• Tidak ada hasil yang ditemukan

SUBSEKSI 113 - KOMPETENSI DAN KEHATI-HATIAN PROFESIONAL 1

Dalam dokumen K O D E E T I K PROFESI AKUNTAN PUBLIK (Halaman 43-47)

2

P113.1 Anggota harus patuh terhadap prinsip kompetensi dan kehati-hatian 3

profesional yang mensyaratkan Anggota untuk:

4

(a) Mencapai dan mempertahankan pengetahuan serta keahlian 5

profesional pada level yang disyaratkan untuk memastikan bahwa klien 6

atau organisasi tempatnya bekerja memperoleh jasa profesional yang 7

kompeten berdasarkan standar profesional dan standar teknis terkini 8

dan sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku; dan 9

(b) Bertindak sungguh-sungguh dan sesuai dengan standar profesional dan 10

standar teknis yang berlaku.

11 12

113.1-A1 Pemberian jasa kepada klien dan organisasi tempatnya bekerja dengan 13

kompetensi profesional mensyaratkan Anggota untuk menggunakan 14

pertimbangan yang baik dalam menerapkan pengetahuan dan keahlian 15

profesional ketika melakukan aktivitas profesional.

16 17

113.1-A2 Menjaga kompetensi profesional mensyaratkan suatu kesadaran yang 18

berkelanjutan dan pemahaman atas perkembangan teknis, profesional, serta 19

bisnis yang relevan. Pengembangan profesional berkelanjutan 20

memungkinkan Anggota untuk mengembangkan dan mempertahankan 21

kemampuan bekerja secara kompeten dalam lingkungan profesional.

22 23

113.1-A3 Kesungguhan mencakup tanggung jawab untuk bertindak sesuai dengan 24

persyaratan penugasan, secara hati-hati, cermat, dan tepat waktu.

25 26

P113.2 Dalam mematuhi prinsip kompetensi dan kehati-hatian profesional, Anggota 27

harus mengambil langkah-langkah yang memadai untuk memastikan bahwa 28

mereka yang bekerja profesional di bawah pengawasannya telah 29

memperoleh pelatihan dan supervisi yang tepat.

30 31

P113.3 Jika diperlukan, Anggota harus membuat klien, organisasi tempatnya bekerja, 32

atau pengguna lain atas jasa atau aktivitas profesional Anggota, untuk 33

menyadari keterbatasan yang melekat pada jasa atau aktivitas tersebut.

34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48

8 SUBSEKSI 114 - KERAHASIAAN

1 2

P114.1 Anggota harus mematuhi prinsip kerahasiaan, yang mensyaratkan Anggota 3

untuk menjaga kerahasiaan informasi yang diperoleh sebagai hasil dari 4

hubungan profesional dan bisnis. Anggota harus:

5

(a) Mewaspadai terhadap kemungkinan pengungkapan yang tidak 6

disengaja, termasuk dalam lingkungan sosial, dan khususnya kepada 7

rekan bisnis dekat, anggota keluarga inti, atau keluarga dekat;

8

(b) Menjaga kerahasiaan informasi di dalam Kantor atau organisasi 9

tempatnya bekerja;

10

(c) Menjaga kerahasiaan informasi yang diungkapkan oleh calon klien atau 11

organisasi tempatnya bekerja;

12

(d) Tidak mengungkapkan informasi rahasia yang diperoleh dari hubungan 13

profesional dan bisnis di luar Kantor atau organisasi tempatnya bekerja 14

tanpa kewenangan yang memadai dan spesifik, kecuali jika terdapat 15

hak atau kewajiban hukum atau profesional untuk mengungkapkannya;

16

(e) Tidak menggunakan informasi rahasia yang diperoleh dari hubungan 17

profesional dan hubungan bisnis untuk keuntungan pribadi atau pihak 18

ketiga;

19

(f) Tidak menggunakan atau mengungkapkan informasi rahasia apapun, 20

baik yang diperoleh atau diterima sebagai hasil dari hubungan 21

profesional atau bisnis maupun setelah hubungan tersebut berakhir;

22 23 dan

(g) Melakukan langkah-langkah yang memadai untuk memastikan bahwa 24

personel yang berada di bawah pengawasannya, serta individu yang 25

memberi advis dan bantuan profesional, untuk menghormati kewajiban 26

Anggota guna menjaga kerahasiaan informasi.

27 28

114.1-A1 Prinsip kerahasiaan merupakan bentuk perlindungan kepentingan publik 29

karena memfasilitasi aliran informasi yang bebas dari klien atau organisasi 30

tempatnya bekerja kepada Anggota dengan pemahaman bahwa informasi 31

tersebut tidak akan diungkapkan kepada pihak ketiga. Namun demikian, 32

berikut ini adalah keadaan ketika Anggota harus mengungkapkan atau 33

mungkin disyaratkan untuk mengungkapkan informasi rahasia atau ketika 34

pengungkapan tersebut mungkin layak diungkap:

35

(a) Pengungkapan disyaratkan oleh hukum, misalnya:

36

(i) Pembuatan dokumen atau ketentuan lainnya atas bukti dalam 37

proses hukum; atau 38

(ii) Pengungkapan kepada otoritas publik yang berwenang atas 39

terjadinya indikasi pelanggaran hukum;

40

(b) Pengungkapan diizinkan oleh hukum dan diperkenankan oleh klien atau 41

organisasi tempatnya bekerja; dan 42

(c) Terdapat kewajiban atau hak profesional untuk mengungkapkan, jika 43

tidak dilarang oleh hukum:

44

(i) Untuk mematuhi penelaahan mutu oleh asosiasi profesi;

45

(ii) Untuk merespons pertanyaan atau investigasi oleh asosiasi 46

profesi atau badan regulator;

47

(iii) Untuk melindungi kepentingan profesional Anggota dalam proses 1

hukum; atau 2

(iv) Untuk mematuhi standar profesional dan standar teknis, termasuk 3

persyaratan etika.

4 5

114.1-A2 Dalam memutuskan untuk mengungkapkan atau tidak mengungkapkan 6

informasi rahasia, Anggota mempertimbangkan keadaan yang relevan 7

termasuk:

8

• Apakah kepentingan semua pihak dirugikan, termasuk pihak ketiga 9

yang kepentingannya terpengaruh, jika klien atau organisasi tempatnya 10

bekerja menyetujui pengungkapan informasi tersebut.

11

• Apakah semua informasi yang relevan diketahui dan didukung bukti 12

yang kuat, sepanjang praktis. Faktor-faktor yang memengaruhi 13

keputusan untuk mengungkapkan meliputi:

14

o Fakta tidak didukung bukti yang kuat.

15

o Informasi yang tidak lengkap.

16

o Kesimpulan yang tidak didukung bukti yang kuat.

17

• Komunikasi yang digunakan dan pihak yang dituju dalam komunikasi 18

tersebut.

19

• Apakah pihak-pihak yang dituju dalam komunikasi tersebut merupakan 20

penerima yang tepat.

21 22

P114.2 Anggota harus terus mematuhi prinsip kerahasiaan bahkan setelah 23

berakhirnya hubungan antara Anggota dan klien atau organisasi tempatnya 24

bekerja. Ketika berganti pekerjaan atau memperoleh klien baru, Anggota 25

berhak menggunakan pengalaman sebelumnya, tetapi tidak diperkenankan 26

menggunakan atau mengungkapkan informasi rahasia yang diperoleh atau 27

diterima sebagai hasil dari hubungan profesional atau bisnis.

28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47

10 SUBSEKSI 115 - PERILAKU PROFESIONAL 1

2

P115.1 Anggota harus mematuhi prinsip perilaku profesional, yang mensyaratkan 3

Anggota untuk mematuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku dan 4

menghindari perilaku apapun yang diketahui atau seharusnya diketahui yang 5

dapat mendiskreditkan profesi. Anggota tidak boleh terlibat dalam bisnis, 6

pekerjaan, atau aktivitas apapun yang diketahui merusak atau mungkin 7

merusak integritas, objektivitas, atau reputasi baik dari profesi, dan hasilnya 8

tidak sesuai dengan prinsip dasar etika.

9 10

115.1-A1 Perilaku yang mungkin mendiskreditkan profesi termasuk perilaku yang 11

menurut pihak ketiga yang rasional dan memiliki informasi yang memadai, 12

sangat mungkin akan menyimpulkan bahwa perilaku tersebut mengakibatkan 13

pengaruh negatif terhadap reputasi baik profesi.

14 15

P115.2 Ketika melakukan aktivitas pemasaran atau promosi, Anggota dilarang 16

mencemarkan nama baik profesi. Anggota harus bersikap jujur dan 17

mengatakan yang sebenarnya, serta tidak:

18

(a) Membuat pernyataan yang berlebihan mengenai jasa profesional yang 19

dapat diberikan, kualifikasi yang dimiliki, atau pengalaman yang telah 20

diperoleh; atau 21

(b) Membuat pernyataan yang merendahkan atau melakukan 22

perbandingan yang tidak didukung bukti terhadap hasil pekerjaan pihak 23

lain.

24 25

115.2-A1 Jika Anggota memiliki keraguan atas tepat tidaknya suatu bentuk iklan atau 26

pemasaran lainnya, maka Anggota didorong untuk berkonsultasi dengan 27

asosiasi profesi yang relevan.

28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48

SEKSI 120 1

2

KERANGKA KERJA KONSEPTUAL

Dalam dokumen K O D E E T I K PROFESI AKUNTAN PUBLIK (Halaman 43-47)