SEDIAAN SEMISOLID SUPOSITORIA
8.7. PEMBUATAN SUPOSITORIA
Supositoria dibuat dengan 3 metode antara lain : d. mencetak hasil leburan
e. kompresi
f. digulung dan dibentuk dengan tangan a. Pembuatan dengan Cara Mencetak
Langkah-langkah dalam metode pencetakan : 1. Melebur basis
2. mencampurkan bahan obat ke dalam basis 3. menuang hasil leburan ke dalam cetakan
4. membiarkan leburan menjadi dingin dan memadat 5. melepaskan supositoria dari cetakan
6. menimbang supositoria yang dibuat Cetakan Supositoria
Cetakan suposioria bahannya dari plastik, stainless steel, Aluminium. Volume atau ukuran cetakan supositoria bermacam-macam. Cetakan dengan ukuran tertentu akan memberikan berat supositoria yang berbeda tergantung basis yang digunakan hal ini disebabkan karena perbedaan berat jenis bahan-bahan tersebut. Cetakan perlu dikalibrasi dengan cara menggunakan basis yang umum dipakai misalnya PEG atau oleum cacao.
Cara melakukan kalibrasi cetakan :
- cetakan diisi dengan massa lelehan PEG atau oleum cacao - didinginkan
- supositoria yang hanya terbuat dari basis ini dikeluarkan dari dalam cetakan
- supositoria kemudian dilebur dengan hati-hati di dalam gelas ukur dan akhirnya diketahui volume cetakan.
Penetapan Jumlah Basis yang Diperlukan
Setelah melakukan kalibrasi cetakan supositoria seperti cara yang telah dikemukan di atas maka volume total cetakan dapat diketahui. Dari sini volume basis yang dibutuhkan dapat dihitung dengan mengurangi volume cetakan dengan volume bahan obat yang digunakan. Jika penambahan bahan obat dalam jumlah yang kecil maka pengurangan ini dapat diabaikan sebaliknya jika bahan obat yang ditambahkan dalam jumlah yang besar maka jumlah ini harus diperhatikan dan digunakan untuk menghitung jumlah basis yang benar- banar diperlukan untuk mengisi penuh cetakan. Pada umumnya basis yang digunakan berwujud padat dalam suhu kamar maka untuk mengetahui jumlah basis yang harus ditimbang maka perlu mengalikan volume basis yang diperlukan dengan berat jenisnya sehingga berat basis dapat diketahui. Sebagai contoh 12 mL oleum cacao diperlukan untuk mengisi penuh cetakan sedangkan volume bahan obat yang digunakan adalah 2,8 mL sehingga volume oleum cacao yang diperlukan adalah 9,2 mL. Dengan mengalikan 9,2 mL oleum cacao dengan berat jenisnya sebesar 086 g/mL maka didapat hasil 7,9 g oleum cacao.
Jumlah oleum cacao yang digunakan untuk membuat supositoria dapat dilihat dari kesetaraannya dengan obat yang akan digunakan. Yang dimaksud dengan kesetaraan disini adalah sejumlah obat yang menggantikan 1 bagian oleum cacao misalnya :
1. Aminophylin 1,5 2. Iodoform 4,0 3. Morfin HCl 1,5
Contoh ; buat 12 supositoria mengandung iodoform @ 0,750 g dimana satu buah supositoria beratnya 3 g.
Penyelesain :
Jumlah iodoform untuk 12 buah supositoria = 12 x 0,750 g = 9 g
Kesetaraan oleum cacao dengan iodoform = 1 bagian oleum cacao digantikan oleh 4 bagian iodoform sehingga jumlah oleum cacao yang digantikan oleh iodoform adalah ; ¼ x 9 g = 2,25 g
Jadi jumlah oleum cacao yang digunakan untuk membuat 12 supositoria adalah : = (12 x 3 g) – 2,25 g = 33,75 g
Pembuatan supositoria yang mengandung zat-zat yang tidak larut dengan oleum cacao : 1. Lelehkan oleum cacao dalam cawan porselin di atas penangas air sampai 1/3-nya
meleleh
3. Obat atau serbuk yang akan ditambahkan digerus terlebih dahulu
4. Tuangkan lelehan basis ke dalam obat atau serbuk yang telah digerus kemudian diaduk sampai didapat massa yang dapat dituang
5. Tuang campuran ke dalam cetakan dimana cetakan sudah diolesi dengan paraffin cair terlebih dahulu
6. Diamkan sebenar kemudian masukkan ke dalam lemari es sampai membeku 7. Keluarkan supositoria dari dalam cetakan kemudian ditimbang
8. Jika kelebihan berat maka lakukan pemotongan pada bagian yang tumpul
Sebagai catatan semua bahan ditimbang sebanyak 1,5-2 kali dari jumlah bahan yang diminta. Pembuatan supositoria yang mengandung zat-zat semisolid dengan basis oleum cacao misalnya ekstrak-ekstrak kental dan Ichtyol. Pada dasarnya sama dengan cara di atas hanya saja yang perlu diperhatikan :
1. Zat semisolid dilarutkan dengan air secukupnya
2. Ditambah dengan lelehan basisnya, diaduk sampai homogen sampai didapat massa yang dapat dituang
Pembuatan supositoria yang mengandung zat cair dengan basis oleum cacao.
Penambahan minyak-minyak (cair) dapat menurunkan titik lebur oleum cacao. Batas maksimal penambahan minyak-minyak ini adalah 10-15%. Jika penambahan diatas batas maksimal ini maka untuk mengatasi melunaknya supositoria maka dalam pembuatannya ditambahkan cera flava sebanyak 4-6%. Sedangkan penambahan zat-zat berair dan zat-zat cair berspiritus sampai 20% ke dalam basis oleum cacao akan menyebabkan timbulnya emulsi. Untuk mencegah hal ini maka sebaiknya zat-zat cait ini diuapkan terlebih dahulu. Cara pembuatannya sama dengan cara yang sudah diutarakan di atas.
Pembuatan supositoria dengan basis gliserin gelatin
Contoh supositoria yang terdiri dari bahan obat, gliserin dan gelatin maka cara pembuatannya dimulai dengan mengocok gliserin dan aquadest di dalam botol kemudian ditambah dengan gelatin dan kocok kembali, setelah itu didiamkan 20 menit dan panaskan di atas penangas air. Jika sudah meleleh maka campuran basis yang terdapat di dalam botol dikocok kuat dan botol dibiarkan di penangas air sampai udaranya keluar. Bahan obat yang telah dilarutkan di dalam air ditambahkan ke dalam botol, dikocok kembali sampai homogen kemudian ditimbang sesuai dengan berat yang diinginkan dan dilakukan pencetakan.
Basis gliserin gelatin ini incompatible dengan asam tanat, asam galat dan FeCl3. Disamping itu perlu diingat bahwa basis yang digunakan untuk membuat supositoria ini memiliki spesific gravity yang berbeda-beda dimana hal ini akan mempengaruhi jumlah basis
yang harus ditimbang untuk membuat supositoria. Telah ditetapkan bahwa specific gravity
untuk oleum cacao dan gliserin gelatin masing-masing 1,00 dan 1,5. Untuk mengetahui berapa jumlah gliserin gelatin yang diperlukan untuk membentuk supositoria dapat dihitung dengan cara mengalikan faktor 1,5 dengan kesetaraan obat-obat terhadap oleum cacao.
b. Pembuatan Dengan Cara Kompresi
Proses kompresi khusus untuk pembuatan supositoria yang mengandung bahan obat yang tidak tahan pemanasan dan untuk supositoria yang mengandung sebagian besar bahan yang tidak dapat larut dalam basis. Kelemahan cara ini adalah bahwa dibutuhkan mesin khusus disamping itu bentuk supositoria terbatas pada cetakan yang dimiliki oleh mesin tersebut.
8.6. PENGEMASAN DAN PENYIMPANAN SUPOSITORIA