Jl. Letjend Sujono Humardani No.1 Jombor Sukoharjo 57512 Telp: 0271-593156 E-mail: [email protected]
ABSTRAK: Tujuan dari penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui referent (acuan) makian
berbahasa Inggris, (2) untuk mengetahui satuan lingual makian berbahasa Inggris, serta (3) untuk mengetahui fungsi makian berbahasa Inggris dalam novel BB karya Richard Wright. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan beberapa teori yang berhubungan dengan tabu (taboo), makian, bentuk lingual, kontek serta komponen tindak tutur. Penelitian ini berjenis deskriptif kualitatif. Data berupa semua kata makian yang diperoleh dari novel BB karya Richard Wright dengan teknik pustaka. Data selanjutnya diberi kode berupa nomor data, judul novel, BAB data makian ditemukan, halaman data makian ditemukan, data makian. Untuk validasi data peneliti menggunakan trianggulasi sumber (data) serta trianggulasi teori. Analisis data terdiri reduksi data, verifikasi data, pengambilan kesimpulan. Dari hasil analisis diperoleh kesimpulan bahwa (1) referent (acuan) makian berbahasa Inggris yang muncul dalam novel BB adalah makian yang berhubungan dengan agama dan nama Tuhan, berhubungan dengan hewan serta tumbuhan, berhubungan dengan rasis, berhubungan dengan sifat buruk dan kebodohan, berhubungan dengan pekerjaan, berhubungan dengan aktifitas seksual, berhubungan dengan bagian tubuh, berhubungan dengan keluarga. (2) Bentuk satuan lingual yang sering muncul dalam makian pada novel BB adalah kata, frasa, kalimat. (3) Fungsi makian pada novel BB untuk mengungkapkan amarah, menunjukkan keakraban, untuk menyapa, untuk mengejek (mencemooh), menyatakan rasa terkejut, menyatakan ancaman, menyatakan rasa penasaran serta menyatakan rasa jengkel.
Kata-kata kunci: makian, tabu, satuan lingual, kontek, komponen tindak tutur.
PENDAHULUAN
Salah satu fungsi bahasa adalah fungsi ekspresif. Fungsi ini juga dikenal dengan istilah fungsi emotif karena pada kasus ini bahasa berfungsi untuk mengungkapkan pikiran, ide serta emosi dari penutur bahasa tertentu. Salah satu fungsi ekspresi ini muncul dalam makian (swearing). Makian merupakan bentuk ekspresi emosi, terutama emosi yang berhubungan dengan rasa jengkel serta amarah. Makian secara luas dapat diartikan sebagai kata-kata yang digunakan oleh seseorang kalau dia sedang marah atau menghina orang.
Penulis merasa tertarik dengan fenomena makian tersebut meskipun bukan makian yang langsung terjadi dalam tuturan di masyarakat secara langsung. Dalam hal ini peneliti hanya membatasi makian yang ditemukan dalam sebuah novel berjudul Black Boy (BB) karya Richard Wright (1989), seorang pengarang Afro Amerika. Penulis menemukan banyak makian dalam novel tersebut seperti damn, hell, sonofabitch, Goddamn, Goddamnit, bitch dan sebagainya. Hal inilah yang membuat penulis semakin tertarik untuk meneliti makian.
Pada penelitian kali ini perumusan masalah meliputi (1) apa referen (acuan) yang digunakan pada makian berbahasa Inggris dalam novel BB karya Richard Wright? (2) apa bentuk satuan lingual yang digunakan pada makian berbahasa Inggris dalam novel BB karya Richard Wright? (3) apa fungsi makian berbahasa Inggris pada novel BB karya Richard Wright? Penelitian ini berfungsi untuk mengetahui referen (acuan) yang digunakan pada makian berbahasa Inggris dalam novel BB karya Richard Wright, untuk mengetahui bentuk satuan
lingual ang digunakan pada makian berbahasa Inggris dalam novel BB karya Richard Wright serta mengetahui fungsi makian berbahasa Inggris pada novel BB karya Richard Wright.
Ketika membahas masalah makian, maka tidak bisa terlepas dari masalah tabu (taboo). Tabu berarti dilarang untuk didekati, diucapkan atau digunakan karena bertentangan dengan masyarakat dan budaya. Tabu muncul setidaknya karena tiga hal yaitu pertama tabu karena sesuatu yang menakutkan. Tabu ini berhubungan dengan pelarangan penyebutan nama Tuhan, nama makluk halus, nama binatang. Jenis tabu kedua adalah tabu karena sesuatu yang tidak mengenakkan perasaan. Jenis tabu ini berhubungan dengan usaha manusia untuk menghindari penyebutan langsung untuk nama penyakit, kematian. Jenis tabu terakhir adalah tabu yang berhubungan dengan seksual, bagian tubuh serta fungsinya serta kata-kata yang berkaitan dengan makian.
Makian atau swearing dapat diartikan sebagai kata atau frasa yang tidak sesuai dengan kesopanan bahasa yang berhubungan dengan penghinaan terhadap Tuhan dan nilai moral yang biasanya dimanfaatkan untuk mengunkapkan kemarahan. Pengertian lainnya adalah makian merupakan tindakan verbal yang mengungkapkan perasaan agresif akibat dari rasa frustasi melalui kata-kata dengan tekanan emosi yang kuat.
Makian biasanya bersumber dari segala sesuatu yang berhubungan dengan seksual, masalah yang berhubungan dengan pembuangan manusia (BAB, BAK), serta hal yang berhubungan dengan supranatural. Dalam masyarakat terdapat kesamaan dalam memilih tema terkait denga makian seperti (1) nama Tuhan, nama setan, tempat yang dianggap suci atau angker, (2) nama bagian tubuh dan fungsinya, (3) kata atau frasa yang bersinonim dengan kata bodoh, (4) nama binatang, (5) nama buah atau tanaman, (6) penghinaan terhadap keluarga terutama ibu.
Bahasa Inggris memiliki tiga tahap perkembangan makian. Tahap pertama pada abad 16 yaitu tahap eufemisme untuk hal-hal yang tidak menghormati Tuhan atau makian yang berhubungan dengan keagamaan seperti bloody by my lady, God blind me. Tahap selanjutnya adalah abad 18 di mana makian lebih berkaitan erat dengan penyebutan bagian tubuh serta fungsinya seperti cock, cunt yang keduanya merujuk pada alat kelamin perempuan dan pria. Tahap terakhir adalah tahap awal abad 20. Pada tahap ini makian lebih merujuk pada sesuatu ang bersiafat rasis seperti nigger, negro, black.
Pada penelitian kali ini penulis lebih menekankan pada bentuk satuan gramatik yang meliputi morfem, kata, frasa, klausa, kalimat dan wacana. Bentuk lingual terkecil yang akan dipakai sebagai data dalam penelitian ini adalah kata. Kata adalah satuan terkecil dari sebuah tata bahasa yang mampu berdiri sendiri sebagai tuturan lengkap yang dipisahkan oleh spasi dalam bentuk tulisan sedangkan dalam bentuk ujaran ditandai dengan jeda. Frase merupakan kelompok kata yang belum memiliki subjek dan predikat. Frasa hanya memiliki inti kata (head word) dan penjelas (modifier). Klausa adalah sebuah bentuk yang sudah memiliki subjek dan predikat namun klausa belum lengkap disebut sebagai kalimat karena dari segi arti klausa masih menggantung dan klausa tidak bisa berdiri sendiri. Kalimat adalah satuan gramatikal yang telah memiliki subjek dan predikat dan dapat berdiri sendiri serta telah memiliki arti secara penuh.
Tuturan dalam sebuah bahasa sangat terpengaruh dengan sebuah konteks. Suatu tuturan yang sama dapat memiliki arti yang berbeda karena pengaruh dari sebuah konteks. Konteks dapat dipahami sebagai lingkungan dalam arti luas yang memungkinkan peserta tutur dalam proses komunikasi berinteraksi dan lingkungan yang memungkinkan tuturan dapat dipahami. Kontek dapat meliputi identitas peserta tutur, lokasi dan tempat tuturan, kepercayaan atau pengetahuan yang dipahami oleh peserta tutur serta maksud dari peserta tutur. Konteks dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu konteks bahasa (co-text) dan konteks luar bahasa (extra linguistics context). Pendapat lain membdakan konteks sebagai konteks situasi dan konteks budaya. Pemahaman konteks harus dilakukan secara keseluruhan tidak hanya memahami konteks situasi saja namun juga konteks budaya begitu juga konteks bahasa. Dalam pemahaman konteks ini juga melibatkan pemahaman komponen tutur seperti apa yang telah diperkenalkan oleh Hymes dengan teori SPEAKING yang meliputi Setting and Scene, Participant, Ends, Acts of sequence, Key, Instrument, Norms dan Genre.
METODE
Penelitian ini berjenis deskriptif kualitatif. Penelitian ini mengamati fenomena makian berbahasa Inggris yang banyak ditemukan dalam novel Black Boy karya Richard Wright. Data pada penelitian ini adalah semua makian yang ditemukan pada novel Black Boy karya Richard Wright yang merupakan sumber data pada penelitian ini. Untuk mendapatkan data makian penulis menggunakan teknik pustaka yaitu menggunakan sumber-sumber tertulis untuk mendapatkan data. Sumber tertulis itu adalah novel Black Boy karya Richard Wright.
Setelah data terkumpul langkah berikutnya adalah pengkodean data supaya lebih mudah dalam proses analisis data. Pengkodean data meliputi nomor data, judul novel, bab di mana data ditemukan, halaman di mana data ditemukan, data makian yang dimaksud. Proses analisis data meliputi tiga tahap yaitu reduksi data. Pada tahap ini data yang tidak sesuai akan dihilangkan. Data makian dalam novel akan dicocokan dengan makian yang ada kamus bahasa Inggris Oxford Advanced Learner‟s Dictionary.
Langkah selanjutnya adalah penampilan data. Pada tahap ini data disusun berdasarkan referen (acuan), bentuk, dan fungsi makian. Terakhir adalah verifikasi atau penarikan kesimpulan. Penarikan kesimpulan ini didasarkan pada analisis data sebelumnya. Untuk validasi data penulis mneggunakan trianggulasi sumber (data) dengan cara membandingkan data makian dengan makian dalam kamus bahasa Inggris Oxford Advanced Learner‟s Dictionary. Selain itu penulis juga menggunakan trianggulasi teori.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Referen (acuan) makian berbahasa Inggris pada novel Black Boy
Berdasarkan analisi terhadap data yang ditemukan maka referen (acuan) makian berbahasa Inggris pada novel BB karya Richard Wright adalah:
1. Makian yang berhubungan dengan agama dan nama Tuhan
Makian yang berhubungan dengan nama Tuhan biasanya digunakan untuk bentuk eufimisme nama Tuhan. Pada kelompok ini peneliti menemukan beberapa makian seperti kata Devil, evil, hell, God, Angels, goddamnit, goddamn, Christ, Lord, Holy. Berikut adalah contoh dalam kalimat.
005/BB/II/50/God‘s sake ―What‘s the matter, for God‘s sake?‖ my mother asked
of me, of Granny, of my brother, turning her face from one to another.
2. Makian yang berhubungan dengan hewan dan tumbuhan
Nama hewan yang muncul adalah bitch, pig, dog, hog, ass, rooster. Kata bitch dan dog mengandung arti yang sama yaitu anjing. Bitch merupakan anjing betina (female dog, wolf, fox), sedangkan kata dog sering diterjemahkan sebagai anjing saja. Kata bitch ini biasanya muncul dalam bentuk sonofabitch. Kata dog biasanya muncul sendirian namun bitch seringkali dirangkai dengan sonofabitch. Nama hewan berikutnya yang muncul dalam makian adalah pig dan hog (American English) yang keduanya berarti babi. Nama hewan lainnya yang sering dipakai dalam makian adalah ass yang sama artinya dengan donkey atau keledai. Hewan terakhir yang digunakan dalam makian pada novel ini adalah rooster yang berarti ayam jantan. Berikut contoh
106/BB/XII/262-3/fool, dog, rooster ―Naw, I‘m not.‖ He shook his head
vigorously. I don‘t want to fight for white men. I‘m no dog or rooster.‖
Pada novel ini juga ditemukan satu makian lain yang berasosiasi dengan alat kelamin pria dari kelompok tanaman, yaitu adalah nut yang berarti kacang. Berikut contoh dalam kalimat:
109/BB/XII/265/nut, nigger, f - -k - -g piece
….Now shamed filled me. The white men were smoking and yelling obscenities at us. ―Crush that nigger‘s nut, nigger!‖
3. Makian yang berhubungan dengan rasis
Peneliti banyak menemukan makian yang berhubungan dengan rasis yang ditujukan kepada Afro Amerika. Kata-kata tersebut misalnya negro, black, nigger.. Berikut contoh dalam kalimat:
019/BB/III/89/nigger ―Nigger, your mind‘s in a ditch,‖ Amusingly
moralistic.
4. Makian yang berhubungan dengan sifat buruk atau kebodohan
Pada novel ini peneliti menemukan beberapa makian yang berhubungan dengan sifat buruk yaitu fool, foolish, foolishness, silly, lousy. Semua makian tersebut berarti bodoh. Berikut adalah contoh dalam kalimat:
007/BB/II/51/little filthy fool ―Come on here, you little filthy fool‖, my mother
called.
5. Makian yang berhubungan dengan pekerjaan
Pada novel ini ditemukn dua makian yang berhubungan dengan pekerjaan yaitu prostitute dan whore atau dalam bahasa Indonesia adalah pelacur atau WTS. Berikut contoh dalam kalimat:
013/BB/II/74/prostitute ―You‘re just a common prostitute‖, aunt Maggie
pitched .
6. Makian yang berhubungan dengan aktifitas seksual
Peneliti hanya menemukan dua makian jenis ini yaitu f**k dan f******g. Kata f**k sering dihubungkan dengan aktivitas seksual. Berikut contoh dalam kalimat:
084/BB/IX/209/f- - k- - g, black ―Didn‘t you call him Pease? If you say you didn‘t,
I‘ll rip your gut string loose with this f- - k - - g bar, you black granny dodger! You can‘t call a white man a liar and get away with it!‖
7. Makian yang berhubungan dengan bagian tubuh
Pada novel ini ditemukan dua makian dengan referen bagian tubuh yaitu ass, nut dan piece. Ass berasal dari kata arse yang berarti adalah pantat atau lubang pembuangan kotoran (anus). Piece bila diartikan secara harfiah adalah bagian, namun dalam data ini berdasarkan konteks ini maka piece diartikan sebagai alat kelamin pria. Berikut contoh dalam kalimat:
101/BB/XII/250/God‘s name, ass
―Listen, nigger,‖ he said to me, my ass is tough and a quarter is scarce
8. Makian yang berhubungan dengan keluarga
Peneliti menemukan satu makian yang berhubungan dengan keluarga yaitu bastard. Bastard dapat diartikan anak yang lahir dari orang tua yang tidak terikat karena pernikahan. Istilah ini lebih dikenal sebagai anak haram. Berikut adalah contoh dalam kalimat:
012/BB/II/74/bastard, angels ― Them bastard brats of yours ain‘t no angels!‖
the landlady said.
Bentuk lingual makian berbahasa Inggris dalam novel Black Boy
Bentuk lingual yang sering muncul dalam makian berbahasa Inggris dalam novel BB karya Richard Wright adalah kata dan frasa dan kalimat.
1. Kata
Jenis kata dalam makian berbahasa Inggris di novel BB adalah:
a. Kata Benda
Makian berbentuk kata benda banyak ditemukan karena kebanyakan dari makian ini merujuk pada benda. Benda yang sering dirujuk dalam makian tersebut antara lain tertera dalam Tabel 1.
Tabel 1. Nama benda yang dirujuk dalam makian
No Jenis nama benda Kata makian
1 nama tempat hell (neraka)
2 nama pekerjaan whore, prostitute (pelacur)
3 nama untuk sapaann nigger, negro, pig, fool, silly
4 nama hewan pig (babi), dog (anjing), hog (anjing), bitch (anjing
betina), rooster (ayam jantan), ass (keledai)
5 nama yang berhubungan
dengan agama dan nama Tuhan
God, Lord, Christ, Angel (malaikat), Holy (Roh
suci) evil, devil (setan)
6 benda abstrak fool, foolish, silly
b. Kata kerja
Makian yang berbentuk kata kerja pada novel ini adalah damn yang berarti mengutuk dan berfungsi sebagai predikat.
c. Kata sifat
Makian yang berbentuk kata sifat pada novel ini adalah black, foolish. Kata tersebut berfungsi untuk menerangkan kata benda.
2. Frasa
a. Frasa kata benda
Pada penelitian ini makian berbahasa Inggris dikelompokkan menjadi 3 kelompok yaitu: (1) Makian yang berfungsi sebagai kata inti atau head word dalam frasa kata benda seperti common prostitute, black little devil, high tone bitch, (2) Makian yang berfungsi sebagai penjelas atau modifier dalam frasa kata benda seperti damn thing, nigger head, damn crackpot; dan (3) Frasa kata benda yang terbentuk melalui gabungan makian, seperti black bastard, black sonofabitch, f - - k - - g bar
b. Frasa Kata Sifat
Frasa kata sifat merupakan frasa yang kata intinya adalah kata sifat seperti damn funny, goddamn right.
3. Kalimat
Satuan lingual terbesar yang muncul pada makian dalam novel ini adalah kalimat. Dimasukkan ke dalam kelompok kalimat karena makian tersebut kalau dipisah-pisahkan maka makian tersebut sudah memiliki subjek, predikat, serta objek.
Berikut pemisahan unsur pembentuk makian tersebut: God damn it.
S P O God damn S O
Fungsi makian pada novel Black Boy
Peneliti menemukan beberapa fungsi makian berbahasa Inggris pada novel BB karya Richard Wright. Fungsi tersebut adalah
1. Makian berfungsi untuk mengungkapkan amarah
Pada umumnya makian berfungsi untuk mengungkapkan rasa amarah. Dengan menggunkan makian setidaknya dapat membuat seseorang merasa lega. Dalam novel BB karya Richard Wright sebagian besar makian dimanfaatkan untuk mengekspresikan rasa amarah para tokoh dalam novel tersebut. Peneliti menemukan kurang lebih 28 data makian yang dimanfaatkan untuk mengungkapkan rasa amarah para tokoh dalam novel tersebut. Berikut dalah beberapa contoh data makian berbahasa Inggris dalam novel BB.
002/BB/I/47/ evil, Devil : ―You stop that, you evil gal‖, she shouted
Pada data di atas, makian yang muncul adalah evil gal dan devil yang diucapkan oleh tokoh nenek kepada Ella, asisten rumah tangga. Nenek marah karena Ella dianggap akan membawa dampak buruk kepada cucu-cucunya dengan membacakan mereka cerita dari novel yang dianggap sebagai barang setan (Devil stuff).
2. Makian yang berfungsi untuk menunjukkan keakraban.
Hubungan yang akrab antara peserta tutur akan memberikan ruang gerak yang bebas dalam berkomunikasi seperti pemanfaatan bahasa yang tidak resmi bahkan penggunaan makian juga sering muncul. Dalam novel BB ini peneliti menemukan beberapa contoh makian yang berfungsi untuk menunjukkan keakraban antara peserta tutur. Berikut beberapa contoh data yang relevan dengan fungsi makian untuk menujukkan keakraban.
018/BB/III/89/hell, nigger : ―Hell, I ain‘t gonna stand near you, nigger!‖
Pronouncement
019/BB/III/89/nigger : ―Nigger, your mind‘s in a ditch,‖ Amusingly
moralistic.
Pada percakapan di atas salah satu peserta tutur memanggil temannya dengan sebutan nigger namun demikian temannya tidak merasa tersinggung atau marah dengan makian tersebut karena hubungan mereka yang sudah sangat akrab. Orang Amerika keturunan Afrika akan sangat tersinggung jika disebut dengan istilah nigger terutama oleh orang yang bukan dianggap dari kelompoknya karena ini dianggap sebagai suatu tindakan rasis. Namun di antara kelompoknya kata nigger ini sudah menjadi sapaan biasa untuk menunjukkan keakraban. Selain itu makian hell juga sering muncul ketika mereka berbincang-bincang dengan temannya.
3. Makian yang berfungsi untuk menyapa
Sebagian makian yang digunakan untuk menyapa adalah nigger, sebutan untuk orang Amerika keturunan Afrika atau biasa disebut dengan istilah negro. Berikut adalah contoh makian tersebut
019/BB/III/89/nigger : ―Nigger, your mind‘s in a ditch,‖ Amusingly
moralistic.
Kata nigger paling sering muncul dalam novel BB dan banyak dimanfaatkan untuk menyapa, baik sapaan antara sesama warga Amerika keturunan Amerika atau warga kulit putih dengan Afro Amerika.
4. Makian yang berfungsi untuk mengejek
Makian sering pula digunakan untuk mengejek atau mencemooh. Berikut adalah contoh yang dimaksud:
043/BB/VI/162/nigger : ―You‘ll never be a writer, ― she said. ―Who on earth put
such ideas into your nigger head?‖
Makian yang digunakan pada contoh di atas adalah nigger dan diucapkan oleh majikan Richard yang merupakan warga kulit putih.Majikan tersebut bertanya tentang sekolah dan cita-citanya. Majikan tersebut terkejut dan mencemooh ketika Richard mengatakan bahwa dia ingin menjadi seorang penulis. Menurutnya menjadi seorang penulis merupakan hal yang tidak mungkin bagi seorang Afro Amerika pada saat itu.
5. Makian untuk menyatakan rasa terkejut
Makian terkadang juga digunakan ketika seseorang dalam keadaan terkejut. Dalam novel ini penulis menemukan data yang berkaitan dengan hal tersebut.
040/BB/V/160/damn : ― Do you steal? She asked me aerioiusly.
I burst into a laugh and then checked myself ―What so damn funny about that? She asked.
Makian yang muncul dalam data di atas adalah damn funny yang diucapkan oleh calon majikan Richard. Dia terkejut kenapa Richard tertawa ketika majikan bertanya apakah dia (Richard) mencuri. Pertanyaan majikan terutama yang berkulit putih tentang perihal mencuri kepada pekerjanya adalah wajar dan biasanya orang akan tersinggung ditanya
demikian, namun Richard masih bisa tertawa. Sehingga hal ini dianggap aneh oleh majikannya.
6. Makian untuk menyatakan ancaman
Dalam amarah terkadang diikuti dengan mengancam, sehingga makian pun juga kadang muncul dengan maksud untuk menyatakan ancaman. Berikut adalah contohnya:
004/BB/II/48/ hell : ―You‘re going to burn in hell‖, she said with such
furious conviction that for a moment I believed her.
Makian yang digunakan dalam data di atas adalah hell. Makian tersebut diucapkan oleh nenek dengan maksud untuk mengancam Richard supaya berhenti memohon kepadanya supaya Ella, asisten rumah tangganya diizinkan untuk menyelesaikan cerita dalam novel.
7. Makian untuk menyatakan rasa penasaran
Beberapa makian pada novel BB ini juga dimanfaatkan untuk menyatakan rasa penasaran. Rasa penasaran yang tidak segera terjawab membuat peserta tutur mengeluarkan makian tersebut. Berikut beberapa makian yangberhubungan dengan rasa penasaran.
005/BB/II/50/God‘s sake : ―What‘s the matter, for God‘s sake?‖ my mother
asked of me, of Granny, of my brother, turning her face from one to another.
Makian tersebut diucapkan oleh tokoh ibu (Ibu dari Richard) yang penasaran dengan keributan yang terjadi di rumah. Dia keluar dari ruangan lain dan melihat Richard berlarian menghindar dari pukulan neneknya yang dalam keadaan menangis.Hal ini membuatnya penasaran dan bertanya tentang apa yang terjadi sebenarnya, namun tak satupun yang memberitahunya.
8. Makian untuk menyatakan rasa jengkel
016/BB/II/80/nigger : ―Here‘s your dog,‖ she snapped, thrusting Betsy into my
arms. ―Now, get away from here! You‘re just about the craziest nigger boy I ever did see!
Makian yang terlihat dalam data adalah craziest nigger boy yang diucapkan oleh seorang wanita kulit putih yang ingin membeli anjing Richard yang bernama Betsy. Dia sudah akan membayar sesuai permintaan Richard, yaitu 1 dolar dengan cara dibayar 97 sen sedang sisanya akan dibayarkan nanti malam. Richard tetap tidak mau dengan tawaran ini karena