Tahun 2014

Berdasarkan tabel 1.2 dapat diketahui pada tahap konstruksi dilakukan penerimaan tenaga kerja lokal, khususnya dari wilayah desa-desa terdekat di sekitar lokasi, dan yang memenuhi persyaratan, akan diprioritaskan untuk bekerja. Sistem kerja untuk tenaga kerja konstruksi akan diatur sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan perencanaan kerja proyek, sehingga keselamatan tenaga kerja akan terjamin dan efisiensi pelaksanaan pekerjaan akan tercapai. Kesepakatan kerja dengan waktu tertentu sesuai dengan Keputusan Presiden No. 4 Tahun 1980 tentang wajib lapor lowongan kerja. Disamping itu, dalam proses penerimaan tenaga kerja akan dilibatkan juga pihak kecamatan, desa, serta tokoh masyarakat. Untuk tenaga kerja antar daerah yang berasal dari kota/kabupaten atau provinsi lain, dapat direkrut berdasarkan persyaratan-persyaratan khusus/tertentu dengan mengutamakan

tenaga kerja yang berpengalaman dan keterampilan khusus pada bidangnya. jumlah tenaga yang akan diserap sebanyak 300 orang dengan rincian pada tabel 1.3 sebagai berikut:

Tabel 1.3

Rincian dan Deskripsi Tenaga Kerja Konstruksi Pelabuhan NO Uraian Kegiatan Rincian Tenaga Kerja (Orang)

Ahli Terampil Kasar

1 Mobilitas Tenaga kerja Kostruksi 2 5 0

2 Mobilitas Alat Berat dan Material 2 15 25

3 Reklamasi 4 15 25

4 Pembangunan Jalan Akses 4 8 30

5 Pembangunan Pelabuhan Pase 1 2 15 25

6 Pembanguan Pelabuhan Pase 2 2 15 40

7 Pembangunan Breakwater 2 8 20

8 Pembangunan Sarana dan Prasarana 2 6 30

TOTAL 18 87 195

300 Sumber: Amdal PT Cemindo Gemilang Tahun 2014

Pekerjaan pembangunan pelabuhan di Karang Taraja meliputi kegiatan jetty, reklamasi, breakwater yang membutuhkan mobilitas kendaraan untuk pengangkutan bahan dan material serta peralatan proyek untuk konstruksi, instalasi, mekanikal, maupun untuk kebutuhan pembangunan prasarana dan sarana jenis kendaraan pengangkut adalah dump truck dengan mayoritas pekerjanya adalah tenaga kerja lokal yang lebih banyak menjadi buruh kasar sementara sisanya adalah buruh kontraktor dan buruh migran dari Cina . Dalam sehari bisa mengangkut klinker 10.000 ton jadi selama setahu bisa mencapai kurang lebih 3,6 juta ton pertahun.

Adanya pembangunan di suatu wilayah secara tidak langsung akan berpengaruh terhadap sosial ekonomi masyarakat sekitar terutama di Kecamatan Bayah, hakikat dari pembanguna adalah untuk mempercepat terwujudnya suatu negara maju dengan hasil pembangunan dan kesejahteraan yang dapat di nikmati secara merata oleh seluruh masyarakat. Masalah kependudukan yang ada di Indonesia adalah masalah kepadatan dan penyebaran tidak merata serta angkatan kerja dan penyedian lapangan pekerjaan. Pertambahan pengangguran terus bertambah karena angka angkatan kerja terus betambah pula. Masalah kependudukan banyak berpengaruh kepada hasil pembangunan seperti yang terjadi di Kecamatan Bayah mayoritas masyarakat lokal bekerja sebagai tenaga kerja bongkar muat di pelabuhan PT Cemindo Gemilang Bayah, faktor pendidikan dan sumber daya manusia sangat berpengaruh terhadap poteni dan posisi pekerjaan, rendahnya pendidikan akan menghasilkan produktivitas yang rendah pula, sehingga bidang pendidikan penduduk juga harus menjadi prioritas dalam pembangunan. Saat ini Indonesia mempunyai penduduk yang besar secara kuantitas akan tetapi rendah secara kualitas, sehingga alam yang melimpah karena kurang mampu untuk mengolahnya akhirnya tidak dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, justru yang terjadi di nikmati oleh negara lain. Masalah yang sering terjadi dalam dalam pembangunan yaitu ketidak siapan masyarakat untuk menjadi sumbyek pembangunan, yang terjadi justru sebaliknya, masyarakat masih menjadi objek pembangunan.

Peraturan mengenai masalah sosial ekonomi tercangkup dalam undang-undang No. 11 Tahun 2005 tentang Komvenan Internasional Tentang Hak-Hak Ekonomi, Sosial Dan Budaya. Dalam undang-undang ini mengakui hak setiap orang untuk menikmati kondisi-kondisi kerja yang adil dan menguntungkan serta menjamin setiap imbalan untuk semua pekerja upah yang adil dan imbalan sama tanpa perbedaan apapun, kehidupan yang layak bagi mereka, sesuai dengan ketentuan kovenan ini, diberikan kesempatan yang sama bagi setiap orang untuk dipromosikan ke tingkat yang lebih tinggi yang tepat, tanpa perimbangan-pertimbangan apapun selain senioritas dan kemampuan. Pada hakikatnya setiap kali berlangsung suatu pembangunan yang terjadi hubungan antar agen pembangunan (provider). Dengan masyarakat yang menjadi sasaran pembangunan sebagai penerima (recipient). Agen pembangunan dituntut untuk menyelesaikan program dan kebijakanya dengan kebutuhan masyarakat sasaran (target).

Keikutsertaan dalam pembangunan sebenanya tidak hanya terbatas pada tokoh masyarakat aja, akan tetapi seluruh individu dalam masyarakat harus ikut berpartisipasi dalam pembangunan. Terutama melalui usaha peningkatan kesejahteraan sosial ekonomi. Kesejahteraan sosial adalah sebuah sistem yang meliputi program dan pelayanan yang membantu orang agar dapat memenuhi kebutuhan sosial, ekonomi, pendidikan dan kesehatan yang sangat mendasar.

Berdasarkan hasil wawancara dengan masyarakat yang terkena dampak dari pembangunan pelabuhan PT Cemindo Gemilang Bayah bahwa bantuan untuk

pendidikan di berikan beasiswa untuk siswa yang berprestasi di sekolahnya , bantuan kesehatan pihak perusahaan bekerja sama dengan puskesmas Bayah yaitu dengan nama program bulan kesehatan Cemindo yang diadakan setiap bulan agustus rutin setahun sekali adapun kegiatanya adalah pengobatan gratis, penyuluhan, UKS, Program KB, Pemeriksaan lab sederhana, dan USG dll.

Dari hasil observasi yang dilakukan oleh peneliti pada September 2017, pembangunan Pelabuhan PT Cemindo Gemilang Bayah memberikan pengaruh pada aspek lingkungan sosial dan ekonomi masyarakat. Yang terjadi diantaranya penyerapan tenaga kerja bagi masyarakat lokal maupun masyarakat luar. Akan tetapi untuk masyarakat lokal Bayah tidak terserap secara maksimal karena di domisili oleh para pendatang yang memiliki kompetensi dan keahlian tertentu. Adapun rekapitulasi tenaga kerja bongkar muat di Pelabuhan PT Cemindo Gemilang Bayah berdasarkan tabel 1.4 sebagai berikut:

Tabel 1.4

Keterangan Jumlah TKBM Pelabuhan Khusus PT Cemindo Gemilang MANPOWER TKBM KOLAKI

NO DEVISI JUMLAH JUMLAH TOTAL

1 Handling 159 159 2 Checker 10 169 3 Wachtman 8 177 4 Helper 9 186 5 Logistik 3 189 6 Krk 1 190 7 Security 5 195 8 Pertambangan 1 196 9 Moring 4 200

10 Operator Forklift 6 206

11 Operator Crane 11 217

12 Operator Exca 6 223

13 Office+ (1) OB 13 236

Sumber: Koperasi Laut Kidul terhitung 31 Januari 2018

Berdasarkan tabel 1.4 rekapitulasi tenaga kerja Pelabuhan PT Cemindo Gemilang Bayah dapat diketahui bahwa jumlah tenaga kerja bongkar muat Handling yaitu 159 lebih banyak daripada yang lainya sedangkan, Checker 10 orang, Wachtman 8 orang, Helper 9 orang, Logistik 3 orang, kepala regu kerja 1 orang, Security 5 orang, Pertambangan 1 Orang, Moring 4 Orang, Operator Forklift 6 Orang, Operator Crane 11 orang , Operator Exca 6 orang, Office + (1) OB 13 Orang. Semua tenaga kerja bongkar muat itu dibawah naungan koperasi laut kidul yang di kepala oleh Eko Priyono, mayoritas yang bekerja di tenaga kerja bongkar muat adalah masyarakat lokal tercatat di koperasi laut kidul yang terlibat dalam kegiatan tenaga kerja bongkar muat di port PT Cemindi Gemilang Bayah yaitu dari nelayan sebanyak 91 orang, anak nelayan 53 orang, non nelayan 168, adapun tenaga kerja yang dari luar negeri yaitu dari India sebanyak 3 orang atas nama Ramesh, Raul prakasah, dan Arul. Adanya pelabuhan menarik minat pendatang untuk bermukim di Desa Darmasari, menurutnya ada peluang usaha atau bisnis sehingga adanya pertumbuhan ekonomi di sekitar pelabuhan PT Cemindo Gemilang Bayah, mayoritas yang berjualan di pinggira jalan merupakan para pendatang dari daerah tetangga seperti Labuan, Pelabuhan Ratu, selain itu semakin menjamur penginapan, rumah makan serta toko

kelontong, adapun ekonomi Desa Darmasari bisa di lihat pada tabel 1.5 sebagai berikut:

Tabel 1.5

Lembaga Ekonomi di Desa Darmasari

NO Lembaga Ekonomi Jumlah/unit Jumlah

tenaga kerja

1. Industri makanan 1 10

2. Industri material bangunan 3 7

3. Rumah makan dan restoran 15 30

4. Took dan kios pakaian 2 4

5. Toko Kelontong 40 45

6. Warung serba ada/ sembako 2 10

7. Perkebunan karet 21 42

8. Isi ulang air mineral 1 3

9. Group musik 1 8

10. Pengecer gas dan bahan bakar 36 36

11. Tukang kayu 3 10 10. bordir 10 15 11. Tukang cukur 1 3 12. Service elektronik 1 2 13. Gali sumur 3 - 14. Tukang pijat 3 - 15. Kontrakan Rumah 20 20 16. Mess 1 2 17. Home Stay 5 10 18. villa 3 6 JUMLAH 172 263

Sumber: Desa Darmasari, 2016

Berdasarkan tabel 1.4 dapat diketahui bahwa sumber ekonomi yang paling menonjol adalah toko kelontong sebanyak 40 unit kontrakan sebanyak 20 unit, rumah makan sebanyak 15 unit.

Adanya pembangunan pelabuhan mengakibatkan berbagai masalahan kesehatan seperti penyakit ISPA (Infeksi Saluran Nafas Akut) yang diduga akibat dari keluar masuk mobilitas kendaraan serta proses bongkar muat batubara yang menyebabkan debu hitam berterbangan tertiup angin. Setiap tahunya penderita penyakit ISPA mengalami peningkatan di lingkungan Pelabuhan seperti yang terlihat pada tabel 1.6 di bawah ini:

Tabel 1.6

Penyakit ISPA( Infeksi Saluran Nafas Akut) no Nama Penyakit Tahun 2010 Tahun 2011 Tahun 2012 Tahun 2013 Tahun 2014 Tahun 2015 Tahun 2016 Tahun 2017 1. ISPA 1392 3814 3450 3169 503 1778 2229 2908 Sumber: Puskesmas Bayah

Berdasarkan tabel 1.5 diatas dapat diketahui dari tahun 2014 sampai 2017 bahwa penderita ISPA mengalami peningkatan setiap tahunnya, proses bongkar muat batu bara yang tertiup angina laut dan sampai ke pemukiman warga seringkali mengakibatkan terganggunya saluran pernapasan (sumber: wawancara dengan ketua nelayan Bayah Dadan Hidayat pada tanggal 11 April pukul 09.00 di kediaman bapak Dadan). Tidak hanya masyarakat sekitar pelabuhan saja yang terganggu, aktifitas mobilitas kendaran mengakibatkan debu berterbangan sehingga menggangu pandangan pengendara motor yang melintasi pelabuhan PT Cemindo Gemilang Bayah, adapun dampak itu semua belum tentu sepenuhnya faktor dari aktifitas pelabuhan PT Cemindo Gemilang bayah.

Tidak hanya itu sumber pokok kebutuhan masyarakatpun sangat terganggu pasalnya aktifitas perusahaan PT Cemindo Gemilang mengakibatkan kerusakan lingkungan yang berimbas kepada keruhnya mata air dari pegunungan, sehingga warga sangat mengeluhkan hal tersebut, dari dulu kebutuhan air di cukupi dari sumber mata air pegunungan bisa dilihat mayoritas pengguna air di tabel 1.6 sebagai berikut:

Tabel 1.7

Cakupan Pemenuhan Kebutuhan Air Bersih di Desa Darmasari No Cakupan Pemenuhan Kebutuhan Air Bersih Jumlah (Keluarga)

1. Jumlah Keluaraga Menggunakan Sumur Gali 54 2. Jumlah Keluarga Menggunakan Mata Air 716

JUMLAH 770

Sumber: Desa Darmasari dalam angka, 2016

Berdasarkan tabel 1.6 diatas dapat diketahui mayoritas penduduk Desa Darmasari merupakan pengguna sumber mata air yaitu sebanyak 716 keluarga dan 54 keluarga menggunakan Sumur gali, dapat di simpulkan kebutuhan air yang paling banyak yaitu bersumber dari mata air, akan tetapi sumber mata air tersebut terganggu oleh aktifitas perusahaan terutama untuk kampung Ci Bayawak, sering terjadi perubahan warna menjadi keruh atau kecoklatan apalagi pada musim penghujan tiba.

Dengan adanya pelabuhan PT Cemindo Gemilang mengakibatkan perekonomian nelayan menurun, pasalnya nelayan sebelum adanya pelabuhan PT

Cemindo Gemilang Bayah biasanya aktivitas menangkap ikan tidak terganggu dan sumber ikanpun melimpah akan tetapi sekarang tempat mencari ikan nelayan beralih fungsi jadi pelabuhan PT Cemindo Gemilang Bayah dan aktivitas kapal tongkang sangat mengganggu nelayan melaut dan sangat terpaksa nelayan harus mencari sumber ikan ke tempat yang lain yang lebih jauh. Para nelayan biasanya mengeluarkan modal untuk melaut sebanyak Rp. 100.000,- tapi sekarang memerlukan biaya Rp. 200.000 dengan penghasilan bersih sehari Rp 50.000 dan sekarang sangat jarang ikan, terkadang sampai tiga atau empat hari tidak melaut, sekarang berubah derah tangkapan ikan (Fishing Ground) dulu sebelum adanya pelabuhan PT Cemindo Gemilang Bayah nelayan mencari ikan di dekat bibir pantai tapi sekarang nelayan harus memerlukan jarak lima atau belasan kilometer.

Pembangunan Pelabuhan sangat menjadi beban yang berat buat para nelayan karena pasalnya yang sekarang dijadikan pelabuhan merupakan tempat bersandarnya para perahu nelayan, sekarang para nelayan tidak mempunyai tambatan khusus, sebelum di dirikan pelabuhan ada perjanjian dengan pihak perusahaan PT Cemindo Gemilang Bayah berupa nota kesepakatan yaitu pada hari Rabu tanggal 15 Januari 2014 di tanda tangani diatas materai Rp 6000 oleh pihak PT Cemindo Gemilang Bayah dan nelayan Bayah bahwa akan di buatkan tambatan perahu khusus untuk nelayan yaitu letaknya sebelah barat dari pelabuhan PT Cemindo Gemilang Bayah, tapi nyatanya sampai sekarang tidak dibuatkan (Sumber: Hasil wawancara dengan angota persatuan nelayan Bayah).

Namun pada kenyataanya masih ada permasalahan yang terjadi yang sebenarnya tidak diharapkan dapat berkaitan terhadap masyarakat itu sendiri seperti hasil temuan peneliti berdasarkan observasi awal, adapun permasalahanya sebagai berikut:

Pertama, adalah masih kurangnya penyerapan tenaga kerja lokal oleh PT Cemindo Gemilang. Karena seperti yang telah diungkapkan oleh salah satu pekerja bongkar muat di pelabuhan PT Cemindo Gemilang pada hari minggu 12-12-2017, informan menyatakan bahwa mayoritas penduduk asli sekitar pelabuhan lebih banyak hanya menjadi tenaga kerja bongkar muat dan untuk yang kerja di bagian kantor sedikit sekali. Seperti yang diungkapkan oleh sekretaris Disnakertrans Kabupaten Lebak dalam wawancara dengan peneliti pada hari kamis 21-12-2017 pukul 14.30 WIB informan menyatakan untuk masalah tenaga kerja PT Cemindo berjumlah 751 yaitu pria 721 dan wanita 30 akan tetapi untuk tenaga kerja pelabuhan tidak ada daftar laporan ke Disnakertrans, untuk tenaga kerja pelabuhan di kelola oleh Koperasi Laut Kidul (KOLAKI).

Kedua, yaitu terganggunya kesehatan masyarakat akibat mobilitas kendaraan truk jenis tronton keluar masuk pelabuhan yang menyebabkan debu berterbangan, hal ini sesuai dengan hasil wawancara peneliti pada tanggal 28 Desember 2017 dengan ibu Junasih yang berprofesi sebagai pedagang menyatakan bahwa semenjak perusahan PT Cemindo Gemilang di dirikan semakin kesini kesehatan beliau semakain memburuk yang dirasakan yaitu sesak nafas dan sering batuk-batuk, waktu

sebelum ada PT Cemindo kesehatan beliau baik-baik saja tidak pernah separah ini, terkadang debu sampai masuk kerumah dan halaman rumahpun penuh dengan debu. Hal serupa juga diungkapkan oleh bapak Idi yang berfrofesi sebagai pedagang, yang menyatakan aktifitas keluar masuk kendaraan menyebabkan kerusakan jalan, debu yang berterbangan mengganggu pengendara motor yang melintasi kawasan pelabuhan, selain itu aktivitas bongkar muat batubara juga mengakibatkan debu hitam terbawa angin ke pemukiman warga.

Ketiga, Terganggunya sumber mata air oleh aktifitas perusahaan terutama untuk kampung Ci Bayawak, sering terjadi perubahan warna menjadi keruh atau kecoklatan apalagi pada musim penghujan, aktifitas perusahaan PT Cemindo Gemilang mengakibatkan kerusakan lingkungan yang berimbas kepada keruhnya mata air dari pegunungan, sehingga warga sangat mengeluhkan hal tersebut, karena menurut warga kalau bukan dari mata air, mereka bingung mendapatkan air dari mana, walaupun dialihkan ke PDAM mereka tidak bisa membayar untuk bulanan air, karena selama ini warga mendapatkan air gratis langsung dari mata air pegunungan, yang jauh lebih bersih.

Kempat, yaitu adanya perubahan fishing Ground Nelayan. Seperti yang diungkapkan oleh salah satu Nelayan Bayah pada hari minggu 12-12-2017 informan menyatakan keluar masuknya kapal besar mengganggu aktifitas masayarakat nelayan yang sedang melaut seperti halnya nelayan sedang memasang jaring untuk menangkap ikan begitu ada kapal besar mau tidak mau nelayan harus mengangkat

jaringnya untuk membiarkan kapal besar lewat, dulu nelayan menangkap ikan hanya memerlukan jarak lima kilometer sampe sepuluh kilometer akan tetapi semenjak adanya aktifitas dermaga sehingga adanya perubahan fishing ground, nelayan melaut memerlukan jarak lima belas kilometer sampai dengan dua puluh kilometer. nelayan memerlukan biaya tambahan untuk bahan bakar perahu, terkadang ikan yang didapat nelayan tidak mampu membayar harga solar untuk kapal.

Kelima, kurangnya fasilitas sandaran nelayan yang tidak memadai yang menyulitkan kapal untuk mendarat, apalagi sudah musim angin barat gelombang ombak sangat besar sehingga pernah menyebabkan terjadinya kecelakaan ketika hendak berlabuh ombak yang terlalu besar menghantam langsung kearah kapal, sehingga kapal langsung terguling dan menyebabkan luka seorang nelayan, selain itu belasan nelayan lainya menjadi korban sabetan tambang pengait kapal tongkang BG Titan 26 sampai terluka, padahal dulu udah ada perjanjian dengan nelayan akan di buatkan sandaran khusus nelayan. ( sumber: hasil wawancara dengan salah satu anggota Persatuan Nelayan Bayah ).

Berdasarkan masalah-masaah yang telah peneliti deskripsikan di atas, maka peneliti tertarik untuk mengaplikasikan dalam sebuah skripsi yang berjudul “Analisis Dampak Sosial Ekonomi Kebijakan Pembangunan Pelabuhan PT Cemindo Gemilang Terhadap Kehidupan Masyarakat Desa Darmasari Kecamatan Bayah Kabupaten Lebak-Banten”.

1.2 Indetifikasi Masalah

Berdasarkan Latar belakang tersebut, peneliti mengidentifikasikan beberapa masalah yang terdapat dalam lingkungan sekitar Pelabuhan PT Cemindo Gemilang Bayah, yaitu sebagai berikut:

1. Masih kurangnya penyerapan tenaga kerja lokal oleh PT Cemindo Gemilang secara maksimal.

2. Terganggunya kesehatan masyarakat akibat mobilitas kendaraan truk jenis tronton keluar masuk pelabuhan yang menyebabkan debu berterbangan. 3. Adanya perubahan daerah tangkapan ikan (fishing Ground) Nelayan. 4. Mata air sumber air minum mengalami kekeringan

5. Tidak adanya tambatan perahu khusus untuk nelayan. 1.3 Pembatasan Masalah

Berdasarkan terbatasnya kemampuan peneliti baik dari segi waktu, biaya, dan tenaga peneliti membatasi penelitian ini hanya pada :

“Bagaimana Dampak Sosial Ekonomi Kebijakan Pembangunan Pelabuhan PT Cemindo Gemilang Terhadap Kehidupan Masyarakat Desa Darmasari Kecamatan Bayah Kabupaten Lebak-Banten”.

1.4 Rumusan Masalah

Berdasarkan pembatasan masalah yang ada, peneliti merumuskan masalah yang akan diteliti yaitu: “Bagaimana Analisis Dampak Sosial Ekonomi Kebijakan Pembangunan Pelabuhan PT Cemindo Gemilang Tehadap Kehidupan Masyarakat Desa Darmasari Kecamatan Bayah Kabupaten Lebak-Banten?”

1.5 Tujuan Penelitian

Dari masalah penelitian yang telah dirumuskan, peneliti memiliki tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini yaitu :

“Untuk mengetahui bagaimana dampak Sosial Ekonomi Kebijakan Pembangunan Pelabuhan PT Cemindo Gemilang Terhadap Kehidupan Masyarakat Desa Darmasari Kecamatan Bayah Kabupaten Lebak-Banten”.

1.6 Manfaat Penelitian 1.6.1 Secara Teoritis

Manfaat yang diharapkan secara teoritis dari penelitian ini adalah untuk memberikan sumbangan pemikiran tentang dampak yang timbul oleh analisis dampak sosial ekonomi kebijakan pembangunan Pelabuhan PT Cemindo Gemilang Bayah Lebak-Banten dan mengembangkan teori yang di peroleh selama masa perkuliahan, materi yang berhubungan dengan manajemen publik serta administrasi pembangunan.

1.6.2 Secara Praktis.

Secara praktis penelitian ini diharapkan menjadi masukan bagi pimpinan Pengelolaan Pelabuhan Kh u s u s P T Ce min do Ge mila n g agar kelak permasalahan-permasalahan yang terjadi yang dikarenakan dampak yang dimunculkan tidak terulang lagi atau bahkan bertambah banyak.

Adapun beberapa manfaat lainnya dari penelitian ini adalah : 1. Manfaat bagi peneliti

a. Manfaat praktis bagi peneliti dapat mengetahui dampak sosial ekonomi pembangunan pelabuhan PT Cemindo Gemilang Bayah.

b. Sebagai bahan referensi bagi peneliti-peneliti lain yang tertarik pada objek yang sama.

c. Agar penulis lebih memahami betapa pentingnya posisi pembuat kebijakan publik bagi kenyamanan hidup masyarakat.

2. Manfaat bagi Instansi.

a. Dapat di jadikan masukan bagi instansi lain terkait masalah perumusan kebijakan yang dibuat dan berdampak terhadap sosial ekonomi masyarakat.

b. Untuk membantu memecahkan masalah terkait dampak pembangunan pelabuhan PT Cemindo Gemilang Bayah terhadap sosial ekonomi masyarakat.

1.7 Sistematika Penulisan

Adapun sistematika yang digunakan dalam penulisan laporan penelitian ini antara lain :

BAB 1 PEDAHULUAN

Bab ini terdiri dari Latar Belakang Masalah, Identifikasi Masalah, Rumusan Masalah, Pemabatasan Masalah, Tujuan Penelitian, Manfaat Penelitian, dan Sistematika Penulisan Laporan.