KELAS X SMA NEGERI 1 SINDUE Oleh :
PEMBAHASAN 3.1 Prasiklus
Berdasarkan hasil observasi awal yang telah dilakukan, maka diperoleh hasil belajar siswa pada permainan bola kasti pada prasiklus atau sebelum penerapan model pembelajaran Cooperative Learning
berkombinasi dengan pendekatan
lingkungan. Data tersebut disajikan dalam tabel berikut ini:
3.2 Siklus I
Pada siklus I berdasarkan
presantase prasiklus target yang ingin dicapai dalam ketuntasan belajar 50%. Pembelajaran yang dilakukan pada siklus I
yaitu siswa melakukan pembelajaran
memukul bola kasti mulai dari cara memegang kayu pemukul, sikap awal memukul bola kasti, melakukan gerakan memukul bola kasti tanpa menggunakan bola, melakukan gerakan memukul bola yang digantung, dan melakukan gerakan memukul bola yang dilempar oleh teman.
Tabel 4.2 Hasil Belajar Permainan Bola Kasti dengan Menerapkan Model Pembelajaran Cooperative Learning
Berkombinasi dengan Pendekatan Lingkungan pada Siswa Kelas V SDN 3 Kolonodale Siklus I
Rentang
Nilai Kategori Kriteria
Jumlah
Siswa Persentase 95-100 Baik Sekali Tuntas 0 0%
85-94 Baik Tuntas 6 27,27% 75-84 Sedang Tuntas 8 36,36% 65-74 Cukup Tidak Tuntas 5 22,72% 55-64 Kurang Tidak Tuntas 3 13,63% < 50-54 Kurang Sekali Tidak Tuntas 0 0% Jumlah Siswa 22 100% 3.3 Siklus II
Dalam sklus II target yang ingin dicapai dalam ketuntasan hasil belajar 75% . Pada siklus II dalam setiap pertemuan siswa banyak melakukan gerakan memukul bola yang dilempar oleh temannya.
102 Tabel 4.3 Hasil Belajar Permainan Bola Kasti dengan
Menerapkan Model Pembelajaran Cooperative Learning
Berkombinasi dengan Pendekatan Lingkungan pada Siswa Kelas V SDN 3 Kolonodale Siklus II
Rentang Nilai Kategori Kriteria Jumlah
Siswa Persentase 95-100 Baik Sekali Tuntas 7 31,81%
85-94 Baik Tuntas 12 54,54% 75-84 Sedang Tuntas 3 13,63% 65-74 Cukup Tidak Tuntas 0 0% 55-64 Kurang Tidak Tuntas 0 0% < 50-54 Kurang Sekali Tidak Tuntas 0 0% Jumlah Siswa 22 100%
Berdasarkan hasil pelaksanaan tindakan pada siklus I dan II dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan
hasil belajar siswa kelas V SDN
Kolonodale dalam permainan bola kasti setelah penerapan model pembelajaran Cooperative Learning berkombinasi dengan pendekatan lingkungan.
Dari data prasiklus siswa yang tuntas berjumlah 9 orang siswa atau dengan persentase 40,90% pada rentang nilai 75-84 (kategori sedang). Pada siklus I setelah diberikan tindakan melalui penerapan model pembelajaran Cooperative Learning
berkombinasi dengan pendekatan
lingkungan, maka jumlah siswa yang tuntas menjadi 14 siswa dengan rincian 6 siswa memperoleh nilai dengan rentang 85-94 (kategori baik) atau dengan persentase 27,27% dan 8 siswa memperoleh nilai dengan rentang 75-84 (kategori sedang) atau dengan persentase 36,36%. Total persentase ketuntasan pada siklus I dengan jumlah siswa yang tuntas 14 siswa yakni sebesar 63,63%. Pada siklus II, jumlah siswa yang tuntas menjadi 22 siswa atau dengan kata lain dari keseluruhan siswa di kelas V SDN 3 Kolonodale, telah memperoleh ketuntasan hasil belajar. Adapun rincian rentang nilai yang diperoleh siswa yaitu 7 siswa yang memperoleh nilai dengan rentang 95-100 (kategori baik sekali) dengan persentase 31,81%, 12 siswa
yang memperoleh nilai dengan rentang 85- 94 (kategori baik) dengan persentase 54,54%, dan 3 siswa yang memperoleh nilai dengan rentang 75-84 (kategori sedang) dengan persentase 13,63%.
Berdasarkan tindakan-tindakan
yang telah dilakukan, maka dapat
dibuktikan bahwa penerapan model
pembelajaran Cooperative Learning
berkombinasi dengan pendekatan
lingkungan dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SDN Kolonodale dalam permainan bola kasti.
IV. SIMPULAN
Adapun yang dapat disimpulkan dari pelaksanaan penelitian ini yaitu bahwa penerapan model pembelajaran Cooperative Learning berkombinasi dengan pendekatan lingkungan dapat meningkatkan hasil belajar bola kasti pada mata pelajaran
Penjaskes siswa kelas V SDN 3
Kolonodale. Hal ini terbukti dari hasil belajar siswa yang terus mengalami
peningkatan dibandingkan dengan
prasiklus. Dari data prasiklus siswa yang tuntas berjumlah 9 orang siswa atau dengan persentase 40,90% pada rentang nilai 75-84 (kategori sedang). Pada siklus I setelah diberikan tindakan melalui penerapan model pembelajaran Cooperative Learning
berkombinasi dengan pendekatan
lingkungan, maka jumlah siswa yang tuntas menjadi 14 siswa dengan rincian 6 siswa memperoleh nilai dengan rentang 85-94 (kategori baik) atau dengan persentase 27,27% dan 8 siswa memperoleh nilai dengan rentang 75-84 (kategori sedang) atau dengan persentase 36,36%. Total persentase ketuntasan pada siklus I dengan jumlah siswa yang tuntas 14 siswa yakni sebesar 63,63%. Pada siklus II, jumlah siswa yang tuntas menjadi 22 siswa atau dengan kata lain dari keseluruhan siswa di kelas V SDN 3 Kolonodale, telah memperoleh ketuntasan hasil belajar. Adapun rincian rentang nilai yang diperoleh siswa yaitu 7 siswa yang memperoleh nilai dengan rentang 95-100 (kategori baik sekali) dengan persentase 31,81%, 12 siswa yang memperoleh nilai dengan rentang 85-
103 94 (kategori baik) dengan persentase 54,54%, dan 3 siswa yang memperoleh nilai dengan rentang 75-84 (kategori sedang) dengan persentase 13,63%.
V. SARAN
Berdasarkan hasil penelitian dan kesimpulan yang telah peneliti paparkan di atas agar proses belajar mengajar lebih efektif dan lebih memberikan hasil yang
optimal bagi siswa, maka peneliti
sampaikan beberapa saran antara lain: bagi guru, untuk lebih meningkatkan hasil pembelajaran, seorang guru penjaskes harus melakukan persiapan yang matang, sehingga dapat tercapai pembelajaran yang diharapkan, guru penjaskes dituntut kreatif dalam menyusun pembelajaran serta lebih terampil dalam penguasaan
materi dan pengadaan model dan
pendekatan dalam pembelajaran,
sehingga siswa tertarik dan terjalin komunikasi yang baik antara guru dan siswa.
Selain itu, guru hendaknya mau membuka diri untuk menerima berbagai bentuk masukan, saran, dan kritikan agar dapat lebih memperbaiki kualitas mengajarnya. Guru hendaknya mengadakan latihan-
latihan yang cukup dan dapat
mengembangkan permainan sesuai dengan materi yang diajarkan. Guru hendaknya bukan hanya menjadi orang yang hanya dapat bebicara tentang peningkatan mutu penidikan tetapi lebih berupaya melakukan
tindakan nyata dalam perbaikan
pembelajaran. Bagi siswa, hendaknya membiasakan diri untuk berolahraga demi menjaga kesehatan jasmani dan rohani. Siswa harus senantiasa rajin mengikuti proses pembelajaran di sekolah dan jangan takut mencoba permainan kasti, untuk dapat terus melestarikan permainan olahraga, agar terhindar dari kepunahan seiring dengan perkembangan zaman dan munculnya berbagai jenis olahraga lainnya.
104
DAFTAR PUSTAKA
Adang, Suherman, 2000. Prinsip-Prinsip Perkembangan dan Modifikasi Permainan. Semarang, Depdiknas.
Agus kristiyanto. 2012. P embangunan Olahraga untuk Kesejahteraan Rakyat dan Kejayaan Bangsa. Jakarta: Lingkar Media. Arikunto, Suharsimi dkk. 2009. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Bumi Aksara.
Bahagia, Yoyo, Suherman Adang. 2000. P rinsip-P r insip P engembangan dan Modifikasi Cabang Olahr aga. Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah.
Elizabeth B. Hurlock,1993. Perkembangan Anak Jilid 2. Jakarta: Erlangga.
Hamzah B. Uno, 2009. Teori Motivasi dan Pengukurannya Analisis di Bidang Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara. Herman Subarjah. 2007. Permainan Kecil di Sekolah Dasar. Jakarta: Universitas Terbuka.
Husdarta. 2009. Manajemen Pendidikan Jasmani. Bandung: Alfabeta.
Muhajir. 2007. Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan. Jakarta: Yudhstira.
Ridwan, Iwan dkk. 2008. Olahraga Permainan Bola Kecil dan Bola Besar. Bandung: PT Widya Duta Grafika. Rusli Lutan & Sumardianto.2000. Filsafat Olahraga : Depdikbud.
Rustlu Lutan, 2000. Strategi Belajar Mengaja r P enjaskes. D epartemen Pendidikan Nasional. Jakarta. Slameto. 1995. Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta.
Sudjana, N. 2011. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Suharsimi Arikunto. 1989. P rosedur P enelitian Suatu P endeka tan P raktek. Jakarta: Rineka Cipta. Sukintaka. 2004. Teori Pendidikan Jasmani. Bandung: Penerbit Nuansa.
Sukrisno, Aminarni dkk. 2006. Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan. Semarang: Erlangga. Sumantri, M., dkk. 2001. Strategi Belajar Mengajar. Bandung: CV. Maulana.
105
Media Litbang Sulteng IX (1) : 105-116, Januari 2016 ISSN : 1979 - 5971 PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN
PROBLEM BASED LEARNING PADA MATA PELAJARAN PKN PADA SISWA
KELAS VII SMP NEGERI 1 LEMBO