• Tidak ada hasil yang ditemukan

UKM BATIK DI KOTA PEKALONGAN

HASIL KAJIAN DAN HIPOTESIS

Hubungan Tekanan Kompetisi dan Kreativitas Inovasi Produk dan Keunggulan Bersaing

Daya saing pada akhirnya akan menjadi bahan pertimbangan untuk kinerja jangka panjang. Meski demikian, daya saing juga berkaitan dengan faktor yang akan mengarahkan perusahaan untuk bersikap kompetitif untuk mencapai keberhasilan perusahaan. Temtime dan Pansiri (2005) menjelaskan bahwa saat kompetisi atau persaingan mengalami peningkatan, maka entrepreneur atau wirausahawan memerlukan lebih dari sekedar keterampilan dan ilmu pengetahuan dasar untuk mengelola bisnis yang mereka miliki.

Rogers (1983) dalam Hadjimanolis (2000) menggunakan istilah daya inovasi sebagai tingkat kecepatan individu dalam mengadopsi ide-ide baru dibandingkan anggota-anggota lain dalam suatu sistem. Keberadaan produk sejenis dari pesaing yang memiliki tampilan yang serupa merupakan faktor pendorong terjadinya inovasi produk, biasanya produk pesaing tersebut muncul tanpa mengalami perubahan yang berarti bahkan cenderung statis. Keadaan tersebut dapat menjadi hal yang menguntungkan, karena persaingan yang timbul dengan munculnya produk pesaing dapat diatasi dengan melakukan inovasi produk. Inovasi produk merupakan sesuatu yang bisa dilihat dari kemajuan fungsional produk yang dapat membawa produk selangkah lebih maju di banding dengan produk pesaing.

Pada saat kompleksitas, dinamika dan intensitas kompetisi di lingkungan makro meningkat maka perusahaan akan terdorong lebih memperkuat basis strategi dengan konsep-konsep seperti costumer focused atau market oriented culture untuk tetap dapat mengakses pasar secara menguntungkan (Despande, Farley and Webse 1993, dalam Ferdinand, 1999). Desakan atau tekanan kompetisi dari lingkungan external akan memicu kreativitas inovasi pengusaha untuk tetap mempertahankan usahanya.

Secara konvensional, istilah inovasi dapat diartikan sebagai terobosan yang berkaitan dengan produk–produk baru. Namun seiring dengan perkembangan yang terjadi, pengertian inovasi juga mencakup penerapan gagasan atau proses baru. Inovasi juga dipandang sebagai mekanisme perusahaan dalam beradaptasi dengan lingkungannya yang dinamis. Perubahan–perubahan yang terjadi dalam lingkungan bisnis telah memaksa perusahaan untuk mampu menciptakan pemikiran–pemikiran baru, gagasan-gagasan baru, dan menawarkan produk inovatif. Dengan demikian inovasi semakin memiliki arti penting bukan saja sebagai suatu alat untuk mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan

melainkan juga untuk unggul dalam persaingan (Supranoto, 2009). Berdasarkan beberapa hasil penelitian sebelumnya maka dapat dihipotesiskan penelitian ini adalah sebagai berikut:

H1. Semakin tinggi tekanan kompetisi semakin tinggi kreativitas inovasi UKM H2. Semakin tinggi tekanan kompetisi semakin tinggi tingkat keunggulan bersaing UKM

Hubungan Kreativitas inovasi Produk Dan Keunggulan Bersaing

Hurley and Hult (1998) mendefinisikan inovasi sebagai sebuah mekanisme perusahaan untuk beradaptasi dalam lingkungan yang dinamis, oleh karena itu perusahaan dituntut untuk mampu menciptakan pemikiran-pemikiran baru, gagasan-gagasan baru dan menawarkan produk yang inovatif serta peningkatan pelayanan yang memuaskan pelanggan. Perubahan yang sangat cepat dalam hal preferensi konsumen, teknologi dan persaingan, perusahaan atau sebuah organisasi perlu untuk terus menerus memperbaharui diri mereka sendiri untuk tetap bias bertahan dan maju (Daneels, 2002). Kemampuan berinovasi, pembelajaran organisatoris, orientasi pasar dan kewirausahaan dikenal sebagai kapabilitas utama perusahaan untuk mencapai keunggulan bersaing (Hult & Ketchen, 2001; Hurley & Hult, 1998 Ireland, Hitt, Camp & Sexton, 2001).

Perusahaan yang memiliki kapasitas lebih untuk berinovasi akan mampu mengembangkan keunggulan bersaing guna mencapai kinerja (Daneels, 2002; Hurley & Hult, 1998). Keunggulan tersebut tidak lepas dari pengembangan produk inovasi yang dihasilkan, sehingga akan mempunyai keunggulan dipasar yang selanjutnya akan menang dalam persaingan. Li dan Calantone (1998) berpendapat bahwa keunikan produk diartikan sebagai atribut penting dari keunggulan produk tersebut, yang dipengaruhi daya inovatif serta teknologi yang tinggi, sehingga dapat dihasilkan produk yang sesuai dengan keinginan konsumen. Wahyono (2002) menjelaskan bahwa inovasi yang berkelanjutan dalam suatu perusahaan merupakan kebutuhan dasar yang akan mengarah pada terciptanya keunggulan kompetitif.

Inovasi memungkinkan perusahaan untuk membuat dan menyebarkan kemampuan mereka yang mendukung bisnis dan kinerja jangka panjang (Teece, 2007). Inovasi yang sukses dapat membuat lingkungan external perusahaan lebih sulit meniru dan memungkinkan untuk mempertahankan keunggulan (García-Morales et al, 2006.). Oleh karena itu, inovasi akan mempengaruhi keunggulan kompetitif dan kinerja perusahaan. Dalam kondisi lingkungan yang berubah dengan cepat,, mengatakan bahwa keunggulan bersaing ditentukan oleh kreativitas dan inovasi yang dapat memuaskan keinginan pelanggan secara lebih baik dari pada pesaing. Berdasarkan hasil penelitian di atas dapat dibangun hipotesis sebagai berikut.

H3. Semakin tinggi kreativitas inovasi semakin tinggi keunggulan bersaing UKM KESIMPULAN

Berdasarkan kajian dan pembahasan diatas maka dapat disimpulkan sementara bahwa tekanan kompetisi dapat menjadi sebagai prediktor yang kuat

dalam menciptakan kreativitas inovasi dan keunggulan bersaing. Namun disisi lain untuk industri kreatif terutama UKM batik tidak selamanya kreativitas inovasi muncul karena tekanan kompetisi atau tekanan pasar tetapi juga disebabkan oleh dorongan pengusaha yang menginginkan produknya unggul dibandingkan pesaing. Pengusaha selalu kreatif menciptakan desain dan gaya baru untuk memenuhi kebutuhan pasar. Hal ini karena pengusaha selalu ingin menjadi leader untuk pasar batik khususnya batik Pekalongan bukan sebagai follower. Untuk itu diperlukan kajian empiris untuk menguji dan membuktikan secara statistik dan menganalisis secara mendalam pengaruh tekanan kompetisi terhadap kreativitas inovasi dan keunggulan bersaing UKM batik Pekalongan. REFERENSI

---,2009,”Jawa Tengah Dalam angka”

---,2009,”Kementrian Koperasi dan UMKM”

Aaker, D. A. (1995), Strategic Market Management , (Fourth ed.): John Wiley dan Sons, Inc.

Corbett, L.M. and Campbell-Hunt, C. 2002. Grappling with a gusher! Manufacturing’s response to business success in small and medium enterprises. Journal of Operations Management, Vol. 20 No. 5, pp. 495-517.

Coyne, Kevin P. (1997),” Sustainable Competitive Advantage – What It Isn’t”. Journal of Strategy.

Danneels, E. (2002) The dynamics of product innovation and firm competencies. Strategic Management Journal 23, 1095–1121.

Day, George dan Wensley, Robin (1988),” Assesign Advantage : A Framework for Diagnostic Competitive Superiority”. Journal of Marketing, Vol. 52 April 1988.

Ferdinand, Augusty.,1999. Strategic pathways toward sustained competitive advantage. Unpublished DBA Thesis, Souththern Cross, Lismore, Australia, ISBN: 001165463.

Garcia-Morales. V.J.Llorens-Montes. F.J.,2006. Antecedent and consequences of organizational innovation and organizational learning in entrepreneurship. Industrial Managementdandata system, Vol.106, No.1, pp.21-42.

Ghozali.,Imam., (2004),”SEM Konsep dan Aplikasi dengan Program Amos 21”. BP Universitas Diponegoro

Hadjimanolis, Athanasios, 2000, “An Investigation of Innovation antecedents in Small Firms in the Context of a Small Developing Country”, R&D Management, Vol. 30.

Hazlina et al. (2007),” A Cross cultural study of entrepreneurial competencies and entrepreneurial success in SMES in Australia an Malaysia”. Thesis the University of Adelaide.

Hitt, M.A.,R.D. Ireland,S.M,Camp,D.L.Sexton.2001. Strategic Entrepreneurship: Entrepreneurial strategies For Wealth Creation. Strategic Management Journal. 22 ( 479-491)

Hult GTM, Ketchen DJ. 2001. Does market orientation matter? A test of the relationship between positional advantage and performance. Strategic ManagementJournal 22(9): 899–906.

Hunt, S. D. dan Morgan, R. M. (1995),” The Comparative Advantage Theory of Competition”. Journal of Marketing, 59: 1-15.

Hurley, Robert F. and Hult, G. Thomas M. 1998. Innovation, Market Orientation, and Organizational Learning: An Integration and Empirical Examination. Journal ofMarketing 62: 42-54.

---,2009,”Jawa Tengah Dalam angka” Kotler,1987,”Marketing Management”

Li, Tiger and Roger J. Calantone (1998), “The Impact of Market- Knowledge Competence on New Product Advantage: Conceptualization and Empirical Examination,” Journal of Marketing, 62 (October), 13–29.

Meutia.(2012)”, Pengembangan Kompetensi Sosial Kewirusaan Untuk Meningkatkan Keunggulan Bersaing dan Kinerja Bisnis UKM. UKM Batik di Kota Pekalongan”. PhD Thesis. Undip. Semarang.

Murphy., James ,2002. Networks, Trust, and Innovation in Tanzania’s Manufacturing Sector. World Development Vol. 30, No. 4, pp. 591–619. Porter, M.E. 1985. Competitive Advantage. New York. Free Press.

Porter, Michael. E, 1993, “Keunggulan Bersaing, Menciptakan dan Mempertahankan Kinerja Unggul”, Erlangga, Jakarta.

Prasetyo, Bambang dan Lina (2006),” Metode Penelitian Kuantitatif”. Teori dan Aplikasi. Penerbit Rajawali Press

Supranoto., Mieke.,2009. Strategi menciptakan keunggulan bersaing produk melalui orientasi pasar, inovasi dan orientasi kewirausahaan dalam rangka meningkatkan kinerja pemasaran, Tesis Magister Manajemen Universitas Diponegoro.

Teece, David J. (2007). “Explicating Dynamic Capabilities: The Nature and Microfoundations of (Sustainable) Enterprise Performance.” Strategic Management Journal, 28(13): 1319-1350.

Temtime,Z.T., dan Passiri J.(2005),” Managerial competency and organizational flexibility in small and medium enterprises in Botsawa”. Problems dan Perspectives in Management (1), 25-36.

Van Geenhuizen, M. dan N. Indarti, 2005. Knowledge As a Critical Resources in Inovation Among Small Furniture Companies in Indonesia: an Exploration, Gadjah Mada International Journal of Business 7 (3): 371-390.

Van Geenhuizen, Marina and Nurul Indarti, 2006 "Knowledge and Innovation in the Indonesian Artisanal Furniture Industry", to be presented at 46th Congress of The European Regional Science Association (ERSA 2006), Volos, Greece, 30th August-3rd September, 2006.

Wahyono, 2002;”Orientasi Pasar dan Inovasi : “Pengaruhnya Terhadap Kinerja Pemasaran”, Jurnal Sains Pemasaran Indonesia, Vol.1, Mei.

PEMBERDAYAAN BERBASIS PARTICIPATORY RURAL APPRAISAL