Adapt asi [ perubahan iklim] : Penyesuaian dalam sist em alam at au manusia dalam menanggapi rangsangan iklim akt ual at au diharapkan at au ef ek mereka, yang moderat merugikan at au mengeksploit asi peluang mengunt ungkan. **
Analisis Risiko: Suat u met odologi unt uk menent ukan sif at dan besarnya risiko dengan menganalisis bahaya pot ensial dan mengevaluasi kondisi kerent anan yang ada dan dapat menyebabkan ancaman at au membahayakan orang, hart a benda, mat a pencarian, dan lingkungan t empat mereka bergant ung.
Ancaman bencana (1): (at au bahaya) sit uasi, kondisi, at au karakt erist ik biologis, geograf is, sosial, ekonomi, polit ik, budaya dan t eknologi suat u masyarakat di suat u wilayah unt uk j angka wakt u t ert ent u yang berpot ensi menimbulkan korban dan kerusakan. (hazard)
Ancaman bencana (2): Suat u kej adian at au perist iwa yang bisa menimbulkan bencana. *
Ancaman Hidromet eorologi: Proses at au f enomena alam at mosf er, hidrologi at au oseanograf i yang dapat menyebabkan hilangnya nyawa, cedera at au dampak kesehat an lainnya, kerusakan hart a benda, kehilangan mat a pencaharian dan j asa, gangguan sosial dan ekonomi, at au kerusakan lingkungan.
Ancaman at au bahaya hidromet eorologi t ermasuk siklon t ropis (j uga dikenal sebagai t opan [t yphoons] dan badai [hurricanes] ), badai pet ir [t hunderst orms] ,
hail st orms, angin t ornado, badai salj u [bl i zzards] , salj u berat [heavy snowf al l] , longsoran [aval ance] , gelombang badai pesisir, banj ir t ermasuk banj ir bandang, kekeringan, gelombang panas dan mant ra dingin. kondisi hidromet eorologi j uga dapat menj adi f akt or dalam bahaya lain sepert i t anah longsor, kebakaran wildland, wabah belalang, epidemi, dan dalam t ransport asi dan penyebaran
bahan beracun dan mat erial let usan gunung berapi.
Bencana (1): gangguan serius pada berf ungsinya suat u komunit as at au masyarakat , yang menyebabkan kerugi an manusia, mat eri, ekonomi at au lingkungan yang t ersebar luas, sert a melampaui kemampuan manusia at au penduduk t ersebut dalam mengat asinya dengan menggunakan sumber daya yang mereka miliki. Bencana merupakan sebuah f ungsi dari proses risi ko. Bencana merupakan hasil penggabungan dari bahaya, kondisi yang rent an, dan t idak cukupnya kapasi t as at au t i ndakan unt uk mengurangi pot ensi konsekuensi negat if dari risiko. (disast er). **
Bencana (2): Perist iwa at au rangkaian perist iwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan, baik oleh f akt or alam dan/ at au f akt or nonalam maupun f akt or manusia sehingga mengakibat kan t imbulnya korban j iwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian hart a benda, dan dampak psikologis*
Budaya aman: budaya dimana kesadaran risiko dan penerapan upaya-upaya at au langkah-langkah mengurangi risiko adalah bagian dari kehidupan sehari-hari. [ Perkumpulan Lingkar] (cul t ure of saf et y)
Evakuasi: Upaya yang dilakukan segera sebelum, saat dan at au set elah t erj adinya bencana unt uk penyelamat an penduduk yang t erancam dan at au t erkena bencana. *
Kampiun: Kampiun pengurangan risiko bencana adalah seseorang yang berpengaruh dan menaruh perhat ian pada pengurangan risiko bencana. Orang ini bersedia melakukan t indakan unt uk membuat pengurangan risiko bencana menj adi suat u priorit as. Seorang champion bisa merupakan pet ugas pemerint ahan yang dit unj uk, seorang prof esional dari berbagai bidang at au seorang akt ivis masyarakat . Inst it usi at au bahkan negara j uga bisa memegang peran sebagai Kampiun. * (champion)
Kapasitas (1): penguasaan sumberdaya, cara, dan kekuat an yang dimiliki masyarakat , yang memungkinkan mereka unt uk, mempersiapkan diri, mencegah, menj inakkan, menanggulangi, mempert ahankan diri sert a dengan cepat memulihkan diri dari akibat bencana (capaci t y).
Kapasitas (2): Kombinasi dari semua kekuat an, at ribut dan sumber daya yang t ersedia dalam sebuah komunit as, masyarakat at au organisasi yang dapat digunakan unt uk mengurangi t uj uan-t uj uan yang disepakat i.
Kapasit as dapat meliput i cara-cara prasarana dan f isik, inst it usio, kemampuan bert ahan masyarakat , sert a penget ahuan manusia, ket rampilan dan kemampuan kolekt if sepert i hubungan social, kepemimpinan dan manaj emen. Kapasit as j uga dapat dij elaskan sebagai kapabilit as. Pengkaj ian kapasit as merupakan sebuah ist ilah unt uk mengacu pada proses peninj auan t erhadap kapasit as sebuah kelompok dalam mewuj udkan t uj uan-t uj uan yang dikehendaki dan kesenj angan kapasit as diident if ikasi unt uk t indakan lebih j auh. **
Kapasitas bertahan: kemampuan orang, organisasi dan syst em dalam menggunakan ket rampilan dan sumber daya yang t erseda unt uk menghadapi dan mengelola kondisi-kondisi yang merugikan, keadaan darurat at au bencana.
Kapasit as unt uk bert ahan memerlukan kesadaran t erus menerus, sumber daya dan pengelolaan yang baik baik di wakt u-wakt u normal sert a selama krisis at au kondisi yang merugikan. Kapasit as bert ahan berperan dalam pengurangan risiko bencana. ** (Coping capaci t y)
Kerentanan: Karakt erist ik dan sit uasi sebuah masyarakat , syst em at au asset yang menj adikannya rawan t erhadap dampak-dampak merugikan yang dit imbulkan ancaman bahaya. ** (vul nerabil it y)
Kesiapsiagaan (1): serangkaian kegiat an yang dilakukan unt uk mengant isipasi bencana, melalui pengorganisasian langkah-langkah yang t epat guna dan berdaya guna. * (preparedness).
Kesiapsiagaan (2): Akt ivit as pra-bencana yang dilaksanakan dalam kont eks manaj emen risiko bencana dan berdasarkan analisa risiko yang baik. Hal ini mencakup pengembangan/ peningkat an keseluruhan st rat egi kesiapan, kebij akan, st rukt ur inst it usional, peringat an dan kemampuan meramalkan, sert a rencana yang menent ukan langkah-langkah yang dicocokkan unt uk membant u komunit as yang berisiko menyelamat kan hidup dan aset mereka dengan cara waspada t erhadap bencana dan melakukan t indakan yang t epat dalam mengat asi ancaman yang akan t erj adi at au bencana sebenarnya. [ UN OCHA]
Ketangguhan: Kapasit as sebuah sist em, komunit as at au masyarakat yang t erpapar ancaman bahaya unt uk beradapt asi dengan cara menolak, menyerap, mengakomodasi dan pulih dari dampak sebuah ancaman bahaya t epat pada wakt unya dan dengan ef isien, t ermasuk dengan memelihara dan memulihkan f ungsi-f ungsi dan st rukt ur-st rukt urnya yang paling mendasar. ** (resil ience)
Komunit as: unit organisasi sosial yang berbasis pada minat / kepent ingan yang sama (misal: komunit as akademis), daerah t empat t inggal/ residensial yang sama (rukun t et angga, rukun warga), at au wilayah hukum (desa, kelurahan, kecamat an, dsb). dalam pengert ian yang lain adalah kelompok masyarakat yang dapat mempunyai sat u at au dua kesamaan sepert i misalnya t inggal di lingkungan yang sama, t erpapar ke risiko bahaya yang serupa, at au sama-sama t elah t erkena dampak suat u bencana, yang pada akhirnyamempunyai masalah, kekawat iran dan harapan yang sama t ent ang risiko bencana.
Mitigasi: serangkaian upaya unt uk mengurangi risiko bencana, baik melalui pembangunan f isik maupun penyadaran dan peningkat an kemampuan menghadapi ancaman bencana. * (mi t igat ion).
Pemanasan bumi: meningkat nya konsent rasi GRK di at mosf er akibat akt ivit as manusia di berbagai belahan dunia, menyebabkan meningkat nya radiasi yang t erperangkap di at mosf er. Akibat nya, suhu rat a-rat a di seluruh permukaan bumi
meningkat .
GRK adalah CO2, CH4 dan N2O. Gas-gas ini dihasilkan t erut ama dari pembakaran bahan bakar f osil di sekt or energi, t ransport asi dan indust ri. Sement ara gas sepert i HFCs, PFCs dan SF6, yang dihasilkan t erut ama dari indust ri pendingin (f reon) dan penggunaan aerosol, "hanya" menyumbang kurang dari 1% t ot al emisi GRK. Walaupun hanya 1% t et api gas-gas t ersebut punya pot ensi pemanasan yang j auh lebih t inggi dibanding gas CO2, CH4 dan N2O; yang pada akhirnya j umlah yang diemisikan pun t ak beda dengan gas CO2, CH4 dan N2O.
Pembangunan berkelanj utan: Pembangunan yang memenuhi kebut uhan sekarang t anpa mengurangi kemampuan generasi mendat ang unt uk memenuhi kebut uhan mereka sendiri.
Pembangunan kapasitas: usaha-usaha unt uk mengembangkan keahlian manusia at au inf rast rukt ur kemasyarakat an didalam komunit as at au organisasi yang diperlukan unt uk mengurangi t ingkat risiko. Pembangunan-kapasit as j uga t ermasuk pengembangan kelembagaan, keuangan, polit ik dan sumber daya – sumber daya lain sepert i t eknologi pada t ingkat dan sekt or masyarakat yang berbeda-beda. (capacit y devel opment)
Pemulihan: serangkaian kegiat an unt uk mengembalikan kondisi masyarakat dan lingkungan hidup yang t erkena bencana dengan memf ungsikan kembali kelembagaan, prasarana, dan sarana dengan melakukan upaya rehabilit asi. * (recovery).
Penanggulangan Bencana: serangkaian upaya yang meliput i penet apan kebij akan pembangunan yang berisiko t imbulnya bencana, kegiat an pencegahan bencana, t anggap darurat , dan rehabilit asi. *
Pencegahan: Pencegahan bencana adalah serangkaian kegiat an yang dilakukan unt uk mengurangi at au menghilangkan risiko bencana, baik melalui pengurangan
ancaman bencana maupun kerent anan pihak yang t erancam bencana. * (prevent i on).
Pendidikan Pengurangan Risiko Bencana (1): Pendidikan unt uk Pengurangan risiko bencana. usaha sadar dan t erencana dalam proses pembelaj aran unt uk memberdayaan pesert a didik dalam upaya unt uk pengurangan risiko bencana dan membangun budaya aman sert a t angguh t erhadap bencana.
Pendidikan Pengurangan Risiko Bencana (2): Sebuah proses pembelaj aran bersama yang bersif at int erakt if di t engah masyarakat dan lembaga-lembaga yang ada. Cakupan pendidikan pengurangan risiko bencana lebih luas daripada pendidikan f ormal di sekolah dan universit as. Termasuk di dalamnya adalah pengakuan dan penggunaan kearif an t radisional dan penget ahuan lokal bagi perlindungan t erhadap bencana alam. [ UN-ISDR]
Pengarusut amaan PRB: proses dimana pert imbangan-pert imbangan pengurangan risiko bencana dikedepankan oleh organisasi/ individu yang t erlibat di dalam pengambilan keput usan dalam pembangunan ekonomi, f isik, polit ik, sosial- budaya suat u negara pada level nasional, wilayah daerah dan/ at au lokal; sert a proses-proses dimana pengurangan risiko bencana dipert imbangkan dalam pengambilan keput usan t ersebut . Proses memasukkan berbagai pert imbangan PRB ke dalam kerangka st rat egis j angka menengah dan st rukt ur-st rukt ur kelembagaan, ke dalam kebij akan dan st rat egi suat u daerah dan sekt or, j uga ke dalam perancangan proyek-proyek/ kegiat an-kegiat an di suat u lokasi (DRR mainst reaming).
Pengelolaan Risiko Bencana Berbasis Komunit as (disingkat PRBBK): pendekat an yang mendorong komunit as akar rumput dalam mengelola risiko bencana di t ingkat lokal. Upaya t ersebut memerlukan serangkaian upaya yang meliput i melakukan int erpret asi sendiri at as ancaman dan risiko bencana yang dihadapinya, melakukan priorit as penanganan/ pengurangan risiko bencana yang dihadapinya, mengurangi sert a memant au dan mengevaluasi kinerj anya sendiri dalam upaya
pengurangan bencana
Pengurangan risiko bencana (disingkat PRB) (1): konsep dan prakt ik mengurangi risiko bencana melalui upaya sist emat is unt uk menganalisa dan mengelola f akt or- f akt or penyebab dari bencana t ermasuk dengan dikuranginya paparan t erhadap ancaman, penurunan kerent anan manusia dan propert i, pengelolaan lahan dan lingkungan yang bij aksana, sert a meningkat kan kesiapsiagaan t erhadap kej adian yang merugikan (disast er risk reduct ion). **
Pengurangan risiko bencana (2): Serangkaian upaya penanggulangan bencana (pra, saat maupun paska bencana) yang menekankan pada pengurangan dampak bencana. *
Penyadart ahuan masyarakat: Proses-proses penginf ormasian masyarakat umum, peningkat an t ingkat kesadaranmengenai risiko dan bagaimana masyarakat dapat bert indak mengurangi eksposur mereka t erhadap bahaya. Hal inipent ing khususnya bagi para pej abat publik unt uk memenuhi t anggung j awab mereka menyelamat kan nyawa danpropert i pada saat t erj adi bencana. Kegiat an penyadaran publik menumbuhkan perubahan-perubahan perilaku yangmengarah ke budaya pengurangan risiko. Ini melibat kan inf ormasi masyarakat , sosialisasi, pendidikan, siaran-siaranradio at au t elevisi dan penggunaan media cet ak, j uga pendirian pusat -pusat inf ormasi dan j aringan dan aksi-aksi komunit as dan part isipasi. ** (publ ic awareness)
Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana: seluruh kegiat an yang meliput i aspek perencanaan dan penanggulangan bencana, pada sebelum, saat dan sesudah t erj adi bencana, mencakup t anggap darurat , pemulihan, pencegahan, mit igasi dan kesiapsiagaan (disast er management conduct).
Perencanaan Kontinj ensi: Suat u proses manaj emen yang menganalisis pot ensi kej adian t ert ent u at au sit uasi yang muncul, yang mungkin mengancam masyarakat at au lingkungan hidup; dan menet apkan pengat uran di muka unt uk
memungkinkan respon yang cepat , ef ekt if dan t epat t erhadap kej adian dan sit uasi t ersebut . ** (cont ingency pl anning)
Peringatan dini (1): serangkaian kegiat an pemberian peringat an sesegera mungkin kepada masyarakat t ent ang kemungkinan t erj adinya bencana pada suat u t empat oleh lembaga yang berwenang. *
Peringatan dini (2): Serangkain kapasit as yang diperlukan unt uk menghasilkan dan menyebarkan inf ormasi peringat an yang bermakna t epat pada wakt unya agar perorangan-perorangan, masyarakat , dan orgainasi-organisasi yang t erancam bahaya bisa bersiap dan bert indak secara semest inya dan dengan wakt u yang memadai unt uk mengurangi kemungkinan kerugian dan korban j iwa/ cedera (earl y warning).
Def inisi ini meliput i berbagai f act or yang diperlukan unt uk mewuj udkan t anggapan yang ef ekt if t erhadap peringat an. Sebuah sist em peringat an dini yang berpusat pada masyarakat mest i t erdiri dari empat elemen ut ama: penget ahuan t ent ang risiko, analasis dan peramalan t ent ang ancaman bahaya; komunikasi at au penyebaran peringat an dan pesan siaga; dan kemampuan set empat unt uk merespons pada peringat an yang dit erima. Ist ilah “ peringat an dini yang menyeluruh yait u dari uj ung ke uj ung” j uga digunakan unt uk menekankan bahwa sist em-sist em peringat an dini perlu menj angkau semua langkah mulai dari det eksi ancaman bahaya hingga respons masyarakat .**
Perubahan iklim: perist iwa meningkat nya suhu rat a-rat a permukaan bumi menyebabkan t erj adinya perubahan pada unsurunsur iklim lainnya, sepert i naiknya suhu air laut , meningkat nya penguapan di udara, sert a berubahnya pola curah huj an dan t ekanan udara yang pada akhirnya merubah pola iklim dunia.
Rawan bencana: kondisi at au karakt erist ik geologis, biologis, hidrologis, klimat ologis, geograf is, sosial, budaya, polit ik, ekonomi, dan t eknologi pada suat u wilayah unt uk j angka wakt u t ert ent u yang mengurangi kemampuan
mencegah, meredam, mencapai kesiapan, dan mengurangi kemampuan unt uk menanggapi dampak buruk bahaya t ert ent u. *
Rehabilitasi: perbaikan dan pemulihan semua aspek pelayanan publik at au masyarakat sampai t ingkat yang memadai pada wilayah pascabencana dengan sasaran ut ama unt uk normalisasi at au berj alannya secara waj ar semua aspek pemerint ahan dan kehidupan masyarakat pada wilayah pascabencana. * (rehabil i t at ion)
Rekonstruksi: adalah pembangunan kembali semua prasarana dan sarana, kelembagaan pada wilayah pascabencana, baik pada t ingkat pemerint ahan maupun masyarakat dengan sasaran ut ama t umbuh dan berkembangnya kegiat an perekonomian, sosial dan budaya, t egaknya hukum dan ket ert iban, dan bangkit nya peran sert a masyarakat dalam segala aspek kehidupan bermasyarakat pada wilayah pascabencana. * (reconst ruct ion)
Risiko Bencana: Pot ensi kerugian yang dit imbulkan akibat bencana pada suat u wilayah dan kurun wakt u t ert ent u yang dapat berupa kemat ian, luka, sakit , j iwa t erancam, hilangnya rasa aman, mengungsi, kerusakan at au kehilangan hart a, dan gangguan kegiat an masyarakat . * (di sast er risk)
Tanggap darurat: serangkaian kegiat an yang dilakukan dengan segera pada saat kej adian bencana unt uk menangani dampak buruk yang dit imbulkan, yang meliput i kegiat an penyelamat an dan evakuasi korban, hart a benda, pemenuhan kebut uhan dasar, perlindungan, pengurusan pengungsi, penyelamat an, sert a pemulihan prasarana dan sarana. * (emergency response)
Sumber : * UU No 24 t ahun 2007 t ent ang Penanggulangan Bencana ** UNISDR 2009