• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perkembangan Sosial pada Masa Demokrasi Terpimpin

3. Slogan yang digunakan PKI di Jawa Barat dalam aksi gerakan turun ke bawah (Turba) ditunjukkan oleh pilihan jawaban . . . .

a. sama tinggal sama makan sama bekerja b. sama rasa sama datang sama makan c. sama karsa sama cipta sama karya d. sama berjuang sama makan sama bekerja e. sama berjuang sama bekerja sama menang Jawaban: a

PKI di Jawa Barat mengadakan gerakan turun ke bawah (Turba) dengan mengirim sekira 4.000–5.000 kader ke desa-desa untuk menjalankan program Aksi Tiga Sama. Program tersebut terdiri atas slogan ”sama tinggal, sama makan, dan sama bekerja”. Aksi ini dilakukan untuk mengetahui keluh kesah dan keinginan para petani.

4. Pada tanggal 8 Mei 1964 Presiden Soekarno mengeluarkan larangan terhadap Manifesto Kebudayaan karena dianggap sebagai tandingan Manipol-USDEK. Langkah Presiden Soekarno menunjukkan bahwa . . . .

a. Presiden Soekarno khawatir dengan budaya tandingan yang dianggap merusak persatuan bangsa

b. sebagai pemimpin negara Soekarno ber-kewajiban menghentikan segala sesuatu yang mengancam keutuhan NKRI

c. ketidakstabilan negara pada masa Demokrasi Terpimpin rawan perpecahan sehingga presiden melarang manifes tandingan

d. Presiden Soekarno membatasi kebebasan berkreasi terutama yang bertentangan dengan Manipol-USDEK

e. kekhawatiran Presiden Soekarno terhadap usaha Manifesto Kebudayaan untuk meng-gantikan eksistensi Lekra

Jawaban: d

Pada tanggal 17 Agustus 1963 H.B. Jasin, Wiratmo Sukito, dan Trisno Sumardjo mengumumkan pembentukan Manifesto Kebudayaan (Manikebu) yang bertujuan melawan dominasi dan tekanan golongan kiri dengan ideologi realisme sosial. Oleh

PKI, Manikebu dianggap menentang Manipol-USDEK. Oleh karena itu, Presiden Soekarno mengeluarkan perintah larangan terhadap Mani-festo Kebudayaan pada tanggal 8 Mei 1964. Presiden Soekarno melarang Manifesto Kebudayaan karena dianggap tandingan Manipol-USDEK. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa pada masa Demokrasi Terpimpin Presiden Soekarno membatasi kebebasan berekspresi. 5. Salah satu tokoh yang menolak pembentukan

Manifes Kebudayaan adalah Pramoedya Ananta Toer. Menurut Pramoedya Ananta Toer, Manifes Kebudayaan merupakan lembaga yang bersifat . . . .

a. prokomunis, antiimperialis, dan anti-Manipol-USDEK

b. kontrarevolusi, antek imperalis, dan anti-Manipol-USDEK

c. anti agama, antinasionalis, dan anti-Manipol-USDEK

d. kontrarevolusi, antek komunis, dan anti-Manipol-USDEK

e. antikomunis, rasis, dan antinasionalis

Jawaban: b

Pramoedya Ananta Toer merupakan tokoh utama Lembaga Kebudayaan Rakyat (Lekra). Ia menganggap para seniman dan sastrawan yang tergabung dalam Manifesto Kebudayaan (Manikebu) dianggap kontrarevolusi, antek imperalis, dan anti-Manipol-USDEK.

6. Perhatikan tabel berikut!

No. Partai Surat Kabar

1) PNI Suluh Indonesia

2) PKI Warta Bhakti

3) Masyumi Duta Masjarakat

4) NU Suara Muslimin

Pasangan yang tepat antara partai dan surat kabarnya ditunjukkan oleh nomor . . . .

a. 1) dan 2) b. 1) dan 3) c. 2) dan 3) d. 3) dan 4) e. 4) dan 5) Jawaban: a

Pasangan yang tepat antara partai dan surat kabarnya sebagai berikut.

No. Partai Surat Kabar

1) PNI Suluh Indonesia

2) PKI Harian Rakyat dan

Warta Bhakti 3) Masyumi Harian Abadi

7. Pembatasan kebebasan pers pada masa Demokrasi Terpimpin ditandai dengan . . . . a. pembentukan Departemen Penerangan b. kebijakan pembatasan jumlah penerbitan dan

percetakan

c. pengurangan jumlah wartawan secara besar-besaran

d. tidak adanya dukungan pemerintah terhadap kreativitas pers

e. persyaratan untuk memperoleh Surat Izin Terbit dan Surat Izin Tjetak diperketat

Jawaban: e

Konsep Manipol-USDEK yang diperkenalkan Presiden Soekarno sebagai dasar adanya landasan politik Demokrasi Terpimpin menjadikan kebebasan pers semakin terbatas. Persyaratan untuk mendapatkan Surat Izin Terbit (SIT) dan Surat Izin Tjetak diperketat. Untuk mendapatkan SIT, penerbit dan percetakan harus mendukung Manipol-USDEK.

8. Perhatikan tujuan berikut!

1) Menunjukkan kepiawaiannya dalam bidang seni.

2) Memperindah struktur perkotaan.

3) Menyiapkan tata kota bertaraf internasional. 4) Sebagai ekspresi peringatan kepahlawanan

Indonesia.

5) Memberikan lapangan pekerjaan bagi pembuat patung dan monumen.

Tujuan Soekarno membangun banyak patung atau monumen di kota besar pada masa Demokrasi Terpimpin ditunjukkan oleh nomor . . . .

a. 1) dan 2) d. 3) dan 4)

b. 2) dan 3) e. 4) dan 5)

c. 2) dan 4)

Jawaban: c

Untuk memperindah kota, Soekarno membangun banyak patung atau monumen. Patung-patung tersebut antara lain Patung Selamat Datang, Patung Pangeran Diponegoro, Patung Tani, Patung Pembebasan Irian Barat, dan Patung Dirgantara. Selain untuk memperindah kota, pembangunan patung dimaksudkan sebagai ekspresi peringatan kepahlawanan Indonesia. Jadi, jawaban yang tepat ditunjukkan oleh nomor 2) dan 4). Patung-patung tersebut termasuk bentuk pelaksanaan proyek mercusuar

9. Salah satu indikator yang menunjukkan sistem pendidikan pada masa Demokrasi Terpimpin adalah . . . .

a. pengelolaan sistem pendidikan berada di bawah wewenang pemerintah pusat

b. penambahan mata pelajaran P4 di semua jenjang pendidikan

c. pemberlakuan gerakan wajib belajar sembilan tahun

d. penerapan kurikulum sesuai kemampuan peserta didik

e. penambahan mata pelajaran Ilmu

Administrasi dan Kesejahteraan Masyarakat di tingkat SMP

Jawaban: e

Pada tahun 1962 sistem pendidikan SMP dan SMA mengalami perubahan. Dalam kurikulum SMP baru ditambahkan mata pelajaran Ilmu Administrasi dan Kesejahteraan Masyarakat. Selanjutnya, sistem pendidikan SMA dilakukan penjurusan mulai kelas dua.

10. Usaha PKI dalam memengaruhi dunia pendidikan pada masa Demokrasi Terpimpin ditunjukkan dengan . . . .

a. membentuk organisasi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) non-vaksentral b. menyebarkan konsep Nasakom di

sekolah-sekolah

c. mengirim kadernya untuk menjadi guru di sekolah-sekolah

d. menyusupkan ajaran komunisme dalam buku pelajaran sekolah

e. mengadakan kegiatan sosial bersama siswa dan mahasiswa

Jawaban: a

Sekira tahun 1960-an PKI mendirikan organisasi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) non-vaksentral untuk menandingi PGRI yang dibentuk pemerintah. Aksi ini menimbulkan perpecahan di kalangan guru.

B. Kerjakan soal-soal berikut!

1. Jelaskan kehidupan etnik Tionghoa pada masa Demokrasi Terpimpin!

Jawaban:

Pada masa Demokrasi Terpimpin pemerintah menghapus peraturan-peraturan yang bersifat rasial. Kedudukan golongan Tionghoa secara politis menjadi lebih baik karena kedekatan Soekarno dengan pemerintah Tiongkok. Kedekatan Soekarno dan pemerintah Tiongkok memunculkan beberapa aksi rasialis di berbagai daerah. Akan tetapi, pemerintah berhasil meredam aksi-aksi tersebut. Bahkan, Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN) tahun 1965 menjamin pe-ngembangan modal domestik milik pedagang Tionghoa demi pembangunan ekonomi negara. 2. Bagaimana usaha Lekra untuk menghalangi

Jawaban:

Lekra melancarkan serangan terhadap Manifesto Kebudayaan melalui tulisan dalam Harian Rakyat, Bintang Timur, dan Zaman Baru. Oleh Lekra, Manikebu disebut sebagai penyelewengan revolusi Indonesia yang berporoskan soko guru tani, buruh, dan prajurit. D.N. Aidit sebagai tokoh PKI sekaligus pendiri Lekra juga menyatakan bahwa Manikebu menentang Nasakom. Aksi-aksi Lekra ini turut memengaruhi Presiden Soekarno. Presiden Soekarno mengeluarkan perintah larangan terhadap Manifesto Kebudayaan pada tanggal 8 Mei 1964. Soekarno melarang Manifesto Kebudayaan karena dianggap sebagai tandingan Manipol-USDEK.

3. Bagaimana fungsi pers pada masa Demokrasi Terpimpin?

Jawaban:

Sistem kekuasaan masa Demokrasi Terpimpin memengaruhi fungsi pers yang lebih berperan sebagai corong kekuasaan pemerintah sehingga fungsi pers sebagai kontrol sosial tidak tampak. Pers kemudian diarahkan menjadi pers terpimpin dan pers manipol.

4. Sebutkan tiga arsitektur peninggalan Soekarno yang masih bisa ditemui di Jakarta!

Jawaban:

Arsitektur peninggalan Soekarno di Jakarta antara lain Hotel Indonesia, masjid Istiqlal, pusat perbelanjaan Sarinah, gedung PMI Jakarta, dan masterplan Kota Jakarta yang bertumpu pada Monumen Nasional sebagai titik awal pe-ngembangan kota. Landmark lain dari Jakarta yang cukup berpengaruh bagi transportasi di Jakarta adalah pembangunan Jembatan Semanggi. Dengan konsep jalan layang, jembatan Semanggi mampu memperlancar transportasi pada masa itu. 5. Jelaskan rencana pengajaran Saptausaha Tama

dalam rangka mengadakan kelas masyarakat!

Jawaban:

Suatu kelas masyarakat waktu pendidikannya ditempuh selama dua tahun dibentuk untuk menampung lulusan sekolah rakyat yang karena sesuatu hal tidak dapat melanjutkan sekolah. Mereka dididik dalam kelas masyarakat untuk memperoleh keterampilan sehingga para lulusannya dapat mandiri menggunakan kecakapan dan keterampilannya.

A. Pilihlah jawaban yang tepat!

1. Anjuran Presiden Soekarno agar Konstituante memberlakukan kembali UUD 1945 sebagai konstitusi negara Indonesia dilatarbelakangi oleh . . . .

a. terjadinya aksi separatisme di daerah yang menuntut pemberlakuan kembali UUD 1945 b. Angkatan Darat tidak menyetujui rancangan

undang-undang dasar baru yang diajukan Konstituante

c. Soekarno menganggap UUD 1945 masih relevan dengan perkembangan demokrasi pada periode tahun 1950–1959

d. rancangan undang-undang dasar baru yang disusun Konstituante tidak mengakomodasi keinginan rakyat Indonesia

e. petisi dan gerakan masyarakat menuntut pemberlakuan kembali UUD 1945 sebagai konstitusi semakin kuat

Jawaban: e

Empat tahun setelah pemilu 1955, Konstituante belum mampu menyusun undang-undang dasar baru. Ketidakmampuan ini menyebabkan gerakan dan petisi di kalangan masyarakat untuk member-lakukan kembali UUD 1945 semakin kuat.

Menyikapi keadaan tersebut Presiden Soekarno menganjurkan kepada Konstituante agar member-lakukan kembali UUD 1945 sebagai konstitusi negara.

2. Perhatikan tabel berikut!

No. X

1) Pelaksanaan demokrasi mengandalkan pada kepemimpinan Presiden Soekarno.

2) Berusaha mengembalikan keadaan politik negara yang tidak stabil sebagai warisan masa Demokrasi Liberal.

3) Pelaksanaan pemilu yang demokratis.

No. Y

1) Munculnya berbagai partai politik yang mewakili setiap ideologi.

2) Pembentukan kabinet harus mendapat per-setujuan dari parlemen.

3) Presiden cenderung memiliki kekuasaan mutlak sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan.

Corak politik yang terjadi pada masa Demokrasi Terpimpin ditunjukkan oleh kombinasi . . . . a. X1), X2), dan Y1) d. X2), X3), dan Y2) b. X1), X3), dan Y2) e. X2), X3), dan Y3) c. X1), X2), dan Y3)

Jawaban: c

Periode Demokrasi Terpimpin berlangsung pada tahun 1959–1965. Pelaksanaan Demokrasi Terpimpin mengandalkan pada kepemimpinan Presiden Soekarno. Sistem Demokrasi Terpimpin berusaha mengembalikan keadaan politik negara yang tidak stabil sebagai warisan masa Demokrasi Liberal. Demokrasi Terpimpin juga ditandai dengan kebebasan partai politik yang dibatasi dan kecenderungan presiden memiliki kekuasaan mutlak sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan. Jadi, jawaban yang benar ditunjukkan oleh kombinasi X1), X2), dan Y3). 3. Makna Dekret Presiden 5 Juli 1959 bagi

per-kembangan demokrasi di Indonesia adalah . . . . a. mengakhiri sistem multipartai yang

diterap-kan sejak awal kemerdekaan Indonesia b. mengakhiri masa revolusi fisik dan mengawali

penerapan sistem demokrasi rakyat

c. sebagai jembatan politik dari era Demokrasi Liberal menuju era Demokrasi Terpimpin d. sebagai momentum menuju perbaikan sistem

demokrasi yang luntur pada masa Demokrasi Liberal

e. menunjukkan bahwa bangsa Indonesia mampu menerapkan demokrasi secara murni dan konsekuen

Jawaban: c

Pada tanggal 5 Juli 1959 Presiden Soekarno mem-bacakan dekret yang berisi pembubaran Konstituante, pemberlakuan kembali UUD 1945, serta pembentukan MPRS dan DPAS. Oleh sejarawan, Dekret Presiden 5 Juli 1959 dianggap sebagai jembatan politik dari era Demokrasi Liberal menuju era Demokrasi Terpimpin.

4. Tokoh-tokoh yang membantu Presiden Soekarno memimpin Kabinet Kerja ditunjukkan oleh baris . . . . a. Ali Sastroamidjojo Moh. Natsir Sukiman b. Moh. Hatta Ahmad Soebardjo Muh. Yamin c. A.H. Nasution D.N. Aidit Ruslan Abdulgani d. Sartono Sutan Sjahrir Iskaq Tjokroadisuryo e. Djuanda J. Leimena Subandrio Jawaban: e

Setelah pembacaan Dekret Presiden 5 Juli 1959, Presiden Soekarno membubarkan Kabinet Karya, digantikan Kabinet Kerja. Kabinet tersebut dipimpin langsung oleh Presiden Soekarno. Dalam memimpin kabinet, Presiden Soekarno dibantu tiga tokoh, yaitu Djuanda bertindak sebagai menteri pertama dengan dua wakilnya, yaitu J. Leimena dan Subandrio.

5. Pada masa Demokrasi Terpimpin, Presiden Soekarno mengangkat anggota MPRS, DPR, dan DPAS. Fakta tersebut dapat dimaknai bahwa . . . . a. kekuasaan Presiden Soekarno telah

menyimpang dari ketentuan UUD 1945 b. anggota MPRS, DPR, dan DPAS hasil pemilu

1955 telah habis masa tugasnya

c. pergeseran fungsi lembaga politik akibat konsekuensi terbitnya Dekret Presiden 5 Juli 1959

d. anggota MPRS, DPR, dan DPAS hasil pemilu 1955 belum mampu memenuhi aspirasi rakyat

e. Presiden Soekarno ingin mengimplementasi-kan isi Dekret Presiden 5 Juli 1959 secara murni dan konsekuen

Jawaban: a

Setelah pembacaan Dekret Presiden 5 Juli 1959, Soekarno menunjukkan kekuatan besarnya. Pada masa itu presiden mengangkat anggota MPRS yang terdiri atas anggota DPR dan DPAS. Ketentuan ini menyimpang dari ketentuan UUD 1945 yang menyatakan bahwa posisi presiden di bawah lembaga permusyawaratan rakyat dan sejajar dengan lembaga perwakilan rakyat serta lembaga tinggi negara. Adapun pada masa Demokrasi Terpimpin, kedudukan presiden berada di atas lembaga-lembaga tersebut.

6. Dampak Penetapan Presiden Nomor 7 Tahun 1959 bagi partai politik di Indonesia adalah . . . . a. presiden memiliki kekuasaan memilih

perwakilan partai politik yang duduk dalam parlemen

b. partai politik yang berdiri harus mewakili setiap ideologi yang berkembang di Indonesia c. setiap partai politik harus menggunakan

Pancasila dan UUD 1945 sebagai landasan ideologinya

d. jumlah partai politik yang berdiri di Indonesia dibatasi hanya sembilan partai

e. setiap partai politik harus memiliki perwakilan-nya di seluruh wilayah Indonesia

Jawaban: d

Pada tahun 1959 Presiden Soekarno mengeluar-kan Penetapan Presiden Nomor 7 Tahun 1959 mengenai Syarat-Syarat Penyederhanaan Kepartaian. Berdasarkan peraturan tersebut pemerintah menyederhanakan jumlah partai politik yang berdiri hanya menjadi sembilan partai. Partai-partai yang diakui pemerintah pada masa itu antara lain IPKI, Partai Murba, Partai Katolik, PSII, PNI, NU, PKI, Perti, dan Partindo.

7. Perhatikan keterangan berikut!

1) Bertujuan memperkuat kedudukan Presiden Soekarno.

2) Kedudukan seluruh lembaga negara ditetapkan di bawah presiden.

3) Seluruh unsur kehidupan berbangsa dan bernegara harus dicapai melalui revolusi, dijiwai oleh sosialisme, dan dikendalikan oleh satu pimpinan nasional yang disebut Panglima Besar Revolusi.

Keterangan di atas berkaitan dengan . . . . a. Dekret Presiden 1959 b. Politik Mercusuar c. Manipol USDEK d. Nasakom e. Resopim Jawaban: e

Indikator pada soal menunjukkan aspek-aspek yang terkait dengan ajaran Revolusi, Sosialisme Indonesia, dan Pimpinan Nasional (Resopim). Resopim bertujuan memperkuat kedudukan Presiden Soekarno. Inti ajaran Resopim adalah seluruh unsur kehidupan berbangsa dan bernegara harus dicapai melalui revolusi, dijiwai oleh sosialisme, dan dikendalikan oleh satu pimpinan nasional yang disebut Panglima Besar Revolusi (PBR), yaitu Presiden Soekarno. Dampak sosialisasi Resopim adalah kedudukan lembaga tinggi dan tertinggi negara ditetapkan di bawah presiden.

8. Salah satu strategi PKI dalam bidang politik pada masa Demokrasi Terpimpin adalah . . . .

a. mengajak PNI dan Nahdatul Ulama agar selalu mendukung kebijakan Presiden Soekarno

b. mencetuskan ide pembentukan Angkatan Kelima untuk menghadapi konfrontasi dengan Malaysia

c. mendukung kebijakan Presiden Soekarno mengenai pembubaran DPR hasil pemilu 1955 dan pembentukan MPRS

d. menyebarkan cuplikan pidato Presiden Soekarno sehingga seolah-olah sejalan dengan gagasan dan cita-cita politik PKI e. menerbitkan surat kabar Harian Rakyat yang

berisi dukungan terhadap kedudukan Soekarno sebagai presiden seumur hidup

Jawaban: d

PKI berusaha memanfaatkan kedudukan Soekarno yang cukup kuat pada masa Demokrasi Terpimpin. Oleh karena itu, PKI menerapkan strategi politik yaitu menyebarkan cuplikan-cuplikan pidato Presiden Soekarno sehingga seolah-olah sejalan dengan gagasan dan cita-cita politik PKI.

9. Perhatikan tabel berikut!

No. X Y

1 ) Partai Murba Nahdatul Ulama 2 ) Partai Nasional Indonesia Masyumi

3 ) Partai Sosialis Indonesia Partai Indonesia Raya

Partai politik yang diakui pemerintah pada masa Demokrasi Terpimpin ditunjukkan oleh kombinasi . . . .

a. X1), X2), dan Y1) d. X2), X3), dan Y2) b. X1), X3), dan Y2) e. X2), X3), dan Y3) c. X1), X2), dan Y3)

Jawaban: a

Pada masa Demokrasi Terpimpin pemerintah membatasi partai politik. Melalui Keputusan Presiden Nomor 128 Tahun 1961, partai-partai yang diakui pemerintah antara lain IPKI, Partai Murba, Partai Katolik, PSII, PNI, NU, PKI, Perti, dan Partindo. Jadi, jawaban yang tepat ditunjukkan oleh kombinasi X1), X2), dan Y1).

10. Politik luar negeri bebas aktif yang disesuaikan dengan ajaran Manipol-USDEK dianggap tidak dijalankan secara tepat asas karena . . . . a. Presiden Soekarno memanfaatkan forum

sidang PBB untuk mengampanyekan politik luar negeri berdasarkan Manipol-USDEK b. bertujuan melenyapkan imperialisme dan

mencapai dasar-dasar bagi perdamaian dunia yang kekal dan abadi

c. salah satu ajaran Manipol-USDEK adalah mengharuskan Indonesia keluar dari ke-anggotaan PBB

d. Indonesia membentuk poros Jakar ta– Peking–Pyongyang untuk menyaingi kekuatan blok Barat

e. politik dan kerja sama luar negeri Indonesia ditentukan sepenuhnya oleh Presiden Soekarno

Jawaban: b

Pada masa Demokrasi Terpimpin politik luar negeri bebas aktif tidak lagi dijalankan secara tepat asas. Dalam Manipol-USDEK ditegaskan bahwa politik luar negeri Indonesia bertujuan untuk me-lenyapkan imperialisme dan mencapai dasar-dasar bagi perdamaian dunia yang kekal dan abadi. Tujuan itu harus dicapai dengan cara radikal dan revolusioner tanpa kompromi.

11. Perhatikan tabel berikut!

No. Konsep Pengertian

1) Nefo X

2) Oldefo Negara kolonialis, imperialis, dan penghambat kemajuan bangsa-bangsa yang sedang berkembang.

Pengertian yang tepat untuk mengisi kolom X adalah . . . .

a. negara kapitalis dan cenderung bersifat progresif

b. negara kolonialis dan cenderung bersifat komunis

c. negara kapitalis dan cenderung bersifat kolonialis

d. negara komunis dan cenderung bersifat imperialis

e. negara sosialis dan cenderung bersifat progresif

Jawaban: e

Dalam bidang politik luar negeri, Soekarno membagi dunia menjadi dua blok yaitu New Emerging Forces (Nefo) dan Old Established Forces (Oldefo). Nefo terdiri atas negara-negara sedang berkembang, negara sosialis yang dianggap progresif, dan negara-negara yang baru merdeka atau sedang memperjuangkan kemerdekaannya. Adapun negara kolonialis, imperialis, dan penghambat kemajuan negara-negara berkembang dikelompokkan sebagai Oldefo.

12. Pada tanggal 17 Agustus 1956 Kabinet Ali Sastroamidjojo II membentuk pemerintahan sementara di Irian Barat. Tindakan tersebut dilakukan untuk . . . .

a. meminta dukungan negara-negara tetangga mengenai masalah Irian Barat

b. mengakomodasi rakyat Irian Barat yang ingin bergabung dengan Indonesia

c. mendeklarasikan Irian Barat sebagai bagian dari Republik Indonesia

d. mendesak Belanda membatalkan

pembentukan negara Papua

e. membatalkan pembentukan Uni Indonesia– Belanda

Jawaban: c

Hampir seluruh kabinet di Indonesia pada masa Demokrasi Liberal menjadikan masalah Irian Barat sebagai program kerja utama. Salah satunya tampak pada masa Kabinet Ali Sastroamidjojo II. Pada tanggal 17 Agustus 1956 Kabinet Ali Sastroamidjojo II membentuk pemerintahan sementara Irian Barat. Tindakan tersebut dilakukan dengan tujuan mendeklarasikan Irian Barat sebagai bagian dari Republik Indonesia. 13. Perhatikan lembaga PBB berikut!

1) United Nations Commision for Indonesia 2) United Nations Security Forces

3) United Nations Temporary Executive Authority 4) United Nations Protection Force

Lembaga yang dibentuk PBB untuk membantu penyelesaian masalah Irian Barat ditunjukkan oleh nomor . . . . a. 1) dan 2) b. 1) dan 3) c. 2) dan 3) d. 2) dan 4) e. 3) dan 4) Jawaban: c

PBB banyak berperan dalam membantu pe-nyelesaian masalah Irian Barat. Setelah Belanda setuju menyerahkan wilayah Irian Barat kepada PBB, PBB membentuk United Nations Temporary Executive Authority (UNTEA) sebagai pe-merintahan sementara di Irian Barat. PBB juga membentuk United Nations Security Forces (UNSF) untuk menjaga keamanan di Irian Barat hingga penyerahan Irian Barat kepada Republik Indonesia. Jadi, jawaban yang tepat ditunjukkan oleh nomor 2) dan 3)

14. Dwikora diumumkan Soekarno pada tanggal 3 Mei 1964. Tindak lanjut pengumuman Dwikora adalah . . . .

a. Presiden Soekarno meminta PBB meninjau ulang usul pembentukan Federasi Malaysia b. kesepakatan pembentukan Provinsi

Kalimantan Utara untuk menandingi Federasi Malaysia

c. pemerintah Indonesia mengajukan protes kepada Inggris mengenai rencana pem-bentukan Federasi Malaysia

d. Presiden Soekarno ingin mendengarkan aspirasi parlemen mengenai rencana pem-bentukan Federasi Malaysia

e. Soekarno membentuk Komando Operasi Tertinggi (Koti) dan Komando Mandala Siaga sebagai antisipasi pembentukan Federasi Malaysia

Jawaban: e

Sidang Dwikora yang dipimpin Presiden Soekarno dilaksanakan untuk mempersiapkan konfrontasi dengan Malaysia. Dalam sidang tersebut Soekarno mencetuskan konsep Dwikora yang berisi aspek berikut.

1) Perhebat ketahanan Revolusi Indonesia. 2) Bantu perjuangan rakyat Malaysia untuk

membebaskan diri dari Nekolim Inggris. Dwikora ditindaklanjuti dengan pembentukan Komando Operasi Tertinggi (Koti) dan Komando Mandala Siaga sebagai antisipasi pembentukan Federasi Malaysia.

15. Salah satu keberhasilan Dewan Perancang Nasional dalam perekonomian Indonesia adalah . . . .

a. menerapkan kebijakan devaluasi mata uang rupiah

b. melobi IMF agar bersedia memberi bantuan ekonomi kepada Indonesia

c. menyusun program kerja berupa Pola Pembangunan Semesta dan Berencana d. mengeluarkan kebijakan mengenai pungutan

terhadap perusahaan atau perseorangan e. mengeluarkan kebijakan menekan laju inflasi

untuk menstabilkan jumlah uang yang beredar

Jawaban: c

Dewan Perancang Nasional (Depernas) dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 80 Tahun 1958 dan dipimpin Muhammad Yamin. Depernas bertugas mempersiapkan rancangan undang-undang pembangunan nasional serta menilai pe-nyelenggaraan pembangunan. Salah satu keberhasilan Depernas adalah menyusun program kerja berupa pola pembangunan nasional yang disebut Pola Pembangunan Semesta dan Berencana. Pola pembangunan ini meliputi perencanaan segala jenis pembangunan, jasmani dan rohani, teknik, mental, etis, serta spiritual menurut norma dalam kaidah adil dan makmur. 16. Bukti ketidakkonsistenan pemerintah terhadap

sistem ekonomi Berdikari adalah . . . .

a. pemerintah berusaha memperoleh pinjaman dari International Monetary Fund (IMF) b. perjanjian ekonomi dengan negara-negara

blok Timur untuk membiayai pembangunan c. penerapan kembali mata uang Belanda untuk

mengatasi inflasi yang tidak terkendali d. pembangunan proyek mercusuar untuk

mendukung pelaksanaan Ganefo

e. nasionalisasi perusahaan milik Belanda yang berada di Indonesia

Jawaban: a

Kebijakan ekonomi yang diterapkan pada masa Demokrasi Terpimpin disebut Sistem Ekonomi Terpimpin. Salah satu aspek yang diterapkan adalah sistem ekonomi Berdikari, yaitu berdiri di atas kaki sendiri. Dalam sistem ini, bangsa Indonesia berusaha mencukupi kebutuhan ekonomi dengan usaha sendiri. Akan tetapi, pemerintah tidak konsisten dengan kebijakan ini. Dalam perkembangannya, pemerintah Indonesia berusaha memperoleh pinjaman dari International Monetary Fund (IMF).

17. Perhatikan kebijakan berikut!

1) Perusahaan swasta ditetapkan mengelola bidang usaha yang tidak bersifat esensial. 2) Perusahaan asing diwajibkan beroperasi di

Indonesia.

3) Perusahaan swasta diorganisasi sesuai bidangnya masing-masing.

4) Menyediakan kredit dan lisensi bagi per-usahaan nasional.

5) Organisasi perusahaan swasta dibagi dua, yaitu Organisasi Perusahaan Sejenis (OPS) dan Gabungan Perusahaan Sejenis (GPS). Kebijakan pemerintah terkait sistem ekonomi sosialis ditunjukkan oleh nomor . . . .

a. 1), 2). dan 3) d. 2), 3), dan 5) b. 1), 3), dan 5) e. 3), 4), dan 5) c. 2), 3), dan 4)

Jawaban: b

Pada masa Ekonomi Terpimpin, perusahaan swasta ditetapkan oleh pemerintah sebagai perusahaan yang mengelola bidang usaha yang tidak bersifat esensial. Kebijakan itu diambil karena politik ekonomi negara yang sedang berjalan menuju sistem ekonomi sosialis memiliki mekanisme sendiri untuk mengakumulasi modal, terutama melalui perusahaan-perusahaan negara. Perusahaan swasta diorganisasi sesuai bidangnya masing-masing dalam organisasi yang dikenal dengan nama Organisasi Perusahaan Sejenis (OPS) dan Gabungan Perusahaan Sejenis (GPS). Jadi, jawaban yang tepat ditunjukkan oleh