KELAS VII SMP NEGERI 1 LEMBO Oleh :
III. METODE PENELITIAN Penelitian Tindakan Kelas (PTK)
ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 Lembo pada siswa kelas VII. Suwandi (2009:55) mengemukakan bahwa subjek penelitian adalah siswa dan guru yang terlibat dalam
pelaksanaan pembelajaran. Subjek
penelitian ini adalah siswa kelas VII yang berjumlah 21 siswa.
Arikunto (2006:118) Objek
penelitian adalah sasaran yang menjadi titik
perhatian suatu penelitian. Dalam
penelitian ini yang menjadi objek
penelitian yaitu mata pelajaran PKn pada siswa kelas VII SMP Negeri 1 Lembo. Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu wawancara, observasi, dokumentasi dan tes.
113 IV. HASIL PENELITIAN DAN
PEMBAHASAN
Berdasarkan pengamatan awal yang dilakukan peneliti pada mata pelajaran PKn
dengan melakukan observasi dan
memberikan tes awal diperoleh hasil belajar siswa sebagai berikut:
Tabel 4.1 Data Frekuensi Nilai Hasil Belajar Mata Pelajaran PKn Siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Lembo pada Pra Siklus
Nilai Frekuensi Persentase (%)
46-54 6 28,57 % 55-64 4 19,04 % 65-74 5 23,80 % 75-80 3 14,28 % 81-85 3 14,28 % Nilai Rata-Rata = 1449 : 21 = 69 Ketuntasan Klasikal = (6 : 21) x 100 % = 28,57 %
Analisis hasil evaluasi dari tes awal siswa, diperoleh nilai rata-rata siswa kelas VII SMP Negeri 1 Lembo pada mata pelajaran PKn sebelum diterapkan model pembelajaran Problem Based Learning diperoleh nilai rata-rata siswa yang masih tergolong rendah yaitu 69 dari standar yang telah ditetapkan yakni nilai 75. Siswa yang memperoleh nilai dengan rentang 46-54 sebanyak 6 orang siswa atau dengan persentase 28,57 % (Nilai ini merupakan nilai yang belum memenuhi standar nilai yang telah ditentukan). Siswa yang memperoleh nilai dengan rentang 55-64 sebanyak 4 orang siswa atau dengan persentase 19,04 % (Nilai ini merupakan nilai yang belum memenuhi standar nilai yang telah ditentukan). Siswa yang memperoleh nilai dengan rentang 65-74 sebanyak 5 orang siswa atau dengan persentase 23,80 % (Nilai ini merupakan nilai yang belum memenuhi standar nilai yang telah ditentukan). Siswa yang memperoleh nilai dengan rentang 75-80 sebanyak 3 siswa atau dengan persentase 14,28 %. Siswa yang memperoleh nilai dengan rentang 81-85 sebanyak 3 orang siswa atau dengan persentase 14,28 %. Hasil ini menunjukkan bahwa dari 21 siswa di kelas VII SMP Negeri 1 Lembo, hanya ada 6 siswa yang memperoleh ketuntasan hasil belajar pada mata pelajaran PKn. Ini berarti persentase ketuntasan belajar
klasikal siswa hanya sebesar 28,57 %. Jumlah itu masih jauh dari target siswa yang tuntas KKM yaitu 75%. Masih rendahnya ketuntasan siswa disebabkan
siswa kurang memahami sepenuhnya
materi yang diberikan oleh guru dan siswa kurang antusias dalam kegiatan belajar mengajar. Dari hasil analisis tes awal tersebut, maka penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas VII SMP Negeri 1 Lembo pada mata pelajaran PKn.
Berdasarkan hasil penelitian pada siklus I maka diperoleh data yang menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa sesuai dengan tabel berikut ini:
Tabel 4.2 Data Frekuensi Nilai Hasil Belajar Mata Pelajaran PKn Siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Lembo pada Siklus I
Nilai Frekuensi Persentase (%)
58-65 2 9,52 % 66-74 3 14,28 % 75-81 7 33,33 % 82-89 5 23,80 % 90-97 4 19,04 % Nilai Rata-Rata = 1692 : 21 = 80,57 Ketuntasan Klasikal = (16 : 21) x 100 % = 76,19 %
Berdasarkan tabel 4.2 nilai rata-rata
siswa adalah 80.57. Siswa yang
memperoleh nilai 58-65 sebanyak 2 siswa atau 9,52 %. Siswa yang memperoleh nilai 66-74 sebanyak 3 siswa atau 14,28 %. Siswa yang memperoleh nilai 75-81 sebanyak 7 siswa atau dengan persentase 33,33 %. Siswa yang memperoleh nilai dengan rentang 82-89 sebanyak 5 siswa atau dengan persentase 23,80 %. Siswa yang memperoleh nilai dengan rentang 90- 97 sebanyak 4 siswa atau dengan persentase 19,04 %. Hasil belajar berupa nilai rata-rata siswa pada mata pelajaran PKn setelah penerapan model pembelajaran Problem Based Learning pada siklus I yakni sebesar 80,57, sesungguhnya telah memenuhi standar nilai minimal yang telah ditentukan yakni 75. Namun, pada siklus I ini, masih terdapat 2 siswa yang memperoleh nilai dengan rentang 58-65 dan 3 siswa yang memperoleh nilai dengan rentang 66-74, yang pada dasarnya belum memenuhi nilai KKM yang telah ditentukan yakni 75. Oleh
114 karena itu, peneliti memutuskan untuk nmelanjutkan penelitian ke siklus II dengan tujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran PKn dengan penerapan model pembelajaran Problem Based Learning ini.
Adapun permasalahan yang
dihadapi dalam penerapan model
pembelajaran problem-based learning
selama penelitian dilakukan, antara lain sebagai berikut. (a) Siswa masih ragu
dan takut untuk mengemukakan
pendapatnya pada saat melaksanakan diskusi kelompok. (b) Siswa masih
belum terbiasa dengan model
pembelajaran Problem Based Learning, karena model pembelajaran ini baru pertama kali di gunakan di kelas tersebut. (c) Masih ada kelompok yang
belum bisa mempresentasikan hasil
diskusi kelompoknya dengan baik. (d) Dalam mengerjakan tugas kelompok siswa masih banyak bercanda sehingga waktu banyak terbuang dan waktu untuk presentasi menjadi kurang. (e) Masih ada
kelompok yang belum bisa
menyelesaikan tugas sesuai dengan waktu yang sudah ditentukan.
Hasil belajar siswa pada siklus II menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa yang sangat signifikan dan telah mencapai indikator kinerja. Adapun hasilnya sebagai berikut:
Tabel 4.3 Data Frekuensi Nilai Hasil Belajar Mata Pelajaran PKn Siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Lembo pada Siklus II
Nilai Frekuensi Persentase (%)
58-65 - 0 % 66-74 - 0 % 75-81 4 19,04 % 82-89 8 38,09 % 90-97 9 42,85 % Nilai Rata-Rata = 1891 : 21 = 90,04 Ketuntasan Klasikal = (21 : 21) x 100 % = 100 %
Berdasarkan tabel 4.3, nilai rata- rata siswa kelas VII SMP Negeri 1 Lembo pada mata pelajaran PKn adalah 90,04. Tidak ada siswa yang memperoleh nilai pada rentang 58-65 dan 66-74. Siswa yang memperoleh nilai 75-81 sebanyak 4 siswa atau dengan persentase 19,04 %. Siswa yang memperoleh nilai dengan rentang 82-
89 sebanyak 8 siswa atau dengan persentase 38,09 %. Siswa yang memperoleh nilai dengan rentang 90-97 sebanyak 9 siswa atau dengan persentase 42,85 %. Hasil belajar siswa pada siklus II tampak sangat baik dan nilai rata-rata siswa yang telah memenuhi standar yang telah ditentukan. Selain itu, dari 21 siswa secara keseluruhan telah memperoleh ketuntasan hasil belajar atau dengan kata lain ketuntasan klasikal siswa kelas VII SMP Negeri 1 Lembo pada mata pelajaran PKn setelah diterapkannya
model pembelajaran Problem Based
Learning pada siklus II ini adalah 100 %. Dalam siklus II siswa mulai terbiasa, paham dan mengerti dengan
model pembelajaran Problem Based
Learning yang diterapkan oleh guru, sehingga jumlah siswa yang mencapai nilai KKM dalam siklus II lebih banyak dari pada siklus I. Dari penelitian yang dilakukan oleh peneliti bahwa model pembelajaran Problem Based Learning dapat diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar PKn, sebab siswa dapat saling bertukar pikiran dan saling bekerja sama
dengan kelompoknya dan dapat
memecahkan masalah secara individu maupun kelompok yang menyangkut kehidupan sehari-hari mereka. Model pembelajaran Problem based learning
memiliki dampak positif terhadap
kegiatan belajar mengajar PKn. Hal ini
terbukti bahwa adanya peningkatan
jumlah siswa yang mencapai nilai KKM.
Model pembelajaran Problem
Based Learning yang diterapkan pada siswa kelas VII SMP Negeri 1 Lembo mampu menjadikan siswa lebih mudah memahami materi yang disajikan oleh guru. Dalam model Problem Based Learning ini, siswa diharuskan untuk bertukar pikiran dengan kelompoknya, saling bekerjasama dan
saling membantu dengan kelompok
masing-masing dalam memecahkan suatu masalah yang berkaitan dengan materi tersebut. Dengan model ini siswa menjadi lebih aktif dalam kegiatan belajar mengajar yang dilakukan oleh guru.
115
V. SIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian
tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembel aj aran Problem Based Learning berhasil meningkatkan hasil belajar PKn pada siswa
kelas VII SMP Negeri 1 Lembo.
Peningkatan hasil belajar tersebut
dibuktikan dengan terjadinya peningkatan nilai rata-rata kelas dan jumlah siswa yang tuntas belajar pada tiap siklusnya. Pada kondisi awal nilai rata-rata kelas sebesar 69 dengan siswa yang tuntas belajar sebanyak 6 siswa (28,57%). Pada siklus I nilai rata- rata kelas sebesar 80,67 dengan jumlah siswa yang tuntas belajar sebanyak 16 siswa (76,19%). Pada siklus II nilai rata- rata kelas sebesar 90,04 dengan jumlah siswa yang tuntas belajar sebanyak 100 %.
VI. SARAN
Kepada guru yaitu diharapkan mempersiapkan berbagai materi untuk
memperkaya informasi mengenai
penerapan model pembelajaran Problem Based Learning untuk meningkatkan hasil belajar siswa agar dapat diaplikasikan di dunia nyata. Bagi kepala sekolah yaitu penyediaan fasilitas penunjang seperti buku, media, dan alat yang mampu
mendukung usaha penerapan model
pembelajaran Problem Based Learning sebagai upaya meningkatkan hasil belajar siswa. Bagi peneliti lainnya diharapkan
dapat lebih mengembangkan dan
melaksanakan perbaikan pembelajaran
dengan menerapkan pendekatan
pembelajaran serupa pada kelas serta materi lain yang lebih bervariasi.
116
DAFTAR PUSTAKA
Adisusilo, S. 2011. P embelaja ran Nilai Karakter Konstruktivisme da n VCT Sebagai Inova si P endekatan P embelajaran Afektif. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada
Arikunto, S. (2006). Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: PT Bumi Aksara. Arikunto, S. (2010). Penelitian Tindakan Kelas. Yogyakarta: Aditya Media. Dimyati dan Mudjiono. 2009. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: PT Rineka Cipta. Hamalik, Oemar. 2006. Proses Belajar Mengajar. Jakarta: PT Bumi Aksara.
Hasan, H. 1996. P endidikan Ilmu Sosial (buku 1), Jurusan Sejarah, FPIPS IKIP BANDUNG. Iskandar. 2009. P enelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Gaung Parsada (GP) Press.
Landrawan, W. 2005. P enga ntar P endidikan Kewarganegar aan (Civic Education) Berbasis P ancasila . Singaraja: Universitas Pendidikan Ganesha.
Rusman, 2012. Model-Model P embelajaran Mengembangkan P rofesionalisme Guru. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Sudjana, Nana. 2010. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. (Cet. XV). Bandung: PT. Ramaja Rosdakarya.
Sugiyono. 2003. Model-model Pembelajaran Inovatif. Surakarta: Panitia Sertifikasi Guru Rayon 13 FKIP UNS.
Suwandi, S.(2009). Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dan Penulisan Karya Ilmiah. Surakarta: Panitia Sertifikasi Guru (SPG) Rayon 13 Surakarta.
Usman, Moh Uzer dan Lilis Setiawati. 2001. Upaya Optimalisasi Kegiatan Belajar Mengajar. Bandung: Remaja Rosdakarya. Wahidmurni, Alifin Mustikawan, dan Ali Ridho. 2010. Evaluasi Pembelajaran: Kompetensi dan Praktik. Yogyakarta: Nuha Letera.
117
Media Litbang Sulteng IX (1) : 117-128, Januari 2016 ISSN : 1979 - 5971 PENINGKATAN PARTISIPASI DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PKN MELALUI PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN AKTIF
DENGAN MEDIA PUZZLE PADA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 4 SIGI