(1) Saya menyanyikan sebuah lagu. (2) Anak itu menangis.
(3) Anjing makan tulang. (4) Gagasannya meragukan. (5) Ia bangun lebih pagi.
La t iha n 7
1. Bacalah teks di bawah ini secara cermat!
Piranti Lunak Atasi Buta Huruf
Perusahaan PT Microsoft Indonesia, akhirnya memilih tim Aksara ITB yang mewakili Indonesia pada kompetisi teknologi dalam kategori desain perangkat lunak ke Korea Selatan Agustus mendatang. Pengumuman pemenang itu dilakukan di Jakarta, Senin (2/6).
Tim Aksara ITB terdiri dari Budiono, Riza Ramadhan, Mohammad Octamanullah, dan Desi Hadiati. Mentor mereka adalah Riza Satria Perdana, S.T., MT. Mereka adalah mahasiswa program studi informatika Institut Teknologi Bandung (ITB). Pada kompetisi itu, penyelenggara memberi tema lomba tentang teknologi yang membuat pendidikan lebih baik. Gagasan idealnya bahwa perangkat lunak itu akan melahirkan aplikasi yang berpotensi mengubah dunia. Karena itu, sang juara mesti mampu menggabungkan kreativitas dan keahlian dalam pengembangan piranti lunak.
Tim Aksara menawarkan perangkat lunak yang mampu mengatasi persoalan buta huruf di dunia. Dalam presentasi mereka, kondisi buta huruf di dunia hampir 870 juta orang. Di negara berkembang angka buta huruf sebanyak 15 juta orang. Di Indonesia, data dari Departemen Pendidikan Nasional, angka tidak bisa baca-tulis sekitar delapan persen dari 200 juta penduduk.
Doc. Penulis
Riza Ramadhan mengatakan, piranti yang mereka buat itu memberi jalan semua orang bisa belajar dengan mudah, tanpa guru. Piranti lunak tim ini bernama ABC. Idenya, piranti tersebut bisa dioperasikan pada komputer rumah atau mereka sebut ABC Desktop, dan ABC mobile.
ABC Desktop memberi peluang pelajaran baca, tulis, dan hitung pada satu momen bersama di kelas. Hal itu berguna pula jika di suatu daerah kekurangan guru. Salah satu metode belajar ABC adalah bagaimana membaca alfabet.
Programnya menunjukkan gambar huruf, kata, dan kalimat, di mana cara itu akan membantu pengguna mengenali dan mengingat bentuk huruf. Bentuk kata yang keluar dari program itu juga kata-kata yang sering diucapkan dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, benda-benda yang biasa pengguna lihat.
“Kita mulai program ini dari membaca dulu. Satu kelas dalam program ini isinya sebanyak 15 orang,” katanya saat dihubungi lewat telepon. Sementara itu, untuk metode berhitung, program ABC akan menampilkan gambar benda yang biasa ditemui lalu menampilkan pula operasi matematika, seperti menambah, mengurang, membagi, dan mengali. Dalam hal teknis pengajaran di dalam
kelas, diperlukan beberapa perangkat keras, seperti satu buah komputer, projektor, speaker, 15 penmouse atau digital izin komputer, dan 15 mikrofon.
Program tersebut tidak satu arah. Ilustrasinya, Riza buta huruf berusia 10 tahun dan pertama kali datang kelas ABC. Pelajaran pertamanya adalah membaca alfabet dimulai dari huruf “A”.
Program ABC akan menampilkan jenis-jenis bentuk huruf A dan membantu pengucapannya. Setelah itu ABC akan memilih peserta didik secara acak, dan menunjuk Riza. Lalu ia akan mengucapkan huruf A lewat mikrofon, dan ABC akan memberi respons terhadap apa yang diucapkan. ABC akan memilih anak lagi jika Riza sudah benar mengucapkannya.
Karena aplikasinya, mereka terpilih untuk terbang ke Korea. Nantinya program ini akan berkompetisi dengan lebih dari 65.000 mahasiswa dari sekitar 100 negara. “Tahun lalu, tim Indonesia gagal karena faktor cara interpretasi dan telat demo,” kata Zeddy Iskandar, Academic Developer Evangelist Develover & Platform, Microsoft Indonesia.
(Sumber: Pikiran Rakyat, 5 Juli 2007; 28)
Klausa Kalimat
Revi ew (Rangkum an)
Refl eksi Bagi Peser t a Di di k
1. Sudut penceritaan atau sudut pandang (point of view) adalah cara pengarang menampilkan para pelaku dalam cerita yang dipaparkannya. Secara garis besar sudut pandang dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu: (1) persona pertama (first person): gaya aku; dan (2) persona ketiga (gaya dia).
2. Drama merupakan suatu cerita/karangan yang dipertunjukkan dengan perbuatan atau percakapan di atas pentas/panggung. Drama disebut juga sandiwara. Drama mempunyai unsur-unsur pembangun, seperti rangka cerita (plot), penokohan (karakter/watak), diksi (pilihan kata, kebahasaan), tema, perlengkapan, dan nyanyian.
3. Dua hal yang harus diperhatikan untuk menceritakan kembali secara lisan prosa naratif/cerita (cerpen, novel, dongeng, dan lain-lain) yang pernah Anda dengar adalah (1) harus dapat melukiskannya
dengan peragaan dan mimik yang jelas semua tokoh-tokoh yang ada dalam cerita tersebut, dan (2) harus dapat melukiskan suasana yang terjadi dalam cerita tersebut sejelas mungkin.
4. Novel merupakan karangan prosa yang panjang, mengandung rangkaian cerita kehidupan seseorang dengan orang-orang di sekitarnya serta menonjolkan watak dan sifat setiap pelaku. Biasanya, cerita dalam novel dimulai dari peristiwa atau kejadian terpenting yang dialami oleh tokoh cerita, yang kelak mengubah nasib kehidupannya.
5. Paragraf eksposisi adalah paragraf yang memaparkan atau menerangkan suatu hal atau objek.
6. Klausa adalah konstruksi yang di dalamnya terdapat beberapa kata yang mengandung hubungan fungsional, yakni subjek, predikat, objek, dan keterangan.
Pada bab ini Anda belajar menulis cerita pendek, menelaah drama, mengidentifikasi unsure-unsur dalam pementasan drama, menceritakan kembali prosa naratif, mendiskusikan unsure-unsur intrinsik novel, menulis paragraf ekspositoris, dan mengidentifikasi klausa.
Apakah Anda sudah mampu menulis cerita pendek? Apakah Anda sudah mampu menelaah drama? Apakah Anda sudah mampu mengidentifikasi unsur-unsur dalam pementasan drama? Apakah Anda sudah mampu menceritakan kembali prosa naratif? Apakah Anda sudah mampu mendiskusikan unsur-unsur intrinsik novel? Apakah Anda sudah mampu menulis paragraf ekspositoris? Apakah Anda sudah mampu mengidentifikasi klausa?
A. Jawabl ah dengan tepat dan j el as!
1. Buatlah sebuah penggalan drama yang isinya menggambarkan konflik yang terjadi antara tokoh dalam drama!
2. Anak itu siswa SMA yang mendapat juara lomba mengarang. Sebutkanlah klausa bawahan dalam kalimat tersebut?
3. Pulang. Apakah yang dapat lebih menggelorakan hati dari pada mengalami pertemuan dengan keluarga kembali? Ibunya sayang, wajahnya yang bersih dan pandangannya yang menentramkan, rambutnya yang telah separo putih, matanya yang hitam sejuk itu, apa yang bisa terjadi selama tujuh tahun ini? Betapa pula wajah ayahnya yang telah tua itu, wajah yang berkerut-kerut dengan alis kelabu tebal, memayungi matanya yang kecil, dan telah bersembunyi, jauh ke dalam.
Pulang, Toha Muhtar
Unsur intrinsik apa yang menonjol dalam penggalan novel di atas? 4. Buatlah sebuah paragraf cerpen yang isinya lebih menonjolkan alur/
pengaluran?
5. Pelanggaran lalu lintas sering dilakukan. Pelanggaran itu contohnya menyeberang tidak di tempat yang sudah disediakan. Bus menghentikan mobil sekehendak hati sopir. Pengendara kendaraan bermotor sering ngebut. Pengendara juga banyak yang tidak memiliki SIM.
Apakah paragraf di atas merupakan paragraf eksposisi? Jelaskan dengan disertai alasannya!