UNDANG UNDANG DASAR NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN
3. Kedudukan sifat fungsi Konstitus
Mengacu pada kerangka konsep di atas, maka menjadi perlu untuk menegaskan kedudukan, sifat dan bentuk serta fungsi konstitusi dalam suatu negara,19 sebab dalam suatu
negara, begitu banyak peraturan hukum yang dibentuk dan tentu saja sifat, dan hirarkis fungsinya akan berbeda-beda. Secara konseptual, ada tiga karakter utama dari suatu konstitusi yaitu (1) konstitusi sebagai suatu hukum tertinggi suatu negara atau a constitution is a supreme law of the land, (2) konstitisi sebagai suatu kerangka kerja suatu sistem pemerintahan atau a constitution is a frame work for
government (3) konstitusi merupakan, suatu Instrumen yang
sah dalam membatasi kekuasaan dan. kewenangan pejabat pemerintah atau a constitution is a legitimale way to grant and limit powers of govemment officials.
a. Kedudukan dan Sifat 18 Ibid
19 Gambaran di atas disandarkan pada peradaban Timur dimana nilni-nilai dan ajaran-ajaran fundamental dari suatu agama-agama, baik lslam, Hindu-Budha, Tao dan juga Shinto. Lihat Comparatif Contitutional Traditions., dalam Fundamental Comparatif/Constitutional Law and Developmend Hal: 9
Dalam era milenium ketiga ini, konstitusi juga harus berfungsi sebagai kendaraan yang dapat mengakomodasikan tatanan tertib dunia (the vehicle for defining the international order) ke dalam Sistem hukum nasional20. Keempat karakter konstitusi tersebut telah
menunjukkan kedudukan konstitusi sebagai sumber hukum tertinggi suatu negara, dan juga sebagai instrumen efektif untuk mencegah timbulnya penyalahgunaan kekuasaan (ebuse of power)21 .
Dipandang dari segi hukum dasar (basic law), konstitusi yaitu bilamana dokumen hukum dan politik tersebut mengandung sekumpulan norma-norma dasar yang berfungsi untuk mengarahkan bagaimana pemerintah memperoleh kewenangan mengorganisasi-kan kekuasaan, dan prosedur melaksanakan kekuasaan dengan mengakui adanya kebebasan individu yang dapat membatasi kekuasaan penguasa tersebut22 .
Konsekuensi yuridis dari penqakuan konstitusi sebaqai hukum dasar, adalah konstitusi harus dapat mengarahkan dan menjiwai lahirnya produk hukum yang tidak saja berorientasi pada kepastian hukum (legal certainty) dan kemanfaatan (utility), melainkan juga tuntutan keadilan bagi semua orang (justice for all), Filosof Inggris, Jeremy Bentham mengajarkan bahwa suatu peraturan hukum seharusnya dapat memberikan kebahagiaan bagi sebagian
20 Lihat Chapter 13. Comparatif Constitutional Traditions.
21 Sebagai perbandingan menarik untuk dikemukakan tulisan Jerre S Williams ketika memperlihatkan fungsi konstitusi di Amerika antara lain, (1) konstitusi berfungsi untuk mengukuhkan keberadaan pemerintahan, nasional '(national governmenty., (2) berfungsi melakukan pengawasan terhadap adanya hubungan antara pemerintahan pusat dengan pemerintahan negara-negara bagian (the relationship between the national government and the goverments of the states), (3) berfungsi untuk merumuskan perlindungan dan pelestarian hak-hak kebebasan pribadi (preserves personel liberty), (4) berfungsi untuk mencegah terjadinya penguatan pemerintahan itu sendiri. Lihat Jerre S. Williams. Constitutional Analisys in A Nutshel. Texas: West Group. t 979: Hlm 33
22 Sebagai perbandingan lihat konsep basic law yang ada dalarn konstitusi Jerman yaitu Basic Law For the Republic of Germany. Press and Information Office of the Federal Goverment. The Federal Republic of Germany 50 years,
besar masyarakat (The Greatest Heppiness for the Greatest Numbers)23.
Dalam konteks ini, keberadaan konstitusi harus terbebas dari suatu pengaruh pemihakan ideologi, suku dan ajaran agama tertentu.
Atas dasar Konstitusi sebagai sumber hukum tertinggi memiliki sifat dan kedudukan yang sangat kuat. Produk hukum yang lainnya tidak boleh bertentangan dengan konstitusi dan kalau bertentangan harus dibatalkan (Lex Superior derogot legy imperior) melalui proses. Uji material (judicial review). Konsekuensi yuridisnya yaitu bahwa seluruh peraturan yang. ada dibawahnya harus dijiwai oleh substansi dan materi muatan konstitusi tersebut.
Karena itu dalam proses pembuatan dan perubahan konstitusi senantiasa diarahkan pada upaya menciptakan negara yanq konstitusional. Suatu negara diartikan secara konstitusional ditentukan oleh sifat-sifat yang pokok atau mendasar. Sifat-sifat yang pokok atau mendasar tersebut dapat dilihat dari dua sisi, yaitu segi materi muatan
/subtencei dan segi bentuk (form of constitution).
Pertama dari sisi materi muatan, konstitusi harus memiliki materi muatan yang singkat dan elastis. Ringkas berarti hanya memuat materi-materi yang bersifat pokok atau mendasar saja, sedangkan elastis berarti memuat materi-materi yang dapat mengikuti (beradaptasi) dengan perkembangan jaman yang terjadi.
Dari segi bentuk, konstitusi harus memiliki sifat derajat tinggi dalam suatu negara, yaitu di satu sisi, konstitusi berada di atas segala peraturan perundang-Undangan yang ada, sehingga tidak ada materi dari peraturan perundang-undangan yang lain yang bertentangan dengan .materi konstitusi. Karena itu, konstitusi tidak dapat 23 Meskipun tidak seluruhnya pandangan 1. Bentharn tentang nilai dan kegunaan (utility) tentang hukum tidak selalu dapat diterapkan untuk semua kondisi suatu negara yang tidak sepenuhnya menganut sistem hukum positif, rnenjadi relevan untuk dikemukakan dalam kaitannya dengan upaya mengamandemen UUD 1945 dalarn suasana demokratis. Lihat dalam The Brige of Law. 1979.
diubah sama seperti halnya dengan peraturan perundang- undangan lainnya, konstitusi harus dibuat dan diubah oleh lembaga tertentu dengan cara-cara tertentu serta pada saat yang istimewa. Sifat-sifat tersebut harus dimiliki oleh suatu konstitusi untuk mencapai derajat konstitusional.
Komponen lain yang sangat penting untuk menjadikan konstitusi itu selalu hidup dengan kondisi zamannya (Living Constitution)24, dan legitimate adalah adanya keterlibatan
masyarakat (participatory) dalam proses pembuatan dan perubahannya. Dalam perkembangannya ada yang menginginkan konstitusi dibuat secara rinci dengan harapan ruang penafsiran semakin sempit dan penyalahgunaan kekuasaan dapat dikendalikan. Sifat ringkas atau rincinya suatu konstitusi ada kaitannya juga dengan bentuk negara, Negara yang menganut bentuk negara kesatuan konstitusinya lebih ringkas daripada konstitusi negara yang' berbentuk federal. Sebagai perbandingan, beberapa konstitusi negara maju seperti Amerika Serikat, Canada, Australia. Jerman, dan Perancis tergolong pada konstitusi yang simpel, tetapi berhasil dalam mengatur dan membatasi kekuasaan negara.
b. Fungsi Konstitusi
Memperhatikan kedudukan, bentuk serta sifat konstitusi dalam suatu negara, pengungkapan fungsi konstitusi dalam berbagai pandangan begitu bervariasi. Beberapa penulis seperti Strong. K.C. Wheare, Rosenteld25,
Maarseveen Lawrence Bee, Sri Soemantri dan Jimly
24 Pandangan yang signifikan tentang perlunya nilai-nilai hukum dalarn masyarakat sebagai materi muatan suatu
UUD dari Leopald Pospiril.
25 Lawrence Bee (ed; Constitutionalism in Asia: Asian Views of The American Influence. 1979. Khususnya dalam pembahasan mengenai beberapa aturan tentang proses pembuatan konstitusi yang baik untuk proses pembuatan konstitusi kontemporer.
Asshidiqie memperlihatkan pandangan yang satu sama lain bertautan. Dari berbagai pandangan tersebut maka fungsi konstitusi tersebut antara lain sebagai berikut: Konstitusi berfungsi sebagai Dokumen Resmi Nasional Sebagai suatu Dokumen Nasional (National Document) yang mengandung perjanjian luhur terdiri kesepakatan- kesepakatan tentang politik, hukum, pendidikan, kebudayaan, kesehatan dan aspek fundamental yang menjadi tujuan negara.
R Piagam Kelahiran Negara Baru (As A Birth Certificate of New State). Yang dipergunakan sebagai bukti adanya pengakuan masyarakat lnternastonal termasuk sebagai salah satu anggota untuk anggota PBB. Karena itu. sikap kepatuhan suatu negara terhadap hukum internasional tidak lain dengan cara melakukan ratifikasi hukum internasional menjadi bagian dari sistem hukum naslonal. R
F Konstitusi sebagai Sumber Hukum Tertinggi
Konstitusi mengatur tentang maksud dan tujuan terbentuknya suatu negara dengan sistem administrasinya melalui adanya kepastian hukum yang terkandung dalam pasal-pasalnya, Unifikasi Hukum Nasional, Social Control. Eugene yang memberikan legitimasi (As a Potitical and
Legal Document) atau berdirinya lembaga-lembaga negara
termasuk peraturan tentang pembagian dan pemisahan kekuasaan (Checks and Balances) antara kekuasaan Legeslatif Eksekutif, dan Yudikatif. Konstitusi sebagai sumber hukum tidak saja berfungsi sebagai a tool of social engineering, dan social control, melainkan juga harus mampu merespon secara kritis terhadap perubahan zaman. Konstitusi sebagai hukum dasar tertulis berfungsi tidak saja bersifat positivistic, melainkan juga diarahkan pada perlunya pendekatan sosiologis seperti Roscoe Pound dengan Law as a tool of social engineeringnya dan Roberto Mangabera Ungger26 dengan mahzab functional jurisprudency .
Konstitusi sebagai Identitas Nasional dan Lambang Persatuan.
R Konstitusi menjadi suatu sarana untuk menuangkan (menerapkan) berbagai nilai-nilai dan norma-norma suatu bangsa dan negara, misalnya simbol demokrasi, keadilan, kemerdekaan, negara hukum, yang dijadikan sandaran untuk mencapai kemajuan dan keberhasilan tujuan negara. Konstitusi suatu negara diharapkan dapat menyeragamkan persepsi masyarakat dan Pemerintah terhadap nilai ldentitas kebangsaan, persatuan dan kesatuan, perasaan bangga dan kehormatan sebagai bangsa yang bermartabat. Fungsi pelembagaan Konstitusi dapat memberikan fungsi pemenuhan atas harapan-harapan sosial, ekonomi dan kepentingan politik. Tidak saja konstitusi mengatur tentang pembagian dan pemisahan kekuasaan dalam lembaga-lembaga politik seperti Legislatif, Eksekutif, dan Judikatif, akan tetapi mengatur tentang penciptaan keseimbangan hubungan (check and
balances) antara aparat pemerintahan di pusat maupun di
daerah.
Konstitusi sebagai Pembatas Penyalahgunaan Kekuasaan
Konstitusi dapat berfungsi membatasi kekuasaan dan mengendalikan perkembangan situasi politik yang selalu berubah dan berupaya untuk dapat menghindarkan adanya penyalahgunaan kekuasaan. Untuk itu, menjadi sangat penting untuk diperhatikan seberapa jauh formulasl pasal- pasal dalam konstitusi mengakomodasikan materi muatan pokok dan penting, sehingga dapat dicegah timbulnya penafsiran yang beraneka ragam.
RKonstitusi Sebagai Pelindung HAM dan Kebebasan Warga Negara.
R Konstitusi memberikan perlindungan terhadap hak-hak asasi manusia dan hak-hak kebebasan warga negara sebagai pengejawantahan dari suatu negara hukum, dimana equality before the law, non diskriminatif dan keadilan hukum (Legal Justice) dan keadilan moralitas
(social and moral justice) harus menjadi acuan dasar bagi masyarakat sebagai warga negara.