Berdasarkan laporan keuangan Perseroan untuk tanggal 30 April 2016 yang telah diaudit oleh KAP Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan berdasarkan Standar Audit yang ditetapkan oleh Institut Akuntan Publik Indonesia (“IAPI”), dengan opini wajar tanpa pengecualian, Perseroan mempunyai jumlah liabilitas sebesar Rp4.386.424.225.933,-.
Rincian dari liabilitas tersebut adalah sebagai berikut:
(dalam Rupiah penuh)
KETERANGAN 30 APRIL 2016
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang Bank Jangka Pendek 349.999.999.999
Utang Bank Jangka Panjang – Bagian dalam 1 tahun 21.342.825.099
Pinjaman kepada Pemegang Saham 300.000.000.000
Utang Usaha
Pihak-pihak Berelasi 33.063.008.166
Pihak-pihak Ketiga 935.503.458.599
Utang Bruto kepada Pihak Ketiga 1.034.300.719.653
Utang Pajak 351.186.418.809
Beban Akrual 73.370.000.497
Uang Muka Jangka Pendek 90.687.605.921
Liabilitas Jangka Pendek Lainnya 111.322.771.103
JUMLAH LIABILITAS JANGKA PENDEK 3.300.776.807.846
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang Bank Jangka Panjang 977.405.488.887
Uang Muka Jangka Panjang Pihak Berelasi 106.764.104.198
Liabilitas Imbalan Paskakerja 1.477.825.002
JUMLAH LIABILITAS JANGKA PANJANG 1.085.647.418.087
JUMLAH LIABILITAS 4.386.424.225.933
1. Utang Jangka Pendek
Saldo utang jangka pendek Perseroan pada tanggal 30 April 2016 adalah sebesar Rp349.999.999.999,-. Rincian dari utang jangka pendek pihak berelasi adalah sebagai berikut:
(dalam Rupiah penuh)
KETERANGAN 30 APRIL 2016
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 349.999.999.999
Jumlah 349.999.999.999
Suku Bunga per Tahun (%) 10,25%
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Berdasarkan surat No.BIN/2.2/094/R tanggal 10 Juni 2015, Perseroan memperoleh fasilitas kredit dari PT Bank BNI (Persero) Tbk sebagai berikut:
a. Kredit Modal Kerja Revolving Rp50.000.000.000,-, jangka waktu pinjaman sejak tanggal 23 Juni 2015 dan jatuh tempo 23 Juni 2016, berdasarkan perjanjian kredit No. 150 tanggal 23 Juni 2016. Saldo Pinjaman dengan fasilitas ini sampai dengan 30 April 2016 adalah sebesar Rp49.999.999.999,-.
III. PERNYATAAN UTANG
Berdasarkan laporan keuangan Perseroan untuk tanggal 30 April 2016 yang telah diaudit oleh KAP Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan berdasarkan Standar Audit yang ditetapkan oleh Institut Akuntan Publik Indonesia (“IAPI”), dengan opini wajar tanpa pengecualian, Perseroan mempunyai jumlah liabilitas sebesar Rp4.386.424.225.933,-.
Rincian dari liabilitas tersebut adalah sebagai berikut:
(dalam Rupiah penuh)
KETERANGAN 30 APRIL 2016
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang Bank Jangka Pendek 349.999.999.999
Utang Bank Jangka Panjang – Bagian dalam 1 tahun 21.342.825.099
Pinjaman kepada Pemegang Saham 300.000.000.000
Utang Usaha
Pihak-pihak Berelasi 33.063.008.166
Pihak-pihak Ketiga 935.503.458.599
Utang Bruto kepada Pihak Ketiga 1.034.300.719.653
Utang Pajak 351.186.418.809
Beban Akrual 73.370.000.497
Uang Muka Jangka Pendek 90.687.605.921
Liabilitas Jangka Pendek Lainnya 111.322.771.103
JUMLAH LIABILITAS JANGKA PENDEK 3.300.776.807.846
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang Bank Jangka Panjang 977.405.488.887
Uang Muka Jangka Panjang Pihak Berelasi 106.764.104.198
Liabilitas Imbalan Paskakerja 1.477.825.002
JUMLAH LIABILITAS JANGKA PANJANG 1.085.647.418.087
JUMLAH LIABILITAS 4.386.424.225.933
1. Utang Jangka Pendek
Saldo utang jangka pendek Perseroan pada tanggal 30 April 2016 adalah sebesar Rp349.999.999.999,-. Rincian dari utang jangka pendek pihak berelasi adalah sebagai berikut:
(dalam Rupiah penuh)
KETERANGAN 30 APRIL 2016
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 349.999.999.999
Jumlah 349.999.999.999
Suku Bunga per Tahun (%) 10,25%
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Berdasarkan surat No.BIN/2.2/094/R tanggal 10 Juni 2015, Perseroan memperoleh fasilitas kredit dari PT Bank BNI (Persero) Tbk sebagai berikut:
a. Kredit Modal Kerja Revolving Rp50.000.000.000,-, jangka waktu pinjaman sejak tanggal 23 Juni 2015 dan jatuh tempo 23 Juni 2016, berdasarkan perjanjian kredit No. 150 tanggal 23 Juni 2016. Saldo Pinjaman dengan fasilitas ini sampai dengan 30 April 2016 adalah sebesar Rp49.999.999.999,-.
b. Kredit Modal Transaksional Rp300.000.000.000,-, jangka waktu pinjaman sejak tanggal 23 Juni 2015 dan jatuh tempo 23 Juni 2016, berdasarkan perjanjian kredit No. 151 tanggal 23 Juni 2016. Saldo pinjaman sampai dengan 30 April 2016 adalah sebesar Rp300.000.000.000,-.
c. Kredit Modal Kerja Supply Chain Financing (SCF), Bank Garansi dan Letter of Credit (L/C) atau SKBDN Rp300.000.000.000, jangka waktu pinjaman sejak tanggal 23 Juni 2015 dan jatuh tempo 23 Juni 2016, berdasarkan perjanjian kredit No.152 tanggal 23 Juni 2016.
Fasilitas pinjaman ini dijamin dan diikat dengan :
a. Satu bidang tanah dan bangunan seluas 40.196 m2, terletak di Desa Kedungwonokerto, Kecamatan Prambon, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, a.n. PT Waskita Beton Precast senilai Rp66.038.444.437,- sesuai dengan Laporan Konsultan KJPP Piesta No. 074/SF/FS.PDC.KSI/II/2015 tanggal 24 Pebruari 2015 akan diikat Hak Tanah (HT).
b. Satu bidang tanah dan bangunan SHGB No.38 tanggal 22 Januari 2015 s/d 16 Januari 2045, seluas 70.099 m2, terletak di Desa Cibatu, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, a.n. PT Waskita Beton Precast (dahulu a.n PT Waskita Karya (Persero) Tbk) senilai Rp88.340.004.000,- akan diikat Hak Tanah.
c. Satu bidang tanah dan bangunan SHGB No.02/Kalijaya tanggal 16 Pebruari 1988 s/d 16 Pebruari 2018, seluas 16.620 m2, terletak di Jl. Imam Bonjol No. 52, Desa Kalijaya, Kecamatan Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, a.n. PT Waskita Karya (Persero) Tbk senilai Rp58.218.498.201,- akan diikat Hak Tanah.
d. Peralatan/mesin/alat berat di Plant Karawang, Desa Klari, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, sebesar Rp299.866.478.836,- sesuai Laporan Konsultan KJPP Piesta No. 074/SF/FS.PDC.KSI/II/2015 tanggal 24 Pebruari 2015 yang akan diikat secara Fidusia.
e. Peralatan/mesin/alat berat di Plant Sidoarjo, Desa Kedungwonokerto, Jawa Timur, sebesar Rp175.490.704.294,- sesuai Laporan Konsultan KJPP Piesta No. 074/SF/FS.PDC.KSI/II/2015 tanggal 24 Pebruari 2015 yang akan diikat secara Fidusia.
f. Piutang usaha Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2014 sebesar Rp240.461.410.753,- yang akan diikat secara fidusia.
Pembatasan terhadap tindakan:
a. Melakukan perubahan kegiatan usaha sebagaimana tercantum dalam anggaran dasar yang dapat mengurangi kemampuan melunasi fasilitas kredit.
b. Menjual atau memindahkan hak atau mengalihkan seluruh atau sebagian kekayaan/asset milik Perseroan dalam satu transaksi atau dalam beberapa transaksi kecuali:
Menjual atau mengalihkan aset dengan ketentuan yang bersifat arm’s length dan dalam rangka menjalankan usaha sehari-hari.
Menjual atau dengan cara lain mengalihkan aset sebagai ganti atau digantikan aset lainnya yang sebanding atau lebih baik tipe, sifat dan kualitasnya.
Menjual atau mengalihkan aset dalam rangka pelaksanaan reorganisasi oleh Pemerintah Republik Indonesia sepanjang penjualan aset tersebut tidak mempunyai akibat material.
Menjual atau mengalihkan aset yang sudah tidak berguna atau tidak dipakai lagi dengan ketentuan yang bersifat arm’s length.
c. Mengubah usaha yang sekarang dijalankan/diusahakan oleh Perseroan yang dapat menimbulkan akibat material, kecuali dipersyaratkan oleh perundang-undangan yang berlaku.
d. Melakukan peleburan, penggabungan, pemisahan, pembubaran Perseoan maupun rekonstruksi (tindakan korporasi) selain daripada hal berikut:
Reorganisasi yang dapat dilakukan oleh Pemerintah Republik Indonesia sepanjang tidak memiliki akibat material.
Tindakan korporasi dengan anggota lain dalam Group dengan ketentuan bahwa tindakan korporasi tersebut dilakukan.
Tindakan korporasi yang dipersyaratkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku.
e. Melakukan perubahan anggaran dasar yang dapat menimbulkan akibat material. Persetujuan pengesampingan (waiver) terhadap pembatasan tersebut telah diperoleh dari BNI melalui surat No.
BIN/2.2/391/R tanggal 7 Juni 2016 perihal Persetujuan Pengesampingan (waiver) Financial Covenant Current Ratio (CR) dan Pembatasan Terhadap Tindakan Penerima Kredit.
f. Mengajukan permohonan pailit atau permohonan penundaan kewajiban pembayaran hutang kepada instansi yang berwenang.
g. Memperoleh pinjaman dari bank atau lembaga keuangan lain 2. Pinjaman kepada Pemegang Saham
Berdasarkan surat perjanjian fasilitas pinjaman pemegang saham No. L.08/P/WK/2016 dan No.
10/SPN/WBP/2016 tanggal 29 Januari 2016. Perseroan mendapatkan pinjaman dari WASKITA, selaku pemegang saham dengan fasilitas pinjaman sebagai berikut:
a. Fasilitas pinjaman sebesar Rp300.000.000.000,- dengan jangka waktu 6 (enam) bulan sejak tanggal perjanjian dan suku bunga 10,5% pertahun dari fasilitas pinjaman terhutang.
b. Fasilitas pinjaman digunakan semata-mata untuk peningkatan kapasitas produksi dan berjanji tidak akan menggunakan fasilitas untuk tujuan dan kepentingan lain tanpa persetujuan tertulis.
c. Perhitungan bunga untuk fasilitas yang ditarik akan diterapkan bunga-berbunga (Compound Interest) sehingga penarikan kedua, ketiga dan seterusnya setiap penarikan akan dijumlahkan dengan beban bunga berjalan.
d. Keterlambatan pembayaran sebagaimana diatur dalam pasal ini akan dikenakan denda sebesar 12,5%
pertahun.
e. Utang pokok berikut perhitungan bunga-berbunga ditambah kewajiban perpajakan, serta denda, wajib bayar atau dilunasi dengan cara satu kali pembayaran atau selambat-lambatnya pada bulan ke-6 (enam) perjanjian ini.
3. Utang Usaha
Saldo utang usaha Perseroan pada tanggal 30 April 2016 adalah sebesar Rp968.566.466.765,-. Rincian dari utang usaha Perseroan adalah sebagai berikut:
(dalam Rupiah penuh)
KETERANGAN 30 APRIL 2016
Pihak-pihak berelasi
Pemasok 32.671.988.166
Sewa alat 391.020.000
Jumlah pihak-pihak berelasi 33.063.008.166
Pihak-pihak ketiga
Pemasok 878.965.578.128
Sewa alat 28.990.561.374
Subkontraktor 9.072.037.610
Mandor 18.475.281.487
Jumlah pihak-pihak ketiga 935.503.458.599
Jumlah 968.566.466.765
Rincian saldo utang pemasok sebagai berikut:
(dalam Rupiah penuh)
KETERANGAN 30 APRIL 2016
Pihak-pihak berelasi
WASKITA 32.609.015.146
Koperasi Waskita 62.973.020
Jumlah pihak-pihak berelasi 32.671.988.166
Pihak ketiga
PT Citra Baru Steel 59.194.483.450
PT Janti Sarana Material Beton 57.233.824.606
PT Sinar Indah Jaya Kencana 43.063.476.752
PT Kingdom Indah 36.469.725.482
f. Mengajukan permohonan pailit atau permohonan penundaan kewajiban pembayaran hutang kepada instansi yang berwenang.
g. Memperoleh pinjaman dari bank atau lembaga keuangan lain 2. Pinjaman kepada Pemegang Saham
Berdasarkan surat perjanjian fasilitas pinjaman pemegang saham No. L.08/P/WK/2016 dan No.
10/SPN/WBP/2016 tanggal 29 Januari 2016. Perseroan mendapatkan pinjaman dari WASKITA, selaku pemegang saham dengan fasilitas pinjaman sebagai berikut:
a. Fasilitas pinjaman sebesar Rp300.000.000.000,- dengan jangka waktu 6 (enam) bulan sejak tanggal perjanjian dan suku bunga 10,5% pertahun dari fasilitas pinjaman terhutang.
b. Fasilitas pinjaman digunakan semata-mata untuk peningkatan kapasitas produksi dan berjanji tidak akan menggunakan fasilitas untuk tujuan dan kepentingan lain tanpa persetujuan tertulis.
c. Perhitungan bunga untuk fasilitas yang ditarik akan diterapkan bunga-berbunga (Compound Interest) sehingga penarikan kedua, ketiga dan seterusnya setiap penarikan akan dijumlahkan dengan beban bunga berjalan.
d. Keterlambatan pembayaran sebagaimana diatur dalam pasal ini akan dikenakan denda sebesar 12,5%
pertahun.
e. Utang pokok berikut perhitungan bunga-berbunga ditambah kewajiban perpajakan, serta denda, wajib bayar atau dilunasi dengan cara satu kali pembayaran atau selambat-lambatnya pada bulan ke-6 (enam) perjanjian ini.
3. Utang Usaha
Saldo utang usaha Perseroan pada tanggal 30 April 2016 adalah sebesar Rp968.566.466.765,-. Rincian dari utang usaha Perseroan adalah sebagai berikut:
(dalam Rupiah penuh)
KETERANGAN 30 APRIL 2016
Pihak-pihak berelasi
Pemasok 32.671.988.166
Sewa alat 391.020.000
Jumlah pihak-pihak berelasi 33.063.008.166
Pihak-pihak ketiga
Pemasok 878.965.578.128
Sewa alat 28.990.561.374
Subkontraktor 9.072.037.610
Mandor 18.475.281.487
Jumlah pihak-pihak ketiga 935.503.458.599
Jumlah 968.566.466.765
Rincian saldo utang pemasok sebagai berikut:
(dalam Rupiah penuh)
KETERANGAN 30 APRIL 2016
Pihak-pihak berelasi
WASKITA 32.609.015.146
Koperasi Waskita 62.973.020
Jumlah pihak-pihak berelasi 32.671.988.166
Pihak ketiga
PT Citra Baru Steel 59.194.483.450
PT Janti Sarana Material Beton 57.233.824.606
PT Sinar Indah Jaya Kencana 43.063.476.752
PT Kingdom Indah 36.469.725.482
(dalam Rupiah penuh)
KETERANGAN 30 APRIL 2016
PT Intiniaga Sukses Abadi 27.141.811.866
PT Sekasa Mitra Utama 24.882.588.398
PT Sumiden Serasi Wire Products 23.134.013.915
PT Multi Welindo 22.609.060.135
CV Serasan Sekundang Mandiri 22.250.863.887
PT Tiga Sekawan Serasi 21.837.223.399
PT Kiswire Indonesia 21.560.198.790
Lainnya (di bawah Rp20 miliar) 519.588.307.448
Jumlah pihak-pihak ketiga 878.965.578.128
Jumlah 911.637.566.294
Rincian saldo utang sewa alat sebagai berikut:
(dalam Rupiah penuh)
KETERANGAN 30 APRIL 2016
Pihak-pihak berelasi
Koperasi Waskita 391.020.000
Jumlah pihak-pihak berelasi 391.020.000
Pihak-pihak ketiga
PT Padu Karya Jaya Nusa 4.777.107.739
PT Swarna Cinde Raya 4.399.796.869
CV Armada Mix 4.376.462.370
PT Tugu Beton Semesta Abadi 4.020.953.053
Lainnya (di bawah Rp4 miliar) 11.416.241.343
Jumlah pihak-pihak ketiga 28.990.561.374
Jumlah 29.381.581.374
Rincian saldo utang subkontraktor sebagai berikut:
(dalam Rupiah penuh)
KETERANGAN 30 APRIL 2016
Pihak-pihak ketiga
PT Tiga Sekawan Serasi 4.429.311.713
Lainnya (di bawah Rp4 miliar) 4.642.725.897
Jumlah pihak-pihak ketiga 9.072.037.610
Rincian saldo utang mandor sebagai berikut:
(dalam Rupiah penuh)
KETERANGAN 30 APRIL 2016
Pihak-pihak ketiga
Aming 9.757.363.662
Sudarsono 4.967.909.498
Lainnya (di bawah Rp4 miliar) 3.750.008.327
Jumlah pihak-pihak ketiga 18.475.281.487
Utang usaha berdasarkan umur (hari) adalah sebagai berikut:
(dalam Rupiah penuh)
KETERANGAN 30 APRIL 2016
Utang Pemasok
>30 – 90 hari
Belum jatuh tempo 325.613.852.610
(dalam Rupiah penuh)
KETERANGAN 30 APRIL 2016
Sudah jatuh tempo 192.433.058.520
>90 – 180 hari – sudah jatuh tempo 203.523.040.116
>180 – 360 hari – sudah jatuh tempo 116.744.365.370
>360 hari – sudah jatuh tempo 73.323.429.678
Jumlah 911.637.566.294
Seluruh utang usaha didenominasi dalam mata uang Rupiah.
Tidak terdapat jaminan yang diberikan dan suku bunga dengan utang usaha.
4. Utang Bruto kepada Pihak Ketiga
Utang bruto merupakan utang atas pembelian persediaan bahan baku yang belum diterima invoice dari supplier karena belum memenuhi syarat pembayaran sesuai dengan surat pemesanan material. Saldo utang bruto kepada pihak ketiga Perseroan pada tanggal 30 April 2016 adalah sebesar Rp1.034.300.719.653,-. Rincian dari utang bruto kepada pihak ketiga Perseroan adalah sebagai berikut:
(dalam Rupiah penuh)
KETERANGAN 30 APRIL 2016
Utang Bruto Pihak-pihak Ketiga
PT Citra Baru Steel 246.816.105.866
PT Tiga Sekawan Serasi 128.352.453.377
PT Kingdom Indah 101.884.457.375
PT Kay Pi Transmalindo 52.168.222.241
PT Subur Buana Raya 28.920.773.283
PT Tensindo Kreasi Nusantara 28.800.383.370
PT Wirya Krenindo Perkasa 26.626.818.289
TanpaMitra 26.378.155.936
PT Permata Raya Transport 26.112.044.434
CV Serasan Sekundang Mandiri 25.252.431.741
PT Bintang Jaya Pratama Indonesia 21.853.470.093
PT Surya Indo Niaga 20.078.859.750
Lainnya (di bawah Rp20 miliar) 301.056.543.898
Jumlah 1.034.300.719.653
5. Utang Pajak
Saldo utang pajak Perseroan pada tanggal 30 April 2016 adalah sebesar Rp351.186.418.809,- Rincian dari utang pajak Perseroan adalah sebagai berikut:
(dalam Rupiah penuh)
KETERANGAN 30 APRIL 2016
Pajak Pertambahan Nilai 230.558.710.950
Pasal 4(2) – Final 5.635.177.420
Pasal 23 1.058.311.524
Pasal 21 163.722.247
Jasa Konstruksi 1.250.000
Pasal 22 86.364
Pasal 29
30 April 2016 112.090.220.436
31 Desember 2015 1.678.939.867
Jumlah 351.186.418.809
(dalam Rupiah penuh)
KETERANGAN 30 APRIL 2016
Sudah jatuh tempo 192.433.058.520
>90 – 180 hari – sudah jatuh tempo 203.523.040.116
>180 – 360 hari – sudah jatuh tempo 116.744.365.370
>360 hari – sudah jatuh tempo 73.323.429.678
Jumlah 911.637.566.294
Seluruh utang usaha didenominasi dalam mata uang Rupiah.
Tidak terdapat jaminan yang diberikan dan suku bunga dengan utang usaha.
4. Utang Bruto kepada Pihak Ketiga
Utang bruto merupakan utang atas pembelian persediaan bahan baku yang belum diterima invoice dari supplier karena belum memenuhi syarat pembayaran sesuai dengan surat pemesanan material. Saldo utang bruto kepada pihak ketiga Perseroan pada tanggal 30 April 2016 adalah sebesar Rp1.034.300.719.653,-. Rincian dari utang bruto kepada pihak ketiga Perseroan adalah sebagai berikut:
(dalam Rupiah penuh)
KETERANGAN 30 APRIL 2016
Utang Bruto Pihak-pihak Ketiga
PT Citra Baru Steel 246.816.105.866
PT Tiga Sekawan Serasi 128.352.453.377
PT Kingdom Indah 101.884.457.375
PT Kay Pi Transmalindo 52.168.222.241
PT Subur Buana Raya 28.920.773.283
PT Tensindo Kreasi Nusantara 28.800.383.370
PT Wirya Krenindo Perkasa 26.626.818.289
TanpaMitra 26.378.155.936
PT Permata Raya Transport 26.112.044.434
CV Serasan Sekundang Mandiri 25.252.431.741
PT Bintang Jaya Pratama Indonesia 21.853.470.093
PT Surya Indo Niaga 20.078.859.750
Lainnya (di bawah Rp20 miliar) 301.056.543.898
Jumlah 1.034.300.719.653
5. Utang Pajak
Saldo utang pajak Perseroan pada tanggal 30 April 2016 adalah sebesar Rp351.186.418.809,- Rincian dari utang pajak Perseroan adalah sebagai berikut:
(dalam Rupiah penuh)
KETERANGAN 30 APRIL 2016
Pajak Pertambahan Nilai 230.558.710.950
Pasal 4(2) – Final 5.635.177.420
Pasal 23 1.058.311.524
Saldo beban akrual Perseroan pada tanggal 30 April 2016 adalah sebesar Rp73.370.000.497,-. Rincian dari beban akrual Perseroan adalah sebagai berikut:
(dalam Rupiah penuh)
KETERANGAN 30 APRIL 2016
Beban kantor 58.493.278.155
Beban akrual terdiri dari operasional Perseroan adalah utang sehubungan dengan kegiatan operasional Perseroan, beban gedung, beban kantor, beban pegawai dan beban umum. Beban bunga merupakan beban bunga atas pinjaman Perseroan yang belum dibayar per 30 April 2016.
7. Uang Muka Jangka Pendek
Saldo uang muka jangka pendek Perseroan pada tanggal 30 April 2016 adalah sebesar Rp90.687.605.921,-.
Rincian dari liabilitas jangka pendek lain Perseroan adalah sebagai berikut:
(dalam Rupiah penuh)
KETERANGAN 30 APRIL 2016
Pihak-Pihak Berelasi 57.698.005.127
Pihak Ketiga
JO Sacna-Basuki 6.502.140.000
KG NRC 3.673.052.000
PT Dharma Perdana Muda 3.416.018.600
PT Sinar Krenceng Utama 1.064.351.400
PT Girder Indonesia 1.512.218.862
PT Kreasi Maju Bersama 1.669.265.680
PT Daya Mulia Turangga 1.119.431.300
PT Kreasindo Putra Bangsa 1.066.392.000
PT Karya Bangun Semesta 1.005.900.000
Lainnya (dibawah 1 Milyar) 11.960.830.952
Sub Jumlah Pihak Ketiga 32.989.600.794
Jumlah 90.687.605.921
8. Liabilitas Jangka Pendek Lainnya
Saldo liabilitas jangka pendek lain Perseroan pada tanggal 30 April 2016 adalah sebesar Rp111.322.771.103,- Rincian dari liabilitas jangka pendek lain Perseroan adalah sebagai berikut:
(dalam Rupiah penuh)
KETERANGAN 30 APRIL 2016
WASKITA 106.652.445.775
Liabilitas kepada WASKITA merupakan tagihan-tagihan operasional Perseroan yang dibayar terlebih dahulu oleh WASKITA dan beberapa transaksi reimbursement lainnya.
Berdasarkan Risalah Rapat Direksi Perseroan tanggal 15 Desember 2015 tentang pemberian jasa produksi tahun 2016 kepada pegawai Perusahaan, estimasi jasa produksi kepada karyawan dan tantiem Direksi tahun 2016 ditetapkan sebesar Rp2.364.000.000,-.
9. Utang Bank Jangka Panjang
Saldo utang bank jangka panjang Perseroan pada tanggal 30 April 2016 adalah sebesar Rp977.405.488.887,-.
Rincian dari utang bank jangka pendek Perseroan adalah sebagai berikut:
(dalam Rupiah penuh)
KETERANGAN 30 APRIL 2016
Pihak-pihak Berelasi
Fasilitas Kredit Sindikasi 977.405.488.887
Fasilitas Kredit Investasi 21.342.825.099
Jumlah 998.748.313.986
Dikurangi: Bagian Jatuh Tempo (21.342.825.099)
Bagian Jangka Panjang 977.405.488.887
Suku bunga per tahun 10,25%
A. Utang Bank Sindikasi
Berdasarkan surat No. LMC1/2/442/R dari Akta Perjanjian Credit No.66 tanggal 30 Oktober 2015 oleh Notaris Aryani L. Rachim, S.H., di Jakarta. Perseroan memperoleh fasilitas Kredit Modal Kerja dengan perjanjian sindikasi dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk untuk proyek Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu Tahap I sebesar Rp1.705.720.000.000,-. Jangka waktu pinjaman sejak tanggal 30 Oktober 2015 sampai dengan 10 Agustus 2018. Fasilitas pinjaman ini terdiri dari :
a. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk sebesar Rp852.860.000.000,- b. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk sebesar Rp852.860.000.000,- Fasilitas pinjaman ini dijamin dan diikat dengan:
a. Tagihan/Piutang Proyek yang dibiayai diikat Fidusia sebesar 100% dari nilai kontrak.
b. Kepemilikan 60% saham PT Kresna Kusuma Dyandra Marga oleh Waskita Toll Road.
c. Hak Konsesi Pengusahaan Jalan Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu berdasarkan Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (Cessie), termasuk hak untuk mengalihkan Hak Penguasaan Jalan Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu kepada pihak ketiga dan/atau menunjuk Pihak Ketiga sebagai Operator Jalan Tol, sebagai pelaksanaan dari ketentuan Akta Hak Pengelolaan Jalan Tol (Cessie).
d. Tagihan atas klaim asuransi proyek yang dibiayai diikat secara Fidusia sebesar 100% dari nilai pertanggungan.
Pembatasan terhadap tindakan:
a. Mengalihkan/ menyerahkan kepada pihak lain, sebagian atau seluruhnya atas hak dan kewajiban yang timbul berkaitan dengan fasilitas kredit.
b. Melakukan perubahan kegiatan usaha sebagaimana tercantum dalam anggaran dasar Debitur yang dapat mengurangi kemampuan Debitur melunasi fasilitas kredit.
c. Mengajukan permohonan pailit atau permohonan penundaan kewajiban pembayaran utang kepada instansi yang berwenang.
d. Mengikat diri sebagai penanggung atau penjamin hutang atau menjaminkan harta kekayaan perusahaan kepada pihak lain yang terkait dengan asset tertentu yang dijaminkan kepada debitur sindikasi.
Liabilitas kepada WASKITA merupakan tagihan-tagihan operasional Perseroan yang dibayar terlebih dahulu oleh WASKITA dan beberapa transaksi reimbursement lainnya.
Berdasarkan Risalah Rapat Direksi Perseroan tanggal 15 Desember 2015 tentang pemberian jasa produksi tahun 2016 kepada pegawai Perusahaan, estimasi jasa produksi kepada karyawan dan tantiem Direksi tahun 2016 ditetapkan sebesar Rp2.364.000.000,-.
9. Utang Bank Jangka Panjang
Saldo utang bank jangka panjang Perseroan pada tanggal 30 April 2016 adalah sebesar Rp977.405.488.887,-.
Rincian dari utang bank jangka pendek Perseroan adalah sebagai berikut:
(dalam Rupiah penuh)
KETERANGAN 30 APRIL 2016
Pihak-pihak Berelasi
Fasilitas Kredit Sindikasi 977.405.488.887
Fasilitas Kredit Investasi 21.342.825.099
Jumlah 998.748.313.986
Dikurangi: Bagian Jatuh Tempo (21.342.825.099)
Bagian Jangka Panjang 977.405.488.887
Suku bunga per tahun 10,25%
A. Utang Bank Sindikasi
Berdasarkan surat No. LMC1/2/442/R dari Akta Perjanjian Credit No.66 tanggal 30 Oktober 2015 oleh Notaris Aryani L. Rachim, S.H., di Jakarta. Perseroan memperoleh fasilitas Kredit Modal Kerja dengan perjanjian sindikasi dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk untuk proyek Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu Tahap I sebesar Rp1.705.720.000.000,-. Jangka waktu pinjaman sejak tanggal 30 Oktober 2015 sampai dengan 10 Agustus 2018. Fasilitas pinjaman ini terdiri dari :
a. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk sebesar Rp852.860.000.000,- b. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk sebesar Rp852.860.000.000,- Fasilitas pinjaman ini dijamin dan diikat dengan:
a. Tagihan/Piutang Proyek yang dibiayai diikat Fidusia sebesar 100% dari nilai kontrak.
b. Kepemilikan 60% saham PT Kresna Kusuma Dyandra Marga oleh Waskita Toll Road.
c. Hak Konsesi Pengusahaan Jalan Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu berdasarkan Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (Cessie), termasuk hak untuk mengalihkan Hak Penguasaan Jalan Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu kepada pihak ketiga dan/atau menunjuk Pihak Ketiga sebagai Operator Jalan Tol, sebagai pelaksanaan dari ketentuan Akta Hak Pengelolaan Jalan Tol (Cessie).
d. Tagihan atas klaim asuransi proyek yang dibiayai diikat secara Fidusia sebesar 100% dari nilai pertanggungan.
Pembatasan terhadap tindakan:
a. Mengalihkan/ menyerahkan kepada pihak lain, sebagian atau seluruhnya atas hak dan kewajiban yang timbul berkaitan dengan fasilitas kredit.
b. Melakukan perubahan kegiatan usaha sebagaimana tercantum dalam anggaran dasar Debitur yang dapat mengurangi kemampuan Debitur melunasi fasilitas kredit.
c. Mengajukan permohonan pailit atau permohonan penundaan kewajiban pembayaran utang kepada instansi yang berwenang.
d. Mengikat diri sebagai penanggung atau penjamin hutang atau menjaminkan harta kekayaan perusahaan kepada pihak lain yang terkait dengan asset tertentu yang dijaminkan kepada debitur sindikasi.
e. Melakukan perubahan atas Perjanjian Jual Beli Bersyarat dengan hak untuk membeli kembali atas saham-saham PT Kresna Kusuma Dyandra Marga No. 24 tanggal 17 Oktober 2014 yang dibuat dihadapan Jose Dima Satria, S.H. M.Kn, Notaris di Jakarta.
f. Menyewakan asset yang dijaminkan di Kreditur Sindikasi kepada pihak lain.
g. Melakukan penjualan Aktiva Tetap per Tahun melebihi nilai Rp500.000.000.000,-.
B. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Berdasarkan surat No.BIN/2.2/094/R tanggal 10 Juni 2015, Perseroan memperoleh fasilitas kredit dari PT Bank BNI (Persero) Tbk sebagai berikut :
a. Kredit Investasi Rp481.101.000.000,-, jangka waktu pinjaman sejak tanggal 10 Juni 2015 dan jatuh tempo 9 Juni 2021 dengan grace period selama 12 bulan. Saldo Pinjaman dengan fasilitas ini sampai dengan 30 April 2016 adalah sebesar Rp21.342.825.099,-.
b. Kredit Investasi Interest During Constuction (IDC) Rp9.666.000.000,-, jangka waktu pinjaman sejak tanggal 10 Juni 2015 dan jatuh tempo 9 Juni 2021 dengan grace period selama 12 bulan. Sampai dengan tanggal 30 April 2016, Perusahaan belum menggunakan fasilitas pinjaman tersebut.
10. Uang Muka Jangka Panjang Pihak Berelasi
Saldo uang muka jangka panjang pihak berelasi Perseroan pada tanggal 30 April 2016 adalah sebesar Rp106.764.104.198,-. Rincian dari uang muka jangka panjang pihak berelasi Perseroan adalah sebagai berikut :
(dalam Rupiah penuh)
KETERANGAN 30 APRIL 2016
Pihak-pihak Berelasi WASKITA (Entitas Induk)
Divisi I 106.764.104.198
Jumlah pihak-pihak berelasi 106.764.104.198
Merupakan uang muka pesanan dari pemberi kerja atas kontrak pekerjaan dengan jangka waktu lebih dari satu tahun.
11. Liabilitas Imbalan Paskakerja
Perseroan telah membukukan liabilitas manfaat karyawan sesuai dengan Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, menggunakan teknik aktuarial, dalam rangka penerapan PSAK No.24 (Revisi 2013) tentang Imbalan Kerja.
Penilaian aktuaris atas estimasi manfaat karyawan paskakerja tanggal 30 April 2016 dilakukan oleh perusahaan konsultan aktuaria PT Praptasentosa Gunajasa. Penggunaan teknik aktuarial atas imbalan paskakerja dilakukan dengan cara mendiskontokan imbalan dalam menentukan nilai kini dari kewajiban imbalan pasti dan biaya jasa kini, berdasarkan Projected Unit Credit Method (PUC Method).
Asumsi aktuarial pada tanggal 30 April 2016 sebagai berikut:
(dalam Rupiah penuh)
KETERANGAN 30 APRIL 2016
Mortalitas (Mortality Rate) TMI 2011
Umur Pensiun Normal 56 tahun
Tingkat Cacat 0% per tahun
Kenaikan Gaji – per tahun 8% per tahun
Tingkat Diskonto 8%
Tingkat Pengunduran Diri 2% pada usia 20 tahun dan menurun secara linier sampai dengan usia 50 tahun
Mutasi liabilitas imbalan paskakerja bersih di laporan posisi keuangan adalah sebagai berikut:
Mutasi liabilitas imbalan paskakerja bersih di laporan posisi keuangan adalah sebagai berikut: