• Tidak ada hasil yang ditemukan

Indra Widjaja

Dosen Tetap Fakultas Ekonomi Universitas Tarumanagara, Jakarta

[email protected]

Abstrak

Kewirausahaan sangat membutuhkan peranan kreativitas. Yang perlu diketahui adalah bagaimana cara agar kreativitas dapat ditimbulkan dan dimanfaatkan untuk membuat inovasi bagi pengembangan kewirausahaan. Dari hasil penelitian pustaka ini ditemukan bahwa umumnya kreativitas diawali dari bermacam macam ide yang muncul dimana sumber idenya dapat berasal dari pelanggan, produk dan jasa yang sudah ada, saluran distribusi, penelitian dan pengembangan. Ditemukan pula bahwa kreativitas dapat ditingkatkan dengan menggunakan beberapa tehnik antara lain memberikan pikiran masukan segar setiap hari, mengamati berbagai produk dan jasa perusahaan lainnya, mendengarkan orang lain dan mendengarkan apa kata pelanggan.

Keywords: kewirausahaan, ide, kreativitas, dan inovasi. PENDAHULUAN

Perdagangan dan perekonomian Indonesia sedang bertumbuh dengan pesat. Banyak perusahaan terus bertambah tak terkecuali usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Usaha mikro, kecil dan menengah di Indonesia semakin berkembang jumlahnya. Pemerintah selalu mendorong kemajuan usaha mikro, kecil dan menengah baik melalui fasilitas permodalan, sarana pameran maupun penyediaan barang dan bahan baku yang diperlukan. Seperti dikatakan oleh Ciputra, Indonesia membutuhkan para entrepreneur sejati untuk membantu pertumbuhan ekonomi yang lebih pesat dan tidak hanya menjadi bangsa pekerja (Tribun Batam, 29 jan 2009 yang terdapat dalam Oei ,2010). Bahkan dikatakannya dibutuhkan 4,4 juta wirausaha (entrepreneur) baru, dan pemerintah juga mendorong tumbuhnya entrepreneur dan memberikan fasilitas yang bisa memacu (Oei, 2010). Jelas, bahwa kewirausahaan sangat perlu untuk dikembangkan di Indonesia. Untuk itu pemahaman tentang kewirausahaan perlu dibahas dalam banyak kesempatan. Zimmerer, Scarborough dan Wilson (2008) mendefinisikan Kewirausahaan sebagai hasil dari proses disiplin dan sistematis dalam menerapkan kreativitas dan inovasi terhadap kebutuhan dan peluang di pasar. Wickham (2001) menjelaskan bahwa kewirausahaan adalah sebuah kata sifat yang menjelaskan bagaimana pengusaha melakukan apa yang dia

lakukan. Proses kewirausahaan di mana pengusaha terlibat adalah sarana yang melaluinya nilai baru diciptakan sebagai hasil dari proyek:usaha kewirausahaan. Bygrave (1994) mendefinisikan arti rencana usaha sebagai suatu dokumen yang dengan meyakinkan menunjukkan kemampuan usaha kita untuk menjual produk dan jasa untuk membuat keuntungan yang memuaskan serta menarik terhadap pendukung potensial. Mc Laughlin (1992) mengemukakan bahwa pada kenyataannya, suatu rencana usaha (bisnis) merupakan suatu predictor terhadap bisnis dikemudian hari dan didasari pada apa yang diketahui tentang lingkungan bisnis saat ini, yang dengan kata lain adalah refleksi masa depan dari situasi saat ini. Salah satu factor penting dalam kewirausahaan adalah kreativitas. Tanpa kreativitas maka kewirausahaan tidak dapat berkembang dengan baik. Zimmerer, Scarborough dan Wilson (2008) mengatakan bahwa banyak orang memiliki ide baru mengenai produk dan jasa baru atau berbeda; akan tetapi, sebagian besar dari mereka tidak melakukan apa pun terhadap idenya. Wirausahawan adalah mereka yang menghubungkan ide kreatif dengan tindakan dan struktur bisnis tertentu. Kewirausahaan yang sukses adalah proses konstan yang mengandalkan kreativitas, inovasi, dan penerapannya di pasar. Wirausahawan yang sukses menyadari bahwa kegagalan sering kali menemani inovasi, dan mereka bersedia menerima kagagalan tersebut karena mereka mengetahui bahwa kegagalan semata-mata merupakan bagian dari proses kreatif (Zimmerer, Scarborough dan Wilson, 2008).

KREATIVITAS SEBAGAI FAKTOR PENTING

Umumnya kreativitas diawali dari bermacam macam ide yang muncul. Hisrich, Peters dan Shepherd (2008) menjabarkan beberapa sumber ide yang penting bagi wirausahawan adalah sebagai berikut :

1. Pelanggan. Para pengusaha yang potensial harus terus-menerus memerhatikan para pelanggan yang potensial. Perhatian ini dapat diwujudkan dalam bentuk pengawasan ide dan kebutuhan potensial secara informal atau pengaturan secara formal yang ditujukan bagi para pelanggan agar dapat memiliki kesempatan untuk mengungkapkan opini-opininya.

2. Produk dan Jasa yang Sudah Ada. Para pengusaha yang potensial juga harus membentuk metode formal untuk mengawasi dan mengevaluasi produk dan jasa yang kompetitif di pasar.

3. Saluran Distribusi. Dari seorang pelayan toko di sebuah toko serba ada yang besar, seorang pengusaha mengetahui bahwa penyebab kaus kakinya tidak terjual dengan baik adalah warnanya. Dengan memerhatikan saran tersebut dan melakukan perubahan warna yang menarik, perusahaannya menjadi salah satu penyuplai utama kaus kaki tanpa merek di salah satu Negara bagian Amerika Serikat.

4. Penelitian dan Pengembangan. Sumber ide-ide baru yang paling besar adalah upaya-upaya "penelitian dan pengembangan" pengusaha itu sendiri, yang mungkin merupakan usaha keras formal yang berhubungan dengan pekerjaan seseorang pada saat (Hisrich, Peters dan Shepherd, 2008).

Ambadar et al (2010) menjelaskan bahwa langkah yang harus dipikirkan selanjutnya adalah bagaimana dengan modal usaha dan bagaimana dengan

kemampuan kita mengolah ide tersebut menjadi suatu produk barang/jasa secara nyata serta bagaimana kita mengenal selera pasar. Jika kita memang berniat membuka usaha sendiri, mulailah untuk mengembangkan konsep tersebut menjadi sebuah usaha nyata (Ambadar et al, 2010). Wirausahawan dapat meningkatkan kreativitas mereka sendiri dengan menggunakan beberapa teknik yang dikemukakan oleh Zimmerer, Scarborough dan Wilson (2008) sebagai berikut : 1. Beri kesempatan diri Anda menjadi kreatif. Memberi kesempatan diri Anda sendiri untuk menjadi kreatif adalah langkah pertama dalam membentuk pola berpikir kreatif.

2. Beri pikiran anda masukan segar setiap hari. Agar bisa kreatif, pikiran Anda memerlukan stimulasi. Lakukan sesuatu yang berbeda setiap hari-dengarkan stasiun radio baru, berjalan-jalan di taman atau pusat perbelanjaan, pilih majalah yang belum pernah Anda baca.

3. Amati berbagai produk dan jasa perusahaan lainnya, terutama yang berada dalam pasar yang benar-benar berbeda. Wirausahawan yang kreatif sering kali meminjam ide dari perusahaan yang bisnisnya sama sekali tidak berkaitan dengan bisnisnya sendiri. Pada tahun 1950-an, Ruth dan Elliott Handler, para pendiri Mattel Inc., memperoleh inspirasi boneka yang paling laris sepanjang masa, Barbie (diberi nama sesuai dengan anak perempuan Handler), dari sebuah boneka yang diberi nama Lilli. Boneka ini dibuat berdasarkan sebuah tokoh yang sangat bagus bentuk tubuhnya dalam komik strip Jerman. Ruth dan Handler kemudian meminjam ide untuk mempercantik boneka tersebut dengan berbagai baju bergaya dari sebuah permainan dari karton yang popular pada era tersebut.

4. Sadari kekuatan kreatif dari kesalahan. Inovasi kadang-kadang merupakan hasil dari ketidaksengajaan, menemukan sesuatu ketika mencari hal lain, dan kadang-kadang inovasi tersebut timbul sebagai hasil dari kesalahan. Orang-orang kreatif menyadari bahwa kesalahan mereka pun dapat menghasilkan ide, produk, dan jasa baru.

5. Bawalah selalu buku harian untuk mencatat pikiran dan ide anda. Ide-ide kreatif sangatlah berharga oleh karenanya selalu bawalah buku catatan untuk mencatatnya segera setelah Anda mendapatkannya. Leonardo Da Vinci dikenal selalu mencatat ide-ide yang melintas di benaknya. Patrick McNaughton menciptakan papan tulis berlampu neon, yang digunakan restoran-restoran untuk mengiklankan menu-menu spesial mereka.

6. Dengarkan orang lain. Tidak ada aturan dalam kreativitas yang menyatakan bahwa ide tersebut harus milik Anda sendiri! Kadang-kadang ide bisnis yang terbaik berasal dari orang lain, tetapi wirausahawan merupakan orang-orang yang mengembangkan ide tersebut.

7. Dengarkan apa kata pelanggan. Beberapa ide terbaik produk atau jasa atau penggunaan atas produk atau jasa yang telah ada, berasal dari pelanggan perusahaan. Para wirausahawan yang meluangkan waktu untuk mendengarkan para pelanggan mereka, sering kali mendapatkan berbagai ide yang mungkin tidak akan pernah mereka pikirkan sendiri.

8. Berbicara dengan anak kecil. Anak-anak tidak banyak membatasi pemikiran mereka; sebagai hasilnya, kreativitas mereka praktis tak terbatas. Merasa frustrasi karena tidak dapat menggunakan krayon yang sudah patah-patah dalam ukuran

kecil, Cassidy Goldstein yang berumur 11 tahun telah menemukan sebuah pemegang krayon plastik yang kini dijual di berbagai toko di Amerika Serikat. Terinspirasi dengan sebuah pipa plastik yang dipakai untuk menjaga kesegaran bunga mawar ketika diangkut, Goldstein mengembangkan sebuah alat plastik yang dapat memegang sebuah krayon, seberapa pun kecilnya.

9. Simpan kotak mainan di kantor Anda. Kotak Anda bisa menyimpan objek lucu seperti lilin, yoyo, baling-baling, gasing, kompas, atau berbagai benda lainnya. Ketika Anda bingung, ambil benda secara acak dari kotak mainan dan pikirkanlah bagaimana benda tersebut berkaitan dengan masalah Anda.

10. Baca buku mengenai cara merangsang kreativitas atau mengambil kursus kreativitas. Berpikir kreatif adalah teknik yang dapat dipelajari oleh setiap orang. Memahami dan menerapkan prinsip-prinsip kreativitas dapat secara dramatis meningkatkan kemampuan mengembangkan ide baru dan inovatif.

11. Luangkan waktu anda. Relaksasi penting bagi proses kreatif. Melarikan diri dari masalah memberikan waktu luang kepada pikiran untuk memikirkannya. Sering kali pada saat-saat seperti inilah, sewaktu alam bawah sadar mengolah masalah, pikiran Anda menghasilkan banyak solusi kreatif (Zimmerer, Scarborough dan Wilson, 2008).

DISKUSI DAN PEMBAHASAN

Sampai disini, kita sudah mengetahui betapa pentingnya peran dari factor kreativitas dalam pengembangan kewirausahaan. Fadiati dan Purwana menekankan bahwa kreativitas tidak sama dengan inovasi. Dalam dunia kewirausahaan, kreativitas merujuk kepada penemuan ide dan gagasan baru, sedangkan inovasi merujuk kepada bagaimana menggunakan ide dan gagasan baru tersebut sehingga dapat menghasilkan uang (Fadiati dan Purwana, 2011). Katherine Catlin, pendiri sebuah perusahaan konsultan yang mengkhususkan diri pada kepemimpinan serta inovasi, mengidentifikasi berbagai karakteristik berikut ini yang tampak dalam para pemimpin inovasi (dalam Zimmerer, Scarborough dan Wilson (2008)) :

1. Mereka berpikir. Para pemimpin ini menginvestasikan waktu untuk berpikir karena mereka menyadari kekuatan kreativitas mereka sendiri dan ide yang dihasilkan dari proses ini.

2. Mereka adalah visioner. orang-orang ini secara total memfokuskan diri pada nilai, visi, dan misi perusahaan mereka, serta menyatakannya melalui produk dan jasa perusahaan mereka, serta melalui budaya di perusahaan. Mereka dapat mengomunikasikan kepada orang lain secara tepat mengenai apa yang ingin mereka capai.

3. Mereka mendengarkan para pelanggan. Mereka menyadari bahwa pelanggan atau calon pelanggan dapat menjadi sumber yang berharga untuk ide baru untuk peningkatan produk atau jasa, teknik penjualan, dan posisi pemasaran.

4. Mereka memahami cara untuk mengelola ide. Ketika mereka mencari berbagai ide baru dan solusi yang kreatif , para manajer ini mencari ke berbagai sumber mimpi para pelanggan, karyawan, dewan direksi, dan bahkan mimpi mereka sendiri.

5. Mereka berorientasi pada orang. Para pemimpin ini mempekerjakan orang atas kemampuan kreatifnya dan kemudian menempatkan orang tersebut dalam lingkungan yang memungkinkan kreativitasnya berkembang. Mereka memandang para karyawan dan ide para karyawan adalah bagian penting dari daya saing perusahaan.

6. Mereka mempertahankan budaya "perubahan." Para pemimpin ini tidak hanya mengelola perubahan; mereka meyakininya. Mereka selalu mencari perubahan, karena menyadari bahwa selalu ada kebutuhan untuk peningkatan.

7. Mereka memaksimalkan sinergi, keseimbangan, dan fokus tim. Menyadari bahwa kerja tim dapat memupuk kreativitas dan inovasi, para pemimpin ini menyatukan orang-orang dengan latar belakang yang berbeda ke dalam tim untuk memaksimalkan hasil kreatif perusahaan.

8. Mereka membuat dirinya dan orang lain bertanggungjawab atas standar kinerja yang tinggi. Para pemimpin ini meminta hasil dengan kualitas tertinggi atas diri mereka sendiri dan karyawan mereka, serta tidak mau menerima kurang dari hal tersebut.

9. Mereka menolak jawaban "tidak". Para pemimpin ini mampu bertahan ketika menghadapi situasi negatif, bahkan ketika orang lain mengatakan bahwa hal itu tidak akan dapat dikerjakan.

l0. Mereka mencintai pekerjaan mereka dan merasa gembira ketika mengerjakannya. Rasa cinta para pemimpin ini atas pekerjaan mereka adalah hal yang menular, hingga memberdayakan semua orang dalam perusahaan untuk mencapai semua hal yang mungkin dapat mereka capai.

Fadiati dan Purwana menjelaskan tentang berpikir kreatif yang merupakan sebuah proses yang dapat dikembangkan dan ditingkatkan. Namun setiap orang memiliki kemampuan kreatif berbeda. Selama ini ada anggapan yang salah mengenai orang yang kreatif. Ada yang mengatakan hanya orang jenius/pintar saja yang memiliki kreativitas. Kreativitas bukanlah suatu bakat misterius yang diperuntukkan hanya bagi sekelompok orang tertentu (Fadiati dan Purwana, 2011).

KESIMPULAN

Seorang pengusaha setidaknya harus bisa berpikir kreatif dan inovatif untuk melahirkan konsep-konsep dan pikiran baru bagi perkembangan usahanya. Berpikir kreatif terkait dengan fungsi otak manusia yang terdiri dari dua bagian, yaitu kemampuan otak kanan dan otak kiri. Setiap bagian dari sisi otak kita memiliki kemampuan dan kelebihan tersendiri dalam menjalankan fungsinya. Pengembangan daya kreatif dan daya pikir seseorang dipengaruhi oleh kemampuan otak kanannya. Selain itu hal tersebut juga bisa memengaruhi keberaniannya untuk melihat kegagalan, kesalahan dan menantang sebuah kebiasaan rutin untuk berpikir kreatif (Ambadar, 2010). Zimmerer, Scarborough dan Wilson (2008) menjelaskan bahwa dalam perekonomian global ini di mana persaingan sangat ketat dan berkecepatan tinggi, kreativitas tidak hanya menjadi sumber penting untuk mengembangkan keunggulan bersaing, tetapi juga merupakan kebutuhan untuk keberlangsungan hidup.

Mengubah organisasi menjadi mesin inovasi mewajibkan wirausahawan untuk menolak batasan asumsi, keyakinan, dan perilaku, serta mengembangkan pandangan-pandangan baru ke dalam hubungan antara sumber daya, kebutuhan, dan nilai. Dengan kata lain, mereka harus mengubah perspektif mereka, melihat dunia dengan cara-cara yang baru dan berbeda (Zimmerer, Scarborough dan Wilson, 2008). Salah satu sifat wirausaha adalah kemampuannya dalam mencermati peluang usaha dengan memanfaatkan kemampuan berpikir kreatif dan inovatif dan mewujudkannya sebagai sarana mencapai kesejahteraan hidup diri sendiri, keluarga, dan masyarakat dan apabila Anda jeli dalam mengamati lingkungan sekitar, terdapat berbagai sumber peluang usaha baru (Fadiati dan Purwana, 2011). Oleh karena itulah kreativitas menjadi unsur penting dalam kewirausahaan.

REFERENSI

Ambadar, Jackie; Abidin, Miranty dan Isa, Yanty. 2010. Membentuk Karakter Pengusaha. Cetakan 1. Penerbit Kaifa, PT Mizan Pustaka dan Yayasan Bina Karsa Mandiri.

Bygrave, William D. 1994. The Portable MBA in Entrepreneurship. John Wiley & Sons Inc.

Fadiati, Ari dan Purwana, Dedi. 2011. Menjadi Wirausaha Sukses.Cetakan Pertama.PT Remaja Rosdakarya.

Hisrich, Robert D; Peters, Michael P and Shepherd, Dean A. 2008. Terjemahan. Kewirausahaan. Diterjemahkan dari Entrepreneurships 7th Ed. Penterjemah: Chrishwan Sungkono dan Diana Angelica. Salemba Empat. McLaughlin, Harold J. 1992. The Entrepreneur’s Guide to Building a Better

Business Plan. John Wiley & Sons Inc.

Oei, Istijanto. 2010. Jurus-Jurus Sakti Wirausaha. Cetakan Pertama. Gramedia Pustaka Utama.

Wickham, Philip A. 2001. Strategic Entrepreneurship. Second Edition. Prentice Hall

Zimmerer, Thomas W; Scarborough, Norman M and Wilson, Doug.2008. Terjemahan. Kewirausahaan dan Manajemen Usaha Kecil. Diterjemahkan dari Essentials of Entrepreneurship and Small Business Management 5th Ed. Penterjemah: Deny Arnos Kwary dan Dewi Fitriasari. Salemba Empat.

PEMBERDAYAAN UMKM UNTUK MEMPERKUAT