• Tidak ada hasil yang ditemukan

Formula dan Cara Pembuatan Formula umum

Dalam dokumen langkah formulasi strategi anal (2) (Halaman 54-60)

PERACIKAN SEDIAAN PIL

9. Formula dan Cara Pembuatan Formula umum

Secara umum, formula sediaan pil terdiri ata bahan obat dan bahan tambahan. a. Bahan obat

Bahan obat dapat berupa :

- bahan padat, misalnya kinin sulfat

- bahan setengah padat, misalnya ekstrak belladon - bahan cair, misalnya tinctura opii.

Selain bahan obat tersebut, formula pil juga mengandung bahan tambahan yang dapat berupa bahan pengisi, pengikat, pembasah, penabur, pemecah serta penyalut. Bahan ini tidak selalu seluruhnya digunakan, tergantung dari sifat dan jumlah bahan obatnya. b. Bahan pengisi

Bahan pengisi diperlukan, terutama jika bobot bahan obat terlalu kecil untuk dibuat sediaan pil. Jadi fungsinya hanyalah untuk memperbesar massa pil.

Pengisi yang umum digunakan adalah Liquiritae Radix. Untuk pil yang berwarna putih dapat digunakan Saccharum album, sedangkan untuk bahan obat yang bersifat oksidator dapat digunakan Bolus Alba.

Jumlah pengisi yang umum digunakan adalah :

- Untuk bahan obat jumlah kecil, bobot Radix yang digunakan minimal dua kali jumlah Succus.

- Untuk bahan obat jumlah besar, digunakan pulvis pro pillulae (campuran Radix dan Succus sama banyak).

- Bahan obat golongan oksidator atau senyawa garam timbal (Pb), digunakan Bolus Alba 100 mg/pil.

c. Bahan pengikat

Bahan obat umunya bersifat non kohesif, sehingga dalam pembuatan pil diperlukan bahan pengikat untuk mendapatkan massa pil yang baik. Bahan pengikat yang umum digunakan dalam pembuatan pil adalah :

- Succus Liquiritae, 2 gram untuk 60 pil. - Pulvis Gummosus, 500 mg untuk 60 pil

Untuk bahan obat yang voluminous, 1-1,5 gram untul 60 pil.

- Succus dan Saccharum album sama banyak , 75 gram untuk 1000 pil (berfungsi sekaligus sebagai pengisi dan pengikat).

- Glicerinum cum tragacantha (larutan 10% tragakan dalam gliserin) secukupnya. - Adeps lanae atau vaselin album secukupnya, digunakan untuk pil yang bahan

obatnya bersifat saling bereaksi dengan adanya air, dapat terurai dengan adanya air, oksidator dan merupakan garam-garam timbal (Pb).

d. Bahan pembasah

Untuk membuat massa pil yang baik, umumnya diperlukan bahan pembasah yang umumnya dapat digunakan :

- Air

- Aqua glyserinata (air dan gliserin sama banyak) - Sirupus simpleks

- Madu

- Adeps lanae atau vaselin album (sebagai pengikat sekaligus pembasah) e. Bahan pemecah

Sediaan pil yang diracik dengan menggunakan bahan pengikat adeps lanae atau vaselin album yang bersifat hidrofob menjadi sukar larut/pecah di lambung. Untuk mengatasi hal tersebut, perlu ditambahkan bahan pemecah. Bahan pemecah yang dapat digunakan

adalah natrium bikarbionat. Saat pil masuk ke dalam lambung, akan terjadi reaksi antara natrium bikarbonat dengan HCl yang ada pada asam lambung dan mengkasilkan gas CO2. gas inilah yang dapat menyebabkan pil menjadi pecah.

NaHCO3 + HCL NaCl + H2CO3 CO2 H2O

f. Bahan penabur

Bahan penabur dalam sediaan pil, digunakan agar pil tidak lengket pada alat saat pembuatannya, dan tidang lengket satu dan lainnya dalam wadah selama penyimpanan. Jenis bahan penabur yang dapat digunakan diantaranya :

- Likopodium, untuk pil yang berwarna

- Talk, untuk bahan pil yang mengandung bahan bersifat oksidator atau mengandung garam Pb, pil yang berwarna putih atau pil yang akan disalut. - Amilum Oryzae

- Magnesium karbonat - Radix liquiritae pulv. g. Bahan panyalut

Dalam hal tertentu, perlu dilakukan penyalutan pada sediaan pil yang berfungsi untuk : - menjaga stabilitas bahan obat

- menutupi rasa dan bau bahan obat yang tidak enak - memperbaiki penampilan pil

- mencegah pecahnya pil dalam lambung

Berdasarkan sifat kimia fisikanya, bahan penyalut pil dapat dibedakan menjadi tiga yaitu:

- Penyalut gula : Saccharum album

- Penyalut selaput : CMC-Na, Balsamum Tolutanum, Carbowax 6000 - Penyalut enterik : Salol, Schelac, Cellulose Acetate Phtalat

Cara pembuatan

a. Tahapan pembuatan sedian pil

Pembuatan sediaan pil terdiri dari beberapa tahapan yaitu :  Pembuatan massa pil

- Tentukan macam dan jumlah bahan tambahan yang dibutuhkan sesuai dengan jumlah dan sifat bahan obat.

- Lakukan pencampuran bahan sesuai dengan aturan yang berlaku.

- Tambahkan bahan pembasah sedikit demi sedikit ke dalam campuran dambil digilas kuat sampai terbentuk massa pil yang baik (elastis, tidak lengket di motir dan tidak pecah saat digulung).

 Pemotongan pil

- Massa pil yang telah jadi, dibentuk silender dengan panjang yang sesuai dengan jumlah pil yang akan dibuat, menggunakan pemotong pil dengan ukuran yang sesuai dan ditambahkan bahan penabur.

- Massa pil yang sudah berbentuk silinder dipotong dengan pemotong pil. Bila perlu dapat ditambahkan penabur.

Gambar 1. Alat pemotong pil.

 Pembulatan pil

- Potongan massa pil dipindahkan ke alat pembulat pil yang sudah diberi bahan penabur selanjutnya dibulatkan.

- Masukkan pil yang sudah bulat ke dalam wadah melalui lubangyang ada pada alat pembulat pil dan hitung jumlahnya.

Gambar 2. Alat pembulat pil.

 Penyalutan pil

Bila pil memerlukan penyalutan, lakukan penyalutan sesuai dengan jenis bahan yang digunakan.

b. Cara pembuatan berdasarkan macam bahan obat  Bahan obat padat

Bahan obat padat yang tidak memiliki sifat khusus dapat langsung diracik sesuai tahapan peracikan pil dengan ketentuan :

- Bobot bahan obat 2 g untuk 30 pil, digunakan bahan tambahan :

Succus 1 g

Radix 1-2 g

Aqua glycerinata q.s.

- Bobot bahan obat 2-4 g untuk 30 pil,digunakan bahan tambahan :

Succus 1 g

Radix 0,5 g

P.G.S. 0,25 g Aqua glycerinata q.s.

- Bobot bahan obat > 4 g untuk 30 pil,digunakan bahan tambahan :

Succus 0,5 g

Radix 0,5 g

Glycerin cum tragacanth 0,25-0,5 g Aqua glycerinata q.s.  Bahan obat setengah padat

Bahan obat setengah padat umumnya adalah ekstrak kental.. - Jika jumlah bahan obat kecil (berkhasiat keras)

Bahan obat ditambahkan pelarut yang sesuai sampai tepat larut kemudian ditambahkan pengisi yang warnanya kontras, bahan pengikat dan pembasah. Bahan obat, Radix, Succus dan Aqua glycerinata dengan jumlah yang sama seperti pada bahan obat jumlah kecil.

- Jika jumlah bahan obat besar

Bahan obat langsung ditambahkan radix q.s.  Bahan obat cair

Untuk bahan berupa ekstrak cair :

- Jika jumlahnya kecil ( 0,5 g untuk 30 pil)

Ditambahkan Succus dan Radix dengan perbandingan 1 : 0,5 g tanpa aqua glycerinata.

- Jika jumlah besar ( > 0,5 g untuk 30 pil)

Bahan obat diuapkan sampai 1/3 bobotnya (kental), kemudian ditambahkan radix sampai terbentuk massa pil. Cara lain yang dapat dilakukan adalah mengganti dengan bentuk keringnya kemudian ditambahkan Radix, Succus dan Aqua lycerinata seperti pada bahan obat tanpa sifat khusus.

Untuk bahan berair :

- Jika jumlahnya kecil ( 0,5 g untuk 30 pil) Langsung dibuat pil tanpa bahan pembasah. - Jika jumlah besar ( > 0,5 g untuk 30 pil)

Cara pembuatan pil sama dengan pada ekstrak cair. Peracikan untuk bahan obat bersifat khusus

a. Bahan obat bersifat higroskopis dan deliquescent

- Penambahan aqua glycerinata dilakukan sedikit demi sedikit dan hati-hati. - Bila banyak menyerap air, tidak perlu penambahan aqua glycerinata. - Untuk kalium asetat, CaCl2 dan FeCl3 ditambahkan Succus dan Radix. - Untuk Na salisilat, KBr dan KI :

Dikerjakan dalam mortir hangat

Ditambahkan Succus 1,5 g untuk 7 g bahan Radix 0,5 g untuk 7 g bahan Aqua q.s.

b. Bahan obat mengandung air kristal

Bahan obat ini dapat diganti dengan bentuk kering/anhidratnya. Untuk FeCl3 tidak dapat diganti, sehingga perlu penambahan Bolus alba 100mg/pil

c. Bahan obat oksidator.

Jika bahan ini diracik menjadi pil, dengan adanya air, bahan ini tidak akan tercampurkan dengan Radix dan Succus. Untuk itu perlu ditambahkan :

- bahan pengisi Bolus Alba 100mg/pil

- bahan pembasah dan pengikat adeps lanae atau vaselin album q.s. - bahan pemecah NaHCO3 sama banyak dengan bahan obat.

d. Bahan obat ekstrak kering

- Untuk ekstrak kering berkhasiat keras, karena pemakaiannya dalam jumlah kecil, maka pengerjaannya sama seperti pada bahan obat tanpa sifat khusus.

- Untuk ekstrak yang tidak berkhasiat keras, karena pemakaian dalam jumlah besar, hanya perlu penambahan Radix dan Aqua glycerinata.

e. Bahan obat tidak tahan air

- Untuk bahan obat yang terurai dengan adanya air, perlu ditambahkan bahan pengisi Radix, pengikat adeps lanae, dan bahan pemecah NaHCO3.

- Untuk bahan yang bereaksi dengan bahan pembantu dengan adanya air, misalnya garam Pb, digunakan bahan pengisi Bolus alba, pengikat adeps lanae, dan bahan pemecah NaHCO3.

- Untuk bahan obat yang saling bereaksi dengan adanya air, dihindari pemakaian air, sehingga bahan pengikat yang digunakan adalah adeps lanae atau vaselin album, dengan bahan pengisi Radix atau Bolus alba untuk bahan oksidator. Bahan yang seperti ini juga dapat disiapkan dalan dua pil, dengan menyesuaikan aturan pemakaiannya.

10. Penyalutan Sediaan Pil

Dalam dokumen langkah formulasi strategi anal (2) (Halaman 54-60)