4
PENDAHULUAN 5
6
320.1 Anggota disyaratkan untuk mematuhi prinsip dasar etika dan menerapkan 7
kerangka kerja konseptual yang ditetapkan di Seksi 120 untuk 8
mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengatasi ancaman.
9 10
320.2 Penerimaan hubungan dengan klien baru atau perubahan atas perikatan 11
yang ada mungkin menciptakan ancaman terhadap kepatuhan pada satu atau 12
lebih prinsip dasar etika. Seksi ini menetapkan persyaratan dan materi 13
aplikasi spesifik yang relevan untuk menerapkan kerangka kerja konseptual 14
dalam keadaan tersebut.
15 16
PERSYARATAN DAN MATERI APLIKASI 17
18
Penerimaan Klien dan Perikatan 19
20
Umum 21
22
320.3-A1 Ancaman untuk mematuhi prinsip integritas atau perilaku profesional mungkin 23
muncul, misalnya, dari masalah yang ditanyakan terkait dengan klien (pemilik, 24
manajemen atau aktivitas). Berbagai permasalahan klien, jika diketahui, 25
mungkin mengancam kepatuhan terhadap prinsip dasar etika termasuk, 26
misalnya, keterlibatan klien dalam aktivitas ilegal, dan ketidakjujuran atau 27
praktik pelaporan keuangan yang dipertanyakan dan perilaku tidak etis 28
lainnya.
29 30
320.3-A2 Faktor-faktor yang relevan dalam mengevaluasi level ancaman tersebut 31
termasuk:
32
• Pengetahuan dan pemahaman tentang klien, pemilik, pengelola, dan 33
semua pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola dan aktivitas 34
bisnis.
35
• Komitmen klien untuk mengatasi permasalahan yang dipertanyakan, 36
misalnya, untuk meningkatkan praktik tata kelola korporat atau 37
pengendalian internal.
38 39
320.3-A3 Ancaman kepentingan pribadi terhadap kepatuhan pada prinsip kompetensi 40
dan kehati-hatian profesional muncul jika tim perikatan tidak memiliki, atau 41
tidak dapat memeroleh, kompetensi untuk melakukan jasa profesional.
42 43 44 45 46 47
320.3-A4 Faktor-faktor yang relevan dalam mengevaluasi level ancaman tersebut 1
termasuk:
2
• Pemahaman yang memadai atas:
3
o Sifat bisnis klien;
4
o Kompleksitas operasi;
5
o Persyaratan perikatan; dan 6
o Tujuan, sifat dan lingkup dari pekerjaan yang dilakukan.
7
• Pengetahuan yang relevan atas industri atau hal pokok.
8
• Pengalaman atas peraturan atau berbagai persyaratan pelaporan yang 9
relevan.
10
• Adanya kebijakan dan prosedur pengendalian mutu yang dirancang 11
untuk memberikan keyakinan yang memadai bahwa perikatan diterima 12
hanya jika tim perikatan mampu melaksanakannya secara kompeten.
13 14
320.3-A5 Contoh tindakan yang dapat menjadi pengamanan untuk mengatasi suatu 15
ancaman kepentingan pribadi meliputi:
16
• Menugaskan personel perikatan dalam jumlah yang memadai dengan 17
berbagai kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan.
18
• Menyetujui suatu jangka waktu yang realistis untuk melaksanakan 19
perikatan.
20
• Menggunakan tenaga ahli jika diperlukan.
21 22
Perubahan Penunjukan Profesional 23
24
Umum 25
26
P320.4 Anggota harus menentukan apakah terdapat alasan untuk tidak menerima 27
perikatan ketika Anggota:
28
(a) Diminta oleh klien potensial untuk menggantikan Anggota lain;
29
(b) Mempertimbangkan untuk melakukan penawaran atas suatu perikatan 30
yang saat ini dilakukan oleh Anggota lain; atau 31
(c) Mempertimbangkan untuk melakukan pekerjaan yang saling 32
melengkapi atau tambahan dari Anggota lain.
33 34
320.4-A1 Mungkin terdapat alasan untuk tidak menerima perikatan. Salah satu 35
alasannya mungkin jika ancaman yang muncul karena adanya fakta dan 36
keadaan yang tidak dapat diatasi dengan menerapkan pengamanan.
37
Misalnya, mungkin terdapat ancaman terhadap kepatuhan pada prinsip 38
kompetensi dan kehati-hatian profesional, jika Anggota menerima perikatan 39
sebelum mengetahui semua fakta yang relevan.
40 41
320.4-A2 Jika Anggota diminta untuk mengambil alih pekerjaan yang merupakan 42
pekerjaan yang saling melengkapi atau tambahan dari Anggota yang sedang 43
memberikan jasa atau Anggota praktisi pendahulu, maka ancaman 44
kepentingan pribadi untuk mematuhi prinsip kompetensi dan kehati-hatian 45
profesional mungkin muncul, misalnya, sebagai hasil dari informasi yang tidak 46
lengkap.
47
72
320.4-A3 Faktor yang relevan dalam pengevaluasian level ancaman tersebut adalah 1
apakah ketentuan tender menyatakan bahwa disyaratkan untuk melakukan 2
komunikasi dengan Anggota yang sedang memberikan jasa atau Anggota 3
praktisi pendahulu, sebelum menerima suatu perikatan. Komunikasi tersebut 4
memberikan kesempatan bagi Anggota yang diusulkan untuk menanyakan 5
apakah terdapat alasan mengapa perikatan tersebut tidak diterima.
6 7
320.4-A4 Contoh tindakan yang dapat menjadi pengamanan untuk mengatasi ancaman 8
kepentingan pribadi meliputi:
9
• Meminta Anggota yang sedang memberikan jasa atau Anggota praktisi 10
pendahulu untuk memberikan informasi setiap fakta atau keadaan 11
bahwa, berdasarkan opini Anggota yang sedang memberikan jasa atau 12
Anggota praktisi pendahulu, Anggota yang diusulkan harus menyadari 13
fakta atau keadaan tersebut sebelum memutuskan apakah menerima 14
perikatan tersebut. Sebagai contoh, wawancara mungkin 15
mengungkapkan fakta-fakta terkait yang tidak diungkapkan dan 16
mungkin mengindikasikan ketidaksepakatan dengan Anggota yang 17
sedang memberikan jasa atau Anggota praktisi pendahulu yang 18
mungkin memengaruhi keputusan untuk menerima penunjukan.
19
• Memperoleh informasi yang diperlukan dari sumber lain,seperti melalui 20
wawancara oleh pihak ketiga atau investigasi latar belakang mengenai 21
manajemen senior atau pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola 22
klien.
23 24
Berkomunikasi dengan Anggota yang Sedang Memberikan Jasa atau Anggota Praktisi 25
Pendahulu 26
27
320.5-A1 Anggota yang diusulkan biasanya akan membutuhkan izin dari klien, lebih 28
baik secara tertulis, untuk memulai pembahasan dengan Anggota yang 29
sedang memberikan jasa atau Anggota praktisi pendahulu.
30 31
P320.6 Jika tidak dapat berkomunikasi dengan Anggota yang sedang memberikan 32
jasa atau Anggota praktisi pendahulu, maka Anggota yang diusulkan harus 33
mengambil langkah-langkah memadai lainnya untuk memperoleh informasi 34
tentang kemungkinan adanya ancaman.
35 36
Komunikasi dengan Anggota yang Diusulkan 37
38
P320.7 Ketika Anggota yang sedang memberikan jasa atau Anggota praktisi 39
pendahulu diminta untuk menanggapi komunikasi dengan Anggota yang 40
diusulkan, maka Anggota yang sedang memberikan jasa atau Anggota 41
praktisi pendahulu harus:
42
(a) Mematuhi peraturan perundang-undangan yang mengatur berbagai 43
permintaan tersebut; dan 44
(b) Memberikan informasi apapun secara jujur dan jelas.
45 46 47
320.7-A1 Anggota yang sedang memberikan jasa atau Anggota praktisi pendahulu 1
terikat dengan perjanjian kerahasiaan. Apakah Anggota yang sedang 2
memberikan jasa atau Anggota praktisi pendahulu diperkenankan atau 3
diharuskan untuk mendiskusikan perihal hubungannya dengan klien dengan 4
Anggota yang diusulkan bergantung pada sifat perikatan tersebut dan:
5
(a) Apakah Anggota yang sedang melakukan jasa atau Anggota praktisi 6
pendahulu memiliki persetujuan dari klien untuk melakukan diskusi; dan 7
(b) Persyaratan hukum dan etika yang terkait dengan komunikasi dan 8
pengungkapan tersebut, mungkin berbeda pada beberapa ketentuan 9
yang berlaku.
10 11
320.7-A2 Berbagai keadaan mensyaratkan atau mungkin mensyaratkan Anggota untuk 12
mengungkapkan informasi rahasia, atau ketika pengungkapan tersebut 13
mungkin tepat, ditetapkan dalam Kode Etik ini dalam paragraf 114.1-A1.
14 15
Perubahan Penunjukan Audit atau Reviu 16
17
P320.8 Dalam hal audit atau reviu atas laporan keuangan, Anggota harus meminta 18
Anggota yang sedang memberikan jasa atau Anggota praktisi pendahulu 19
untuk memberikan informasi yang diketahui mengenai fakta atau informasi 20
lain yang, dalam opini Anggota yang sedang memberikan jasa atau Anggota 21
praktisi pendahulu, Anggota yang diusulkan harus menyadari sebelum 22
memutuskan apakah menerima perikatan. Kecuali untuk keadaan yang 23
melibatkan ketidakpatuhan atau dugaan ketidakpatuhan terhadap peraturan 24
perundang-undangan yang ditetapkan di paragraf P360.21 dan P360.22:
25
(a) Jika klien menyetujui Anggota yang sedang memberikan jasa atau 26
Anggota praktisi pendahulu mengungkapkan fakta atau informasi 27
lainnya, maka Anggota yang sedang memberikan jasa atau Anggota 28
praktisi pendahulu harus memberikan informasi secara jujur dan jelas;
29 30 dan
(b) Jika klien gagal atau menolak untuk memberikan izin kepada Anggota 31
yang sedang memberikan jasa atau Anggota praktisi pendahulu untuk 32
membahas permasalahan klien dengan Anggota yang diusulkan, maka 33
Anggota yang sedang memberikan jasa atau Anggota praktisi 34
pendahulu harus mengungkapkan fakta tersebut kepada Anggota yang 35
diusulkan, harus berhati-hati dalam mempertimbangkan kegagalan atau 36
penolakan tersebut ketika menentukan apakah akan menerima 37
penunjukan.
38 39
Keberlanjutan Perikatan dengan Klien 40
41
P320.9 Untuk perikatan yang berulang, Anggota harus secara periodik menelaah 42
apakah akan melanjutkan perikatan.
43 44
320.9-A1 Potensi ancaman terhadap kepatuhan pada prinsip dasar etika mungkin 45
muncul setelah menerima perikatan yang, jika telah diketahui sebelumnya, 46
akan menyebabkan Anggota menolak perikatan. Misalnya, ancaman 47
kepentingan pribadi terhadap kepatuhan pada prinsip integritas dapat muncul 48
74
karena manajemen laba atau valuasi atas laporan posisi keuangan yang tidak 1
tepat.
2 3
Penggunaan Pekerjaan Ahli 4
5
P320.10 Ketika Anggota bermaksud untuk menggunakan pekerjaan seorang ahli, 6
maka Anggota harus menentukan apakah penggunaan ahli tersebut terjamin 7
mutunya.
8 9
320.10-A1 Faktor-faktor yang dipertimbangkan ketika Anggota bermaksud untuk 10
menggunakan pekerjaan seorang ahli termasuk reputasi dan keahliannya, 11
ketersediaan sumber daya, dan standar profesional dan standar etika yang 12
diterapkan. Informasi tersebut dapat diperoleh dari pengalaman sebelumnya 13
dengan ahli tersebut atau dari konsultasi dengan pihak lain.
14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48
SEKSI 321 1
2
PENDAPAT KEDUA