KELAS VII SMP NEGERI 1 LEMBO Oleh :
UPAYA MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBICARA MELALUI METODE BERMAIN PERAN PADA SISWA KELAS V SD GKST BETELEME
III. METODE PENELITIAN Desain atau model penelitian in
4.7 Hasil Analisis Penilaian Respon Siswa terhadap metode Roll Play
4.6 Hasil Tes Akhir Tindakan Siklus II Tes siklus II ini juga dilaksanakan secara klasikal. Tes ini dilaksanakan untuk menilai hasil keterampilan berbicara melalui bermain drama. Siswa juga diberi kesempatan untuk mengisi angket respon siswa terhadap model pembelajaran yang diterapkan.
Hasil tes akhir siklus II dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 4.2. Hasil Tes Akhir Memerankan Tokoh Cerita Siklus II
Rentang nilai Frekwensi Prosentasi Kategori 0 – 24 25 – 49 50 – 74 75 – 100 0 0 3 18 0 0 14,29 85,71 Tidak tuntas Tidak tuntas Tidak tuntas Tuntas Jumlah 21 100
Dari tabel di atas, dapat dilihat
bahwa ketuntasan klasikal mencapai
85,71% atau yang tuntas belajar ada 18 siswa dari 21 siswa. Indikator keberhasilan telah tercapai bahkan lebih dari yang diharapkan.
Dari hasil analisis angket yang diisi oleh seluruh siswa, diperoleh informasi sebagai berikut.
4.7 Hasil Analisis Penilaian Respon Siswa terhadap metode Roll Play
No Siswa Skor Kategori Respon
Jumlah Siswa (Skala Likkert) Persentase (%) 1. 85 Sikap 18 85,71 2. 80 Keterampilan 19 90,48 3. 75 Pemahaman Materi 18 85,71
Dari tabel di atas. diperoleh hasil respon sikap siswa 85,71%, keterampilan 90,48%, dan pemahaman materi 85,71%. Berdasarkan kategori penilaian respon
159
Indonesia dengan menggunakan metode
roll play diperoleh hasil bahwa untuk ketiga kategori tersebut di atas menunjukkan respon yang positif dari hampir seluruh siswa.
V. SIMPULAN
Dari hasil analisis tes akhir siklus I, siswa belum tuntas secara klasikal hanya mencapai 52,38% atau dari 21 siswa hanya 11siswa yang tuntas belajar. Hal ini disebabkan belum optimalnya pembelajaran yang dilakukan guru dan penerapan metode roll play belum maksimal. prosentase ketuntasan klasikal hanya 52,38. Sedangkan indikator keberhasilan ketuntasan yang ditetapkan adalah 80%. Ini menandakan bahwa ketuntasan belajar klasikal belum tercapai maka kegiatan dilanjutkan pada siklus yang kedua.
Ketuntasan klasikal pada siklus II mencapai 85,71% atau yang tuntas belajar ada 18 siswa dari 21 siswa. Indikator keberhasilan telah tercapai bahkan lebih dari indicator yang telah ditetapkan. Respon sikap siswa 85,71%, keterampilan 90,48%, dan pemahaman materi 85,71%.
Berdasarkan kategori penilaian respon
siswa terhadap pembelajaran bahasa
Indonesia dengan menggunakan metode
roll play diperoleh hasil bahwa untuk ketiga kategori tersebut di atas menunjukkan respon yang positif , oleh sebab itu penelitian dihentikan pada siklus yang kedua.
VI. SARAN
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan peneliti menyarankan beberapa hal yang terkait dengan peningkatan kemampuan siswa dalam bermain drama.
Pada hakikatnya pembelajaran drama
merupakan keterampilan berbicara yang urgency yang harus dikuasai dan disenangi oleh siswa, dengan demikian guru dapat menciptakan pembelajaran yang kreatif dan inovatif untuk dapat mengembangkan potensi diri, menerapkan berbagai metode, strategi, materi, media dan evaluasi pembelajaran yang berkualitas agar hasil pembelajaran drama pada aspek berbicara siswa terus dapat ditingkatkan.
160
DAFTAR PUSTAKA
Ahmad Rofi’uddin dan Darmiyati Zuhdi. 2001. Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Kelas Tinggi. Malang: Universitas
Negeri Malang.
Agus Suprijono. 2009. Cooperative Learning Teori dan Aplikasi PAIKEM. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Alwasilah, A. Chaedar dkk. (1998). Pengajaran bahasa komunikatif, teori dan praktek.Bandung : Remaja Rosda karya. Akhadiah, Sabarti. (1988). Pembinaan Kemampuan Berbicara Bahasa Indonesia. Jakarta:PT gelora Aksara Pramata.
Aninditya Sri Nugraheni. 2009.”Penerapan Strategi Cooperative Learning Jenis Think-Pair-Share (TPS) pada Pembelajaran Kompetensi Berbicara pada Siswa Kelas VI-H SD Al-Islam Surakarta”. Thesis. Universitas Sebelas Maret, tidak dipublikasikan.
BSNP. (2006). Kurikulum 2006 Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Tingkat SD dan MI. Jakarta:Media Makmur Maju Mandiri
Bruce Joyce. 2009. Model-model Pengajaran. Jakarta: Pustaka Pelajar.
Djargo, Tarigan. (1996). Pendekatan Komunikatif dan berbicara. Bandung : Angkasa. Hamalik. (2009). Proses Belajar Mengajar. Jakarta : Bumi Aksara.
Henry Guntur Tarigan. 2012. Berbicara Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa. Mulyani, Sumantri. 2006. Perkembangan Peserta Didik. Jakarta: Universitas Terbuka.
161 DAFTAR ISI
1. Penggunaan Media Foto Keluarga Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Dalam Pembelajaran Menulis Narasi Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Pada Siswa Kelas VII SMP 1 Beteleme (Ferlin Selviani Kalaena) ...01 2. Peningkatan Hasil Dan Aktivitas Belajar Siswa Dalam Pembelajaran Menulis Deskripsi Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Melalui Penerapan Permainan Tebak Misteri Pada Siswa Kelas VII SMP 1 Beteleme (John Budzer Poko) ……...……11 3. Peningkatan Keaktifan Dan Hasil Belajar Keterampilan Berbicara Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Melalui Penerapan Model Pembelajaran Snowball Throwing Pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 8 Sigi (Doriana Taiso) ...23 4. Penerapan Pendekatan Multiple Intelegence
Linguistic Intelegence Untuk Meningkatkan Keterampilan Menulis Siswa Kelas V SDN I Beteleme (Helnice Talingkau)...35 5. Peningkatan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Aspek Keterampilan Menulis Karangan Deskripsi Dengan Menggunakan Media Brosur Perjalanan Wisata Pada Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Sindue (Zusje Marie Deetje
Kumenit)………....44
6. Peningkatan Kecerdasan Emosional Siswa Melalui Bimbingan Konseling Dengan Penerapan Metode Sosiodrama Pada Siswa Kelas XI SMA Negeri 1 Sindue (Samsi) ...55 7. Peningkatan Hasil Belajar Biologi Pada Materi Gerak Tumbuhan Melalui Penerapan Model Pembelajaran Inside Outside Circle Pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Mori Atas(Yulinus Mowendu)... ...64 8. Peningkatan Hasil Dan Aktivitas Belajar
Siswa Pada Mata Pelajaran Matematika Melalui Penerapan Model Pembelajaran Problem Posing Pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Lembo (Julianeri Russang) ...74
9. Peningkatan Hasil Belajar Kognitif Dan Psikomotorik Siswa Dalam Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Pada Aspek Keterampilan Menulis Karangan Narasi Melalui Penggunaan Media Foto Kenangan Pada Siswa Kelas VI SDN 2 Tanahsumpu (Antonius Vuliantoro)...85 10. Peningkatan Hasil Belajar Bola Kasti Pada Mata Pelajaran Penjaskes Melalui Penerapan Model Pembelajaran Cooperative Learning Berkombinasi Dengan Pendekatan Lingkungan Pada Siswa Kelas V SDN 3 Kolonodale (Adris Ganoli)...95 11. Peningkatan Hasil Belajar Siswa Melalui
Model Pembelajaran Problem Based Learning Pada Mata Pelajaran Pkn Pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Lembo (Lis Marta Lapoliwa)...105 12. Peningkatan Partisipasi Dan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Pkn Melalui Penerapan Strategi Pembelajaran Aktif Dengan Media Puzzle Pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 4 Sigi (Bernike)...117 13. Peningkatan Hasil Dan Motivasi Belajar
Siswa Pada Mata Pelajaran Sejarah Melalui Penerapan Strategi Pembelajaran Card Sort Pada Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Sindue (Silim)...129 14. Peningkatan Motivasi Dan Prestasi Belajar Siswa Dalam Mengapresiasi Karya Seni Rupa Pada Mata Pelajaran Seni Budaya Melalui Penerapan Model Pembelajaran Pameran Karya Seni Pada Siswa Kelas XI SMA Negeri 8 Sigi (Yerkas Maleta)...140 15. Upaya Meningkatkan Keterampilan Berbicara Melalui Metode Bermain Peran Pada Siswa Kelas V SD GKST Beteleme (Eflilian Kalaena)...151 Media Litbang Sulteng IX No. (1), Januari 2016 ISSN : 1979 - 5971
162 Penanggung Jawab Kepala Balitbangda Provinsi Sulteng
Redaktur
Kepala Bidang Evaluasi dan Pelaporan
Penyunting/Editor Dr. Agus T. Syam, S.Pd, M.Pd
Obin, S.Sos
Desain Grafis Muhammad Anshar DM, S.Sos
Iwan Setyawan, S.Kom Handriani Octavia
Sekretariat Media Litbang Sulteng
Jl.Dr. Suharso No.14 Telp/Fax. (0451) 426810 – 457103 Palu – 94112
Website : www.balitbangda.sultengprov.go.id
Terbit Berdasarkan SK Kepala Balitbangda
Nomor : 900/0108/Bid. EVLAP, Tanggal 19 Januari 2016