4
PENDAHULUAN 5
6
350.1 Anggota disyaratkan untuk mematuhi prinsip dasar etika dan menerapkan 7
kerangka kerja konseptual yang ditetapkan di Seksi 120 untuk 8
mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengatasi ancaman.
9 10
350.2 Mengelola aset klien dapat memunculkan ancaman kepentingan pribadi atau 11
ancaman lain terhadap kepatuhan pada prinsip perilaku profesional dan 12
objektivitas. Seksi ini menetapkan persyaratan dan materi aplikasi spesifik 13
yang relevan untuk menerapkan kerangka kerja konseptual dalam keadaan 14
tersebut.
15 16
PERSYARATAN DAN MATERI APLIKASI 17
18
Sebelum Kustodi 19
20
P350.3 Anggota tidak boleh mengambil tanggung jawab atas kustodi uang dan aset 21
lain milik klien, kecuali diizinkan oleh peraturan perundang-undangan dan 22
sesuai dengan setiap kondisi yang memperbolehkan hal tersebut.
23 24
P350.4 Sebagai bagian dari prosedur penerimaan klien dan perikatan terkait 25
tanggung jawab kustodi uang atau aset klien, maka Anggota harus:
26
(a) Melakukan penyelidikan mengenai sumber aset tersebut; dan 27
(b) Mempertimbangkan kewajiban hukum dan peraturan yang berlaku.
28 29
350.4-A1 Penyelidikan tentang sumber aset klien mungkin memperlihatkan, misalnya, 30
bahwa aset tersebut berasal dari aktivitas ilegal, seperti pencucian uang.
31
Dalam keadaan demikian akan muncul ancaman dan berlaku ketentuan Seksi 32
360.
33 34
Setelah Kustodi 35
36
P350.5 Anggota yang dipercayai untuk menyimpan uang atau aset lain milik pihak 37
lain harus:
38
(a) Mematuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku untuk 39
penyimpanan dan pembukuan aset tersebut;
40
(b) Menyimpan aset tersebut secara terpisah dari aset pribadi atau aset 41
Kantor;
42
(c) Menggunakan aset tersebut hanya untuk tujuan yang telah ditetapkan;
43 44 dan
(d) Setiap saat siap untuk mempertanggungjawabkan aset dan setiap 45
penghasilan, dividen, atau keuntungan yang dihasilkan, kepada 46
siapapun yang berhak atas pembukuan tersebut.
47 48
SEKSI 360 1
2
RESPONS ATAS KETIDAKPATUHAN TERHADAP PERATURAN PERUNDANG-3
UNDANGAN 4
5
PENDAHULUAN 6
7
360.1 Anggota disyaratkan untuk mematuhi prinsip dasar etika dan menerapkan 8
kerangka kerja konseptual yang ditetapkan di Seksi 120 untuk 9
mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengatasi ancaman.
10 11
360.2 Ancaman kepentingan pribadi atau ancaman intimidasi terhadap kepatuhan 12
pada prinsip integritas dan perilaku profesional muncul ketika Anggota 13
menyadari adanya ketidakpatuhan atau dugaan ketidakpatuhan terhadap 14
peraturan perundang-undangan.
15 16
360.3 Anggota mungkin menghadapi atau menyadari adanya ketidakpatuhan atau 17
dugaan ketidakpatuhan ketika memberikan jasa profesional kepada klien.
18
Seksi ini memberikan panduan kepada Anggota dalam menilai implikasi 19
permasalahan dan tindakan yang mungkin dilakukan ketika merespons 20
ketidakpatuhan atau dugaan ketidakpatuhan terhadap:
21
(a) Peraturan perundang-undangan yang secara umum memiliki dampak 22
langsung terhadap penentuan jumlah dan pengungkapan yang material 23
dalam laporan keuangan klien; dan 24
(b) Peraturan perundang-undangan lain yang tidak memiliki dampak 25
langsung terhadap penentuan jumlah dan pengungkapan dalam laporan 26
keuangan klien, namun kepatuhan tersebut penting untuk aspek 27
operasional bisnis klien, untuk dapat mempertahankan usahanya, atau 28
untuk menghindari hukuman yang material.
29 30
Tujuan Anggota Terkait Ketidakpatuhan Terhadap Peraturan Perundang-Undangan 31
32
360.4 Ciri pembeda profesi akuntansi adalah kesediaannya menerima tanggung 33
jawab bertindak untuk kepentingan publik. Ketika merespons adanya 34
ketidakpatuhan atau dugaan ketidakpatuhan, tujuan dari Anggota adalah:
35
(a) Mematuhi prinsip integritas dan perilaku profesional;
36
(b) Mengingatkan manajemen atau, jika tepat, pihak yang bertanggung 37
jawab atas tata kelola klien, untuk:
38
(i) Memungkinkan mereka memperbaiki, memulihkan atau 39
memitigasi konsekuensi akibat dari ketidakpatuhan yang 40
teridentifikasiatau terduga; atau 41
(ii) Mencegah ketidakpatuhan sebelum terjadi; dan 42
(c) Mengambil tindakan lanjutan yang tepat dalam melindungi kepentingan 43
publik.
44 45 46 47 48
88 PERSYARATAN DAN MATERI APLIKASI 1
2
Umum 3
4
360.5-A1 Ketidakpatuhan terhadap peraturan perundang-undangan (“ketidakpatuhan”) 5
terdiri dari tindakan penghilangan atau perbuatan, baik disengaja atau tidak 6
disengaja, yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang 7
berlaku yang dilakukan oleh pihak-pihak berikut:
8
(a) Klien;
9
(b) Pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola klien;
10
(c) Manajemen klien; atau 11
(d) Individu lain yang bekerja untuk atau di bawah arahan klien.
12 13
360.5-A2 Contoh peraturan perundang-undangan yang terkait dengan seksi ini 14
termasuk yang berhubungan dengan:
15
• Kecurangan, korupsi, dan penyuapan.
16
• Pencucian uang, pendanaan teroris dan tindakan kriminal.
17
• Pasar dan perdagangan surat berharga.
18
• Perbankan dan produk dan jasa keuangan lainnya.
19
• Perlindungan data.
20
• Liabilitas pajak dan pensiun serta pembayarannya.
21
• Perlindungan lingkungan.
22
• Kesehatan dan keselamatan publik.
23 24
360.5-A3 Ketidakpatuhan dapat mengakibatkan denda, litigasi, atau konsekuensi lain 25
bagi klien, yang berpotensi memiliki dampak yang material terhadap laporan 26
keuangan. Terlebih penting, ketidakpatuhan tersebut mungkin berdampak 27
terhadap kepentingan publik yang lebih luas yang berpotensi memunculkan 28
bahaya besar bagi investor, kreditor, karyawan, atau masyarakat umum.
29
Untuk tujuan seksi ini, tindakan yang menyebabkan bahaya besar tersebut 30
adalah tindakan yang menghasilkan dampak kerugian keuangan atau 31
nonkeuangan yang serius bagi para pihak tersebut. Misalnya kecurangan 32
yang mengakibatkan kerugian keuangan yang signifikan bagi investor, dan 33
pelanggaran peraturan dan perundang-undangan mengenai lingkungan yang 34
membahayakan kesehatan atau keselamatan karyawan atau publik.
35 36
P360.6 Dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku, terdapat ketentuan 37
yang mangatur bagaimana Anggota disyaratkan untuk mengatasi 38
ketidakpatuhan atau dugaan ketidakpatuhan. Peraturan perundang-undangan 39
tersebut mungkin berbeda dari, atau melampaui, ketentuan dalam seksi ini.
40
Ketika menghadapi ketidakpatuhan atau dugaan ketidakpatuhan, Anggota 41
harus memperoleh pemahaman tentang ketentuan peraturan perundang-42
undangan serta mematuhinya, termasuk:
43
(a) Setiap persyaratan untuk melaporkan permasalahan tersebut kepada 44
otoritas yang tepat; dan 45
(b) Setiap larangan untuk mengingatkan klien.
46
360.6-A1 Larangan untuk memperingatkan klien mungkin muncul, misalnya, 1
berdasarkan peraturan perundang-undangan tentang tindak pidana 2
pencucian uang.
3 4
360.7-A1 Seksi ini berlaku terlepas dari sifat klien, termasuk apakah klien merupakan 5
entitas dengan akuntabilitas publik.
6 7
360.7-A2 Anggota yang menemukan atau menyadari permasalahan yang jelas tidak 8
penting, tidak diharuskan untuk mematuhi seksi ini. Suatu permasalahan 9
dinilai tidak penting dipandang dari sifat dan dampaknya, baik keuangan 10
maupun nonkeuangan, terhadap klien, pemangku kepentingannya dan 11
masyarakat umum.
12 13
360.7-A3 Seksi ini tidak membahas:
14
(a) Pelanggaran pribadi yang tidak terkait dengan aktivitas bisnis klien; dan 15
(b) Ketidakpatuhan oleh pihak selain yang ditentukan dalam paragraf 16
360.5-A1. Hal tersebut termasuk, misalnya, keadaan ketika Anggota 17
telah ditugaskan oleh klien untuk melakukan penugasan uji tuntas pada 18
entitas pihak ketiga dan ketidakpatuhan yang teridentifikasi atau 19
terduga telah dilakukan oleh pihak ketiga tersebut.
20
Anggota mungkin akan menemukan panduan dalam seksi ini yang membantu 21
dalam mempertimbangkan bagaimana merespons situasi tersebut.
22 23
Tanggung Jawab Manajemen dan Pihak yang Bertanggung Jawab Atas Tata Kelola 24
25
360.8-A1 Manajemen, dengan pengawasan pihak yang bertanggung jawab atas tata 26
kelola, bertanggung jawab untuk memastikan bahwa aktivitas bisnis klien 27
dilakukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Manajemen dan 28
pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola juga bertanggung jawab untuk 29
mengidentifikasi dan menangani setiap ketidakpatuhan, bersama dengan:
30
(a) Klien;
31
(b) Individu yang bertanggung jawab atas tata kelola entitas;
32
(c) Anggota manajemen; atau 33
(d) Individu lain yang bekerja untuk atau di bawah arahan klien.
34 35
Tanggung Jawab Semua Anggota 36
37
P360.9 Ketika Anggota menyadari tentang permasalahan yang tercakup pada seksi 38
ini, langkah yang dilakukan oleh Anggota untuk mematuhi seksi ini harus 39
dilakukan secara tepat waktu. Dalam melakukan langkah yang tepat waktu, 40
Anggota harus memperhatikan sifat permasalahan dan bahaya potensial bagi 41
kepentingan entitas, investor, kreditor, karyawan atau masyarakat umum.
42 43 44 45 46 47 48
90 Audit atas Laporan Keuangan
1 2
Memperoleh Pemahaman atas Permasalahan 3
4
P360.10 Jika Anggota yang ditugaskan untuk melakukan audit atas laporan keuangan 5
mengetahui informasi mengenai ketidakpatuhan atau dugaan ketidakpatuhan, 6
maka Anggota harus memperoleh pemahaman atas permasalahan tersebut.
7
Pemahaman tersebut harus mencakup sifat ketidakpatuhan atau dugaan 8
ketidakpatuhan dan keadaan ketika hal tersebut telah terjadi atau mungkin 9
terjadi.
10 11
360.10-A1 Anggota mungkin menyadari ketidakpatuhan atau dugaan ketidakpatuhan 12
dalam pelaksanaan perikatan atau melalui informasi yang diberikan oleh 13
pihak lain.
14 15
360.10-A2 Anggota diharapkan menerapkan pengetahuan dan keahlian, serta 16
menerapkan pertimbangan profesional. Namun demikian, Anggota tidak 17
diharapkan memiliki level pengetahuan mengenai peraturan perundang-18
undangan melebihi daripada yang disyaratkan untuk melakukan perikatan.
19
Penentuan apakah suatu tindakan merupakan ketidakpatuhan pada akhirnya 20
ditentukan oleh pengadilan atau badan yang berwenang mengajukan 21
ajudikasi.
22 23
360.10-A3 Bergantung pada sifat dan signifikansi permasalahan, Anggota dapat 24
berkonsultasi berdasarkan prinsip kerahasiaan dengan pihak lain dalam 25
Kantor, jaringan Kantor atau asosiasi profesi, atau dengan penasihat hukum.
26 27
P360.11 Jika Anggota mengidentifikasi atau menduga bahwa ketidakpatuhan telah 28
terjadi atau mungkin terjadi, maka Anggota harus membahas permasalahan 29
tersebut dengan level manajemen yang tepat dan, jika perlu, dengan pihak 30
yang bertanggung jawab atas tata kelola.
31 32
360.11-A1 Tujuan dari pembahasan tersebut adalah untuk mengklarifikasi pemahaman 33
Anggota tentang fakta dan keadaan yang relevan dengan permasalahan dan 34
potensi konsekuensinya. Pembahasan ini juga mungkin mendorong 35
manajemen atau pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola untuk 36
menginvestigasi permasalahan tersebut.
37 38
360.11-A2 Penentuan level manajemen yang tepat untuk membahas permasalahan 39
tersebut merupakan suatu pertimbangan profesional. Faktor-faktor relevan 40
yang perlu dipertimbangkan termasuk:
41
• Sifat dan keadaan permasalahan.
42
• Individu aktual yang terlibat atau berpotensi terlibat.
43
• Kemungkinan adanya kolusi.
44
• Konsekuensi potensial dari permasalahan tersebut.
45
• Apakah level manajemen tersebut mampu menginvestigasi 46
permasalahan dan mengambil tindakan yang tepat.
47
1
360.11-A3 Level manajemen yang tepat biasanya minimum satu level di atas individu 2
atau individu yang terlibat atau berpotensi terlibat dalam permasalahan.
3
Dalam konteks grup, level yang tepat mungkin adalah manajemen pada 4
entitas yang mengendalikan klien.
5 6
360.11-A4 Anggota juga dapat mempertimbangkan untuk membahas masalah tersebut 7
dengan auditor internal, jika ada.
8 9
P360.12 Jika Anggota meyakini bahwa manajemen terlibat ketidakpatuhan atau 10
dugaan ketidakpatuhan, maka Anggota harus membahas permasalahan 11
tersebut dengan pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola.
12 13
Mengatasi Permasalahan 14
15
P360.13 Dalam membahas ketidakpatuhan atau dugaan ketidakpatuhan dengan 16
manajemen dan, jika tepat, pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola, 17
maka Anggota harus memberikan advis kepada mereka untuk mengambil 18
tindakan yang sesuai dan tepat waktu, jika pihak-pihak tersebut belum 19
melakukannya, untuk:
20
(a) Memperbaiki, memulihkan, atau memitigasi konsekuensi dari 21
ketidakpatuhan;
22
(b) Mencegah perbuatan ketidakpatuhan ketika hal tersebut belum terjadi;
23
atau 24
(c) Mengungkapkan permasalahan tersebut kepada otoritas yang 25
berwenang jika disyaratkan oleh peraturan perundang-undangan atau 26
jika dianggap perlu dalam melindungi kepentingan publik.
27 28
P360.14 Anggota harus mempertimbangkan apakah manajemen dan pihak yang 29
bertanggung jawab atas tata kelola memahami tanggung jawab mereka 30
terhadap peraturan perundang-undangan sehubungan dengan 31
ketidakpatuhan atau dugaan ketidakpatuhan.
32 33
360.14-A1 Jika manajemen dan pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola tidak 34
memahami tanggung jawabnya terhadap peraturan perundang-undangan 35
sehubungan dengan permasalahan tersebut, maka Anggota dapat 36
menyarankan untuk mencari sumber informasi yang tepat atau 37
merekomendasikan agar mendapatkan advis hukum.
38 39
P360.15 Anggota harus mematuhi:
40
(a) Ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, termasuk 41
ketentuan pelaporan ketidakpatuhan atau dugaan ketidakpatuhan 42
terhadap otoritas yang berwenang; dan 43
(b) Persyaratan berdasarkan standar audit, termasuk yang berkaitan 44
dengan:
45
• Identifikasi dan respons atas ketidakpatuhan, termasuk 46
kecurangan.
47
92
• Komunikasi dengan pihak yang bertanggung jawab atas tata 1
kelola.
2
• Pertimbangan implikasi atas ketidakpatuhan atau dugaan 3
ketidakpatuhan terhadap laporan auditor.
4 5
360.15-A1 Beberapa peraturan perundang-undangan mungkin menetapkan periode 6
untuk melaporkan ketidakpatuhan atau dugaan ketidakpatuhan kepada 7
otoritas yang berwenang.
8 9
Komunikasi Terkait Grup 10
11
P360.16 Jika Anggota menyadari ketidakpatuhan atau dugaan ketidakpatuhan terkait 12
dengan komponen dari suatu grup pada salah satu dari dua situasi berikut, 13
maka Anggota harus mengomunikasikan permasalahan tersebut kepada 14
rekan perikatan grup, kecuali dilarang oleh peraturan perundang-undangan:
15
(a) Anggota, untuk tujuan audit atas laporan keuangan grup, diminta oleh 16
tim perikatan grup untuk melakukan pekerjaan atas informasi keuangan 17
yang terkait dengan komponen tersebut; atau 18
(b) Anggota ditugaskan untuk melakukan audit atas laporan keuangan 19
komponen tersebut untuk tujuan selain audit grup, misalnya, audit 20
berdasarkan peraturan perundangan yang berlaku.
21
Komunikasi kepada rekan perikatan grup harus diperlakukan sebagai 22
tambahan untuk merespons atas permasalahan tersebut sesuai dengan 23
ketentuan dalam seksi ini.
24 25
360.16-A1 Tujuan dari komunikasi ini adalah memungkinkan rekan perikatan grup 26
terinfomasikan mengenai permasalahan tersebut dan untuk menentukan, 27
dalam konteks audit grup, bagaimana mengatasi permasalahan sesuai 28
dengan ketentuan dalam seksi ini. Persyaratan komunikasi pada paragraf 29
P360.16 berlaku, terlepas apakah Kantor atau jaringan Kantor dari rekan 30
perikatan grup adalah sama atau berbeda dengan Kantor atau jaringan 31
Kantor dari Anggota.
32 33
P360.17 Jika rekan perikatan grup menyadari ketidakpatuhan atau dugaan 34
ketidakpatuhan dalam proses audit atas laporan keuangan grup, maka rekan 35
perikatan grup harus mempertimbangkan apakah permasalahan tersebut 36
relevan dengan satu atau beberapa komponen yang:
37
(a) Informasi keuangannya digunakan untuk tujuan audit atas laporan 38
keuangan grup; atau 39
(b) Laporan keuangannya diperlukan untuk tujuan selain audit grup, 40
misalnya, suatu audit berdasarkan peraturan perundangan yang 41
berlaku.
42
Pertimbangan tersebut merupakan tambahan untuk menanggapi 43
permasalahan dalam konteks audit grup sesuai dengan ketentuan dalam 44
seksi ini.
45 46 47 48
P360.18 Jika ketidakpatuhan atau dugaan ketidakpatuhan mungkin relevan bagi satu 1
atau lebih dari komponen yang ditentukan dalam paragraf P360.17(a) dan (b), 2
maka rekan perikatan grup harus melakukan langkah-langkah agar 3
permasalahan tersebut dikomunikasikan kepada pihak yang melakukan 4
pekerjaan di komponen tersebut, kecuali dilarang oleh peraturan perundang-5
undangan. Jika perlu, rekan perikatan grup harus melakukan permintaan 6
informasi yang tepat (baik dari manajemen atau dari informasi yang tersedia 7
untuk publik) dalam menentukan apakah komponen yang relevan yang 8
ditentukan dalam paragraf P360.17(b) termasuk dalam cakupan audit dan, 9
jika demikian, harus memastikan identitas auditor sepanjang dapat dilakukan.
10 11
360.18-A1 Tujuan dari komunikasi ini adalah memungkinkan pihak yang bertanggung 12
jawab atas pekerjaan komponen terinformasikan mengenai permasalahan 13
dan menentukan bagaimana mengatasinya sesuai dengan ketentuan dalam 14
seksi ini. Persyaratan komunikasi tersebut berlaku, terlepas apakah Kantor 15
atau jaringan Kantor dari rekan perikatan grup adalah sama atau berbeda 16
dengan Kantor atau jaringan Kantor dari pihak yang melakukan pekerjaan 17
komponen tersebut.
18 19
Menentukan Perlu Tidaknya Tindakan Lanjutan 20
21
P360.19 Anggota harus menilai ketepatan respons manajemen dan, jika dapat 22
diterapkan, pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola.
23 24
360.19-A1 Faktor relevan yang perlu dipertimbangkan dalam menilai ketepatan respons 25
manajemen dan, jika berlaku, pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola 26
termasuk apakah:
27
• Responsnya tepat waktu.
28
• Ketidakpatuhan atau dugaan ketidakpatuhan telah diinvestigasi secara 29
memadai.
30
• Tindakan telah, atau sedang, dilakukan untuk memperbaiki, 31
memulihkan, atau mengurangi konsekuensi dari setiap ketidakpatuhan.
32
• Tindakan telah, atau sedang, dilakukan untuk mencegah perbuatan dari 33
setiap ketidakpatuhan yang belum terjadi.
34
• Langkah yang tepat telah, atau sedang, diambil untuk mengurangi risiko 35
terjadinya kembali, misalnya, pengendalian atau pelatihan tambahan.
36
• Ketidakpatuhan atau dugaan ketidakpatuhan telah diungkapkan kepada 37
otoritas yang tepat jika diperlukan dan, jika demikian, apakah 38
pengungkapan cukup memadai.
39 40
P360.20 Mengingat respons manajemen dan, jika berlaku, pihak yang bertanggung 41
jawab atas tata kelola, maka Anggota harus menentukan apakah tindakan 42
lanjutan diperlukan dalam melindungi kepentingan publik.
43 44 45 46
94
360.20-A1 Penentuan apakah tindakan lanjutan diperlukan, serta sifat dan luasnya, akan 1
bergantung pada berbagai faktor, termasuk:
2
• Kerangka hukum dan peraturan perundang-undangan.
3
• Urgensi situasi.
4
• Pervasifnya permasalahan terhadap keseluruhan klien tersebut.
5
• Apakah Anggota terus memiliki keyakinan terhadap integritas 6
manajemen dan, jika berlaku, pihak yang bertanggung jawab atas tata 7
kelola.
8
• Apakah ketidakpatuhan atau dugaan ketidakpatuhan kemungkinan 9
akan terjadi lagi.
10
• Apakah terdapat bukti yang kredibel tentang bahaya yang berpotensi 11
besar atau potensial terhadap kepentingan entitas, investor, kreditor, 12
karyawan atau masyarakat umum.
13 14
360.20-A2 Contoh keadaan yang mungkin menyebabkan Anggota tidak lagi memiliki 15
kepercayaan terhadap integritas manajemen dan pihak yang 16
bertanggungjawab atas tata kelola termasuk situasi ketika:
17
• Anggota mencurigai atau memiliki bukti mereka ikut terlibat atau mereka 18
ikut dalam keterlibatan yang diintensikan dalam setiap ketidakpatuhan.
19
• Anggota menyadari bahwa mereka memiliki pengetahuan tentang 20
ketidakpatuhan tersebut dan bertentangan dengan ketentuan peraturan 21
perundang-undangan, mereka belum melaporkan atau belum 22
menyetujui pelaporan, permasalahan tersebut kepada otoritas yang 23
berwenang dalam jangka waktu yang memadai.
24 25
P360.21 Anggota harus menerapkan pertimbangan profesional dalam menentukan 26
perlunya, serta sifat dan luasnya, tindakan lanjutan. Dalam penentuan 27
tersebut, Anggota harus mempertimbangkan apakah pihak ketiga yang 28
rasional dan memiliki informasi yang memadai cenderung menyimpulkan 29
bahwa Anggota telah bertindak dengan tepat dalam melindungi kepentingan 30
publik.
31 32
360.21-A1 Tindakan lanjutan yang mungkin dilakukan oleh Anggota meliputi:
33
• Mengungkapkan permasalahan tersebut kepada otoritas yang 34
berwenang walaupun tidak terdapat ketentuan peraturan perundang-35
undangan untuk melakukannya.
36
• Menarik diri dari perikatan dan hubungan profesional yang diizinkan 37
oleh peraturan perundang-undangan.
38 39
360.21-A2 Menarik diri dari perikatan dan hubungan profesional bukanlah pengganti 40
tindakan lain yang dilakukan untuk mencapai tujuan Anggota berdasarkan 41
seksi ini. Namun, dalam beberapa ketentuan, mungkin terdapat batasan atas 42
tindakan lanjutan yang dapat dilakukan oleh Anggota. Dalam keadaan 43
demikian, menarik diri mungkin merupakan satu-satunya tindakan yang tepat.
44 45 46
P360.22 Jika Anggota telah menarik diri dari hubungan profesional sesuai dengan 1
paragraf P360.20 dan 360.21-A1, maka Anggota harus, atas dasar 2
permintaan Anggota yang diusulkan sesuai dengan paragraf P320.8, 3
memberikan semua fakta yang relevan dan informasi lain mengenai 4
ketidakpatuhan yang teridentifikasi atau dugaan ketidakpatuhan kepada 5
Anggota yang diusulkan. Anggota praktisi pendahulu harus melakukannya, 6
bahkan dalam keadaan yang disebutkan dalam paragraf P320.8(b) ketika 7
klien tidak atau menolak untuk memberikan izin kepada Anggota praktisi 8
pendahulu untuk mendiskusikan urusan klien dengan Anggota yang 9
diusulkan, kecuali dilarang oleh peraturan perundang-undangan.
10 11
360.22-A1 Fakta dan informasi lain yang diberikan adalah hal-hal yang, menurut 12
pendapat Anggota praktisi pendahulu, harus disadari oleh Anggota yang 13
diusulkan sebelum memutuskan apakah akan menerima penunjukan audit.
14
Seksi 320 menjelaskan komunikasi dari Anggota yang diusulkan.
15 16
P360.23 Jika Anggota yang diusulkan tidak dapat berkomunikasi dengan Anggota 17
praktisi pendahulu, maka Anggota yang diusulkan harus melakukan langkah-18
langkah yang memadai untuk memperoleh informasi tentang keadaan atas 19
perubahan penunjukan dengan cara lain.
20 21
360.23-A1 Cara lain untuk mendapatkan informasi tentang keadaan atas perubahan 22
penunjukan mencakup wawancara dengan pihak ketiga atau melakukan 23
investigasi terhadap latar belakang manajemen atau pihak yang bertanggung 24
jawab atas tata kelola.
25 26
360.24-A1 Disebabkan penilaian atas permasalahan tersebut mungkin melibatkan 27
analisis dan pertimbangan yang rumit, maka Anggota dapat 28
mempertimbangkan:
29
• Berkonsultasi secara internal.
30
• Mendapatkan advis hukum untuk memahami pilihan Anggota dan 31
implikasinya secara hukum atau profesional dalam mengambil tindakan 32
tertentu.
33
• Berkonsultasi berdasarkan prinsip kerahasiaan dengan regulator atau 34
asosiasi profesi.
35 36
Penentuan Apakah Mengungkapkan Permasalahan kepada Otoritas yang Berwenang 37
38
360.25-A1 Mengungkapkan permasalahan kepada otoritas yang berwenang akan 39
dilarang jika hal tersebut bertentangan dengan peraturan perundang-40
undangan yang berlaku. Jika tidak, tujuan pengungkapan adalah untuk 41
memungkinkan otoritas yang berwenang melakukan investigasi dan 42
melakukan tindakan yang dilakukan terhadap permasalahan tersebut dalam 43
melindungi kepentingan publik.
44 45 46
96
360.25-A2 Penentuan apakah membuat pengungkapan tersebut bergantung pada sifat 1
dan tingkat kerusakan aktual atau potensial yang disebabkan atau mungkin 2
disebabkan oleh permasalahan tersebut kepada investor, kreditor, karyawan, 3
atau masyarakat umum. Contoh, Anggota mungkin menentukan bahwa 4
pengungkapan permasalahan kepada otoritas yang berwenang merupakan 5
tindakan yang tepat jika:
6
• Entitas terlibat penyuapan (misalnya, pejabat pemerintah lokal atau 7
asing untuk tujuan mengamankan kontrak besar).
8
• Entitas merupakan entitas yang diregulasi dan permasalahan tersebut 9
sangat signifikan mengancam hak lisensi untuk beroperasi.
10
• Entitas merupakan entitas yang terdaftar di pasar modal dan 11
permasalahan tersebut dapat mengakibatkan konsekuensi merugikan 12
terhadap kewajaran dan keteraturan pasar atas surat berharga entitas 13
memunculkan risiko sistemik terhadap pasar keuangan.
14
• Sangat mungkin bahwa entitas akan menjual produk yang berbahaya 15
bagi kesehatan atau keselamatan publik.
16
• Entitas mengusulkan skema kepada kliennya untuk membantu mereka 17
menghindari pajak.
18 19
360.25-A3 Penentuan apakah akan mengungkapkan permasalahan tersebut juga 20
bergantung pada faktor eksternal seperti:
21
• Apakah terdapat otoritas yang berwenang yang mampu menerima 22
informasi, dan melakukan investigasi atas permasalahan dan tindakan 23
yang harus diambil. Otoritas yang berwenang sangat bergantung pada 24
sifat permasalahan. Contoh, otoritas yang berwenang adalah regulator 25
pasar modal dalam kasus kecurangan atas pelaporan keuangan atau 26
lembaga perlindungan lingkungan dalam hal pelanggaran atas 27
peraturan perundang-undangan tentang lingkungan.
28
• Apakah terdapat perlindungan yang kuat dan kredibel terhadap 29
tanggung jawab perdata, kriminal atau profesional atau pembalasan 30
yang diberikan oleh peraturan perundang-undangan, seperti di bawah 31
peraturan perundang-undangan tentang whistle-blowing.
32
• Apakah terdapat ancaman aktual atau potensial terhadap keselamatan 33
fisik Anggota atau individu lain.
34 35
P360.26 Jika Anggota menentukan bahwa pengungkapan ketidakpatuhan atau 36
dugaan ketidakpatuhan terhadap otoritas yang berwenang merupakan 37
tindakan yang tepat dalam situasi tersebut, maka pengungkapan 38
diperkenankan sesuai dengan Kode Etik paragraf P114.1(d). Ketika membuat 39
pengungkapan tersebut, Anggota harus bertindak dengan itikad baik dan 40
berhati-hati ketika membuat pernyataan dan asersi. Anggota juga harus 41
mempertimbangkan apakah tepat untuk menginformasikan kepada klien 42
tentang intensi Anggota sebelum mengungkapkan permasalahan tersebut.
43 44 45 46 47
Pelanggaran yang Mungkin Segera Terjadi 1
2
P360.27 Dalam keadaan luar biasa, Anggota mungkin menjadi sadar bahwa tindakan 3
nyata atau yang dimaksudkan dan meyakini dengan didukung alasan, 4
merupakan pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan yang 5
menyebabkan kerugian besar bagi investor, kreditur, karyawan atau 6
masyarakat umum. Setelah mempertimbangkan apakah tepat untuk 7
membahas permasalahan tersebut dengan manajemen atau pihak yang 8
bertanggungjawab atas tata kelola dalam organisasi tempatnya bekerja, maka 9
Anggota harus menerapkan pertimbangan profesional dan menentukan 10
apakah akan mengungkapkan permasalahan tersebut segera kepada otoritas 11
yang berwenang untuk mencegah atau mengurangi konsekuensi pelanggaran
yang berwenang untuk mencegah atau mengurangi konsekuensi pelanggaran