2
Dalam Kode Etik Profesi Akuntan Publik, bentuk tunggal akan ditafsirkan sebagai bentuk 3
jamak dan sebaliknya, dan istilah di bawah ini memiliki arti berikut:
4 5
Dalam daftar istilah ini, penjelasan dari istilah ditampilkan dalam huruf biasa; huruf miring 6
digunakan untuk penjelasan istilah-istilah yang dijelaskan yang memiliki arti spesifik pada 7
bagian tertentu dari Kode Etik atau untuk penjelasan tambahan dari istilah yang didefinisikan.
8
Referensi juga disediakan untuk istilah yang dijelaskan dalam Kode Etik.
9 10
➢ Ahli eksternal 11
Seorang individu (yang bukan merupakan rekan atau anggota staf profesional, termasuk 12
staf sementara, Kantor atau Jaringan Kantor) atau organisasi yang memiliki keahlian, 13
pengetahuan dan pengalaman di bidang lain selain akuntansi atau audit, yang bekerja 14
di bidang tersebut ditugaskan untuk membantu Anggota dalam memperoleh bukti yang 15
cukup dan tepat.
16 17
➢ Aktivitas profesional 18
Suatu aktivitas yang memerlukan keahlian akuntansi atau keahlian terkait lainnya yang 19
dikerjakan oleh Anggota, termasuk akuntansi, audit, pajak, konsultansi manajemen, dan 20
manajemen keuangan.
21 22
➢ Ancaman 23
Istilah ini dijelaskan dalam paragraf 120.6 A3 dan termasuk kategori berikut:
24
Kepentingan pribadi 120.6 A3 (a) 25
Telaah pribadi 120.6 A3 (b) 26
Advokasi 120.6 A3 (c)
27
Kedekatan 120.6 A3 (d)
28
Intimidasi 120.6 A3 (e)
29 30
➢ Anggota 31
Anggota adalah individu yang memenuhi persyaratan sebagai anggota IAPI dari waktu 32
ke waktu berdasarkan ketentuan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga IAPI 33
yakni: Akuntan Publik, pemegang CPA selain Akuntan Publik, dan Anggota lainnya 34
termasuk individu yang mempunyai register negara akuntan yang menjadi anggota IAPI.
35 36
➢ Anggota praktisi pendahulu 37
Anggota yang berpraktik melayani publik yang paling akhir melakukan suatu perikatan 38
audit atau memberikan jasa akuntansi, pajak, konsultansi, atau jasa profesional serupa 39
kepada klien, ketika saat ini Anggota yang bersangkutan tidak melakukan penugasan 40
untuk klien tersebut.
41 42
➢ Anggota senior yang bekerja di bisnis 43
Anggota senior yang bekerja di bisnis adalah Direktur, Komisaris, pejabat eksekutif, atau 44
karyawan senior yang mampu memberikan pengaruh signifikan atas, dan mengambil 45
keputusan terkait, perolehan, penyebaran, dan pengendalian atas organisasi karyawan, 46
keuangan, teknologi, sumberdaya berwujud, dan sumberdaya takberwujud. Istilah ini 47
dijelaskan dalam paragraf 260.11 A1.
48
xxvi
➢ Anggota yang berpraktik melayani publik 1
Anggota yang berpraktik melayani publik, terlepas dari klasifikasi fungsional (misalnya:
2
audit, pajak, atau konsultansi) di Kantornya yang memberikan jasa profesional. Istilah 3
“Anggota yang berpraktik melayani publik” juga digunakan untuk merujuk kepada 4
Kantornya.
5 6
➢ Anggota yang diusulkan 7
Anggota yang berpraktik melayani publik yang mempertimbangkan untuk menerima 8
penunjukan audit atau perikatan untuk memberikan jasa akuntansi, pajak, konsultansi, 9
atau jasa profesional serupa untuk klien prospektif (atau dalam beberapa kasus, klien 10
yang sudah ada).
11 12
➢ Anggota yang bekerja di bisnis 13
Anggota yang bekerja di bidang-bidang seperti perdagangan, industri, jasa, sektor 14
publik, pendidikan, sektor nirlaba, atau dalam asosiasi profesi atau regulator, yang 15
mungkin menjadi karyawan, karyawan tidak tetap, rekan, direktur (eksekutif atau non-16
eksekutif), pemilik-manajer atau sukarelawan.
17 18
➢ Anggota yang sedang memberikan jasa 19
Seorang Anggota yang berpraktik melayani publik yang mendapatkan penugasan audit 20
atau memberikan jasa akuntansi, pajak, konsultansi, atau jasa profesional serupa untuk 21
klien.
22 23
➢ Audit 24
Dalam Bagian 4A, istilah “audit” berlaku setara dengan “reviu”.
25 26
➢ Bujukan 27
Objek, situasi, atau tindakan yang digunakan untuk memengaruhi perilaku individu lain, 28
namun tidak dimaksudkan untuk memengaruhi perilaku individu tersebut secara tidak 29
patut.
30 31
Bujukan dapat berkisar dari tindakan kecil berupa keramahtamahan antara rekan bisnis 32
(untuk Anggota yang bekerja di bisnis), atau antara anggota dengan klien atau klien 33
prospektif (untuk Anggota yang berpraktik melayani publik) hingga tindakan yang 34
mengakibatkan ketidakpatuhan terhadap peraturan perundang-undangan. Bujukan 35
dapat berupa, misalnya (namun tidak terbatas pada):
36
• Hadiah.
37
• Keramahtamahan.
38
• Hiburan.
39
• Sumbangan politik atau sosial.
40
• Tawaran yang tidak pantas atas persahabatan dan loyalitas.
41
• Pemberian kerja atau kesempatan komersial lainnya.
42
• Perlakuan, hak, atau hak istimewa.
43 44 45 46 47
➢ Dapat (boleh) 1
Istilah tersebut digunakan dalam Kode Etik ini untuk menunjukkan izin dalam mengambil 2
tindakan pada keadaan tertentu, termasuk sebagai pengecualian untuk suatu 3
persyaratan. Ini tidak digunakan untuk menunjukkan kemungkinan.
4 5
➢ Direktur, Komisaris, atau pejabat eksekutif 6
Pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola suatu entitas, atau bertindak dalam 7
kapasitas yang setara, tanpa memandang jabatannya, yang mungkin berbeda dari 8
yurisdiksi ke yurisdiksi yang lain.
9 10
➢ Divisi atau cabang 11
Suatu bagian atau cabang dari Kantor yang dikelola berdasarkan area geografis atau 12
lini praktik.
13 14
➢ Entitas berelasi 15
Entitas yang memiliki hubungan berikut dengan klien:
16
(a) Suatu entitas yang memiliki pengendalian langsung atau tidak langsung atas klien 17
jika klien bersifat material untuk entitas tersebut;
18
(b) Suatu entitas dengan kepentingan keuangan langsung dalam klien jika entitas 19
tersebut memiliki pengaruh signifikan terhadap klien dan kepentingan klien 20
bersifat material bagi entitas tersebut;
21
(c) Suatu entitas yang dikendalikan secara langsung atau tidak langsung oleh klien;
22
(d) Suatu entitas yang klien, atau entitas berelasi dengan klien pada huruf (c) di atas, 23
mempunyai kepentingan keuangan langsung yang memberikan pengaruh 24
signifikan atas entitas tersebut dan kepentingan keuangan tersebut bersifat 25
material bagi klien dan entitas berelasinya pada huruf (c); dan 26
(e) Suatu entitas yang berada di bawah kendali bersama dengan klien (“sister entity”) 27
jika keduanya bersifat material bagi entitas yang mengendalikan keduanya.
28 29
➢ Entitas dengan akuntabilitas publik 30
Entitas dengan akuntabilitas publik, yaitu:
31
(a) Entitas yang terdaftar di pasar modal; atau 32
(b) Entitas yang:
33
(i) Ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan sebagai entitas dengan 34
akuntabilitas publik; atau 35
(ii) Disyaratkan oleh peraturan perundang-undangan untuk diaudit dengan 36
persyaratan independensi yang sama dengan entitas yang terdaftar di pasar 37
modal. Peraturan tersebut dapat ditetapkan oleh regulator yang berwenang, 38
termasuk regulator audit.
39
Entitas lain juga dapat dianggap sebagai entitas dengan akuntabilitas publik, 40
sebagaimana ditetapkan dalam paragraf 400.8.
41 42
➢ Entitas terdaftar di pasar modal 43
Suatu entitas yang saham atau surat utangnya terdaftar pada pasar modal atau 44
dipasarkan berdasarkan peraturan pasar modal atau badan lain yang setara.
45 46 47 48
xxviii
➢ Iklan 1
Komunikasi kepada publik tentang informasi mengenai jasa atau keahlian yang dimiliki 2
oleh Anggota yang berpraktik melayani publik dengan tujuan untuk mendapatkan bisnis 3
profesional.
4 5
➢ Imbalan kontinjen 6
Imbalan yang dihitung atas dasar yang telah ditentukan sebelumnya yang terkait 7
dengan hasil transaksi atau hasil dari jasa yang dilakukan oleh Kantor. Imbalan yang 8
ditetapkan oleh pengadilan atau otoritas publik lainnya bukan merupakan imbalan 9
kontinjen.
10 11
➢ Independensi 12
(a) Independensi dalam pemikiran - sikap mental pemikiran yang memungkinkan 13
untuk menyatakan suatu kesimpulan dengan tidak terpengaruh oleh tekanan yang 14
dapat mengompromikan pertimbangan profesional, sehingga memungkinkan 15
individu bertindak secara berintegritas serta menerapkan objektivitas dan 16
skeptisisme profesional.
17
(b) Independensi dalam penampilan - penghindaran fakta dan keadaan yang sangat 18
signifikan sehingga pihak ketiga yang rasional dan memiliki informasi yang cukup 19
dengan mempertimbangkan semua fakta dan keadaan tertentu, menyimpulkan 20
bahwa integritas, objektivitas, atau skeptisisme profesional dari suatu Kantor atau 21
personel dari tim audit atau tim asurans telah berkurang.
22
Sebagaimana ditetapkan dalam paragraf 400.5 dan 900.4, referensi kepada individu 23
atau Kantor Anggota yang “independen” berarti bahwa individu atau Kantor telah 24
mematuhi Bagian 4A dan 4B, sebagaimana berlaku.
25 26
➢ Informasi keuangan historis 27
Informasi yang dinyatakan dalam istilah keuangan terkait dengan suatu entitas, 28
terutama berasal dari sistem Akuntansi entitas tersebut, tentang peristiwa ekonomi yang 29
terjadi pada masa lalu atau mengenai keadaan atau keadaan ekonomi pada masa lalu.
30 31
➢ Jaringan 32
Suatu Struktur yang lebih besar:
33
(a) Bertujuan untuk saling bekerjasama; dan 34
(b) Ditujukan secara jelas untuk berbagi keuntungan atau biaya, berbagi kepemilikan 35
saham secara bersama, pengendalian atau pengelolaan, kebijakan dan prosedur 36
pengendalian mutu bersama, strategi bisnis secara bersama, penggunaan suatu 37
nama merk bersama, atau penggunaan suatu bagian signifikan atas sumber daya 38
profesional.
39 40
➢ Jaringan kantor 41
Suatu Kantor atau entitas yang memiliki jaringan atau tergabung dalam suatu jaringan.
42
Untuk informasi lebih lanjut, lihat paragraf 400.50 A1 hingga 400.54 A1.
43 44
➢ Jasa profesional 45
Aktivitas profesional yang dikerjakan untuk klien.
46 47 48
➢ Kantor 1
(a) Suatu Kantor dalam bentuk perseorangan, persekutuan perdata, atau firma;
2
(b) Suatu entitas yang mengendalikan pihak-pihak melalui kepemilikan, manajemen 3
atau cara lainnya; dan 4
(c) Suatu entitas yang dikendalikan oleh pihak-pihak tersebut, melalui kepemilikan, 5
manajemen, atau sarana lainnya.
6
Paragraf 400.4 dan 900.3 menjelaskan bagaimana kata “Kantor“ digunakan untuk 7
mengatasi tanggung jawab Anggota dan Kantor untuk mematuhi Bagian 4A dan 4B, 8
masing-masing.
9 10
➢ Keluarga dekat 11
Keluarga sedarah semenda 2 (dua) derajat.
12 13
➢ Keluarga inti 14
Suami, istri dan/atau tanggungan.
15 16
➢ Kepentingan keuangan 17
Suatu kepentingan dalam bentuk kepemilikan saham, atau instrumen ekuitas lainnya, 18
surat utang, pinjaman, atau instrumen utang lain dari suatu entitas, termasuk hak dan 19
kewajiban untuk memperoleh bunga dan derivatif yang terkait langsung dengan 20
kepentingan tersebut.
21 22
➢ Kepentingan keuangan langsung 23
(a) Dimiliki langsung oleh dan di bawah kendali individu atau entitas (termasuk yang 24
dikelola atas dasar diskresi pihak lain); atau 25
(b) Manfaatnya dimiliki melalui instrumen investasi kolektif, estate, trust atau 26
perantara lain yang dikendalikan atau yang keputusan investasinya dipengaruhi 27
oleh individu atau entitas tersebut.
28 29
➢ Kepentingan keuangan tidak langsung 30
Suatu kepentingan keuangan yang manfaatnya dimiliki melalui sarana investasi kolektif, 31
estate, trust atau perantara lainnya sehingga individu atau entitas tidak memiliki 32
pengendalian atau kemampuan untuk memengaruhi keputusan investasi.
33 34
➢ Kerangka kerja konseptual 35
Istilah ini dijelaskan dalam Bagian 120.
36 37
➢ Kerugian substansial 38
Istilah ini dijelaskan dalam paragraf 260.5-A3 dan 360.5-A3.
39 40
➢ Ketidakpatuhan terhadap peraturan perundang-undangan (Anggota yang 41
berpraktik melayani publik) 42
Ketidakpatuhan terhadap peraturan perundang-undangann (“ketidakpatuhan”) terdiri 43
dari tindakan kelalaian atau pelaksanaan, disengaja atau tidak disengaja, yang 44
bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku yang dilakukan 45
oleh pihak-pihak berikut:
46
(a) Klien;
47
(b) Pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola klien;
48
xxx (c) Manajemen klien; atau
1
(d) Pihak lain yang bekerja untuk atau di bawah arahan klien. Istilah ini dijelaskan 2
dalam paragraf 360.5-A1 3
4
➢ Ketidakpatuhan terhadap peraturan perundang-undangan (Anggota yang bekerja 5
di bisnis) 6
Ketidakpatuhan terhadap peraturan perundang-undangan (“ketidakpatuhan”) terdiri dari 7
tindakan kelalaian atau pelaksanaan, disengaja atau tidak disengaja, yang 8
bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku yang dilakukan 9
oleh pihak-pihak berikut:
10
(a) Organisasi yang mempekerjakan Anggota;
11
(b) Pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola organisasi tempatnya bekerja;
12
(c) Manajemen organisasi tempatnya bekerja; atau 13
(d) Pihak lain yang bekerja untuk atau di bawah arahan organisasi tempatnya bekerja.
14
Istilah ini dijelaskan dalam paragraf 260.5-A1.
15 16
➢ Klien asurans 17
Pihak yang bertanggung jawab yaitu orang yang:
18
(a) Bertanggung jawab atas hal pokok dalam perikatan pelaporan langsung; atau 19
(b) Bertanggung jawab terhadap informasi hal pokok dan mungkin bertanggung 20
jawab terhadap hal pokok dalam perikatan berbasis asersi.
21 22
➢ Klien audit 23
Entitas yang melakukan perikatan audit dengan Kantor. Ketika klien adalah entitas yang 24
terdaftar di pasar modal, maka pengertian klien audit termasuk entitas berelasinya.
25
Namun, ketika klien audit bukan entitas yang terdaftar di pasar modal, maka pengertian 26
klien audit termasuk entitas berelasinya yang dikendalikan secara langsung maupun 27
tidak langsung oleh Klien. (Lihat juga paragraf R400.20), Di Bagian 4A, istilah “klien 28
audit” berlaku sama untuk “klien reviu“.
29 30
➢ Klien reviu 31
Suatu entitas yang melakukan perikatan reviu dengan Kantor.
32 33
➢ Laporan audit 34
Dalam Bagian 4A, istilah “laporan audit” berlaku sama untuk “laporan reviu”.
35 36
➢ Laporan keuangan 37
Suatu penyajian yang terstruktur atas informasi keuangan historis, termasuk catatan 38
atas laporan keuangan, yang dimaksudkan untuk mengomunikasikan sumber daya 39
ekonomi atau kewajiban entitas pada suatu waktu atau perubahannya dalam jangka 40
waktu sesuai dengan kerangka pelaporan keuangan. Catatan atas laporan keuangan 41
umumnya terdiri atas ringkasan kebijakan akuntansi signifikan dan informasi penjelasan 42
lainnya. Istilah laporan keuangan dapat mengacu pada suatu laporan keuangan 43
lengkap, namun juga dapat merujuk kepada laporan keuangan tunggal, misalnya, 44
laporan posisi keuangan, atau suatu laporan laba rugi, dan catatan penjelasan terkait.
45 46 47 48
➢ Laporan keuangan bertujuan khusus 1
Laporan keuangan disusun sesuai dengan kerangka pelaporan keuangan yang 2
dirancang untuk memenuhi kebutuhan informasi keuangan pengguna tertentu.
3 4
➢ Laporan keuangan yang akan diberikan opini oleh Kantor 5
Dalam hal suatu entitas tunggal, laporan yang dimaksud adalah laporan keuangan 6
entitas tersebut. Dalam hal kelompok usaha, laporan yang dimaksud adalah laporan 7
keuangan konsolidasian.
8 9
➢ Level yang dapat diterima 10
Ketika Anggota menggunakan tes pihak ketiga yang rasional dan memiliki informasi 11
yang cukup sangat mungkin akan menyimpulkan bahwa Anggota mematuhi prinsip 12
dasar.
13 14
➢ Mungkin 15
Istilah tersebut digunakan dalam Kode etik ini untuk menunjukkan kemungkinan 16
masalah yang timbul, suatu peristiwa yang terjadi atau suatu tindakan yang akan 17
diambil. Istilah ini tidak mengaitkan level kemungkinan atau kemungkinan tertentu ketika 18
digunakan bersama dengan ancaman, karena evaluasi level ancaman bergantung pada 19
fakta dan keadaan dari hal tertentu, peristiwa atau tindakan.
20 21
➢ Penelaah yang tepat 22
Seorang profesional dengan pengetahuan, keahlian, pengalaman, dan kewenangan 23
untuk menelaah secara objektif, pekerjaan yang telah dilakukan atau jasa yang telah 24
diberikan yang relevan. Individu tersebut mungkin adalah seorang Anggota. Istilah ini 25
dijelaskan dalam paragraf 300.8 A4.
26 27
➢ Penelaahan pengendalian mutu perikatan 28
Suatu proses yang dirancang untuk memberikan evaluasi yang objektif, sebelum 29
laporan diterbitkan, tentang penilaian signifikan yang dilakukan oleh tim perikatan dan 30
kesimpulan yang dicapai dalam merumuskan laporan.
31 32
➢ Pengamanan 33
Pengamanan adalah tindakan, secara individu atau secara gabungan, yang diambil 34
Anggota secara efektif untuk mengurangi ancaman terhadap kepatuhan pada prinsip 35
dasar pada level yang dapat diterima. Istilah ini dijelaskan dalam paragraf 120.10-A2.
36 37
➢ Pengujian pihak ketiga yang rasional dan memiliki informasi yang memadai 38
Pengujian pihak ketiga yang rasional dan memiliki informasi yang memadai merupakan 39
hal yang dipertimbangkan oleh Anggota tentang apakah kesimpulan yang sama 40
kemungkinan akan dicapai oleh pihak lain. Pertimbangan tersebut dibuat dari perspektif 41
pihak ketiga yang rasional dan memiliki informasi yang memadai, yang berdasarkan 42
semua fakta dan keadaan yang relevan yang diketahui oleh Anggota, atau dapat 43
diharapkan untuk diketahui, pada saat kesimpulan dibuat. Pihak ketiga yang rasional 44
dan memiliki informasi yang memadai tidak perlu menjadi Anggota, tetapi memiliki 45
pengetahuan dan pengalaman yang relevan untuk memahami dan mengevaluasi 46
kelayakan kesimpulan Anggota secara tidak memihak. Istilah-istilah ini dijelaskan dalam 47
paragraf P120.5-A4.
48
xxxii
➢ Perikatan Asurans 1
Perikatan ketika Anggota yang berpraktik melayani publik menyatakan suatu 2
kesimpulan yang dirancang untuk meningkatkan tingkat kepercayaan dari pengguna 3
yang dituju selain pihak yang bertanggung jawab tentang hasil evaluasi atau 4
pengukuran hal pokok terhadap kriteria.
5 6
(Untuk panduan perikatan asurans, lihat Standar Profesional Akuntan Publik yang 7
berlaku) 8
9
➢ Perikatan asurans yang memenuhi persyaratan 10
Istilah ini dijelaskan dalam paragraf 990.2 untuk tujuan Bagian 990.
11 12
➢ Perikatan audit 13
Suatu perikatan asurans yang dilakukan oleh Anggota yang berpraktik melayani publik 14
pada suatu Kantor untuk menyatakan opini mengenai apakah laporan keuangan yang 15
disusun, dalam semua hal yang material (atau disajikan secara wajar, dalam semua hal 16
yang material), sesuai dengan kerangka pelaporan keuangan yang berlaku, perikatan 17
tersebut dilakukan berdasarkan Standar Audit. Hal ini mencakup audit berdasarkan 18
peraturan perundangan yang berlaku, yang disyaratkan oleh peraturan perundang-19
undangan atau peraturan lainnya. Di Bagian 4A, istilah “perikatan audit” berlaku sama 20
untuk “perikatan reviu”.
21 22
➢ Perikatan audit yang memenuhi persyaratan 23
Istilah ini dijelaskan dalam paragraf 800.2 untuk keperluan Bagian 800.
24 25
➢ Perikatan reviu 26
Suatu perikatan asurans, yang dilakukan oleh Anggota yang berpraktik melayani publik 27
pada suatu Kantor sesuai dengan Standar Perikatan Reviu untuk menyatakan suatu 28
kesimpulan, berdasarkan prosedur-prosedur yang tidak menyediakan bukti yang 29
diperlukan dalam suatu audit, apakah tidak ada hal-hal yang menjadi perhatian Anggota 30
tersebut yang menyebabkannya yakin bahwa Laporan Keuangan tidak disusun, dalam 31
semua hal yang material, sesuai dengan Kerangka Pelaporan Keuangan yang berlaku.
32 33
➢ Periode jeda 34
Istilah ini dijelaskan dalam paragraf P540.5 untuk tujuan paragraf P540.11 hingga 35
P540.19.
36 37
➢ Periode perikatan (Perikatan Asurans selain Perikatan Audit dan Perikatan Reviu) 38
Periode perikatan dimulai ketika tim asurans mulai melakukan jasa asurans sehubungan 39
dengan perikatan tertentu. Periode perikatan berakhir ketika laporan asurans 40
diterbitkan. Ketika perikatan bersifat berulang, maka periode perikatan berakhir ketika 41
terdapat pemberitahuan dari salah satu pihak bahwa hubungan profesional telah 42
berakhir atau laporan asurans diterbitkan.
43 44 45 46 47 48
➢ Periode perikatan (Perikatan Audit dan Perikatan Reviu) 1
Periode perikatan dimulai ketika tim audit mulai melakukan audit. Periode perikatan 2
berakhir ketika laporan audit diterbitkan. Ketika perikatan bersifat berulang, maka 3
periode perikatan berakhir ketika terdapat pemberitahuan dari salah satu pihak bahwa 4
hubungan profesional telah berakhir atau laporan audit diterbitkan.
5 6
➢ Periode waktu 7
Istilah ini dijelaskan dalam paragraf P540.5.
8 9
➢ Pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola 10
Pihak atau organisasi (misalnya, entitas wali amanat) dengan tanggung jawab untuk 11
mengawasi arah strategis entitas dan kewajiban yang terkait dengan akuntabilitas 12
entitas. Pengawasan tersebut termasuk pengawasan atas proses pelaporan keuangan.
13
Untuk beberapa entitas di beberapa yurisdiksi, pihak yang bertanggung jawab atas tata 14
kelola mungkin termasuk personel manajemen, misalnya, anggota eksekutif dewan tata 15
kelola dari entitas sektor swasta atau entitas sektor publik, atau pemilik perusahaan.
16 17
➢ Prinsip dasar 18
Istilah ini dijelaskan dalam paragraf 110.1 A1. Setiap prinsip dasar, pada gilirannya, 19
dijelaskan dalam paragraf berikut:
20
Integritas P111.1
21
Objektivitas P112.1
22
Kompetensi dan kehati-hatian profesional P113.1 23
Kerahasiaan P114.1
24
Perilaku profesional P115.1
25 26
➢ Rekan audit utama 27
Rekan perikatan, individu yang bertanggung jawab atas penelaahan pengendalian mutu 28
perikatan, dan rekan perikatan audit lainnya dala, tim perikatan, jika ada, yang membuat 29
keputusan atau pertimbangan penting atas permasalahan yang signifikan sehubungan 30
dengan audit atas laporan keuangan yang akan diberikan opini oleh Kantor. Bergantung 31
pada keadaan dan peran individu dalam audit, “rekan perikatan audit lain” dapat 32
mencakup, misalnya, rekan perikatan audit yang bertanggung jawab untuk entitas anak 33
atau divisi yang signifikan.
34 35
➢ Rekan perikatan 36
Rekan atau personel lain dalam Kantor yang bertanggung jawab atas perikatan, dan 37
pelaksanaannya, dan laporan yang diterbitkan atas nama Kantor, dan ketika 38
disyaratkan, memiliki kewenangan yang tepat dari entitas profesi, atau Regulator.
39 40
➢ Tim asurans 41
(a) Semua anggota tim perikatan untuk perikatan asurans;
42
(b) Semua anggota dalam suatu Kantor yang secara langsung dapat memengaruhi 43
hasil dari perikatan asurans, termasuk:
44
(i) Pihak yang merekomendasikan kompensasi yang diberikan kepada, atau 45
yang memberikan pengawasan langsung, manajemen atau pengawasan 46
lain terhadap rekan perikatan asurans sehubungan dengan pelaksanaan 47
perikatan asurans;
48
xxxiv
(ii) Pihak yang memberikan konsultansi mengenai isu spesifik terkait teknis 1
atau industri, transaksi atau peristiwa dalam perikatan asurans; dan 2
(iii) Pihak yang melakukan pengendalian mutu untuk perikatan asurans, 3
termasuk pihak yang menelaah pengendalian mutu perikatan dalam 4
(a) Semua anggota tim perikatan untuk perikatan audit;
8
(b) Semua pihak lain dalam Kantor yang dapat secara langsung memengaruhi hasil 9
dari perikatan audit, termasuk:
10
(i) Pihak yang merekomendasikan kompensasi yang diberikan kepada, atau 11
yang memberikan pengawasan langsung, manajemen atau pengawasan 12
lain terhadap rekan perikatan audit sehubungan dengan pelaksanaan 13
perikatan audit, termasuk pihak pada semua level manajemen senior yang 14
secara berturut-turut berada di atas rekan perikatan sampai rekan senior 15
atau pimpinan rekan (kepala eksekutif atau setara);
16
(ii) Pihak yang memberikan konsultansi mengenai isu spesifik terkait teknis 17
atau industri, transaksi atau peristiwa dalam perikatan audit; dan 18
(iii) Pihak yang melakukan pengendalian mutu terhadap perikatan, termasuk 19
pihak yang menelaah pengendalian mutu perikatan; dan 20
(c) Semua pihak dalam jaringan Kantor yang dapat memengaruhi hasil perikatan 21
audit. Di bagian 4A, istilah “tim audit” berlaku sama untuk “tim reviu”.
22 23
➢ Tim perikatan 24
Semua rekan dan staf yang melakukan perikatan, dan setiap individu yang dilibatkan 25
oleh Kantor atau jaringan Kantor yang melakukan prosedur asurans pada perikatan. Hal 26
ini tidak termasuk ahli eksternal yang dilibatkan oleh Kantor atau oleh jaringan Kantor.
27
Istilah “tim perikatan” juga mengecualikan individu dalam fungsi audit internal klien yang 28
memberikan bantuan langsung terhadap perikatan audit ketika auditor eksternal 29
mematuhi persyaratan SA 610 (Revisi 2013) tentang Penggunaan Pekerjaan Auditor 30
(a) Semua personel dalam tim perikatan untuk suatu perikatan reviu; dan 34
(b) Semua pihak lain dalam suatu Kantor yang secara langsung dapat memengaruhi 35
hasil dari perikatan reviu, termasuk:
36
(i) Pihak yang merekomendasikan kompensasi, yang diberikan kepada, atau 37
yang melakukan pengawasan langsung, manajemen atau pengawasan lain 38
dari rekan perikatan sehubungan dengan pelaksanaan perikatan reviu, 39
termasuk pihak pada semua level manajemen senior yang secara berturut-40
turut berada di atas rekan perikatan sampai dengan pemimpin rekan (kepala 41
eksekutif atau setara);
42
(ii) Pihak yang memberikan konsultansi terkait dengan permasalahan teknis 43
atau industri, transaksi atau peristiwa spesifik untuk perikatan reviu; dan 44
(iii) Pihak yang melakukan pengendalian mutu atas perikatan, termasuk pihak 45
yang melakukan penelaahan pengendalian mutu perikatan tersebut; dan 46
(iv) Semua pihak dalam jaringan Kantor yang dapat secara langsung 47
memengaruhi hasil dari perikatan reviu.
48
TANGGAL EFEKTIF