• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Dalam dokumen PENGGUNAAN MEDIA FOTO KELUARGA UNTUK MEN (Halaman 31-34)

KELAS VII SMP NEGERI 8 SIGI Oleh :

IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Pelaksanaan penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan sebanyak dua siklus dengan setiap siklusnya dua kali pertemuan. Berdasarkan data hasil penelitian yangtelah diuraikan sebelumnya diketahui bahwa:

4.1 Keaktifan Belajar Siswa

Keaktifan adalah kondisi siswa yang aktif dalam pembelajaran, baik secara fisik, mental, dan pikiran. Keaktifan siswa dalam pembelajaran merupakan salah satu kriteria yang dapat digunakan untuk menilai keefektifan proses pembelajaran. Proses pembelajaran yang efektif adalah proses

pembelajaran yang menyediakan

kesempatan belajar dengan melakukan kegiatan mandiri.

Pada prasiklus, peneliti mengamati

keaktifan siswa dalam pembelajaran

keterampilan berbicara pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Pada prasiklus, hasil observasi keaktifan adalah 22,15% dengan kriteria rendah. Pada siklus I, persentase keaktifan meningkat 39,21% dari prasiklus, sehingga persentase keaktifan menjadi 61,36% dengan kriteria tinggi. Pada siklus II, persentase keaktifan kembali meningkat 35,79% dari siklus I menjadi 97,15% dengan kriteria sangat tinggi. Perbandingan pelaksanaan tindakan antar siklus keaktifan belajar dapat dilihat pada tabel berikut :

32 Tabel Hasil Perbandingan Pelaksanaan Tindakan Antar Siklus

Keaktifan Siswa

Keterangan:

A Mendengarkan dan memperhatikan presentasi/ penjelasan guru

B Mencatat penjelasan guru

C Merespon pertanyaan atauperintah dari guru

D Mengajukan pertanyaan kepada guru jika menemukanmasalah

E Berpartisipasi dalam diskusi kelompok F Mengemukakan pendapat dalam kelompok G Mengerjakan soal dan lembar kegiatan H Mempresentasikan hasil kerja kelompok

Berdasarkan data di atas dapat

dinyatakan bahwa penerapan model

pembelajaran Snowball Throwing dapat meningkatkan keaktifan belajar siswa dalam aspek keterampilan berbicara pada mata pelajaran Bahasa Indonesia pada siswa kelas VII SMP Negeri 8 Sigi.

4.2 Hasil Belajar Siswa

Pada prasiklus, peneliti melakukan observasi terkait hasil belajar siswa. Dalam observasi diketahui bahwa hasil belajar siswa dalam aspek keterampilan berbicara pada mata pelajaran Bahasa Indonesia masih tergolong rendah. Keadaan tersebut terjadi karena saat pembelajaran guru

cenderung menggunakan metode ceramah, belum menggunakan model pembelajaran yang lebih variatif untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran aspek keterampilan berbicara pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, sehingga siswa juga kurang antusias untuk mengikuti pembelajaran dan nilai siswa kurang memuaskan.

Setelah penerapan model

pembelajaran Snowball Throwing, terjadi peningkatan hasil belajar siswa. Perbandingan hasil prasiklus, siklus I, dan siklus II dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel Perbandingan Hasil Prasiklus, Siklus I, dan Siklus II Keterangan Prasiklus Siklus

I

Siklus II Nilai Tertinggi 79 87 98

Nilai Terendah 45 68 79

Banyak siswa yang

tuntas 5 16 22

Banyak siswa yang

belum tuntas 17 6 -

Persentase siswa yang

tuntas 22,72% 72,72% 100% Persentase siswa yang

belum tuntas 77,27% 27,27% - Nilai rata-rata siswa 67,28 76,39 90,02

Hal tersebut ditunjukkan dari hasil prasiklus, terlihat dari 22 siswa hanya 5 siswa yang memperoleh ketuntasan belajar atau telah mencapai nilai KKM yang telah ditentukan (75) atau dengan persentase 22,72% dan 17 lainnya belum tuntas belajar dengan persentase 77,27%. Nilai rata-rata

siswa pada prasiklus yaitu 67,28.

Berdasarkan hasil yang diperoleh pada prasiklus tersebut hasil belajar siswa perlu ditingkatkan.

Setelah diberi tindakan dengan menerapkan model pembelajaran Snowball Throwing dalam pembelajaran keterampilan berbicara pada mata pelajaran Bahasa Indonesia siswa kelas VII SMP Negeri 8 Sigi pada siklus I terlihat bahwaterjadipeningkatan yang cukup signifikan. Hal ini ditunjukkan dari 22 siswa terdapat 16 siswa atau 72,72% siswa yang sudah mencapai nilai ketuntasan, sedangkan 6 siswa atau 27,27% belum mencapai ketuntasan. Adapun nilai rata-rata siswa kelas VII SMP Negeri 8 Sigi pada siklus I ini adalah sebesar 76,39.

Pada siklus II semua kekurangan-

N o

Indik ator

Prasiklus Siklus I Siklus II Persent ase Kriteria Perse ntase Kriteria Persent ase Kriteria 1 A 31,81% Sedang 68,18 % Tinggi 100% Sangat Tinggi 2 B 22,72% Rendah 63,63 % Tinggi 86,36% Sangat Tinggi 3 C 18,18% Rendah 59.09% Tinggi 100% Sangat Tinggi 4 D 13,63% Rendah 54,54 % Tinggi 90,90% Sangat Tinggi 5 E 18,18% Rendah 59,09 % Tinggi 100% Sangat Tinggi 6 F 13,63% Rendah 45,45 % Sedang 100% Sangat Tinggi 7 G 27,27% Sedang 68,18 % Tinggi 100% Sangat Tinggi 8 H 31,81% Sedang 72,72 % Tinggi 100% Sangat Tinggi Rata- Rata 22,15% Rendah 61,36 % Tinggi 97,15% Sangat Tinggi

33 kekurangan yang ada pada siklus I telah diperbaiki, sehingga proses pembelajarannnya menjadi lebih baik dan hasilnya terjadi peningkatan. Hal ini terlihat dari 22 siswa terdapat 22 siswa pula yang memperoleh nilai tuntas belajar atau dengan kata lain 100% siswa memperoleh hasil belajar tuntas dengan nilai rata-rata sebesar 90,02. Pada siklus II ini telah mencapai indikator keberhasilan.

Berdasarkan data di atas dapat

dinyatakan bahwa penerapan model

pembelajaran Snowball Throwing dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam aspek keterampilan berbicara pada mata pelajaran Bahasa Indonesia pada siswa kelas VII SMP Negeri 8 Sigi.

V. SIMPULAN

Berdasarkan penelitian yang

dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa:

 Penerapan model pembelajaran

Snowball Throwing dapat

meningkatkan keaktifan belajar

keterampilan berbicara pada mata pelajaran Bahasa Indonesia pada siswa kelas VII SMP Negeri 8 Sigi. Hal ini terbukti dari keaktifan belajar siswa yang terus mengalami peningkatan di setiap siklusnya. Pada prasiklus, hasil observasi keaktifan adalah 22,15% dengan kriteria rendah. Pada siklus I, persentase keaktifan meningkat 39,21% dari prasiklus, sehingga persentase keaktifan menjadi 61,36% dengan kriteria tinggi. Pada siklus II, persentase keaktifan kembali meningkat 35,79% dari siklus I menjadi 97,15% dengan kriteria sangat tinggi.

 Penerapan model pembelajaran

Snowball Throwing dapat

meningkatkan hasil belajar

keterampilan berbicara pada mata pelajaran Bahasa Indonesia pada siswa kelas VII SMP Negeri 8 Sigi. Hal tersebut ditunjukkan dari hasil prasiklus, terlihat dari 22 siswa hanya 5 siswa yang memperoleh ketuntasan belajar atau telah mencapai nilai KKM yang telah ditentukan (75) atau dengan persentase 22,72% dan 17 lainnya belum tuntas belajar dengan persentase

77,27%. Nilai rata-rata siswa pada prasiklus yaitu 67,28. Berdasarkan hasil yang diperoleh pada prasiklus tersebut hasil belajar siswa perlu ditingkatkan.

Setelah diberi tindakan dengan

menerapkan model pembelajaran

Snowball Throwing dalam pembelajaran keterampilan berbicara pada mata pelajaran Bahasa Indonesia siswa kelas VII SMP Negeri 8 Sigi pada siklus I terlihat bahwaterjadipeningkatan yang cukup signifikan. Hal ini ditunjukkan dari 22 siswa terdapat 16 siswa atau 72,72% siswa yang sudah mencapai nilai ketuntasan, sedangkan 6 siswa atau 27,27% belum mencapai ketuntasan. Adapun nilai rata-rata siswa kelas VII SMP Negeri 8 Sigi pada siklus I ini adalah sebesar 76,39. Pada siklus II semua kekurangan-kekurangan yang ada pada siklus I telah diperbaiki, sehingga proses pembelajarannnya menjadi lebih baik dan hasilnya terjadi peningkatan. Hal ini terlihat dari 22 siswa terdapat 22 siswa pula yang memperoleh nilai tuntas belajar atau dengan kata lain 100% siswa memperoleh hasil belajar tuntas dengan nilai rata-rata sebesar 90,02. Pada siklus II ini telah mencapai indikator keberhasilan.

VI. SARAN

Berdasarkan hasil penelitian tentang dalam penerapan model pembelajaran Snowball Throwing terhadap peningkatan kemampuan berbicara siswa kelas VII SMP Negeri 8 Sigi pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, maka saran yang dapat diberikan adalah sebagai berikut : a) bagi guru,

hendaknya dapat menerapkan model

pembelajaran kooperatif tipe Snowball Throwing dalam proses pembelajaran untuk dapat meningkatkan kemampuan berbicara siswa. Peran guru sangat diperlukan untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa dalam proses pembelajaran.

Guru mempertimbangkan untuk

menerapkan model pembelajaran yangdapat

membantu siswa mengembangkan

kompetensi dan kemampuannya serta

34 siswa, hendaknya lebih aktif dalam peroses pembelajaran dan mencari

bahan-bahan pelajaran lain yang

mendukung, sehingga dalam belajar siswa tidak hanya menunggu materi yang diberikan oleh guru, dan lebih cepat dalam memahami materi pelajaran yang diberikan. (c) Bagi kepala sekolah, agar menyarankan kepada guru-guru untuk

dapat menerapkan model-model

pembelajaran yang bervariasi guna

meningkatkan efektifitas belajar mengajar

dalam pencapaian hasil belajar yang baik.

(d) Bagi peneliti, dalam kegiatan

pembelajaran peneliti diharapkan lebih meningkatkan lagi dalam menerapkan model pembelajaran yang digunakan untuk meningkatkan kemampuan berbicara siswa. c) Bagi peneliti lain, penelitian ini dapat dijadikan acuan atau referensi terhadap penelitian yang serupa terutama pada penelitian di bidang bahasa untuk kemampuan berbicara.

DAFTAR PUSTAKA

Dalam dokumen PENGGUNAAN MEDIA FOTO KELUARGA UNTUK MEN (Halaman 31-34)