• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODE PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan di kelas

Dalam dokumen PENGGUNAAN MEDIA FOTO KELUARGA UNTUK MEN (Halaman 90-95)

KELAS X SMA NEGERI 1 SINDUE Oleh :

MEDIA FOTO KENANGAN PADA SISWA KELAS VI SDN 2 TANAHSUMPU Oleh :

III. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan di kelas

VI SDN 2 Tanahsumpu. Subjek penelitian adalah siswa kelas VI SDN 2 Tanahsumpu dengan jumlah siswa 23 siswa, yang terdiri dari 14 siswa perempuan dan 9 siswa laki- laki.

Prosedur penelitian ini dilakukan

dalam empat tahap seperti yang

dikemukakan oleh Suharsimi Arikunto (2008) yaitu perencanaan (planning), tindakan (acting), pengamatan (observing), dan refleksi (reflecting).

Pada penelitian ini, teknik

pengumpulan data yang digunakan adalah

wawancara, tes, observasi, dan

dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data model interaktif. Miles, M. B. dan Hubberman, M. (2009) mengemukakan bahwa aktivitas dalam analisis data model interaktif yaitu reduksi data (data reduction), penyajian data (data display), dan penarikan kesimpulan atau verifikasi (conclusion atau verification) yang berlangsung secara interaktif.

IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Pada kondisi awal, hasil belajar siswa dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia pada aspek keterampilan menulis karangan narasi masih tergolong rendah. Hal ini dibuktikan dengan hasil prasiklus yang telah dilakukan yaitu dari 23 hanya 7

siswa yang mencapai ketuntasan.

Disitribusi frekuensi nilai kognitif siswa dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia pada aspek keterampilan menulis karangan narasi dapat dilihat pada tabel 1 di bawah ini.

Tabel 1. Hasil Belajar Kognitif pada Aspek Keterampilan Menulis Narasi dalam Mata Pelajaran Bahasa Indonesia pada Siswa Kelas VI SDN 2 Tanahsumpu Pada Prasiklus

91 Berdasarkan tabel 1 dari KKM yang telah ditentukan yakni sebesar 75, siswa yang belum tuntas sebanyak 17 siswa atau dengan persentase 73,91% dan yang sudah tuntas sebanyak 6 siswa atau dengan persentase 26,08%. Nilai terendah pada prasiklus ini adalah 55 dan nilai tertinggi adalah 85.

Pada aspek psikomotor sebelum tindakan juga masih rendah. Hal ini terlihat dari kriteria baik dan sangat baik. Pada aspek psikomotor, siswa yang sudah termasuk dalam kriteria baik hanya 10 siswa atau dengan persentase 43,47%, sisanya 13 siswa masih kurang atau dengan persentase 56,52%.

Pada siklus I, hasil belajar siswa sudah meningkat. Akan tetapi, masih ada beberapa siswa yang masih mengalami kesulitan dalam menulis karangan narasi dengan menggunakan media foto kenangan. Hal ini dikarenakan ada beberapa siswa yang tidak memperhatikan ketika guru menjelaskan dan kurang aktif mengikuti pembelajaran bahasa Indonesia dalam aspek keterampilan menulis karangan narasi menggunakan media foto kenangan.

Hasil belajar menulis narasi pada siklus I diperoleh nilai terendah sebesar 60 dan nilai tertinggi adalah 94. Distribusi frekuensi nilai kognitif menulis karangan narasi pada siklus I dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

Tabel 2. Hasil Belajar Kognitif dengan Menggunakan Media Foto Kenangan pada Aspek Keterampilan Menulis Narasi dalam Mata Pelajaran Bahasa Indonesia pada Siswa

Kelas VI SDN 2 Tanahsumpu Pada Siklus I

Berdasarkan tabel 2, diketahui bahwa siswa yang memperoleh nilai diatas KKM sebanyak 16 siswa atau dengan persentase 69,56% dan 7 siswa masih di bawah KKM atau dengan persentase 30,43%. Pada aspek psikomotor, siswa yang sudah termasuk dalam kriteria baik meningkat menjadi 18 siswa atau dengan persentase 78,26%, sisanya 5 siswa masih kurang atau dengan persentase 21,73%.

Dengan demikian keberhasilan

sesuai yang tertera dalam indikator kinerja pada rencana sebelumnya yaitu 80% belum terca pai sehingga pembelajaran akan dilanjutkan ke siklus II.

Pada akhir siklus I diadakan refleksi yang dilakukan dengan cara berdiskusi dengan guru kelas untuk mengetahui kekurangan pada siklus I

kemudian dicari cara untuk

menyelesaikannya. Hasil dari refleksi

tersebut adalah dengan memperbaiki

strategi pembelajaran menulis narasi dan memberikan penguatan serta motivasi bagi siswa yang belum tuntas supaya lebih giat belajar.

Adanya suatu refleksi tersebut, ternyata dapat meningkatkan hasil belajar

siswa. Hal ini dibuktikan dengan

meningkatnya hasil belajar siswa dalam aspek keterampilan menulis narasi pada

mata pelajaran Bahasa Indonesia

92 Distribusi frekuensi nilai kognitif siswa kelas VI SDN 2 Tanahsumpu dalam aspek keterampilan menulis narasi pada mata pelajaran Bahasa Indonesia pada siklus II dapat dilihat pada tabel 3 di bawah ini.

Tabel 3. Hasil Belajar Kognitif dengan Menggunakan Media Foto Kenangan pada Aspek Keterampilan Menulis Narasi dalam Mata Pelajaran Bahasa Indonesia pada Siswa

Kelas VI SDN 2 Tanahsumpu Pada Siklus II

Berdasarkan tabel 3 diketahui bahwa siswa yang mendapat nilai diatas KKM adalah 23 siswa. Hal ini berarti dari keseluruhan siswa, telah mencapai nilai ketuntasan minimal yang telah ditentukan yakni sebesar 75. Dari hasil tersebut dapat diketahui bahwa upaya untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada aspek keterampilan menulis karangan narasi dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia pada siswa kelas VI SDN 2 Tanahsumpu sudah berhasil karena telah mencapai bahkan melebihi target pencapaian sesuai indikator kinerja. Oleh karena itu, penelitian ini tidak dilanjutkan pada siklus berikutnya. Nilai terendah pada siklus II yaitu 75, dan nilai tertinggi yaitu 100.

Pada aspek psikomotor, siswa yang sudah termasuk dalam kriteria baik meningkat menjadi 21 siswa atau dengan persentase 91,30%, sisanya 2 siswa masih cukup baik atau dengan persentase 8,69%.

Hasil belajar siswa pada aspek keterampilan menulis narasi dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia pada siswa kelas VI SDN 2 Tanahsumpu pada kondisi awal atau prasiklus masih rendah. Hal ini dibuktikan dengan hasil nilai prasiklus dimana hanya 6 siswa atau dengan persentase 26,08% dari 23 siswa yang mendapat nilai di atas KKM, sedangkan 17

siswa lainnya masih belum mencapai ketuntasan. Nilai psikomotor juga masih rendah yaitu hanya 10 siswa yang masuk kriteria baik atau dengan persentase 43,47%, sementara 13 lainnya atau dengan persentase 56,52% masih termasuk dalam kategori kurang. Oleh karena itu, perlu

diadakan tindakan perbaikan untuk

mengatasi rendahnya hasil belajar siswa pada aspek keterampilan menulis narasi dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia dengan menggunakan media foto kenangan siswa.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan media foto kenangan pada mata aspek keterampilan berbahasa dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia telah berhasil meningkatkan hasil belajar siswa. Dengan demikian, media foto kenangan sangat cocok untuk diterapkan dalam pembelajaran menulis narasi pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Hal ini dapat dibuktikan dengan meningkatnya hasil belajar siswa pada setiap siklusnya.

Pada siklus I siswa yang mendapat nilai di atas KKM sebanyak 16 siswa atau

dengan persentase 69,56%. Nilai

psikomotor meningkat, sehingga menjadi 18 siswa yang termasuk dalam kriteria baik atau dengan persentase 78,26% dan hanya 5 orang siswa atau dengan persentase 21,73% masih termasuk dalam kategori kurang.

Pada siklus II siswa yang mendapat nilai di atas KKM sebanyak 23 siswa atau dengan persentase 100%. Hal ini berarti dari 23 siswa, maka telah terdapat 23 siswa pula yang telah memenuhi nilai ketuntasan belajar. Pada aspek psikomotor juga meningkat drastis, sehingga menjadi 21 siswa atau dengan persentase 91,30% dan 2 siswa lainnya berada pada kategori cukup baik atau dengan persentase 18,69.

V. SIMPULAN

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa: 1. Penggunaan media foto kenangan dapat

meningkatkan hasil belajar kognitif siswa dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia pada siswa kelas VI SDN 2 Tanahsumpu. Hal ini terbukti dari hasil

93 belajar kognitif siswa yang terus mengalami peningkatan di setiap siklusnya. Pada siklus I siswa yang mendapat nilai di atas KKM sebanyak 16 siswa atau dengan persentase 69,56%. Pada siklus II siswa yang mendapat nilai di atas KKM sebanyak 23 siswa atau dengan persentase 100%. Hal ini berarti dari 23 siswa, maka telah terdapat 23 siswa pula yang telah memenuhi nilai ketuntasan belajar. 2. Penggunaan media foto kenangan dapat

meningkatkan hasil belajar

psikomotorik siswa dalam mata

pelajaran Bahasa Indonesia pada siswa kelas VI SDN 2 Tanahsumpu. Hal ini terbukti dari hasil belajar psikomotorik

siswa yang terus mengalami

peningkatan di setiap siklusnya. Pada siklus I, 18 siswa termasuk dalam kriteria baik atau dengan persentase 78,26% dan hanya 5 orang siswa atau

dengan persentase 21,73% masih

termasuk dalam kategori kurang. Pada siklus II, meningkat drastis, sehingga

menjadi 21 siswa atau dengan

persentase 91,30% dan 2 siswa lainnya

berada pada kategori cukup baik atau dengan persentase 18,69.

VI. SARAN

Beberapa saran yang dapat

disampaikan berdasarkan hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) Pendidik

hendaknya menggunakan media foto

kenangan dalam pembelajaran menulis

narasi pada mata pelajaran Bahasa

Indonesia semaksimal mungkin, sehingga peserta didik bersemangat mengikuti pembelajaran dan materi yang disampaikan dapat diterima peserta didik dengan baik, suasana pembelajaran akan berlangsung

aktif. Dengan demikian dapat

meningkatkan pemerolehan hasil belajar siswa, (2) Penggunaan media foto kenangan dalam pembelajaran menulis narasi pada mata pelajaran Bahasa Indonesia harus sesuai dengan langkah-langkah yang telah ditentukan dan penggunaan media foto kenangan dalam pembelajaran menulis

narasi pada mata pelajaran Bahasa

Indonesia hendaknya dilakukan secara kontinyu.

94

DAFTAR PUSTAKA

Akhadiyah, Sabarti dkk. 1988. Pembinaan Kemampuan Menulis Bahasa Indonesia. Jakarta: Erlangga. Arikunto, Suharsimi. 2005. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.

Arikunto, Suharsimi. 2010. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktis. Jakarta: PT Rineka Cipta. Arsyad, Azhar. 1997. Media pembelajaran. Jakarta: PT Raja Grasindo Persada.

Asyhar, Rayandra. 2012. Kreatif Mengembangkan Media Pembelajaran. Jakarta: Tim GP Press. Barus, Sanggup. 2010. Pembinaan Kompetensi Menulis. Medan: USU Press.

Gie, The Liang. 2002. Terampil Mengarang. Yogyakarta: Depdikbud. Hartono, 2008. Terampil Menulis Bahasa Indonesia. Semarang: Aneka Ilmu. Hastuti, Sri. 1996. Strategi Belajar Mengajar Bahasa Indonesia. Jakarta: Depdikbud. Keraf, Groys. 1987. Argumentasi dan Narasi. Jakarta: Gramedia.

Munadi, Yudhi. 2013. Media Pembelajaran. Jakarta: GP Press Group.

Soenardji dan Bambang Hartono. 1998. Asas-Asas Menulis. Semarang. IKIP. Semarang Press. Subyantoro. 2007. Penelitian Tindakan Kelas. Semarang: Rumah Indonesia.

Sudijono, Anas. 2008. Pengantar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Rajawali Pers. Sudjana dan Rivai, 2005. Media Pembelajaran. Bandung: Sinar Buku Algensindo. Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Suparno, Mohammad Yunus. 2006. Keterampilan Dasar Menulis. Jakarta: Universitas Terbuka Kota. Suryabrata, Sumadi. 2006. Metodologi Penelitian. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Tarigan, Henri Guntur. 1986. Menulis Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa. Wagiran dan Doyin, 2005. Curah Gagasan. Semarang: Rumah Indonesia.

95

Media Litbang Sulteng IX (1) : 95-104 , Januari 2016 ISSN : 1979 - 5971 PENINGKATAN HASIL BELAJAR BOLA KASTI PADA MATA PELAJARAN PENJASKES MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE

LEARNING BERKOMBINASI DENGAN PENDEKATAN LINGKUNGAN PADA

SISWA KELAS V SDN 3 KOLONODALE

Dalam dokumen PENGGUNAAN MEDIA FOTO KELUARGA UNTUK MEN (Halaman 90-95)