BAB IV HASIL PENELITIAN
4.2.2.4 Penyerapan Tenaga Kerja
Masalah pengangguran merupakan masalah umum di negara berkembang, adanya pembangun sebagai suatu solusi untuk mengurangi pengangguran masyarakat yang berada disekitar pembangunan, yang di tunjang dengan latar belakang pendidikan khusus untuk tenaga kerja, adanya pembangunan Pelabuhan PT Cemindo Gemilang Bayah di harapkan dapat menyerap tenaga kerja lokal terutama Desa Darmasari dan Kecamatan Bayah serta sekitarnya. Adapun rekapitulasi Tenaga Kerja Bongkar Muat yang Pelabuhan PT Cemindo tabel 4.15 sebagai berikut:
Tabel. 4.14
Daftar Tenaga Kerja Bongkar Muat Di Port PT Cemindo Gemilang Bayah
No Tenaga kerja Bongkar Muat (TKBM) di Port PT Cemindo Gemilang Bayah
Jumlah orang
2. Anak Nelayan 53
3. Non Nelayan 168
JUMLAH 312
Sumber: Kolaqi Bayah, 2018
Tabel diatas dapat disimpulkan bahwa tenaga kerja bongkar muat yaitu di prioritaskan untuk nelayan sebesar 91 orang dan anak nelayan sebesar 53 orang serta non nelayan sebesar 168 orang. Nelayan di prioritaskan karena atas dasar nota kesepakatan pada tanggal 15 januari 2014 antara pihak perusahaan dan nelayan sebelum di bangun pelabuhan PT Cemindo Gemilang Bayah. Bahwa masyarakat lokal mayoritas bekerja sebagai buruh kasar seperti hanling, checker, wachtman, helper, logistic, security, pertambangan, moring dan office boy, karena masyarakat lokal memiliki latar belakang pendidikan yang rendah sehingga mereka di tempatkan di buruh kasar. Akan tetapi semua itu tidak sebanding dengan kerja keras para tenaga kasar karena selama ini sering terlambat untuk gajian sekitar antara tiga bulan sampai lima bulan. Adapun yang diungkapkan oleh I1-1 selaku Nelayan Bayah: “Kurang soalnya telat gajihan banyak yang berenti sekitar seratus orang yang berenti dan di berentikan udah tiga bulan tidak ganjian mereka mau makan apa, kecuali yang ke kalaut masih mending ada pemasukan”. ( wawancara dengan I1-1 pada tanggal 11 April 2018 di Kediaman Bapak Maman, Pukul 09.20 WIB). berdasarkan hasil wawancara dengan I1-1 bahwa mayoritas masyarakat lokal adalah pekerja buruh kasar yang di kelola di bawah naungan Koperasi Laut
Qidul, dengan jam kerja 8 jam, dan yang menjadi tenaga kerja bongkar muat tidak melihat latar belakang pendidikan, yang penting anak nelayan atau nelayan dan mau bekerja keras. Akan tetapi sering terjadi keterlambatan dalam gajihan sehingga banyak anggota yang keluar. Pernyataan serupa diungkapkan oleh I1-2 selaku Nelayan Bayah: “Tenaga kerja orang bayah 70% jadi bongkar muat, mayoritas nelayan kalau di perusahaan Cemindo yang diatas jarang de kendala keahlian yang tidak mempuni”. ( wawancara dengan I1-2 pada tanggal 11 April 2018 di Kediaman Bapak Imad, Pukul 13.20 WIB).
Berdasarkan hasil wawancara dengan I1-2 bahwa latar belakang pendidikan menjadi kendala kareana untuk menjadi staff harus mempunyai latar belakang dalam bidang tertentu dan melalui tes yang di selenggarakan pihak perusahaan. Selanjutnya disampaikan oleh I1-3 selaku Pengusaha ikan: “ada aja nelayan yang kerja di pelabuhan tapi Cuman jadi buruh kasar saja”. (wawancara dengan I1-3 pada tanggal 26 Maret 2018 di Kediaman Bapak Mahdi, Pukul 11.10 WIB). Berdasarkan hasil wawancara dengan I1-2 bahwa mayoritas tenaga kerja di pelabuhan adalah para nelayan yang siang hari bekerja di pelabuhan malam hari pergi kelaut. Selanjutnya disampaikan oleh oleh I1-4 selaku Ketua Tani Desa Darmasari: “Banyak yang kerja di TKBM soalnya masalah pendidikan juga dan sumberdaya manusia kalau bekerja sebagai staf enggk mungkin, itu kana ada tes tertentu kalau di bongkar muat tidak ada tes yang penting mau bekerja”. (wawancara dengan I1-4 pada tanggal
26 Maret 2018 di Kantor Desa Darmasari ,Pukul 11.05 WIB). berdasarkan wawancara dengan I1-4 bahwa mayoritas masyarakat sekitar merupakan tenaga kerja bongkar muat di Pelabuhan PT Cemindo Gemilang Bayah, yaitu seperti office boy, Security,dan sekarang sudah ada yang menjadi operator alat berat ada pula yang di tempatkan di bagian staff tetapi sedikit, kebanyakan buruh kasar. Selanjutnya I1-6 juga mengatakan: “Kalau kita punya orang deket kita bisa kerja khususnya tkbm bahkan orang jauh pun bisa kerja kalau punya orang deket, tapi kalau tidak punya kenalan ya tidak kerja begini saja ngandelin hasil laut”. (wawancara dengan I1-6 pada tanggal 12 April 2018 di Kantor Koperasi Nelayan Pantai Selatan ,Pukul 09.20 WIB). berdasarkan wawancara dengan I1-6 bahwa, banyak juga pendatang dari luar daerah yang bekerja di tenaga kerja bongkar muat dan di PT Cemindo Gemilang Bayah karena ada kedekatan kerabat atau kenal sehingga bisa masuk bekerja di tenaga kerja bongkar muat. Selanjutnya oleh I1-7 selaku Ketua Nelayan Bayah: “Untuk masyarakat penyerapan tenaga kerja diutamakan nelayan karena hasil perjanjian berdasarkan nota kesepakatan mau tidak mau perusahaan harus ngikuti”. ( wawancara dengan I1-7 pada tanggal 11 April 2018 di Kediaman Bapak Dadan, Pukul 09.15 WIB). Berdasarkan waancara dengan I1-7 bahwa sudah hak nelayan bekerja di pelabuhan sebagai tenaga kerja bongkar muat karena hal tersebut sudah tertera dalam nota kesepakatan yang berbunyi” nelayan dan perusahaan sepakat untuk memberikan kesempatan yang sama kepada nelayan/ putra putri nelayan dalam perekrutan tenaga kerja. Baik di
proyek sesuai dengan petisi dan kesempatan yang ada. Selanjutnya oleh I1-8 selaku Ketua RT 008 Kp. Sawah:
“anak saya juga tidak bekerja itu tergantung rizki serta ingat dengan nasib. jadi tidak bisa menyalahkan kepada siapa-siapa, anak saya juga lulusan smk belum saatnya dapat kerja, soalna banyak orang sini kerja di pelabuhan ada nelayan ada anak nelayan jadi pekerja mereka selain kerja di pelabuhan ke laut juga”. .”(wawancara dengan I1-8 pada Hari Senin, 26 Maret 2018, kediaman bapak Saptari pukul 09.15 WIB) Berdasarkan wawancara dengan I1-8 bahwa, kalau masyarakat tidak bekerja semuanya di Pelabuhan maka itu belum ada kesempatan jadi jangan menyalahkan kepada PT Cemindo Gemilang Bayah, semua takdir dan rizki sudah ada yang mengatur. Selanjutnya oleh I2-2 selaku Sekertaris Desa Darmasari: “Saat ini tidak memungkiri tingkat pendidikan kita itu kalah dengan masyarakat luar, akan tetapi masyarakat kita sekarang hanya menjadi buruh karas, seperti tenaga kerja bongkar muat dan supir”. ( wawancara dengan I2-2 pada tanggal 26 Maret 2018 di Kantor Desa Darmasari, Pukul 09.10 WIB). Berdasarkan wawancara dengan I2-2 bahwa latar belakang pendidikan menjadi kendala, masih banyak yang tidak mempunyai mata pencaharian tetap di desa Darmasari yaitu sebanyak 243 orang. Selanjutnya I 2-3 selaku Kasi Ekbang Kecamatan Bayah:
“ Untuk penyerapan tenaga kerja mayoritas orang sini itu kerja buruh kasar, security, jadi office boy, kalau kerja selain buruh kasar jarang soalnya kendala sumber daya manusia, pabrik juga kan tidak mau rugi”. ( wawancara dengan I2-3 pada tanggal 26 Maret 2018 di Kantor Kecamatan Bayah, Pukul 10.30 WIB).
Berdasarkan wawancara dengan I2-3 bahwa sumber daya manusia di Kecamatan Bayah kalah saing dengan tenaga kerja ahli dari luar, karena di kecamatan Bayah masih jarang yang lulus perguruan tinggi jurusan Teknik dan di kecamatan Bayah mayoritas lulusan keguruan, karena perusahaan juga tidak mau rugi memasukan orang yang bukan ahli dalam bidangnya mau tidak mau masyarakat kita hanya menjadi tenaga kerja bongkar muat atau buruh kasar.