• Tidak ada hasil yang ditemukan

Keterampilan Menulis

Dalam dokumen PENGGUNAAN MEDIA FOTO KELUARGA UNTUK MEN (Halaman 49-51)

KELAS X SMA NEGERI 1 SINDUE Oleh :

2.7 Keterampilan Menulis

Menulis merupakan salah satu aspek keterampilan berbahasa. Untuk memiliki kemampuan menulis yang baik diperlukan pengetahuan mengenai konsep menulis. Menulis seperti halnya kegiatan

berbahasa lainnya, merupakan

keterampilan. Setiap keterampilan hanya

akan diperoleh melalui berlatih.

keterampilan menulis adalah keterampilan menuangkan ide, gagasan, perasaan dalam bentuk bahasa tulis sehingga orang lain yang membaca dapat memahami isi tulisan tersebut dengan baik.

Menulis pada hakikatnya adalah suatu proses berpikir yang teratur, sehingga apa yang ditulis mudah dipahami pembaca. Sebuah tulisan dikatakan baik apabila memiliki ciri-ciri, antara lain bermakna, jelas, bulat dan utuh, ekonomis, dan meme-

nuhi kaidah gramatika. Kemampuan

menulis adalah kemampuan seseorang untuk menuangkan buah pikiran, ide,

gagasan, dengan mempergunakan

rangkaian bahasa tulis yang baik dan benar.

Kemampuan menulis seseorang akan

menjadi baik apabila dia juga memiliki: (a) kemampuan untuk menemukan masalah yang akan ditulis, (b) kepekaan terhadap

kondisi pembaca, (c) kemampuan

menyusun perencanaan penelitian, (d)

kemampuan menggunakan bahasa

indonesia, (e) kemampuan memuali

menulis, dan (f) kemam-puan memeriksa karangan sendiri. Kemampuan tersebut akan berkembang apabila ditunjang dengan

kegaiatan membaca dan kekayaan kosakata yang dimilikinya.

Suatu tulisan pada dasarnya terdiri atas dua hal. Pertama, isi suatu tulisan

menyampaikan sesuatu yang inggin

diungkapkan penulisnya. Kedua, bentuk yang merupakan unsur mekanik karangan seperti ejaan, pungtuasi, kata, kalimat, dan alenia Akhadiah, (1997:13). Sementara itu, WJS Poerwodarminto (1987:105) secara leksi-kal mengartikan bahwa menulis adalah melahirkan pikiran atau ide. Setiap tulisan harus mengandung makna sesuai dengan pikiran, perasaan, ide, dan emosi penulis yang disampaikan kepada pembaca untuk dipahami tepat seperti yang dimaksud pe-nulis.

Pendapat lainnya menyatakan

bahwa menulis adalah keseluruhan

rangkaian kegiatan seseorang dalam

mengungkapkan gagasan dan

menyampaikannya melalui bahasa tulis kepada pembaca seperti yang dimaksud oleh pengarang. Agar komunikasi lewat lambang tulis dapat tercapai seperti yang diharapkan, penulis hendaklah menuangkan ide atau gagasannya kedalam bahasa yang tepat, teratur, dan lengkap. Dengan demikian, bahasa yang dipergunakan dalam menulis dapat menggambarkan suasana hati atai pikiran penulis. Sehingga dengan bahsa tulis seseorang akan dapat menuang-kan isi hati dan pikiran.

Kata keterampilan berbahasa

mengandung dua asosiasi, yakni

kompetensi dan performansi. Kompetensi mengacu pada pengetahuan konseptual tentang sistem dan kaidah kebahasan, sedangkan performansi merujuk pada kecakapan menggunakan sistem kaidah kebahasaan yang telah diketahui untuk berbagai tujuan penggunaan komunikasi. Seseorang dikatakan terampil menulis apabila ia memahami dan mengaplikasikan proses pegungkapan ide, gagasan, dan perasaan dalam bahasa Indonesia tulis dengan mempertimbangkan faktor-faktor antara lain ejaan dan tata bahasa, organisasi/ susunan tulisan, keutuhan (koherensi), kepaduan (kohesi), tujuan, dan sasaran tulisan.

50 2.8 Karangan Deskripsi

Deskripsi berasal dari bahasa Inggris yaitu description yang artinya melukiskan dengan bahasa. Karangan deskripsi adalah karangan atau tulisan yang bertujuan menggambarkan suatu objek secara terperinci kepada pembaca. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2005:258) menyatakan; “ deskripsi adalah pemaparan atau menggambarkan dengan kata-kata secara jelas dan terperinci.”

Deskripsi adalah pemaparan atau penggambaran dengan kata-kata tentang suatu benda, tempat, suasana atau kejadian. Tujuan deskripsi ini agar seolah-olah pembaca “melihat” hal yang dilihatnya, dapat “mendengar” apa yang didengarnya, dapat “mencium bau” hal yang diciumnya, dapat “mencicipi” sesuatu yang dimakannya, dapat “merasakan” hal yang dirasakannya sehingga pembaca memiliki

kesimpulan yang sama dengan

penulis. Dilihat dari defenisi pemaparan atau penggambaran di atas maka seorang pengarang deskripsi harus menggunakan semua pancainderanya untuk mengamati objek yang akan digambarkannya itu. Selain itu karangan deskripsi harus didukung oleh gaya penyampaian yang artistik dan memikat sehingga pembaca atau pendengar menjadi tergugah dan dapat mengimajinasikan secara lebih jelas hal yang sedang dibaca atau didengarnya.

Deskripsi adalah tulisan yang tujuannya memberikan perincian atau detail tentang objek sehingga yang tujuannya memberikan perincian atau detail tentang objek sehingga dapat memberi pengaruh pada imajinasi pembaca atau pendengar

bagaikan ikut mendengar, melihat,

merasakan atau mengalami langsung objek tersebut. Deskrpsi adalah semacam bentuk wacana yang berusaha menyajikan suatu objek atau suatu hal sedemikian rupa sehingga objek itu seolah-olah berada di depan pembaca, seolah-olah pembaca melihat sendiri objek itu.”

Dari beberapa pendapat di atas maka dapat disimpulkan bahwa karangan deskripsi adalah karangan atau tulisan yang bertujuan menggambarkan atau menyajikan suatu objek sedemikian rupa secara detail

kepada pembaca atau pendengar sehingga

pendengar atau pembaca seolah-oleh

melihat, merasakan, mendengar, mencicipi,

mencium langsung objek yang

digambarkan oleh penulis melalui

tulisannya itu, dengan demikian antara pembaca atau pendengar dengan penulis memiliki kesimpulan yang sama tentang objek tersebut. Maka dapat disimpulkan bahwa kemampuan menulis karangan deskripsi itu adalah kecakapan seseorang untuk mengungkapakan ide, pengetahuan dan perasaan secara rasional dengan

menggunakan bahasa tulis dalam

menggambarkan atau menyajikan suatu objek sedemikian rupa secara detail kepada

pembaca atau pendengar sehingga

pendengar atau pembaca seolah - oleh melihat, merasakan, mendengar, mencicipi,

mencium langsung objek yang

digambarkan oleh penulis melalui

tulisannya itu.

Karangan deskripsi adalah suatu tulisan atau karangan yang menggambarkan atau memaparkan suatu objek, lokasi, keadaan atau benda dengan kata-kata. Biasanya apa yang kita gambarkan dalam karangan kita merupakan hasil pengamatan panca indra kita.

Secara garis besar ada 2 macam bentuk karangan deskripsi:

1. Deskripsi Ekspositori

Merupakann karangan yang sangat logis, biasanya merupakan daftar rincian atau hal yang penting-penting saja yang disusun menurut sistem dan urutan-urutan logis objek yang diamati.

2. Deskripsi Impresionatis

Merupakan karangan yang

menggambarkan impresi penulisnya, atau untuk menetralisir pembacanya. Deskripsi impresionistis ini lebih menekankan impresi atau kesan penulisnya ketika melakukan observasi atau ketika melakukan impresi tersebut.

Karangan deskripsi memiliki ciri- ciri seperti:

 menggambarkan atau melukiskan

sesuatu,

 penggambaran tersebut dilakukan

sejelas-jelasnya dengan melibatkan kesan indera,

51

 membuat pembaca atau pendengar

merasakan sendiri atau mengalami sendiri.

Contoh karangan deskripsi

Hampir semua pelosok Mentawai indah. Di empat kecamatan masih terdapat hutan yang masih perawan. Hutan ini menyimpan ratusan jenisflora dan fauna. Hutan Mentawai juga menyimpan anggrek aneka jenis dan fauna yang hanya terdapat di Mentawai. Siamang kerdil, lutung Mentawai dan beruk Simakobu adalah contoh primata yang menarik untuk bahan penelitian dan objek wisata”.

Contoh deskripsi berupa fiksi “Salju tipis melapis rumput, putih berkilau

diseling warna jingga; bayang matahari senja yang memantul. Angin awal musim dingin bertiup menggigilkan, mempermainkan daun-daun sisa musim gugur dan menderaikan bulu-bulu burung berwarna kuning kecoklatan yang sedang meloncat-loncat dari satu ranting ke

ranting yang lain”.

2.9 Media Brosur Perjalanan Wisata

Dalam dokumen PENGGUNAAN MEDIA FOTO KELUARGA UNTUK MEN (Halaman 49-51)