• Tidak ada hasil yang ditemukan

Instrumen Keuangan dan Manajemen Risiko Keuangan

Dalam dokumen Mendorong Momentum Pertumbuhan (Halaman 153-156)

LAPORAN KEUANGAN

32. Instrumen Keuangan dan Manajemen Risiko Keuangan

Risiko keuangan utama yang dihadapi Grup adalah risiko kredit, risiko nilai tukar mata uang asing dan risiko likuiditas. Perhatian atas pengelolaan risiko ini telah meningkat secara signifikan dengan mempertimbangan perubahan dan volatilitas pasar keuangan di Indonesia.

(i) Risiko Kredit

Risiko kredit adalah risiko dimana Grup akan mengalami kerugian yang timbul dari pelanggan, pasien atau pihak rekanan yang gagal memenuhi kewajiban kontraktual mereka. Instrumen keuangan Grup yang mempunyai potensi atas risiko kredit terdiri dari kas dan setara kas, piutang usaha dan piutang non usaha. Jumlah eksposur risiko kredit maksimum sama dengan nilai tercatat atas akun-akun tersebut.

Grup mengelola risiko kredit dengan menetapkan batasan jumlah risiko yang dapat diterima untuk masing-masing pelanggan serta penerimaan jaminan dari pasien dan lebih selektif dalam pemilihan bank PT SILOAM INTERNATIONAL HOSPITALS Tbk DAN ENTITAS ANAK

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2014 dan 2013

(Dalam Rupiah Penuh, Kecuali Dinyatakan Lain)

Draft/ 24-Mar-15 43 Paraf

Sehubungan dengan akuisisi tersebut, maka laporan keuangan RSCM terhitung sejak tanggal akuisisi dikonsolidasi ke dalam laporan keuangan Grup.

Jumlah pendapatan usaha dan rugi sebelum pajak penghasilan RSCM sejak tanggal akuisisi yang dimasukkan dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian untuk tahun berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 adalah sebesar Rp36.921.501.108 dan Rp489.251.724.

Pendapatan usaha dan rugi periode berjalan dari RSCM untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014, seolah-olah RSCM telah dikonsolidasi sejak 1 Januari 2014 adalah sebesar Rp36.921.501.108 dan Rp298.135.217.

Akuisisi PT Medika Sarana Traliansia (MST)

Pada 13 Desember 2013, PT Koridor Usaha Maju mengakuisisi 80% saham MST dari pihak ketiga, dalam rangka perluasan usaha yang memiliki nilai strategis dan mendukung kegiatan usaha Grup.

Tabel berikut merangkum jumlah aset teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas yang diambil-alih pada tanggal akuisisi adalah:

Nlai Buku Nilai Wajar

Aset neto yang diperoleh Rp Rp

Kas dan Setara Kas 27.436.090.446 27.436.090.446

Piutang Usaha 10.435.964.113 10.435.964.113

Aset Keuangan Lancar Lainnya 244.157.342 244.157.342

Persediaan 5.242.737.740 5.242.737.740

Pajak Dibayar di Muka 9.666.551.053 9.666.551.053

Beban Dibayar di Muka 1.799.222.306 1.799.222.306

Piutang Phak Berelasi Non-usaha 52.914.861.030 52.914.861.030

Aset Tetap 148.521.465.206 167.319.345.979

Aset Takberwujud Lainnya 77.008.822 77.008.822

Utang Usaha - Pihak Ketiga (682.034.266) (682.034.266)

Beban Akrual (2.612.701.121) (2.612.701.121)

Utang Pajak (104.609.273) (104.609.273)

Liabilitas Pajak Tangguhan (630.384.178) (5.329.854.371)

Liabilitas Jangka Pendek Lainnya (8.220.363.189) (8.220.363.189)

Bagian Lancar atas Liabilitas Jangka Panjang (137.832.101.689) (137.832.101.689)

Pendapatan Ditangguhkan (189.687.581) (189.687.581)

Utang Pihak Berelasi Non-usaha (40.620.704.669) (40.620.704.669)

Utang Jangka Panjang (416.164.840) (416.164.840)

Jumlah Aset Neto 65.029.307.252 79.127.717.832

Porsi Kepemilikan yang Diperoleh 80%

Porsi Kepemilikan atas Nilai Wajar Aset Neto 63.302.174.266

Goodwill 126.297.825.734

Jumlah Nilai Pengalihan 189.600.000.000

Goodwill yang timbul dari akuisisi tersebut adalah sebesar Rp126.297.825.734 (lihat Catatan 13) yang merupakan hasil bisnis entitas anak yang menunjang dan bersinergi dengan bisnis inti Grup.

Kepentingan nonpengendali diukur berdasarkan persentase kepemilikan pihak nonpengendali dengan nilai wajar aset neto MST. Saldo kepentingan nonpengendali atas akuisisi ini adalah Rp15.825.543.566.

Beban terkait akuisisi tersebut tidak diperhitungkan dalam kombinasi bisnis ini karena tidak material dan telah dibebankan pada laporan laba rugi komprehensif tahun berjalan.

Sehubungan dengan akuisisi tersebut, maka laporan keuangan MST terhitung sejak tanggal akuisisi dikonsolidasi ke dalam laporan keuangan Grup.

PT SILOAM INTERNATIONAL HOSPITALS Tbk DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2014 dan 2013

(Dalam Rupiah Penuh, Kecuali Dinyatakan Lain)

Draft/ 24-Mar-15 45 Paraf

dan institusi keuangan, yaitu hanya bank-bank dan institusi keuangan ternama dan yang berpredikat baik yang dipilih.

Tabel berikut menganalisis kualitas aset keuangan berdasarkan jatuh tempo:

Belum Jatuh Tempo Kurang dari 1 Tahun Lebih dari 1 Tahun Jumlah

Rp Rp Rp Rp

Kas dan Setara Kas 279.958.770.048 -- -- 279.958.770.048

Piutang Usaha 168.025.621.864 203.662.725.441 35.512.189.467 407.200.536.772

Piutang Pihak Berelasi Non-Usaha 1.341.961.213 -- -- 1.341.961.213

Aset Keuangan Lancar Lainnya 9.435.126.642 -- -- 9.435.126.642

Jumlah 458.761.479.767 203.662.725.441 35.512.189.467 697.936.394.675

Jatuh Tempo2014

Belum Jatuh Tempo Kurang dari 1 Tahun Lebih dari 1 Tahun Jumlah

Rp Rp Rp Rp

Kas dan Setara Kas 515.437.837.445 -- -- 515.437.837.445

Piutang Usaha 118.448.967.164 145.688.002.043 15.399.739.411 279.536.708.618

Piutang Pihak Berelasi Non-Usaha 515.189.971 -- -- 515.189.971

Aset Keuangan Lancar Lainnya 3.143.279.756 -- -- 3.143.279.756

Jumlah 637.545.274.336 145.688.002.043 15.399.739.411 798.633.015.790

2013 Jatuh Tempo

Risiko kredit yang belum jatuh tempo sebesar 61% terdapat pada bank dan 36,63% terdapat pada piutang usaha. Manajemen berpendapat bahwa tidak terdapat konsentrasi penempatan dana pada sejumlah bank dan penempatan dana hanya dilakukan pada bank yang berpredikat baik.

Manajemen juga berpendapat bahwa risiko piutang usaha yang belum jatuh tempo tidak terindikasi risiko yang signifikan, karena piutang usaha hanya diberikan terutama pada pelanggan yang memiliki track record baik dan Grup melakukan reviu berkala kinerja pembayaran piutang usaha masing-masing pelanggan.

Tidak terdapat jaminan dari pelanggan atas piutang yang telah jatuh tempo. Grup telah mencatat penyisihan penurunan nilai atas piutang usaha yang telah jatuh tempo (lihat Catatan 4).

(ii) Risiko Nilai Tukar Mata Uang

Risiko nilai tukar mata uang adalah risiko dimana nilai wajar atau arus kas masa mendatang dari suatu instrumen keuangan akan berfluktuasi akibat perubahan nilai tukar mata uang asing. Instrumen keuangan Grup yang mempunyai potensi atas risiko nilai tukar mata uang terdiri dari kas dan setara kas (lihat Catatan 31).

Analisa Sensitivitas

Dengan hipotesis pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap mata uang Dolar Singapura sebesar 10%, akan meningkatkan laba sebelum pajak tahun berjalan sebesar Rp3.980.337.548 (2013: Rp7.846.587.002).

Dengan hipotesis pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap mata uang Dolar Amerika sebesar 10%, akan meningkatkan laba sebelum pajak tahun berjalan sebesar Rp1.160.507.537 dan (2013: Rp493.131.592).

Pelemahan nilai tukar terhadap mata uang asing lainnya tidak berdampak material terhadap laba sebelum pajak.

Analisis di atas didasarkan pada asumsi bahwa pelemahan dan penguatan terhadap semua mata uang asing dengan pola yang sama, tetapi tidak selalu benar-benar terjadi pada kenyataannya.

148

Laporan Tahunan PT Siloam International Hospitals Tbk. 2014

PT SILOAM INTERNATIONAL HOSPITALS Tbk DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2014 dan 2013

(Dalam Rupiah Penuh, Kecuali Dinyatakan Lain)

Draft/ 24-Mar-15 46 Paraf

(iii) Risiko Suku Bunga

Risiko suku bunga adalah risiko dimana nilai wajar atau arus kas masa datang dari suatu instrumen keuangan akan berfluktuasi akibat perubahan suku bunga pasar. Grup tidak memiliki risiko suku bunga terutama karena tidak memiliki pinjaman dengan suku bunga mengambang.

(iv) Risiko Likuiditas

Risiko likuiditas adalah risiko di mana posisi arus kas Grup menunjukkan pendapatan jangka pendek tidak cukup untuk menutupi pengeluaran jangka pendek.

Grup mengelola risiko likuiditas dengan mempertahankan kas dan setara kas yang mencukupi dalam memenuhi komitmen Grup untuk operasi normal Grup dan secara rutin mengevaluasi proyeksi arus kas dan arus kas aktual, serta jadwal tanggal jatuh tempo aset dan liabilitas keuangan.

Tabel berikut menganalisis rincian liabilitas keuangan berdasarkan jatuh tempo:

Tidak Memiliki

Kurang dari 1 Tahun 1 - 5 Tahun Lebih dari 5 Tahun Jatuh Tempo Jumlah

Rp Rp Rp Rp Rp

Diukur dengan biaya Perolehan Diamortisasi

Utang Usaha - Pihak Ketiga 192.762.995.806 -- -- -- 192.762.995.806

Beban Akrual 145.004.370.941 -- -- -- 145.004.370.941

Utang Bank 15.976.051.499 30.525.083.739 -- 46.501.135.238

Liabilitas Keuangan Jangka Pendek Lainnya 64.476.339.112 -- -- -- 64.476.339.112

Utang Pihak Berelasi Non-Usaha -- -- -- 415.813.668.549 415.813.668.549

Jumlah 418.219.757.358 30.525.083.739 -- 415.813.668.549 864.558.509.646

Akan Jatuh Tempo dalam 2014

Tidak Memiliki

Kurang dari 1 Tahun 1 - 5 Tahun Lebih dari 5 Tahun Jatuh Tempo Jumlah

Rp Rp Rp Rp Rp

Diukur dengan biaya Perolehan Diamortisasi

Utang Usaha - Pihak Ketiga 163.966.851.520 -- -- -- 163.966.851.520

Beban Akrual 66.910.610.412 -- -- -- 66.910.610.412

Utang Bank 16.719.341.429 42.210.302.599 750.637.633 -- 59.680.281.661

Liabilitas Keuangan Jangka Pendek Lainnya 9.526.754.910 -- -- -- 9.526.754.910

Utang Pihak Berelasi Non-Usaha -- -- -- 387.074.492.750 387.074.492.750

Jumlah 257.123.558.271 42.210.302.599 750.637.633 387.074.492.750 687.158.991.253

Akan Jatuh Tempo dalam 2013

Estimasi Nilai Wajar

Tabel di bawah ini menyajikan nilai tercatat dan estimasi nilai wajar masing-masing kategori aset dan liabilitas keuangan:

Nilai Tercatat Nilai Wajar Nilai Tercatat Nilai Wajar

Rp Rp Rp Rp

Aset Keuangan

Pinjaman yang Diberikan dan Piutang

Kas dan Setara Kas 279.958.770.048 279.958.770.048 515.437.837.445 515.437.837.445

Piutang Usaha 392.646.418.387 392.646.418.387 270.802.239.670 270.802.239.670

Piutang Pihak Berelasi Non-Usaha 1.341.961.213 1.341.961.213 515.189.971 515.189.971 Aset Keuangan Lancar Lainnya 9.435.126.642 9.435.126.642 3.143.279.756 3.143.279.756

Jumlah 683.382.276.290 683.382.276.290 789.898.546.842 789.898.546.842

Liabilitas Keuangan Diukur dengan Biaya

Perolehan Diamortisasi

Utang Usaha - Pihak Ketiga 192.762.995.806 192.762.995.806 163.966.851.520 163.966.851.520

Beban Akrual 145.004.370.941 145.004.370.941 66.910.610.412 66.910.610.412

Utang Bank 46.501.135.238 46.501.135.238 59.680.281.661 59.680.281.661

Liabilitas Jangka Pendek Lainnya 64.476.339.112 64.476.339.112 9.526.754.910 9.526.754.910 Utang Pihak Berelasi Non-Usaha 415.813.668.549 415.813.668.549 387.074.492.750 387.074.492.750

Jumlah 864.558.509.646 864.558.509.646 687.158.991.253 687.158.991.253

2013 2014

PT SILOAM INTERNATIONAL HOSPITALS Tbk DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2014 dan 2013

(Dalam Rupiah Penuh, Kecuali Dinyatakan Lain)

Draft/ 24-Mar-15 45 Paraf

dan institusi keuangan, yaitu hanya bank-bank dan institusi keuangan ternama dan yang berpredikat baik yang dipilih.

Tabel berikut menganalisis kualitas aset keuangan berdasarkan jatuh tempo:

Belum Jatuh Tempo Kurang dari 1 Tahun Lebih dari 1 Tahun Jumlah

Rp Rp Rp Rp

Kas dan Setara Kas 279.958.770.048 -- -- 279.958.770.048

Piutang Usaha 168.025.621.864 203.662.725.441 35.512.189.467 407.200.536.772

Piutang Pihak Berelasi Non-Usaha 1.341.961.213 -- -- 1.341.961.213

Aset Keuangan Lancar Lainnya 9.435.126.642 -- -- 9.435.126.642

Jumlah 458.761.479.767 203.662.725.441 35.512.189.467 697.936.394.675

Jatuh Tempo2014

Belum Jatuh Tempo Kurang dari 1 Tahun Lebih dari 1 Tahun Jumlah

Rp Rp Rp Rp

Kas dan Setara Kas 515.437.837.445 -- -- 515.437.837.445

Piutang Usaha 118.448.967.164 145.688.002.043 15.399.739.411 279.536.708.618

Piutang Pihak Berelasi Non-Usaha 515.189.971 -- -- 515.189.971

Aset Keuangan Lancar Lainnya 3.143.279.756 -- -- 3.143.279.756

Jumlah 637.545.274.336 145.688.002.043 15.399.739.411 798.633.015.790

2013 Jatuh Tempo

Risiko kredit yang belum jatuh tempo sebesar 61% terdapat pada bank dan 36,63% terdapat pada piutang usaha. Manajemen berpendapat bahwa tidak terdapat konsentrasi penempatan dana pada sejumlah bank dan penempatan dana hanya dilakukan pada bank yang berpredikat baik.

Manajemen juga berpendapat bahwa risiko piutang usaha yang belum jatuh tempo tidak terindikasi risiko yang signifikan, karena piutang usaha hanya diberikan terutama pada pelanggan yang memiliki track record baik dan Grup melakukan reviu berkala kinerja pembayaran piutang usaha masing-masing pelanggan.

Tidak terdapat jaminan dari pelanggan atas piutang yang telah jatuh tempo. Grup telah mencatat penyisihan penurunan nilai atas piutang usaha yang telah jatuh tempo (lihat Catatan 4).

(ii) Risiko Nilai Tukar Mata Uang

Risiko nilai tukar mata uang adalah risiko dimana nilai wajar atau arus kas masa mendatang dari suatu instrumen keuangan akan berfluktuasi akibat perubahan nilai tukar mata uang asing. Instrumen keuangan Grup yang mempunyai potensi atas risiko nilai tukar mata uang terdiri dari kas dan setara kas (lihat Catatan 31).

Analisa Sensitivitas

Dengan hipotesis pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap mata uang Dolar Singapura sebesar 10%, akan meningkatkan laba sebelum pajak tahun berjalan sebesar Rp3.980.337.548 (2013: Rp7.846.587.002).

Dengan hipotesis pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap mata uang Dolar Amerika sebesar 10%, akan meningkatkan laba sebelum pajak tahun berjalan sebesar Rp1.160.507.537 dan (2013: Rp493.131.592).

Pelemahan nilai tukar terhadap mata uang asing lainnya tidak berdampak material terhadap laba sebelum pajak.

Analisis di atas didasarkan pada asumsi bahwa pelemahan dan penguatan terhadap semua mata uang asing dengan pola yang sama, tetapi tidak selalu benar-benar terjadi pada kenyataannya.

PT SILOAM INTERNATIONAL HOSPITALS Tbk DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2014 dan 2013

(Dalam Rupiah Penuh, Kecuali Dinyatakan Lain)

Draft/ 24-Mar-15 47 Paraf

Pada 31 Desember 2014 dan 2013, manajemen memperkirakan bahwa nilai tercatat aset lancar dan liabilitas keuangan jangka pendek dan yang jatuh temponya tidak ditentukan telah mencerminkan nilai wajarnya.

Dalam dokumen Mendorong Momentum Pertumbuhan (Halaman 153-156)