• Tidak ada hasil yang ditemukan

Identifikasi / penetapan work management (termasuk material utama)

TABEL IDENTIFIKASI RISIKO

OUTAGE MANAGEMENT Tahap Proses

1.2.1.5. Identifikasi / penetapan work management (termasuk material utama)

2

Pre Outage (Perencanaan dan Persiapan) : untuk R1 (18 bulan perencanaan), R2 (12 bulan perencanaan), R3 (6 bulan perencanaan), P1 (3 bulan persiapan), P2 (1 bulan persiapan), P3 (1 minggu persiapan)

Tahap Proses

Tahap Sub Proses / Kegiatan / Proyek

TABEL IDENTIFIKASI RISIKO

Bidang Tata Kelola Unit Pembangkitan OUTAGE MANAGEMENT

1.2.1.5. Identifikasi / penetapan work management (termasuk material utama)

Identifikasi kebutuhan sparepart spesifik sesuai delivery time serta penerbitan issue requisition (IR) atau Recommended Order (RO) sebagaI dasar proses pengadaan

Sasaran Pernyataan Risiko Penjelasan

Definisi Sub Proses / Kegiatan / Proses

Kebutuhan spare part utama / spesifik ini untuk overhaul dibagi atas 2 bagian, dan kedua hal ini yang harus diidentifikasi sebelum diterbitkannya IR / RO, yaitu :

Parts yang harus diganti pada overhaul berikutnya terkait dengan life time yang sudah habis (harus sudah diketahui paling lambat 18 bulan sebelum overhaul)

Parts yang harus diganti pada overhaul berikutnya sebagai tindak lanjut rekomendasi hasil overhaul sebelumnya

119

No.

3 Jika masalah tindak lanjut terkait dengan penggantian material maka jika tidak segera ditindaklanjuti akan menghambat dari sisi pengadaan material, apalagi jika material tersebut membutuhkan delivery time yang panjang. Masalah - masalah terkait dengan pengadaan yang membutuhkan delivery time panjang bisa

diidentifikasikan sebagai berikut : Salah satu contoh masalah adalah pada saat mempersiapkan spesifikasi teknis. Masalah - masalah umum yang terkait dengan spesifikasi teknis ini adalah: detil spesifikasi,

perubahan spesifikasi dan approval spesifikasi.

TABEL IDENTIFIKASI RISIKO

Bidang Tata Kelola Unit Pembangkitan OUTAGE MANAGEMENT Tahap Proses

Pre Outage (Perencanaan dan Persiapan) : untuk R1 (18 bulan perencanaan), R2 (12 bulan perencanaan), R3 (6 bulan perencanaan), P1 (3 bulan persiapan), P2 (1 bulan persiapan), P3 (1 minggu persiapan)

Tahap Sub Proses / Kegiatan / Proyek 1.2.1.5. Identifikasi / penetapan work management (termasuk material utama)

Definisi Sub Proses / Kegiatan / Proses Identifikasi kebutuhan sparepart spesifik sesuai delivery time serta penerbitan issue requisition (IR) atau Recommended Order (RO) sebagaI dasar proses pengadaan

Sasaran Pernyataan Risiko Penjelasan

120

No.

Detail spesifikasi teknik yang tidak lengkap karena persiapan yang tidak cukup sehingga akan menghambat proses pengadaan. Spesifikasi yang tidak lengkap juga berpotensi menyebabkan perubahan spesifikasi teknik di tengah jalan yang berdampak pada mundurnya kesiapan material. Dalam beberapa hal, masalah approval

spesiifikasi juga bisa menjadi hambatan misalnya proses approval membutuhkan waktu lama (bahkan tidak diapprove) oleh pejabat terkait. Umumnya spesifikasi teknik yang tidak diapprove oleh pejabat berwenang tidak akan diperoses oleh pengadaan.

1.2.1.5. Identifikasi / penetapan work management (termasuk material utama)

Definisi Sub Proses / Kegiatan / Proses Identifikasi kebutuhan sparepart spesifik sesuai delivery time serta penerbitan issue requisition (IR) atau Recommended Order (RO) sebagaI dasar proses pengadaan

Sasaran Pernyataan Risiko Penjelasan

TABEL IDENTIFIKASI RISIKO

Bidang Tata Kelola Unit Pembangkitan OUTAGE MANAGEMENT Tahap Proses

Pre Outage (Perencanaan dan Persiapan) : untuk R1 (18 bulan perencanaan), R2 (12 bulan perencanaan), R3 (6 bulan perencanaan), P1 (3 bulan persiapan), P2 (1 bulan persiapan), P3 (1 minggu persiapan)

Tahap Sub Proses / Kegiatan / Proyek

121

No.

2 Data base sudah ada di SIT (Sistem Informasi Terpadu) 100% updated.

1 Data base masih dalam aplikasI manual

1

2

3

A B

Data base yang masih dalam aplikasi manual atau belum masuk seluruhnya dalam Sistem Informasi Terpadu menyebabkan informasi yang ada tidak optimal digunakan untuk melakukan improvement atau untuk menyusun / memperbaharui scope pekerjaan overhaul Jadual kegiatan Manajemen Outage yang belum terstruktur secara baik bisa menyebabkan kehilangan riwayat / historical.

Pre Outage (Perencanaan dan Persiapan) : untuk R1 (18 bulan perencanaan), R2 (12 bulan perencanaan), R3 (6 bulan perencanaan), P1 (3 bulan persiapan), P2 (1 bulan persiapan), P3 (1 minggu persiapan)

Tahap Sub Proses / Kegiatan / Proyek 1.2.1.5. Identifikasi / penetapan work management (termasuk material utama) Definisi Sub Proses / Kegiatan / Proses

OUTAGE MANAGEMENT Tahap Proses

Bidang Tata Kelola Unit Pembangkitan

TABEL IDENTIFIKASI RISIKO

Identifikasi kebutuhan sparepart spesifik sesuai delivery time serta penerbitan issue requisition (IR) atau Recommended Order (RO) sebagaI dasar proses pengadaan

Sasaran Pernyataan Risiko Penjelasan

Kesulitan mengantisipasi jika dalam perjalanan terdapat perubahan pola operasi yang menyebabkan pergeseran jadwal overhaul (misalnya pergantian jenis bahan bakar dari BBG ke BBM atau sebaliknya) bisa menyebabkan MTBF lebih besar jika dibandingkan dengan interval inspection. hal ini bisa menghambat :

Penyiapan SOH (Stock on Hand )untuk equipment non redundancy yang tidak ada stock

Menghambat penyiapan PR (Purchase Requisition) untuk equipment yang redundancy bila belum ready

122

No.

C Terhambat dalam melakukan review SERP (System Equipment Reliability Prioritization) juga standard job.

TABEL IDENTIFIKASI RISIKO

Bidang Tata Kelola Unit Pembangkitan OUTAGE MANAGEMENT Tahap Proses

Pre Outage (Perencanaan dan Persiapan) : untuk R1 (18 bulan perencanaan), R2 (12 bulan perencanaan), R3 (6 bulan perencanaan), P1 (3 bulan persiapan), P2 (1 bulan persiapan), P3 (1 minggu persiapan)

Tahap Sub Proses / Kegiatan / Proyek 1.2.1.5. Identifikasi / penetapan work management (termasuk material utama)

Definisi Sub Proses / Kegiatan / Proses Identifikasi kebutuhan sparepart spesifik sesuai delivery time serta penerbitan issue requisition (IR) atau Recommended Order (RO) sebagaI dasar proses pengadaan

Sasaran Pernyataan Risiko Penjelasan

123

No.

6 1 Kegiatan monitoring dan

pengendalian belum dilaksanakan

1

2

3

4

TABEL IDENTIFIKASI RISIKO

Pengamatan terhadap konsistensi pertemuan (koordinasi) dan proses kegiatan sesuai target yang ditetapkan antara lain : proses pengadaan barang beserta alokasinya sesuai format standard.

Bidang Tata Kelola Unit Pembangkitan OUTAGE MANAGEMENT Tahap Proses

Pre Outage (Perencanaan dan Persiapan) : untuk R1 (18 bulan perencanaan), R2 (12 bulan perencanaan), R3 (6 bulan perencanaan), P1 (3 bulan persiapan), P2 (1 bulan persiapan), P3 (1 minggu persiapan)

Sasaran Pernyataan Risiko Penjelasan

Progress kemajuan jika sudah dilakukan tindak lanjut tidak diketahui

Kegiatan monitoring dan pengendalian progress planning OH (Overhaul) dilakukan sebanyak 6 kali

Kebutuhan material, baik yang sudah pasti harus diganti terkait dengan umur atau material yang

direkomendasikan untuk diganti, maupun jasa yang membutuhkan lead time panjang (sampai 18 bulan) tidak bisa diidentifikasi atau tidak bisa diidentifikasi secara jelas.

Tidak bisa memperbaiki standard overhaul, dimana setelah ditemukannya failure mode baru (dari

pengalaman overhaul sendiri maupun best practice OM) seharusnya segera dilakukan improvement standard OH.

Bidang Perencanaan & Evaluasi Operasi (baik di tingkat unit maupun korporat) tidak bisa melakukan fungsi scheduling, memonitor & pengendalian

Tahap Sub Proses / Kegiatan / Proyek 1.2.1.6. Monitoring dan pengendalian hasil review kegiatan / OH (Overhaul) yang lalu Definisi Sub Proses / Kegiatan / Proses

124

No.

5

6

2 Data base masih dalam aplikasI manual

2

Tidak bisa segera merespon tuntutan asuransi atau peraturan perundangan, dimana pada saat overhaul ditemukan failure mode baru yang menuntut perubahan scope overhaul tidak bisa diantisipasi sehingga

kemungkinan tidak bisa comply ke peraturan perundangan.

Bidang Tata Kelola Unit Pembangkitan OUTAGE MANAGEMENT Tahap Proses

Jika memang ada rencana untuk memperbaiki scope overhaul, misalnya waktunya diperpendek, maka akan menemui hambatan dari sisi resources, misalnya

penyiapan tools, manhours, spare parts spesifik, dsb. Jika terkait spare parts spesifik maka bisa membutuhkan waktu pengadaan 18 bulan.

Data base yang masih dalam aplikasi manual atau belum masuk seluruhnya dalam Sistem Informasi Terpadu menyebabkan informasi yang ada tidak optimal digunakan untuk melakukan improvement atau untuk menyusun / memperbaharui scope pekerjaan overhaul Pre Outage (Perencanaan dan Persiapan) : untuk R1 (18 bulan perencanaan), R2 (12 bulan perencanaan), R3 (6 bulan perencanaan), P1 (3 bulan persiapan), P2 (1 bulan persiapan), P3 (1 minggu persiapan)

Tahap Sub Proses / Kegiatan / Proyek

TABEL IDENTIFIKASI RISIKO

1.2.1.6. Monitoring dan pengendalian hasil review kegiatan / OH (Overhaul) yang lalu

Definisi Sub Proses / Kegiatan / Proses Pengamatan terhadap konsistensi pertemuan (koordinasi) dan proses kegiatan sesuai target yang ditetapkan antara lain : proses pengadaan barang beserta alokasinya sesuai format standard.

Sasaran Pernyataan Risiko Penjelasan

125

No.

7

8 1 Checklist kesiapan OH belum

dilakukan

1

2

A

Pengamatan terhadap konsistensi pertemuan (koordinasi) dan proses kegiatan sesuai target yang ditetapkan antara lain : proses pengadaan barang beserta alokasinya sesuai format standard.

Definisi Sub Proses / Kegiatan / Proses Tahap Proses

Pre Outage (Perencanaan dan Persiapan) : untuk R1 (18 bulan perencanaan), R2 (12 bulan perencanaan), R3 (6 bulan perencanaan), P1 (3 bulan persiapan), P2 (1 bulan persiapan), P3 (1 minggu persiapan)

TABEL IDENTIFIKASI RISIKO

Bidang Tata Kelola Unit Pembangkitan OUTAGE MANAGEMENT

Tahap Sub Proses / Kegiatan / Proyek 1.2.1.7. Efektifitas pertemuan / koordinasi antar bidang / subdit

Persiapan / Pengambilan Spare Part Umum / Spesifik

1 Checklist kesiapan OH sudah dilakukan oleh ASMAN dan dIsetujui oleh Manajer dengan tingkat kesiapan 100%

Jika checklist kesiapan OH terkait erat dengan keberhasilan eksekusi pekerjaan overhaul. Jika checklist kesiapan ini belum dilaksanakan, maka proses yang terganggu adalah :

Performance Test Awal ( Before ) :

Proses validitas data yang diambil sebagai Acuan sebelum dilaksanakannya pekerjaan OH kemungkinan besar menjadi tidak akurat.

Pelaksanaan OH Awal Shut Down :

Terganggunya persiapan - persiapan (preaparation) pekerjaan yang meliputi :

Progress kemajuan jika sudah dilakukan tindak lanjut tidak diketahui

Sasaran

Pertemuan kegiatan R1 dilaksanakan dengan peserta 100% undangan (perfungsi), tanggal pertemuan dilaksanakan sesuai tanggal yang ditetapkan

Pertemuan kegiatan R1 tidak dilaksanakan

Pernyataan Risiko Penjelasan

Masalah yang ditimbulkan sama dengan penjelasan nomor 1.2.1.1 diatas

126

No.

B C D E 3

4

Jika checklist kesiapan belum dilaksanakan pada periode ini maka dikawatirkan pekerjaan melihat kondisi dari peralatan, baik secara visual maupun dengan pengukuran tidak berjalan dengan optimal.

Persiapan / Pengambilan Material consumable Persiapan Tools

Bidang Tata Kelola Unit Pembangkitan OUTAGE MANAGEMENT Tahap Proses

Jika checklist kesiapan belum dilaksanakan pada periode ini maka dikawatirkan pekerjaan isolasi terhadap

peralatan yang akan dieksekusi tidak optimal sehingga tidak tercover seluruhnya, mungkin ada yang tidak dikerjakan sama sekali karena terlewat.

Tahap Sub Proses / Kegiatan / Proyek

Pre Outage (Perencanaan dan Persiapan) : untuk R1 (18 bulan perencanaan), R2 (12 bulan perencanaan), R3 (6 bulan perencanaan), P1 (3 bulan persiapan), P2 (1 bulan persiapan), P3 (1 minggu persiapan)

Periode Inspeksi : Periode Disassembly :

Konfirmasi Tenaga Kerja ( Outsourcing )

TABEL IDENTIFIKASI RISIKO

1.2.1.7. Efektifitas pertemuan / koordinasi antar bidang / subdit

Definisi Sub Proses / Kegiatan / Proses Pengamatan terhadap konsistensi pertemuan (koordinasi) dan proses kegiatan sesuai target yang ditetapkan antara lain : proses pengadaan barang beserta alokasinya sesuai format standard.

Sasaran Pernyataan Risiko Penjelasan

Briefing ( K3 / Tim OH )

127

No.

5

6

Periode Assembly : Tahap Proses

Pre Outage (Perencanaan dan Persiapan) : untuk R1 (18 bulan perencanaan), R2 (12 bulan perencanaan), R3 (6 bulan perencanaan), P1 (3 bulan persiapan), P2 (1 bulan persiapan), P3 (1 minggu persiapan)

TABEL IDENTIFIKASI RISIKO

Bidang Tata Kelola Unit Pembangkitan OUTAGE MANAGEMENT

Jika checklist kesiapan belum dilaksanakan pada periode ini maka dikawatirkan pekerjaan pemasangan setelah dilakukan disassembly & inspeksi sesuai standard job peralatan tidak berjalan dengan optimal.

Periode Pengujian ( Test ) :

Jika checklist kesiapan belum dilaksanakan pada periode ini maka dikawatirkan pekerjaan menguji peralatan, baik secara visual maupun dengan pengukuran apakah telah memenuhi standard quality & safety yang dipersyaratkan tidak berjalan dengan optimal, dimana pekerjaan

pengujian tersebut meliputi : individual test (sub system) dan interlock test (system)

Progress kemajuan jika sudah dilakukan tindak lanjut tidak diketahui

Definisi Sub Proses / Kegiatan / Proses Pengamatan terhadap konsistensi pertemuan (koordinasi) dan proses kegiatan sesuai target yang ditetapkan antara lain : proses pengadaan barang beserta alokasinya sesuai format standard.

Pernyataan Risiko Penjelasan

Tahap Sub Proses / Kegiatan / Proyek 1.2.1.7. Efektifitas pertemuan / koordinasi antar bidang / subdit

Sasaran

128

No.

2 Data base sudah ada di SIT (Sistem Informasi Terpadu) 100% updated.

1 Data base masih dalam aplikasI manual

1

2 Jadual kegiatan Manajemen Outage yang belum terstruktur secara baik bisa menyebabkan kehilangan riwayat / historical.

Data base yang masih dalam aplikasi manual atau belum masuk seluruhnya dalam Sistem Informasi Terpadu menyebabkan informasi yang ada tidak optimal digunakan untuk melakukan improvement atau untuk menyusun / memperbaharui scope pekerjaan overhaul Pre Outage (Perencanaan dan Persiapan) : untuk R1 (18 bulan perencanaan), R2 (12 bulan perencanaan), R3 (6 bulan perencanaan), P1 (3 bulan persiapan), P2 (1 bulan persiapan), P3 (1 minggu persiapan)

TABEL IDENTIFIKASI RISIKO

Definisi Sub Proses / Kegiatan / Proses Pengamatan terhadap konsistensi pertemuan (koordinasi) dan proses kegiatan sesuai target yang ditetapkan antara lain : proses pengadaan barang beserta alokasinya sesuai format standard.

Bidang Tata Kelola Unit Pembangkitan OUTAGE MANAGEMENT Tahap Proses

Sasaran Pernyataan Risiko Penjelasan

Tahap Sub Proses / Kegiatan / Proyek 1.2.1.7. Efektifitas pertemuan / koordinasi antar bidang / subdit

129

No.

9 1

2

Tahap Proses Pelaksanaan Overhaul

Penjelasan

TABEL IDENTIFIKASI RISIKO

Bidang Tata Kelola Unit Pembangkitan OUTAGE MANAGEMENT Tahap Sub Proses / Kegiatan / Proyek 1.2.2.1. Dis-assembly

Definisi Sub Proses / Kegiatan / Proses Pelaksanaan pembongkaran peralatan sesuai prosedur

Sasaran Pernyataan Risiko

Pekerjaan dis-assembly terlaksana sesuai prosedur dan dilakukan dengan cara dan peralatan yang sesuai serta terorganisir dengan baik,

Pekerjaan dis-assembly belum terlaksana sesuai prosedur

Pekerjaan lebih lama : Terjadinya kerusakan part akibat kesalahan bongkar dan handling serta kemungkinan terjadinya kehilangan part / tools

Dapat memundurkan realisasi jadwal overhaul yang telah direncanakan.

130

No.

10 1

2

Sasaran Pernyataan Risko

Pemeriksaan, pengamatan dan pengukuran terhadap peralatan/engine yang di overhaul

TABEL IDENTIFIKASI RISIKO

Bidang Tata Kelola Unit Pembangkitan OUTAGE MANAGEMENT

Penjelasan Telah dilakukan inspeksi ( pemeriksaan,

pengamatan, pengukuran) terhadap peralatan-peralatan setelah dilakukan dis-assembly.

Pekerjaan inspeksi tidak berjalan dengan baik.

Tahap Proses Pelaksanaan Overhaul

Tahap Sub Proses / Kegiatan / Proyek 1.2.2.2. Inspeksi Definisi Sub Proses / Kegiatan / Proses

Terjadinya penggunaan kembali part-part yang tidak memenuhi standard yang berakibat kepada tidak tercapainya unjuk kerja yang ditargetkan ataupun kerusakan.

Tidak bisa memperbaiki standard overhaul, dimana setelah ditemukannya failure mode baru (dari

pengalaman overhaul sendiri maupun best practice OEM / Original Equipment Manufacturer) seharusnya segera dilakukan improvement standard OH.

131

No.

11 1

2

3

Performance unit tidak sesuai target; Berpotensi untuk terjadinya kerusakan lebih cepat serta target produksi dan efisiensi tidak tercapai.

Tidak bisa memperbaiki standard overhaul, dimana setelah ditemukannya failure mode baru (dari

pengalaman overhaul sendiri maupun best practice OEM) seharusnya segera dilakukan improvement standard OH.

Tahap Sub Proses / Kegiatan / Proyek 1.2.2.3. Assembly Definisi Sub Proses / Kegiatan / Proses

Sasaran Pernyataan Risko

Tahap Proses Pelaksanaan Overhaul

Memastikan bahwa pekerjaan re assembly dilakukan dengan benar dan dengan part yang telah direncanakan & berkualitas baik

Dapat terjadi pekerjaan ulang (re-work) Penjelasan Pekerjaan re assembly terlaksana sesuai

ketentuan, menggunakan sparepart berkualitas baik serta dengan range waktu waktu yang tepat atau lebih cepat

Pekerjaan re assembly dilaksanakan belum sepenuhnya sesuai dengan ketentuan dan terlambat.

TABEL IDENTIFIKASI RISIKO

Bidang Tata Kelola Unit Pembangkitan OUTAGE MANAGEMENT

132

No.

12 1

2 3

4

Pernyataan Risko Penjelasan

Bidang Tata Kelola Unit Pembangkitan OUTAGE MANAGEMENT

Tahap Proses Pelaksanaan Overhaul

Tahap Sub Proses / Kegiatan / Proyek 1.2.2.4. Test Peralatan Sasaran

Definisi Sub Proses / Kegiatan / Proses

Semua peralatan secara individu atau sistem/sub sistem telah di test sesuai ketentuan

Kondisi setiap peralatan secara individu belum diketahui, karena belum dilakukan individual test

Gagal start, dapat membahayakan sistem ; Terjadinya keterlambatan operasi.

Review/laporan hasil kegiatan assembly tidak diketahui Tidak bisa memperbaiki standard overhaul, dimana setelah ditemukannya failure mode baru (dari

pengalaman overhaul sendiri maupun best practice OEM) seharusnya segera dilakukan improvement standard OH.

Dapat memundurkan realisasi jadwal overhaul yang telah direncanakan.

TABEL IDENTIFIKASI RISIKO

Pelaksanaan Test terhadap perlatan secara individu

133

No.

13 1 Kelengkapan pelaksanaan

start-up dan sinkron tIdak lengkap, koordInasI tidak optimal

1

2

3 4 5 2 Data base sudah ada di SIT (Sistem

Informasi Terpadu) 100% updated.

Data base masih dalam aplikasI manual

TABEL IDENTIFIKASI RISIKO

Bidang Tata Kelola Unit Pembangkitan OUTAGE MANAGEMENT

Tahap Proses Eksekusi Pekerjaan OH (Overhaul)

Tahap Sub Proses / Kegiatan / Proyek 1.2.2.5. Periode Start-Up & Sinkron Definisi Sub Proses / Kegiatan / Proses

Tersedianya kelengkapan up dan Sinkron yang meliputI tim up dan sinkron, SOP / IK start-up, referensi standard operation book equipment, pelaksanaan pekerjaan start-up dan sinkron, mekanisme koordinasi antar bidang dan unit

Sasaran Pernyataan Risko Penjelasan

Validasi Proses secara keseluruhan terhadap Hasil Pelaksanaan OH

Pelaksanaan Start-Up tidak sesuai dengan Standar Kelengkapan pekerjaan start-up dan

sInkron 100%, SOP / IK start-up dan sinkron 100% tersedia, koordinasi antar bidang / unit optimal dan terjadual.

Monitoring Parameter tidak sesuai Standard

Melaksanakan Koordinasi dengan Pihak Pengatur Beban Pelaksanaan Sinkron tidak sesuai dengan Standar.

Data base yang masih dalam aplikasi manual atau belum masuk seluruhnya dalam Sistem Informasi Terpadu menyebabkan informasi yang ada tidak optimal digunakan untuk melakukan improvement atau untuk menyusun / memperbaharui scope pekerjaan overhaul

134

No.

14 1

2

3

4

Test yang dilakukan terhadap unit untuk mengukur unjuk kerja setelah dilakukan overhaul 1.2.3.1. Performance Test.

Tahap Sub Proses / Kegiatan / Proyek

Sasaran Pernyataan Risko Penjelasan

Definisi Sub Proses / Kegiatan / Proses

Tahap Proses Post Outage

OUTAGE MANAGEMENT

Tidak bisa memperbaiki standard overhaul, dimana setelah ditemukannya failure mode baru (dari

pengalaman overhaul sendiri maupun best practice OEM) seharusnya segera dilakukan improvement standard OH.

Unjuk kerja engine tidak diketahui dengan baik.

Validasi Proses secara keseluruhan terhadap Hasil Pelaksanaan OH

Kegiatan Manajemen Outage yang belum terstruktur secara baik bisa menyebabkan kehilangan riwayat / historical.

Performance Test telah dilakukan sesuai standard.

Performance Test tidak dilakukan atau dilakukan belum sesuai standard yang yang ditentukan.

TABEL IDENTIFIKASI RISIKO

Bidang Tata Kelola Unit Pembangkitan

135

No.

15 1

2

3

4

TABEL IDENTIFIKASI RISIKO

Laporan pelaksanaan overhaul tidak dibuat atau dibuat dengan format dan isi yang tidak standard.

Rekam jejak tidak lengkap sehingga bisa memicu kepada tindakan yang tidak tepat. Hal ini dapat berakibat kepada tidak optimalnya hasil Overhaul atau over budget.

Bidang Tata Kelola Unit Pembangkitan OUTAGE MANAGEMENT

Tahap Proses Post Outage

Tahap Sub Proses / Kegiatan / Proyek 1.2.3.2. Pelaporan Hasil Overhaul

Validasi Proses secara keseluruhan terhadap Hasil Pelaksanaan OH

Kegiatan Manajemen Outage yang belum terstruktur secara baik bisa menyebabkan kehilangan riwayat / historical.

Tim pelaksana Overhaul telah merecord rangkaian pakerjaan, temuan. Melakukan evaluasi serta membuat rekomendasi terhadap hal-hal yang perlu diperhatikan ataupun yang harus dilakukan pasca overhaul ataupun pada saat overhaul yang akan datang.

Definisi Sub Proses / Kegiatan / Proses Semua kegiatan Pelaksanaan Overhaul, evaluasi dan rekomendasi akan disusun dalam bentuk laporan

Sasaran Pernyataan Risko Penjelasan

Tidak bisa memperbaiki standard overhaul, dimana setelah ditemukannya failure mode baru (dari

pengalaman overhaul sendiri maupun best practice OEM) seharusnya segera dilakukan improvement standard OH.

136

No.

16 1

2 3

4

TABEL IDENTIFIKASI RISIKO

Bidang Tata Kelola Unit Pembangkitan OUTAGE MANAGEMENT

Tahap Proses Post Outage

Tahap Sub Proses / Kegiatan / Proyek 1.2.3.3. Evaluasi dan Rekomendasi.

Definisi Sub Proses / Kegiatan / Proses Evaluasi terhadap pelaksanaan OH serta terhadap hal yang harus diperhatikan ataupun hal-hal yang membutuhkan tindak lanjut.

Sasaran Pernyataan Risko Penjelasan

Laporan telah dilengkapi dengan evaluasi dan rekomendasi.

Laporan belum dilengkapi dengan Evaluasi dan Rekomendasi yang jelas.

Tidak ada informasi apakah pelaksanaan overhaul telah dilakukan sesuai standard atau tidak. Tidak ada informasi tentang apa yang harus mendapat perhatian khusus.

Validasi Proses secara keseluruhan terhadap Hasil Pelaksanaan OH

Kegiatan Manajemen Outage yang belum terstruktur secara baik bisa menyebabkan kehilangan riwayat / historical.

Tidak bisa memperbaiki standard overhaul, dimana setelah ditemukannya failure mode baru (dari

pengalaman overhaul sendiri maupun best practice OEM) seharusnya segera dilakukan improvement standard OH.

137

No.

17 1 Program rencana tindak lanjut untuk OH berikutnya dibuat secara detail

a b 2 Data base sudah ada di SIT (Sistem

Informasi Terpadu) 100% updated.

Jika program rencana tindak lanjut untuk overhaul berikutnya yang idealnya disampaikan melalui presentasi hasil

pelaksanaan overhaul serta berupa laporan & evaluasi tidak dibuat , maka dampak yang bisa ditimbulkan adalah :

Bisa menyebabkan kehilangan riwayat / historical.

Tidak bisa memperbaiki standard overhaul

TABEL IDENTIFIKASI RISIKO

OUTAGE MANAGEMENT