5. Perhatikan gambar berikut!
Pertemuan yang dilakukan antara Portugis dan Indonesia seperti tampak pada gambar di atas membahas tentang . . . .
a. kebijakan pemerintah Indonesia terhadap status Timor Timur
b. kebijakan dekolonisasi Portugis terhadap wilayah Timor Timur
c. keinginan rakyat Timor Timur untuk mem-peroleh kemerdekaan
d. kemungkinan integrasi wilayah Timor Timur ke wilayah Indonesia
e. keinginan rakyat Timor Timur untuk ber-integrasi dengan Indonesia
Jawaban: b
Gambar pada soal menunjukkan pertemuan antara Portugis dan Indonesia pada tanggal 16 Oktober 1974. Pada pertemuan ini Portugis diwakili oleh Menteri Seberang Lautan Portugis, Dr. Antonio de Almeida Santos, sedangkan Indonesia diwakili oleh Presiden Soeharto. Pertemuan ini dilakukan untuk membahas kebijakan dekolonisasi Portugis terhadap wilayah Timor Timur.
6. Proklamasi yang dideklarasikan kelompok UDT dan Apodeti pada tanggal 30 November 1975 menegaskan bahwa Timor Timur . . . .
a. merupakan negara merdeka dan berdaulat b. menjadi negara merdeka dengan nama Timor
Leste
c. menjadi bagian Negara Kesatuan Republik Indonesia
d. menunggu keputusan PBB mengenai status pemerintahan
e. mempertahankan posisi sebagai negara bagian Portugis
Jawaban: c
UDT dan Apodeti merupakan kelompok yang mendukung Timor Timur bergabung dengan Indonesia. Para pemimpin UDT dan Apodeti ini bersama-sama mengumumkan proklamasi di Balibo pada tanggal 30 November 1975. Proklamasi tersebut menyatakan bahwa Timor Timur me-2) Portugis membentuk polisi rahasia dari
Direktorat Jenderal Keamanan.
3) Portugis membentuk partai politik yaitu Uni Nasional (Uni Nationale).
Jadi, jawaban yang tepat terdapat pada nomor
2), 4), dan 5).
3. Setelah Revolusi Bunga, Portugis menerapkan kebijakan dekolonisasi. Penyebab penerapan kebijakan tersebut adalah . . . .
a. jumlah daerah koloni portugis terlalu banyak b. daerah koloni yang berkonflik hanya
mem-bebani perekonomian Portugis
c. daerah koloni harus diberi kemerdekaan untuk mewujudkan kesejahteraan
d. Portugis kesulitan mengatasi masalah di daerah koloni yang berada di seberang lautan e. Portugis mengalami krisis ekonomi sehingga
memberi kemerdekaan daerah koloni
Jawaban: b
Revolusi Bunga mendorong dekolonisasi wilayah koloni Portugis. Pemerintah baru hasil revolusi ber-pendapat bahwa daerah koloni yang sedang dilanda konflik hanya akan membebani perekonomian negara. Oleh karena itu, Portugis melepaskan daerah-daerah tersebut (dekolonisasi). Salah satu koloni yang mengalami dekolonisasi adalah Timor Timur.
4. Organisasi politik yang berkembang di Timor Timur setelah adanya kebijakan dekolonisasi ditunjuk-kan oleh baris . . . .
a. - Uni Nationale d. - Fretilin
- Fretilin - UDT - PNTL - Uni Nationale b. - Kota e. - F-FDTL - F-FDTL - Apodeti - Trabalista - UDT c. - Fretilin - Apodeti - Trabalista Jawaban: c
Beberapa organisasi politik yang berkembang di Timor Timur setelah lepas dari Portugis adalah Union Democratica Timorense (UDT), Frente Revolutionaria de Timor Leste Independente (Fretilin), Associacao Populer Democratica Timorense (Apodeti), Klibur Oan Timur Aswain (Kota), dan Trabalista. Sementara itu, Uni Nationale merupakan partai politik yang dibentuk Portugis di Timor Timur pada tahun 1962. PNTL atau Polisia Nasional Timor Leste merupakan kepolisian nasional Timor Leste. Adapun F-FDTL atau Forcas Defesa Timor Leste adalah pasukan pertahanan Timor Leste.
Sumber: Indonesia dalam Arus Sejarah Jilid 8: Orde Baru dan Reformasi, Ichtiar Baru van Hoeve, 2012
7. Pada akhir tahun 1975 pemerintah Indonesia mengadakan operasi Seroja untuk memberikan bantuan kepada rakyat Timor Timur yang pro-integrasi. Peristiwa yang menandai dimulainya operasi Seroja adalah . . . .
a. pasukan Indonesia menyerbu markas Fretilin di Kota Dili
b. pasukan Indonesia menguasai Pulau Kambing dan Kota Dili
c. pasukan Fretilin menyerbu pasukan Indonesia di perbatasan
d. pasukan Fretilin menyerang perbatasan Indonesia di Atambua
e. pasukan Indonesia menyeberangi perbatasan di sekitar Atambua
Jawaban: e
Operasi Seroja dimulai pada tanggal 7 Desember 1975. Operasi Seroja dilakukan karena adanya kehendak sebagian rakyat Timor Timur yang ingin bersatu dengan Indonesia. Pasukan Indonesia mulai menyeberangi perbatasan di sekitar Atambua pada tanggal 17 Desember 1975 yang menandai awal Operasi Seroja. Dalam operasi militer ini, pasukan Indonesia harus menghadapi pasukan Fretilin yang menghendaki kemerdekaan penuh bagi Timor Timur.
8. Perhatikan keterangan berikut!
1) Ia merupakan Kepala Pemerintahan Sementara Timor Timur pada tahun 1976. 2) Ia mengajukan petisi kepada pemerintah
Indonesia yang berisi pengajuan integrasi Timor Timur ke Indonesia.
3) Ia menjadi Gubernur Timor Timur pertama setelah berintegrasi dengan Indonesia. Tokoh yang dimaksud pada keterangan di atas adalah . . . .
a. Arnaldo dos Reis Araujo b. Francisco Dias Ximenes c. Francisco Lopez da Crus d. Mario Viegas Carrascalao e. Guilheme Maria Goncalves
Jawaban: a
Keterangan pada soal mengacu pada tokoh bernama Arnaldo dos Reis Araujo. Arnaldo dos Reis Araujo adalah Gubernur Timor Timur pada tahun 1976–1978 dengan Francisco Lopez da Crus sebagai wakilnya. Sementara itu, Guilheme Maria Goncalves adalah Gubernur Timor Timur pada tahun 1978–1982. Selanjutnya, gubernur ketiga adalah Mario Viegas Carrascalao yang menjabat pada tahun 1982–1993. Adapun Francisco Dias Ximenes merupakan pemimpin organisasi politik Kota.
9. Masalah yang harus ditangani pemerintah Indonesia setelah Timor Timur bergabung dengan Indonesia ditunjukkan oleh baris . . . .
a. - Kondisi perekonomian tidak stabil
- Campur tangan Amerika Serikat dan Uni Soviet b. - Infrastruktur yang hancur akibat perang
saudara
- Perlawanan kelompok antiintegrasi c. - Pembinaan aparat daerah
- Pemeratan jumlah penduduk d. - Pendidikan yang masih terbelakang
- Kesejahteraan masyarakat yang rendah e. - Perlawanan dari kelompok UDT dan Fretilin
- Konflik dan perang saudara yang belum usai Jawaban: d
Masalah yang harus dihadapi pemerintah Indonesia setelah Timor Timur bergabung dengan Indonesia antara lain pendidikan yang masih terbelakang, infrastruktur yang hancur akibat perang saudara, pembinaan aparat daerah, perekonomian rakyat yang masih rendah, serta kesejahteraan masyarakat yang masih rendah. Oleh karena itu, pemerintah berupaya mengada-kan pembangunan sebagai upaya rehabilitasi. 10. Salah satu kebijakan pemerintah Orde Baru untuk
meningkatkan kualitas pendidikan di Timor Timur adalah . . . .
a. mendirikan Sekolah Perawat Kesehatan b. membuka sekolah gratis hingga SMA c. mendatangkan guru dari provinsi lain d. menerapkan kurikulum khusus e. menghimpun dana pendidikan
Jawaban: c
Kebijakan pemerintah Indonesia untuk me-rehabilitasi Timor Timur dalam bidang pendidikan antara lain membangun gedung sekolah dan mendirikan Universitas Timor Timur. Pemerintah juga mendatangkan guru dari provinsi lain untuk mengembangkan pendidikan dan mengurangi angka buta huruf di Timor Timur.
B. Kerjakan soal-soal berikut!
1. Bagaimana dampak Revolusi Bunga terhadap perkembangan politik di Timor Timur?
Jawaban:
Revolusi Bunga di Portugis pada tahun 1974 menyebabkan pemerintah mengeluarkan kebijakan dekolonisasi di beberapa koloni, termasuk Timor Timur. Akibatnya, berbagai organisasi politik seperti UDT, Fretilin, Apodeti, Kota, dan Trabalista berkembang di wilayah Timor Timur. Setiap organisasi politik tersebut mempunyai visi yang
30 November 1975 yang selanjutnya disebut Deklarasi Balibo. Deklarasi Balibo menyatakan bahwa Timor Timur merupakan bagian Negara Kesatuan Republik Indonesia.
4. Mengapa pemerintah Indonesia mengadakan operasi militer di Timor Timur?
Jawaban:
Konflik di Timor Timur mengundang perhatian PBB. Oleh karena itu, PBB meminta Indonesia dan Australia menangani konflik di Timor Timur. Australia menyerahkan mandat tersebut kepada Indonesia. Untuk menjalankan mandat tersebut, pemerintah Indonesia mengadakan beberapa operasi militer di Timor Timur.
5. Jelaskan proses pembentukan Provinsi Timor Timur di Indonesia!
Jawaban:
Pada tanggal 31 Mei 1976 Kepala Pemerintahan Sementara Timor Timur mengajukan petisi tentang pengajuan integrasi Timor Timur kepada pemerintah Indonesia. Akhirnya, pemerintah Indonesia secara resmi menerima Timor Timur sebagai provinsi di Indonesia pada tanggal 17 Juli 1976. Dasar penetapan pembentukan provinsi Timor Timur adalah Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1976. Dasar ini diperkuat dengan Ketetapan Nomor VI/MPR/1978 tertanggal 22 Maret 1978. berbeda mengenai nasib Timor Timur. Fretilin
menginginkan kemerdekaan penuh bagi Timor Timur. UDT tetap menghendaki Timor Timur menjadi bagian Portugis. Adapun Apodeti menginginkan integrasi Timor Timur ke Indonesia.
2. Jelaskan sikap Presiden Soeharto terkait situasi di Timor Timur setelah dikeluarkannya kebijakan dekolonisasi oleh pemerintah Portugis!
Jawaban:
Pada tanggal 8 Oktober 1974 Presiden Soeharto menyatakan bahwa Indonesia tidak memiliki ambisi teritorial terhadap wilayah Timor Timur. Selain itu, Presiden Soeharto menyatakan bahwa jika rakyat Timor Timur ingin bergabung dengan Indonesia, penggabungan tidak dilakukan atas dua negara. Timor Timur harus menjadi bagian wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
3. Bagaimana reaksi kelompok pro-integrasi terhadap proklamasi kemerdekaan Timor Timur yang dideklarasikan oleh kelompok Fretilin?
Jawaban:
Kelompok prointegrasi terdiri atas Apodeti, UDT, Kota, dan Trabalista. Kelompok ini menentang proklamasi kemerdekaan Timor Timur yang dideklarasikan kelompok Fretilin. Oleh karena itu, kelompok prointegrasi mendeklarasikan proklamasi tandingan di Balibo pada tanggal
Jawaban: e
Pada awalnya pemerintah Orde Baru berusaha menegakkan prinsip-prinsip demokrasi yang berasaskan pada Pancasila dalam menyelenggara-kan pemerintahan. Amenyelenggara-kan tetapi, dalam pe-laksanaannya pemerintah Orde Baru melakukan banyak penyimpangan terhadap prinsip-prinsip demokrasi. Pemerintah Orde Baru cenderung bersifat otoriter yang ditandai dengan besarnya kekuasaan presiden dalam menjalankan pemerintahan.
4. Salah satu dampak keberhasilan swasembada beras pada tahun 1984 adalah . . . .
a. pemerintah menetapkan beras sebagai produk unggulan Indonesia
b. para petani memperoleh bantuan pe-ngembangan pertanian
c. Indonesia mampu menyumbangkan beras bagi negara lain
d. Presiden Soeharto mendapat penghargaan dari UNICEF
e. Indonesia tidak lagi menjadi negara pengimpor beras
Jawaban: e
Pada tahun 1984 Indonesia berhasil mencapai swasembada beras. Pencapaian ini berhasil mengubah status Indonesia dari negara pengimpor beras menjadi negara yang dapat memenuhi kebutuhan beras sendiri. Keberhasilan ini juga menyebabkan Indonesia mendapat penghargaan dari Food and Agriculture Organization/FAO (Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia) pada tahun 1985.
5. Salah satu kondisi yang menandai berkembang-nya praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme pada masa Orde Baru adalah . . . .
a. rekrutmen politik secara tertutup b. pembatasan jumlah partai politik c. pemerintahan otoriter dan sentralis d. suksesi pemerintahan yang tidak berjalan e. pembangunan infrastruktur yang tidak merata
Jawaban: a
Pemerintahan pada masa Orde Baru diwarnai dengan adanya tindak korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). Praktik KKN terlihat pada rekrutmen politik yang dilakukan secara tertutup. Orang yang dapat menduduki jabatan-jabatan penting ditunjuk dan ditetapkan oleh presiden dan keluarganya. Jadi, pada masa ini tidak semua orang dapat menduduki jabatan penting dalam
A. Pilihlah jawaban yang tepat!
1. Pada masa Orde Baru presiden memiliki peranan besar karena . . . .
a. melaksanakan pemerintahan sentralisme b. menjalankan pemerintahan secara otoriter c. memiliki kekuasaan absolut dalam
pe-merintahan
d. memiliki kedudukan sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan
e. menjadi pusat kekuasaan dari seluruh proses politik
Jawaban: e
Dalam perjalanan politik pemerintahan Orde Baru, presiden menjadi pusat kekuasaan dari seluruh proses politik di Indonesia. Oleh karena itu, pada masa Orde Baru presiden memiliki peranan besar. Lembaga kepresidenan menjadi pengontrol utama lembaga negara lainnya baik yang bersifat suprastruktur (DPR, MPR, DPA, BPK, dan MA) maupun yang bersifat infrastruktur (LSM dan partai politik).
2. Pada masa Orde Baru pembangunan yang dilaku-kan pemerintah tidak merata sehingga berakibat . . . .
a. terjadi ledakan penduduk di Pulau Jawa
b. pemerintah melaksanakan program
transmigrasi
c. terjadi kemiskinan dan kesenjangan sosial d. terjadi perpindahan penduduk ke Pulau Jawa e. pemberontakan terjadi di beberapa daerah
Jawaban: c
Pembangunan yang tidak merata pada masa Orde Baru menyebabkan munculnya kemiskinan dan kesenjangan sosial. Kondisi ini disebabkan pem-bangunan hanya ditujukan pada pihak tertentu dan tidak merata di seluruh wilayah Indonesia. 3. Pemerintah Orde Baru melakukan penyimpangan
terhadap prinsip-prinsip demokrasi. Ciri yang menandai penyimpangan tersebut yaitu . . . . a. adanya campur tangan negara-negara Barat
dalam pelaksanaan pemerintahan
b. tidak adanya komunikasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah
c. munculnya kesenjangan sosial dan ke-miskinan di beberapa daerah
d. kurangnya perhatian pemerintah terhadap daerah-daerah terpencil
e. besarnya kekuasaan presiden dalam men-jalankan pemerintahan